• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PENUTUP A. Kesimpulan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

132 BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Jika membicarakan masalah korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi dan segala persoalan terkait, baik dari penindakan hukum sampai upaya pencegahannya di negara Indonesia, maka tidaklah terlepas dari peranan sebuah lembaga indepeden negara yakni Komisi Pemberanyasan Korupsi (KPK). Salah satu upaya dalam melawan korupsi selain menghukum dan ‘memiskinkan’ para pelaku korupsi, adalah dengan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di masyarakat. Hal tersebut bukanlah tugas mudah. Sebab, ibarat penyakit, korupsi di Indonesia telah ‘meradang’ di masyarakat, nyaris menjadi budaya di Indonesia. Korupsi tidak hanya menjadi masalah kaum elit saja, tapi juga di masyarakat umum.

Segala bentuk tindakan korupsi pada dasarnya berakar dari sikap tidak jujur dan permisif terhadap kecurangan-kecurangan kecil di lingkungan sekitar. Maka, untuk mencegah korupsi sedini mungkin, KPK mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berani bersikap jujur dan melawan tegas segala bentuk kecurangan yang dimulai dari kehidupan sehari-hari. Untuk melakukan sosialiasi terkait hal tersebut, KPK mengemas sebuah kampanye masif bertajuk “Berani Jujur, Hebat!”.

Kampanye “Berani Jujur, Hebat!” diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat. “Berani Jujur, Hebat!” diartikan sebagai sebuah ajakan dan seruan untuk senatiasa bersikap jujur dalam segala aktifitas. Artinya, segala sikap jujur yang dilakukan harus diapresiasi sebab apa yang terjadi di masyarakat saat ini adalah sikap permisif dalam melakukan kecurangan. Orang-orang yang berani bersikap jujur & menentang kecurangan justru disingkirkan, tetapi orang-orang yang curang bersatu & semakin kuat.

Tujuan dari kampanye ini adalah untuk menyampaikan informasi dan edukasi tentang pencegahan serta pemberantasan tindak pidana korupsi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui pesan dan nilai keberanian serta kejujuran

(2)

133

sehingga masyarakat dapat menyadari, memahami, dan menerapkan sikap antikorupsi di kehidupan sehari-hari.

Kampanye komunikasi publik KPK yang bertajuk Kampanye “Berani Jujur, Hebat!” ini dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat serta dibantu oleh. Pihak-pihak tersebut antara lain agensi periklanan, LSM antikorupsi, dan lembaga pemerintah/kementrian.

Agensi periklanan yang dimaksud adalah PT Harta Kharisma Wanapadu. Kerjasama dengan agensi periklanan tersebut dilakukan dalam rangka menyelenggarakan proses produksi dan penayangan iklan layanan masyarakat di televisi. Sebelumnya, PT Harta Kharisma Wanapadu telah ditetapkan sebagai pemenang dalam Pengadaan Placement Iklan Layanan Masyarakat Televisi melalui LPSE pada tanggal 10 September 2012. Hal ini tepat dilakukan untuk menjawab kelemahan pada situasi analisis yang telah dilakukan, yakni keterbatasan jumlah sumber daya manusia serta kreativitas dan capability sumber daya manusia yang dirasa masih kurang.

Bersama lembaga pemerintah/kementrian, KPK bekerjasama dalam melaksanakan kampanye dengan strategi ‘triger mechanism’ atau metode pelatuk. KPK mengajak seluruh lembaga/instansi tersebut untuk melaksanakan kampanye di internal lembaga mereka, dengan cara mereka sendiri. Kemenkominfo juga banyak membantu dalam pelaksanaan kampanye ini, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Strategi ini dinilai sangat efektif dan efisien, baik dari segi waktu maupun anggaran. Untuk LSM antikorupsi, mereka juga membantu KPK melaksanakan kampanye ini dengan strategi masing-masing. Selain itu, mereka membantu KPK melaksanakan beberapa kegiatan seperti pelaksanaan event secara sukarela.

Kampanye “Berani Jujur, Hebat!” terdiri dari tiga tahap, yakni tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, langkah pertama yang dilakukan adalah analisis masalah. Dalam melakukan analisis masalah, Dikyanmas melakukan fact finding dengan cara melihat beberapa penelitian-penelitian dan pemberitaan yang ada di media. Dari hasil fact finding tersebut kemudian menyimpulkan permasalahan dari fakta-fakta yang telah ditemukan. Setelah fakta ditemukan kemudian dinyatakan dalam bentuk

(3)

kalimat-134

kalimat yang jelas atau problem statement, kemudian dilanjutkan dengan analisis situasi, yakni memaparkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Setelah analisis masalah dilakukan dilanjutkan dengan mengidentifikasi publik, menetapkan objektif, merencanakan strategi pesan dan strategi media, perencanaan kerja, dan merencanakan anggaran.

Setelah tahap perencanaan dilakukan, kemudian pelaksanaan dilakukan. Tahap pelaksanaan kampanye “Berani Jujur, Hebat!” adalah realisasi unsur-unsur kampanye, seperti mempersiapkan personil-personil kampanye, pengkonstruksian pesan, menyeleksi penyampai pesan kampanye, dan menyeleksi saluran kampanye. Dalam pelaksanaan kampanye ini dilakukan pula pemantauan dan pembuatan laporan kemajuan terhadap jalannnya pelaksanaan kampanye “Berani Jujur, Hebat!”.

Tahap selanjutnya ialah tahap evaluasi. Evaluasi yang digunakan dalam mengukur keberhasilan kampanye “Berani Jujur, Hebat!” adalah evaluasi proses dan evaluasi hasil. Evaluasi proses merupakan evaluasi terhadap bagaimana kampanye dilaksanakan sedangkan evaluasi hasil merupakan evaluasi terhadap apa hasil yang telah dicapai. Pada dasarnya, evaluasi proses tidak berbeda dengan kegiatan pemantauan pada tahap pelaksanaan. Ini berarti evaluasi proses telah dilakukan oleh Dikyanmas terhadap kampaye “Berani Jujur, Hebat!”.

Evaluasi ini dilakukan dengan cara melihat hasil dari pemantauan dan laporan-laporan kemajuan yang telah ada. Untuk evaluasi hasil dilakukan dengan cara melihat hasil dari Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) sebagai bentuk evaluasi paleksanaan kampanye. Survei ini dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sesuai dengan Perpres No. 55 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) yang menugaskan BPS untuk melaksanakan Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) pada akhir tahun 2012. SPAK merupakan survei berskala nasional dan dirancang untuk dapat melihat pemahaman publik sasaran terhadap pesan antikorupsi dari keseluruhan program-program dan kegiatan yang telah dilakukan pada tahun 2012 termasuk kegiatan kampanye “Berani Jujur, Hebat!”.

Evaluasi hasil yang telah dilakukan dalam melihat hasil yang dicapai dari kampanye “Berani Jujur, Hebat!” tersebut adalah evaluasi pada campaign level

(4)

135

dan attitude level. Campaign level dapat diketahui apakah khalayak sasaran terterpa kegiatan kampanye ini atau tidak. Sehingga fokus dari level ini adalah media exposure. Berapa persen publik sasaran yang menerima pesan kampanye melalui media x atau media y. Evaluasi pada attitude level hanya dilakukan pada aspek kognitif saja, yakni aspek pengetahuan yang dilakukan dengan survei-survei untuk melihat pengetahuan masyarakat mengenai korupsi, permisifitas dalam melihat tindak korupsi di sekitar, dan juga tentang sejauh mana masyarakat menyadari pentingnya melawan korupsi di lingkiungan sekitar.

B. Saran

1. Bagi KPK dan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan kampanye “Berani Jujur, Hebat!”:

a. Perencanaan kampanye harus dilakukan lebih matang agar lebih efektif dan efisien. Artinya efektif dalam mencapai tujuan-tujuan dan efisien dalam menggunakan sumber daya baik biaya berkampanye ataupun sumber daya waktu.

b. Dalam penentuan masalah, dilakukan penelitian formal secara khusus sebelum penyelenggaraan kampanye sehingga data-data dan informasi yang didapatkan lebih akurat. Dengan demikian dapat disusun suatu rencana kampanye yang lebih tepat sasaran. Selain itu, penelitian verifikasi juga harus dilakukan agar dalam mengidentifikasi publik lebih tersegmentasi, sehingga ketika merencanakan strategi media untuk berkampanye tidak terjadi pemborosan dan akan memudahkan jika hendak melakukan penelitian media habit (perilaku penggunaan media). c. Segmentasi publik dengan mengklasifikasi usia, latar belakang ekonomi,

pendidikan, geografis, serta menidentifikasi karakteristik harus dilakukan. Sebab kampanye yang menyasar seluruh masyarakat hanya akan membuat kampanye menjadi sia-sia dan tak mampu diterima oleh publik. Sebuah kampanye harus menyasar publik sasaran yang spesifik sehingga strategi pesan dan strategi medianya tepat sasaran.

d. Pengguanaan media baru secara lebih komprehensif juga harus dilakukan. Penggunaan media baru saat ini cenderung lebih banyak digunakan

(5)

136

terlebih lagi sosial media. Dalam melaksanakan kampanye “Berani Jujur, Hebat!”, sosial media tidak digunakan padahal biaya yang digunakan dalam menyebarkan pesan-pesan kampanye melalui sosial media cenderung lebih mudah dijangkau jika dibandingkan dengan menggunakan media massa atau media luar ruang.

e. Penambahan personil pelaksana kampanye harus diperbanyak. Sebab, unit kerja yang harus dilakukan serta lokasi yang sangat banyak jelas akan membutuhkan personil lebih banyak agar tidak terjadi tumpang-tindih dalam pembagian wewenang dan tugas.

f. Cakupan kampanye KPK adalah seluruh Indonesia dengan target sasaran seluruh lapisan dan elemen masyarakat. Penambahan biaya anggaran akan sangat membantu dalam melaksanakan kampanye yang lebih efektif. g. Dalam melakukan kampanye “Berani Jujur, Hebat!”, Dikyanmas juga

sebaiknya menyiapkan rencana evaluasi sehingga evaluasi yang komprehensif dapat dilakukan dan hasil kampanye dapat diketahui dengan lebih obyektif.

2. Bagi penelitian selanjutnya:

Penelitian ini dapat dikembangkan lebih spesifik dengan mengulas tiap-tiap tahapan dalam penyelenggaraan kampanye secara lebih mendalam. Dapat pula dikembangkan dengan melakukan penelitian tentang kampanye antikorupsi oleh KPK di tahun berikutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian pada perkembangannya terjadi evaluasi terhadap program-program CD yang ditandai juga dengan perubahan manajemen perusahaan (Caltex menjadi Chevron) serta

Berdasarkan hasil analisa jawaban responden secara keseluruhan dapat di ambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan penumpang/pelanggan terhadap kualitas pelayanan

Berdasarkan pada perangkat MAIN dengan 16 turunan dimensinya, maka kita dapat melihat gratifikasi apa yang paling banyak dicari pengguna situs untuk media musik

Mencermati Pemilihan Umum 2014, peneliti melihat fenomena bahwa dalam mendorong partisipasi politik anak muda terutama dalam pemilihan umum, kampanye tidak hanya

Variabel Kejelasan Sasaran Anggaran (X2) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelaksanaan anggaran pemerintah (Y) dengan melihat hasil

Pabrik Film juga menyepakati pemahaman bahwa yang menjadi permasalahan utama dari film komunitas merupakan distribusi kepada audiens, sehingga pada awalnya mereka

pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran MuDA dari keterpaduan tujuan, fokus, dan arah strategi antar elemen-elemen marketing communication mix (program komunikasi

Penelitian mengenai strategi komunikasi politik menggunakan media baru oleh JASMEV ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pemahaman baru bagi banyak pihak mengenai peranan