• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profesionalisme dan Mutu Pelayanan: Pandangan Medikolegal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Profesionalisme dan Mutu Pelayanan: Pandangan Medikolegal"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Profesionalisme dan Mutu Pelayanan:

Pandangan Medikolegal

DR. Dr. Fachmi Idris, M.Kes Ketum PB IDI 2006-2009

President Elect Confederation Medical Ass. Asia Oceania 2007-2009

Temu Ilmiah Hukum Kesehatan dan Pelatihan Bioetika: Antisipasi Terhadap Pergulatan Masalah Klasik dan Kontemporer Hukum Kesehatan Mukernas PERHUKI

(2)

Sistematika

I.

Pengantar (Kerangka Pikir)

II.

Ciri Profesionlisme: Kompetensi

III.

Strategi Masyarakat Profesi dalam Menjaga

Kompetensi Anggotanya di Tingkat Nasional

dan Rumah Sakit

dan Rumah Sakit

IV.

Pentingnya Hirarki Kompetensi dalam

Pelayanan Medik

V.

Peran Organisasi Profesi Mempertahankan

(3)

PENGANTAR

(KERANGKA PIKIR)

I

(4)

THE DOCTOR – PATIENT RELATIONSHIP PATIENT PRINCIPAL Do I need healthcare? AGENT INFORMATION ASYMMETRY TRUST

Delegation of decision-making authority

-Ability: Medical Competence

- Motivation: unselfish – they put patients’

healthcare? Which care?

DOCTOR

DUTIES: A physician shall

- Motivation: unselfish – they put patients’ interest above their own

-Act in the patient’s best interest when providing medical care

-Owe his/her patients complete loyalty and all the scientific resources available to him/her

-Not allow his/her judgment to be influenced by personal profit or unfair discrimination

-Not receive any financial benefits or other incentives solely for referring patients or prescribing specific products

-Strive to use health care resources in the best way to benefit patients and their community

Source:

WMA International Code of Ethics in WMA CPW LC (INSEAD, 2007)

(5)

CIRI PROFESIONALISME:

(KOMPETENSI)

II

(6)

KEMAMPUAN TEKNIS

PROFESSIONALISME

(7)

Professionalism

describes the

knowledge, skills, attitudes, and behaviors

expected by patients and society from

individuals during the practice of their

profession and includes concepts such as

skills of lifelong learning

and

skills of lifelong learning

and

maintenance of competence, information

literacy, ethical behavior, integrity, honesty,

altruism, service to others, adherence to

professional codes, justice and respect for

others

(8)

Professionalism Domains

Technical competence

– Certification/re-certification – CME

– Computer literacy

– Ability to critically assess new clinical information

• Collegial self-regulation

• Collegial self-regulation

– Peer supervision

– Quality improvement – Error reporting

• Moral and ethical attributes

– Resolution of conflict of interest

– Conservation of limited medical resources – Community involvement

(9)

Driving forces, facilitating factors,& constraints (Technology, Politics, Economy, Idea, Global concerns)

Globalization

Economic opening. Cross border flows Rules & Institutions

Mediating factors (National Endowment)

World Market

Population-level health influances Environmental Infections

Dangerous Products Socio-cultural

Health Related Factors National level Macroeconomic Politics Society Mediating factors Mediating factors (household/community characteristic) Individual Health Risk Behavior Environment Nutrition Household Economy Resource availability Resources

allocation Time allocation

Health

Overall level Equity

Health care System

Regulation Organization Delivery Delivery Delivery Delivery Financing Input/ Cost H.S access H.S price H.S quality Who 01 197 Dokter

(10)

Areas of

unchanging

professionalism

Competence

• Code of ethics

• Integrity

• Integrity

• Honesty

• Trust

• Altruism and vocation

(11)

Areas of modified

professionalism

From

• Internal self regulation

To

• Accountability and

openness

• Mastery of knowledge

Continued

professional

development

(12)

Areas of changing

professionalism

From

• Paternalism

• Tribalism

To

• Partnership and

mutuality

• Collegiality

• Tribalism

• Self sacrifice

• Collegiality

• Shared responsibility

(13)

STRATEGI MASYARAKAT PROFESI

(IDI)

II

(IDI)

DALAM MENJAGA KOMPETENSI ANGGOTANYA

PADA LEVEL “MAKRO” DAN “MIKRO”

(14)

LEVEL “MAKRO”

(NASIONAL)

(15)

TENTANG IDI

KETENTUAN UMUM

„..Organisasi profesi adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk dokter...“

„...Kolegium kedokteran Indonesia ..adalah badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk masing-masing cabang disiplin ilmu yang bertugas mengampu cabang disiplin ilmu tersebut..“

(16)

Penjelasan UUPK

Pasal 50

Yang dimaksud dengan “standar profesi” adalah batasan

kemampuan (

knowledge, skill and professional attitude

)

minimal yang harus dikuasai oleh seorang individu untuk dapat

melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara

mandiri

yang dibuat oleh organisasi profesi

.

Yang dimaksud dengan “standar prosedur operasional” adalah

suatu perangkat instruksi/langkah-langkah yang dibakukan

untuk menyelesaikan suatu proses kerja rutin tertentu. Standar

prosedur operasional memberikan langkah yang benar dan

terbaik berdasarkan konsensus bersama untuk melaksanakan

berbagai kegiatan dan fungsi pelayanan yang dibuat oleh

(17)

KETETAPAN IDI

(HASIL MUKTAMAR IDI, DES 2006

& SK PB IDI 087/PB/A.4/2007

)

TENTANG

STANDAR PROFESI KEDOKTERAN

DAN PENDEKATAN PENYUSUNANNYA

(18)

STANDAR PROFESI KEDOKTERAN DAN PENDEKATAN PENYUSUNANNYA

Hasil Muktamar IDI XXVI, Semarang, Desember 2006

Pengertian standar profesi menurut IDI (wujud pelaksanaan amanat UUPK):

IDI menyimpulkan bahwa standar profesi tidak mempunyai substansi, tetapi ia

tetapi ia

merupakan nilai-nilai profesi kedokteran yang dibatasi oleh kisi-kisi yang

merupakan kumpulan standar-standar (ukuran-ukuran), yang terdiri atas:

1) Standar Pendidikan Profesi; 2) Etika Profesi;

3) Standar kompetensi Profesi;

(19)

STANDAR PROFESI KEDOKTERAN DAN PENDEKATAN PENYUSUNANNYA

Hasil Muktamar IDI XXVI, Semarang, Desember 2006 Penjelasan :

a. Standar Pendidikan Profesi

Standar pendidikan profesi mengacu pada World Federation for Medical Education yang merupakan standar global dan didalamnya tercakup Global Minimal Essential Requirement (GMER). Di Indonesia standar ini kemudian ditetapkan dan diterapkan oleh kolegium masing-masing profesi.

ditetapkan dan diterapkan oleh kolegium masing-masing profesi. b. Etika Profesi

Merupakan norma yang telah di rangkum

(20)

STANDAR PROFESI KEDOKTERAN DAN PENDEKATAN PENYUSUNANNYA Hasil Muktamar IDI XXVI, Semarang, Desember 2006

c. Standar Kompetensi profesi

Suatu kemampuan tentang keterampilan, pengetahuan, dan perilaku (behavior) yang harus dimiliki oleh seorang individu untuk melakukan pekerjaan secara efektif, di bidang tertentu, dalam melakukan pelayanan kesehatan. Dalam melakukan pelayanan ini sudah mendapat

kewenangan oleh badan yang berwenang yang dibentuk oleh Asosiasi Profesi (Perhimpunan Profesi).

d. Standar Pelayanan Profesi (Kedokteran)

Standar pelayanan kedokteran adalah standar/ukuran yang harus di ikuti oleh dokter atau dokter gigi dalam penyelenggaraan praktek kedokteran.

Standar pelayanan tersebut dibedakan menurut jenis dan strata pelayanan kesehatan. Rumusan tingkat kinerja yang disepakati bersama dan yang mampu dicapai, meliputi

parameter terjangkau, terukur, efisien, efektif, berdasarkan bukti, terarah dan terfokus pada pasien. Prinsip dasar pelayanan kedokteran yang baik adalah terstruktur, berkeadilan,

merata, terjangkau, aman dan bermutu. (NB: DIKENAL SEBAGAI SISTEM PELAYANAN KEDOKTERAN TERPADU-SPKT)

(21)

PERAN ORGANISASI PROFESI (Ketentuan Umum

UUPK: Organisasi Profesi Dokter adalah IDI)

• PEMBINAAN ETIK BERSAMA KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA (KKI)

• MELAPORKAN DOKTER YANG MELANGGAR ETIKA KE KKI (UNTUK DICATAT OLEH KKI)

• MEMBERIKAN MASUKAN (KOORDINASI) DALAM PENYUSUNAN STANDAR PENDIDIKAN DOKTER/DOKTER SPESIALIS

• MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN KEDOKTERAN BERKELANJUTAN (PKB/CPD) DAN MENGAKREDITASI LEMBAGA PENYELENGGARA PKB (PKB/CPD) DAN MENGAKREDITASI LEMBAGA PENYELENGGARA PKB • MENERBITKAN STANDAR PKB

• MENERBITKAN REKOMENDASI IZIN PRAKTIK

• PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TERSELENGGARANYA KENDALI MUTU DAN KENDALI BIAYA DOKTER YANG BERPRAKTIK

MEMBUAT STANDAR PROFESI

• MENERIMA TERUSAN PENGADUAN DARI MKDKI YANG MENYANGKUT SOAL PELANGGARAN ETIKA

(22)

PERAN KOLEGIUM (Ketentuan Umum UUPK:

Kolegium adalah badan yang dibentuk oleh IDI

untuk masing-masing cabang disiplin ilmu yang

bertugas mengampu cabang disiplin ilmu

tersebut)

• MENYUSUN STANDAR PENDIDIKAN DOKTER

SPESIALIS

SPESIALIS

• MENYUSUN STANDAR KOMPETENSI DOKTER

• MENETAPKAN PENERAPAN CABANG ILMU

KEDOKTERAN

• MENERBITKAN SERTIFIKAT KOMPETENSI

• MEMBERIKAN MASUKAN (KOORDINASI) DALAM

PENYUSUNAN STANDAR PENDIDIKAN DOKTER

(23)

LEVEL “MIKRO”

(RUMAH SAKIT)

(RUMAH SAKIT)

(24)

Processes

Conditions

Unsafe acts

Errors

Violations

Organization

Environments

Individual

Knowledge Performance RUMAH SAKIT Knowledge Deficiency Performance Deficiency Role of Institutions Medical Association Other Stake Holders

(Hospital Association, etc) Health Authority (Ministry of Health) Improving CME/ CPD System Improving Regulation

(Health System Act & Hospital Act)

Medical Council

Registration System

(Medical Act)

The basic elements of an organizational accident. Collective Mistakes : James Reason, 1992 (Modified)

(25)

Managed Care:

“…a variety of techniques for influencing the

“…a variety of techniques for influencing the

clinical behavior of health care provider and/or

patients, often by integrating the payment and

delivery health care…”

(26)

UNDANG-UNDANG PRAKTIK

KEDOKTERAN

(UU NO 29 TAHUN 2004)

(UU NO 29 TAHUN 2004)

Pasal 49

Setiap Dokter atau Dokter Gigi dalam Melaksanakan Praktik Kedokteran atau Kedokteran Gigi Wajib Menyelenggarakan Kendali Mutu dan Kendali Biaya

(27)

IDI melihat proses kredensial sudah

cukup baik (selama dilakukan secara

objektif-Komite Medik RS)

IDI berharap MKEK dan Komite Medik RS

IDI berharap MKEK dan Komite Medik RS

dapat berkoordinasi untuk pembinaan

dan tindak lanjut

IDI sedang mengembangkan Audit Medik

à

à

à

(28)

PENTINGNYA HIRARKI

III

PENTINGNYA HIRARKI

KOMPETENSI DALAM

(29)
(30)

Policy IDI:

Policy IDI:

Praktik Kedokteran yang baik, hanya akan terjadi melalui

Praktik Kedokteran yang baik, hanya akan terjadi melalui

penataan

penataan

sistem pelayanan kedokteran yang baik harus

sistem pelayanan kedokteran yang baik harus::

1. Menjamin

1. Menjamin kepastian subsistem pembiayaan kedokterankepastian subsistem pembiayaan kedokteran——dengan dengan standar jasa medik dan mekanisme pembayaran

standar jasa medik dan mekanisme pembayaran——yang akan yang akan

mengoptimalkan kesejahteraan dokter sesuai harkat dan martabat mengoptimalkan kesejahteraan dokter sesuai harkat dan martabat

keprofesiannya melalui sistem pembiayaan kesehatan (berbasis asuransi keprofesiannya melalui sistem pembiayaan kesehatan (berbasis asuransi kesehatan sosial nasional);

kesehatan sosial nasional); 2. Menjamin

2. Menjamin mekanisme subsistem rujukan kedokteran berjalan dengan mekanisme subsistem rujukan kedokteran berjalan dengan baik

baik yang dapat mendorong dokter secara “harmonis” mengerjakan yang dapat mendorong dokter secara “harmonis” mengerjakan

baik

baik yang dapat mendorong dokter secara “harmonis” mengerjakan yang dapat mendorong dokter secara “harmonis” mengerjakan praktik profesinya berdasarkan kewenangan yang dimilikinya, baik

praktik profesinya berdasarkan kewenangan yang dimilikinya, baik

inter

inter

maupun

maupun

intra level jenjang pelayanannya

intra level jenjang pelayanannya

; ; 3. Menjamin

3. Menjamin subsistem pendidikan dokter subsistem pendidikan dokter dapat mengatur secara jelas dapat mengatur secara jelas standar pendidikan dan standar kompetensi

standar pendidikan dan standar kompetensi——”batas batas” kompetensi ”batas batas” kompetensi yang menghasilkan kewenangan dokter

yang menghasilkan kewenangan dokter——dalam menunjang subsistem dalam menunjang subsistem rujukan dan subsistem pembiayaan yang akan dikembangkan.

rujukan dan subsistem pembiayaan yang akan dikembangkan.

Muktamar IDI: Dikenal sebagai Sistem Pelayanan

Kesehatan/Kedokteran Terpadu (Sisyankes/dokdu)

(31)

PERAN ORGANISASI

PROFESI (IDI) DALAM

IV

PROFESI (IDI) DALAM

MEMPERTAHANKAN

(32)

MEDICAL EDUCATION

MEDICAL EDUCATION

BASIC

CONTINUING

Indonesia (Clerkship) + Internship

POSTGRADUATE

PROFESSIONAL

DEVELOPMENT

*

* Lihat Lampiran

(33)

Variabel: Dokter secara Individual Kompetensi Teknis Re & Registrasi (STR) Profesional (isme) Sistem CPD MENDORONG “PEMBENAHAN” SUB-SISTEM KESEHATAN LAIN AKTIF DLM SIST. PENDIDIKAN KEDOKTERAN Peran IDI dalam “Kesisteman”

Individual “Kompetensi” Etik (STR) Pendisiplinan Sistem Etika EDUKASI MASYARAKAT (SOCEITY EMPOWERING)

(34)
(35)

LAMPIRAN TENTANG CPD

(POINTERS BY I.O MARSIS)

(POINTERS BY I.O MARSIS)

(36)

Kegiatan dalam program

P2KB/CPD

Praktek

Kersos

A

CPD

36

M’didik

Menulis/

meneliti

CME

P’abdian

profesi

Harus Dicatat

Didokumentasikan

B

D

C

E

CPD

(37)

KEGIATAN YG BERNILAI PENDIDIKAN PROFESI &

KREDIT PENDIDIKAN

• Kredit prasyarat IDI

(

optimal credit

requirement

) 250 SKP IDI per 5 tahun –

berlaku sama utk semua dokter

Minimal requirement

: 200 SKP IDI.

Minimal requirement

: 200 SKP IDI.

• Aggota IDI mengikuti Program P2KB dgn Pola

Skema P2KB yg disusun oleh PDSp/PDPP

(38)

Jenis kegiatan Ranah Dokumen sebagai bukti Nilai SKP

Berpraktek (maks 12 SKP tahun) A Register/penugasan 1 / 100 ps

Membaca jurnal dan menjawab uji-dirinya C Bukti uji diri 1-2 /topik

Melakukan penelusuran informasi/sesi EBM

C Portofolio 2 /topik

Melakukan/mengikuti kajian mitra bestari (peer review)

C Portofolio / daftar hadir 2 (penyaji)

0,5 (pndgar)

1. Ranah Kegiatan pendidikan pribadi

38

(peer review) 0,5 (pndgar)

Memberikan penyuluhan B Penugasan/Keterangan/sertifikat 1 / kali

Duduk dalam kepengurusan profesi B SK 1-2/tahun

Membuat tulisan populer: artikel,buku C Bukti tulisan di media 1-3 / kali

Membuat tulisan ilmiah: tinj. pustaka, monograf, lap.kasus, buku*

D/C Bukti publikasi 2-4 / kali

Terlibat dalam suatu panitia/pokja B SK 1-2/tahun

Menyajikan makalah dlm acara ilmiah E Sertifikat 2-3/kali

Mengajar/membuat soal ujian E Penugasan/keterangan 1 / kali

(39)

Jenis kegiatan Ranah Dokumen bukti Nilai SKP IDI

Menangani pasien rawat inap A Register / buku log Menangani pasien poliklinik A Register / buku log Berpartisipasi dalam ronde

besar

A Daftar hadir/ keterangan dr pimpinan

1 / ronde

Jurnal clubs C Portofolio 2 (penyaji)

0,5

2. Ranah Kegiatan pendidikan internal

39

0,5

(pendengar) Pembacaan X-ray/histopatologi A Buku log 1 / 50 kasus Diskusi kasus/kasus kematian

dsb

C/E Portofolio 2 (penyaji)

0,5

(pendengar) Berpartisipasi dalam pertemuan

audit

A Surat tugas/daftar hadir 3 / kali

Melakukan EBM C Resume 2 / judul

Publikasi ilmiah D Bukti reprint 10 /judul

(40)

KEGIATAN PENDIDIKAN P2KB

DIBAGI ATAS 3 JENIS KEGIATAN:

1.KEGIATAN PENDIDIKAN INDIVIDU/PRIBADI

2.KEGIATAN PENDIDIKAN INTERNAL

2.KEGIATAN PENDIDIKAN INTERNAL

(41)

SKEMA P2KB PDSp/PDPP

kompetensi yang harus dicapai

Kognitif

Psikomotor

Afektif

Nonklinik

Klmpk. praklinik dg

layanan

langsung

60-70%

10-20%

10 %

10 %

Klmpk. Praklinik dg

layanan

t.langsung

50-60%

20-35%

5-10 %

10 %

Kelompok bedah

40 %

40 %

10%

10 %

Kelompok medik:

a.dgn intervensi

b.tanpa intervensi

60-70 %

75

%-80%

10-20 %

0-5 %

10-20

10 %

10 %

10 %

(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)

Jumlah SKP - Uji-diri

Dokter Layanan Primer

Tempat praktek: Puskesmas & praktek pribadi

1.

2.

3.

4.

Tugas klinis medis (dg intervensi)

Penyuluhan 3 x @ 1 SKP

Publikasi ilmiah populer 1 x @ 2 SKP

Peer review

2 x @ 2 SKP

20 SKP / tahun

3 SKP

2 SKP

4 SKP

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Journal club

1 x @ 2 SKP

Pertemuan ilmiah 1 x @ 3 SKP

Bakti sosial 1 x @ 2 SKP

Pengurus IDI Cabang 2 SKP/tahun

Praktek pribadi 100 – 200 ps/bulan

Baca jurnal + uji diri 3 x @ 2 SKP

2 SKP

3 SKP

2 SKP

2 SKP

12 SKP /

tahun

6 SKP

J u m l a h 56 SKP / tahun

47 www.idionline.org

(48)
(49)

PENCATATAN KEGIATAN P2KB

SELURUH PROGRAM CPD YG DILAKUKAN OLEH PARA

DOKTER DICATAT DALAM BUKU LOG

PENCATATAN JUGA DILAKUKAN OLEH

SUB-ORGANISASI IDI DAN IDI

DIRENCANAKAN 1 APRIL 08 AKAN DIUJI COBA

DIRENCANAKAN 1 APRIL 08 AKAN DIUJI COBA

PENCATATAN DGN SISTIM KOMPUTER TERPADU

DISELURUH WILAYAH INDONESIA (SELAIN

PENCATATAN DGN CARA MANUAL)

SENTRA PENCATATAN DI IDI –PUSAT AKAN

TERHUBUNGI DGN SISTIM KOMPUTER KE

CABANG-CABANG IDI DISELURUH INDONESIA, PUSAT DAN

CABANG SUB-ORGANISASI IDI,DAN PARA DOKTER.

(50)

Alur perolehan akreditasi s/d rekomendasi IDI dalam proses resertifikasi

(51)

I. PDSP/PDPP KEGIATAN P2KB MANDIRI/ INTERNAL PDSP / PDPP KOMISI P2KB IDI BP2KB & EX-OFFICIO - MENCATAT KEGIATAN P2KB MANDIRI - INTERNAL

- SETELAH DIDAPAT KECUKUPAN JUMLAH KREDIT - DILAKUKAN PENCATATAN

OLEH INDIVIDU

- MELAKUKAN PENILAIAN KEGIATAN - MEMBERIKAN NILAI à KREDIT SKP IDI

KONSESI DARI IDI / BP2KB

KOLEGIUM

MASING-MASING PDSP/PDPP

MANDIRI – INTERNAL - EKSTERNAL

KKI SERTIFIKASI KOMPETENSI STR MELAKUKAN VALIDASI/PENGESAHAN REKOMENDASI

(52)

PENYELENGARAAN P2KB PDSP / PDPP PDSP / PDPP KOMISI P2KB REKOMENDASI II.PDSP / PDPP KEGIATAN P2KB EKSTERNAL

SERTIFIKAT SKP IDI SKP IDI KOMISI P2KB PDSP/PDPP (Individu) IDI BP2KB

KAJIAN OLEH ANGGOTA EX-OFFICIO

-SETELAH DIDAPAT KECUKUPAN JUMLAH KREDIT P2KB (MANDIRI-INTERNAL-EKSTERNAL)

KOLEGIUM

MASING-MASING PDSP / PDPP

KKI

- MENCATAT KEGIATAN P2KB EKSTERNAL DALAM BUKU LOG

SERTIFIKAT KOMPETENSI

(53)

• PANITIA PELAKSANA PENYELENGGARA KEGIATAN

P2KB EKSTERNAL (MISAL WORKSHOP / SEMINAR)

MENGAJUKAN PERMINTAAN SKP IDI KE BP2KB

PUSAT/WILAYAH

• BP2KB AKAN MEMINTA KAJIAN DILAKUKAN OLEH:

1.ANGGOTA EX-OFFICIO DARI PDSp/PDPP TERKAIT

à

MEMBERIKAN DRAFT NILAI SATUAN SKP IDI

2.KOMISI (KERJA) P2KB /CPD PDSP/PDPP TERKAIT

à

MEMBERIKAN DRAFT NILAI SATUAN SKP IDI

à

MEMBERIKAN DRAFT NILAI SATUAN SKP IDI

3.TIM INTI BP2KB AKAN MELAKUKAN TELAAH

BILAMANA DIDAPATKAN PERBEDAAN NILAI SKP

• SK PEMBERIAN NILAI SKP AKAN DITANDATANGANI

OLEH KETUA BP2KB A.N KETUA IDI

à

DIBERIKAN PD

PANPEL

(KEWENANGAN IDI/BP2KB: UUPK N0 29/2004 PSL 1

AYT 12; PSL 28 AYT 1,2 ; AD/ART IDI PSL 55 AYT 2

C,D,AYT 3 H,I)

(54)

PENYELENGARAAN P2KB I / II IDI BP2KB PDSP / PDPP KOMISI P2KB REKOMENDASI IDI

KAJIAN OLEH ANGGOTA EX-OFFICIO

I. NON PDSP/PDPP (mis. PDSM, PD SEOKUPASI) II. NON IDI (YANG TELAH TERAKREDITASI)

SERTIFIKAT SKP IDI

- MELAKUKAN KONVERSI NILAI SKP YANG DIPEROLEH, SESUAI SKP IDI KEGIATAN P2KB EKSTERNAL (Individu) KOLEGIUM MASING-MASING PDSP / PDPP KKI

DENGAN NILAI KREDIT MASING-MASING

- MENCATAT KEGIATAN P2KB EKSTERNAL DALAM BUKU LOG - SETELAH DIDAPAT KECUKUPAN JUMLAH KREDIT P2KB

(MANDIRI-INTERNAL-EKSTERNAL)

SERTIFIKAT KOMPETENSI

Referensi

Dokumen terkait

Ketiga, kajian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah negara berkembang yang ingin mengembangkan industri teknologi tinggi dengan melihat kebijakan yang diambil

Kegiatan ini dilakukan karena untuk mendapatkan kondisi kandang yang bebas dari beberapa bibit penyakit dan memutus rantai kehidupan bakteri yang ada pada masa

Pada proses pembelajaran matematika, siswa didorong untuk melewati empat langkah yang menggambarkan situasi matematika yang sebenarnya: (a) Bahasa natural, dimana para

Dalam penelitian ini dipilih perusahaan jasa karena perusahaan Jasa memerlukan modal kerja relatif lebih rendah hila dibandingkan dengan kebutuhan modal kerja perusahaan

Sehingga penting untuk dijelaskan tentang arti pentingnya dari tata kelola bencana dalam konteks regional, dengan melibatkan lintas aktor dari tata kelola tersebut,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa antar jumlah buah muda per dompol yang diteliti tidak menunjukkan pengaruh terhadap diameter buah, bobot per buah, kerontokan

(2) dengan menggunakan teknik koreksi yang benar (misalnya direct correction) dapat mempermudah mahasiswa dalam memahami hasil koreksian dosen; (3) waktu kapan