• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Pengukuran Sumber Daya Manusia Dengan Pendekatan Human Capital

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa Pengukuran Sumber Daya Manusia Dengan Pendekatan Human Capital"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Sejarah Perusahaan

Pada awalnya PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) adalah perusahaan

milik swasta “ HINDIA BELANDA” dengan nama NV.RCMA (RUBBER

COLIORE MATSCAPY AMSTERDAM) yang bergerak di bidang usaha perkebunan (plantation) dan pengolahan hasil perkebunan. Perusahaan ini beberapa kali berganti pada waktu dipegang oleh pemerinta Hindia Belanda, diantaranya menjadi :

a. Handels Vereeniging Amsterdam (HVA) b. Vereenigde Deli Matchappij (VDM)

c. NV. Cultuur Mij’de Oekust (CMO) dan lainnya.

PTPN III dikenal sebagai perusahaan perkebunan asing (PPA) pada awal proses nasianalisme dan berubah menjadi Perseroan Perkebunan Negara (PPN). Nasionalisme menjadi PPN baru cabang sumatera ini berdasarkan PP No. 24/1958 jo, Keputusan Menteri Pertanian No. 229/UM/1957 jo UU No. 86/1958 yang melakukan aktivitas selama 3 tahun.

(2)

Perkebunan (Persero) dengan keluarnya PP No. 17/1971 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 258/SK/IV/3/1976.

Pada tahun 1994 kemudian diadakan penggabungan manajemen penggabungan manajemen PT. Perkebunan III, IV dan V (Persero) yang dikelola oleh Direksi PT. Perkebunan III. Selanjutnya melalui Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996 dirubah menjadi PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) yang kantor pusatnya berkedudukan di daerah Sei Sikambing kota Medan.

Salah satu pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara III adalah Pabrik Kelapa Sawit Rambutan dibangun pada tahun 1983 yang terletak Desa Paya Bagas Kecamatan Rambutan, Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara, sekitar 65 km ke arah Tenggara Kota Medan yang tepatnya masih berada di daerah Kota Tebing Tnggi.

Kegiatan usaha di PKS Rambutan adalah :

1. Mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) 2. Mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Kernel (inti sawit)

(3)

meningkatkan pendidikan nasiaonal yaitu dengan cara menerima secara terbuka para mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta serta pelajar-pelajar dari Sekolah Menengah Kejuruan untuk kerja praktek di pabrik, memberikan beasiswa kepada mshasiswa yang berprestasi serta membangu beberapa sekolah, selain itu PKS Rambutan juga mensejahterakan para penduduk yang ada di daerah lokasi pabrik dengan memberikan lapangan pekerjaan kepada para warga yang menganggur serta membangun dan memperbaiki rumah- rumah ibadah di daerah sekitar PKS Rambutan.

2.2. Ruang Lingkup Bidang Usaha

Ruang Lingkup kegiatan Usaha PKS rambutan adalah:

1. Mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) 2. Mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Kernel (inti sawit)

3. Mengolah Tandan Buah Segar (TBS) menjadi pupuk kompos secara Aerobic

2.3. Lokasi Perusahaan

Areal atau Lokasi PKS merupakan salah satu faktor yang menentukan kelangsungan usaha dapat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi pabrik antara lain:

1. Tenaga kerja mudah didapat. 2. Bahan baku mudah didapat.

(4)

4. Fasilitas-fasilitas pendukung seperti sarana transportasi, listrik, dan air tersedia dengan baik dan layak.

Letak PKS Rambutan berada di Desa Paya Bagas, Kecamatan Rambutan, Kotamadya Tebing Tinggi, Propinsi Sumatera Utara. Secara geografis, PKS Rambutan berada pada 3°35 Lintang Utara dan 98°41 Bujur Timur atau berada ± 65 km arah tenggara kota Medan. Elevasi pabrik berada pada 18 meter diatas permukaan laut. Dengan elevasi seperti ini suhu berkisar antara 22°C - 32°C dan suhu rata-rata mencapai 27°C. PKS Rambutan mempunyai curah hujan rata-rata lima tahun terakhir 147 mm/tahun dengan 86 hari hujan dan beriklim sedang.

2.4. Daerah Pemasaran

Kegiatan pemasaran adalah merupakan suatu fungsi aktivitas/usaha untuk menyediakan atau memindahkan produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Sementara manajemen pemasaran berarti analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program–program yang dirancang untuk menciptakan, membuat dan menangani pertukaran dengan para pembeli dengan maksud mencapai tujuan perusahaan.

(5)

2.5. Organisasi dan Manajemen

Organanisasi berasal dari istilah Yunani organom dan istilah Latin yaitu organum yang berarti alat, bagian, badan atau anggota. Sehingga organisasi dapat diarikan sebagai suatu wadah bagi kelompok orang untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan bersama. Mereka yang bergabung dengan sebuah organisasi bersedia terikat dengan peraturan dan lingkungan tertentu sehingga mengarah pada pencapaian tujuan yang diinginkan tersebut.

Organisasi adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan tertentu dan dikalukan pembagian tugas untuk pencapaian suatu tujuan. Struktur organisasi perusahaan memperlihatkan susunan hubungan-hubungan antara bagian dan posisi dalam suatu perusahaan.Struktur organisasi merincikan pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan berbagai tingkatan aktivitas yang satu dengan yang lainnya.

Adapun Visi dan Misi PT. Perkebunan Nusantara III adalah sebagai berikut:

1. Visi Perkebunan Nusantara III

Adapun visi dari PT. Perkebunan Nusantara III, yaitu Menjadi perusahaan agribisnis kelas dunia dengan kinerja prima dan melaksankan tata kelola bisnis terbaik.

2. Misi Perkebunan Nusantara III

1. Mengembangkan industri hilir berbasis perkebunan secara berkesinambungan

(6)

3. Memperlakukan karyawan sebagai asset stratejik dan mengembangkan karyawan secara optimal.

4. Menjadikan perusahaan terpilih yang memberikan “imbal-hasil” yang

terbaik bagi para investor.

5. Menjadikan perusahaan yang paling menarik untuk bermitra bisnis.

6. Memotivasi karyawan untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan komunitas.

7. Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan.

2.5.1. Struktur Organisasi Perusahaan

Pada PTPN III PKS RambutanStruktur organisasi yang digunakan adalah struktur organisasi yang berbentuk lini dan fungsional berdasarkan fungsi. yaitu pembagian atas unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugasyang dilakukan dan juga wewenang dari pimpinan dilimpahkan pada unit-unit organisasi di bawahnya pada bidang tertentu secara langsung. Struktur organisasi PTPN III PKS Kebun rambutan dapat dilihat pada Gambar 2.1. dibawah ini.

2.5.2. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

(7)

a. Manajer Tugas :

1. Melakukan koordinasi dengan Manager Kebun untuk perencanaan pengolahan harian dan mingguan (Management PAO).

2. Mengawasi dan mengevaluasi penerimaan dan pemeriksaan mutu bahan baku olah dengan sistem sortasi sehingga diperoleh mutu sesuai dengan kriteria matang panen

3. Melaksanakan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Pihak Ketiga melalui Yayasan/Koperasi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku olah pabrik. 4. Menyerahkan hasil produksi kepada transporteur/pembeli dengan mengacu

Instruksi Kerja sehingga penyerahan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu. 5. Mengawasi dan mengevaluasi pengendalian limbah Pabrik dengan mengacu

pada Instruksi Kerja untuk meminimalisasi limbah/waste

6. Melaksanakan pengendalian dan evaluasi bahan kimia dan pelengkap lainnya sesuai dengan Instruksi Kerja sehingga dicapai efisiensi dan efektifitas penggunaan bahan kimia.

(8)

9. Melaksanakan pengadaan barang dan jasa melalui penunjukan langsung dan pemilihan langsung sesuai dengan Instruksi Kerja untuk mendukung operasional pabrik.

10. Mengawasi pelaksanaan kalibrasi dan terra, terra ulang sesuai dengan jadwal baik oleh internal maupun eksternal untuk ikut menjaga tingkat keakuratan pengukuran.

11. Mengajukan permintaan uang kerja dan laporan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja sesuai dengan Instruksi Kerja untuk menjaga ketersediaan dana kerja (cashflow).

12. Membuat laporan kinerja bulanan, guna bahan evaluasi Direksi didalam pengambilan keputusan

13. Mengevaluasi administrasi bidang kepersonaliaan dan kependudukan.

14. Melaksanakan kepuasan stake holder dengan meminta masukan guna peningkatan pelayanan.

15. Menyetujui dan menjamin penyaluran dana KBL 16. Melaksanakan hubungan industrial.

17. Mengkaji, mengevaluasi serta mengembangkan proses pengolahan dan pengiriman kompos.

18. Melakukan koordinasi dengan Manager Kebun dalam kaitanya dengan pemanfaattan hasil pengolahan kompos di lapangan/afdeling.

Tanggung Jawab :

(9)

2. Pengelolaan pengolahan produksi (mutu minyak sawit dan inti sawit) sesuai dengan norma yang ditetapkan.

3. Pencapaian efisiensi pengutipan minyak dan efisiensi pengutipan inti sesuai dengan norma yang ditetapkan.

4. Pengendalian losis minyak sawit dan inti sawit sesuai dengan norma yang ditetapkan.

5. Pengelolaan dan pengawasan pengiriman hasil produksi.

6. Pencapaian kapasitas olah pabrik sesuai dengan kesepakatan karya.

7. Pengelolaan air limbah sesuai dengan persyaratan baku mutu dan persyaratan lingkungan.

8. Pengembangan dan kajian terhadap kegiatan pemeliharaan teknik berupa preventive maintenance, breakdown maintenance, predictive maintenance dan proactive maintenance

9. Pengendalian serta evaluasi pengadaan barang dan jasa.

10. Pengendalian dan evaluasi tata kelola administrasi dan keuangan unit. 11. Pengelolaan dan evaluasi administrasi dan kegiatan kepersonaliaan.

12. Menjamin bahwa SMPN III dimengerti, diterapkan dan dipelihara di unitnya. 13. Pemenuhan kebutuhan bahan baku olah dari pihak ketiga

14. Evaluasi Kepuasan stake holder.

15. Pengendalian serta evaluasi pengolahan limbah tandan kosong menjadi kompos sesuai dengan norma yang ditetapkan.

(10)

b. Masinis Kepala (Maskep) Tugas :

1. Melakukan koordinasi dengan Askep Kebun untuk perencanaan pengolahan harian dan mingguan (Management PAO).

2. Mengawasi dan mengevaluasi penerimaan dan pemeriksaan mutu bahan baku olah dengan sistem sortasi sehingga diperoleh mutu sesuai dengan kriteria matang panen

3. Melaksanakan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Pihak Ketiga melalui Yayasan/Koperasi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku olah pabrik. 4. Menyerahkan hasil produksi kepada transporteur/pembeli dengan mengacu

Instruksi Kerja sehingga penyerahan dapat dilaksanakan dengan tepat waktu. 5. Mengawasi dan mengevaluasi pengendalian limbah Pabrik dengan mengacu

pada Instruksi Kerja untuk meminimalisasi limbah/waste

6. Melaksanakan pengendalian dan evaluasi bahan kimia dan pelengkap lainnya sesuai dengan Instruksi Kerja sehingga dicapai efisiensi dan efektifitas penggunaan bahan kimia.

7. Mengawasi dan mengevaluasi proses pemeliharaan pabrik dan asset lainnya dengan jadwal pemeliharaan sehingga ketersediaan peralatan dapat terpenuhi. 8. Mengawasi pelaksanaan kalibrasi dan terra, terra ulang sesuai dengan jadwal baik oleh internal maupun eksternal untuk ikut menjaga tingkat keakuratan pengukuran.

(11)

10. Melaksanakan hubungan industrial.

11. Melakukan koordinasi dengan pihak Kebun dalam kaitanya dengan jumlah kompos yang di butuhkan di lapangan/afdeling.

12. Mengendalikan proses pengolahan dan pengiriman kompos. Tanggung Jawab :

1. Perencanaan operasional pabrik untuk mencapai kinerja yang optimal.

2. Pengelolaan pengolahan produksi (mutu minyak sawit dan inti sawit) sesuai dengan norma yang ditetapkan.

3. Pencapaian efisiensi pengutipan minyak dan efisiensi pengutipan inti sesuai dengan norma yang ditetapkan.

4. Pengendalian losis minyak sawit dan inti sawit sesuai dengan norma yang ditetapkan.

5. Pengendalian dan pengawasan pengiriman hasil produksi.

6. Pencapaian kapasitas olah pabrik sesuai dengan kesepakatan karya.

7. Pengelolaan air limbah sesuai dengan persyaratan baku mutu dan persyaratan lingkungan.

8. Pengendalian dan pengelolaan kegiatan pemeliharaan teknik berupa preventive maintenance, breakdown maintenance, predictive maintenance dan proactive maintenance

9. Menjamin bahwa SMPN III dimengerti, diterapkan dan dipelihara di unitnya. 10. Pemenuhan kebutuhan bahan baku olah dari pihak ketiga

(12)

12. Pengelolaan pengolahan limbah tandan kosong menjadi kompos sesuai dengan norma yang ditetapkan.

13. Pengelolaan dan evaluasi pengolahan serta pengiriman hasil kompos

c. Asisten Pengolahan Tugas :

1. Mengevaluasi pelaksanaan pekerjaan di proses pengolahan 2. Memeriksa kondisi peralatan sebelum proses pengolahan

3. Mengidentifikasi serta menganalisa setiap permasalahan yang terjadi di setiap kegiatan proses pengolahan sehingga efektifitas bisa terjaga.

4. Melakukan adjustment sesuai dengan data-data yang diberikan dari bagian laboratorium

5. Mengawasi dan mengevaluasi penerimaan dan pemeriksaan mutu bahan baku olah.

6. Melakukan koordinasi dengan Assisten Laboratorium dalam hal pengelolaan air limbah sesuai dengan persyaratan baku mutu dan persyaratan lingkungan. 7. Memeriksa dokumen penyerahan hasil produksi.

8. Menyerahkan hasil produksi kepada transporteur/pembeli sesuai Instruksi Kerja.

9. Melaksanakan pengendalian bahan kimia dan pelengkap lainnya. 10. Membuat laporan kinerja bulanan ke Direksi.

(13)

13. Mengawasi dan mengevaluasi proses pengolahan kompos. 14. Mengawasi proses pengiriman kompos.

Tanggung Jawab :

1. Perencanaan operasional pabrik untuk mencapai kinerja yang optimal.

2. Pengelolaan pengolahan produksi (mutu minyak sawit dan inti sawit) sesuai dengan norma yang ditetapkan.

3. Pencapaian efisiensi pengutipan minyak dan efisiensi pengutipan inti sesuai dengan norma yang ditetapkan.

4. Pengendalian losis minyak sawit dan inti sawit sesuai dengan norma yang ditetapkan.

5. Pengawasan pengiriman hasil produksi.

6. Pencapaian kapasitas olah pabrik sesuai dengan kesepakatan karya. 7. Penerapan SMPN III di bagian pengolahan.

8. Pemenuhan kebutuhan bahan baku olah

9. Pengelolaan proses pengolahan limbah tandan kosong menjadi kompos sesuai dengan norma yang ditetapkan.

d. Asisten Tata Usaha dan Personalia Tugas :

1. Mengkoordinir penyusunan RKAP dan RKO

2. Melaksanakan pengawasan terhadap penggunaan anggaran (RKO dan RKAP) 3. Membuat pengajuan pengadaan barang dan jasa melalui DPBB, PPAB, P4T

(14)

4. Memeriksa dan mengevaluasi proses pengadaan barang dan jasa melalui penunjukan langsung disesuaikan dengan kualifikasi dalam daftar rekanan terpilih.

5. Mempersiapkan dokumen atas pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang sudah selesai dikerjakan.

6. Melaksanakan evaluasi kepuasan pemasok.

7. Membuat permintaan uang kerja dan laporan pertanggung jawaban penggunaan uang kerja.

8. Memeriksa kelengkapan dan kebenaran bukti pendukung pembayaran. 9. Melaksanakan segala aktivitas pembayaran baik kepada karyawan dan Pihak

ke III setelah mendapat persetujuan Manager.

10. Melaksanakan kewajiban pembayaran pajak dan retribusi serta kewajiban lainnya.

11. Mengawasi dan mengontrol stock barang gudang serta inventaris asset perusahaan yang bergerak dan tidak bergerak.

12. Mengusulkan penarikan barang persediaan dan aktiva menjadi barang incurant dan aktiva non produktif serta usulan penghapusannya.

13. Melaksanakan penyerahan barang hasil lelang aktiva non produktif.

14. Melaksanakan koordinasi dalam tata kelola administrasi pelaporan keuangan 15. Membuat laporan kinerja bulanan ke kantor Distrik dan kantor Direksi.

(15)

17. Mengajukan identifikasi kebutuhan pelatihan dan evaluasi serta pelaporan pasca diklat

18. Mengkompilasi kebutuhan pelatihan bagian dan mengajukannya ke Kantor Direksi serta melaksanakan program OJT yang telah mendapat persetujuan. 19. Mengkompilasi Sistem Penilaian Karya (SPK).

20. Mengkompilasi dan menyalurkan dana KBL setelah mendapat persetujuan dari Manajer.

21. Melaksanakan hubungan industrial (bipartit/tripartit).

22. Melaksanakan administrasi bidang kepersonaliaan dan kependudukan (LPMU, Jamsostek dan Dapenbun).

23. Mengembangkan kegiatan pendidikan (STK dan Madrasah) dan keagamaan. 24. Mengajukan surat pengantar untuk pelayanan kesehatan kepada karyawan

dan batihnya.

25. Melaksanakan program Transformasi Bisnis dan seluruh SMPN3. Tanggung Jawab :

1. Penyusunan RKAP dan RKO secara akurat

2. Pengendalian serta evaluasi pengadaan barang dan jasa.

3. Penyelesaian laporan kinerja bulanan ke Distrik dan Kantor Direksi secara akurat dan tepat waktu.

4. Koordinasi dan evaluasi tata kelola administrasi dan keuangan unit. 5. Pengelolaan administrasi dan kegiatan kepersonaliaan.

(16)

e. Asisten Teknik/CD/Traksi Tugas :

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pemeliharaan peralatan/mesin

2. Menjamin kelancaran peralatan yang dipergunakan untuk proses produksi. 3. Membuat laporan kinerja bulanan (LM, LTT) ke Direksi.

4. Membuat laporan harian, mingguan, bulanan dan tahunan pemeliharaan peralatan serta bangunan pabrik.

5. Mengevaluasi kemajuan proses pengolahan dan pemeliharaan peralatan/mesin.

6. Membuat permintaan bahan dan alat kebutuhan teknik/traksi dan dinas sipil. 7. Mengkoordinasi pelaksanaan perbaikan dan pengadaan barang dan jasa

melalui P4T atau P4S, DPBB, maupun Claim Asuransi. 8. Mengevaluasi pemakaian biaya pada rekening 604.

9. Mengkoordinasi pelaksanaan kalibrasi dan terra, terra ulang sesuai dengan jadwal baik oleh internal maupun eksternal untuk ikut menjaga tingkat keakuratan pengukuran.

Tanggung Jawab :

1. Perencanaan operasional pabrik untuk mencapai kinerja yang optimal.

2. Perencanaan kegiatan pemeliharaan teknik berupa preventive maintenance, breakdown maintenance, predictive maintenance dan proactive maintenance.

3. Pengendalian serta evaluasi permintaan pemakaian spare part.

(17)

5. Pencapaian kapasitas olah pabrik sesuai dengan kesepakatan karya.

f. Asisten Laboratorium Tugas :

1. Merencanakan, memonitor dan mengevaluasi proses sortasi bahan baku, pengambilan sample serta hasil analisa lossis dan mutu produk sehingga lossis bisa diminimalisasi dan mutu produksi bisa dijaga.

2. Melakukan pengawasan terhadap jumlah dan kualitas bahan baku yang diterima serta menjaga mutu produksi yang dikirim.

3. Mengawasi dan mengevaluasi penerimaan dan pemeriksaan mutu bahan baku olah.

4. Melakukan koordinasi dengan Askep Kebun untuk perencanaan pengolahan harian dan mingguan (Management PAO).

5. Melaksanakan penelitian dan pengujian terhadap produk/teknologi baru. 6. Memeriksa bahan kimia yang masuk.

7. Memeriksa mutu air, merekomendasikan dan mengawasi pemakaian bahan kimia.

8. Mengawasi dan mengevaluasi pengendalian limbah Pabrik. 9. Melaksanakan pengendalian bahan kimia dan pelengkap lainnya. 10. Memeriksa dokumen penyerahan hasil produksi.

11. Menyerahkan hasil produksi kepada transporteur/pembeli sesuai Instruksi Kerja.

(18)

13. Membuat laporan produksi harian, mingguan dan bulanan 14. Monitoring pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Pihak Ketiga.

Tanggung Jawab :

1. Perencanaan dan pelaksanaan kegiatan operasional laboratorium dan sortasi agar proses pengendalian mutu produksi dan lossis bisa dilaksanakan dengan baik sehingga produktivitas dan kinerja bisa meningkat.

2. Pelaksanaan analisa dan evaluasi proses pengolahan sehingga kegiatan proses produksi dapat terkendali dengan baik, serta kualitas dan kwantitas produk bisa terjaga.

3. Kajian terhadap hasil produksi (mutu minyak sawit dan inti sawit) sesuai dengan norma yang ditetapkan.

4. Pengawasan dan evaluasi losis minyak sawit dan inti sawit sesuai dengan norma yang ditetapkan.

5. Pencapaian efisiensi pengutipan minyak dan efisiensi pengutipan inti sesuai dengan norma yang ditetapkan.

6. Pengawasan pengiriman hasil produksi.

(19)
(20)

2.5.3. Jumlah Tenaga Kerja dan Jam Kerja 2.5.3.1. Jumlah Tenaga Kerja

PTPN III PKS Rambutan memiliki tenaga kerja sebanyak 187 karyawan dan pimpinan. Susunan dan jumlah tenaga kerja dapat dilihat pada Tabel 5.1.

Tabel 2.1. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja PTPN III PKS Rambutan

NO. KETERANGAN JUMLAH (Orang)

1 Manager 1

2 Maskep 1

3 Asisten Tata Usaha 1

4 Asisten Teknik 2

5 Asisten Pengolahan 2

6 Asisten Laboratorium 1

7 Karyawan Pengolahan Shift I 33

8 Karyawan Pengolahan Shift II 33

9 Karyawan Laboratorium/Sortasi 25

10 Karyawan Bengkel 47

11 Karyawan Dinas Sipil 11

12 Karyawan Administrasi 11

13 Karyawan Bagian Prosuksi 8

14 Karyawan Bagian Keamanan/Hansip 21

Jumlah 187

(21)

2.5.3.2. Jam Kerja

Jam kerja di PTPN III PKS Rambutan adalah enam hari kerja untuk bagian kantor dan produksi, sedangkan untuk bagian pengolahan 7 hari kerja. Penjadwalan jam kerja untuk tenaga kerja adalah sebagai berikut :

1. Karyawan Kantor yang terdiri dari karyawan ATU (Asisten Tata Usaha), APK (Asisten Personalia Kebun), Kantor Teknik dan Kantor Produksi serta Karyawan Produksi yang terdiri dari karyawan Kantor Pengolahan, Timbangan dan Bengkel/CD/Traksi, mulai bekerja pukul 07.00 – 16.30 WIB dengan waktu istirahat pukul 12.00- 14.00 WIB.

2. Karyawan Bagian Pengolahan

Karyawan pada bagian pengolahan dibagi atas dua shift kerja, yaitu :

a. Shift I, mulai bekerja pukul 07.00- 19.00 WIB dengan masa istirahat disesuaikan oleh karyawan sendiri secara bergantian selama 2 jam.

b. Shift II, mulai bekerja pukul 19.00- 07.00 WIB dengan masa istirahat disesuaikan oleh karyawan sendiri secara bergantian selama 2 jam.

2.5.4. Sistem Pengupahan dan Fasilitas Lainnya

Sistem pengupahan pada pabrik PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi adalah berbentuk :

a. Untuk Karyawan Pengolahan - Gaji pokok bulanan

(22)

b. Untuk Karyawan Maintenance / Teknik - Gaji kokok bulanan

- Premi, dihitung berdasarkan pengolahan - Catu beras

c. Untuk Karyawan Laboratorium - Gaji kokok bulanan

- Premi, dihitung berdasarkan pengolahan - Catu beras

d. Untuk Karyawan Transportasi - Gaji kokok bulanan

- Premi, dihitung berdasarkan Basis barang yang diangkut - Catu beras

e. Untuk Karyawan kantor - Gaji kokok bulanan

- Premi, berdasarkan surat edaran Direksi - Catu beras

Selain pemberian gaji diatas, perusahaan juga memberikan beberapa tunjangan seperti :

(23)

2.6. Teknologi

Teknologi adalah suatu rekayasa secara ilmiah yang diliputi pengetahuan manajerial yang memungkinkan suatu konsepsi, desain, pengetahuan, produksi, distribusi dan alokasi barang dan jasa yang dilakukan secara efisiensi dan bermamfaat.

2.6.1. Proses Produksi

Suatu proses produksi diartikan sebagai kegiatan yang mengubah masukan berupa bahan baku (input) menjadi keluaran (output) yang berupa produk/hasil. Teknologi, mesin, dan peralatan serta berbagai cara kerja direncanakan dan digunakan untuk proses produksi.

Untuk mengolah TBS menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel, PKS Rambutan memiliki 11 stasiun kerja yang saling terkait, yaitu :

1. Stasiun Penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) 2. Stasiun Loading Ramp

3. Stasiun Rebusan 4. Stasiun Theressing 5. Stasiun Pressing 6. Stasiun Klarifikasi 7. Stasiun Kernel

(24)

11. Stasiun Fat-Fit dan Effluent Treatmen.

2.6.1.1. Standard Mutu Bahan/ Produk

Ada tiga komponen kualitas yang dipakai sebagai standar dalam pengendalian mutu minyak sawit di PTPN III Rambutan yaitu:

1. Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) 2. Kadar Air

3. Kadar Kotoran

Analisa mutu produksi dilakukan tiap hari untuk mengetahui kualitas bahan, kualitas produk yang dihasilkan dan dikirim sudah sesuai dengan norma (mutu yang diharapkan), sehingga dapat diterima pasar diketahui seberapa kehandalan pabrik dalam mendapatkan minyak dan inti sesuai ISO 9000.

1. Mutu Minyak

Pengambilan sampel dilakukan setiap 3 jam, dimulai setelah 1 jam pabrik beroperasi/mengolah. Pengambilan sampel dilakukan pada :

a. Minyak masuk ke Oil Tank

b. Minyak masuk ke Oil Purifier c. Minyak masuk ke Vacum Dryer d. Minyak masuk ke Storage Tank

e. Minyak masuk ke truk tangki saat pengiriman

Standar mutu produk yang ditetapkan PTPN III PKS Rambutan adalah sebagai berikut:

(25)

- Kadar Kotoran < 0,015 % - Kadar Asam Lemak < 0,5 % 2. Mutu inti Sawit

Pengambilan sampel dilakukan setiap 3 jam, dimulai setelah 1 jam pabrik beroperasi/mengolah. Pengambilan sampel dilakukan pada :

a. Dry Kernel Produksi LTDS b. Wet kernel produksi clay bath c. Kernel masuk ke kernel bulk d. Kernel pengiriman

Standar mutu inti sawit yang ditetapkan PTPN III PKS Rambutan adalah sebagai berikut :

- Kadar Air < 8,0 % - Kadar Kotoran < 6,0 %

- Kadar Asam Lemak Bebas < 1,0 % - Inti Pecah < 15 %

- Inti Berwarna < 60%

2.6.1.2. Bahan yang Digunakan

Jenis bahan yang digunakan dalam pengelolahan proses produksi pada PTPN III PKS Rambutan ada tiga yaitu bahan baku, bahan penolong dan bahan tambahan.

(26)

Bahan baku adalah bahan utama yang digunakan dalam kegiatan produksi dan memiliki persentase yang lebih besar dibandingkan bahan-bahan lainnya. Oleh karena itu bahan baku yang digunakan adalah Tandan Buah Segar (TBS) yang harus memenuhi standar mutu yang telah ditentukan oleh PTPN-III PKS Rambutan.

2. Bahan Tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang ditambahkan dalam proses produksi dan bercampur dengan bahan baku yang membentuk produk akhir dan diharapkan dapat meningkatkan mutu produk. Dalam hal ini tidak ada bahan tambahan yang digunakan dalam proses produksi pada PTPN III PKS Rambutan.

3. Bahan Penolong

Bahan penolong adalah bahan-bahan yang diperlukan dalam memperlancar penyelesaian suatu produk dimana keberadaan bahan penolong ini tidak mengurangi nilai tambah produk yang dihasilkan tersebut, dan bahan penolong ini tidak terdapat pada produk akhir.

Adapun bahan penolong yang digunakan pada PTPN III PKS Rambutan adalah air delusi yang berguna untuk mengurangi kekentalan minyak untuk mempermudah proses selanjutnya dan kaolin (CaCO3) yang berguna untuk memisahkan inti dengan cangkang pada wet proses di claybath.

2.6.1.3. Uraian Proses Produksi

(27)
(28)

1. Stasiun Penerimaan TBS (Tandan Buah Segar) a. Jembatan Timbang (Weighting Bridge)

Truk pengangkut TBS yang tiba di pabrik ditimbang terlebih dahulu di timbang di Jembatan Timbang untuk memperoleh berat sewaktu berisi (bruto) dan sesudah dibongkar (tarra ). Selisih antara bruto dengan tarra adalah netto, yaitu jumlah TBS yang diterima di PKS.

b. Sortasi TBS dan Pemeriksaan Kualitas

Sebelum TBS diterima dan diolah pabrik, kualitas buah harus diperiksa tingkat kematangannya. Kriteria matang panen merupakan faktor penting dalam pemeriksaan kualitas buah di stasiun penerimaan TBS. Sortasi dilakukan di lantai peron loading ramp,sebagai alat untuk menilai mutu panen yang dilaksanakan terhadap setiap kebun dengan sistem sampling satu truk mewakili setiap afdeling, sedangkan untuk pihak TBS di sortir seluruhnya.

2. Stasiun Loading Ramp

Loading ramp berfungsi untuk menampung TBS dari sortasi sebelum diproses, mempermudah pemasukan TBS ke lori dan mengurangi kadar kotoran. Loading ramp terbuka dan tertutup dengan sistem hidrolik menggunakan elektromotor yang berfungsi untuk membagi ke dalam lori (tempat buah).

(29)

3. Stasiun Rebusan (Sterilizer)

Lori buah dimasukkan ke dalam stasiun perebusan untuk direbus dengan tujuan :

1. Mengurangi peningkatan ALB (Asam Lemak Bebas) 2. Mematikan enzim penghidrolisa minyak

3. Melunakkan daging buah

4. Membekukan zat membran lilin dalam buah untuk menaikkan pemurnian minyak

5. Memaksimalkam kekoplakan pada nut/memudahkan inti lepas dari cangkang

6. Memudahkan pelepasan brondolan dari tandan pada threser 7. Mensuplai ketersediaan buah terebus

4. Stasiun Theressing

Proses pada stasiun ini adalah berondolan dipisahkan dari janjangan/tandannya.

Stasiun ini terdiri dari :

a. Alat pengangkut lori (Hoisting Crane)

(30)

b. Bunch Auto Feeder

Bunch Auto Feeder ini berfungsi sebagai pengumpan threser yang mendorong/menghantarkan buah dari hopper masuk ke stripper drum agar proses pemipilan berjalan sempurna..

c. Mesin Theressing

Alat ini berfungsi untuk memisahkan buah (berondolan) dari janjangan dengan sistem drum berputar sehingga buah akan terangkat dan terbanting. 4-6 cm. Kapasitas olah threser @ 30 ton/jam dan kecepatan putar 23 rpm. Selanjutnya berondolan akan terlepas dan masuk ke kisi-kisi drum yang lebarnya

d. Below Conveyor Thressing

Alat ini berfungsi untuk mendorong berondolan yang keluar dari threser ke Under Transfer Fruit Conveyor

e. Under Transfer Fruit Conveyor

Alat ini berfungsi untuk menghantarkan berondolan yang ke luar dari Below Conveyor Thressing menuju ke Fruit Elevator.

f. Fruit Elevator

Alat ini berfungsi untuk menghantarkan berondolan dari Under Transfer Fruit Conveyor menuju ke Fruit Top Transfer Conveyor

g. Fruit Top Transfer Conveyor

(31)

h. Empty Bunch Conveyor

Alat ini berfungsi untuk menghantarkan janjangan kosong dari threser menuju Elevator Empty Bunch Crusher dan Elevator Empty Bunch Shredder.

f. Empty Bunch Shredder

Melalui Elevator Empty Bunch Crusher janjangan masuk ke Empty Bunch Crusher untuk pengepressan janjangan dan persiapan feeding ke Empty Bunch Shredder.

g. Mini Threser. K

kemudian janjangan jatuh menuju Mini Threser untuk memipil buah yang masih tersisa.

h. Under Transfer Fruit Conveyor

Berondolan akan masuk ke Under Transfer Fruit Conveyor untuk diproses kembali dan janjangan yang masih terdapat berondolan (USB dan USF) akan kembali masuk ke Empty Bunch Conveyor untuk diproses kembali. Janjangan yang sudah bersih dari berondolan akan masuk ke Elevator Empty Bunch Shredder, lalu masuk ke Distribution Shredder Conveyor untuk dibawa ke Shredder agar dicacah. Hasil cacahan masuk ke Inclined Empty Bunch Conveyor I, II dan Horizontal Hopper Conveyor untuk dibawa

ke Hopper.

i. Composting Process

(32)

5. Stasiun Pressing (Pengempaan)

Proses pemisahan daging buah dengan biji (nut) dan proses pengambilan minyak kasar dari daging buah terjadi pada stasiun ini.

Adapun proses pada stasiun ini adalah : a. Fruit Distributing Conveyor

Menghantarkan berondolan dari Fruit Top Transfer Conveyor sekaligus membagi berondolan ke dalam digester yang dioperasikan.

b. Recycling Conveyor

Mengembalikan berondolan yang tidak tertampung oleh digester didorong ke Under Transfer Fruit Conveyor.

c. Digester (Pengaduk)

Alat ini berfungsi untuk :.

- Melepaskan biji dari daging buah yang membungkus. - Melumat daging buah.

- Meremas struktur jaringan dan pembukaan sel dimana minyak terkandung di dalamnya.

Digester minimal berisi ¾ dari kapasitas nya dan waktu yang

dibutuhkan untuk pelumatan 15-20 menit, temperatur digester harus tetap dijaga antara 90-950;

d. Pengempaan (Screw Press)

Screw Press berfungsi untuk memeras daging buah dari digester sehingga

(33)

50 kg/cm2. Konstruksi berupa uliran ganda yang berputar berlawanan arah dengan tekanan tertentu serta di bantu dengan aliran air panas (air delusi). 6. Stasiun Clarification ( Pemurnian Minyak )

Minyak kasar (crude oil) hasil proses pemerasan di stasiun pressing diproses dengan berbagai macam perlakuan sehingga diharapkan minyak (CPO) terpisah dari air dan NOS (Non Oil Solid) pada`stasiun klarifikasi.

7. Stasiun Kernel (Kernel Plant)

Stasiun ini berfungsi untuk memproses Campuran ampas (fibre) dan biji (nut) yang ke luar dari Screw Press diproses untuk menghasilkan :

a. Cangkang (shell) dan fibre sebagai bahan bakar boiler

Gambar

Tabel 2.1. Susunan dan Jumlah Tenaga Kerja PTPN III PKS Rambutan

Referensi

Dokumen terkait

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyediaan yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elekronik Kementerian Ketenagakerjaan ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan.

Peraturan Presiden republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;.. Alokasi

Pencarian kata dalam bahasa Inggris jika dilakukan secara manual, yakni dengan menggunakan kamus yang berbentuk buku tentu cukup memakan waktu dan akan melelahkan jika kata yang

para korban KD RT dalam hal ini istri, ketika suam i yang adalah pelaku. dijatuhi hukum an dalam proses

pemustaka dengan IKP (Indeks Kepuasan Pemustaka), kedua adalah menentukan dan memberikan usulan perbaikan atribut-atribut pelayanan perpustakaan pada matriks IPA

Hasil pembelian CP (dalam bentuk hardcopy ) yang telah diperiksa KSEI harus diserahkan oleh Arranger atau Agen Penjualan kepada KSEI dengan menggunakan surat pengantar

Adanya kualifikasi beberapa RUU yang tidak memungkinkan diusulkan kegiatan kunjungan ke luar negeri sebagaimana ditentukan melalui Pasal 16 ayat (5) masih perlu

Pengaruh Likuiditas, Leverage, Manajemen Laba, Komisaris Independen Dan Ukuran P erusahaan Terhadap Agresivitas Pajak.. Jurnal Akuntansi