• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh: DERIA EGA FITRIAWATI NPM:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI. Oleh: DERIA EGA FITRIAWATI NPM:"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN

TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN

BULU II KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Prog

Pada

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR

TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN

BULU II KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi PGSD Pada FKIP Universitas Nusantara PGRI Kediri

Oleh:

DERIA EGA FITRIAWATI NPM: 11.1.01.10.0061

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 2016

simki.unpkediri.ac.id || 1||

THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN

BULU II KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN

Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh ram Studi PGSD

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(2)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar 11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id || 2||

(3)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar 11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

simki.unpkediri.ac.id || 3||

(4)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN

TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN

PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN

BULU II KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN

Prof. Dr. Sugiono, M.M. dan Dr. Andri Pitoyo, M.Pd. UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

DERIA EGA FITRIAWATI:

Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015, Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UN PGRI Kediri, 2016.

Penelitian ini dilatar belakangi dari kurangnya pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang cenderung menerapkan metode ceramah, didominasi oleh guru dan berlangsung satu arah. Sehingga siswa menjadi kurang aktif berpatisipasi dalam pembelajaran dan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa cenderung rendah.

Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan

pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015? (2) Bagaimanakah pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan sesudah menggunakan model pembelajaran Think Pair Share

2014/2015? (3) Adakah pengaruh model pembelajaran

penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahu Pelajaran 2014/2015?

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Group Pretest-Posttest Design

Analisis data yang digunakan adalah rumus uj

normalitas dan uji homogenitas varian. Dari hasil analisis data, diperoleh rata sebelum menggunakan model pembelajaran

sesudah menggunakan model pembelajaran

thitung= 11,74 dan ttabel dengan df/db=17 diperoleh angka 2,110 untuk taraf signifikan 5%. Karena t

> ttabel maka dapat disimpulkan bahwa a

terhadap pemahaman konsep

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah (1) Sebaiknya guru menerapkan model pembelajaran

Hendaknya siswa lebih aktif dalam penerapan model pembelajaran

dapat mengolah dan mengaplikasikan konsep materi yang diperoleh melalui pengetahuannya sendiri.

Kata Kunci : Think Pair Share

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE

TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN

PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN

BULU II KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN

2014/2015

Deria Ega Fitriawati

11.1.01.10.0061

FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

[email protected]

Prof. Dr. Sugiono, M.M. dan Dr. Andri Pitoyo, M.Pd. UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

ABSTRAK

DERIA EGA FITRIAWATI: Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share

Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015, Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UN dilatar belakangi dari kurangnya pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang cenderung menerapkan metode ceramah, didominasi oleh guru dan berlangsung satu arah. Sehingga siswa menjadi kurang aktif berpatisipasi dalam pembelajaran dan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan siswa cenderung rendah.

Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan sebelum menggunakan model pembelajaran

pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015? (2) Bagaimanakah pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan sesudah menggunakan model air Share pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015? (3) Adakah pengaruh model pembelajaran Thin Pair Share terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahu Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-experimental

Posttest Design. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Analisis data yang digunakan adalah rumus uji t. Sebelum dilakukan uji t maka dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas varian. Dari hasil analisis data, diperoleh rata

sebelum menggunakan model pembelajaran Think Pair Share=53,78 dan rata

akan model pembelajaran Think Pair Share=83,11. Dari perhitungan uji t diperoleh dengan df/db=17 diperoleh angka 2,110 untuk taraf signifikan 5%. Karena t maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh signifikan model pembelajaran

terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV.

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah (1) Sebaiknya guru menerapkan model pembelajaran Think Pair Share sebagai alternatif pembelajaran matematika, (2) Hendaknya siswa lebih aktif dalam penerapan model pembelajaran Think Pair Share

dapat mengolah dan mengaplikasikan konsep materi yang diperoleh melalui pengetahuannya sendiri.

Think Pair Share, pemahaman konsep, penjumlahan dan pengurangan pecahan

simki.unpkediri.ac.id || 4||

THINK PAIR SHARE

TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PENJUMLAHAN DAN

PENGURANGAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN

BULU II KABUPATEN KEDIRI TAHUN PELAJARAN

Prof. Dr. Sugiono, M.M. dan Dr. Andri Pitoyo, M.Pd.

Think Pair Share Terhadap Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015, Skripsi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, FKIP, UN dilatar belakangi dari kurangnya pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran yang cenderung menerapkan metode ceramah, didominasi oleh guru dan berlangsung satu arah. Sehingga siswa menjadi kurang aktif berpatisipasi dalam pembelajaran dan pemahaman konsep penjumlahan dan Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pemahaman konsep pecahan sebelum menggunakan model pembelajaran Think Pair Share pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015? (2) Bagaimanakah pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan sesudah menggunakan model pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran terhadap pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun experimental bentuk One-. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tesOne-.

i t. Sebelum dilakukan uji t maka dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas varian. Dari hasil analisis data, diperoleh rata-rata nilai tes siswa 53,78 dan rata-rata nilai tes siswa 83,11. Dari perhitungan uji t diperoleh dengan df/db=17 diperoleh angka 2,110 untuk taraf signifikan 5%. Karena thitung

embelajaran Think Pair Share penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV.

Berdasarkan hasil penelitian, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah (1) Sebaiknya guru bagai alternatif pembelajaran matematika, (2) Think Pair Share sehingga siswa dapat mengolah dan mengaplikasikan konsep materi yang diperoleh melalui pengetahuannya sendiri.

(5)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

I. LATAR BELAKANG

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan n

Untuk itu kita memerlukan pendidikan yang bermutu tinggi untuk menghasilkan peserta didik yang kompeten. Peserta didik yang kompeten artinya peserta didik yang cerdas, cakap, mampu memahami dengan baik bahan yang diajarkan, mampu bersikap, bernalar, dan bertindak sesuai prosedur yang benar, dan mengembangkan integritas kebersamaan dalam perbedaan.

Mata pelajaran matematika penting diajarkan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Matematika berfungsi untuk mengembangkan k

bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan irinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk itu kita memerlukan pendidikan yang bermutu tinggi untuk menghasilkan peserta didik yang n. Peserta didik yang kompeten artinya peserta didik yang cerdas, cakap, mampu memahami dengan baik bahan yang diajarkan, mampu bersikap, bernalar, dan bertindak sesuai prosedur yang benar, dan mengembangkan integritas kebersamaan dalam

ajaran matematika penting diajarkan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir

dan model matematika, serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan.

Menurut Pe

(Depdiknas, 2006) tentang standar isi, pelajaran matematika bertujuan a siswa: (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan

antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, da pemecahan masalah, (2) Menggunakan penalaran pada pola dan

melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami ma merancang model matematika, menyelesaikan model dan

solusi yang diperoleh, (4) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, (5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matema dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian,

mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

simki.unpkediri.ac.id || 5|| dan model matematika, serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, diagram, dalam menjelaskan

enurut Permendiknas No. 22 (Depdiknas, 2006) tentang standar isi, pelajaran matematika bertujuan agar siswa: (1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah, (2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika, (3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh, (4) Mengkomunikasikan gagasan dengan diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah, (5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan

(6)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Dari tujuan-tujuan pembelajaran matematika tersebut,

kemampuan pemecahan masala

siswa sangat penting untuk bekal kehidupannya kelak. Sebagaimana disebutkan pada tujuan ke

KTSP, kemampuan pemecahan

bergantung pada kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar

dan mengaplikasikan konsep dan algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat.

Melihat pentingnya pemahaman konsep matematika, maka dalam pelaksanaan proses pembelajaran harus berpusat pada peserta didik

centered). Kenyataan bahwa peserta

didik adalah makhluk hidup yang mempunyai kemampuan berpikir maka mereka tentu mempunyai kemampuan untuk membangun sendiri pengetahuan mereka dari berbagai sumber belajar di sekitar mereka, bukan proses pasif yang hanya menerima pengetahuan dari ceramah guru. Dengan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, maka peserta didik akan aktif terlibat dalam proses pembelajaran.

Keterlibatan siswa hanya bisa dimungkinkan jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi atau terlibat dalam proses pembelaj

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

tujuan pembelajaran tampak bahwa ampuan pemecahan masalah pada sangat penting untuk bekal kelak. Sebagaimana disebutkan pada tujuan ke-1 pada KTSP, kemampuan pemecahan masalah kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep dan algoritma secara luwes, akurat, efisien,

Melihat pentingnya pemahaman konsep matematika, maka dalam pelaksanaan proses pembelajaran harus berpusat pada peserta didik (student

. Kenyataan bahwa peserta ik adalah makhluk hidup yang mempunyai kemampuan berpikir maka mereka tentu mempunyai kemampuan untuk membangun sendiri pengetahuan mereka dari berbagai sumber belajar di sekitar mereka, bukan proses pasif yang hanya menerima pengetahuan dari Dengan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, maka peserta didik akan aktif terlibat dalam proses

Keterlibatan siswa hanya bisa dimungkinkan jika siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi atau terlibat dalam proses pembelajaran.

Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan proses pembelajaran yang kurang melibatkan partisipasi siswa secara aktif. Dalam pembelajaran guru hanya menuntut siswa untuk menguasai materi tanpa memperhatikan kebutuhan dan kesiapan siswa dalam me

pembelajaran. Selain itu, pembelajaran cenderung berlangsung satu arah dari guru ke siswa, guru cenderung lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton. Dampaknya adalah siswa kurang berminat dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa kurang optimal.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas SDN Bulu II dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan hasil belajar siswa

matematika masih

banyak siswa yang mendapat nilai di bawah KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Persentase siswa yang mendapat nilai di bawah KKM adalah 83% dari 18 siswa kelas IV.

Hal tersebut disebabkan karena dalam proses pembelajaran guru masih menerapkan metode ceramah sehingga pembelajaran berlangsung satu arah dari guru ke siswa. Apabila guru lebih mendominasi pembelajaran maka

simki.unpkediri.ac.id || 6|| Namun pada kenyataannya, masih banyak ditemukan proses pembelajaran yang kurang melibatkan partisipasi siswa secara aktif. Dalam pembelajaran guru hanya menuntut siswa untuk menguasai materi tanpa memperhatikan kebutuhan dan kesiapan siswa dalam menerima materi Selain itu, pembelajaran cenderung berlangsung satu arah dari guru ke siswa, guru cenderung lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton. adalah siswa kurang berminat dalam mengikuti proses ajaran, sehingga hasil belajar siswa kurang optimal.

erdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di kelas IV Bulu II dengan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan, hasil belajar siswa pada mata pelajaran masih rendah. Masih yang mendapat nilai di yang telah ditentukan sentase siswa yang i di bawah KKM adalah 83% dari 18 siswa kelas IV.

Hal tersebut disebabkan karena dalam proses pembelajaran guru masih menerapkan metode ceramah sehingga pembelajaran berlangsung satu arah dari guru ke siswa. Apabila guru lebih mendominasi pembelajaran maka

(7)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

pembelajaran cenderung monoton. Pembelajaran dengan metode ceramah tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dan membangun pengetahuannya sendiri. Dalam proses pembelajaran siswa cenderung pasif, hanya duduk diam di bangkunya dan mendengarkan guru menjelaskan materi di de

Dari hasil observasi tersebut, maka dalam proses pembelajaran diperlukan perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh guru selaku fasilitator dalam pembelajaran yang berperan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevakuasi pembelajaran. Salah satu cara perbaikan yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik anak. Dalam penelitian ini peneliti memilih model pembelajaran kooperatif

Think Pair Share

meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar matematika, materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Model pembelajaran

Share (TPS) merupakan strategi

pembelajaran yang dikembangakan pertama kali oleh Profesor Frank Lyman. Dengan mode

ini, anak akan diberikan kesempatan untuk berpikir secara individu, dan berpasangan dengan temannya untuk

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

pembelajaran cenderung monoton. an metode ceramah tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dan membangun pengetahuannya sendiri. Dalam proses pembelajaran siswa cenderung pasif, hanya duduk diam di bangkunya dan mendengarkan guru menjelaskan materi di depan kelas.

Dari hasil observasi tersebut, maka dalam proses pembelajaran perbaikan yang dilakukan oleh guru selaku fasilitator dalam pembelajaran yang berperan dalam merancang, melaksanakan, dan mengevakuasi pembelajaran. Salah satu ara perbaikan yang dapat dilakukan oleh guru yaitu dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik anak. Dalam penelitian ini peneliti memilih model pembelajaran kooperatif (TPS) untuk meningkatkan pengetahuan dan hasil belajar matematika, materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Model pembelajaran Think Pair

(TPS) merupakan strategi pembelajaran yang dikembangakan pertama kali oleh Profesor Frank Lyman. Dengan model pembelajaran ini, anak akan diberikan kesempatan untuk berpikir secara individu, dan berpasangan dengan temannya untuk

menyelesaikan permasalahan matematika. Model pembelajaran

Pair Share (TPS) memiliki prosedur

yang secara eksplisit memberikan si lebih banyak waktu untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain dengan cara berpasangan. Selain itu tidak menyita waktu dalam mengatur tempat duduk dimana siswa dikelompokkan secara berpasangan dengan teman sebangku, sehingga siswa dapat saling berinteraksi dan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Selain itu, model

Think Pair Share

meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa dapat terjadi apabila siswa melibatkan diri mereka dalam proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat secara langsung menanamkan konsep yang ingin disampaikan guru dalam pembelajaran matematika dan berpotensi menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran (

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian dengan judul,

Pembelajaran Think Pair Share

Terhadap Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2014/2015”.

simki.unpkediri.ac.id || 7|| menyelesaikan permasalahan matematika. Model pembelajaran Think

(TPS) memiliki prosedur yang secara eksplisit memberikan siswa lebih banyak waktu untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain dengan cara berpasangan. tidak menyita waktu dalam mengatur tempat duduk dimana siswa dikelompokkan secara berpasangan dengan teman sebangku, sehingga siswa saling berinteraksi dan bekerjasama dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Selain itu, model (TPS) dapat berperan meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa dapat terjadi apabila siswa melibatkan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian siswa dapat secara langsung menanamkan konsep yang ingin disampaikan guru dalam pembelajaran matematika dan berpotensi menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran (student centered).

Berdasarkan latar belakang sebut, maka dilakukan penelitian dengan judul, “Pengaruh Model

Think Pair Share

Terhadap Pemahaman Konsep Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN Bulu II Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran

(8)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar II.METODE

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Bulu II Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. dengan

penelitian siswa kelas IV SDN Bulu II Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 18 siswa.

Penelitian ini

pendekatan kuantitatif karena data variabel penelitian cenderung bersifat numerik atau angka karena diperoleh dari hasil tes siswa. Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian

Eksperimental bentuk

Pretest-Posttest Design

sebagai berikut.

Y1 X

Gambar 2.1 Desain One-Group Pretest

Keterangan:

Y1:.tes yang dilakukan

perlakuan diberikan

Y2:.tes yang dilakukan setelah

perlakuan diberikan (

X: perlakuan (Model Pembelajaran

Think Pair Share)

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang pemahaman konsep siswa pada pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan. Untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep siswa digunakan metode tes. Tes yang digunakan berupa

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

0 2 4 6 8 2 1 -3 2 3 3 -4 4 4 5 -5 6 Fr e ku e n si Nilai

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Bulu II Kecamatan Semen dengan subjek penelitian siswa kelas IV SDN Bulu II Tahun Pelajaran 2014/2015 yang

enelitian ini menggunakan karena data-data l penelitian cenderung bersifat karena diperoleh . Dalam penelitian ini desain penelitian

Pre-bentuk One-Group

Posttest Design dengan pola

Y2 Gambar 2.1

Group Pretest-Posttest

sebelum perlakuan diberikan (pretest)

yang dilakukan setelah perlakuan diberikan (posttest)

perlakuan (Model Pembelajaran

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang pemahaman konsep siswa pada pokok penjumlahan dan pengurangan . Untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep siswa digunakan metode tes. Tes yang digunakan berupa

tes uraian. Data

kemudian dianalisis dengan menghitung nilai pretest dan

data yang diperoleh juga diuji dengan uji normalitas dan uji homogenitas varians. Setelah uji normalitas dan uji homogenitas varians, dilanjutkan dengan pengujian hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu menggunakan analisis uji t.

III. HASIL DAN KESIMPULAN

Dari hasil pretest

nilai 53,78 dengan KKM untuk mata pelajaran matematika adalah 70

menunjukkan pemahaman konsep siswa pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan sebelum menggunakan model pembelajaran

Think Pair Share

Adapun data hasil pada diagram berikut.

Gambar 3.1. Diagram Nilai Sedangkan hasil

nilai rata-rata adalah

menunjukkan pemahaman konsep siswa

simki.unpkediri.ac.id || 8|| 4 5 -5 6 5 7 -6 8 6 9 -8 0 Nilai pretest

tes uraian. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung

dan posttest. Selain itu,

data yang diperoleh juga diuji dengan uji normalitas dan uji homogenitas varians. Setelah uji normalitas dan uji homogenitas varians, dilanjutkan ujian hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis yaitu menggunakan

HASIL DAN KESIMPULAN

pretest dapat rata-rata

53,78 dengan KKM untuk mata pelajaran matematika adalah 70. Hal ini menunjukkan pemahaman konsep siswa pokok bahasan penjumlahan dan pengurangan pecahan sebelum menggunakan model pembelajaran

Think Pair Share tergolong rendah.

Adapun data hasil pretest dapat dilihat diagram berikut.

Diagram Nilai Pretest

Sedangkan hasil posttest didapat rata adalah 83,11. Dan ini menunjukkan pemahaman konsep siswa

(9)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

0 2 4 6 5 1 -6 0 6 1 -7 0 7 1 -8 0 8 1 -9 0 9 1 -1 0 0 Fr e ku e n si Nilai

sesudah menggunakan model pembelajaran Think Pair Share

meningkat. Untuk hasil dapat dilihat pada diagram be

Gambar 3.2. Diagram Nilai

Posttest

Berdasarkan pengujian normalitas dapat diketahui bahwa data hasil

berdistribusi normal. Hal ini dapat dibuktikan dengan 2 hitung <

atau 5,156 < 9,488. Begitu juga dengan data hasil posttest berdistribusi normal. Hal ini dapat dibuktikan dengan hitung < 2 tabel atau 0,811

Dari perhitungan uji homogenitas varians didapatkan

1,966 sedangkan

< maka kedua kelompok data memiliki varian yang homogen. Sedangkan pengujian hipotesis diketahui bahwa hasil perhitungan uji t diperoleh t =11,74

2,110 dengan taraf signifikan 5%. Karena nilai t

daripada t (11,74 H0 ditolak, maka

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

9

1

-1

0

0 Posttest

sesudah menggunakan model

Think Pair Share

Untuk hasil posttest siswa dapat dilihat pada diagram berikut.

Diagram Nilai

Posttest

Berdasarkan pengujian normalitas dapat diketahui bahwa data hasil pretest

berdistribusi normal. Hal ini dapat hitung < 2 tabel Begitu juga dengan berdistribusi normal. Hal ini dapat dibuktikan dengan 2

0,811 <9,488. Dari perhitungan uji homogenitas

varians didapatkan =

= 2,27. Karena maka kedua kelompok data memiliki varian yang homogen.

Sedangkan pengujian hipotesis diketahui bahwa hasil perhitungan uji t 11,74 dan t = dengan taraf signifikan 5%. lebih besar > 2,110), maka , maka ada pengaruh

signifikan model pembelajaran

Pair Share terhadap pemahaman

konsep penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV SDN Bulu II.

IV. DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2002.

Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: PT Rineka Cipta Arikunto, S. 2010.

Suatu Pendekatan Prakti

Jakarta: Rineka Cipta

BSNP. 2006. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar

dan Menengah

Depdiknas Darmadi, H. 2013.

Pendidikan dan Sosial

Alfabeta

Daryanto, H. M. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Daryanto dan Muljo Rahardjo. 2012

Model Pembelajaran Inovatif

Yogyakarta: Gav

Dedi. 2013. Indikator Pemahaman

Konsep Matematika tersedia: http://www.dedi26.blogspot.com/ 2013/05/indikator konsep-matematika.html?m=1 diunduh 6 Februari 2015 simki.unpkediri.ac.id || 9|| signifikan model pembelajaran Think

terhadap pemahaman penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas IV SDN Bulu

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: PT Rineka Cipta

. 2010. Prosedur Penelitian

Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka Cipta

Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar

dan Menengah. Jakarta:

Darmadi, H. 2013. Metode Penelitian

Pendidikan dan Sosial. Bandung:

Daryanto, H. M. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka

Daryanto dan Muljo Rahardjo. 2012

Model Pembelajaran Inovatif.

Yogyakarta: Gava Media

Indikator Pemahaman

Konsep Matematika. (online).

http://www.dedi26.blogspot.com/

2013/05/indikator-pemahaman-matematika.html?m=1, diunduh 6 Februari 2015

(10)

Deria Ega Fitriawati | 11.1.01.10.0061 FKIP – Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Huda, M. 2013. Model-Model Pengajaran

dan Pembelajaran

Pustaka Pelajar

Isjoni. 2013. Coorperative Learning

Bandung: Alfabeta

Kafa, Wilda Mutiara. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

Think Pair Share Terhadap Prestasi

Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri II Kecila Kemrajen Banyumas Tahun Ajaran 2011/2012.

(Online), tersedia:

http://eprints.uny.ac.id/5516

diunduh 6 Februari 2015. Mustaqiem, B. 2008.

Matematika untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Pujiono. 2012. Pengaruh Model

Pembelajaran Think

Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Garis dan Sudut Siswa Kelas VIIB SMP Negeri Getasan. (Online), tersedia:

http://repository.uksw.edu/handle/12 3456789/2294, diunduh 6 Februari 2015

Riduwan. 2012. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti

Pemula. Bandung: Alfabeta

Runtukahu, T. 2014.

Matematika Dasar Bagi Anak

Berkesulitan Belajar

Ar-Ruzz Media

11.1.01.10.0061 endidikan Guru Sekolah Dasar

Model Pengajaran

Pembelajaran. Yogyakarta:

Coorperative Learning.

Kafa, Wilda Mutiara. 2012. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri II Kecila Kemrajen Banyumas Tahun Ajaran 2011/2012.

(Online), tersedia:

http://eprints.uny.ac.id/5516, diunduh 6 Februari 2015.

Mustaqiem, B. 2008. Ayo Belajar untuk SD dan MI Kelas

. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Pujiono. 2012. Pengaruh Model

Think Pair Share

Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Garis dan Sudut Siswa Kelas VIIB SMP Negeri Getasan. (Online), tersedia:

w.edu/handle/12

, diunduh 6 Februari

Belajar Mudah Penelitian Karyawan dan Peneliti

. Bandung: Alfabeta

Runtukahu, T. 2014. Pembelajaran

Matematika Dasar Bagi Anak

Berkesulitan Belajar. Yogyakarta:

Rusman. 2012.

Pembelajaran. Jakarta: Rajawali

Pers

Sapriya. 2009. Pendidikan IPS Konsep dan

Pembelajaran. Bandung: PT

Rosdakarya

Sudaryono. 2012. Dasar

Pembelajaran. Yogyakarta: Graha

Ilmu

Sugiyono. 2013.

Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta Suprijono, A. 2012.

Teori dan Aplikasi PAIKEM.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran

Pendidikan Karakter

Remaja Rosdakarya

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga

Balai Pustaka

Trianto. 2007. Model

Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivisik

Pustaka Trianto. 2013.

Pembelajaran Inovatif

Jakarta: Prenada Media Group

Warsono & Hariyanto. 2013.

Pembelajaran Aktif

Remaja Rosdakarya

simki.unpkediri.ac.id || 10|| Rusman. 2012. Model Model

. Jakarta: Rajawali

Pendidikan IPS Konsep dan

. Bandung: PT

Dasar – Dasar Evaluasi

. Yogyakarta: Graha

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta

Suprijono, A. 2012. Cooperative Learning

Teori dan Aplikasi PAIKEM.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Strategi Pembelajaran

Pendidikan Karakter.Bandung:PT

Remaja Rosdakarya

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Kamus Besar Bahasa

Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta:

. Model Model

Pembelajaran Inovatif Berorientasi

Konstruktivisik. Jakarta: Prestasi

. Mendesain Model

Pembelajaran Inovatif-Progesif.

Jakarta: Prenada Media Group & Hariyanto. 2013.

Pembelajaran Aktif. Bandung: PT

Gambar

Gambar 3.2. Diagram Nilai

Referensi

Dokumen terkait

Mesin ini berfungsi untuk menghaluskan atau memotong plat besi yang akan dipasang ke kendaraan. Sumber : data sekunder

Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan berdasarkan hasil pengolahan data analisis faktor dan Structural Equation Modeling (SEM), dengan menggunakan software SPSS 23

persaingan hotel dan resort di wilayah ciwidey kurang baik antara warga lokal dan hotel resort milik swasta, masing-masing saling bersaing baik dari segi

a) Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya

(1976) The role of tutoring in

Bentuk campur kode penyisipan unsur kata yakni: (1) penyisipan unsur kata bahasa Indonesia 98 tuturan, (2) penyisipan unsur kata bahasa Inggris 76 tuturan,

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan terhadap method doUpdate yang dilakukan menggunakan komputer spesifikasi tinggi, sedang dan rendah didapatkan hasil bahwa grafik

peduli terhadap kondisi lingkungan sungai di kota banjarmaisn serta potensi wisata sungai yang akan menambah devisa kota dan membantu prekonomian Masyarakat Banjar. 3.4