PKR_Unit_2_0

39 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Model Pengelolaan Dan Pembelajaran Kelas

Rangkap

Dra. Susilowati, M.Pd

Pendahuluan

nit ini adalah kelanjutan dari unit pertama. Apakah Anda masih ingat dari unit pertama Anda telah memperoleh pemahaman tentang apa pembelajaran kelas rangkap (PKR), mengapa dan untuk apa PKR, dan apa saja prinsip-prinsip PKR. Anda juga telah mengenal praktik-praktik PKR yang terjadi di lapangan. Dengan demikian Anda tentunya sudah dapat membedakan prinsip dan kenyataan PKR, serta pembelajaran di SD pada umumnya.

Pada unit ini Anda akan mempelajari model-model pengelolaan PKR dan metode pembelajaran dalam PKR. Setelah Anda mempelajari materi pembelajaran pada unit ini diharapkan Anda mempunyai kemampuan untuk dapat;

1. Menjelaskan prinsip dam model pengelolaan PKR 2. Membandingkan berbagai model pengelolaan PKR di SD 3. Menjelaskan prinsip dedaktik metodik PKR

4. Menerapkan prosedur dasar PKR

5. Menerapkan berbagai model interaksi kelas dalam PKR

Menguasai kemampuan pembelajaran dalam PKR penting bagi setiap guru kelas, baik yang selalu mengajar kelas rangkap di SD kecil maupun bila sewaktu-waktu harus mengajar kelas rangkap karena ada guru lain yang terpaksa tidak hadir mengajar. Apabila Anda tampil dengan mantap maka, murid Andapun akan merasa senang untuk belajar karena suasana kelas lebih menarik, menantang dan menyenangkan.

U

(2)

Agar Anda dapat tampil sebagai guru PKR yang mantap, dalam unit ini akan dibahas beberapa hal yang berkaitan dengan model pengelolaan dan pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut.

1. Prinsip dan Model Pengelolaan PKR

2. Prinsip didaktik-metodik dan prosedur dasar PKR 3. Model-model interaksi kelas dalam PKR

Ikutilah petunjuk belajar berikut ini, supaya Anda dapat memahami materi dengan lebih baik.

1. Bacalah terlebih dahulu pada bagian pendahuluan, maka Anda akan memahami apa yang diharapkan dari Anda setelah mempelajari materi pada unit 2 ini.

2. Bacalah bagian demi bagian sampai Anda dapat memahami secara keseluruhan. Berilah tanda atau garis bawah pada bagian-bagian yang penting.

3. Catat dan ringkaslah pengertian-pengertian pokok dengan bahasa sendiri, kemudian bawalah selalu catatan tersebut sebagai bahan diskusi.

4. Bila Anda menemukan kesulitan dalam memahami materi dalam unit 2 ini, diskusikan dengan teman sejawat atau dengan tutor.

5. Terapkanlah prinsip, prosedur, dan model PKR dalam situasi terbatas melalui simulasi dengan teman sejawat pada saat tutorial tatap muka.

(3)

Sub Unit 1

Prinsip dan Model pengelolaan

Pembelajaran Kelas Rangkap

audara mahasiswa, dapatkah Anda mengingat kembali tentang ciri-ciri utama pembelajaran kelas rangkap? Bila ternyata Anda lupa coba lihatlah sebentar pada unit pertama. Baiklah, mari perhatikan rumusan singkat mengenai cirri-ciri utama pembelajaran kelas rangkap sebagai berikut.

Pembelajaran kelas rangkap(PKR) adalah: • Seorang guru

• Menghadapi dua kelas atau lebih, atau satu kelas dengan dua atau beberapa kelompok murid yang berbeda kemampuan.

• Untuk membimbing belajar dalam satu mata pelajaran atau lebih, atau

beberapa topik yang berbeda dalam satu mata pelajaran

• Dalam satu atau lebih dari satu ruangan • Pada jam pelajaran yang bersamaan

Pada sub unit 2 ini akan dipelajari tiga model pembelajaran kelas rangkap dan pengelolaannya sebagai berikut.

1. Model PKR 221 : Dua Kelas, Dua Mata pelajaran, Satu Ruangan. 2. Model PKR 222 : Dua Kelas, Dua Mata Pelajaran, Dua Ruangan. 3. Model PKR 333 : Tiga Kelas, Tiga Mata Pelajaran, Tiga Ruangan.

1. Model PKR 221

Pada model PKR 221 ini, seorang guru mengajar dua kelas misalkan kelas 5 dan kelas 6, dengan dua mata pelajaran IPS dan IPA, dalam satu ruangan. Langkah-langkah pembelajaran pada model ini, dapat diperhatikan matrik berikut ini.

Kegiatan/waktu Kelas V (IPS) Kelas VI (IPA)

1. Pendahuluan(10’) Pengantar dan pengarahan dalam satu ruangan; penjelasan skenario dan hasil belajar

2. Kegiatan Inti 1(20’) Tugas Individual Kerja Kelompok 3. Kegiatan Inti 2(20’) Kerja Kelompok Ceramah, Tanya jawab 4. kegiatan Inti 3(20’) Ceramah,kerja kelompok Diskusi, Tanya jawab

(4)

5. Penutup (10’) Review, penguatan, komentar dan tindak lanjut. Persiapan kegiatan belajar berikutnya.

Dalam menerapkan model PKR ini, ikutilah petunjuk sebagai berikut.

a. Pada kegiatan pendahuluan, lebih kurang 10 menit pertama, guru memberikan pengantar dan pengarahan dalam satu ruangan. Gunakan dua papan tulis atau satu papan tulis dibagi dua. Tuliskan topik dan hasil belajar yang diharapkan dari kelas 5 dan kelas 6. Ikuti langkah-langkah untuk masing-masing kelas yang akan ditempuh selama pertemuan.

b. Pada kegiatan inti 1,2,3, lebih kurang 60 menit, terapkan aneka metode yang sesuai dengan tujuan untuk masing-masing kelas. Selama kegiatan berlangsung adakan pemantapan, bimbingan, balikan sesuai dengan keperluan. Gunakan keterampilan dasar mengajar yang sesuai.

c. Pada kegiatan penutup lebih kurang 10 menit terakhir , berdirilah di depan kelas menghadapi kedua kelas untuk mengadakan reviuw atas materi dan kegiatan yang baru berlaku. Berikan komentar dan penguatan sesuai keperluan. Kemudian berikan tindak lanjut berupa tugas atau apa saja sebagai bahan untuk pertemuan berikutnya atau mungkin untuk hari berikutnya.

2. Model PKR 222

Pada model pembelajaran kelas rangkap 222, guru menghadapi dua kelas. Misalnya kelas 5 dan kelas 6, untuk mengajar mata pelajaran matematika di kelas 5 dan IPA di kelas 6. Topik yang diajarkan tidak memiliki saling keterkaitan. Proses pembelajaran berlangsung dalam dua ruangan berdekatan yang berhubungan dengan pintu. Langkah-langkah pembelajaran dapat diperhatikan matrik berikut ini.

Kegiatan/waktu Kelas V(Matematika) Kelas VI(IPA)

1.Pendahuluan (10’) Pengantar dan pengarahan umum diberikan secara bersama dalam dua ruangan yang berhubungan, penjelasan scenario dan hasil belajar

2. Kegiatan Inti 1(15’) Penjelasan guru Kegiatan individual 3. Kegiatan Inti 2(15’) Tanya jawab Kegiatan individual 4. Kegiatan Inti 3(15’) Kerja individual Tanya jawab 5. Kegiatan Inti 4(15’) Kerja individual Tanya jawab

6. Penutup (10’) Reviuw umum, pergantian, penguatan, tindak lanjut, tugas. Pengantar jam pelajaran berikutnya

(5)

Untuk menerapkan model ini Anda perlu mengikuti petunjuk sebagai berikut. a. Pada kegiatan pendahuluan lebih kurang 10 menit pertama, satukan murid kelas V

dan kelas VI dalam satu ruangan yang tempat duduknya mencukupi. Berikan pengantar dan pengarahan umum seperti yang Anda lakukan pada model PKR 221. Bila tidak mungkin bisa menyatukan murid dalam satu ruangan, gunakan halaman/teras, dan bila tidak mungkin lagi murid tetap di ruang masing-masing tetapi guru berada di pintu yang menghubungkan antara dua kelas.

b. Pada kegiatan inti lebih kurang 60 menit berikutnya, terapkan aneka metode yang sesuai untuk masing-masing kelas. Yang perlu diperhatiakn adalah jangan sampai pada saatbAnda sedang menghadapi kelas yang satu, kelas yang lain tidak ada kegiatan sehingga murid rebut. Atur kepindahan Anda dari ruang ke ruang secara seimbang, artinya jangan banyak mengguakan waktu di satu ruang. Ada saat dimana Anda harus berdiri di pentu penghubung.

c. Pada kegiatan penutup lebih kurang 10 menit terakhir berdirilah di pintu penghubung menghadapi kedua kelas untuk mengadakan reviuw umum mengenai materi dan kegiatan belajar yang baru berlaku. Berikan komentar dan penguatan sesuai dengan keperluan. Setelah itu berikan tindak lanjut berupa tugas untuk masing-masing kelas, kemudian persiapan untuk jam pelajaran.

d. Sebaiknya untuk menerapkan model PKR 222 ini, aturlah tempat duduk murid sedemikian rupa sehingga pandangan murid mengarah kedepan dan kearah pintu penghubung.

3. Model PKR 333

Pada model pembelajaran kelas rangkap 333 guru menghadapi tiga kelas untuk mengajarkan tiga mata pelajaran. Misalnya kelas 4 dengan mata pelajaran matematika, kelas 5 dengan mata pelajaran IPS, dan kelas 6 dengan mata pelajaran IPA dalam tiga ruangan. Untuk memahami langkah-langkah pembelajaran perhatikan matrik berikut ini.

Kegiatan/waktu Kelas IV(Mat) Kelas V(IPS) Kelas VI(IPA)

Pendahuluan(10’) Pengntar dan pengarahan umum diberikan secara bersama-sama di salah satu ruangan. Penjelasan skenario dan hasil belajar yang ingin dicapai. Kegiatan inti 1, 20’ Tugas individual Kerja kelompok Ceramah, dan Tanya

jawab Kegiatan inti 2, 20’ Ceramah, dan Tanya

jawab

Tugas individual Kerja kelompok Kegiatan inti 3, 20’ Kerja kelompok Ceramah dan Tanya

jawab

(6)

Penutup (20’) Review, penguatan, komentar dan tindak lanjut. Persiapan kegiatan belajar berikutnya

Untuk menerapkan model ini, Anda perlu mengikuti petunjuk berikut ini. a. Pada kegiatan lebih kurang 10 menit pertama, kumpulkan semua murid kelas 4, 5

dan 6 dalam satu ruangan yang memiliki tempat duduk yang cukup. Berikan pengantar dan pengarahan umum. Bila tidak mungkin menyatukan murid dalam satu ruangan, dapat mencari tempat di luar ruangan misalnya di halaman sekolah atau taman sambil berdiri atau duduk. Berikan pengantar atau pengarahan umum yang berisi prosedur kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh semua murid. b. Pada kegiatan inti lebih kurang 60 menit, terapkan berbagai metode yang cocok

dengan memanfaatkan sumber belajar yang tersedia. Penggunaan lembar kerja murid sangat dianjurkan terutama pada kegiatan belajar murid yang bersifat mandiri. Dengan demikian kegiatan belajar murid tidak banyak tergantung pada kehadiran guru di muka kelas atau tempat belajar. Tingkatkan kadar kemandirian belajar murid. Proses saling membimbing antar tutor sangat dianjurkan. Guru selalu memanfaatkan kegiatan murid dan untuk ini guru berada diantara masing-masing kelompok.

c. Pada kegiatan penutup lebih kurang 10 menit terakhir, guru harus berada diantara masing-masing kelompok atau kelas untuk mengadakan review umum tentang kegiatan belajar yang telah dilakukan murid. Berikan komentar dan penguatan sesuai keperluan. Selanjutnya berikan tindak lanjut berupa tugas untuk masing-masing kelas. Kemukakan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk kegiatan pembelajaran berikutnya.

d. Model PKR 333 ini memang agak rumit dalam pengelolaannya. Maka Anda harus memiliki daya gerak paedagogis yang tinggi. Keunggulan mode ini adalah terletak pada intensitas kemandirian belajar setiap kelas dan terbebas dari situasi belajar kelas lainnya.

Latihan

Tiga model dasar dalam pengelolaan pembelajaran kelas rangkap telah kita bahas bersama. Masing-masing mepunyai keunggulan dan kelemahan. Sebagai latihan cobalah Anda menganalisis keunggulan dan kelemahan pada setiap model PKR tersebut.

Model Keunggulan Kelemahan

PKR 221 1. ………… 2. ………… 3. ………… 1. ………… 2. ………… 3. …………

(7)

PKR 222 1. ………… 2. ………… 3. ………… 1. ………… 2. ………… 3. ………… PKR 333 1. ………… 2. ………… 3. ………… 1. ………… 2. ………… 3. …………

Petunjuk jawaban latihan

1. Diskusikan dengan teman sejawat secara kelompok, mintalah pendapat tutor bila diperlukan.

2. Pengalaman Anda dalam melaksanakan praktik merangkap kelas, dapat digunakan sebagai bahan diskusi.

RANGKUMAN

Agar pemahaman Anda lebih mantap lagi, bacalah butir-butir penting

dari materi sub unit 1 berikut ini.

1. Pada hakekatnya pengelolaan PKR adalah upaya mencapai tujuan yang setinggi-tingginya dengan memanfaatkan segala sumber daya manusia, alam, social dan budaya yang tersedia.

2. Pengelolaan PKR yang efektif ditandai oleh pemanaatan sebagian terbesar dari waktu yang tersedia untuk kegiatan belajar murid, penampilan kualitas pembelajaran yang memadai, dan keterlibatan yang luas dari seluruh murid dalam kegiatan belajar.

3. Guru PKR dituntut untuk melakukan aneka cara mengisi waktu belajar, menampilkan kualitas pembelajaran dan melibatkan murid dalam belajar.

4. Ada tiga model dasar pengelolaan pembelajaran kelas rangkap yaitu: 1) PKR 221 : Dua kelas, dua mata pelajaran dalam satu ruangan, 2) PKR 222 :Dua kelas, dua mata pelajaran dalam dua ruangan, 3) PKR 333 : Tiga kelas, tiga mata pelajaran dalam tiga ruangan.

5. Setiap model memiliki kekuatan dan kelemahan. Dalam praktik semua kembali pada tujuan belajar, kemampuan, dan sarana belajar yang tersedia.

(8)

Tes Formatif 1

Setelah membaca rangkuman, kerjakanlah Tes Formatif 2, sehingga Anda dapat mengukur tingkat keberhasilan Anda.

Berilah tanda silang(X) pada huruf A, B, C, atau D di depan jawaban yang menurut pendapat Anda paling benar.

1. Dilihat dari sasaran belajarnya PKR mempunyai ciri khas yaitu adanya……. A. perbedaan isi pembelajaran

B. variasi tingkat kemampuan

C. tuntutan pengelompokan yang homogen D. sasaran belajar yang berjenjang

2. Dilihat dari kadar isinya inti persoalan pengelolaan pembelajaran adalah ……. A. dana yang dikeluarkan

B. manfaat sumber daya manusia C. tujuan secara optimal

D. rencana pembelajaran

3. Kualitas pembelajaran tergantung dari hal-hal sebagai berikut, kecuali……….. A. gaji guru dan kesejahteraan keluarganya

B. penguasaan bahan pelajaran

C. kemahiran metodologis pembelajaran D. kepedulian terhadap peserta didik

4. Model PKR 221 lebih cocok untuk pembelajaran mata pelajaran yang topiknya……

A. bertentangan B.berhubungan

C. berjenjang –naik

D. berjenjang-meluas

5. Murid harus selalu diupayakan agar merasa bersama dengan gurunya dalam belajar, hal ini termasuk prinsip …….

A. Overlappingness B. alertness

C. withitness D. dependence

(9)

6. Model PKR 222 dan PKR 333 lebih cocok dalam pembelajaran mata pelajaran yang topic-topiknya…….. A. berjenjang –naik B. berjenjang-meluas C. berdiri sendiri D. berkaitan

7. Dalam mengorganisasikan kegiatan inti PKR model manapun diperlukan penerapan prinsip-prinsip berikut, kecuali………

A. aneka media dan sumber

B. aneka kegiatan dan tugas belajar C. variasi waktu belajar

D. diversifikasi, interaksi belajar

8. Dalam pelaksanaan model PKR 222 dan PKR 333 perpindahan guru dari kelas satu ke kelas lainnya sebaiknya……

A. berjarak waktu yang sama B. terserah guru saja

C. tergantung pada kemauan murid D. sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

9. Proses saling membimbing antar murid dalam PKR perlu digalakkan untuk……. A. menggantikan tugas guru

B. mengatasi kekurangan sumber C. meningkatkan pemahaman D. mengurangi kejenuhan

10. Salah satu keunggulan dari model PKR 333 adalah dampak belajar berupa….. A. korelasi pemahaman

B. saling ketergantungan C. pengisian waktu senggang D. kemandirian belajar

(10)

Setelah Anda selesai mengerjakan tes, cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang ada di bagian akhir unit ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda.

Rumus Jumlah jawaban yang benar

Tingkat pengasaan = x 100% 10

Arti tinggkat penguasaan Anda: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Tetapi bila kurang dari 80% jangan kecewa, ulangilah membaca sub unit 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

(11)

Sub Unit 2

Prinsip Didaktik-Metodik dan

Prosedur Dasar PKR

etelah Anda memahami materi tentang model-model PKR dan bagaimana penerapannya, maka selanjutnya pada sub unit ini akan dibahas mengenai prinsip didaktik-metodik dan prosedur dasar PKR. Cobalah mengingat-ingat, apakah Anda mengenal istilah didaktik- metodik?. Untuk menyegarkan ingatan Anda, marilah kita lihat secara sepintas. Didaktik berasal dari bahasa latin

didasco/didascein yang berarti saya mengajar, kemudian secara popular diartikan

sebagai ilmu mengajar atau pengetahuan tentang bagaimana mengajar. Metodik juga berasal dari bahasa latin yang artinya metodos atau jalan ke, dan secara popular diartian sebagai cara atau strategi mengajar.

Cara atau strategi mengajar pada dasarnya berkenaan dengan penataan urutan kegiatan pembelajaran. Secara operasional dapat dirinci menjadi bagaimana membuka pembelajaran, mengisi kegiatan inti pembelajaran dan mengakhiri pembelajaran. Nah itulah hakekat dari metodik. Sementara itu ilmu mengajar atau didaktik berkenaan dengan bagaimana menerapkan teori dan konsep psikologis, sosiologis, komunikasi dan dari ilmu lain yang sesuai dalam upaya membimbing dan menciptakan situasi belajar. Jadi, didaktik sebenarnya merupakan ilmu terapan atau ilmu pendidikan praktis.

Dengan menggunakan konsep didaktik dan metodik seperti diuraikan, maka yang dimaksud dengan prinsip-prinsip didaktik-metodik dan prosedur dasar pembelajaran kelas rangkap dalam unit ini adalah:

1. Konsep-konsep pembelajaran yang relevan dan perlu diterapkan dalam PKR sehingga membentuk suatu sistem.

2. Keterampilan prosedural pembelajaran, khususnya berkenaan dengan membuka dan menutup pembelajaran, mendorong belajar aktif dan belajar mandiri, dan mengelola kelas PKR.

Marilah kita selanjutnya membahas tentang: 1. Membuka dan Menutup pembelajaran

2. Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan belajar mandiri

(12)

3. Mengelola Kelas PKR

1. Membuka dan Menutup Pelajaran

Sebagai seorang guru, Anda tidak asing lagi dengan kegiatan membuka dan mengakhiri pelajaran. Karena kedua kegiatan itu dilakukan setiap kali mengajar. Namun setiap guru mempunyai kebiasaan atau cara yang berbeda dengan guru lainnya. Mengapa demikian? Mengajar memiliki sisi keilmuan dan sisi kiat atau seni. Dan yang membedakan perilaku mengajar guru adalah dalam hal seni atau kiatnya. Seni atau kiat mengajar itu berkenaan dengan bagaimana guru menciptakan interaksi belajar-mengajar yang berhasi, menarik dan menyenangkan. Sedangkan dari sisi keilmuan berkenaan dengan penalaran guru mengenai apa, mengapa, dan bagaimana membelajarkan murid. Dimana hal ini mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta intelektual guru yang memadai.

Dalam praktik mengajar, sisi keilmuan dan kiat mengajar harus terpadu dan harus saling mengisi. Hal ini berarti bahwa mengajar harus dapat diwujutkan dalam praktik dengan baik, dan cara mengajarpun dilandasi oleh prinsip-prinsip keilmuan mengajar. Meskipun kenyataan di lapangan juga tergantung dari kualitas kepribadian guru.

Setiap guru harus menguasai prinsip-prinsip keilmuan mengajar dan memiliki kiat mengajar. Dibandingkan dengan guru SD lainnya, Anda sebagai guru PKR. Oleh karena itu Anda disamping memiliki ilmu dan kiat mengajar secara umum, juga harus memiliki ilmu dan kiat mengajar yang lebih khusus.

Baiklah! Mari kita mengkaji bagaimana membuka dan mengakhiri pelajaran dalam situasi pembelajaran kelas rangkap(PKR).

a. Membuka Pelajaran

Perhatikan contoh berikut ini. Seorang guru yang mengajar di tiga kelas dalam mata pelajaran dan dalam satu ruangan (PKR 321):

Guru : Selamat pagi anak-anak!

Murid : Secara serempak, selamat pagi bu guru!

Guru : - coba perhatikan, kelas III, kelas IV, dan juga kelasV.

- Hari ini kelas III dan kelas IV belajar IPS dan kelas V Bhs Indonesia. - Kelas V membuat karangan bebas, kelas IV menggambar peta

kabupaten, dan kelas III mencari nama-nama kota kecamatan di kabupaten.

Contoh tersebut adalah bagaimana seorang guru SD membuka pelajaran dalam PKR 321. Pahamilah contoh tersebut bila perlu diskusikan dengan teman Anda, apakah guru tersebut sudah mengucapkan salam pembukaan?, apakah guru sudah

(13)

berusaha memusatkan perhatian murid? Dan apakah guru juga sudah memberi informasi tentang tugas-tugas mereka?

Baik, mari kita perhatikan bahwa dalam membuka pelajaran ada empat hal pokok yang harus dilakukan oleh guru yaitu:

1) Menarik perhatian murid 2) Menimbulkan motivasi belajar 3) Memberi acuan belajar

4) Membuat kaitan materi

Pahamilah dan hayati dengan baik keempat hal pokok tersebut akan kita bahas satu demi satu sebagai berikut.

1) Menarik perhatian murid

Mengajar murid dalam PKR memerlukan perhatian khusus, karena Anda akan berhadapan dengan kelompok murid lebih dari satu kelas pada saat bersamaan. Pada awal pelajaran sebaiknya semua kelas menjadi satu. Gunakan ruangan yang cukup atau di luar kelas. Bila PPKR dilaksanakan dalam satu ruangan, setelah pembukaan Anda tinggal meneruskan mengatur penempatan murid tiap kelas dalam ruangan itu. Tetapi bila PKR dilaksanakan lebih dari satu ruangan, maka setelah pembukaan murid dapat menuju ruangan kelasnya masing-masing untuk meneruskan pelajaran. Sedapat mungkin hindari melakukan pembukaan pelajaran secara bergilir, sebab hal ini dapat mengakibatkan lamanya waktu tunggu di kelas-kelas berikutnya. Dan bila hal itu terjadi maka waktu belajar murid di ruang lain menjadi berkurang.

Bagaimana menarik perhatian murid pada tahap pembukaan? Ada berbagai cara untuk membuka pelajaran dapat Anda lakukan antara lain dengan:

- Memperlihatkan benda, alat, gambar yang berhubungan dengan materi pelajaran.

- Memberikan salam dan aba-aba perhatian. - Membunyikan sesuatu, misalnya peluit.

Semua itu dilakukan untuk menarik perhatian murid agar memperhatikan guru. Dapatkah Anda menyebutkan cara-cara lain menurut pengalaman Anda untuk menarik perhatian murid? Ingatlah bahwa menarik perhatian merupakan langkah pertama dalam membuka pelajaran, dan banyak cara yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian murid.

2) Menimbulkan Motivasi

Motivasi belajar sangat penting dimiliki oleh setiap murid dalam belajar. Bagamana guru dapat mendorong murid untuk mampu dan terbiasa dalam belajar juga sangat penting. Dapatkah Anda mengingat kembali apa yang dimaksud dengan

(14)

motivasi belajar? Baiklah mari sama-sama kita ingat. Motivasi belajar adalah dorongan yang berasal dari dalam diri murid dan dari luar diri murid untuk mengalami perubahan perilaku dalam bentuk pengetahuan, sikap, nilai, dan keterampilan. Motivasi yang berasal dari diri murid disebut motivasi instrinsik, misalnya kemauan, kebutuhan, semangat, rasa senang dan sebagainya. Motivasi yang berasal dari luar diri murid disebut motivasi ekstrinsik, misalnya guru dan apa saja yang dilakukan guru untuk membuat murid mau, mampu dan biasa belajar, bahkan lingkungan belajar, kelas, bahan, sumber belajar dan sebagainya. Motivasi belajar instrinsik dan ekstrinsik harus ditimbulkan secara terpadu.

Dengan demikian kedua motivasi tersebut menjadikan energi atau daya yang dapat menggerakkan murid untuk belajar, yaitu mengalami perubahan perilaku. Bagaiman agar guru dapat menimbulkan motivasi terhadap murid? Paling tidak ada empat cara yang dapat Anda lakukan sebagai guru PKR dalam menimbulkan motivasi yaitu:

a) Menunjukkan kehangatan dan semangat b) Menimbulkan rasa ingin tahu

c) Mengemukakan ide yang bertentangan d) Memperhatikan minat murid

a) Kehangatan dan semangat.

Kehangatan seorang guru terhadap muridnya nampak pada penampilannya yang ceria dan bersahabat, tidak angker dan tidak menakutkan. Adanya perhatian yang penuh dengan kesungguhan dan ketulusan, tidak memberi kesan asal-asalan dan terpaksa.

Semangat atau keantusiasan guru dalam menghadapi muridnya nampak dari bagaimana santun bahasanya yang akrab. Bersemangat atau ada gairah dalam melakukan tugasnya sebagai guru.

b) Menimbulkan sara ingin tahu.

Rasa ingin tahu murid tampak dari adanya perhatian murid pada saat guru berbicara atau bertanya terhadap materi dan kaitan materi yang sedang dipelajari. Untuk dapat menimbulkan rasa ingin tahu guru harus berefikir dan berbicara secara logis dan sistimatis. Misalnya bila guru akan mengajarkan konsep makanan yang bergizi, maka guru akan bertanya pada murid sebagai berikut “ Anak-anak dapatkah kamu menyebutkan makanan yang kita makan sehari-hari?” Apa lagi? Siapa yang dapat menyebutkan! Apa yang kalian sebutkan banyak yang benar. Mari kita lihat sekarang tentang cirri-ciri makanan bergizi.

(15)

Ide atau pendapat yang bertentangan dapat menimbulkan disonansi kognitif, yaitu: situasi dalam pikiran seseorang yang penuh pertanyaan. Dan pada gilirannya dapat menimbulkan dorongan belajar bagi murid. Untuk dapat menimbulkan ide yang bertentangan guru dapat menyajikan suatu kasus atau cerita bermasalah. Kasus itu dapat berupa kejadian yang sesungguhnya. Misalnya diambil dari berita di surat kabar.

d) Memperhatikan minat siswa

Minat dapat diartikan sebagai rasa tertarik pada sesuatu. Minat seseorang biasanya nampak dari perhatian dan kebiasaan. Minat seseorang dapat terpusat pada sesuatu hal yang dirasakan memberi kepuasan batin atau bermula dari tuntutan. Setiap orang memiliki minat yang berbeda dari orang lain, baik dalam jenis maupun kadarnya. Minat juga berkaitan dengan kebutuhan. Misalnya seseorang yang memiliki kebutuhan rasa aman, biasanya ia punya minat pada olah raga bela diri. Oleh karena itu hendaknya guru memperhatikan minat murid, motivasi harus dikaitkan pada variasi minat murid.

3) Memberi Acuan Belajar

Proses belajar pada pendidikan formal antara lain ditandai oleh keterarahan. Keterarahan adalah wujud dari proses belajar yang terpadu dan terkait pada tujuan belajar. Dan keterpaduan harus dimulai pada saat pembukaan pelajaran. Acuan atau rambu-rambu yang diberikan pada awal pelajaran dapat memberi jalan bagi terjadinya proses belajar yang berorientasi pada tujuan. Tentu Anda masih ingat tentang dampak instruksional dan dampak pengiring belajar. Agar dapat menjamin keterarahan belajar, maka pada awal pembelajaran guru perlu memberi acuan. Ingat juga Anda sebagai guru PKR, jadi dalam hal ini yang dimaksud adalah acuan dalam situasi PKR.

Ada beberapa cara dalam memberikan acuan yaitu: a) Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas b) Menyarankan langkah-langkah yang akan ditempuh c) Mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas d) Mengajukan pertanyaan

a) Mengemukakan tujuan dan batas-batas tugas

Tujuan merupakan gambaran perilaku yang diharapkan terbentuk setelah proses pembelajaran. Pada awal pembelajaran guru harus mengemukakan tujuan pembelajaran, hal ini penting agar dapat memberi arah pada proses belajar. Dalam PKR, tujuan pasti bersifat multi level dan multi dimensional. Tujuan belajar untuk

(16)

kelas IV, V, VI, dalam PKR pasti memiliki tujuan yang beraneka dalam tingkat kelas maupun bidangnya.

Sebagai contoh tujuan yang bersifat multi level dan multi dimensional adalah: Kelas IV dan kelas V belajar IPS dengan topik kekayaan alam. Tujuan yang diharapkan bagi murid kelas IV adalah murid dapat mengidentifikasi sumber daya alam. Sedang untuk kelas V murid dapat memberi contoh pemanfaatan sumber daya alam. Kelas VI akan belajar PPKN dengan tujuan agar murid dapat memcahkan kasus pencemaran lingkungan dari sudut hukum.

Batas tugas merupakan garis batas yang dapat dipakai pedoman oleh murid seberapa jauh mereka harus melakukan suatu tugas atau pengalaman belajar. Batas tugas secara konseptual tampak dalam tujuan dan prosedur kegiatan belajar yang akan dilalui. Baik batas tugas maupun tuuan sebaiknya dikemukakan pada awal pelajaran sebagai acuan bagi murid dan juga bagi guru dalam menjalani proses pembelajaran pada tahap kegiatan yang akan berlangsung.

b) Langkah-langkah yang akan ditempuh.

Langkah-langkah yang akan ditempuh sering disebut strategi instruksional. Langkah-langkah tersebut berisi urutan kegiatan yang dirancang oleh guru dalam mencapai tujuan belajar. Dalam PKR 321, harus dikemukakan dengan jelas urutan kegiatan yang harus dilakukan oleh masing-masing kelas IV, V, dan VI. Dengan demikian pada masing-masing kelas itu akan dapat memperoleh pengalaman belajar yang sistematis dan terancang untuk mencapai tujuan dengan baik.

c) Mengingatkan masalah pokok yang akan dibahas

Pada setiap tahap kegiatan pembelajaran harus ditemukan apa yang menjadi masalah pokok sebagai pusat perhatian proses belajar. Masalah pokok biasanya berupa konsep yang akan dibahas. Dan masalah pokok perlu dikemukakan pada awal pelajaran.

d) Mengajukan pertanyaan

Pada awal pelajaran guru dapat mengajukan pertanyaan pemicu. Maksudnya sebagai pemandu awal yang berfungsi memberi acuan bagi murid dalam belajar. Pertanyaan pemicu dapat dikaitkan dengan benda, peristiwa, gambar yang digunakan pada saat guru menarik perhatian murid. Pertanyaan pemicu dapat disusun mulai dari pertanyaan sederhana misalnya apa, dimana, tahun berapa, sampai pertanyaan yang lebih rumit misalnya mengapa, bagaimana, apa akibatnya dan sebagainya.

(17)

4) Membuat kaitan materi

Membuat kaitan materi pada awal pelajaran sangat penting, karena akan menghubungkan pengalaman lama dengan pengalaman baru. Bila pengalaman lama dengan pengalaman baru dapat dihubungkan dengan baik, maka proses belajar akan berlangsung lebih bermakna. Membangun kaitan materi dengan melalui :

a) Pertanyaan appersepsi, yaitu pertanyaan mengenai bahan lama yang telah dipelajari sebelumnya. Dari pertanyaan ini diharapkan dapat diperoleh jawaban yang menggambarkan perilaku awal murid, yang berupa sikap, nilai, dan keterampilan yang telah dikuasai sebelum memulai pelajaran baru. b) Merangkum materi yang lalu dengan maksud untuk memtakan apa saja yang

telah dipelajari murid.

Apabila jawaban pertanyaan appersepsi dan rangkuman dipadukan, maka guru akan dapat membaca bekal belajar murid sehingga materi baru dapat dikaitkan untuk menghasilkan proses belajar yang yang bermakna. Bagi murid akan dapat melihat nilai tambah apa yang akan diperoleh setelah mempelajari materi baru.

b. Menutup Pelajaran

Menutup pelajaran sama pentingnya dengan menutup pelajaran, walaupun berbeda tujuan dan fungsinya. Untuk menutup pelajaran sebaiknya dilakukan secara bersama-sama dimana semua murid dari kelas yang dirangkap hadir dalam satu ruangan atau satu tempat.

Ada tiga kegiatan pokok yang harus dilakukan guru dalam menutup pelajaran yaitu:

1) Meninjau kembali

2) Mengadakan evaluasi penguasaan murid 3) Memberikan tindak lanjut

Marilah ketiga pokok kegiatan tersebut kita bahas satu per satu. 1) Meninjau kembali.

Untuk mengecek apakah pengalaman belajar murid sudah memenuhi tuntutan pedagogis sebagaimana diisyaratkan dalam tujuan perlu ditinjau kembali. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan cara merangkum atau membuat ringkasan. Rangkuman sebaiknya dibuat guru dengan melibatkan murid. Dengan demikian murid dapat memahami apa saja yang telah dipelajari dalam pembelajaran.

2) Mengadakan evaluasi penguasaan murid

Salah satu indikator keberhasilan pembelajaran adalah tercapai tidaknya penguasaan murid mengenai materi pelajaran sesuai dengan tujuan yang digariskan.

(18)

Untuk maksud tersebut guru perlu mengadakan evaluasi formatif pada akhir pelajaran. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dengan cara:

a) Mendemonstrasikan keterampilan. b) Menerapkan ide baru pada situasi lain c) Mengemukakan pendapat sendiri d) Memberikan soal-soal secara tertulis 3) Memberikan tindak lanjut

Tindak lanjut berfungsi untuk menghubungkan materi dan pengalaman belajar baru dengan pengalaman yang akan datang. Tindak lanjut dapat dilakukan dengan cara memberi pekerjaan rumah, merancang sesuatu, mengkomunikasikan sesuatu.

2. Mendorong Belajar Aktif dan Membiasakan Belajar Mandiri.

Pada hakekatnya belajar itu adalah adanya perubahan. Perubahan berkenaan dengan pengetahuan, nilai dan sikap, keterampilan, dan kebiasaan belajar. Perubahan pengetahuan melalui proses pemahaman, sedang nilai dan sikap melalui proses penghayatan. Keterampilan berubah melalui proses latihan, sedang kebiasaan belajar berubah melalui pembiasaan atau habituasi. Semua proses perubahan itu terjadi dalam diri individu.

Dengan demikian dalam proses belajar individulah yang aktif, oleh karena itu proses pembelajaran yang baik adalah proses yang memungkinkan murid belajar secara mandiri. Belajar mandiri adalah proses memperoleh pengetahuan, nilai dan sikap, keterampilan, dan kebiasaan belajar melalui pemanfaatan rangsangan dari luar diri murid untuk membangkitkan kemampuan belajar secara optimal. Untuk dapat menumbuhkan proses belajar mandiri perlu diciptakan iklim belajar yang baik, yang ditandai oleh adanya suasana hangat, menarik dan menyenangkan.

Ada beberapa alasan yang dapat kita simak, mengapa belajar mandiri perlu digalakkan.

a. Ada bukti yang kuat bahwa individu yang berinisiatif dalam belajar dapat belajar lebih banyak, dan lebih baik dari pada individu yang tergantung pada guru.

b. Belajar mandiri lebih sesuai denga prose salami perkembangan mental individu.

c. Perkembangan baru dalam berbagai aspek pendidikan menempatkan murid sebagai pebelajar yang aktif(Knowles,1975).

(19)

Untuk dapat mengembangkan murid sebagai pebelajar yang aktif, guru PKR perlu menguasai beberapa keterampilan seperti berikut:

a. Membimbing diskusi kelompok kecil b. Mengajar kelompok kecil dan perorangan c. Mengadakan variasi

a. Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Metode pembelajaran yang paling potensial dalam PKR adalah metode diskusi atau metode kerja kelompok, terutama kelompok kecil. Apalagi karena kelas PKR di SD kecil jumlah muridnya sedikit. Kelompok kecil dalam kelas PKR bisa dibentuk untuk masing-masing kelas atau lintas kelas. Besar kelompok tergantung pada jumlah murid, kelompok terkecil berjumlah dua orang dan paling besar lima orang.

Keterampilan yang perlu dikuasai guru PKR dalam menata diskusi atau kerja kelompok kecil adalah:

1) Memusatkan perhatian murid

2) Memperjelas masalah yang menjadi pusat perhatian 3) Menganalisis pendapat murid

4) Memberi kesempatan kepada murid untuk mengeluarkan pendapat 5) Memeratakan kesempatan untuk berbicara

6) Memacu proses berfikir murid 7) Menutup diskusi dengan laporan b. Mengajar kelompok kecil dan perorangan

Di SD kecil, ada kalanya murid yang dihadapi hanya 1-2 orang dalam satu kelas, sehingga dapat dirangkap dengan kelas lain yang jumlahnya lebih banyak meskipun tak sebanyak kelas normal. Bahkan ada SD yang jumlah murid seluruhnya hanya 15-20 orang. Ruang belajar yang digunakan hanya satu ruang dengan atau tanpa sekat. Untuk menghadapi situasi semacam ini, guru PKR dituntut untuk menguasai keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.

Dalam pengajaran kelompok kecil dan perorangan ada sejumlah peran guru yang perlu dihayati yaitu guru sebagai:

1) Penata kegiatan belajar-mengajar 2) Sumber informasi bagi murid 3) Pendorong belajar siswa

4) Penyedia materi dan pembuka kesempatan belajar murid 5) Pendiagnosis kebutuhan belajar murid

(20)

7) Mitra kerja dalam kegiatan belajar

Agar dapat memainkan peran-peran tersebut di atas guru PKR perlu menguasai sejumlah keterampilan sebagai berikut.

1) Keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi. - Tunjukkan perhatian yang hangat

- Dengarkan pendapat murid - Berikan respon yang positif - Ciptakan hubungan saling percaya - Tunjukkan kesediaan membantu murid - Bersikaplah terbuka terhadap perasaan murid - Kendalikan situasi agar murid merasa aman 2) Keterampilan menata kegiatan belajar-mengajar

- Adakan pengenalan umum mengenai isi dan latar kegiatan belajar - Gunakan variasi kegiatan sesuai kebutuhan

- Adakan pengelompokan murid sesuai dengan tujuan

- Jangan lupa mengkoordinasikan aneka kegiatan yang berlangsung - Berikan perhatian pada berbagai tugas yang diberikan

- Usahakan agar pada akhir kegiatan selalu ada penyimpulan 3) Keterampilan mengarahkan dan memberi kemudahan belajar

- Berikan penguatan terhadap perilaku murid yang baik - Bersikap tanggap terhadap keadaan murid

- Berikan bantuan belajar sesuai kebutuhan untuk belajar lebih lanjut - adakan pemantapan terhadap kegiatan kelompok dan perorangan c. Mengadakan Variasi

Variasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah perubahan dalam proses kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi murid, serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Dapatkah kita sebagai guru mengubah suasana kelas PKR yang tidak menarik dan membosankan menjadi kelas PKR yang menyenangkan? Tentu saja Anda dapat membuat murid senang, puas, dan betah belajar. Caranya adalah mengadakan variasi dalam pembelajaran.

Variasi juga disebut keanekaragaman. Dalam pembelajaran, keanekaragaman menyangkut gaya mengajar, media, sumber, dan pola interaksi serta kegiatan belajar-mengajar. Marilah sekarang kita mengkaji ketiga jenis variasi tersebut.

1) Variasi gaya mengajar

Gaya mengajar adalah pola penampilan guru dalam mengolah dan mengelola rangsangan belajar dan lingkungan belajar yang memungkinkan tumbuhnya

(21)

dinamika proses belajar murid. Dinamika proses belajar tercermin pada perhatian, semangat, dan rasa senang, betah atau keasyikan murid dalam mempelajari sesuatu.

Penampilan mengajar guru diwarnai oeh keterampilan guru dalam: a. Bicara: kecepatan, kejernihan, tekanan, volume, dan kepasihan.

b. Perhatian: pemusatan perhatian murid, persebaran perhatian pada kegiatan murid secara bersamaan.

c. Kesenyapan: berhenti bicara sebentar untuk mengendapkan ide d. Kontak pandang: semua murid mendapat tatapan hangat dari guru e. Olah gerak dan mimik : gerak fisik dan tampilan wajah

f. Alih posisi: berdiri yang memungkinkan murid merasakan perhatian sama 2) Variasi media dan sumber

Media adalah alat dan bahan yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan yang dapat berupa ide, informasi, pendapat kepada murid. Media dapat berbentuk visual(terlihat), audio(terdengar) dan teraba. Coba carilah contohnya!

Sumber adalah benda, manusia, situasi yang berisikan/menghasilkan informasi, data, fakta, ide, rangsangan yang dapat digunakan oleh guru dan murid dalam berkomunikasi. Sumber dapat berupa barang cetak(buku,modul), bahan terekam(kaset audio), bahan tersiar(radio,TV), manusia sumber, dan pengaruh yang ditimbulkan oleh masing-masing jenis sumber tersebut.

Keterampilan guru memanfaatkan aneka ragam media dan sumber secara tepat guna dan layak dapat membangun suasana belajar –mengajar yang menarik, menantang, menyenangkan, dan mengasyikkan. Untuk itu guru sebaiknya terampil dalam memilih, menyelesaikan, menggunakan dan bila mungkin mengolah kembali media dan sumber sesuai kebutuhan.

3) variasi pola interaksi dan kegiatan

Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar-mengajar sangat beraneka ragam, mulai dari yang didominasi guru sampai kegiatan yang dilakukan sendiri oleh murid. Proses belajar murid harus diartikan sebagai aktivitas individu dalam membangun pengetahuan melalui pengalaman. Pengalaman belajar yang baik dan bermakna adalah pengalaman belajar yang dibangun melalui aneka ragam pola interaksi dan kegiatan yang sengaja dikembangkan oleh guru. Oleh karena itu guru harus menguasai pola interaksi dan kegiatan.

Bila dilihat dari jumlah peserta murid dalam suatu kegiatan belajar, kegiatan belajar dapat berupa kegiatan perorangan, pasangan, kelopok kecil, kelompok besar, dan secara klasikal. Pola interaksi yang bisa terjadi pada setiap jenis kegiatan tidak selalu sama. Jenis pola interaksi tersebut adalah:

(22)

b) Pola interaksi pasangan(pola INPAS) c) Pola interaksi kelompok kecil(pola INKK) d) Pola interaksi kelompok besar(pola INKB) e) Pola interaksi klasikal(pola INKLAS)

Bila dilihat dari kegiatannya terdapat beberapa jenis yang dapat digunakan di kelas antara lain:

a) Membaca

b) Menggunakan lembar kerja c) Bercerita d) Berdialog/berdiskusi e) Mengadakan percobaan f) Mendengarkan kaset/radio g) Bernyanyi h) Mengamati lingkungan

3. Bagaimana Mengelola Kelas PKR dengan Baik

Kelas PKR memerlukan perhatian yang lebih dari kelas biasa, karena karakteristik pembelajaran dalam PKR jauh lebih beragam daripada di kelas biasa. Tetapi tuntutan pedagogisnya sama yaitu iklim kelas yang perlu diciptakan harus memungkinkan murid dapat memanfaatkan waktu belajar secara efektif.

Untuk dapat menciptakan dan memelihara suasana kelas yang memungkinkan optimal kualitas pembelajarannya dan keterlibatan murid, perlu pengelolaan kelas yang baik. Keterampilan mengelola kelas mencakup kemampuan guru untuk:

a. Menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal

b. Mengendalikan kondisi belajar yang optimal dan mengatasi perilaku murid yang menyimpang.

a. Menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal

Situasi kelas yang optimal ditandai oleh tingginya waktu yang digunakan untuk mendorong murid melakukan tugas-tugas, dan waktu yang digunakan oleh murid untuk melibatkan diri dalam interaksi kelas. Untuk dapat menciptakan situasi tersebut guru sebaiknya terampil dalam:

1) Menanggapi dengan penuh perhatian hal-hal yang mengganggu jalannya interaksi belajar mengajar. Misalnya, bila ada murid yang bercerita sendiri.

2) Memeratakan perhatian terhadap semua kelompok secara visual maupun verbal. Bicara dengan jelas sehingga semua murid bias mendengar, arahkan pandangan ke semua murid.

(23)

3) Memberikan penugasan kepada kelompok dengan jelas sehingga murid-murid memahami tugas dan peranan serta tanggung jawabnya dalam kegiatan belajar-mengajar.

4) Memberi teguran dengan arif dan bijaksana bila melihat terjadinya perilaku menyimpang dari murid. Teguran yang kasar bukan saja tak efektif, tetapi dapat melukai perasaan murid.

5) Memberikan penguatan verbal, gestural, kegiatan, kedekatan dan token sesuai dengan keperluan dan situasi secara wajar. Berikan pujian terhadap perilaku yang baik untuk mendorong munculnya perilaku baik lebih sering muncul.

b. Mengendalikan kondisi belajar yang optimal

Apa yang Anda lakukan bila saat mengajar situasi kelas terganggu oleh perbuatan satu atau dua murid yang memerlukan perhatian? Bagus! Bila ada murid yang berperilaku yang menyimpang janganlah dibiarkan, tetapi harus dikendalikan. Hakekat belajar adalah perubahan, maka bila Anda melihat adanya perilaku menyimpang harus segera Anda ubah menjadi perilaku yang baik.

Mengubah perilaku menyimpang dapat dilakukan dengan cara: 1) Mengajarkan dan memberi contoh perilaku yang diinginkan. 2) Menguatkan perilaku yang baik dengan pujian yang wajar.

3) Memberi hukuman dengan cara yang benar dan wajar terhadap perilaku menyimpang.

Dalam upaya mengatasi perilaku yang menyimpang ada sejumlah teknik yang dapat digunakan yaitu:

1) Mengabaikan sementara yang direncanakan. 2) Melakukan campur tangan dengan isyarat 3) Mengawasi dari dekat

4) Menerima perasaan negatif murid

5) Mendorong murid mengungkapkan perasaannya 6) Menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu 7) Menghilangkan ketegangan dengan humor.

8) Mengatasi penyebab gangguan. 9) Membatasi secara fisik

(24)

RANGKUMAN

Untuk lebih memahami materi yang baru saja kita bahas pada sub unit

ini, sekali lagi bacalah rangkuman berikut:

1. Guru PKR perlu memiliki ilmu dan kiat mengajar, agar proses pembelajaran berhasil dengan baik.

2. Membuka pelajaran merupakan penghubung pengalaman belajar lama dan baru yang sekaligus berfungsi sebagai langkah awal yang menentukan mulus tidaknya proses belajar murid.

3. Ada empat hal yang harus dilakukan dalam membuka pelajaran yaitu; a. menarik perhatian murid

b. menimbulkan motivasi belajar c. memberi acuan belajar

d. Membuat kaitan materi

4. Dalam PKR pembukaan pelajaran untuk semua kelas yang dirangkap sebaiknya diberikan secara bersama-sama di satu ruangan atau tempat. Demikian juga dalam menutup pelajaran.

5. Menutup pelajaran merupakan review terhadap pelajaran yang berlangsung dan berfungsi sebagai penghubung antara pengalaman baru dengan pengalaman yang akan dating.

6. Ada tiga hal yang harus dilakukan dalam menutup pelajaran yaitu: a. meninjau kembali

b. mengadakan evaluasi penguasaan murid c. memberikan tindak lanjut

7. Proses belajar aktif dan belajar mandiri perlu dikembangkan dalam pelaksanaan PKR, dengan menciptakan iklim belajar yang ditandai oleh suasana hangat, saling hormat, adanya dialog, peran murid jelas, dan saling percaya.

8. untuk mengembangkan kebiasaan belajar aktif dan mandiri guru PKR perlu menguasai dan menerapkan:

a. bimbingan diskusi kelompok kecil

b. pembelajaran kelompok kecil dan perorangan c. penganekaan pembelajaran

9. Dalam membimbing diskusi kelompok kecil dalam PKR, guru harus terampil dalam memusatkan perhatian, memperjelas masalah, menganalisis pendapat, meningkatkan kesempatan berbicara dan mengeluarkan pendapat, memicu proses berfikir, dan menutup diskusi.

(25)

10. Dalam mengajar kelompok kecil dan perorangan guru PKR harus terampil dalam: pendekatan pribadi, menata kegiatan belajar-mengajar, dan memberi arahan, serta kemudahan belajar.

11. Dalam aneka ragam pembelajaran PKR guru harus terampil dalam menerapkan variasi gaya belajar, media dan sumber, dan pola interaksi, serta kegiatan belajar-mengajar.

12. Iklim kelas PKR yang baik adalah yang efektif, yaitu suasana kelas yang memungkinkan murid menerima pembelajaran yang memadai dan melibatkan diri dalam aktivitas pembelajaran secara bermakna.

13. Untuk dapat menciptakan iklim belajar yang efektif, guru PKR harus terampil dalam:

a. menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal

b. mengendalikan kondisi belajar yang optimal dan mengatasi perilaku yang menyimpang.

14. Dalam menciptakan dan memelihara situasi kelas yang optimal guru PKR harus terampil dalam menanggapi suasana belajar, memeratakan perhatian, memberi penugasan yang jelas, memberi teguran yang arif dan bijaksana, dan memberikan penguatan yang tepat.

15. Dalam mengendalikan kondisi belajar yang optimal dan mengatasi perilaku menyimpang, guru harus terampil dalam mengajarkan dan memberi contoh, menguatkan perilaku yang baik, dan memberi hukuman yang benar dan wajar.

Tes Formatif 2

Untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda pada materi sub unit 2 ini, kerjakan tes formatif berikut ini.

Berilah tanda silang(X) pada huruf A,B,C, atau D di depan pilihan jawaban yang menurut pendapat Anda paling benar.

1. Sisi keilmuan dari mengajar berkenaan dengan…….. A. buku-buku yang dimiliki oleh guru

B. cara membelajarkan murid C. suasana kelas yang menarik D. teori mengajar yang dipakai

(26)

2. Sisi kiat atau seni mengajar antara lain terwujut dalam penampilan mengajar guru sebagai hasil proses …..

A. pengalaman B. pengertian C. pembiasaan D. penghayatan

3. Memberi acuan belajar PKR dapat diwujutkan dalam bentuk……. A. pembagian ruang masing-masing kelas

B. pengaturan alat dan sumber belajar C. pemberian tugas yang berbeda antar kelas D. penunjukan tutor sebaya

4. Salah satu keuntungan dari pembukaan kelas PKR secara bersama untuk beberapa kelas adalah……

A. menghemat waktu belajar yang terbuang B. meningkatkan keterlibatan murid

C. menyederhanakan tugas guru D. mempersingkat waktu belajar

5. Rasa penasaran murid dapat dibangkitkan dengan cara…….. A. mengajukan pertanyaan

B. menyajikan informasi yang cukup C. memberi tugas secara individual D. menyajikan situasi penuh tanda Tanya 6. Inti dari proses belajar adalah…….

A. penyampaian pengetahuan B. penerimaan kebudayaan C. perubahan perilaku

D. perwujudan motivasi

7. Supaya pembelajaran lebih manusiawi maka para siswa perlu…… A. selalu mendapat bimbingan

B. sewaktu-waktu diberi pujian C. diberi kesempatan bertanya

D. didorong belajar atas arahan sendiri

8. Pemusatan perhatian murid dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain…… A. guru berbicara dengan keras

B. mengemukakan masalah C. menunjuk murid yang pandai D. mengajak bernyanyi

(27)

9. Untuk dapat mencapai waktu belajar efektif guru PKR sebaiknya…… A. memiliki jam tangan

B. mengajar lebih lama C. terampil mengelola kelas D. mengurangi waktu bicara 10. Guru PKR yang baik ditandai oleh……

A. perhatian terpusat pada murid yang bodoh B. perhatian lebih banyak pada materi pelajaran C. perhatian yang terbagi pada semua murid D. perhatian lebih banyak pada tugas-tugas murid

Setelah Anda selesai mengerjakan tes, cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang ada di bagian akhir unit ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda.

Rumus

Jumlah jawaban yang benar

Tingkat pengasaan = x 100% 10

Arti tinggkat penguasaan Anda: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan sub unit berikutnya. Tetapi bila kurang dari 80% jangan kecewa, ulangilah membaca sub unit 2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

(28)

Sub Unit 3

Aneka Model Interaksi Kelas Dalam PKR

audara mahasiswa, apakah Anda masih ingat bagaimana menerapkan aneka ragam kegiatan belajar dalam kegiatan inti PKR? Bagus! Karena materi tersebut baru saja Anda selesai mempelajarinya dalam sub unit 2.

Kegiatan inti dalam PKR model 221, 222, dan 333 dengan jelas mempersyaratkan pemanfaatan aneka ragam proses belajar. Untuk itu setiap guru PKR perlu memahami dan dapat menerapkan aneka ragam model pembelajaran. Dengan cara itu Anda sebagai guru PKR akan lebih siap dan lebih percaya diri. Murid-murid akan merasa senang untuk mengikuti pelajaran kelas rangkap.

Salah satu unsur penting dalam pembelajaran yang efektif adalah kualitas pembelajaran. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan melalui penerapan aneka model pembelajaran. Tentu saja tidak semua model perlu diterapkan secara bersamaan. Pilihan Anda yang tepat mengenai model yang diterapkan sangatlah penting. Unsur penting kedua dalam pembelajaran efektif adalah luas dan bermaknanya keterlibatan murid dalam proses belajar. Untuk inipun Anda memerlukan penguasaan aneka model pembelajaran.

Baiklah, marilah kita mengkaji ciri-ciri pokok pada setiap model dan keterlaksanaannya model tersebut dalam pembelajaran. Ada beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Format atau model pembelajaran tersebut antara lain adalah:

1. Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS)

2. Proses Belajar Melalui Kerja Sama (PBMKS) yang meliputi: - Olah Pikir Sejoli (OPS)

- Olah Pikir Berebut (OPB)

- Konsultasi Intra Kelompok (KIK) - Tutorial Teman Sebaya (TTS) - Tutorial Lintas Kelas (TLK) - Diskusi Meja Bundar (DMB) - Tugas Diskusi dan Resitasi (TDR) - Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu) - Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)

(29)

Untuk masing-masing model akan akan disajikan urutan langkah-langkahnya dan saran penggunaannya dalam PKR.

1. Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS) Langkah-langkah

Katagori Kegiatan Bentuk Kegiatan

Penyeleksian - Menemukan informasi esensial

- Membuat catatan tentang hal yang penting - Mengekplorasikan ide pokok

Pemahaman - Melihat bahan lebih awal - Menggunakan isyarat kontekstual - Mencari sumber bahan

Penguatan Ingatan - Mengkaji ulang bahan - Mengingat butir penting - Mengetes sendiri

- Merancang cara belajar sendiri Penjabaran lanjutan - Bertanya pada diri sendiri

- Membentuk citra sendiri - Menarik analogi dan metapora Pengintegrasian - Mengungkapkan sendiri

- Membuat ilustrasi atau diagram - Menggunakan banyak sumber

- Mengaitkan dengan pengetahuan yang dimiliki - Menjawab permasalahan sendiri

Pemantauan

- Mengecek apa yang telah dikuasai

- Menyadari kekuatan dan kelemahan diri sendiri

Model ini digunakan sebagai model belajar mandiri. Belajar mandiri bisa dilakukan secara perorangan dan kelompok. Belajar mandiri adalah mencari dan mengolah informasi atas dasar dorongan belajar dari dalam diri. Maksudnya murid tanpa menunggu datangnya tugas dari orang lain.

Peran guru dalam model ini benar-benar sebagai pengarah dan pemberi kemudahan dalam belajar bagi murid. Dalam hubungan ini guru bertugas memelihara kelangsungan belajar. Keberhasilan belajar sebagian besar terletak pada berhasil tidaknya PBAS dibiasakan di lingkungan sekolah

2. Proses Belajar Melalui Kerja Sama (PBMKS) a. Olah Pikir Sejoli (OPS)

(30)

Tahapan Rincian Kegiatan

1 2 3 4

- Murid menyimak pertanyaan yang diajukan oleh guru

- Semua murid diberi kesempatan untuk memikirkan jawaban atas pertanyaan tersebut

- Guru memberi isyarat agar murid secara berpasangan duduk untuk mendiskusikan jawaban yang telah dipikirkan sendiri dan merumuskan jawaban mereka.

- Masing-masing pasangan diminta untuk menyampaikan jawabannya dalam diskusi kelas dengan bimbingan guru

Model ini memiliki cirri pada komunikasi banyak arah secara bertahap. Tahap pertama dan kedua mewadahi komunikasi satu arah yaitu guru-murid. Tahap ketiga mewadahi komunikasi timbale balik dalam kelompok kecil dua orang sebagai persiapan komunikasi banyak arah pada tahap keempat. Pada dasarnya model ini memiliki tujuan membina kerjasama dan komunikasi social. Dalam penggunaannya model ini guru berperan sebagai moderator, pengatur dan manager atau pengelola kelas.

b. Olah Pikir Berebut (OPB)

Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Tahapan Rincian Kegiatan

1 - Guru mengajukan pertanyaan yang meminta banyak jawaban

2 - Murid secara perorangan berfikir dan selanjutnya memberi jawaban secara lesan.

Model ini termasuk ke dalam proses mengemukakan pendapat yang dirangsang dengan pertanyaan menyebar dan memiliki kemungkinan banyak jawaban. Tujuan dari model ini adalah untuk melibatkan sebanyak mungkin murid dalam menggali jawaban dari murid, untuk mengemukakan pendapatnya. Peran guru yang utama adalah sebagai penanya, moderator dan manager kelas.

d. Konsultasi Intra Kelompok (KIK)

Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Tahapan Rincian Kegiatan

1 - Murid diminta menyiapkan alat tulis di tempat dan di atas meja masing-masing.

(31)

pertama dari beberapa pertanyaan yang telah disiapkan

3 - Semua murid berusaha untuk menjawab pertanyaan dari buku yang tersedia atau dari hasil diskusi kelompok

4 - Murid yang tidak bertugas membaca pertanyaan pada setiap kelompok ditugasi untuk mengecek apakah murid dalam kelompok lain mengerti maksud pertanyaan yang diberikan dan menyepakati jawaban yang diberikan.

5 - Bila telah dicapai kesepakatan mengenai jawaban atau pertanyaan itu, semua murid mengambil alat tulis dan menuliskan jawaban dengan kata-kata sendiri pada buku catatan masing-masing.

6 - Meneruskan kegiatan untuk pertanyaan ke 2 dan seterusnya sampai merata keseluruh murid dalam masing-masing kelompok.

Tujuan model ini adalah untuk mengembangkan kemampuan dan kebiasaan saling membagi ide dan membuat kesempatan bersama mengenai suatu hal serta menuangkan hasil kesepakatan itu dengan bahasa sendiri. Model ini mungkin lebih cocok digunakan untuk kelas IV, V dan VI Sekolah Dasar

d. Tutorial Teman Sebaya (TTS)

Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Tahapan Rincian Kegiatan

1 - Pilihlah murid yang memiliki kemampuan di atas rata-rata

2 - Berikan tugas khusus untuk membantu temannya dalam bidang tertentu 3 - Guru selalu memantau proses saling membantu tersebut

4 - Berikan penguatan kepada kedua belah pihak agar murid yang membantu dan yang dibantu merasa senang

Model ini dirancang untuk mengembangkan sikap dan kebiasaan saling membantu antar teman sebaya. Hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan program tutorial ini adalah sebagai berikut:

1. Mulailah dengan tujuan yang jelas dan mudah dicapai. 2. Jelaskan tujuan itu kepada seluruh murid

3. Siapkan bahan dan sumber belajar yang memadai 4. Gunakan cara yang praktis

5. Hindari kegiatan yang bersifat mengulang yang telah dilakukan guru.

6. Pusatkan kegiatan tutorial kepada keterampilan pikiran yang diminta di kelas. 7. Berikan latihan singkat mengenai kegiatan yang akan dilakukan tutor

8. Lakukan pemantauan terhadap proses belajar yang terjadi melalui tutorial e. Tutorial Lintas Kelas (TLK)

(32)

Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Tahapan Rincian Kegiatan

1 - Pilihlah murid yang memiliki kemampuan di atas rata-rata 2 - Berikan tugas khusus untuk membantu murid adik kelasnya 3 - Guru selalu memantau proses saling membantu antara murid

4 - Berikan penguatan kepada kedua belah pihak agar murid yang membantu dan yang dibantu merasa senang

Model ini digunakan secara lintas kelas. Murid yang lebih tinggi dan mempunyai kepandaian ditugasi untuk membantu kelompok murid kelas dibawahnya. Misalnya murid kelas VI membantu murid kelas V atau kelas IV.

f. Diskusi Meja Bundar (DMB)

Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Tahapan Rincian Kegiatan

1 - Murid dibagi kedalam kelompok kecil berjumlah 3-4 orang 2 - Guru mengajukan pertanyaan yang menuntut banyak jawaban

3 - Selembaran kertas diedarkan dalam setiap kelompok. Secara bergilir setiap murid dalam kelompok itu, menuliskan jawaban pertanyaan menurut pendapatnya sendiri

Model ini dirancang untuk mengembangkan keterampilan mengemukakan ide secara tertulis melalui situasi kerja kelopok. Model ini hamper sama dengan model OPB, hanya dalam model OPB jawaban murid disampaikan secara lisan. Penggunaan model ini lebih tepat di kelas IV keatas.

g. Tugas Diskusi Resitasi (TDR)

Model ini memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

Tahapan Rincian Kegiatan

1 - Pemberian tugas dari guru

2 - Pelaksanaan diskusi kelompok murid 3 - Pelaporan hasil diskusi murid

Model TDR ini merupakan kombinasi dari metode pemberian tugas dan diskusi. Model ini cocok digunakan di kelas IV ke atas. Tujuan model ini mengembangkan keterampilan akademis yang digapai melalui situasi kerja sama. Dalam model ini guru berperan sebagai manager kelas dan nara sumber.

(33)

h. Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu) dan Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa)

Model ATTu dan ATTa, tidak memiliki langkah khusus, karena itu berlaku prosedur peberian tugas biasa. Yang menjadi cirri khas dalam kedua model ini ialah dalam sifat tugasnya. Tugas tertutup berbentuk tugas yang hanya memerlukan satu jawaban yang benar. Sedang tugas terbuka berbentuk tugas yang menuntut hasil yang beraneka ragam, misalnya membuat karangan.

Model ini dapat digunakan untuk berbagai bidang studi. Dalam kelas PKR model ini lebih tepat digunakan di kelas IV keatas. Peran guru adalah sebagai nara sumber dan manager kelas. Tujuan dari model ini adalah melatih keterampilan berfikir kognitif dan komunikasi secara tertulis.

RANGKUMAN

Agar Anda dapat lebih memahami materi pada sub unit 3 ini, sekali lagi bacalah rangkuman berikut ini:

1. Penyusunan jadwal harian pada kelas PKR harus mempertimbangkan beberapa kelas yang dirangkap, berupa mata pelajaran yang akan diajarkan, topic-topik apa saja yang akan dibahas, dan format pembelajaran yang mana yang akan digunakan.

2. Pada dasarnya ada dua format atau bentuk atau model metode pembelajaran dalam PKR yaitu: Proses Belajar Arahan Sendiri (PBAS) dan Proses Belajar Melalui Kerja Sama (PBMKS). Model pertama menitikberatkan pada inisiatif/berbuat atas dorongan sendiri dan merupakan belajar perorangan, sedang yang kedua menekankan pada cara belajar bersama (cooperative learning).

3. Model PBMKS mencakup model atau bentuk belajar sebagai berikut: Olah pikir Sejoli (OPS), Olah Pikir Berebut (OPB), Konsultasi Intra Kelompok (KIK), Tutorial Teman Sebaya (TTS), Tutorial Lintas Kelas (TLK), Diskusi Meja Bundar (DMB), Tugas Diskusi Resitasi (TDR), Aktivitas Tugas Tertutup (ATTu), Aktivitas Tugas Terbuka (ATTa). Di luar semua itu masih dapat dikembangkan lagi.

4. Setiap model atau bentuk proses belajar-mengajar memiliki langkah-langkah pembelajaran yang khas. Langkah-langkah-langkah ini menggambarkan urutan kegiatan guru dan murid dalam keseluruhan proses pembelajaran merangkap kelas.

(34)

Tes Formatif 3

Nah, setelah Anda menyelesaikan pengkajian materi pada sub unit 3 ini, kerjakan tes formatif 3 berikut ini untuk mengetahui tingkat keberhasilan Anda.

Berilah tanda silang(X) pada huruf A, B, C, dan D di depan jawaban yang menurut pendapat Anda paling benar!

1. Dalam PKR setiap hari seorang guru menghadapi …… A. sekelompok murid dalam satu kelas

B. beberapa kelas untuk satu mata pelajaran C. lebih dari satu kelas dalam satu ruangan D. satu kelas untuk beberapa mata pelajaran 2. Dalam melaksanakan PKR seorang guru ……..

A. tidak perlu menyusun jadwal harian B. menggunakan jadwal harian umum C. tidak memerlukan jadwal harian D. harus menyusun jadwal harian khusus

3. Proses Belajar Arahan Sendiri cenderung lebih banyak tergantung pada….. A. Petunjuk Kepala Sekolah

B. petunjuk dan control guru C. arahan guru dan inisiatif murid

D. inisiatif murid disertai bimbingan guru

4. Inti dari Proses Belajar Melalui Kerja Sama adalah…… A. saling ketergantungan antar murid

B. kebersamaan dalam belajar C. semangat belajar kelompok D. penghematan tenaga guru

5. Untuk mendukung pelaksanaan PBAS diperlukan….. A. guru yang serba tahu

B. aneka ragam sumber belajar C. Lingkungan yang mendukung D. Waktu belajar yang panjang

6. Titik berat dari model belajar Olah Pikir Sejoli adalah …….. A. interaksi guru murid

B. dialog kelompok kecil C. dialog pasangan murid

(35)

7. Dalam belajar Konsultasi Intra Kelompok proses belajar berlangsung melalui…… A. Tanya jawab antar murid

B. pemanfaatan sumber belajar bersama C. pemecahan masalah dalam kelompok

D. kelompok dinamik dengan menggunakan sumber belajar

8. Murid kelas yang lebih tinggi membantu murid kelas yang lebih rendah dalam situasi PKR. Situasi seperti ini dapat dilakukan dengan menggunakan format belajar……

A. ATTa B. TTS C. DMB D. TLK

9. Dalam menggunakan setiap model belajar dalam PKR, guru harus memperhatikan….

A. jumlah murid dalam kelompok B. sarana belajar yang tersedia C. kepuasan guru dalam mengajar D. dampak belajar yang diharapkan

10. Persamaan model belajar TDR dan ATTa/ATTu terletak pada….. A. jumlah kelompok belajar yang dibentuk

B. hubungan pemberian tugas dan tukar pikiran C. peran guru sebagai pemberi informasi D. pengendalian yang ketat oleh guru

(36)

Setelah Anda selesai mengerjakan tes, cocokkan jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 3 yang ada di bagian akhir unit ini. Hitunglah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat pemahaman Anda.

Rumus

Jumlah jawaban yang benar

Tingkat pengasaan = x 100% 10

Arti tinggkat penguasaan Anda: 90% - 100% = baik sekali 80% - 89% = baik 70% - 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan unit berikutnya. Tetapi bila kurang dari 80% jangan kecewa, ulangilah membaca sub unit 3, terutama bagian yang belum Anda kuasai.

(37)

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1

1. B Pembelajaran memperhatikan tingkat kemampuan siswa dan kelas 2. B Pengelolaan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia 3. A Gaji dan kesejahteraan keluarga tidak berhubungan langsung 4. B Topik yang berhubungan cocok untuk satu ruangan

5. C Berarti suasana murid merasa dekat dengan gurunya 6. C Cocok untuk pengelolaan dua atau lebih ruangan 7. C Waktu harus sama agar pengelolaan lebih baik 8. D Disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran

9. C Dapat mendorong pemahaman bersama tentang materi pelajaran 10.D Masing-masing kelas dapat meningkatkan kemandiriannya

Tes Formatif 2

1. D Teori mengajar dasar keilmuan guru

2. A Seni dibangun dari pengalaman guru mengajar dan membelajarkan 3. C Dapat memicu proses belajar murid

4. A Karena tidak ada kelas yang menunggu giliran 5. D Dapat mendorong siswa mencari jawaban 6. C Perubahan perilaku adalah tujuan belajar

7. D Belajar atas arahan sendiri murid lebih percaya diri 8. B Perhatian muridterarah pada masalah yang disajikan

9. B Pengelolaan kelas yang baik dapat meningkatkan belajar murid 10. D Guru harus memperhatikan apa yang dilakukan murid

Tes Formatif 3

1. C Inti PKR adalah pengelolaan beberapa kelas secara bersamaan 2. D Jadwal khusus penting dalam pelaksanaan PKR

3. C Kombinasi inisiatif murid dan arahan guru penting dalam PKR 4. B Dalam kelompok murid belajar hal yang sama

5. B Aneka ragam sumber belajar yang tersedia akan mendukung PBAS 6. C Meningkatkan komunikasi antar pribadi

(38)

8. D Dalam TLK murid yang lebih tinggi kelasnya membantu murid yang kelasnya lebih rendah.

9. D Dampak belajar adalah perubahan perilaku yang diharapkan. 10. B Keduanya memiliki prosedur penugasan terhadap murid

(39)

Daftar Pustaka

Degeng, I.N.S, 1997. Strategi Pembealjaran Mengorganisasi Isi dengan Model

Elaborasi. Malang: Universitas Negeri Malang bekerjasama dengan Biro

Penerbit IPTPI Indonesia.

Djalil, A., 2004. Pembelajaran Kelas Rangkap, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Universitas Terbuka.

Djalil, A., 1984. The Effect of Teacher Training of Specifict teaching Skills,

Criterion, Classroom processes and Student Learning out Comes. Unpublished

Doctoral Dissertation, The University of Sydney.

Joni, R., 1996. Pembelajaran Merangkap Kelas (Naskah disiapkan untuk Pelatihan

Guru Pamong). Jakarta : BP3GSD.

Miller, B.A., 1989. The multigrade Classroom: A Resource Handbook for Small

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :