A. Latar Belakang
Organisasi merupakan sebuah wadah yang dipakai untuk melakukan
kegiatan dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Dimana pelaku kegiatan
tersebut adalah manusia yang merupakan anggota atau peserta dari organisasi,
baik organisasi yang bergerak bidang perdagangan, perbankan maupun bidang
pemerintahan. Mereka akan melakukan aktivitas maupun rangkaian untuk
mencapai tujuan organisasi. Manusia merupakan makhluk hidup yang mana
mempunyai perilaku yang didasarkan atas nilai yang dianut oleh manusia
tersebut sehingga dapat melakukan kewajiban dan hak nya masing–masing
untuk menghasilkan produktifitas seoptimal mungkin dan senyaman mungkin
ketika ditempat kerja. Didalam organisasi sumber daya manusia merupakan
aspek yang krusial yang menentukan efektifan suatu organisasi, bahwa
organisasi perlu mendidik, merekrut, dan mempertahankan sumber daya
manusia agar bisa mempertahankan atau dapat memberikan kinerja yang lebih
baik. Setiap perusahaan selalu mempunyai SDM, dimana SDM ini berfungsi
menggerakan roda perekomian dan menjalankan proses-proses atau kegiatan
dalam perusahaan.
Seperti di perusahaan Royal Korindah Purbalingga perusahaan ini
merupakan perusahaan yang berdiri sudah lama dan merupakan perusahaan
yang mana bangunan pertama merupakan kantor utama, 5 bangunan
dibelakang merupakan bangunan produksi dan 2 bangunan yang terakhir
merupakan paking dan gudang. Dikantor ini terdapat banyak pekerja, yang
biasa disebut dengan karyawan. Karyawan ini bertugas mengurus karyawan
dibagian produksi, pengecekan barang, membuat sampel, membuat design,
mengatur karyawan produksi melalui supervaisor masing-masing, serta
pembukuan dalam kantor.
Di perusahaan ini, juga terdapat struktur organisasi yang terdiri dari
karyawan yaitu: factori manager berjumlah 1orang, expenses, secretary
berjumlah 1 orang, Accounting berjumlah 7orang, IT 3 orang, MR, HR dan
GA 12 orang, PPIC 67 orang, Produksi, QA 225 orang, Engineering 22 orang.
Struktur diatas mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing dalam
perusahaan. Dan yang akan di teliti dalam penelitian ini yaitu pada karyawan
bagian Accounting (merupakan bagian perhitungan atau pencatatan
pengeluaran dan pemasukan dalam perusahaan) IT, HR dan GA (General
Affair), QA(Qualiy Assurance) serta Engineering (pengembangan produk dan
mesin-mesin pendukung) yang semuanya berjumlah 269 karyawan. Berarti
secara otomatis karyawan harus bisa semaksimal mungkin beradaptasi dengan
lingkungan dan mempergunakan fasilitas yang ada untuk menyelesaikan
tugasnya.
Setiap karyawan harus memiliki motivasi, tujuan, cara kerja serta
kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan dalam kerja. Karakteristik dan kebiasaan
dengan yang lain, karena setiap orang pasti mempunyai perilaku, cara
pandang, prinsip bahkan sifat tentang cara kerja yang berbeda sesuai pribadi
dan job deskripsi masing-masing karyawan. Dengan adanya etos kerja tersebut
berarti seseorang juga mempunyai tujuan hidup yang berbeda–beda sesuai
harapannya.
Hasil penelitian firman (2007) mengenai etos kerja karyawan yang
dapat diambil kesimpulan bahwa etos kerja dapat dilihat dari disiplin kerja
dalam melaksanakan tugas sehari-hari yang belum memuaskan hal ini ditandai
dengan 46,57% banyak Kepala Sekolah SD Kota Padang Panjang yang tidak
disiplin waktu dan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan keadaan
seperti ini akan berpengaruh dengan karyawan lainya yang ada di perusahaan
dan membuat suasana perusahaan kurang nyaman untuk bekerja.
Menurut Tasmara (2002) etos kerja merupakan totalitas kepribadian
diri, serta cara mengekpresikan memandang, meyakini dan memberikan
makna ada sesuatu yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih
penghasilan yang optimal, sehingga pola hubungan antar manusia dengan
dirinya dan antar manusia dengan makhluk lainya dapat terjalin dengan baik.
Berarti jika seseorang memiliki semangat bahkan motivasi dari dalam diri
maka etos kerja yang diperoleh atau dihasilkan akan tinggi. Sebaliknya jika
seseorang tidak mempunyai semangat maka etos kerja yang diperoleh akan
rendah.
Setelah melakukan interview dan observasi, 26 April 2011 serta 29
Engineering. Sebagian karyawan di Royal Korindah merasa bekerja hal yang
membebani, karena mereka masih ingat dengan pekerjaan rumah serta anak
yang ditinggalkan saat bekerja, menurut karyawan Accounting juga
beranggapan kerja hanya menghambat kesenangan ketika ia akan berkumpul
dan bermain dengan teman-temannya, selain itu ia merasa bekerja merupakan
hal yang membosankan dengan situasi atau keadaan lingkungan kantor.
Dan pada tanggal 29 April 2011 saat melakukan observasi, ada
beberapa karyawan laki–laki dan perempuan sedang asik bersanda-gurau
dengan karyawan lain saat jam kerja, serta masih ada karyawan yang kurang
mematuhi peraturan perusahaan. Mereka jarang berdiskusi saat melakukan
pekerjaan bahkan sering berkelompok dengan teman atau karyawan yang
dianggap kenal saat beersanda-gurau.
Dengan adanya hal semacam ini, maka etos kerja akan dipengaruhi
oleh suasana tersebut, misalnya hubungan karyawan yang masih berkelompok,
kurang disiplin saat jam kerja, kurang adanya interaksi atau diskusi antar
karyawan dengan keadaan seperti ini karyawan akan merasa tidak nyaman
berada di kantor. Seharusnya karyawan harus bisa menyesuaikan lingkungan
seperti pendapat Gilmer (1984) bahwa iklim organisasi merupakan keadaan di
dalam organisasi dimana setiap anggota saling berinterakasi, membatasi dan
mengenali satu sama lain, serta menentukan kualitas kerjasama, pembagian
anggota organisasi dan eksistensi yang akan mengubah tujuan menjadi lebih
untuk proses kerja maupun hubungan antar karyawan baik dengan atasan
serta dengan rekan kerja dalam kantor.
Berdasarkan hasil interview Menurut “SR” karyawan bagian IT, bahwa
di perusahaan setiap karyawan kurang bisa berbaur dengan seluruh karyawan
dan hanya teman dekatnya saja yang mereka kenal. Karyawan lain kurang
bisa membantu atau kerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan bersama.
Lebih-lebih suasana kantor yang kurang ada interaksi lancar dan kurang
koordinasi dengan rekan kerja serta kurang diskusi dalam memulai atau saat
bekerja. Menurut PS, karyawan bagian QA (pengecekan barang jadi) ia
merasa senang berkelompok dengan teman dekatnya dan merasa memiliki
perlakuan sama terhadap peraturan yang ada di perusahaan. Saat bekerja pun
ia merasa bosankan serta jenuh dengan rutinitas yang sama. Selain itu
penghasilan yang kurang memenuhi, bahkan karyawan sering melihat
kesenjangan dan perlakuan khusus pada atasan dengan bawahan. Dengan
adanya situasi di PT Royal Korindah, maka karyawan menganggap bahwa
bekerja sesuatu hal yang membebani, bekerja menghambat kesenangan, serta
dilingkungan kerja masih ada pengelompokan dan kurang adanya hubungan
komunikasi serta interaksi antar departemen dan rekan kerja satu departemen.
Seharusnya masing-masing karyawan mempunyai motivasi dalam
dirinya agar dapat melaksanakan tugas-tugas yang ada. Bahkan tiap–tiap
karyawan mampu menghargai serta dapat berhubungan baik antar sesama dan
merasa nyaman saat bekerja. Pada akhirnya, iklim organisasi oleh hampir
kerja maupun hubungan antar karyawan baik dengan atasan serta dengan
rekan kerja dalam kantor. Jika karyawan di kantor tidak bisa berbaur bahkan
kurang interaksi dengan yang lain maka berdampak menghambat kinerja para
karyawan dikantor, walaupun peralatan sudah memenuhi tetapi hubungan
interaksi yang kurang lancar dan kurang koordinasi dengan rekan kerja serta
kurang diskusi dalam memulai atau saat bekerja, Hal seperti ini yang akan
menurunkan semangat dalam bekerja dan dengan lingkungan perusahaan
dengan karyawan yang senang berkumpul atau berkelompok dengan teman
dekatnya, maka akan membuat karyawan lain merasa kurang nyaman dan
kurang diperhatikan karyawan lain.
Menurut Kartikandri (2002) iklim organisasi yang menyenangkan akan
membuat karyawan merasa senang untuk tinggal didalamya serta terpacu
untuk meningkatkan etos kerja. Sehingga setiap karyawan harus memiliki etos
kerja yang baik yaitu dengan berperilaku disiplin saat bekerja, dapat
bertanggung jawab, jujur, teliti, dapat menghargai, dapat berkomunikasi
dengan baik, berinteraksi dengan yang lain, ulet dan bisa menyelesaikan tugas
bersama-sama. Jika setiap karyawan mempunyai etos kerja yang seperti ini
maka hubungan bersama dapat terjalin dengan baik dan tidak ada lagi
konformitas antar depertemen.
Menurut pendapat Nitisemito (1977) bahwa iklim organisasi adalah
segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi
dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebabankan. Sama halnya
kedisiplinan, kurang bisa berbagi dan kurang membantu pekerjaan teman yang
belum selesai, selalu mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi
sehingga menganggap kerja sebagai hal yang membebani, menghambat
kesenangan, membosankan dengan rutinitas yang monoton, dan di kantor
masih ada pengelompokan dan kurang komunikasi serta interaksi antar
departemen dan rekan kerja satu departemen. Karyawan kurang mempunyai
motivasi dalam diri, sehingga kerja sebagai hal yang terpaksa, mereka kadang
merasa jenuh serta mereka juga kurang merasa nyaman dengan keadaan
perusahaan dengan iklim yang kurang menyenangkan akan berpengaruh
dengan etos kerja dari pribadi seseorang.
Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk
melakukan penelitian tentang pengaruh iklim organisasi terhadap etos kerja
pada karyawan bulu mata di PT Royal Korindah Purbalingga.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah,
Apakah ada pengaruh iklim organisasi terhadap etos kerja pada karyawan bulu
mata di PT Royal Korindah Purbalingga
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi
terhadap etos kerja pada karyawan bulu mata di PT Royal Korindah
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan sumbangan bagi
pengembangan ilmu psikologi industri dan organisasi yang berkaitan
dengan pengetahuan iklim organisasi dan etos kerja karyawan.
2. Manfaat praktis
a. Perusahaan
Memberikan informasi kepada perusahaan agar dapat membantu
untuk membentuk iklim organisasi yang baik, dengan menyediakan
lingkungan yang nyaman seperti ventilasi, udara, peralatan serta
penerangan yang maksimal, sehingga karyawan yang bekerja merasa
nyaman
b. Karyawan
Memberi pengetahuan kepada karyawan tentang iklim organisasi
yang baik, sehingga dapat meningkatakan etos kerja masing-masing
karyawan, dengan semangat, kerja keras, tanggung jawab dan bisa ber