• Tidak ada hasil yang ditemukan

Panduan Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Panduan Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

TAHUN 2015

REMBUK NASIONAL

BUKU PANDUAN

Memperkuat Pelaku dan Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan Berkarakter

Dilandasi Semangat Gotong Royong

(2)

ATA PENGANTAR

Kami Ucapkan Selamat Datang

Kepada Peserta Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015.

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2015 ini mengangkat tema: Memperkuat Pelaku dan Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan Berkarakter Dilandasi Semangat Gotong Royong . Dengan tema ini, seluruh peserta yaitu semua pengelola pendidikan dan kebudayaan (Pejabat Kemendikbud, Kepala Dinas, dan Praktisi Pendidikan) melakukan evaluasi dan koordinasi serta membangun komitmen untuk menuntaskan program prioritas pembangunan pendidikan dan kebudayaan. Dalam RNPK ini peserta juga akan merumuskan kebijakan-kebijakan aktual yang terkait dengan pembangunan pendidikan dan kebudayaan di masa akan datang.

Untuk mengefektifkan pelaksanaan RNPK 2015 akan diawali dengan arahan dari Presiden RI, Bapak Jokowi serta ajakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada pelaku pendidikan dan kebudayaan untuk terlibat secara aktif (public engagement)dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan. Di samping itu akan dilakukan bincang-bincang inspiratif dengan para peserta RNPK yang bertujuan memberikan motivasi dan membangkitkan gerakan semangat gotong royong dalam menyukseskan pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan pendidikan dan kebudayaan.

Selain itu, untuk mencapai sasaran RNPK 2015 peserta akan mendapatkan sajian materi dari Menteri Dalam Negeri dan Pembicara tamu yang kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi yang membahas topik tentang: (1) Kebijakan PAUDNI; (2) Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun; (3) Penguatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru; (4) Kurikulum, Buku, dan Ujian Nasional 2015; (5) Kebijakan Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa; (6) Kebijakan Pengembangan Kebudayaan; (7) Penguatan Tata Kelola, Peningkatan Efektivitas Birokrasi, dan Pelibatan Publik.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua peserta yang telah hadir dan mengikuti acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan secara penuh, juga kepada semua panitia penyelenggara yang telah bekerja keras untuk suksesnya kegiatan ini. Apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan ini, kami menyampaikan permohonan maaf.

Selamat Berembuk.

Jakarta, 29 Maret 2015 Sekretaris Jenderal

Selaku Ketua Penyelenggara,

(3)

AFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... ii

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. LANDASAN HUKUM ... 3

C. TEMA... 4

D. MAKSUD DAN TUJUAN ... 4

E. HASIL YANG DIHARAPKAN ... 5

F. PESERTA ... 6

G. SUBSTANSI DAN BAHAN ... 7

H. PEMBAGIAN DAN PENGORGANISASIAN KOMISI... 7

I. SKENARIO PELAKSANAAN RNPK 2015 ... 12

J. MEKANISME PELAKSANAAN RNPK 2015 ... 12

K. PENYELENGGARAAN ... 17

L. INFORMASI LAIN ... 18

Lampiran:

1. Jadwal Acara RNPK 2015

2. Daftar Peserta Sidang Komisi I s.d VII

3. Salinan Surat Keputusan Kepanitiaan

(4)

R

UK NASIONAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

TAHUN 2015

A. LATAR BELAKANG

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) pasal 50 ayat (1) menyatakan bahwa Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab Menteri . Sementara itu Pasal 11 ayat (1) menyatakan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi. Sejalan dengan itu dalam hal pendanaan pada pasal 46 ayat (1) ditegaskan bahwa Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat .

Sesuai dengan amanat UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dijabarkan lebih lanjut dalam PP No. 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, serta memperhatikan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang dijabarkan lebih lanjut dalam PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, bahwa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahunnya, diselenggarakan Rapat Koordinasi Teknis Kementerian/Lembaga yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di masing-masing tingkatan pemerintahan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan Rakor Teknis tersebut dalam bentuk Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK).

(5)

kesetaraan dan kepastian layanan pendidikan serta melestarikan dan memperkukuh budaya dan bahasa Indonesia.

RPJMN 2015 2019 merupakan penjabaran Visi, Misi, dan Program Presiden dan Wakil Presiden dan telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015. Saat ini, RPJMN 2015 2019 memasuki tahun pertama waktu pelaksanaannya. Untuk itu, evaluasi persiapan dan pelaksanaan RPJMN 2015 2019 bidang pendidikan dan kebudayaan perlu dilakukan untuk memastikan dan mengetahui tingkat kesesuaian arah pencapaian visi, misi, dan sasaran prioritas pembangunan nasional. Realisasi perkembangan pelaksanaan RPJMN 2015 2019 sampai saat ini telah berjalan cukup baik. Fokus sasaran tahap ketiga RPJMN 2015 2019 adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek. Oleh karena itu, percepatan pelaksanaan RPJMN 2015 2019 perlu dilakukan dengan proses konsultasi aktif dari seluruh K/L yang terlibat, tidak hanya dengan Kemendikbud, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota serta Kemenag, tetapi juga dengan K/L lain yang menyelenggarakan fungsi pendidikan nasional.

Pengembangan SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek harus berorientasi pada kebutuhan regional dan globalisasi, diantaranya memperhatikan isu-isu ASEAN Community 2015 yang mencakup The ASEAN Economic Community (AEC), the ASEAN Political and Security Community (APSC) dan The ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC), yang termasuk di dalamnya bidang pendidikan dan kebudayaan. Dari dasar di atas, Indonesia menjadi negara penting di ASEAN, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang mana menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa primadona yang diminati oleh warga negara ASEAN lainnya. ASEAN Community 2015 merupakan momen penting yang terbuka bagi negara-negara ASEAN dalam hal mobility dan connectivity sumber daya manusia ASEAN di semua bidang. Mengingat populasi penduduk di negara ASEAN berjumlah 617,68 juta orang sedangkan populasi terbanyak di ASEAN adalah negara Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa, jadi Indonesia merupakan 1/3 jumlah pendudukan di ASEAN. Untuk itu peran Indonesia sangat diharapkan dalam kancah 3 (tiga) Pilar ASEAN.

(6)

kebijakan-kebijakan aktual yang terkait dengan pembangunan pendidikan dan kebudayaan di masa akan datang.

Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai peraturan tersebut di atas, perlu dirumuskan dan disepakati kebijakan tahunan pembangunan pendidikan dan kebudayaan melalui Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015. Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan ini melibatkan seluruh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten dan Kota, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi, Kabupaten dan Kota, serta pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan lainnya. Selanjutnya hasil rumusan kebijakan RNPK tahun 2015 dijadikan acuan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk merencanakan dan melaksanakan program strategis yang menjadi prioritas nasional bidang pendidikan dan kebudayaan.

LANDASAN HUKUM

Kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 dilaksanakan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai peraturan perundangan yang relevan, antara lain:

1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2. UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 3. UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

4. PP No. 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;

5. PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

6. PP No. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

7. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019;

8. Peraturan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

9. Permendiknas No. 15 Tahun 2007 tentang Sistem Perencanaan Tahunan Departemen Pendidikan Nasional;

(7)

C. TEMA

Tema Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 adalah Memperkuat Pelaku dan Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan Berkarakter Dilandasi Semangat Gotong Royong . Penjelasan mengenai tema RNPK Tahun 2015 tersebut adalah merupakan salah satu upaya yang difokuskan untuk mengoptimalkan pencapaian output dan outcome dalam pelaksanaan program dan kegiatan melalui percepatan realisasi penyerapan APBN TA 2015, mewujudkan opini WTP dan penguatan pelaksanaan Zona Integritas pada seluruh pelaku dan satuan kerja pendidikan dan kebudayaan. Pelaksanaan program prioritas tersebut dimaksudkan untuk mendukung pencapaian Visi yang dijabarkan dalam Misi P5 Renstra Kemendikbud Tahun 2015 2019, sebagai berikut:

1. Mewujudkan Pelaku Pendidikan dan Kebudayaan yang kuat; 2. Mewujudkan Perluasan dan Pemerataan Akses;

3. Mewujudkan Pembelajaran yang Bermutu;

4. Mewujudkan Pelestarian Kebudayaan dan Pengembangan Bahasa;

5. Mewujudkan Penguatan Tata Kelola serta Peningkatan Efektivitas Birokrasi dan Pelibatan Publik.

D. MAKSUD DAN TUJUAN

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan ini dimaksudkan sebagai langkah dan tindakan konkret pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya, untuk menyukseskan program prioritas pendidikan dan kebudayaan tahun 2015, serta menyiapkan rancangan kebijakan tahun 2016. Disamping itu RNPK ini juga bertujuan untuk: (1) sosialisasi Renstra Kemendikbud 2015-2019; (3) kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pendidikan sesuai UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah; (4) sosialisasi Perpres No. 14 tahun 2015 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; (5) sinergitas sumber daya pendidikan dan kebudayaan dalam mengatasi permasalahan dan kendala yang dihadapi dan upaya perbaikan pada periode pembangunan selanjutnya.

Tujuan khusus Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 antara lain adalah:

1. Melakukan evaluasi capaian kinerja pembangunan pendidikan dan kebudayaan tahun 2014;

(8)

3. Memantapkan pelaksanaan program pembangunan PAUD dan Dikmas;

4. Memantapkan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Wajib Belajar 12 Tahun;

5. Penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru;

6. Menyukseskan pelaksanaan Kurikulum dan Ujian Nasional 2015 serta pengadaan buku;

7. Menyukseskan pelaksanaan kebijakan pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa;

8. Menyukseskan pelaksanaan kebijakan pelestarian kebudayaan;

9. Melanjutkan Reformasi Birokrasi Kemendikbud menuju tata kelola yang efisien dan efektif, transparan, dan akuntabel;

10. Tersusunnya bahan kebijakan tahunan Kemendikbud 2016; 11. Penyiapan bahan Musrenbangnas 2016.

. HASIL YANG DIHARAPKAN

Hasil yang diharapkan dari Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 adalah:

1. Evaluasi pelaksanaan program dan capaian kinerja pembangunan pendidikan dan kebudayaan tahun 2014, masing-masing unit utama, provinsi, kabupaten, dan kota, serta unit kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di daerah;

2. Kebijakan serta rancangan program dan kegiatan pembangunan pendidikan dan

kebudayaan pada tahun 2016 serta terbangunnya komitmen untuk

menyukseskannya;

3. Rencana aksi dan komitmen pusat dan daerah dalam menyukseskan Program Indonesia Pintar melalui Wajib Belajar 12 tahun;

4. Rencana aksi pelaksanaan Kurikulum dan Ujian Nasional 2015 serta pengadaan buku;

5. Rencana aksi pelestarian kebudayaan;

6. Rencana aksi pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa;

7. Rencana aksi penguatan tata kelola serta peningkatan efektivitas birokrasi dan pelibatan publik;

8. Tersedianya bahan kebijakan tahunan Kemendikbud 2016; 9. Tersedianya bahan masukan untuk Musrenbangnas 2016;

(9)

Melalui Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 ini diharapkan seluruh jajaran pendidikan dan kebudayaan di pusat dan daerah memiliki komitmen atas pencapaian target kinerja program prioritas yang telah ditetapkan dalam Renstra Kemendikbud 2015 2019 dan Renstra di masing-masing SKPD serta berbagai kebijakan dan program prioritas nasional pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan di masa yang akan datang.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menkeu, Mendagri, Menpan, Menag, Menpora, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kepala TNP2K, Kepala BNPB, Dirut LPDP, Menristek dan Dikti

11

--4 Gubernur Jabar dan Walikota Depok 2

--5 Kemendikbud Pusat (Menteri, Eselon I, Staf Ahli, Staf Khusus,

dan Eselon II) 80 80

6

Deputi IV Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, dan Deputi Meneg PPN/Kepala Bappenas Bidang SDM dan Kebudayaan, serta Kepala BPS

3

--7

Kepala Biro Perencanaan 18 Kementerian/Lembaga yang menyelenggarakan fungsi Pendidikan dan Direktur Pembinaan Anggaran II DJA, Kemenkeu

19

--8 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 34 34

9 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota 506 506

10 Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi dan TP 41 41

11 LPMP , LPPKS Solo, dan P4TK, LP3TKKPTK Makassar , P2PNFI,

dan BPPNFI 55 55

12 UPT Kebudayaan + Pusat Sensor Film 42 42

13 Kepala Balai Bahasa, Kepala Balai Pengembangan Multi Media ,

Radio dan TV 33 33

14 BSNP dan BAN 4 4

15 SEAMEO centers (BIOTROP, RECFON, SEAMOLEC, QITEP MATH,

QITEP LANGUAGE, QITEP SCIENCE) 6 6

16 Atdikbud, Dubes RI Untuk UNESCO, Ketua Harian KNIU, dan

Kepala SILN 31 31

(10)

No Pejabat/Instansi Acara

Pembukaan Penutupan

18

Pimpinan Pusat dan Ketua Dikdasmen Muhammadiyah (2), Ketua Dewan dan Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma arif NU (2), Ketua Dikbud Majelis Luhur Taman Siswa, Ketua PGI, Ketua Dewan Pengurus Pusat Walubi, Pimpinan Pusat Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Keuskupan Agung Jakarta, Pusat Parisada Hindu Dharma Indonesia

10 10

19 Kepala Bagian Perencanaan Unit Utama, Kabag pada Biro PKLN

dan Biro Umum 17 17

20 Kepala Balai Arkeologi Provinsi 10 10

Jumlah 916 875

G. SUBSTANSI DAN BAHAN

Substansi dan bahan pokok yang disiapkan untuk penyelenggaraan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 antara lain terdiri atas:

1. Bahan yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan a. Panduan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015; b. Paparan Ketua Komisi sesuai dengan Topik Sidang Komisi I s.d VII; c. Bahan untuk sidang komisi I s.d VII berupahardcopydansoftcopy;

d. Menyusun form-1 tentang usulan rencana program, kegiatan dan anggaran tahun 2016;

e. Menyusunform-2 tentang konfirmasi kehadiran peserta; f. Rambu-rambu pelaksanaan sidang komisi I s.d VII.

2. Bahan yang disiapkan oleh Peserta Daerah

a. Konfirmasi kehadiran peserta sesuai dengan form-2;

b. Laporan capaian kinerja pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan pendidikan dan kebudayaan tahun 2014;

c. Usulan rencana program, kegiatan dan anggaran tahun 2016 dengan menggunakan form-1.

H. PEMBAGIAN DAN PENGORGANISASIAN KOMISI

(11)

Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa; Komisi VI Kebijakan Pelestarian Kebudayaan; dan Komisi VII Penguatan Tata Kelola, Peningkatan Efektivitas Birokrasi, dan Pelibatan Publik.

Pengorganisasian sidang komisi ini dimaksudkan untuk mendalami substansi dan permasalahan serta solusi tindak lanjut yang akan disepakati pada masing-masing komisi . Penjelasan tentang Ketua Komisi, Sekretaris, Koordinator Perumus dan Anggota Tim Perumus adalah sebagai berikut:

OMISI I: Kebijakan PAUDNI

Topik Bahasan:

1. Pengembangan PAUD berbasis komunitas

2. Pembagian kewajiban dan kewenangan antar Kemendikbud dengan kab/kota 3. Pengembangan Standar Pelayanan Minimal PAUD

4.

Ketua Komisi : Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Non Formal dan Informal Sekretaris : (Dipilih Dari Peserta)

Koordinator Perumus : Sekretaris Ditjen PAUDNI Anggota Tim Perumus :

1. Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing 2. Staf Khusus Mendikbud Bidang Media, Najeela Shihab 3. Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUDNI 4. Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Ditjen PAUDNI 5. Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen PAUDNI 6. Inspektorat I

7. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Ditjen PAUDNI

KOMISI II: Program Indonesia Pintar (PIP) Melalui Pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun Topik Bahasan:

1. Pemenuhan SPM (Standar Pelayanan Minimum) 2. Implementasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) 3. Transparansi BOS*

4. Penerimaan Siswa Baru*

5. Pendidikan Karakter (termasuk isu kekerasan di sekolah dan revolusi mental)* 6. Pengembangan SMK (Sekolah Vokasi)

7. Komite Sekolah 8. ...

Ketua Komisi : Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Sekretaris : (dipilih dari peserta)

(12)

Anggota Tim Perumus :

1. Staf Ahli Mendikbud Bidang Hubungan Pusat dan Daerah

2. Staf Khusus Mendikbud Bidang Pengelolaan Pemangku Kepentingan, M. Chozin 3. Sekretaris Ditjen Dikdas

4. Sekretaris Ditjen Dikmen

5. Direktur Pembinaan SD, Ditjen Dikdas 6. Direktur Pembinaan SMP, Ditjen Dikdas 7. Direktur Pembinaan SMA, Ditjen Dikmen 8. Direktur Pembinaan SMK, Ditjen Dikmen 9. Direktur Pembinaan PKLK, Dikdas

10. Direktur Pembinaan PKLK, Dikmen 11. Inspektur II, Itjen

12. Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan 13. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Dikdas 14. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Dikmen

KOMISI III: Penguatan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru Topik Bahasan:

1. Kualifikasi dan Sertifikasi Guru dan PTK 2. Penilaian kinerja guru

3. Perencanaan dan penempatan guru 4. Penyaluran tunjangan guru dan tendik 5. Guru Honorer

6. ...

Ketua Komisi : Kepala Badan PSDMPK dan PMP Sekretaris : (dipilih dari peserta)

Koordinator Perumus : Sekretaris Badan PSDMPK dan PMP Anggota Tim Perumus :

1. Staf khusus Mendikbud Bidang Pendidikan, Achmad Rizali 2. Staf Khusus Mendikbud Bidang Media, Kreshna

3. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan PSDMPK dan PMP 4. Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan PSDMPK dan PMP

5. Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kebudayaan, Badan PSDMPK dan PMP

6. Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan, Badan PSDMPK dan PMP 7. Direktur Pembinaan PTK PAUDNI, Ditjen PAUDNI

(13)

11. Kepala Pusat data dan Statistik Pendidikan

12. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Badan PSDMPK dan PMP

OMISI IV: Kurikulum, Buku, dan Ujian Nasional 2015 Topik Bahasan:

1. Roadmappelaksanaan kurikulum 2013 2. Pengadaan Buku

3. Pelaksanaan UN 2015

4. Akreditasi Satuan Pendidikan 5.

Ketua Komisi : Kepala Balitbang Sekretaris : (dipilih dari peserta) Koordinator Perumus : Sekretaris Balitbang Anggota Tim Perumus :

1. Staf Khusus Mendikbud Bidang Media, Hani Fibianti 2. Kepala Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang

3. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang 4. Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Balitbang

5. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan, Balitbang 6. Inspektur IV, Itjen

KOMISI V: Kebijakan Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa Topik Bahasan:

1. Peningkatan kualitas pendidikan Bahasa

2. Internasionalisasi dan diplomasi Bahasa Indonesia

3. Pembagian kewenangan Pusat-Daerah dalam PP Bahasa dan Sastra 4. Perlindungan Bahasa

5.

Ketua Komisi : Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Sekretaris : (dipilih dari peserta)

Koordinator Perumus : Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Anggota Tim Perumus :

1. Staf Khusus Mendikbud Bidang Media, Rahman

2. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan, Badan PP Bahasa 3. Kepala Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan PP Bahasa 4. Inspektur Investigasi, Itjen

(14)

OMISI VI: Kebijakan Pelestarian Kebudayaan

Topik Bahasan: 1. Revolusi Mental

2. Diplomasi dan Internalisasi Budaya

3. Pelestarian dan pengelolaan warisan budaya 4. Pengembangan museum dan galeri

5. Pengembangan seni dan film 6.

Ketua Komisi : Direktur Jenderal Kebudayaan Sekretaris : (dipilih dari peserta)

Koordinator Perumus : Sekretaris Ditjen Kebudayaan Anggota Tim Perumus :

1. Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter

2. Direktur Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Ditjen Kebudayaan 3. Direktur Sejarah dan Nilai Budaya, Ditjen Kebudayaan

4. Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman, Ditjen Kebudyaan

5. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Ditjen Kebudayaan

6. Direktur Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Ditjen Kebudayaan

7. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Ditjen Kebudayaan

KOMISI VII: Penguatan Tata Kelola, Peningkatan Efektivitas Birokrasi, dan Pelibatan Publik

Topik Bahasan:

1. Penyiapan implementasi UU 23/2014 2. Restrukturisasi organisasi Kemendikbud

3. Perbaikan koordinasi, monitoring, evaluasi dan pelaporan 4. Penguatan akuntabilitas

5.

Ketua Komisi : Sekretaris Jenderal, Kemendikbud Sekretaris : (dipilih dari peserta)

Koordinator Perumus : Inspektur Jenderal, Kemendikbud Anggota Tim Perumus :

1. Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan 2. Staf Khusus Mendikbud Bidang Tata Kelola, Hikmat Hardono 3. Sekretaris Itjen

(15)

6. Kepala Biro Umum, Setjen 7. Kepala Biro Kepegawaian, Setjen

8. Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Setjen 9. Kepala Pusat Informasi dan Humas, Setjen

10. Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan, Setjen

11. Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Inspektorat Jenderal

Daftar nama ketua komisi, koordinator, tim perumus dan anggota dalam Sidang Komisi I sampai dengan VII secara terinci, tertera dalam lampiran.

I. SKENARIO PELAKSANAAN RNPK 2015

Alur pelaksanaan RNPK 2015 yang akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 29

s.d 31 Maret 2015 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Mekanisme pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 ini, secara lebih rinci diatur sebagai berikut:

(16)

1. Hari Minggu, 29 Maret 2015

a. Kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta dan penyerahan dokumen Rembuknas sesuai dengan permintaan data/informasi yang tertera dalam undangan;

b. Kegiatan pembukaan diawali dengan:

1) Menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh seorang Dirijen; 2) Tarian selamat datang dari Direktorat Kesenian Ditjen Kebudayaan;

3) Laporan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2015 yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;

4) Kemudian dilanjutkan dengan Pengarahan dari Presiden RI kepada para peserta sekaligus pembukaan RNPK secara resmi.

5) Rangkaian acara pembukaan diakhiri dengan doa dan dilanjutkan Konferensi Pers oleh Presiden RI didampingi oleh Mendikbud.

2. Hari Senin, 30 Maret 2015

a. Acara sidang pleno I. Kegiatan yang dilaksanakan dalam sidang ini antara lain mencakup:

1) Penyajian paparan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015-2019.

2) Penyajian materi dari Mendagri tentang efisiensi dan efektivitas pemanfaatan anggaran pendidikan transfer daerah dan pembagian urusan pusat-daerah terkait pendidikan dan kebudayaan.

b. Sidang Pleno II.Sidang ini diisi dengan penyajian materi dari dua pembicara tamu dari luar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu :

1) Pembicara tamu I menyampaikan materi tentang optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya pendidikan dan kebudayaan di provinsi dan kab/kota.

2) Pembicara tamu II menyampaikan materi tentang sistem dan mekanisme penggunaan belanja barang dan belanja sosial bidang pendidikan dan kebudayaan.

c. Setelah Sidang Pleno I dan II selesai acara dilanjutkan dengan Sidang Komisi I sampai dengan Komisi VII yang dibagi menjadi 2 sesi yaitu:

(17)

OMISI TOPIK BAHASAN 2. Pembagian kewajiban dan kewenangan antar

Kemendikbud dengan kab/kota

3. Pengembangan Standar Pelayanan Minimal PAUD 4.

Dirjen PAUDNI Aula 1a

Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Pelaksanaan Wajar 12 Tahun

1. Pemenuhan SPM (Standar Pelayanan Minimum) 2. Implementasi Kartu Indonesia Pintar (KIP) 3. Transparansi BOS*

4. Penerimaan Siswa Baru*

5. Pendidikan Karakter (termasuk isu kekerasan di sekolah dan revolusi mental)*

1. Kualifikasi dan Sertifikasi Guru dan PTK*

2. Penilaian kinerja guru

3. Perencanaan dan penempatan guru 4. Penyaluran tunjangan guru dan tendik 5. Guru Honorer

Kurikulum, Buku dan Ujian Nasional 2015

1. Roadmap pelaksanaan kurikulum 2013

2. Internasionalisasi dan diplomasi Bahasa Indonesia 3. Pembagian kewenangan Pusat-Daerah dalam PP

Bahasa dan Sastra

(18)

OMISI TOPIK BAHASAN

PENANGGUNG JAWAB

RUANG SIDANG Penguatan Tata Kelola, Peningkatan Efektivitas Birokrasi

,dan Pelibatan Publik

1. Penyiapan implementasi UU 23/2014 2. Restrukturisasi organisasi Kemendikbud 3. Perbaikan koordinasi, monitoring, evaluasi dan

pelaporan

4. Penguatan akuntabilitas 5.

Sesjen Aula 1b

Pemilihan materi tersebut dimaksudkan untuk mendalami substansi yang pembahasannya tanpa menitikberatkan pada jenjang pendidikan tertentu dan tanpa memfokuskan pada struktur birokrasi Eselon I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2) Sesi II merupakan kegiatan perumusan hasil diskusi dari masing-masing komisi I s.d VII. Perumusan hasil sidang komisi dilakukan oleh Tim Perumus sidang komisi yang bersangkutan dibantu oleh tim substansi RNPK 2015, selanjutnya akan dilaporkan pada Sidang Pleno III.

Sidang Komisi dilaksanakan dengan mengikuti rambu-rambu diskusi sebagai berikut:

a) Diskusi Sidang Komisi diawali dengan penyajian paparan oleh masing-masing Ketua Komisi;

b) Ketua Komisi mengkoordinasikan pemilihan Sekretaris Komisi yang diharapkan berasal dari peserta daerah;

c) Ketua Komisi memimpin sidang, mengarahkan, dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan sidang komisi;

d) Ketua Komisi mengendalikan jalannya sidang komisi berdasarkan bahan sidang komisi yang telah disiapkan oleh Tim Substansi RNPK 2015; e) Sidang Komisi membahas masalah, isu-isu strategis dan seluruh peserta

diharapkan berperan aktif serta menyampaikan

saran/pendapat/usulan/ solusi dan bahan rekomendasi kebijakan; f) Bagi peserta yang belum mendapat kesempatan memberikan

usulan/saran/pendapat yang terkait dengan substansi bahasan di setiap komisi, dapat menuliskannya dalam form isian yang disediakan oleh panitia;

g) Koordinator Perumus dibantu oleh Anggota Tim Perumus dan petugas substansi menghimpun/merekam proses sidang komisi dan merumuskan hasil sidang komisi;

h) Tim Perumus dimungkinkan untuk ditambah dari peserta daerah yang ditunjuk oleh Ketua Komisi maupun Koordinator Perumus;

(19)

i) Perumusan hasil sidang komisi di pimpin oleh Koordinator Perumus dan harus selesai paling lambat pukul 17.30 WIB hari Senin, 30 Maret 2015; j) Petugas substansi membantu menyiapkan bahan-bahan diskusi yang

diperoleh dari penanggungjawab materi diskusi (unit utama) untuk dibagikan kepada semua anggota komisi dan secara aktif membantu kelancaran proses diskusi sampai dengan perumusan hasil sidang komisi;

k) Koordinator Perumus dibantu Sekretaris dan bersama-sama dengan Anggota Tim Perumus substansi mempersiapkan paparan hasil rumusan sidang komisi;

l) Masing-masing Ketua Komisi atau yang ditunjuk mewakili komisi melaporkan hasil rumusan sidang komisi kepada Mendikbud pada waktu acara penutupan RNPK 2015.

d. Setelah Sidang komisi selesai, pada malam harinya acara dilanjutkan dengan malam ramah tamah dengan Mendikbud yang diisi dengan bincang-bincang inspiratif yang dipandu oleh Iwan Abdulrachman.

3. Hari Selasa, 31 Maret 2015

Pada hari ketiga acara dilanjutkan dengan sidang pleno III dengan tahapan kegiatan sebagai berikut:

a. Acara diawali dengan laporan hasil sidang komisi I s.d VII yang disampaikan oleh Ketua Komisi/Sekretaris Komisi atau yang ditunjuk. Laporan ini merupakan kristalisasi hasil sidang komisi yang dijadikan acuan dalam mempercepat pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan tahun 2015 serta bahan kebijakan perencanaan Kemendikbud tahun 2016. Diharapkan hasil sidang komisi tersebut akan digunakan sebagai acuan dan pedoman penyusunan program, kegiatan, dan anggaran dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan.

b. Acara penutupan RNPK 2015 diselenggarakan di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan yang tahapannya sebagai berikut:

1) Laporan Ketua Panitia Penyelenggara Rembuknas Pendidikan dan Kebudayaan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikbud; 2) Acara penutupan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh petugas yang

ditunjuk.

(20)

strategi peningkatan kinerja (solusi) serta rencana implementasi sebagai kristalisasi hasil sidang komisi I s.d VII.

. PENYELENGGARAAN

1. Kepanitiaan Pelindung Pengarah

: :

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Dirjen PAUDNI, Dirjen Dikdas, Dirjen Dikmen,

Kepala Badan PSDMPK dan PMP, Kepala

Balitbang, Kepala Badan dan Pengembangan Bahasa, Dirjen Kebudayaan, serta Inspektur Jenderal

Ketua Umum : Sekretaris Jenderal

Ketua Seksi Substansi : Kepala Biro Perencanaan dan KLN Ketua Seksi Penyelenggara : Kepala Biro Umum

2. Waktu dan Tempat

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 ini dilaksanakan tanggal 29 s.d. 31 Maret 2015. Kegiatan diselenggarakan di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan sedangkan untuk akomodasi diatur sebagai berikut:

a. Kedatangan dan pendaftaran peserta di Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

b. Waktu check in/penggunaan kamar bisa digunakan mulai pukul 08.00 - 18.00 hari Minggu, tanggal 29 Maret 2015.

c. Selanjutnya tentang penempatan akomodasi peserta akan diatur lebih lanjut oleh Panitia Penyelenggara.

3. Jadwal

Kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 29 s.d. 31 Maret 2015. Jadwal selengkapnya sebagaimana tertera pada lampiran.

4. Pembiayaan

(21)

L. INFORMASI LAIN

1. Peserta RNPK 2015 dimohon mengikuti seluruh acara sesuai jadwal dan hadir 15 menit sebelum kegiatan dimulai;

2. Bahan penyajian dan bahan sidang komisi yang disampaikan kepada peserta akan dikemas dalam bentukCompact Disk(CD)/USB;

3. Peserta dapat memperoleh berbagai informasi yang terkait dengan substansi, materi sidang komisi, dan lain-lain di ruang sekretariat substansi;

4. PIH menyediakan Gerai Publikasi Pendidikan dan Kebudayaan untuk penyaluran bahan atau buku dan dibuka pada saat istirahat (rehat dan ishoma);

5. Materi sidang bisa diunduh padaLaman: www.Kemendikbud.go.id; 6. Pakaian:

a. Selama Pelaksanaan Rembuk: mengenakan pakaian batik lengan panjang dan ID Card;

b. Pada acara malam ramah tamah dengan Mendikbud, peserta dimohon mengenakan pakaian batik. Acara tersebut akan diisi dengan bincang-bincang inspiratif yang dipandu oleh Iwan Abdulrachman;

c. Olah raga bisa dilakukan dengan menggunakan fasilitas olahraga yang terdapat dilingkungan Pusbangtendik.

7. Peserta Rembuk dimohon tidak meninggalkan materi RNPK 2015 (buku, CD, bulletin, hardcopy pembicara tamu, dan lain-lain), baik di kamar maupun di ruang sidang;

8. Selama pelaksanaan RNPK 2015 kepada seluruh peserta diharapkan menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan;

9. Selama pelaksanaan RNPK 2015 kepada seluruh peserta dilarang berbuat asusila, membawa dan/atau menggunakan senjata api/tajam, minuman keras, dan narkoba serta obat-obatan terlarang lainnya;

10. Panitia tidak bertanggungjawab atas seluruh kerusakan/kehilangan barang atau dokumen penting peserta RNPK 2015;

11. Panitia menyediakan bus antar jemput pergi pulang (pp) dari tempat penginapan ke tempat penyelenggaraan RNPK 2015;

12. Panitia menyediakan dokter, klinik kesehatan serta ruang refleksi di Gedung Budaya;

13. Panitia hanya menyediakan fasilitas akomodasi dan konsumsi sesuai dengan jumlah undangan;

14. Ruang Sekretariat Penyelenggara RNPK 2015 terletak di Ruang Budaya; 15. Tersedia Ruang Substansi Penyelenggara RNPK 2015 di Ruang Budaya; 16. Ruang Press Conference untuk Mendikbud terletak di Ruang Garuda; 17. Ruang Media Center terletak di Ruang Widya Iswara, Gedung Pancasila; 18. Ruang makan peserta berlokasi di Gedung Paramitha;

19. Peserta diharapkan meninggalkan Pusbangtendik sesuai dengan waktu Kepulangan Peserta (check out) yang ditetapkan oleh pihak panitia;

(22)
(23)
(24)
(25)

! "

# $ %&'&( )( * )+ , )- ./ '/ -,)'0*)( 1 23 40 '0 5 ' $* 655 4 )'0 7 * )8 ) 4 .- 3'/ ' ./ -9 )0 2 )( 38 / 7 , 0 4

' &9', )('0

:$ ;373( 9)10./'/ -,)<)(1 9/ 8&4,/ -=)(, &4 *)8 )4 * )+ ,)-./ '/ -,)'0*)( 123 40'05' $* 65 5

(26)

> ?@ ?AB C ?A DEF GH I?J K LMNOP QRLS T U 6 Direktur Pembinaan Pendidikan Masyarakat, Ditjen PAUDNI Anggota Tim Perumus 7 Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen PAUDNI Anggota Tim Perumus

8 Inspektorat I, Itjen Anggota Tim Perumus

9 Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Ditjen PAUDNI Anggota Tim Perumus 10 Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Anggota

11 Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Anggota 12 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Cairo Anggota 13 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Singapura Anggota 14 Kepala PP PNFI Regional I Bandung Anggota 15 Kepala PP PNFI Regional II Semarang Anggota

16 Kepala BP PNFI Regional I Medan Anggota

17 Kepala BP PNFI Regional II Surabaya Anggota 18 Kepala BP PNFI Regional III Makassar Anggota 19 Kepala BP PNFI Regional IV Banjarbaru Anggota 20 Kepala BP PNFI Regional V Mataram Anggota 21 Kepala BP PNFI Regional VI Sentani Anggota 22 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Anggota 23 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Anggota 24 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kep. Bangka Belitung Anggota 25 Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Anggota 26 Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Anggota 27 Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kalimantan Utara Anggota 28 Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Utara Anggota 29 Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Anggota 30 Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua Anggota 31 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Anggota 32 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Anggota 33 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Agam Anggota 34 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Anggota 35 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batanghari Anggota 36 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Anggota 37 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Selatan Anggota 38 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Barat Anggota 39 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Anggota 40 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Anggota 41 Kepala Suku Dinas Pendidikan Kabupaten Kep. Seribu Anggota 42 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Anggota 43 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjarnegara Anggota 44 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Anggota

„ ‡ˆz „z‚~ z ‰y ‚

(27)

48 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bima Anggota 49 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Anggota 50 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang Anggota 51 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan Anggota 52 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan Anggota 53 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau Anggota 54 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau - Kalimantan Utara Anggota 55 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Anggota 56 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai Anggota 57 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Selayar, Sulsel Anggota 58 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bombana Anggota 59 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo Anggota 60 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju Anggota 61 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Buru Anggota 62 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Barat Anggota 63 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat Anggota 64 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak Anggota 65 Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Aceh Selatan Anggota 66 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut Anggota 67 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman Anggota 68 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi Anggota 69 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi Anggota 70 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Banyuasin Anggota 71 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebong Anggota 72 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara Anggota 73 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Anggota 74 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Anggota 75 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Boyolali Anggota 76 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso Anggota 77 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jembrana Anggota 78 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Timur Anggota 79 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kupang Anggota 80 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya Anggota 81 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Anggota 82 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Anggota 83 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Anggota 84 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali Anggota 85 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba Anggota 86 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Utara Anggota 87 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato Anggota 88 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar/Mamasa Anggota 89 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah Anggota 90 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Utara Anggota 91 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya Anggota 92 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan Anggota 93 Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh Anggota 94 Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Barat Anggota 95 Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara Anggota 96 Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Anggota 97 Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Anggota 98 Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Anggota 99 Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura Anggota

(28)

103 Sumarnah Notula

104 Endang Dwi Jayanti Notula

105 M. Israr IT

106 Zakaria Aziz Persidangan

107 Abdul Hakim Persidangan

(29)

Œ Ž ‘ ’“ ”•– — ˜ ™ 24 Maret 2015

˜– Žš ›œ‘ ‘™

1 Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Ketua Komisi

2 Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Koordinator Perumus

3 Staf Ahli Mendikbud Bidang Hubungan Pusat dan Daerah Anggota Tim Perumus

4 Staf Khusus Mendikbud Bidang Pengelolaan Pemangku Kepentingan, M. Chozin Anggota Tim Perumus

5 Sekretaris Ditjen Dikdas

6 Sekretaris Ditjen Dikmen Anggota Tim Perumus

7 Direktur Pembinaan SD, Ditjen Dikdas Anggota Tim Perumus

8 Direktur Pembinaan SMP, Ditjen Dikdas Anggota Tim Perumus

9 Direktur Pembinaan SMA, Ditjen Dikmen Anggota Tim Perumus

10 Direktur Pembinaan SMK, Ditjen Dikmen Anggota Tim Perumus

11 Direktur Pembinaan PKLK, Ditjen Dikdas Anggota Tim Perumus

12 Direktur Pembinaan PKLK, Ditjen Dikmen Anggota Tim Perumus

13 Inspektur II, Itjen Anggota Tim Perumus

14 Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Anggota Tim Perumus 15 Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Dikdas Anggota Tim Perumus 16 Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Dikmen Anggota Tim Perumus

17 Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta Anggota

18 Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Anggota

19 Keuskupan Agung Jakarta Anggota

20 Pimpinan Pusat Parisada Hindu Dharma Indonesia Anggota

21 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di New Delhi Anggota

22 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Wahington DC Anggota

23 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Anggota

24 Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan Anggota

25 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Anggota

26 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Anggota

27 Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB Anggota 28 Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Prov. Kalimantan Tengah Anggota 29 Kepala Dinas Pendidikan & Pengajaran Provinsi Sulawesi Tengah Anggota

30 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat Anggota

31 Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Anggota

32 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu Anggota

33 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Daya Anggota

34 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara Anggota

35 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dhamasraya Anggota

36 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir Anggota

37 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bungo Anggota

38 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat Anggota

39 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara Anggota

40 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan Anggota

41 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Barat Anggota

£ ¢ª¨¢ Ÿ«¦ §žª§¤¥ ¦ Ÿ£ ¦ §¡Ÿ ¢«¤¬ Ÿ¬­ ¦£ ¤¬ Ÿ ©¥ Ÿ §Ÿ Ÿ §® Ÿ¯¦°°¤¬ Ÿ¯ Ÿ ¢±²¡Ÿ ³­ §

(30)

44 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Anggota

45 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Anggota

46 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Anggota

47 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul Anggota

48 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli Anggota

49 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belu Anggota

50 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Hulu Anggota

51 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Anggota

52 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar (Banjar Baru) Anggota

53 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara) Anggota 54 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan (Kalimantan Utara) Anggota 55 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Anggota

56 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai Kepulauan Anggota

57 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng Anggota

58 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Anggota

59 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango Anggota

60 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene Anggota

61 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Aru Anggota

62 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Selatan Anggota

63 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Biak Numfor Anggota

64 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaimana Anggota

65 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah Anggota

66 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Singkil Anggota

67 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karo Anggota

68 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Anggota

69 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan Anggota

70 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun Anggota

71 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara Anggota

72 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muko-Muko Anggota

73 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus Anggota

74 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur Anggota

75 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kep. Anambas Anggota

76 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Anggota

77 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Brebes Anggota

78 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Anggota

79 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karang Asem Anggota

80 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumbawa Anggota

81 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata Anggota

82 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak Anggota

83 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan Anggota

84 Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Hulu Sungai Utara Anggota

85 Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Penajam Paser Utara Anggota

86 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara Anggota

87 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Mountong Anggota

88 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang Anggota

89 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe Selatan Anggota

90 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara Anggota

(31)

94 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara Anggota

95 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe Utara Anggota

96 Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Mamuju Tengah Anggota

97 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru Selatan Anggota

98 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu Anggota

99 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika Anggota

100 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tambrauw Anggota

101 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur Anggota

102 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Anggota

103 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kep. Meranti Anggota

104 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Anggota

105 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu Anggota

106 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan Anggota

107 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jepara Anggota

108 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tegal Anggota

109 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Anggota

110 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nagekeo Anggota

111 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sanggau Anggota

112 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Murung Raya Anggota

113 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Laut Anggota

114 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi Anggota

115 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur Anggota

116 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara Anggota

117 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai Anggota

118 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat Anggota

119 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara Anggota

120 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan Anggota

121 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Anggota

122 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mesuji Anggota

123 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Anggota

124 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar Anggota

125 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Anggota

126 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao Anggota

127 Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Anggota

128 Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Anggota

129 Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda Anggota

130 Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam Anggota

131 Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Anggota

132 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi Anggota

133 Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai Anggota

134 Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh Anggota

135 Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuk Linggau Anggota

136 Kepala Dinas Pendidikan Kota Metro Anggota

137 Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Anggota

138 Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Anggota

139 Kepala Dinas Pendidikan Kota Serang Anggota

140 Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Anggota

141 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bima Anggota

(32)

144 Kepala Dinas Pendidikan Kota Kotamobagu Anggota

145 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bau Bau Anggota

146 Kepala Dinas Pendidikan Kota Tual Anggota

147 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Anggota

148 Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjung Balai Anggota

149 Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawah Lunto Anggota

150 Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Selatan Anggota

151 Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Anggota

152 Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Anggota

153 Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang Anggota

154 Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Anggota

155 Kepala Dinas Pendidikan Kota Solok Anggota

156 Kepala Dinas Pendidikan Kota Probolinggo Anggota

157 Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat Anggota

158 Gogot Suharwoto Ketua Substansi

159 Siti Marfuah Koordinator Notula

160 R. Dirhamsyah Notula

161 Dewi Sinto Bundo Notula

162 Nur Hidayati Notula

163 Adinanto Mahulae IT

164 Wulan Sari Persidangan

165 Indah Meiwanty Persidangan

(33)

·¸ ¹¸ º »¼¸º ½¾¿¿À Á¸ Âà ÄÅÆÇÈÉ ÊÄ ËÌÍ

6 Kepala Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan, Badan PSDMPK dan PMP Anggota Tim Perumus 7 Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kebudayaan, Badan PSDMPK dan PMPAnggota Tim Perumus 8 Kepala Pusat Penjaminan Mutu Pendidikan, Badan PSDMPK dan PMP Anggota Tim Perumus 9 Direktur Pembinaan PTK PAUDNI, Ditjen PAUDNI Anggota Tim Perumus 10 Direktur Pembinaan PTK, Ditjen Dikdas Anggota Tim Perumus 11 Direktur Pembinaan PTK, Ditjen Dikmen Anggota Tim Perumus 12 Inspektur III, Itjen Anggota Tim Perumus 13 Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan Anggota Tim Perumus 14 Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Badan PSDMPK dan PMP Anggota Tim Perumus 15 Kepala Unit Implementasi Kurikulum Anggota

16 Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Anggota 17 Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Anggota 18 Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Anggota 19 Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Anggota 20 Ketua Dewan PP Lembaga Ma'arif Nadlatul Ulama Anggota 21 Ketua PP Lembaga Pendidikan Ma'arif Nadlatul Ulama Anggota 22 Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Walubi Anggota 23 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Manila Anggota 24 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Tokyo Anggota 25 Ketua LP3TK-KPTK Makassar Anggota 26 Kepala LPMP Nanggroe Aceh Darussalam Anggota 27 Kepala LPMP Sumatera Utara Anggota 28 Kepala LPMP Sumatera Barat Anggota 29 Kepala LPMP Riau Anggota 30 Kepala LPMP Jambi Anggota 31 Kepala LPMP Sumatera Selatan Anggota 32 Kepala LPMP Bangka Belitung Anggota 33 Kepala LPMP Bengkulu Anggota 34 Kepala LPMP Lampung Anggota 35 Kepala LPMP Banten Anggota 36 Kepala LPMP DKI Jakarta Anggota 37 Kepala LPMP Jawa Barat Anggota 38 Kepala LPMP Jawa Tengah Anggota 39 Kepala LPMP DI Yogyakarta Anggota 40 Kepala LPMP Jawa Timur Anggota 41 Kepala LPMP Bali Anggota 42 Kepala LPMP Nusa Tenggara Barat Anggota 43 Kepala LPMP Nusa Tenggara Timur Anggota 44 Kepala LPMP Kalimantan Barat Anggota

ñ òõöúíïíõ÷ øùñ òïò õó ôìí õ÷ ò óòûíüïòðí í õöúðú

(34)

(35)
(36)

Z[Z ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]`ij _`k^ df^ djh `ani` ip^q` k` doracs n do omk` Z[ t ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]`ij _`k^ duja`dov`w ` dov`s`k n do omk` Z[ x ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]`ij _`k^ dfjsw`h `sk ` n do omk` Z[y ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `f `a ^qi`do n do omk` Z[[ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `ljs`i `z ` n do omk` Z[{ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `|`h `e e `s n do omk`

Z[ } ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `p`d oe ` n do omk` Z[ ~ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `f `g` dolcg^q_j `d n do omk` Z[ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `f `g` dof `€` do n do omk` Z{\ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `f `o `sna`q n do omk` Z{Z ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `v`d€`s‚`i`sƒ n do omk` Z{t ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `f^h `a m d o`d n do omk` Z{x ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `vack`s n do omk` Z{y ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `vm dk `do n do omk` Z{[ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `vc kj do n do omk` Z{{ ]^ _`a `bc d`ef^ dgcgc h `d]m k `f `s^f `s^ n do omk` Z{} ]^ _`a `l jh jbcd`ef ^ dgcgc h ` d|^d^ do `„‚`h `sk `l ^a`k `d n do omk`

Z{~ pja jhvj gczmdm ]^ kj `lj iek` dec

Z{ lsc…c ` d`†ja`d g`sc ]mmsgc d `kms‡m kj a `

Z }\ ˆq`‰ ` z` kc ‡m kja`

Z }Z ˆsdcŠjed`w`kc ‡m kja`

Z }t …c eq`Š‹rh `sc ‡m kja`

Z }x r qsm dŒ `j c ru

Z }y b `a cqc d f ^secg`d o`d

Z }[ ˆac`d g^s]‹fcs`g^ f ^secg`d o`d

Z }{

b€j d`^gc

(37)
(38)
(39)
(40)

8-STS VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc YhYZYc\eY g ]e eb cY STi VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc YVW `\f\ g ]e eb cY STj VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yk Yf Ya Y ] g ]e eb cY STl VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yk bmbnb] g ]e eb cY STT VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Y_ YZbXb g ]e eb cY STo VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yk\`bfWVW XpZ YpY] g ]e eb cY

STq VW XYZ Yh pap[\]Y^_ W ]`\`\ a Y ][ Y^YfV bc Yr Ya Yf cYs c Yf Y g ]e eb cY STt VW XYZ Yh pap[\]Y^_ W ]`\`\ a Y ]uW]W ]e YnVb cYr Ya Yf c Yk \mpf g ]e eb cY STv VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yhpa Ywp m\ g ]e eb cY SoU VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Y[W X ba g ]e eb cY SoS VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yk Y^ \amYZ YxY g ]e eb cY Soi VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yk Y]eWf Y ]e g ]e eb cY Soj VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yk Y]eWf Y ]ehWZYc Y] g ]e eb cY Sol VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Yubyba Wf c b g ]e eb cY SoT VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc Y_ Y^pfpY] g ]e eb cY Soo VW XYZ Y[\ ]Y^_W ]`\`\ a Y]Vbc YkW e YZ g ]e eb cY Soq VW XYZ Yh pap[\]Y^_ W ]`\`\ a Y ]uW]W ]e Ynr Ya Yf c Yd Yf Yc g ]e eb cY

Sot zpfgm\Ycx VW cpYhp w^cY ]^\

Sov [W^\{Z|Wf Y[W}\ Vb bf `\]Yc bfz bcpZ Y

SqU k f\~ Ynxp]\ ] e^\n zb cpZY

SqS h pf b^b zb cpZY

Sqi gep^ c\]YhY ]`Ydp]e Y zb cpZY

Sqj ]pVW f cY XYc\ k

Sql {f\a Yh\ f Y\c _Wf^\`Y ]eY ]

SqT z\]\ ] eh p]Yf^ \n _Wf^\`Y ]eY ]

(41)

 ‚ƒ ‚„…† ‚„‡ˆ ‰ ‰Š ‹ ‚Œ  Ž‘’ “ ”Ž• –—

6 Inspektur Investigasi, Itjen Anggota Tim Perumus 7 Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Badan PP Bahasa Anggota Tim Perumus 8 Kepala Balai Bahasa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Anggota

9 Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Anggota 10 Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Anggota 11 Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat Anggota 12 Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan Anggota 13 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi Anggota 14 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung Anggota 15 Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Anggota 16 Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Anggota 17 Kepala Balai Bahasa Provinsi DI Yogyakarta Anggota 18 Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur Anggota 19 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Anggota 20 Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali Anggota 21 Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua Anggota 22 Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan Anggota 23 Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat Anggota 24 Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Anggota 25 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur Anggota 26 Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara Anggota 27 Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah Anggota 28 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara Anggota 29 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Anggota 30 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo Anggota 31 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Anggota 32 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur Anggota 33 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau Anggota 34 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Anggota 35 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Anggota 36 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara Anggota 37 Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu Anggota 38 Direktur SEAMEO QITEP Language Anggota 39 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Canberra Anggota 40 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Port Moresby Anggota 41 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Anggota 42 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Siak Anggota

¿ ºÃ¼Äµ ¿µ ½¹ º½¾ ºÁà µ ½ ¾µ ½Å¹ ºÁü ½µµ ½´µ ½¹ º¸Æ¼ ½´Ç½¾µ ½Ãµ ȵ »µ

(42)

Íä Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖå ÐÖâ ÚÜÓ Üæ ÐÖâÒß áÖ â âãÝ Ò Íç Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÔ ÕÚÛÜÙÑ ãè ÒÏ ÒÛÜÑÒÝ ÐÖØÐ×Òé ÒèÒÖ áÖ â âãÝ Ò

Íê Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖÏ ÒèÒé ÒÖâ áÖ â âãÝ Ò Íë Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖìèãÛ ã âÒÖ áÖ â âãÝ Ò

Îí Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖÏ Ð ÙÕè Õ áÖ â âãÝ Ò

Îî Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖï âÒ ÙÒ áÖ â âãÝ Ò Îð Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖà ÒñÛ Ò× áÖ â âãÝ Ò

Îò Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖó Òñ ÒÖÙÒ Ü áÖ â âãÝ Ò ÎÍ Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖæÒÖ Òßå ÜñÛ Ü áÖ â âãÝ Ò

ÎÎ Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖÏ ÐÑ ôà ÕÒ Üæ Òâ ÜÓÒÖÙÒÖ âå ÕÒè ã áÖ â âãÝ Ò

Îä Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖæãÓ ÕæãÓ Õ áÖ â âãÝ Ò Îç Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ÒÛ ÜÑ ÒÝ ÐÖõÖÙèÒñÒö Ü áÖ â âãÝ Ò

Îê Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ãÝ ÒØÒ ÙÒÖ â áÖ â âãÝ Ò Îë Ï ÐÑ ÒÓ ÒÔÕÖ Òר ÐÖ Ù ÕÙÕÚÒÖÏ ãÝ ÒØÐÚÒÖåÒèÜ áÖ â âãÝ Ò

60 Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Anggota 61 Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung Anggota 62 Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkal Pinang Anggota 63 Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Anggota 64 Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Anggota 65 Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Anggota 66 Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya Anggota 67 Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Anggota 68 Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado Anggota 69 Kepala Dinas Pendidikan Kota Kendari Anggota 70 Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Anggota 71 Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Anggota 72 Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Anggota 73 Kepala Dinas Pendidikan Kota Sabang Anggota 74 Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga Anggota 75 Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Anggota 76 Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Pusat Anggota 77 Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Anggota 78 Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Anggota 79 Kepala Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Manokwari Anggota 80 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Poso Anggota 81 Nurwin Ketua Substansi 82 Damaris Tangdialla Koordinator Notula 83 Nurma Notula

84 Sugeng Pariyanto Notula 85 Anita Ika Sudarwati Notula 86 Nandana Bhaswara IT

(43)
(44)
(45)

94 ‚ ƒ„ƒ…†‡ ˆ‰ Š ƒ ‹Œ Š ƒ ˆ‰ ‡ މ‡

95 ‰‘’ “ ‹Œ Š ƒ ˆ‰ ‡ މ‡

96 AŒ ”• Š ƒ‡Ž‰ˆƒ

(46)

– —˜ —™š› —™œ žŸ  ¡ —¢ £ ¤ ¥¦§ ¨© ª¤ « ¬­

6 Kepala Biro Perencanaan dan KLN, Setjen Anggota Tim Perumus 7 Kepala Biro Keuangan, Setjen Anggota Tim Perumus 8 Kepala Biro Umum, Setjen Anggota Tim Perumus 9 Kepala Biro Kepegawaian, Setjen Anggota Tim Perumus 10 Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Setjen Anggota Tim Perumus 11 Kepala Pusat Informasi dan Humas, Setjen Anggota Tim Perumus 12 Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan, Setjen Anggota Tim Perumus 13 Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Itjen Anggota Tim Perumus

14 Ketua Harian KNIU Anggota

15 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di London Anggota 16 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Berlin Anggota 17 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Paris Anggota 18 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Den Haag Anggota 19 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kuala Lumpur Anggota 20 Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Riyadh Anggota 21 Direktur SEAMEO BIOTROP Anggota 22 Direktur SEAMEO QITEP Mathemtics Anggota 23 Direktur SEAMEO QITEP Science Anggota 24 Direktur SEAMEO SEAMOLEC Anggota 25 Direktur SEAMEO RECFON Anggota 26 Kepala Balai Pengembangan Multimedia Anggota 27 Kepala Balai Pengembangan Media Radio Anggota 28 Kepala Balai Pengembangan Media Televisi Anggota 29 Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalimantan Utara Anggota 30 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Anggota 31 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya Anggota 32 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah Anggota 33 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Anggota 34 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir Anggota 35 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang Anggota 36 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Anggota 37 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan Anggota 38 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Anggota 39 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Anggota 40 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Tengah Anggota 41 Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Barat Daya Anggota

Ó ÔרÝÏ ÑÏ ×ÑÏ ÑÏÙ ÔÞÚÞÏ ßÓ Ô×Ö ×ØÙÏ ÑÏ ×ÔÐÔÙÐ ÑÖ ÜÖ ÑÏ ÕàÖÒÚ Ù ÒÏ Õ ÖÎÏ ×

Ó ÔÞÖ àÏ ÑÏ ×Ó Ý àÞÖ Ù

(47)

ã÷ ä åæ çè çéêë çìí åë î êîêïçëä çð ñæ çò åëø ç ïçè çù öëõ õôò ç

(48)

% & $ ' ( )

* + , $$ $-$

.

/ 01 -$

2 -$3 )4 5 -$

6 ), $ -$

7 88

9/:; 0

7 87 " !,6 #, #

7 8<

(49)

Pembukaan Penutupan

1 B> ?> @A BC DE F C GH I 1

--2 AEJ?E G> GKLJE D EMNA HHIF > GKCOP>AQ RIIINANH I 5 --3 SC G@LACJT> GUPG> GS> GPDE >F > GKCTPF >V>> GW

SC G@CP WSC GF>UBEWSC G ?> GWSC G>U WSC G ?LB>WSC GOC BE

KCOP>NCv> GF > GKCOP>AC GUPBPDAPD>O^CJT>U> AC GF E FE @> GS> w> BEeXq WKCO P>NE @TPFS> x C ZE D^P fPB \>J> GdE Dv>WKCOP>A_ IWKCOP>NCv> GAC GUPBPDAPD >O a> ZP TEWAEJ?E G> GAPD>OS> x C ZE D\E GU UEQ U>J>KfLGU fP iP IGFLGC DE >WKCPD@P?> GQ UPGU`> @> BO>WAPD>OA> BED >F > RE GFPNf> BJ>IGFLGCD E>

(50)

yz

...

{ | }~| 

€|‚|ƒ„… † ‡ˆy‰

‡z

...

Š|‹Œ|‚

…  Ž ‚Œ| }|‘’† “”Ž•Žz }–••

—z

...

| ‘|‘

˜ ‚|Œ†™˜ Œ˜Ž|‘†™|‘Œ||‘

šz

...

Š‘|›

(51)

 ¡ ¢ £ ¤

-RAMBU SIDANG KOMISI

REMBUK NASIONAL PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015

1

¥

D

¦§ ¨©§¦ ª¦ «¬­® ¯°±¦§¦ «¦ ¬² ¬³¦ «´ ­® ¬­ µ´ ­ ¶ ¬·¦¬­ µ¬µ¬¸ ¬­ °³ ´ ¹ ± ¬§¦ ­®º

± ¬§¦ ­®¯´ »©¬¯°±¦§¦ ¼

½¥

K

´ »© ¬

K

° ±¦ §¦ ±´­ ® ¨°° ¸ «¦­ ¬§¦ ¨ ¬­ µ´ ±¦³¦¹¬­ ª´ ¨¸´ » ¬¸¦§

K

°±¦§¦ ¶¬­ ®

«¦¹¬¸ ¬µ¨ ¬­¾´ ¸ ¬§ ¬³« ¬¸¦µ´§ ´¸» ¬«¬´ ¸ ¬¹¼

¿¥

K

´ »© ¬

K

°±¦§¦ ±´ ±¦± µ¦­ §¦ « ¬­®À ±´ ­® ¬¸ ¬¹¨ ¬­À «¬­ ¾´ ¸» ¬­®®©­® ·¬²¬¾

»´ ¸ ¹¬«¬µµ´ ³ ¬¨§ ¬­ ¬ ¬­§ ¦ «¬­ ®¨° ±¦ §¦¼

Á¥

K

´ »© ¬

K

°±¦§¦ ±´ ­®´­ «¬³¦ ¨ ¬­ ·¬³ ¬­­ ¶¬ §¦ «¬­® ¨°±¦§¦ ¾´¸ «¬§ ¬¸¨ ¬­ ¾¬¹¬­

§¦«¬­®¨°±¦§¦¶ ¬­®»´ ³ ¬¹«¦§¦¬µ¨ ¬­° ³´ ¹Â¦ ±ª©¾§» ¬­§¦Ã Ä Å

K

½ÆÇȼ

È¥ ª¦ «¬­®

K

°±¦ §¦ ±´ ±¾¬¹¬§ ± ¬§ ¬³¬¹À ¦ §©º¦§© §»¸ ¬»´ ®¦§ «¬­ §´ ³©¸© ¹ µ´ §´ ¸»¬

«¦¹¬¸ ¬µ¨ ¬­ ¾´ ¸ µ´ ¸ ¬­ ¬¨»¦ É §´ ¸» ¬ ±´ ­ ¶¬±µ¬¦¨¬­ § ¬¸ ¬­ ʵ´ ­ «¬µ ¬» Ê©§©³¬­ Ê

§° ³©§¦«¬­¾¬¹¬­¸´ ¨° ±´ ­ «¬§ ¦¨´¾¦ · ¬ ¨¬­ ¼

6

¥ ˬ®¦ µ´ §´ ¸» ¬ ¶¬­® ¾´ ³©± ±´ ­ «¬µ ¬» ¨ ´ §´± µ¬» ¬­ ±´ ±¾´ ¸¦ ¨ ¬­ ©§© ³ ¬­ Ê

§ ¬¸ ¬­ ʵ´ ­ «¬µ ¬» ¶¬­ ® »´ ¸ ¨¬¦ » «´­ ® ¬­ §©¾§» ¬­§¦ ¾¬¹¬§¬­ «¦ § ´»¦ ¬µ ¨°±¦§ ¦À

«¬ µ¬»±´­©³¦§¨¬­ ­ ¶¬«¬³ ¬±É °¸±¦§¦¬­¶ ¬­®«¦§´ «¦ ¬¨ ¬­°³´ ¹µ ¬­¦»¦ ¬¼

Ì¥

K

°°¸ «¦­ ¬»° ¸ Å´¸© ±©§ «¦¾¬­ »© °³´ ¹ Í­®®°» ¬ ¦ ± Å´ ¸©±©§ « ¬­ µ´ »©® ¬§

§©¾§» ¬­§¦ ±´ ­® ¹¦ ±µ ©­ ʱ´¸´ ¨¬± µ¸°§´ § §¦ «¬­ ® ¨°±¦ §¦ «¬­ ±´ ¸©±©§ ¨¬­

¹¬§¦³§¦ « ¬­®¨°±¦§¦ ¼

8

¥ ¦± Å´ ¸©±© § «¦ ±©­® ¨¦ ­ ¨¬­ ©­»© ¨ «¦» ¬±¾¬¹ «¬¸¦ µ´ §´¸» ¬ «¬´¸ ¬¹ ¶ ¬­®

«¦ »© ­·© ¨° ³´ ¹¯´ »©¬¯°±¦§ ¦± ¬© µ© ­¯°° ¸ «¦­ ¬»°¸Å´¸©±©§¼

Î¥ Å´ ¸©±©§ ¬­ ¹¬§¦³ §¦«¬­® ¨°±¦§¦ «¦ µ¦± µ¦­ °³ ´ ¹

K

° °¸ «¦­ ¬»°¸ Å´¸© ±©§ « ¬­

¹¬¸©§§´ ³´ § ¬¦µ¬³ ¦­®³ ¬±¾¬»µ© ¨ ©³ÇÌ¥¿ÆÏ Ð˹¬¸¦ª´ ­¦­À¿ÆÑ¬¸´»½Æ Çȼ

ÇÆ¥ Å´ »©® ¬§ §©¾§» ¬­§ ¦ ±´±¾¬­ »© ±´­ ¶¦ ¬µ¨¬­ ¾¬¹ ¬­º¾¬ ¹¬­ «¦§ ¨©§¦ ¶¬­®

«¦µ´¸° ³´ ¹ «¬¸¦ µ´ ­ ¬­ ®®©­®· ¬² ¬¾ ± ¬»´¸¦ «¦ § ¨©§ ¦ Ò©­ ¦» ©» ¬± ¬

)

©­» © ¨

«¦¾¬®¦ ¨ ¬­ ¨´ µ¬«¬ §´ ±©¬ ¬­ ®®°» ¬ ¨°±¦ §¦ «¬­ §´Ó¬¸ ¬ ¬¨»¦ É ±´ ±¾¬­»©

¨´³¬­Ó¬¸ ¬­µ¸°§´ § «¦§¨©§¦§ ¬± µ¬¦«´­ ® ¬­µ ´¸©±©§ ¬­¹¬§ ¦³§ ¦ «¬­®¨° ±¦ §¦¼

ÇÇ¥

K

°°¸ «¦­ ¬»° ¸ Å´ ¸©±©§ «¦¾¬­»© ª´ ¨¸´» ¬¸¦§ «¬­ ¾´ ¸§ ¬± ¬º§ ¬± ¬ «´­ ® ¬­

Í­®®°» ¬ ¦± Å´ ¸©±©§ §©¾§» ¬­§ ¦ ±´ ±µ´¸§¦ ¬ µ¨¬­ µ¬µ¬¸ ¬­ ¹¬§¦³ ¸©±©§ ¬­

§¦«¬­®¨°±¦§¦ ¼

ǽ¥ Ѭ§ ¦­® º± ¬§¦ ­®

K

´»© ¬

K

°±¦§¦ ¬»¬© ¶ ¬­® «¦»©­· © ¨ ±´ ²¬ ¨¦³ ¦ ¨° ±¦§ ¦

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan bahwa permintaan pestisida pada tanaman padi dipengaruhi oleh serangan hama, harga relatif pestisida, intoduksi teknologi PHT, dan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKn pada siswa kelas 6 SDN Gejayan Yogyakarta tahun ajaran

Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan model pendugaan kadar kolesterol serum dengan menggunakan ukuran antropometri melalui pendekatan pengukuran skinfold, variabel umur,

4 Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik dalam mengajukan pertanyaan. 5 Melaksanakan pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi aktif peserta

1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah) Tahun Anggaran 2017, maka bersama ini kami Kelompok Kerja I Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa Daerah Kabupaten Lamandau mengundang

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : BA.03/BOR.299.LPSE/ULP_POKJA I/LMD/IX/2017 tanggal 15 September 2017 untuk Pekerjaan Peningkatan Jalan Bunut Sungai Mentawa

mengambil judul kajian : “Tarik Ulur Pelaksanaan Sistem Tebu Ra kyat Intensifikasi Pada Petani Pabrik Gula Karangsuwung di Kecamatan. Karangsembung Tahun

Suatu bangun datar dikatakan mempunyai simetri lipat jika bangun tersebut simetri terhadap garis sumbu (garis simetri bangun tersebut)a. Benda dan bayangan