III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini adalah quasi

Teks penuh

(1)

III. METODE PENELITIAN

3.1 Rancangan Penelitian

Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian ini adalah quasi eksperimen. Quasi eksperimen adalah desain eksperimental semu, karena tidak dapat memberikan pengendalian secara penuh melalui penggunaan prosedur pengacakan. Misalnya, dalam penelitian yang dilakukan di dalam kelas, pengeksperimen mungkin tidak dapat mengelompokkan subyeknya secara acak. Dalam hal ini, ia harus memakai desain yang dapat memberikan pengendalian sebanyak mungkin dalam situasi yang ada (Furchan, 2002:368).

Dalam desain penelitian ini terdapat tiga variabel penelitian : 1) variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa, 2) variabel bebas yaitu pemanfaatan media pembelajaran, dan 3) variabel atribut yaitu gaya belajar. Adapun desain eksperimen yang diterapkan adalah faktorial 2 X 2 di mana masing-masing variabel bebas diklasifikasikan menjadi 2 (dua) taraf. Variabel bebas perlakuan diklasifikasikan dalam bentuk pembelajaran dengan media pembelajaran CD interaktif (A1) dan media pembelajaran model (A2). Variabel atribut yang

disertakan dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi gaya belajar visual (B1)

dan gaya berlajar kinestetik (B2). Sedangkan variabel terikat yang ingin diamati

(2)

Desain penelitian yang digunakan dapat dilihat pada tabel 3.1 Tabel 3.1 Desain Penelitian

Media Pembelajaran (A) CD Interaktif (A1) Model (A2) Gaya Belajar (B) Visual (B1) A1B1 A2B1 Kinestetik (B2) A1B2 A2B2 Keterangan:

A1B1 : adalah blok sampel siswa yang memanfaatkankan media pembelajaran

CD interaktif dengan gaya belajar visual.

A2B1 : adalah blok sampel siswa yang memanfaatkan media pembelajaran

model dengan gaya belajar visual.

A1B2 : adalah blok sampel siswa yang memanfaatkan media pembelajaran CD

interaktif dengan gaya belajar kinestetik.

A2B2 : adalah blok sampel siswa yang memanfaatkan media pembelajaran

model dengan gaya belajar kinestetik. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

3.2.1 Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Pringsewu yang beralamat Jl. Olahraga No 001 Pringsewu Barat.

3.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-November tahun pelajaran 2012-2013.

Variabel Bebas Variabel

(3)

3.3 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pringsewu tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 160 siswa yang tebagi menjadi 5 kelas. Tabel 3.2 Jumlah Siswa Tiap Kelas

No Kelas Populasi 1 XI IPA1 32 2 XI IPA 2 32 3 XI IPA 3 32 4 XI IPA 4 32 5 XI IPA 5 32 Jumlah Total 160

3.3.2 Teknik Pengambilan Sampel

Untuk pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik sampling yang digunakan peneliti karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampel (Arikunto, 2006:139-140). Teknik ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa kedua kelas yang dipilih memiliki kondisi yang homogen dan mengandung ciri-ciri yang mewakili ciri-ciri populasi secara keseluruhan. Dari empat kelas yang ada, kelas XI IPA 3 dan XI IPA 5 yang diambil peneliti dijadikan sebagai kelas eksperimen, atas pertimbangan akumulasi nilai rata-rata kelas berdasarkan nilai raport biologi pada semester sebelumnya hampir sama (lampiran 11).

(4)

Setelah dilakukan penyebaran instrumen tentang gaya belajar diperoleh jumlah sampel yang diolah datanya sebagai berikut.

Tabel 3.3 Perincian Jumlah Sampel

Media Pembelajaran (A) Jumlah CD Interaktif (A1) Model (A2) Gaya Belajar (B) Visual (B1) 11 12 23 Kinestetik (B2) 9 7 16 Jumlah 20 19 39

3.4 Teknik Pengumpulan Data

3.4.1 Teknik Non Tes

Angket atau kuesioner digunakan untuk mendapatkan data mengenai gaya belajar siswa. Pengumpulan data variabel atribut gaya belajar siswa diukur dengan menggunakan instrumen gaya belajar. Instrumen telah divalidasi sebanyak 25 butir, kemudian disebar kepada sampel penelitian. Instrumen gaya belajar dibuat berdasarkan kisi-kisi yang telah ditetapkan sebelumnya (lampiran 3). Masing-masing butir soal pada instrumen gaya belajar terdapat tiga pilihan jawaban. Pilihan jawaban A berisi pertanyaan yang mengacu pada gaya belajar visual dan diberi skor 1. Pilihan jawaban B berisi pertanyaan yang mengacu pada gaya belajar auditorial dan diberi skor 2. Sedangkan pilihan jawaban C berisi pertanyaan yang mengacu pada gaya belajar kinestetik dan diberi skor 3.

Variabel Bebas Variabel

(5)

   

 

pre pre post S S S S Gain N     max

Instrumen angket gaya belajar dapat dilihat pada lampiran 3. Adapun data variabel atribut gaya belajar yang digunakan pada penelitian ini adalah gaya belajar visual (B1) dan gaya belajar kinestetik (B2).

3.4.2 Teknik Tes

Peningkatan prestasi belajar pada materi pokok sel diukur dengan tes prestasi belajar menggunakan 25 butir soal berbentuk pilihan jamak dan 4 soal esai. Instrumen prestasi belajar dibuat oleh peneliti berdasarkan kisi-kisi yang telah ditentukan sebelumnya (lampiran 4). Data tentang prestasi belajar merupakan nilai tentang penguasaan materi pokok sel.

Tes prestasi belajar diberlakukan pada sampel dua kali, yaitu sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (postest) dilaksanakan. Selisih antara nilai sesudah perlakuan (postest) dengan sebelum perlakuan (pretest) yang disebut N-Gain yang diberikan pada kedua kelas eksperimen. Adapun N-Gain rumusnya adalah :

Dengan Spost = postest pre

S = pretest

max

S = skor maksimal pretest dan postest.

Pengklasifikasian N-Gain prestasi dapat dilihat pada Tabel 3.4 berikut: Tabel 3.4 Klasifikasi N-Gain Ternormalisasi

Rerata N-Gain Ternormalisasi Klasifikasi

g > 0,7 Tinggi

0,3  g  0,7 Sedang

g < 0,3 Rendah

(6)

3.5 Definisi Konseptual Variabel

3.5.1 Variabel Bebas

3.5.1.1 Media CD Interaktif

CD interaktif adalah sebuah media yang menegaskan sebuah format multimedia dapat dikemas dalam sebuah CD (Compact Disk) dengan tujuan aplikasi interaktif di dalamnya. CD ROM (Ready Only Memory) merupakan satu-satunya dari beberapa kemungkinan yang dapat menyatukan suara, video, teks, dan program dalam CD. Compact Disc Interactive (CDI) memuat bahan ajar interaktif yang merupakan kombinasi audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video.

3.5.1.2 Media Model

Media tiruan sering disebut sebagai model. Benda model dapat diartikan sebagai sesuatu yang dibuat dengan ukuran tiga dimensi, sehingga menyerupai benda aslinya untuk menjelaskan hal-hal yang mungkin diperoleh dari benda sebenarnya. Benda asli kemudian dibuat modelnya dalam bentuk besar seperti aslinya atau sangat kecil. Penggunaan benda-benda tiruan perlu dilakukan pengajar, dengan pertimbangan :

a. Mungkin benda tersebut sulit didapatkan b. Benda tersebut terlalu jauh tempatnya c. Benda tersebut teralu kecil atau terlalu besar

d. Mungkin benda tersebut merupakan benda yang dilindungi oleh cagar budaya.

Dengan alasan itu, maka bentuk dari suatu model dapat dibuat untuk keperluan pembelajaran yaitu mungkin dengan menghilangkan bagian-bagian tertentu dari benda tersebut yang kurang perlu, serta menonjolkan bagian-bagian yang penting.

(7)

3.5.2 Variabel Atribut

Variabel atribut dalam penelitian ini adalah gaya belajar. Gaya belajar adalah kombinasi dari bagaimana menyerap informasi dengan mudah (modalitas), dan mengatur serta mengolah informasi yang didapat. Gaya belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual, audio, dan kinestetik.

Gaya belajar visual umumnya disebut sebagai gaya belajar pengamatan. Gaya belajar ini sangat mengandalkan penglihatan (mata) dalam proses pembelajaran. Anak-anak jenis ini tertarik dengan warna, bentuk, dan gambar-gambar hidup. Gaya belajar auditorial disebut juga dengan pendengar. Anak-anak yang memiliki gaya belajar ini umumnya memaksimalkan penggunaan indera pendengar dalam proses penangkapan dan penyerapan informasi. Umumnya mereka memperlihatkan ketertarikan yang lebih besar terhadap suara dan kata-kata. Kemampuan mereka dalam berbicara lebih cepat dan juga cepat mengenal kata-kata baru serta senang bila dibacakan cerita-cerita.

Gaya belajar kinestetik biasanya disebut juga sebagai gaya belajar penggerak. Hal ini disebabkan karena anak-anak dengan gaya belajar ini senantiasa menggunakan dan memanfaatkan anggota gerak tubuhnya dalam proses pembelajaran atau dalam usaha memahami sesuatu. Anak-anak yang termasuk jenis ini senang dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan.

(8)

3.5.3 Variabel Terikat

Variabel terikat pada penelitian ini adalah prestasi belajar. Prestasi belajar siswa merupakan hasil yang dicapai siswa setelah melakukan proses pembelajaran. Hasil belajar yang dimaksud mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang akan memiliki ketrampilan, pengetahuan, sikap dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut sebagai akibat dari stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kognitif yang dilakukan oleh pebelajar. Kapabilitas siswa tersebut dapat berupa informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, keterampilan motorik dan sikap. Jadi, prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai siswa dalam bidang studi tertentu sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya melalui tes yang terstandar sebagai pengukuran keberhasilan belajar siswa.

3.6 Definisi Operasional Variabel

3.6.1 Variabel Bebas

3.6.1.1 Media CD Interaktif

Definisi operasional pemanfaatan media CD interaktif adalah skor tes yang diperoleh siswa setelah diberikan materi sel dengan memanfaatkan media CD interaktif. Berikut ini langkah-langkah dalam operasional pemanfaatan media CD interaktif sebagai berikut:

1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang diharapkan. 2. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok.

(9)

3. Seluruh siswa yang berada di kelas eksperimen 2 berdiskusi mengenai pelajaran sel dengan memanfaatkan media CD interaktif.

4. Siswa berdikusi dalam kelompok dan mengerjakan LKS yang disediakan. 5. Dua kelompok siswa maju ke depan kelas, untuk mempresentasikan hasil

diskusi.

6. Guru menjadi fasilitator dalam diskusi.

7. Guru memberikan penguatan pada hasil diskusi. Pada tahap ini guru juga memberikan kesempatan kepada siswa yang belum mengerti untuk bertanya tentang materi yang dijelaskan.

8. Setelah siswa mengikuti penjelasan guru, maka siswa mencoba mengerjakan soal sesuai dengan materi yang telah dijelaskan oleh guru. 3.6.1.2 Media Model

Definisi operasional pemanfaatan media model adalah skor tes yang diperoleh siswa setelah diberikan materi pelajaran sel dengan memanfaatkan media model sel. Berikut ini langkah-langkah dalam operasional pemanfaatan media model pada proses pembelajaran sel sebagai berikut:

1. Seluruh siswa yang berada di kelas eksperimen 1 diberi tugas membuat model sel dengan bimbingan guru seminggu sebelum pemberian materi. 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang diharapkan

3. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok

4. Seluruh siswa yang berada di kelas eksperimen 1 berdiskusi mengenai pelajaran sel dengan memanfaatkan media model.

(10)

6. Dua kelompok siswa maju ke depan kelas, untuk mempresentasikan hasil diskusi.

7. Guru menjadi fasilitator dalam diskusi.

8. Guru memberikan penguatan pada hasil diskusi. Pada tahap ini guru juga memberikan kesempatan kepada siswa yang belum mengerti untuk bertanya tentang materi yang dijelaskan.

9. Setelah siswa mengikuti penjelasan guru, maka siswa mencoba mengerjakan soal sesuai dengan materi yang telah dijelaskan oleh guru. 3.6.2 Variabel Atribut

Variabel atribut dalam penelitian ini adalah gaya belajar. Gaya belajar terhadap materi pelajaran sel adalah kombinasi dari bagaimana siswa menyerap, mengatur serta mengolah informasi yang didapat. Informasi tersebut berhubungan dengan kegiatan pembelajaran dan menentukan tujuan yang hendak dicapai yaitu prestasi belajar. Adapun aspek yang diukur berdasarkan indikator-indikator yang berhubungan dengan gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Instrumen pernyataan gaya belajar siswa yang diberikan sebanyak 25 butir.

3.6.3 Variabel Terikat

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar. Peningkatan prestasi belajar didapat dari evaluasi berupa post test dan pre test, alat ukur yang digunakan terdiri dari 25 butir soal pilihan jamak dan 4 butir soal esai pada materi pelajaran sel pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Pringsewu. Pemberian skor sesuai dengan bobot nilai yaitu untuk butir soal pilihan jamak setiap jawaban

(11)

benar adalah 4 dan jawaban salah adalah 0. Sedangkan untuk skor tiap butir soal essai antara 0-25, dapat dilihat pada rubrik penilaian di lampiran 4. Adapun aspek yang diukur berdasarkan indikator-indikator materi pembelajaran sel.

3.7 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian

3.7. 1 Kisi-kisi Instrumen Gaya Belajar

Berpedoman pada definisi konseptual dan operasional gaya belajar sebelumnya. Kisi-kisi instrumen angket gaya belajar disusun dari rujukan buku Quantum Learning karangan De Porter dan Hernacki (2001, 116-122). Jumlah butir instrumen angket adalah 25 butir soal. Masing-masing pertanyaan pada butir soal mengacu pada karakteristik gaya belajar visual, auditori dan kinestetik. Kisi-kisi instrumen angket gaya belajar dapat dilihat pada lampiran 3.

3.7.2 Kisi-kisi Instrumen Tes Prestasi Belajar

Instrumen penelitian untuk mengukur variabel prestasi belajar siswa berupa tes prestasi belajar. Prestasi belajar siswa dalam materi pokok sel ditentukan berdasarkan dari Kompetensi Dasar (KD) dan indikator-indikator keberhasilan belajar dalam materi pokok tersebut. Berdasarkan kompetensi dasar dan indikator-indikator tersebut kemudian disusun seperangkat tes berupa butir-butir soal. Instrumen tes terdiri dari 25 butir soal pilihan jamak dan 4 butir soal essai. Adapun kisi-kisi yang digunakan untuk membuat soal prestasi belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 4.

(12)

3.8 Kalibrasi Instrumen

3.8.1 Validitas Instrumen

Validitas instrumen adalah ketepatan dari suatu instrumen atau alat pengukuran terhadap konsep yang akan diukur, sehingga suatu instrumen akan memiliki validitas isi yang baik. Menurut Arikunto (2006:168) validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, sedangkan instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.

Untuk mengetahui apakah suatu alat ukur mempunyai validitas secara empirik yaitu dengan mengkorelasikan skor yang diperoleh pada setiap butir dengan skor total. Validitas empiris butir tes ditunjukkan oleh koofisien korelasi antara X (skor faktor) dan Y (skor total) hasil uji coba. Untuk mengetahui validitas instrumen penelitian ini menggunakan rumus korelasi Pearson Product moment (r) yaitu :

 

   } ) ( )}{ ( { ) )( ( 2 2 2 2 Y Y n X X n Y X XY n rxy

Dimana : rxy = Koefisien korelasi skor butir dan skor soal

X = skor butir Y = skor soal

n = jumlah responden Kriteria derajat validitas :

0,80 – 1,00 : derajat validitas sangat tinggi 0,60 – 0,80 : derajat validitas tinggi

0,40 – 0,60 : derajat validitas cukup/sedang 0,40 – 0,20 : derajat validitas rendah 0,00 – 0,20 : derajat validitas sangat rendah (Arikunto, 2006:170)

(13)

Untuk memudahkan perhitungan korelasinya peneliti menggunakan program Statistical Program for Sosial Science (SPSS) for Windows versi 17, pada instrumen gaya belajar. Sedangkan instrumen tes prestasi belajar menggunakan perangkat lunak bantu berupa program Anates V4.

Uji validitas instrumen gaya belajar dilakukan pada 20 responden dari kelas XI di SMA Negeri 1 Pringsewu yang tidak termasuk dalam penelitian. Hal ini dilakukan mengingat uji instrumen memang harus dilakukan pada populasi di luar penelitian. Proses input data menggunakan program SPSS 17,00 for windows. Model uji validitas yang dilakukan adalah model alpha. Menentukan tingkat validitas item soal non tes dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan

rtabel. Kriteria uji yang digunakan adalah rhitung > rtabel (n=20) 0,444, maka item

angket tersebut valid (lampiran 5).

Uji validitas tes prestasi belajar dihitung dengan menggunakan program Anates (lampiran 5). Berdasarkan lampiran tersebut dapat diketahui bahwa instrumen tes prestasi belajar siswa yang digunakan pada soal jamak memiliki nilai korelasi skor faktor dan skor total (korelasi XY) sebesar 0,74 (derajat validitas tinggi). Sedangkan pada soal essai memiliki nilai korelasi skor faktor dan skor total (korelasi XY) sebesar 0,42 (derajat validitas sedang). Hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dapat dinyatakan valid untuk digunakan. Hasil uji validitas adalah sebagai berikut.

(14)

Tabel 3.5 Hasil uji validitas instrumen penelitian

No Instrumen

Variabel

Jumlah Butir

Butir yang tidak

valid Jumlah butir yang Valid Jumlah No 1. Gaya Belajar 30 5 1, 4, 19, 25, 28 25

2. Prestasi Belajar Biologi

(soal pilihan jamak) 30 5

8, 20, 23,

29, 30 25

3. Prestasi Belajar Biologi

(soal essai) 5 1 5 4

Berdasarkan hasil uji coba pada tabel di atas, besarnya validitas gaya belajar dari 30 instrumen terdapat 5 butir soal yang tidak valid yaitu nomor 1, 4, 19, 25, 28, sehingga yang valid berjumlah 25 instrumen. Pada soal prestasi belajar terdapat 5 butir soal yang tidak valid dari pengujian 30 soal pilihan jamak, yaitu nomor 8, 20, 23, 29, 30, maka butir soal yang di anggap valid berjumlah 25. Pada soal essai dari pengujian 5 butir soal terdapat 1 butir soal yang tidak valid yaitu nomor 5 (Lampiran 5).

3.8.2 Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas instrumen adalah ketepatan atau keajegan alat ukur dalam mengukur apa yang diukur. Artinya instrumen alat ukur tersebut kapanpun akan digunakan memberikan hasil ukur yang sama, instrumen yang reliabel berarti instrumen tersebut cukup baik sehingga mampu mengungkap data yang dapat dipercaya (Arikunto, 2006:179).

(15)

Koefisien reliabilitas dianalisis menggunakan rumus Korelasi Product Momment dilanjutkan dengan rumus Spearman Brown untuk menentukan reliabilitas keseluruhan tes sebagai berikut :

r11 = 2 / 1 . 2 / 1 2 / 1 . 2 / 1 1 2 r r  Keterangan : r11 = reabilitas instrumen

r1/2 1/2 = indeks korelasi antara dua belah instrumen

Kriteria derajat reliabilitas :

r11 ≤ 0,20 : derajat reliabilitas sangat rendah

0,20 < r11 ≤ 0,40 : derajat reliabilitas rendah

0,40 < r11 ≤ 0,60 : derajat reliabilitas sedang

0,60 < r11 ≤ 0,80 : derajat reliabilitas tinggi

r11 > 0,80 : derajat reliabilitas sangat tinggi

(Arikunto, 2006 : 182).

Tetapi untuk memudahkan perhitungan digunakan bantuan program SPSS 17 for windows yaitu menggunakan analisis Correlate dengan metode split half (item instrumen dibelah dua menjadi belahan atas dan belahan bawah, atau belahan nomor ganjil dan belahan nomor genap) dimana fasilitas ini telah disediakan pada kotak dialog “Model” program SPSS 17 for windows.

Uji reliabilitas instrumen gaya belajar dihitung dengan menggunakan program SPSS 17.0 for windows yaitu menggunakan analisis Correlate dengan metode Split Half (item instrument dibelah dua menjadi belahan atas dan belahan bawah atau belah nomor ganjil dan belahan nomor genap). Jika nilai koefisien reliabilitas split half > dari rtabel. Maka dapat disimpulkan bahwa instrumen gaya belajar

(16)

Sedangkan uji reliabilitas soal tes prestasi belajar dilakukan dengan menggunakan program anates (lampiran 5). Berdasarkan lampiran tersebut dapat diketahui bahwa instrumen tes prestasi belajar siswa yang digunakan pada soal jamak memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,85 (derajat reliabilitas sangat tinggi). Sedangkan pada soal essai memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,59 (derajat reliabilitas sedang). Hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dinyatakan reliabel untuk digunakan. Hasil uji reabilitas adalah sebagai berikut. Tabel 3.6 Hasil uji reliabilitas instrumen penelitian

No Instrumen Jumlah Butir

yang valid Reliabilitas Keterangan

1. Gaya belajar 25 0,941 Reliabilitas

sangat tinggi

2.

Prestasi Belajar Biologi (soal pilihan jamak)

25 0,85 Reliabilitas

sangat tinggi

3. Prestasi Belajar

Biologi (soal essai) 4 0,59

Reliabilitas sedang

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas gaya belajar diperoleh 0,941 dan prestasi belajar sebesar 0,85 dan 0,59, maka kedua instrumen tersebut memenuhi persyaratan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

3.9 Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap deskripsi data, tahap uji persyaratan analisis, dan tahap pengujian hipotesis.

(17)

3.9.1 Tahap Deskripsi Data

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap deskripsi data ini adalah membuat tabulasi data untuk setiap variabel, dan menyusunnya dalam bentuk tabel. Data yang ditampilkan merupakan skor rata-rata gaya belajar, pretest, postest, prestasi dan N-Gain (lampiran 6).

3.9.2 Tahap Uji Persyaratan Analisis

Untuk keabsahan data dalam penelitian ini ada yang harus dipenuhi yaitu data harus berdistribusi normal dan varian data harus homogen. Hal tersebut merupakan syarat untuk data agar dapat digunakan dalam menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dengan menggunakan Anava dua jalur mensyaratkan bahwa data yang diperoleh harus normal dan homogen.

3.9.3 Uji Normalitas

Pada penelitian ini uji normalitas digunakan dengan uji kolmogorov-smirnov. Dasar pengambilan keputusan uji normalitas dengan metode kolmogorov-smirnov berdasarkan pada besaran probabilitas atau nilai asymp.sig (2-tailed), karena uji asymp.sig (2-tailed) dilakukan dengan dua sisi maka α dibagi 2 sehingga nilai α yang digunakan adalah 0,025 dengan demikian kriteria uji sebagai berikut: (1) jika nilai sig. atau probabilitas < 0,025 maka H0 diterima dengan arti bahwa data tidak

terdistribusi normal. (2) jika nilai sig. atau probabilitas > 0,025 maka H1 diterima

(18)

Teknik analisis untuk uji normalitas data dalam penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov – Smirnov (K–S) dengan bantuan program SPSS versi 17 dengan rangkumannya dapat dilihat pada tabel 3.7.

Tabel 3.7 Rangkuman Hasil Analisis Uji Normalitas

No Variabel Kolmogorov

Smirnov Z

Asymp sig

(2 Tailed) Kesimpulan 1

Kelompok siswa yang diberikan media CD interaktif dengan gaya belajar visual (A1B1)

0,727 0,666 Normal

2

Kelompok siswa yang diberikan media model dengan gaya belajar visual (A2B1)

0,404 0,997 Normal

3

Kelompok siswa yang diberikan media CD interaktif dengan gaya belajar kinestetik (A1B2)

0,582 0,888 Normal

4

Kelompok siswa yang diberikan media model dengan gaya belajar kinestetik (A2B2)

0,619 0,838 Normal

5 Kelompok siswa yang diberikan

media CD interaktif (A1) 1,680 0,744 Normal

6 Kelompok siswa yang diberikan

media model (A2) 1,195 0,115 Normal

7 Kelompok siswa yang memiliki

gaya belajar visual (B1) 0,757 0,615 Normal

8 Kelompok siswa yang memiliki

gaya belajar kinestetik (B2) 0,513 0,955 Normal Hasil output SPSS versi 17 tentang pengujian normalitas dapat dilihat pada lampiran 8. Berdasarkan data tersebut, memiliki nilai signifikansi hasil analisis > 0,05 maka semua data yang ada berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan dengan pengujian hipotesis.

(19)

3.9.4 Uji Homogenitas

Syarat dalam analisis varians adalah kehomogenan sampel. Uji homogenitas ini dilakukan untuk mengetahui kehomogenan dari perlakuan yang diberikan kepada sampel. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan metode One_Way AN0VA pada SPSS 17 Kriteria uji yang digunakan adalah: (1) jika nilai sig. < 0,05 maka H0 diterima dengan arti bahwa varians sampel tidak homogen, (2) jika nilai

sig. atau probabilitas > 0,05 maka H1 diterima dengan arti bahwa varians sampel

homogen. Dengan kriteria uji jika F hitung < F tabel, maka data homogen sedangkan

jika F hitung > F tabel, maka data tidak homogen.

Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Analisis Homogenitas

No Variabel untuk kelompok Anava < 0.05 F Hitung F Tabel dk= 2-1, n-1=32 =(1,30) Kesimpulan

1 A1, A2, A3, A4 (n=39) 0,000 4,257 4,00 Homogen

2 A1 dan A2 (n=39) 0,000 4,260 4,00 Homogen

3 B1 dan B2 (n=39) 0,000 4,374 4,00 Homogen

Berdasarkan varian atas kelompok tersebut memiliki nilai Fhitung lebih besar dari

Ftabel sehingga varian dalam kelompok tersebut semuanya homogen. Pengujian

homogenitas dapat dilihat pada lampiran 8.

3.9.5 Uji Anava Dua Jalur

Untuk perhitungan analisis data Uji Anava dua jalur digunakan aplikasi program SPSS 17 For Windows. Kriteria uji yang digunakan adalah jika Fhitung >Ftabel,

(20)

Prosedur pengujian hipotesis 1 didasarkan pada analisis varians dwi faktor. Analisis varians ini menggunakan desain faktorial (Arikunto, 2006: 326). Ada dua faktor yaitu media pembelajaran dan gaya belajar. Faktor media yang digunakan terdiri dari dua kategori yaitu pembelajaran dengan CD interaktif dan model. Sedangkan faktor gaya belajar terdiri dari dua kategori yaitu gaya belajar visual dan gaya belajar kinestetik. Jadi merupakan desain faktorial 2 x 2 antara media pembelajaran dan gaya belajar.

Langkah-langkah analiasis data :

1. Mengelompokkan data sesuai dengan ciri-ciri dan kategori variabel; 2. Menyusun tabel statistik dasar, dengan statistik dasar anava dua jalur; 3. Menghitung Jumlah Kuadrat Total ( JKT );

JKT = ∑xt2 - ( ∑xt2 )

nt

4. Menghitung jumlah kuadrat antar kolom JK(k) = ( ∑x k1 )2 + ( ∑x k2 )2 – ( ∑x t )2

nk1 nk2 nt

5. Menghitung jumlah kuadrat antar baris JK(b) = ( ∑x b1 )2 + ( ∑x b2 )2 – ( ∑x t )2

nb1 nb2 nt

6. Menghitung Jumlah kuadrat antar kelompok

JKA = ( ∑x 1 )2 + ( ∑x 2 )2 + ( ∑x 3 )2 + ( ∑x 4 )2 – ( ∑x t )2

n1 n2 n3 n4 nt

7. Menghitung Jumlah kuadrat Interaksi antar kolom dan baris JK(i) = JKA – JK(b) – JK(k) dan menghitung jumlah kuadrat Dalam kelompok JKD = JKT - JKA

(21)

8. Setelah diperoleh nilai sesuai dengan rumus di atas, selanjutnya nilai-nilai itu dimasukkan ke dalam tabel ANAVA

Tabel 3.9 Cara perhitungan ANAVA dua jalur

Sumber Variasi Jumlah Kuadrat (JK) Derajat Bebas (df) Kuadrat Mean Fhitung Ftabel α = 0,05 Α = 0,01 Antar Kolom JK(k) k – 1 JK(k) k – 1 JK(k) k – 1 JKD ∑ (n-1) - - Antar Baris JK(b) b – 1 JK(b) b – 1 JK(k) k – 1 JKD ∑ (n-1) - - Kolom dan Baris (Interaksi) JK(i) (k – 1) (b – 1) JK(i) (k – 1)(b – 1) JK(k) k – 1 JKD ∑ (n-1) - - Antar Kelompok JKA kb - 1 JKA kb – 1 - - - Dalam Kelompok JKD ∑ (n – 1) JKD ∑ (n – 1) - - - Jumlah Keseluruhan JKT nt - 1 - - - -

Kriteria Uji: Tolak Ho Jika Fhitung > Ftabel

3.9.6 Uji Beda Rata-Rata

Perbedaan rata-rata dari kedua kelompok dalam suatu eksperimen dapat diketahui dengan menggunakan Uji-t (Sudjana, 2002: 232-240). Uji t ini dipergunakan untuk melakukan pengujian hipotesis 2, 3 dan 4. Hasil uji t dapat diihat pada lampiran 9.

(22)

Rumus uji t sebagai berikut : t S j i n n x x          2 1 1 1 S2 =

2 1 1 2 1 2 2 2 2 1 1      n n s n s n Keterangan : i x = rata-rata kelompok ke – i j x = rata-rata kelompok ke – j si2 = varians kelompok ke – i

ni = banyak data kelompok ke – i

nj = banyak data kelompok ke – j

Kriteria Uji: Pada taraf  = 0,05 terima Ho jika – t ( 1 – ½ ) < t < t ( 1 – ½  ) ,dk =

ni + nj – 2

3.10 Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik disusun berdasarkan hipotesis verbal yang telah dikemukakan dalam hipotesis penelitian. Hipotesis statistik disusun sebagai berikut:

(23)

Hipotesis 1

Ho : Interaksi A= B H1 : Interaksi A≠ B

Keterangan:

Ho : Tidak terdapat interaksi antara pemanfaatan media pembelajaran dengan gaya belajar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada materi pokok sel.

H1 : Terdapat interaksi antara pemanfaatan media pembelajaran dengan gaya belajar terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada materi pokok sel. Hipotesis 2

Keterangan:

Ho : Peningkatan prestasi belajar siswa dengan gaya belajar visual yang memanfaatkan media CD interaktif lebih rendah atau sama dengan peningkatan prestasi belajar siswa yang memanfaatkan model pada materi pokok sel.

H1 : Peningkatan prestasi belajar siswa dengan gaya belajar visual yang memanfaatkan media CD interaktif lebih tinggi daripada peningkatan prestasi belajar siswa yang memanfaatkan model pada materi pokok sel.

Ho : μA1B1 ≤ μA2B1

(24)

Hipotesis 3

Ho : μA2B2 ≤ μA1B2

H1 : μA2B2 > μA1B2

Keterangan:

Ho : Peningkatan prestasi belajar siswa dengan gaya belajar kinestetik yang memanfaatkan media model lebih rendah atau sama dengan peningkatan

prestasi belajar siswa yang memanfaatkan CD interaktif pada materi pokok sel.

H1 : Peningkatan prestasi belajar siswa dengan gaya belajar kinestetik yang memanfaatkan media model lebih tinggi daripada peningkatan prestasi

belajar siswa yang memanfaatkan CD interaktif pada materi pokok sel. Hipotesis 4

Ho : μA2 ≤ μA1

H1 : μA2 > μA1

Keterangan:

Ho : Peningkatan prestasi belajar siswa yang memanfaatkan media model lebih rendah atau sama dengan peningkatan prestasi belajar siswa yang memanfaatkan CD interaktif pada materi pokok sel.

H1 : Peningkatan prestasi belajar siswa yang memanfaatkan media model lebih tinggi daripada peningkatan prestasi belajar siswa yang memanfaatkan CD interaktif pada materi pokok sel.

Figur

Tabel 3.2  Jumlah Siswa Tiap Kelas

Tabel 3.2

Jumlah Siswa Tiap Kelas p.3
Tabel 3.3  Perincian Jumlah Sampel

Tabel 3.3

Perincian Jumlah Sampel p.4
Tabel 3.5  Hasil uji validitas instrumen penelitian

Tabel 3.5

Hasil uji validitas instrumen penelitian p.14
Tabel 3.6 Hasil uji reliabilitas instrumen penelitian

Tabel 3.6

Hasil uji reliabilitas instrumen penelitian p.16
Tabel 3.7  Rangkuman Hasil Analisis Uji Normalitas

Tabel 3.7

Rangkuman Hasil Analisis Uji Normalitas p.18
Tabel 3.8  Rangkuman Hasil Analisis Homogenitas

Tabel 3.8

Rangkuman Hasil Analisis Homogenitas p.19
Tabel 3.9  Cara perhitungan ANAVA dua jalur

Tabel 3.9

Cara perhitungan ANAVA dua jalur p.21

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :