• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN RUAS JALAN PENINGGALAN-BATAS JAMBI PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 4+450 - STA 10+319

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENINGKATAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN RUAS JALAN PENINGGALAN-BATAS JAMBI PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 4+450 - STA 10+319"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN

RUAS JALAN PENINGGALAN-BATAS JAMBI PROVINSI

SUMATERA SELATAN

STA 4+450 - STA 10+319

TUGAS AKHIR

Dibuat untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan

Pendidikan Diploma IV Program Studi Perancangan Jalan dan Jembatan Jurusan Teknik Sipil

Politeknik Negeri Sriwijaya

Oleh :

KEMALA MARLITA 0611 4011 1567

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG

(2)

ii

PENINGKATAN GEOMETRIK DAN PERKERASAN RUAS JALAN PENINGGALAN-BATAS JAMBI PROVINSI SUMATERA SELATAN STA 4+450 - STA 10+319

TUGAS AKHIR

Disetujui Oleh Pembimbing Tugas Akhir Jurusan Teknik Sipil

Politeknik Negeri Sriwijaya

Pembimbing II, Pembimbing I,

Drs. Arfan Hasan, M.T. . Ir. Kosim, M.T. .

NIP.195908081986031002 NIP. 196210181989031002

Mengetahui,

Ketua Program Studi D-IV Ketua Jurusan Perancangan Jalan dan Jembatan, Teknik Sipil,

(3)

iii

PENINGKATAN GEOMETRIK DAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN PENINGGALAN-BATAS JAMBI PROVINSI

SUMATERA SELATAN STA 4+450 - STA 10+319

Disetejui Dan Disahkan

Oleh Dosen Penguji :

1. Ahmad Syapawi, S.T., M.T.

NIP. 196905142003121002 ____________________________

2. Drs. Arfan Hasan, M.T.

NIP. 195908081986031002 ___________________________

3. Drs. Bambang Hidayat Fuady, S.T., M.M.

NIP. 195807161986031004 ___________________________

4. Drs. Dafrimon, M.T.

NIP. 196005121986031005 ____________________________

5. Indrayani, S.T., M.T.

NIP. 197402101997022001 ____________________________

6. Ir. Kosim, M.T.

NIP. 196210181989031002 ____________________________

7. Ir.Yusri, M.T.

NIP. 195812181989031001 ____________________________ 8. Zainuddin Muchtar, S.T., M.T.

(4)

iv

Didedikasikan kepada :

• Allah Swt yg memberikan Kesempatan,Kemudahan dan Petunjuk Sehingga

Tugas Akhir ini dapat selesai tepat waktu.

• Mama, Papa, Yuk amal, dan Kak Roi yang selalu mensupport Mala hingga mala

bisa menyelesaikan Tugas Akhir ini.

• Kedua Pembinbingku Pak Kosim dan Pak Arfan, Terimakasih atas Bimbingan

dan Nasehatnya .

• Makasih buat Aa yang rela mengorbankan waktunya, menemani perjalanan hingga Tugas Akhir ini selesai juga.

• Teman – teman seperjuangan D-IV lanjutan PJJ angkatan 2011, makasih buat

kebersamaan 1.5 tahunnya, (Buat Mita, Afad, Jere, Anca, Mimi, Sari, Shella, Yudha, Pakde, dan Kak Rian), tuh kan lengkap, secara cuma 11 orang.

• Buat sepupu tersayang Willy yang udah ngajari 1 laporan akhirnya, thank you

dear.

(5)

v

ABSTRAK

Jalan Peninggalan-Batas Jambi merupakan ruas jalan yang menghubungkan lintas timur sumatra, ruas jalan ini memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik lokal maupun nasional. Didalam penulisan tugas akhir ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanakan desain geometrik dan tebal perkerasan pada Jalan Peninggalan-Batas Jambi, sehingga jalan yang akan dilalui dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan ekonomis bagi pengguna jalan.

Untuk merencanakan desain geometrik jalan raya ini, digunakan beberapa perhitungan yang meliputi perhitungan menggunakan metode spesifikasi standar Bina Marga, Metoda Analisa Komponen (MAK) untuk perencanaan tebal perkerasan jalan lentur (flexible pavement), perhitungan Rencana Anggaran Biaya dan Manajemen Proyek, serta Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (No.38/TBM/1997).

(6)

vi

ABSTRACT

Peninggalan-Batas Jambi street is a road that connects the east and cross the middle Sumatera, this road has a very important role in promoting economic growth both locally and nationally. The final report this writing, the author would like to know how the planning and design of geometric and hard compact on Peninggalan-Bats Jambi street, so that the road will be able to give a sense of security, convenient, and economical way for the user.

In order to design this geometric road, we use some methods, they are Bina Marga’s standard specification method, and Component Analysis Method for planning its flexible pavement, and Cost Plan, and Project Management, and Cross Town Geometric Road Rules.

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT dan junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW atas segala rahmat dan karunianya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya. Tugas Akhir ini disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma IV Perancangan Jalan dan Jembatan pada Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya.

Penyusunan Tugas Akhir ini berjudul “Perencanaan Geometrik dan Tebal Perkerasan Ruas Jalan Peninggalan-Batas Jambi Provinsi Sumatera Selatan STA 4+450 – STA 10+319“ Atas selesainya Tugas Akhir ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu, khususnya kepada: 1. Bapak Rd.Kusumanto, S.T., M.M., selaku Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya 2. Bapak Zainuddin Muchtar, S.T.,M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil

Politeknik Negeri Sriwijaya.

3. Bapak Drs. Arfan Hasan, M.T., selaku Sekretaris Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya dan Dosen Pembimbing II.

4. Bapak Ir. Kosim, M.T., selaku Dosen Pembimbing I

5. Kedua Orang Tua dan saudara- saudara serta rekan-rekan mahasiswa/i jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan Laporan Akhir ini.

Penulis menyadari akan kekurangan dan keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki dalam penyusunan Tugas Akhir ini, sehingga masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak yang bersifat membangun. Semoga penyusunan Laporan Akhir ini dapat berguna bagi perkembangan serta kemajuan ilmu dan teknologi. Amin.

Palembang, Februari 2013

(8)

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

ABSTRAK ... v

ABSTRACT ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xviii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Alasan Pemilihan Judul ... 1

1.3 Tujuan dan Manfaat ... 2

1.4 Pembatasan Masalah ... 2

BAB II LANDASAN TEORI ... 4

2.1 Dasar Perencanaan Geometrik ... 4

2.1.1 Pengertian ... 4

2.1.2 Parameter dalam perencanaan geometrik ... 4

2.2 Ketentuan Perencanaan Geometrik Jalan ... 21

2.2.1 Klasifikasi Jalan Menurut Fungsinya... ... 21

2.2.2 Klasifikasi Jalan Menurut Kelas Jalan ... 22

2.2.3 Klasifikasi Jalan Menurut Medan Jalan ... 23

2.2.4 Klasifikasi Jalan Menurut Wewenang Pembinaan Jalan . 24 2.3 Alinyemen Horizontal ... 24

2.3.1 Bagian jalan Lurus Maksimum... ... 25

(9)

ix

2.3.3 Lengkung Penuh / Full Circle... 26

2.3.4 Lengkung Spiral – Circle – Spiral...27

2.3.5 Lengkung Spiral – Spiral ... 30

2.3.6 Kemiringan Melintang (e) ... 31

2.3.7 Superelevasi ... 31

2.3.8 Jarak Pandang ... 33

2.3.9 Stasioning ... 34

2.4 Alinyemen Vertikal ... 35

2.4.1 Landai Maksimum ... ... 35

2.4.2 Panjang Landai Kritis ... 36

2.4.3 Lengkung Vertikal ... ... 36

2.5 Perhitungan Galian dan Timbunan ... 38

2.6 Perencanaan Tebal Perkerasan... ... 39

2.6.1 Jenis Perkerasan... ... 39

2.6.2 Umur Rencana... ... 40

2.6.3 Perkerasan Lentur (Flexible Pavement)... 41

2.6.3.1 Jenis dan Fungsi Konstruksi Perkerasan Lentur ... 41

2.6.3.2 Perencanaan Tebal Kekerasan ... 43

2.6.3.3 Tahapan dalam Mendesai Tebal Perkerasan .... 44

2.7 Material Perkerasan Lentur ... 50

2.7.1 Pengertian Aspal ... 50

2.7.1.1 Jenis-jenis dari aspal ... 50

2.7.1.2 Sifat-Sifat Aspal ... 51

2.7.1.3 Jenis Pengujian Bagi Aspal Emulsi ... 58

2.7.1.4 Aspal/ Bitumen untuk Kontruksi Jalan ... 60

2.7.1.5. Lapis Aspal Beton (Laston) ... 62

2.7.2 Agregat ... 80

2.7.2.1 Klasifikasi Agregat ... 81

(10)

x

2.8 RAB dan Manajemen Proyek ... 84

2.8.1 Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah ... 84

2.8.2 Analisa Satuan Harga Pekerjaan ... 84

2.8.3 Perhitungan Volume Pekerjaan... 85

2.8.4 Perhitungan Rencana Anggaran Biaya ... 85

2.8.5 Rekapitulasi Biaya ... 86

2.8.6 Manajemen Proyek ... 87

2.8.7 Barchart...89

2.8.8 Kurva S...90

BAB III PERHITUNGAN GEOMETRIK ... 91

3.1 Kondisi Jalan Eksisting ... 91

3.2 Data Perencanaan ... 93

3.3 Data Lalu Lintas ... 94

3.4 Penentuan Kelas Jalan ... 95

3.5 Analisa Berdasarkan Data Eksisting ... 97

3.6 Perhitungan Alinyemen Horizontal ... 100

3.6.1 Menentukan Titik Koordinat ... 100

3.6.2 Menghitung Panjang Trase Jalan (d) ... 102

3.6.3 Perhitungan Sudut Azimut ( ) ... 104

3.6.4 Perhitungan Sudut Bearing ( ) ... 105

3.6.5 Menentukan Medan Jalan ... 107

3.6.6 Perhitungan Tikungan ... 109

3.6.7 Perhitungan Kontrol Overlapping ... 128

3.6.8 Perhitungan Pelebaran Perkerasan pada Tikungan ... 129

3.6.9 Perhitungan Kebebasan Samping pada Tikungan ... 138

3.6.10 Perhitungan Titik Stationing ... 144

3.7 Perhitungan Alinyemen Vertikal ... 146

3.7.1 Perhitungan Lengkung Vertikal ... 146

3.7.2 Perhitungan Galian dan Timbunan ... 151

(11)

xi

3.8.1 Perhitungan Lalu Lintas ... 161

3.8.2 Perhitungan CBR ... 163

3.8.3 Menentukan nilai Indeks Tebal Perkerasan (ITP) ... 165

3.8.4 Menetapkan Tebal Perkerasan ... 168

3.8.5 Mix Design Formula ... 170

4.1 Rencana Kerja dan Syarat-Syarat Kerja (RKS) ... 174

4.1.1 Syarat-Syarat Umum ... 174

4.1.2 Syarat-Syarat Administrasi ... 182

4.1.3 Syarat-Syarat Pelaksanaan ... 185

4.1.4 Syarat-Syarat Teknis ... 189

4.1.5 Peraturan Bahan yang dipakai ... 194

4.1.6 Pelaksanaan Pekerjaan ... 196

4.2 Perhitungan Kuantitas Pekerjaan ... 201

4.3 Perhitungan Produksi Kerja Alat Berat ... 202

4.4 Perhitungan Koefisien Alat dan Tenaga Kerja ... 215

4.4.1 Pekerjaan Pembersihan ... 215

4.4.2 Pekerjaan Galian ... 216

4.4.3 Pekerjaan Timbunan ... 218

4.4.4 Pekerjaan Lapisan Pondasi Bawah ... 219

4.4.5 Pekerjaan Lapisan Pondasi Atas ... 221

4.4.6 Pekerjaan Lapisan Permukaan ... 225

4.4.7 Pekerjaan Prime Coat ... 229

4.5 Perhitungan Jumlah Jam dan Hari Kerja ... 230

4.5.1 Pekerjaan Pembersihan ... 230

4.5.2 Pekerjaan Galian ... 230

(12)

xii

4.5.4 Pekerjaan Lapisan Pondasi Bawah ... 231

4.5.5 Pekerjaan Lapisan Pondasi Atas ... 231

4.5.6 Pekerjaan Lapisan Permukaan ... 232

4.5.7 Pekerjaan Prime Coat ... 232

4.7 Analisa harga Satuan Pekerjaan ... 245

4.7.1 Pekerjaan Pembersihan ... 245

4.7.2 Pekerjaan Galian ... 246

4.7.3 Pekerjaan Timbunan ... 247

4.7.4 Pekerjaan Lapis Pondasi bawah ... 248

4.7.5 Pekerjaan Lapis Pondasi Atas ... 249

4.7.6 Pekerjaan Lapis Permukaan ... 250

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Dimensi Kendaraan Rencana ... ... 6

Tabel 2.2 Klasifikasi Golongan Medan ... 7

Tabel 2.3 Kecepatan Rencana Berdasarkan Medan Jalan ... 7

Tabel 2.4 Faktor Satuan Mobil Penumpang (smp) ... 8

Tabel 2.5 Satuan Mobil Penumpang (smp) ... 9

Tabel 2.6 Ekivalen Mobil Penumpang (emp) ... 9

Tabel 2.7 Kapasitas Dasar Pada Jalan Luar Kota 4 Lajur 2 Arah ... 14

Tabel 2.8 Kapasitas Dasar Pada Jalan Luar Kota 2 Lajur 2 Arah Tak Terbagi . 14 Tabel 2.9 Faktor Penyesuaian Lebar Jalan ... 15

Tabel 2.10 Faktor Penyesuaian Arah Lalu Lintas ... 16

Tabel 2.11 Faktor Penyesuaian Kapasitas Akibat Hambatan Samping ... 17

Tabel 2.12 Kelas Hambatan Samping ... 18

Tabel 2.13 Faktor Bobot Hambatan Samping ... 19

Tabel 2.14 Faktor Penyesuaian Ukuran Kota ... 19

Tabel 2.15 Klasifikasi Kelas Jalan ... 22

Tabel 2.16 Klasifikasi Golongan Medan ... 23

Tabel 2.17 Panjang Bagian Lurus Maksimum ... 25

Tabel 2.18 Panjang Jari-Jari Minimum ... 25

Tabel 2.19 Panjang Jari – jari Minimum yg tidak memerlukan lengkung peralihan……….… ... 26

Tabel 2.20 Landai Maksimum ... 36

Tabel 2.21 Panjang Landai Kritis ... 36

Tabel 2.22 Perhitungan Galian dan Timbunan ... 39

Tabel 2.23 Koefisien Distribusi Kendaraan ... 44

Tabel 2.24 Faktor Regional ... 45

Tabel 2.25 Indeks Permukaan Pada Akhir Umur Rencana (IP) ... 46

Tabel 2.26 Indeks Permukaan Pada Awal Umur Rencana (IP0) ... 47

Tabel 2.27 Tebal Minimum Tiap Lapisan (cm) ... 48

(14)

xiv

Tabel 2.29 Gradasi Bahan Pengisi ... 64

Tabel 2.30 Batas-Batas Gradasi Menerus Agregat Campuran ... 65

Tabel 2.31 Persyaratan Aspal Keras ... 66

Tabel 2.32 Persyaratan Lapis Aspal Beton ... 68

Tabel 2.33 Persentase Minumum Rongga Dalam Agregat ... 68

Tabel 2.34 Gradasi Agregat A dan B ... 83

Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Lengkung Vertikal ... 150

Tabel 3.8 Perhitungan Galian dan Timbunan ... 152

Tabel 3.9 Data CBR ... 163

Tabel 3.10 Penentuan CBR Segmen Jalan ... 164

Tabel 3.11 Batas-Batas Gradasi Agregat Campuran ... 166

Tabel 3.12 Persyaratan Lapis Aspal Beton ... 167

Tabel 3.13 Mix Design Formula Agregat Kelas B ... 170

Tabel 3.14 Mix Design Formula Agregat Kelas A ... 171

Tabel 3.15 Mix Design Formula Asphalt ... 172

Tabel 4.1 Perhitungan Kuantitas Pekerjaan ... 201

Tabel 4.2 Pekerjaan Pembersihan ... 230

Tabel 4.3 Pekerjaan Galian ... 230

Tabel 4.4 Pekerjaan Timbunan ... 231

Tabel 4.5 Pekerjaan Lapisan Pondasi Bawah ... 231

Tabel 4.6 Pekerjaan Lapisan Pondasi Atas ... 231

Tabel 4.7 Pekerjaan Lapisan Permukaan ... 232

Tabel 4.8 Pekerjaan Prime Coat ... 232

Tabel 4.9 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Excavator ... 233

(15)

xv

Tabel 4.11 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Dump Truck ... 235

Tabel 4.12 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Wheel Loader ... 236

Tabel 4.13 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Motor Grader ... 237

Tabel 4.14 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Water Tank ... 238

Tabel 4.15 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Tandem Roller ... 239

Tabel 4.16 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Pneumatic Tyred Roller ... 240

Tabel 4.17 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Asphalt Finisher ... 241

Tabel 4.18 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Asphalt Sprayer ... 242

Tabel 4.19 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Vibratory Roller ... 243

Tabel 4.20 Perhitungan Biaya Sewa Alat Per Jam Asphalt Mixing Plant ... 244

Tabel 4.21 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pembersihan ... 245

Tabel 4.22 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Galian ... 246

Tabel 4.23 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Timbunan ... 247

Tabel 4.24 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah ... 248

Tabel 4.25 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Lapis Pondasi Atas ... 249

Tabel 4.26 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Lapis Permukaan ... 250

Tabel 4.27 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Prime Coat ... 251

Tabel 4.28 Rencana Anggaran Biaya ... 252

(16)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Damaja, Damija, dan Dawasja Di Lingkungan Jalan Antar Kota ..12

Gambar 2.2 Tikungan Full Circle... 27

Gambar 2.3 Tikungan Spiral Circle Spiral ... 29

Gambar 2.4 Tikungan Spiral Spiral...30

Gambar 2.5 Metoda Pencapaian Superelevasi pada Tikungan FC... 32

Gambar 2.6 Metoda Pencapaian Superelevasi pada Tikungan SCS... 32

Gambar 2.7 Metoda Pencapaian Superelevasi pada Tikungan SS ... 33

Gambar 2.8 Jarak Pandang Mendahului ... 34

Gambar 2.9 Lengkung Vertikal Cembung ... 36

Gambar 2.10 Lengkung Vertikal Cembung ... ... 37

Gambar 2.11 Lengkung Vertikal Cekung... ... 37

Gambar 2.12 Lengkung Vertikal Cekung ... 38

Gambar 2.13 Galian dan Timbunan ... 38

Gambar 2.14 Perkerasan Kaku ... 39

Gambar 2.15 Perkerasan Lentur ... 40

Gambar 2.16 Lapisan Perkerasan Lentur ... 41

Gambar 2.17 Sketsa Network Planning ... 87

Gambar 2.18 Simbol Kejadian ... 89

Gambar 2.16 Susunan Lapisan Perkerasan Kaku ... 33

Gambar 2.17 Tebal Pondasi bawah Minimum untuk Beton Semen... 39

Gambar 2.18 CBR Tanah Dasar Efektif dan Tebal Pondasi Bawah...39

Gambar 2.19 Tipikal Sambungan Memanjang... 44

Gambar 2.20 Ukuran Standar Penguncian Sambungan Memanjang... 45

Gambar 2.21 Sambungan Susut Melintang Tanpa Ruji... 46

Gambar 2.22 Sambungan Susut Melintang dengan Ruji... 46

Gambar 2.23 Sambungan Pelaksanaan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan untuk pengecoran per lajur... 47

Gambar 2.24 Sambungan Pelaksanaan yang direncanakan dan yang tidak direncanakan untuk pengecoran seluruh lebar perkerasan... 47

(17)

xvii

Gambar 2.26 Detail Potongan Melintang Sambungan Perkerasan... 49

Gambar 2.27 Saluran dengan Bentuk Trapesium…...64

Gambar 2.29 Sketsa dengan Bentuk Lingkaran ... 65

Gambar 2.30 Sketsa Network Planning... 70

Gambar 2.31 Simbol Kejadian ... 72

Gambar 3.1 Amblasan Lokal Pada Badan Jalan ... 93

Gambar 3.2 Lubang di Perkerasan Jalan ... 93

Gambar 3.3 Bahu Jalan Tidak Ada Kemiringan ... 93

Gambar 3.4 Alur Air Menggerus ... 93

Gambar 3.5 Dimensi Kendaraan Besar ... 98

Gambar 3.6 Jari-Jari Manuver Kendaraan Besar ... 98

Gambar 3.7 Sket Trase Alinyemen Horizontal ... 101

Gambar 3.8 Panjang Trase Jalan ... 102

Gambar 3.9 Bentuk Tikungan Spiral – Circle – Spiral ... 111

Gambar 3.10 Pencapaian Superelevasi Tikungan Spiral – Circle – Spiral ... 112

Gambar 3.11 Potongan Nilai x ... 115

Gambar 3.12 Bentuk Tikungan Full Circle ... 115

Gambar 3.13 Pencapaian Superelevasi Tikungan Full Circle ... 116

Gambar 3.14 Bentuk Tikungan Spiral – Spiral ... 121

Gambar 3.15 Pencapaian Superelevasi Tikungan Spiral – Spiral ... 121

Gambar 3.16 Pelebaran Pada Tikungan ... 129

Gambar 3.17 Kebebasan Samping ... 138

Gambar 3.18 Alinyemen Vertikal STA 5+150 ... 147

Gambar 3.19 Alinyemen Vertikal STA 5+650 ... 149

Gambar 3.20 Potongan Galian Timbunan Pada STA 4+850 ... 151

Gambar 3.21 Penentuan CBR Segmen Jalan ... 164

Gambar 3.22 Penentuan Nilai DDT ... 165

Gambar 3.23 Nomogram ... 168

(18)

xviii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

- Gambar Barchart dan Kurva S - Gambar NWP

LAMPIRAN 2

- Tabel dan Grafik

LAMPIRAN 3

- Data Lalu Lintas - Data DCP

- Daftar Harga Satuan Dasar Upah dan Bahan

- Peta Lokasi Pekerjaan

- Distribusi Curah Hujan

LAMPIRAN 4

- Surat Permohonan Data Tugas Akhir - Lembar Kesepakatan Laporan Akhir - Lembar Rekomendasi Ujian Laporan Akhir

LAMPIRAN 5

Referensi

Dokumen terkait

Menurut tabel di samping jumlah siswa tingkat SD yang paling banyak terdapat di Desa Kupang yaitu dengan jumlah 384 siswa dengan tenaga pengajar 35 guru,

Pada analisis rataan Pb tanah, Perlakuan M9 (100% kompos residu rumah tangga) menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya dan perlakuan M 1 (100%

Siswa dapat menghitung luas permukaan kubus, balok, prisma, atau limas * Soal. Keliling alas sebuah kubus

Karena setiap elektron valensi tidak terikat (tidak terkait) hanya antara dua inti atom (tidak seperti pada ikatan kovalen) maka ikatan metal merupakan ikatan tak berarah,

Hal ini dapat dilihat dari rasio modal saham perusahaan berada dibawah rasio rata-rata industri farmasi sejenis, yaitu untuk rasio laba atas ekuitas (ROE), rasio pendapatan

Dari data, fakta atau informasi yang diperoleh melalui survei tersebut dapat digambarkan kondisi masing-masing variabel yang diteliti sehingga memungkinkan untuk diketahui

Dalam kerangka dimensi kualitas maka indikator kinerja dalam sasaran ini adalah persentase konsumen yang puas terhadap akses data BPS, jumlah pengunjung eksternal yang mengakses

Utilitas pendukung proses meliputi unit penyediaan air sebesar 108,3 m 3 /hari, unit penyedia steam sebesar 536,7 m 3 /hari yang diperoleh dari boiler dengan bahan bakar