• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N Nomor 271/PID.SUS/2017/PT PBR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. : Long Hung B, Lap Vo, Dong Thap Vietnam.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N Nomor 271/PID.SUS/2017/PT PBR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. : Long Hung B, Lap Vo, Dong Thap Vietnam."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

P U T U S A N

Nomor 271/PID.SUS/2017/PT PBR

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Pekanbaru, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana, dalam pengadilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : NGUYEN VAN HIEU.

Tempat lahir : Long Hung B, Lap Vo, Dong Thap Vietnam Umur/Tanggal lahir : 37 Tahun/ 1 Januari 1979.

Jenis kelamin : Laki-laki. Kebangsaan : Vietnam.

Tempat tinggal : Long Hung B, Lap Vo, Dong Thap Vietnam. Agama : Budha.

Pekerjaan : Nelayan/Nahkoda KM Murkhan 5. Terdakwa tidak ditahan;

Terdakwa tidak didampingi penasehat hukum;

Dipersidangan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang, telah pula diambil sumpah seorang penerjemah bernama Kok Tai, umur 53 tahun menurut agamanya yaitu Budha;

Pengadilan Tinggi Tersebut :

Telah membaca :

1. Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Pekanbaru tanggal 8 Desember 2017, Nomor: 271/PID.SUS/2017/PT PBR, tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara pidana atasnama Terdakwa: “NGUYEN VAN HIEU,” tersebut di atas;

2. Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan dengan perkara ini

serta turunan putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang, tanggal 6 September 2017, Nomor: 16/Pid.Sus.PRK/2017/PN Tpg dalam perkara

(2)

Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan kepersidangan oleh Penuntut Umum dengan surat dakwaan tertanggal 8 Juni 2017 Nomor Reg Perkara : PDM-2/TG.PIN/Euh.2/06/2017 yang berisi sebagai berikut:

DAKWAAN Kesatu :

Bahwa Terdakwa Nguyen Van Hieu selaku Nahkoda KM. TG 94916 TS Pada hari Jumat tanggal 21 April 2017 sekira pukul 06.18 wib atau setidak tidaknya pada suatu waktu dalam bulan April tahun 2017 bertempat di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia/ZEE Indonesia pada posisi 060 19,342’ LU – 1070 25,172’ 00’’ T atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Perikanan pada Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkaranya, dengan sengaja di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia melakukan usaha perikanan di bidang penangkapan, pembudidayaan, pengangkutan, pengelolaan dan pemasaran ikan yang tidak memiliki SIUP yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara-cara sebagai berikut :

- Berawal pada hari Jumat tanggal 21 April 2017 KP HIU 06 sekira pukul 06.18 wib, saksi Surono dan saksi Oktafiandi Fajrin Awak kapal Pengawas Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI sedang melakukan patroli Bersama Kamla dalam negeri Bakamla RI “Nusantara-IIA” Tahun 2017 dan berhasil melakukan penangkapan terhadap kapal penangkap ikan KM. TG 94916 TS berbendera Vietnam yang dinakhodai oleh Terdakwa pada posisi posisi 030 28’ 86’’ U – 1050 45’ 00’’ T yang sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Perairan Indonesia yaitu di wilayah perairan Indonesia Bagian Barat yaitu Laut Natuna yang termasuk wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).

- Bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan kapal penangkap ikan KM. TG 94916 TS berbendera Vietnam tersebut, baru saja melakukan melakukan kegiatan penangkap ikan di wilayah ZEEI dengan menggunakan alat tangkap TRAWL, selain itu juga ditemukan ± 100 KG (seratus kilogram) ikan campur dan Terdakwa tidak memiliki Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP) dalam melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia,

- Bahwa cara pengoperasian alat tangkap ikan pada kapal tersebut adalah sebelum diturunkan jaring Trawl dipersiapkan terlebih dahulu, setelah semua terpasang dengan baik kemudian jaring diturunkan pelan-pelan kedasar laut bersamaan

(3)

dengan slop dengan atau papan otter board dan ditarik dengan menggunakan kecepatan rata-rata 2 mil per jam ± 7 jam baru jaring diangkat ke atas kapal, hasil tangkapan dipilih dan dipisahkan berdasarkan ukuran dan jens ikan, penurunan jaring dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari semalam, dan selama kegiatan pengoperasian Jaring Trawl semua dibawah kendali Terdakwa selaku nakhoda.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1) Jo. Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 Perikanan.

Atau Kedua :

Bahwa Ia, Terdakwa Nguyen Van Hieu selaku Nahkoda KM. TG 94916 TS, Pada waktu dan tempat sebagaimana pada dakwaan Kesatu, memiliki dan/ atau mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing melakukan penangkapan ikan di ZEEI yang tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

- Berawal pada hari Jumat tanggal 21 April 2017 KP HIU 06 sekira pukul 06.18 wib, saksi Surono dan saksi Oktafiandi Fajrin Awak kapal Pengawas Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI sedang melakukan patroli Bersama Kamla dalam negeri Bakamla RI “Nusantara-IIA” Tahun 2017 dan berhasil melakukan penangkapan terhadap kapal penangkap ikan KM. TG 94916 TS berbendera Vietnam yang dinakhodai oleh Terdakwa pada posisi posisi 030 28’ 86’’ U – 1050 45’ 00’’ T yang sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Perairan Indonesia yaitu di wilayah perairan Indonesia Bagian Barat yaitu Laut Natuna yang termasuk wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI).

- Bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan kapal penangkap ikan KM. TG 94916 TS berbendera Vietnam tersebut, baru saja melakukan melakukan kegiatan penangkap ikan di wilayah ZEEI dengan menggunakan alat tangkap TRAWL, selain itu juga ditemukan ± 100 KG (seratus kilogram) ikan campur dan Terdakwa tidak memiliki Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) dalam melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia,

- Bahwa cara pengoperasian alat tangkap ikan pada kapal tersebut adalah sebelum diturunkan jaring Trawl dipersiapkan terlebih dahulu, setelah semua terpasang dengan baik kemudian jaring diturunkan pelan-pelan kedasar laut bersamaan

(4)

denagn slop dengan atau papan otter board dan ditarik dengan menggunakan kecepatan rata-rata 2 mil per jam ± 7 jam baru jaring diangkat ke atas kapal, hasil tangkapan dipilih dan dipisahkan berdasarkan ukuran dan jens ikan, penurunan jaring dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari semalam, dan selama kegiatan pengoperasian Jaring Trawl semua dibawah kendali Terdakwa selaku nakhoda.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) Jo. Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 Perikanan. Atau

Ketiga :

Bahwa Ia, Terdakwa Nguyen Van Hieu selaku Nahkoda KM. TG 94916 TS, Pada waktu dan tempat sebagaimana pada dakwaan Kesatu, dengan sengaja memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkap ikan dan/atau alat bantu penangkap ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

- Berawal pada hari Jumat tanggal 21 April 2017 KP HIU 06 sekira pukul 06.18 wib, saksi Surono dan saksi Oktafiandi Fajrin Awak kapal Pengawas Direktorat Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP RI sedang melakukan patroli Bersama Kamla dalam negeri Bakamla RI Nusantara-IIA Tahun 2017 dan berhasil melakukan penangkapan terhadap kapal penangkap ikan KM. TG 94916 TS berbendera Vietnam yang dinakhodai oleh Terdakwa pada posisi posisi 030 28’ 86’’ U – 1050 45’ 00’’ T yang sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan di Perairan Indonesia yaitu di wilayah perairan Indonesia Bagian Barat yaitu Laut Natuna yang termasuk wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) ;

- Bahwa pada saat dilakukan pemeriksaan kapal penangkap ikan KM. TG 94916 TS berbendera Vietnam tersebut, baru saja melakukan melakukan kegiatan penangkap ikan di wilayah ZEEI dengan menggunakan alat tangkap TRAWL, selain itu juga ditemukan ± 100 Kg (seratus kilogram) ikan campur dan Terdakwa tidak memiliki Surat Ijin Usaha Perikanan (SIUP) dalam melakukan penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia ;

- Bahwa cara pengoperasian alat tangkap ikan pada kapal tersebut adalah sebelum diturunkan jaring Trawl dipersiapkan terlebih dahulu, setelah semua terpasang dengan baik kemudian jaring diturunkan pelan-pelan kedasar laut bersamaan

(5)

denagn slop dengan atau papan otter board dan ditarik dengan menggunakan kecepatan rata-rata 2 mil per jam ± 7 jam baru jaring diangkat ke atas kapal, hasil tangkapan dipilih dan dipisahkan berdasarkan ukuran dan jens ikan, penurunan jaring dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari semalam, dan selama kegiatan pengoperasian Jaring Trawl semua dibawah kendali Terdakwa selaku nakhoda ;. - Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Alat Tangkap dan KM. TG 94916 TS oleh

Ahli Perikanan pada hari Rabu tanggal 19 April 2017 yang ditandatangani oleh Asriadi diperoleh hasil pemeriksaan Alat Penangkapan Ikan, sebagai berikut : Jenis Alat penangkap Ikan berupa Trawl / Pukat Harimau dengan spesifikasi: - Panjang tali penarik : 150 m

- Panjang sayap jaring : 10 m - Panjang badan jaring : 15 m - Panjang kantong jaring: 10 m

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 85 jo Pasal 9 ayat (1) Jo. Pasal 102 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 Perikanan

Telah mendengar Tuntutan pidana dari Penuntut Umum yang pada pokoknya agar mohon agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini memberikan Putusan sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa Nguyen Van Hieu bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana memiliki dan/atau mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing melakukan penangkapan ikan di ZEEI yang tidak memiliki SIPI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 Ayat (2)” sebagaimana didakwakan kepada Terdakwa yaitu melanggar Pasal 93 Ayat (2) jo Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang RI No 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan ;

2. Menjatuhkan pidana denda terhadap Terdakwa Nguyen Van Hieu sebesar Rp. 500.000.000,- (Lima Ratus Juta) Subsidair 6 (Enam) bulan kurungan ;

3. Menyatakan barang bukti berupa : - 1 (satu) unit KM. TG 94916 TS ; - 1 (satu) buah GPS Merek Furuno ;

(6)

- 1 (satu) Unit Kompas ;

- 1 (satu) Unit Radio Star 2400 ; - 1 (satu) Unit Alat Tangkap Trawl ;

- Ikan Campur + 100 Kg (telah dilakukan pemusnahan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam No. 13/Pen.Pid/2017/PN.BTM tanggal 23 Mei) ; dirampas untuk dimusnahkan

4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5000,- (Lima Ribu Rupiah) ;

Telah mendengar pembelaan Terdakwa yang diucapkan di persidangan yang pada pokoknya sebagai berikut:

- Terdakwa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya; - Terdakwa minta dihukum seringan-ringannya;

- Terdakwa tidak pernah dihukum;

Menimbang, bahwa berdasarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut umum tersebut, Pengadilan NegeriTanjung Pinang, telah menjatuhkan putusan Nomor: 16/Pid.Sus.PRK/2017/PN Tpg, tanggal 6 Septenber 2017 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:

1. Menyatakan Terdakwa Nguyen Van Hieu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengoperasikan Kapal Penangkap Ikan Berbendera Asing di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) yang tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) sebagaimana dalam dakwaan kedua Penuntut Umum ;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana denda sejumlah Rp. 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah) ;

3. Menetapkan barang bukti berupa : 1. 1 (satu) unit KM. TG 94916 TS ;

2. 1 (satu) buah GPS Merek Furuno GP 32 ;

3. 1 (satu) Unit Radio Komunikasi Kapal (Marine CB Radio Telephone) merk Star 2400 ;

4. 1 (satu) Unit Kompas ;

5. 1 (satu) Unit Supply RPM Digital merk Tachometer ; dirampas untuk negara ;

(7)

7. + 100 (lebih kurang seratus) Kg Ikan Campur (dalam keadaan rusak telah dilakukan pemusnahan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Batam No. 13/Pen.Pid/2017/PN.BTM tanggal 23 Mei 2017)

dimusnahkan ;

4. Membebani Terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5000 (lima ribu rupiah) ;

Menimbang, bahwa terhadap Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang 16/Pid.Sus.PRK/2017/PN Tpg, tanggal 6 Septenber 2017, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang menyatakan Banding dihadapan Panitera Pengadilan Tanjung Pinang sebagaimana termaktup dari Akta Permintaan Banding, pada tanggal 12 September 2017, dengan Nomor 17/akta.Pidsus-PRK/ 2017/PN Tpg, dan telah diberitahukan secara syah dan patut kepada Penasihat Hukum Terdakwa tanggal 10 Oktober 2017;

Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tanjung Pinang mengajukan Memori Banding pada tanggal 30 Oktober 2017, yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang tanggal 1 November 2017 Nomor 17/akta.Pidsus-PRK/ 2017/PN Tp dan memori banding tersebut telah diberitahukan dan diserahkan kepada Terdakwa pada tanggal 2 November 2017;

Menimbang, bahwa sebelum berkas perkara dikirimkan ke Pengadilan Tinggi, kepada Penuntut Umum maupun Terdakwa telah diberikan kesempatan mempelajari berkas perkara (inzage) sebagaimana surat Panitera Pengadilan NegeriTanjung Pinang tanggal 3 November 2017 Nomor : 17/akta.Pidsus-PRK/ 2017/PN.Tpg terhitung sejak tanggal 3 November 2017 sampai dengan tanggal 10 November 2017 selama 7 (tujuh) hari kerja ;

Menimbang, bahwa permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum telah diajukan dalam tenggang waktu dan cara serta syarat-syarat yang ditentukan Undang-Undang, maka permintaan banding tersebut secara formil dapat diterima ;

Menimbang, bahwa Memori Banding Jaksa Penuntut Umum tersebut pada pokoknya mohon supaya Pengadilan Tinggi Pekanbaru menerima permohonan Banding dan menyatakan atau merubah Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang tanggal 6 September 2017, Nomor : 16/Pid.Sus/PRK/2017/PN Tpg, dengan hukuman yang sesuai dengan apa yang kami mintakan dalam tuntutan Pidana yang kami ajukan pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 tersebut;

(8)

Menimbang, bahwa Terdakwa dalam perkara ini tidak mengajukan Kontra Memori Banding ;

Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi mempelajari dengan seksama berkas perkara dan turunan resmi Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang tanggal 16 September 2017 Nomor 16/Pid Sus/PRK/2017/PN Tpg, serta Memori Banding dari Jaksa Penuntut Umum, Pengadilan Tinggi telah sependapat dengan pertimbangan Hakim Pengadilan Tingkat Pertama dalam putusannya, bahwa Terdakwa terbukti dengan sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwa alternatif kedua, dan pertimbangan Hakim Tingkat Pertama diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi sendiri dalam memutus perkara ini dalam tingkat banding;

Menimbang bahwa Majelis Hakim Tingkat Banding juga sependapat dengan penjatuhan Pidana terhadap Terdakwa berdasarkan pertimbangan hukum Majelis Hakim Tingkat Pertama, Bahwa pidana yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama cukup memberi pelajaran bagi Terdakwa untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi di kemudian hari;

Menimbang bahwa, berdasarkan pertimbangan tersebut diatas Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang Nomor 16/Pid Sus/PRK/2017/PN Tpg, tanggal 16 September 2017, yang diajukan banding tersebut haruslah dikuatkan ;

Menimbang bahwa, oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana, maka

membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding besarnya disebutkan pada amar putusan dibawah ini ;

Memperhatikan Pasal 93 Ayat (2) Jo Pasal 27 Ayat (2) Jo Pasal 5 Ayat (1) Huruf b Jo Pasal 102 Undang-Undang Nomor.31 Tahun 2004 Tentang Perikanan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor.45 Tahun 2009 Tentang Perikanan Jo Undang-Undang Nomor. 8 Tahun 1981 serta peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan perkara ini;

M E N G A D I L I :

- Menerima permohonan banding dari Pembanding/Jaksa Penuntut Umum tersebut ;

(9)

- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Tanjung Pinang tanggal 16 September 2017 Nomor 16/Pid Sus/PRK/2017/PN Tpg, yang dimohonkan banding tersebut;

- Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam kedua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) ;

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim

Pengadilan Tingkat Banding pada hari Selasa tanggal 9 Januari 2018 oleh Kami

H. Sarpin Rizaldi, S.H,.M.H., sebagai Hakim Ketua Majelis, Fakih Yowono, S.H. dan H. Zaherwan Lesmana, S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana diucapkan pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 dalam sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis tersebut, dengan didampingi Hakim-hakim Anggota, H. Dabesri Bara, S.H.,M.H. sebagai Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Pekanbaru, tanpa dihadiri oleh Penuntut umum dan Terdakwa.-

Hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis,

1. Fakih Yowono, S.H. H. Sarpin Rizaldi, S.H,.M.H.,

2. H. Zaherwan Lesmana, S.H.,

Panitera Pengganti

Referensi

Dokumen terkait

Selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang 4v. Bapak Hendra Kusuma, S.E., M.S.E selaku sekertaris

Kandung kemih adalah ruangan berdinding otot polos yang terdiri dari dua bagian besar : Badan (corpus), merupakan bagian utama kandung kemih dimana urin berkumpul dan, leher

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada guru BK atau psikolog dan guru agama untuk mendapatkan keterangan

Untuk menyelaraskan fungsi bisnis pada Bidang Konservasi Dan Pengendalian Perubahan Iklim dengan teknologi informasi framework TOGAF ADM merupakan framework EA yang cocok

Indikasi relatif pada tiroidektomi meliputi pasien dengan perokok, Graves ophthalmopathy sedang hingga berat, pasien yang meginginkan control cepat sehingga segera

1 Rehabilitasi Sedang/ Berat Saluran Drainase/Gorong- Gorong Wilayah Kecamatan Prabumulih Timur. Rehabilitasi Sedang/ Berat Saluran Drainase/Gorong-Gorong Wilayah Kecamatan

Segmen bawah rahim dan serviks yang rapuh mudah robek dan oleh sebab kurangnya elemen otot yang terdapat di sana, kedua kondisi ini berpotensi meningkatkan kejadian

mereka.Walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah, tidak menyurutkan niat pemilik perusahaan untuk mencoba berinvestasi baik dalam bentuk tabungan, deposito, saham, atau