• Tidak ada hasil yang ditemukan

05 Danamon AR 09 INDO Tanggungjawab Sosial Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "05 Danamon AR 09 INDO Tanggungjawab Sosial Perusahaan"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Mengulurkan Tangan.

Sebagai bank yang penghasilan terbesarnya berasal dari

segmen

mass market

, Danamon menyampaikan ungkapan

terima kasihnya dengan ikut berperan serta dalam

meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Untuk itu Danamon menjalin kerjasama yang erat dengan

para pemimpin dan anggota masyarakat setempat

untuk meningkatkan kualitas kehidupan, kesehatan dan

perekonomian mereka.

Melalui Yayasan Danamon Peduli (Danamon Care Foundation), organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2006 untuk melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Danamon menghimpun masyarakat setempat untuk melakukan WYVNYHTWYVNYHT ZWLZPÄR `HUN T\KHO KHSHT WLULYHWHUU`H TLUNOHZPSRHU manfaat yang nyata dan hasilnya langsung dapat dirasakan, melibatkan berbagai pihak (stakeholders) serta berkesinambungan.

Dua program utama yang telah menjadi perhatian masyarakat nasional dan internasional adalah program "Pasarku Bersih" dan "Danamon Go Green" ("Pupuk Organik Sampah"). Program pertama merupakan inisiatif Danamon untuk meningkatkan kebersihan pasar-pasar tradisional. Sedangkan yang kedua, mengumpulkan dan mengubah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.

(5)

Dalam kegiatan Pasarku Bersih, Danamon bersama pedagang dan pemilik kios di pasar-pasar tradisional untuk meningkatkan kebersihan pasar mereka. Kegiatan ini diantaranya adalah merenovasi toilet bersih, memasang trotoar (paving blocks) pada halaman pasar dan mengelola sampah dengan tepat.

Dalam program Danamon Go Green, Danamon menyediakan sebuah unit pengolahan kompos yang sederhana dan mudah pengoperasiannya, untuk mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi. Fasilitas kompos ini melengkapi penampungan sampah organik yang dihasilkan oleh para pedagang dan pemilik kios pasar yang dikumpulkan setiap harinya.

Dalam kurun waktu tiga tahun, kedua program ini telah menarik perhatian masyarakat luas. Pada tahun 2009, dilaksanakan program Pasarku Bersih di 803 pasar di 32 provinsi di seluruh Indonesia, dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kegiatan pemrakarsa dan penyelenggara perbaikan kondisi kebersihan dan lingkungan pasar tradisional secara serentak dengan jumlah terbanyak. Puncak acara kegiatan ini ditandai dengan peringatan Hari Pasar Bersih Nasional Ke II yang dicanangkan oleh Menteri Perdagangan RI.

(6)

menjadi 300 kg hingga 1 ton pupuk kompos setiap harinya. Selama tahun 2009, seluruh unit kompos tersebut telah berhasil mengubah 4.500 ton sampah organik menjadi 1.300 ton pupuk kompos berkualitas tinggi. Semua unit tersebut juga telah meningkatkan nilai masing-masing pemerintah daerah dalam penilaian Adipura.

Pada bulan Desember 2009, program ini memenangkan penghargaan internasional pada acara World Challenge 2009 Award yang diadakan oleh BBC, menempati urutan kedua sedunia. Dalam tahun yang sama, program ini menerima Metro TV-Millennium Development Goals Award untuk kategori Pengentasan Kemiskinan (Poverty Reduction) dari United Nations Development Program (UNDP).

Selain program Pasarku Bersih dan Go Green, program ketiga Danamon Peduli adalah menyediakan bantuan kepada korban bencana alam, seperti yang terjadi pada korban gempa bumi di Padang, bulan September 2009.

Tahun 2009 adalah tahun yang sibuk bagi Yayasan; menyelenggarakan 1.219 aktivitas program Pasarku Bersih; membantu korban pada bencana alam yang melanda di 55 daerah di seluruh Indonesia; meresmikan pengoperasian 23 dari total 29 unit kompos; dan meningkatkan kemampuan teknologi informatika di sekolah-sekolah di Sumatera Utara, Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Hasil Survey atas Manfaat untuk Masyarakat

‹ Mengenal Danamon lebih dekat

‹ Lebih nyaman ketika berada di pasar

‹ Aktif berpartisipasi untuk menjaga kebersihan pasar

‹ Mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas pasar ‹ Mendapatkan perawatan kesehatan gratis ‹ Lain-lain

“Para pedagang di sini mengucapkan terima kasih kepada Danamon. Kini kami bisa menitipkan anak-anak disini, dan berdagangpun menjadi lancar sementara anak-anak tidak terbengkalai."

(7)

Berbagai kegiatan tersebut telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 299.000 penerima bantuan, dan mengikutsertakan 11.000 sukarelawan Danamon. Kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak (stakeholders) maupun anggota masyarakat. Menteri Perdagangan, Menteri Kesehatan, Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional, Pemerintah Daerah, dari Gubernur hingga Kepala Desa mendukung penuh program Pasarku Bersih. Sedangkan untuk Danamon Go Green, tak kurang dari 32 Bupati dan Walikota yang areanya belum menerima mesin kompos, telah menyampaikan permintaan untuk mereplikasi program tersebut di daerah mereka masing-masing.

Berbagai pihak yang telah memberi bantuan besar atas kesuksesan program CSR Danamon, diantaranya adalah Institut Riset Bioteknologi untuk Tanaman Perkebunan (Estate Crops), Universitas Siliwangi, Institut Perkebunan Bogor, dan Klinik Tani Indonesia. Dalam penyebaran unit-unit personal computer ke sekolah-sekolah, Danamon bekerja sama dengan Asosiasi Open Source Indonesia (Indonesian Association of Open Source).

Yayasan Danamon Peduli beroperasi dari sebuah ruang kantor kecil di lantai 7 di salah satu gedung perkantoran Danamon, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Dengan jumlah karyawan sebanyak 11 orang yang mengkoordinasi

berbagai aktivitas, mengumpulkan, menganalisis dan menyebarluaskan data dan informasi yang berhubungan dengan program-program Danamon Peduli; menjadi penghubung dengan kantor cabang Danamon di seluruh Indonesia; dan menggalang seluruh pihak (stakeholders) Danamon Peduli.

Pada tahun 2009, Danamon Peduli membelanjakan anggaran hingga sebesar Rp10 miliar.

Program Pasarku Bersih

‹ 4LU`LSLUNNHYHRHU7YVNYHT7HZHYR\ Bersih, Sehat dan Sejahtera pada 803 pasar tradisional, melibatkan 10.219 sukarelawan Danamon untuk membantu 269.112 penerima bantuan; total donasi berjumlah Rp4,5 miliar.

‹ 1\SP KPWLYPUNH[P ZLIHNHP /HYP Pasar Bersih Nasional oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia. ‹ 4LU`LSLUNNHYHRHU2VTWL[PZP7HZHY

Bersih di Banjarnegara, Medan dan Yogyakarta.

(8)

No. PROVINSI Menyediakan Membangun WC

Umum

Mengecat Fasilitas Umum

dan Menanam Pohon

19. Kalimantan Selatan 13 2 0 1 1 17

20. Kalimantan Tengah 4 0 0 0 0 4

(9)

Hasil Survey Manfaat dari Pemerintah Setempat

‹ Merasa terbantu dalam meningkatkan fasilitas pasar

‹ Meningkatkan hubungan baik terhadap Danamon ‹ Merasa terbantu dengan adanya penyuluhan tentang

kepedulian kebersihan lingkungan

‹ Merasa termotivasi untuk meraih penghargaan dari program pemerintah

‹ Merasa terbantu dalam pengembangan peraturan positif pemerintah di masyarakat

‹ Lain-lain tradisional di 32 provinsi pada tahun 2009 dapat di lihat pada hal 239.

.YHÄRKPOHSHTHUTLU\UQ\RRHU

tingkat kemajuan dari program Pasarku Bersih antara tahun 2007 dan 2009.

‡

Survey atas 803 unit DSP telah diadakan untuk mengukur persepsi berbagai pihak (stakeholders) pada

manfaat dari program Pasarku Bersih yang dihimpun dari masing-masing komunitas, institusi pemerintah dan kantor cabang +:7 `HUN ILYZHUNR\[HU .YHÄR pada halaman 237, 240 dan 241 di bawah menunjukkan berbagai manfaat tersebut.

‡

Untuk masyarakat, program Pasarku Bersih diyakini telah meningkatkan kenyamanan pa-sar, memungkinkan anggota (masyarakat) mengelola pasar yang lebih bersih, menyediakan fasilitas umum yang lebih baik, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keberadaan Danamon.

(10)

Hasil Survey

Manfaat terhadap Cabang Danamon

‹ Sebagai kegiatan promosi

‹ 4LUPUNRH[RHUO\I\UNHUKLUNHURVT\UP[HZ

‡

Untuk unit DSP, program Pasarku

)LYZPO [LSHO [LYI\R[P ZLIHNHP

HSH[ THYRL[PUN `HUN LMLR[PM KHU m e m b a n t u mengembangkan O\I\UNHU `HUN IHPR KLUNHU ZL[PHW HUNNV[H THZ`HYHRH[ KP ILYIHNHP pasar. Sebagai tambahan, program ini diharapkan untuk dapat mendukung bisnis DSP, meningkatkan kesetiaan nasabah, dan membangkitkan sikap WLK\SP KP HU[HYH ZLZHTH HUNNV[H DSP.

Pasarku Bersih, Sehat & Sejahtera

Relawan

(11)
(12)

Evaluasi dalam skala nasional yang pertama atas program

Danamon Go Green ini diadakan pada tanggal 16-17

Desember 2008 di Bantul, Yogyakarta, dihadiri oleh 31

pemerintah daerah dan dibuka oleh Gubernur Yogyakarta,

Sri Sultan Hamengkubuwono X. Semua pihak menyetujui

dipakainya

balanced scorecard

untuk mengukur indikator

kunci kinerja program.

:LQHRKPS\UJ\YRHUWHKH[HO\UWYVNYHT+HUHTVU.V.YLLU`HUNTLUN\IHO ZHTWHOVYNHUPRWHZHYTLUQHKPW\W\R[LSHOTLU\HPK\R\UNHUKHUTPUH[KHYPWHYH WLTHUNR\RLWLU[PUNHUKHSHTQ\TSHO`HUN[LY\ZILYRLTIHUN[LYTHZ\RRLTLU[LYPHU ULNHYH`HUN[LYRHP[KHUWLTLYPU[HOHUKHLYHO:LQHRP[\ZLQ\TSHO \UP[RVTWVZ [LSHOKPWHZHUNKPIHUN\UILYIHNHPKHLYHO[LYTHZ\RWLU`LKPHHUMHZPSP[HZWLSH[POHU KHU\QPSHIVYH[VYP\T

7LSH[POHUSHUQ\[HUKPIPKHUNWLUNL[HO\HUTHUHQLTLUKHUWLSHWVYHUZLJHYHVUSPUL W\UKPHKHRHUKLUNHURL WLTLYPU[HOKHLYHO[LYZLI\[TLSHWVYRHURLTHQ\HUU`H ZLJHYHILYRHSH

7LY[LT\HU UHZPVUHS `HUN RLK\H KPHKHRHU WHKH [HUNNHS 5V]LTILY KP )HUK\UNHU :LTHYHUN +PRL[\HP VSLO .\ILYU\Y 1H^H ;LUNHO )PIP[ >HS\`V WLY[LT\HUKPOHKPYPVSLOWLZLY[HKHYPKHLYHO

(13)

.YHÄR ILYPR\[ TLU\UQ\RRHU Q\TSHO ZHTWHO `HUN KPWYVZLZ KHU KP\IHO TLUQHKP kompos.

Balanced Scorecard untuk Mengukur Dampak dan Kesinambungan Program

Danamon Go Green

4L[VKL)HSHUJLK:JVYLJHYKKPN\UHRHU\U[\RTLTVUP[VYPUKPRH[VYR\UJPRPULYQH KP IPKHUN WLTHZHYHU WYVK\RZP R\HSP[HZ RVTWVZ Z\TILY KH`H THU\ZPH KHU RVTP[TLUWLTLYPU[HOKHLYHO2LILYOHZPSHUWYVNYHTKP[HUKHPKLUNHU^HYUHOPQH\ :LTHRPUOPQH\WLUHTWHUNRHY[\U`Hscorecard) semakin tinggi tingkat kesuksesan WYVNYHT`HUNILYOHZPSKPJHWHP

:L[PHW I\SHU WLTLYPU[HO KHLYHO TLUNPYPTRHU SHWVYHU WLYRLTIHUNHUU`H \U[\R KPWYVZLZKHSHTZPZ[LTTHUHQLTLUWLUNLSVSHHUKPRHU[VY+HUHTVU7LK\SP:L[PHW [PNH I\SHU OHZPS SHWVYHU KPRPYPT RLTIHSP RLWHKH WLTLYPU[HO KHLYHO KLUNHU TLTIHUKPUNRHURLTHQ\HU`HUN[LSHOTLYLRHYHPOKLUNHUKHLYHOSHPUU`H;PUNRH[ WLUJHWHPHUKP[HUKHPKLUNHU^HYUH OPQH\[\H HWHIPSHTLYLRHTLUJHWHPHUNRH dari Key Performance Indicators 27S OPQH\ \U[\R KHU OPQH\ T\KH

HWHIPSHR\YHUNKHYP

:L[PHW[HO\U+HUHTVU7LK\SPTLU`LSLUNNHYHRHU2VU]LUZP5HZPVUHS\U[\RZLS\Y\O KHLYHO`HUN[LSHOTLYLWSPRHZPWYVNYHTº+HUHTVU.V.YLLU»+HSHTRVU]LUZPPUP ^HRPSWLTLYPU[HOKHLYHOZHSPUNILYIHNPWLUNHSHTHUKHUWLUNL[HO\HUTLYLRHKHSHT

Jumlah Sampah Jumlah pupuk yang dihasilkan

600

449 449 453

(14)

3LIPOKHYPP[\OHZPSKHYPWLUN\R\YHUIHSHUJLKZJVYLJHYKZLWLY[P`HUNKPWLYSPOH[RHU WHKH RVU]LUZP TLUPUNRH[RHU ZLTHUNH[ RVTWL[PZP `HUN ZLOH[ KPHU[HYH WHYH peserta, sehingga program ini memacu pemerintah daerah masing-masing untuk TLUN\WH`HRHU WLUPUNRH[HU RPULYQH WYVNYHT `HUN [LY\Z TLULY\Z ;HILS ILYPR\[ PUP TLU\UQ\RRHUPUKPRH[VYRLILYOHZPSHUKHURLZPUHTI\UNHUKHYPWYVNYHT+HUHTVU.V .YLLU

/HZPSU`HTLUPUNRH[RHUWHULU;HUWHW\W\RRVTWVZOHU`H[LYKHWH[IH[HUNKHSHT ZL[PHWY\TW\UWHKPU`HZLKHUNRHU`HUNTLUNN\UHRHUW\W\RRVTWVZI\H[HUWHZHYPUP TLUJHWHPIH[HUNWLYY\TW\UU`H)LNP[\Q\NHKHSHTQ\TSHOI\[PYHUILYHZU`H[HUWH RVTWVZ[LYKHWH[I\[PYWLYIH[HUNKLUNHUTLUNN\UHRHURVTWVZTLUJHWHP I\[PY (IK\S9HZ`PK2VVYKPUH[VY7LU`\S\O7LY[HUPHU2HI\WH[LU7YVIVSPUNNV

5V Standar Pengukuran Indikator

1 2LILYOHZPSHUKHU

kesinambungan program

4LUN\YHUNPZHTWHOKP[LTWH[7LTI\HUNHU(ROPY

2. Produksi kompos mencapai )YLHR,]LU7VPU[

7LUKPZ[YPI\ZPHURVTWVZRLWHKHTHZ`HYHRH[KHUWLTLYPU[HOKHLYHO

7LTLYPU[HOKHLYHOKHUTHZ`HYHRH[ZLJHYHPUKLWLUKLUTLYLWSPRHZPWYVNYHT\U[\RWHZHY H[H\SPUNR\UNHU`HUNSHPUTLUNN\UHRHUHUNNHYHUTLYLRHZLUKPYP

2 5PSHP[HTIHORVTWVZILYT\[\[PUNNP

untuk pemakai

/HZPS[LZSHIVYH[VYP\TRVTWVZ`HUNTLTLU\OP:[HUKHY0UK\Z[YP5HZPVUHS

7LTLYPU[HOKHLYHOTLTIHUN\USHOHURVTWVZ

3 7YVZLZWYVK\RZPKHUTHUHQLTLU`HUN LÄZPLUKHUWYVMLZPVUHS

7LTPZHOHUZHTWHOKPSHR\RHUVSLOWLKHNHUNKPWHZHY

2LY\ZHRHUTLZPURLUKHSHSHPUU`HKHWH[KP[HUNHUP[HUWHTLUNNHUNN\QHSHUU`HWYVZLZ produksi

9. Produksi dan distribusi tercatat secara harian

3HWVYHUI\SHUHUKPRPYPTZL[PHWI\SHURL@H`HZHU+HUHTVU7LK\SPKHURLWHSHKHLYHO

2VT\UPRHZPKLUNHU@H`HZHU+HUHTVU7LK\SPKPSHR\RHUTLSHS\PLTHPS

4 Komitmen dari pemerintah daerah, RLTHTW\HUZ\TILYKH`HTHU\ZPHKHU RLZPUHTI\UNHUWYVZLZILSHQHY

7YVNYHTPUPKPTHZ\RRHURLKHSHTVSLOYLUJHUHZ[YH[LNPZWLTLYPU[HOKHLYHO"

WLTILSPHURVTWVZKHUHUNNHYHUYLWSPRHZPWYVNYHT[LSHOKPTHZ\RRHUKHSHTHUNNHYHU pemerintah daerah

4HUHQLYWYVNYHTKHUVWLYH[VYKPSHWHUNHUTLTPSPRPRLTHTW\HU`HUNTLTHKHP

(15)

Penjabaran dari Pencapaian Tiap-Tiap Indikator hingga Bulan Desember 2009

1. ;LYQHKP WLU\Y\UHU MYLR\LUZP

pengangkutan sampah organik ke

tempat pembuangan sampah akhir: \UP[

‹ 7LU\Y\UHU[LYILZHYWLYWHZHY! [VU"[LYLUKHO![VU

2. /HZPS WLUQ\HSHU RVTWVZ TLU\[\W IPH`HVWLYHZPVUHS!\UP[

‹ 7YVK\RZP[LY[PUNNPWLYWHZHY! [VU"[LYLUKHO![VU

‹ )PH`H WYVK\RZP [LY[PUNNP WLY RN! 9W"[LYLUKHO!9W ‹ /HYNH Q\HS [LY[PUNNP WLY RN!

9W"[LYLUKHO!9W

3. Pemasaran kompos kepada WLTLYPU[HO TH\W\U THZ`HYHRH[! \UP[

4. 9LUJHUH YLWSPRHZP `HUN KPIPH`HP ZLUKPYP WHKH [HO\U ! unit)

;LZ SHIVYH[VYP\T `HUN [LSHO

TLTLU\OPZ[HUKHYR\HSP[HZUHZPVUHS! \UP[ [LYRLJ\HSP \U[\R kadar Ph dan kandungan air)

+LTVUZ[YHZP WSV[ `HUN [LSHO

KPIHUN\U VSLO WLTLYPU[HO KHLYHO! \UP[

7LTPZHOHU ZHTWHO KPSHR\RHU KP RPVZWLKHNHUNWHZHY! \UP[ Kemampuan menangani kerusakan

TLZPUKHURLUKHSHSHPUU`H! unit)

9. Pencatatan produksi dan pemasaran ZLJHYHOHYPHU! \UP[

10. 3HWVYHUI\SHUHUKPRPYPTRL+HUHTVU 7LK\SP KHU RLWHSH WLTLYPU[HO KHLYHO! \UP[

11. 2VT\UPRHZPKLUNHU+HUHTVU7LK\SP TLSHS\PLTHPS! \UP[

12. 7YVNYHT +HUHTVU .V .YLLU

KPQHKPRHU YLUJHUH Z[YH[LNPZ VSLO WLTLYPU[HOKHLYHO!\UP[

13. 2LTHTW\HU Z\TILY KH`H

THU\ZPH \U[\R TLUNLSVSH KHU mengoperasikan program Danamon .V .YLLU ZLJHYH WYVMLZPVUHS! \UP[

7LU`LIHYS\HZHU WLSH[POHU KHU

WLTILSHQHYHU!\UP[

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendukung Danamon Go Green 2009

Secara Finansial

‹ WLTLYPU[HO KHLYHO [LSHO TLTILYPRHU RVTP[TLUU`H \U[\R TLUQHTPU RLILYSHUNZ\UNHU7YVNYHT+HUHTVU.V.YLLUZLWLY[PKHWH[KPSPOH[WHKH[HILS KPOHSHTHU

Tantangan yang Dihadapi oleh Pemerintah Daerah/Manajemen Danamon Go

Green

1. Pada pemrosesan kompos

‹ :HTWHOWHZHYTLTPSPRPRHUK\UNHUHPY`HUNZHUNH[[PUNNP

‹ 4LTI\[\ORHUSHOHU`HUNZHUNH[S\HZ\U[\RZLI\HOTLZPURVTWVZ 7LY\IHOHU2\S[\Y

(16)

3. Persaingan dengan pupuk organik subsidi pemerintah:

‹ 7LTLYPU[HO TLUZ\IZPKP 9W WLY RN \U[\R W\W\R I\H[HU WHIYPR W\W\R KLUNHU TLTILSP W\W\R TLYLRH ZLOHYNH 9W KHU TLUQ\HSU`H ZLOHYNH 9WWLYRNRLWHKHWL[HUP

Faktor Kunci Sukses dari Program Pupuk Organik Sampah

1. 2VTP[TLU`HUN[PUNNPKHYPRL WLTLYPU[HOKHLYHOZLQHSHUKLUNHURLZHKHYHU

IHO^HRLTHTW\HUTLUJ\R\WPRLI\[\OHUW\W\RKHWH[KPIHUN\UWHKH[PUNRH[ THZ`HYHRH[\U[\RTLUNH[HZPRLR\YHUNHUW\W\R

2. 7LUNOHYNHHUWLTLYPU[HOKHLYHOH[HZWLUNH^HZHUL]HS\HZPKHUWHUK\HUKHYP

+HUHTVU7LK\SP\U[\RTLUPUNRH[RHURPULYQHTLYLRH

3. 7YVK\R VYNHUPR TLTPSPRP UPSHP [HTIHO `HUN [PUNNP" WL[HUP KP ILILYHWH KHLYHO [LSHOILYWPUKHORLWLY[HUPHUVYNHUPR

Kabupaten/Kotamadya Komitmen

)HU[\S 9LWSPRHZPKPWHZHY

7HJP[HU 9LWSPRHZPKPWHZHY

.YVIVNHU 9LWSPRHZPKPSVRHZP

2LUKHS )PH`HVWLYHZPVUHSKPSVRHZP

2V[H7YVIVSPUNNV )PH`HVWLYHZPVUHSKHU

WLUPUNRH[HUMHZPSP[HZ\UP[

2HI\WH[LU7YVIVSPUNNV 7LTILSPHURVTWVZ"YLWSPRHZPKP

7H`HR\TI\O )PH`HVWLYHZPVUHS

7LTHSHUN ;HOHWTLSLUNRHWPKHUTLUPUNRH[RHU

MHZPSP[HZ\UP[

)HYY\ )PH`HVWLYHZPVUHS

:VWWLUN )PH`HVWLYHZPVUHS

1LWHYH )PH`HVWLYHZPVUHSWLUNLTIHUNHU

WYVNYHTKLTWSV[

7LRHUIHY\ )PH`HVWLYHZPVUHSKLTWSV[

WLSH[POHUW\ISPR

;HWHU\SP:LSH[HU 9LWSPRHZPKPSVRHZP

;HUQ\UN)HSHP 7LTIHUN\UHUYLUV]HZP\UP[RVTWVZ

2SH[LU )PH`HVWLYHZPVUHS

(17)

4. (UNNHYHUWLTLYPU[HO`HUNPUV]H[PM!KHYPWLUNLS\HYHUIPH`HZVZPHSTLUQHKP PU]LZ[HZP ZVZPHS" KHYP WLUNLS\HYHU IPH`H [YHUZWVY[HZP ZHTWHO TLUQHKP PU]LZ[HZPMHZPSP[HZWYVK\RZPKHUZPZ[LTWLUNLSVSHHUZHTWHO4LUNLS\HYRHU Q\TSHOKHUH`HUNZHTH\U[\ROHZPS`HUNZHUNH[ILYILKH

4LSHS\PWYVNYHTPUPWLTLYPU[HOKHLYHOKHWH[TLULYHWRHU<UKHUN<UKHUN 5V[LU[HUNWLUNLSVSHHUZHTWHO

Unit kompos membantu pemerintah daerah memenangkan penghargaan RV[H[LYILYZPO7LUNOHYNHHU(KPW\YH

Inovasi dalam Produksi Kompos:

‹ 2VTIPUHZP ZHTWHO WHZHY KLUNHU TH[LYP VYNHUPR SHPUU`H \U[\R TLUPUNRH[RHU R\HSP[HZRVTWVZTLUN\YHUNPRHUK\UNHUHPYKHUTLU\Y\URHUIPH`HWYVK\RZP

‹ 7YVZLZMLYTLU[HZPTLUNN\UHRHUTL[VKHWLUNHUNPUHU\U[\RTLUHUNHUPQ\TSHO

TH[LYPHS`HUNZHUNH[ILZHYKLUNHUTLUNN\UHRHU[LUHNHRLYQH`HUNZHTH

‹ 4LTWYVK\RZPW\W\RJHPYZLIHNHPWYVK\RZHTWPUNHU

‹ 4LUKH`HN\UHRHUOL^HUWLTHRHUIHUNRHP\U[\RTLTPZHORHUTH[LYPZHTWHO

(18)

Inovasi dalam Pemasaran Kompos:

1. 2VVYKPUHZP`HUNSLIPOIHPRKPHU[HYHWHYHHWHYH[WLTLYPU[HOKHLYHOKHURLSVTWVR WL[HUP\U[\RTLUPUNRH[RHUYHU[HPZ\WSHP

2. 0R\[ZLY[HKHSHTWHTLYHUKHUTLUNNHSHUNRHTWHU`LWYVTVZP

3. 4LTIHUN\U^LIZP[LKHUISVN\U[\RTLUKPKPRTHZ`HYHRH[KHUTLTWYVTVZPRHU

produk.

(19)
(20)

:LWHUQHUN [HO\U @H`HZHU +HUHTVU 7LK\SP [LSHO TLU`HS\YRHU IHU[\HU KHY\YH[KHUWLT\SPOHURLOPK\WHU\U[\RRLQHKPHUILUJHUHKPZLS\Y\O0UKVULZPH [LYTHZ\R NLTWH ILZHY KP 7HKHUN 2LNPH[HU *LWH[ ;HUNNHW )LUJHUH *;) PUP [LSHOTLSPIH[RHUSLIPOKHYPYLSH^HU`HUNILYHZHSKHYPRHY`H^HU+HUHTVUKP ILYIHNHPJHIHUNKP[HUHOHPY;V[HSKVUHZP`HUNKPZHS\YRHUZLILZHY9WQ\[HPUP [LSHOTLU`LU[\OHUNNV[HTHZ`HYHRH[`HUN[LYRLUHT\ZPIHOILUJHUH

/(:03@(5.+0*(7(0/05..(;(5..(3+,:,4),9 !

‹ 4LULYPTHZ\TIHUNHUKHYPTHZ`HYHRH[ZLILZHY9W \U[\RRVYIHU

NLTWHI\TP7HKHUNKHU9W\U[\R;HZPRTHSH`H

‹ 4LTIHU[\RVYIHUWHKHILUJHUHHSHT`HUNTLSHUKHKPKHLYHOKPZLS\Y\O

0UKVULZPH"TLSPIH[RHUZ\RHYLSH^HU"TLUQHUNRH\WLULYPTHIHU[\HU" KLUNHUQ\TSHOKVUHZP9WQ\[H

‹ 7HKHI\SHU5V]LTILYKHU+LZLTILY +HUHTVU7LK\SPTLU`LSLUNNHYHRHU

IHU[\HURLWHKHRVYIHUNLTWH;HZPRTHSH`HKHU7HKHUNKLUNHUTLTILYPRHU [HTIHOHUKHUHZLILZHY9WQ\[HTLUNPTIHUNPIHU[\HUKHYPTHZ`HYHRH[ ‹ 9PUJPHU IHU[\HU +HUHTVU 7LK\SP \U[\R RLNPH[HU *LWH[ ;HUNNHW )LUJHUH

KHWH[KPSPOH[WHKHOHSHTHU

Cepat Tanggap Bencana

(21)

Sukarelawan

Cepat Tanggap Bencana 2007-2009

313 575

620

24 37

55 1.052

306 360

.LTWHKP4(562>(90 7HW\H 1HU\HYP 4HRHUHU 2LIHRHYHUWHZHY7(55(47< 4HRHZZHY 1HU\HYP 4HRHUHU )HUQPY9,5.(:+,5.2362 2HYH^HUN 1HU\HYP 4HRHUHUVIH[ )HUQPY)6165,.696 1H^H;PT\Y -LIY\HYP 4HRHUHU .LTWH;(3<+ :\SH^LZP<[HYH 4HYL[ 4HRHUHU 2LIHRHYHUWHZHY:(4(905+( 2HSPTHU[HU;PT\Y 4HYL[ 4HRHUHU 3VUNZVY:0;<.05;<5. ;HUNLYHUN 4HYL[(WYPS 4HRHUHUVIH[WHRHPHU

WLYSLUNRHWHUIH`PZLRVSHO

)HKHP26;((.<5. 3HTW\UN 4LP )HOHUIHUN\UHU 2LIHRHYHUWHZHY;0402( 7HW\H 4LP ;LUKHWHZHYZLTLU[HYH 2LIHRHYHUWHZHY)(5+(9 )H[HUN1H^H;LUNHO 1\SP ;LUKHWHZHYZLTLU[HYH 2LIHRHYHU4<(9(;,>,/ 2HSPTHU[HU;LUNHO 1\SP 4HRHUHU 2LIHRHYHU;9(@,4(5 ;LNHS1H^H;LUNHO (N\Z[\Z ;LUKHWHZHYZLTLU[HYH .LTWH;(:024(3(@( 1H^H)HYH[ :LW[LTILY 4HRHUHUVIH[[VPSL[\T\T (ZHW7(3(5.2(9(@( 2HSPTHU[HU;LUNHO :LW[LTILY 4HZRLY[HI\UNVRZPNLU 2LIHRHYHU79(4)(5(5 @VN`HRHY[H :LW[LTILY 4HRHUHU .LTWH7(+(5. :\TH[YH<[HYH :LW[LTILY 4HRHUHUVIH[WHRHPHU

6R[VILY :LRVSHOZLTLU[HYH

(22)

¸:LIHNHP^HYNH+HUHTVURHTPZ\UNN\OIHUNNH[LYOHKHW Membantu Pembangunan Generasi

yang Lebih Baik

/HZPS/HZPS `HUN [LSHO KPJHWHP KP tahun 2009:

‹ +HUHTVU 7LK\SP [LSHO

TLU`LSLZHPRHU RVTP[TLU

TLTILYPRHU ILHZPZ^H RLWHKH KLSHWHU THOHZPZ^H 0UZ[P[\[ 7LY[HUPHU )VNVY ZLSHTH [HO\U ,TWH[ THOHZPZ^H [LSHOS\S\ZWHKHI\SHU6R[VILY ;PNH THOHZP^H S\S\Z WHKHI\SHU-LIY\HYP KHU ZH[\ THOHZPZ^H [LYHROPY S\S\Z WHKHI\SHU:LW[LTILY

‹ <U[\R TLUQLTIH[HUP RL

ZLUQHUNHU KPNP[HS KHU \U[\R meningkatan kemampuan ZLZ^H KP ILILYHWH ZLRVSHO [LY[PUNNHSKPZLS\Y\O0UKVULZPH

@H`HZHU +HUHTVU 7LK\SP

bekerjasama dengan Tim IT

Danamon, mendistribusikan

RVTW\[LY KHU ZLY]LY 0)4 Pentium 3 eks Danamon untuk ZLRVSHOZLRVSHO KP :\SH^LZP 1H^H ;PT\Y 1H^H ;LUNHO Lampung dan Sumatera Utara.

‹ :L[LSHO TLU`LSLZHPRHU

WYVNYHT ILHZPZ^H KP [HO\U +HUHTVU 7LK\SP SLIPO

TLT\ZH[RHU WLYOH[PHUU`H

\U[\R TLSHR\RHU WLUKPKPRHU UVUMVYTHSRLWHKHTHZ`HYHRH[ :LSHTH[HO\U RHTP[LSHO TLSHR\RHU!

‹ 7LSH[POHU \U[\R WLRLYQH KP 2HI\WH[LU Kota untuk membuat pupuk RVTWVZILYR\HSP[HZ[PUNNP

‹ 7LSH[POHU SHUQ\[HU

Referensi

Dokumen terkait

Didalam penulisan Tugas Akhir ini, penulis melakukan perencanan ulang bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanakan desain geometrik, konstruksi perkerasan

1) Terdapat pengaruh model Rotating Trio Exchange terhadapLkemampuan penalaranImatematis. PesertaHdidik dengan perlakuan pembelajaran menggunakan model Rotating Trio

Kemiringan melintang pada perkerasan jalan pada daerah ini harus mempertimbangkan pula kebutuhan kemiringan jalan menurut persyaratan alinyemen horizontal jalan,

dengan judul “ Modul Pembelajaran Pemrograman Pada Mikrokontroler Atmega328p-Pu ” adalah benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan duplikasi, serta tidak

Papan pantul terbuat dari papan keras yang ditempatkan di belakang ring untuk memantulkan bola jika tidak masuk ke dalam keranjang atau untuk memasukkan bola ke dalam keranjang

Dari etiologi yang menyerang percabangan segmen/ sub bronkus menyebabkan cilia hilang dan deskuamasi sehingga terjadi pengendapan karsinogen. Dengan

Gesang kawula, Gusti, lumados mring Paduka Saben kula makarti, Paduka kang makarya.. KRITIK

Model Pembelajaran Saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui