• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lansia Dengan Gangguan Persepsi Sensori

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Lansia Dengan Gangguan Persepsi Sensori"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

LANSIA DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI

LANSIA DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI

II.. KKoonnsseep p DDaassaarr Kes

Kesadaadaran ran sesosesoranrang g akaakan n dundunianyianya a ditditententukaukan n oleoleh h mekmekanisanisme me neuneural ral yanyangg mengolah informasi yang diterima. Llangkah awal pada pengolahan ini adalah mengolah informasi yang diterima. Llangkah awal pada pengolahan ini adalah transformasi energi stimulus menjadi potensial reseptor lalu menjadi potensial transformasi energi stimulus menjadi potensial reseptor lalu menjadi potensial aksi pad serabut saraf. Pola potensial aksi pada serabut saraf tertentu adalh kode aksi pad serabut saraf. Pola potensial aksi pada serabut saraf tertentu adalh kode yan

yang g memmemberiberikan kan infinformormasi asi menmengengenai ai dundunia, ia, mesmeskipkipun un seriseringkngkali ali kodkode e yanyangg disampaikan berbeda dari apa yang ingin disampaikan.

disampaikan berbeda dari apa yang ingin disampaikan.

Sistem sensori adalah bagian dari sistem saraf yang terdiri dari reseptor sensori Sistem sensori adalah bagian dari sistem saraf yang terdiri dari reseptor sensori yan

yang g menmenerimerima a ranrangsagsangangan n dardari i linlingkugkungangan n eksteksternernal al maumaupun pun intinternaernal, l, jalujalur r  neural yang yang menyalurkan informasi dari reseptor ke otak dan bagian otak  neural yang yang menyalurkan informasi dari reseptor ke otak dan bagian otak  yang terutama bertugas mengolah informasi tersebut. Informasi yang diolah oleh yang terutama bertugas mengolah informasi tersebut. Informasi yang diolah oleh sistem sensori mungkin dapat menyadarkan kita tentang adanya stimulus, namun sistem sensori mungkin dapat menyadarkan kita tentang adanya stimulus, namun  bisa

 bisa juga juga kita kita tidak tidak menyadari menyadari adanya adanya stimulus stimulus tertentu. tertentu. TaTanpa npa memperhatikanmemperhatikan apa

apakah kah infinformormasi asi tertersebusebut t menmengguggugah gah kesakesadardaran an kitkita a atau atau tidtidak, ak, infinformormasiasi tersebut adalah informasi sensori. Bila informasi tersebut menggugah kesadaran tersebut adalah informasi sensori. Bila informasi tersebut menggugah kesadaran maka dapat pula disebut sebagai sensasi. Pemahaman mengenai sensasi disebut maka dapat pula disebut sebagai sensasi. Pemahaman mengenai sensasi disebut de

dengngan an pepersersepspsi, i, sesebabagagai i oontntohoh,m,meraerasaksakan an nynyeri eri adadalaalah h sensensasasi, si, nanamumunn kesadaran bahwa gigi saya terasa sakit adalah persepsi.

kesadaran bahwa gigi saya terasa sakit adalah persepsi.

Tampak bahwa sistem sensori beroperasi seperti peralatan listrik, misalnya bisa Tampak bahwa sistem sensori beroperasi seperti peralatan listrik, misalnya bisa dil

dilihaihat t banybanyak ak analanalogi ogi antantara ara sistsistem em sensensorsori i penpendendengaragaran n dendengan gan teletelephophone,ne,  bedanya

 bedanya hanya hanya pada pada hasil hasil akhirnya. akhirnya. Pada Pada telephone telephone hasil hasil akhirnya akhirnya adalh adalh suarasuara yang sama dari yang sebelumnya di ubah terlebih dahulu menjadi sinyal listrik, yang sama dari yang sebelumnya di ubah terlebih dahulu menjadi sinyal listrik,

(2)

sedangkan pada pendengaran hasil akhirnya adalah sesuatau yang kita anggap sebagai suara.

Persepsi merupakan proses menerima, mengintegrasikan, mengklasifikasikan, membedakan, dan memberikan pemahaman terhadap stimulasi yang datang. Proses ini membantu manusia dalam menerima masukan melalui reseptor sensori dan berespons dengan ara yang dapat memfasilitasi adaptasi mereka terhadap lingkungan sekitar. !eseptor sensori memberikan informasi tentang dunia luar dan  bertindak sebagai mekanisme umpan balik yang akan memberitahu kepada kita

seberapa baik kita menyesuaikan diri.

Pana indera mungkin menjadi kurang efisien dengan proses penuaan, bahaya  bagi keselamatan, akti"itas, kehidupan sehari#hari $%KS& yang normal dan harga diri seara keseluruhan. $'ikey Stanley, Buku %jar Keperawatan gerontik edisi

(. ())*&

'eskipun semua lansia mengalami kehilangan sensorik dan sebagai akibatnya  berisiko mengalami depri"asi sensorik, namun tidak semua akan mengalami depri"asi sensorik. Salah satu indra dapat mengganti indera dalam mengobser"asi dan menerjemahkan ransangan. $Smelt+er, Su+anne , buku ajar medial bedah edisi -, ()), hal/ 01&

(3)

II. Perubahan pada Lansia

a. Perubahan indera penglihatan

2efiit sensori $misalnya, perubahan penglihatan& dapat merupakan bagian dari penyesuaian yang berkesinambungan yang datang pada usia lanjut,  perubahan penglihatan dapat mempengaruhi pemenuhan %KS pada lansia. Perubahan indra penglihatan pada awalnya dimulai dengan terjadinya awitan presbiopi, kehilangan kemampuan akomodatif. Ini karena sel#sel  baru terbentuk dipermukaan luar lensa mata, maka sel tengah yang tua akan menumpuk dan menjadi kuning, kaku, padat dan berkabu. 3adi, hanya bagian luar lensa yang masih elasti untuk berubah bentuk  $akomodasi& dan berfokus pada jarak jauh dan dekat. Karena lensa menjadi kurang fleksibel, maka titik dekat fokus berpindah lebih jauh. Kondisi ini disebut presbiopi, biasa bermula pada usia 4)#an. $Smelt+er, Su+anne , buku ajar medial beda, edisi -, ()) hal/ 01#-)&

Kerusakan kemampuan akomodasi terjadi karena otot#otot siliaris menjadi lebih lemah dan lebih kendur dan lensa kristalin mengalami sklerosis, dengan kehilangan elastisitas dan kemampuan untuk memusatkan pada $penglihatan jarak dekat&. Kondisi ini dapat dikoreksi dengan lensa seperti kaamata jauh dekat $bifokal&.

5kuran pupil menurun $miosis pupil& dengan penuaan karena sfinkter   pupil mengalami sklerosis. 'iosis pupil ini dapat mempersempit lapangan  pandang seseorang dan memengaruhi penglihatan perifer pada tingkat tertentu, tetapi tampaknya tidak benar#benar mengganggu kehidupan sehari#hari.

Perubahan warna $misalnya 6 menguning& dan meningkatnya kekruhan lensa Kristal yang terjadi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan katarak. Katarak menimbulkan bebagai tanda dan gejala penuaan yang

(4)

mengganggu penglihatan dan akti"itas setiap hari. Penglihatan yang kabur  dan seperti terdapat suatu selaput diatas mata dalah suatu gejala umum, yang mengakibatkan kesukaran dalam memfokuskan penglihatan dan membaa. Kesukaran ini dapat dikoreksi untuk sementara dengan  penggunaan lensa. Selain itu lansia harus didorong untuk memakai lampu yang terang dan tidak menyilaukan.katarak juga dapat mengakibatkan gangguan dalam persepsikedalaman atau stereopsis, yang menyebabkan masalah dalam menilai ketinggian, sedangkan perubahan terhadap pers epsi warna terjadi seiring dengan pembentukan katarak dan mengakibatkan warna yang munul tumpul dan tidak jelas,terutama warna#warna yang muda misalnya biru, hijau, dan ungu. Penggunaan warna#warna terang seperti kuning, oranye dan merah direkomendasikan untuk memudahkan dalam membedakan warna. $'ikey Stanley, Buku %jar Keperawatan gerontik edisi (. ())*&

 b. Perubahan indera pendengaran

Perubahan indra pendengaran pada lansia disebut presbikusis. 'hoon menggambarkan fenomena tersebut sebagai 7suatu penyakit simetris  bilateral pada pendengaran yang berkembang seara progreif lambat terutama memengaruhi nada tinggi dan dihubngkan dengan penuaan8. Lansia sering tidak mampu mengikuti perakapan karena nada konsonan frekuansi tinggi $ huruf f, s, th, h, sh, b, t, p & semua terdengar sama. $Smelt+er, Su+anne , buku ajar medial beda, edisi -, ()), hal/ -)&. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi berbagai fator yang telah diteliti adalah 6 nutrisi, fator genetika, suara gaduh, hipertensi, stress emosional, dan arteriosklerosis. Penurunan pendngaran terutama berupa komponen konduksi yang berkaitan dengan presbikusis.

(5)

Penurunan pendengaran sensorineural terjadi saat telinga bagian dalam dan komponen saraf tidak berfungsi dengan baik $saraf pendengaran,  batang otak atau jalur kortikal pendengaran& penyebab dari perubahan konduksi tidak diketahui, tetapi masih mungkin berkaitan dengan  perubahan pada tulang telinga tengah, dalam bagian koklear atau didalam tulang mastoid. $'ikey Stanley, Buku %jar Keperawatan gerontik edisi (. ())*&.

Kehilangan pendengaran menyebabkan lansia berespon tidak sesuai dengan yang diharapkan, tidak memahami perakapan, dan menghindari interaksi soial. Perilaku ini sering disalahkaprahkan sebagai kebingungan atau senil. $Smelt+er, Su+anne , buku ajar medial beda, edisi -, hal/ -)&l

III. Perubahan normal pada system sensoris aibat penuaan.

Perubahan 9ormal yang berhubungan dengan penuaan Implikasi klinis !. Penglihatan

• Penurunan kemampuan akomodasi • konstruksi pupil senilis

Peningkatan kekeruhan lensa dengan perubahan warna menjadi menguning

:ubungan usia dengan mata

Kornea, lensa, iris, a;uous humorm"itrous humor akan mengalami  perubahan seiring bertambahnya usia., karena bagian utama yang mengalami perubahan < penurunan sensifitas yang bisa menyebabkan lensa  pada mata, produksi a;uous humor juga mengalami penurunan tetapi tidak 

terlalu terpengaruh terhadap keseimbangan dan tekanan intra okuler lensa umum. Bertambahnya usia akan mempengaruhi fungsi organ pada mata seseorang yang berusia *) tahun, fungsi kerja pupil akan mengalami

(6)

 penurunan (<= dari pupil orang dewasa atau muda, penurunan tersebut meliputi ukuran#ukuran pupil dan kemampuan melihat dari jarak jauh. Proses akomodasi merupakan kemampuan untuk melihat benda#bend dari  jarak dekat maupun jauh. %komodasi merupakan hasil koordianasi atas iliary body dan otot#otot ins, apabial sesorang mengalami penurunan daya akomodasi makaorang tersebut disebut presbiopi.

> masalah yang munul ada lansia /

a. Penurunan kemampuan penglihatan

 b. %!'2 $ agp# relaed maular degeneration & . glauoma

d. Katarak  

e. ?ntropion dan ekstropion

a. Penurunan kemampuan penglihatan

Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa fator diantaranya adalah  progesifitas dan pupil kekunningan pada lensa mata, menurunnya "itous humor, perubahan ini dapat mengakibatkan berbagai masalah  pada usia lanjut seperti / mata kabur, hubungan aktifitas sosial, dan  penampialan %2L, pada lansia yang berusia lebih dari *) tahun lensa mata akan semakin keruh, beberapa orang tidak mengalami atau  jarang mengalami penurunan penglihatan seirinng dengan  bertambahnya usia.

 b. %!'2 $ %ge# related maular degeneration &

%!'2 terjadi pad usia >)#*> tahun dibeberapa kasus ini mengalami  peningkatan makula berada dibelakang lensa sedangkan makula sendiri berfungsi untuk ketajaman penglihatan dan penglihatan warna, kerusakan makula akan menyebabkan sesorang mengalami gangguan  pemusatna penglihatan.

(7)

Tanda dan gejala %!'2 meliputi / penglihatan samara#samar dan kadang#kadang menyebabkan penitraan yang salah. Benda yang dilihat tidak sesuai dengan kenyataan, saat melihat benda ukuran keil maka akan terlihat lebih keil dan garis lurus akan terlihat bengkok  atau bahkan tidak teratur. Pada dasarnya orang yang %!'2 akan mengalami gangguan pemusatan penglihatan, peningkatan sensifitas terhadap ahaya yang menyilaukan, ahaya redup dan warna yang tidak menolok. 2alam kondisi yang parah dia akan kehilangan  penglihatan seara total. Pendiagnosaan dilakukan oleh ahli oftomologi dengan bantuan berupa test intra"ena fluorerensi angiografy.

. @laukoma

@laukoma dapat terjadi pada semua usia tapi resiko tinggi pada lansia usia *) tahun keatas, kerusakan akibat glaukoma sering tidak bisa diobati namun dengan medikasi dan pembedahan mampu mengurangi kerusakan pada mata akibat glaukoma. @laukoma terjadi apabila ada  peningkatan tekanan intra okuler $ IAP & pada kebanyakan orang disebabkan oleh oleh peningkatan tekanan sebagai akibat adanya hambatan sirkulasi atau pengaliran airan bola mata $airan jernih  berisi A(, gula dan nutrisi&, selain itu disebabkan kurang aliran darah kedaerah "ital jaringan ner"ous optikus, adanya kelemahan srtuktur  dari syaraf.

Populasi yang berbeda enderung untuk menderita tipe glaukoma yang berbeda pula pada suhu %frika dan %sia lebih tinggi resikonnya

(8)

di bandinng orang kulit putih, glaukoma merupakan penyebab  pertama kebutuhan di %sia.

Tipe glaukoma ada = yaitu /

& Primary open angle @loueoma $glaukoma sudut terbuka& (& 9ormal tenion glukoma $glauoma bertekanan normal& =& %ngel lousure gloukoma $@laukoma sudut tertutup&l d. Katarak  

Katarak adalah tertutupnya lensamata sehingga penahayaan da fokusing terganggu $retina& katarak terjadi pada semua umur namun yang sering terjadi pada usia  >> tahun. Tanda dan gejalanya berupa / Bertanbahnya gangguan penglihatan, pada saat membaa < beraktifitas memerlukan penahayaan yang lebih, kelemahan melihat dimalam hari, penglihatan ganda.

Penanganna yang tepat adalah pembenahan untuk memperbaiki lensa mata yang rusak pembedahan dilakukan bila katarak sudah mengganggu aktifitas namun bila tidak mengganngu tidak perlu dilakukan pembedahan.l

e. ?ntropi dan eutropi

?ntropi dan eutropi terjadi pada lansia, kondisi ini tida menyebabkan gangguan penglihatan namun menyebabkan gangguan kenyamanan. ?ntropi adalh kelopak mata yang terbuka lebar ini menyebabkan mata memerah entropi terjadikarena adanya kelemahan pada otot konjungtifa.ektropi adalah penyempitan konjungtifa

(. Pendengaran

• Penurunan fungsi sensorineural seara lambat • Kesukaran dalam membaa huruf#huruf yang keil • Penyempitan lapangan pandang

• Penglihatan yang kabur  • Sensitifitas terhadap ahaya

(9)

• Penurunan penglihatan pada malam hari • Kesukaran persepsi kedalaman

• Kehilangan pendengaran seara bertahapl

@angguan pendengaran terjadi pada usia *> tahun $>>C&  -) tahun menapai **C , gangguan pendengaran tidak hanya terjadi karena adanya  penambahan usia seperti gangguan pendengaran karena konsumsi obat. Seara umum gangguan pendengaran ada = maam yaitu / gangguan  pendengaran konjungti"a, ganguan pendengaran sensori dan ampuran

$ konjungti"a dan ampuran &.

@anguan pendengaran konjungti"a terjadi karena adanya gangguan telinga dibagian luar dan tengah, seseorang dapat terjadi tuli konduksi apabila terjadi gangguan pada meatus austi"us eksternus, membran tympani < ossiulas $maleus, inus, stapes& jika seseorang terjadi gangguan pada organ salah satu tersebut maka seseorang mengalami gangguan  pendengaran konjungti"a, seseorang yang tuli konduksi berakibat

kemampuan mendengar bunyi hantaran udara terganggu dan hanya mampu mendengar bunyi melalui hantaran tulang.

a. Tuli

Persepsi sensori terjadi apabila seseorang mengalami kelainan pada organ korti, saraf DIII $Destibuloohelaris 9& pusat pendengaran otak, keadaan  pada seseorang yang tuli persepsi terjadi gangguan mendengar baik 

melalui hantaran udara maupun tulang.  b. Tinnitus

Selain yang disebutkan diatas, gangguan pendengaran yang lain adalah tinnitus, tinnitus merupakan gangguan pendengaran berupa ada suara di telinga $suara nging&. Tinitus terjadi karena adanya gangguan pendengaran

(10)

konduktif atau sensoris. Suara yang munul seperti suara bising atau segala sesuatu yang membikin tidak nyaman. Tinnitus bisa juga terjadi karena adanya otoselorosis atau karena adanya ototEi obat yang dikonsumsi seperti gentamisin atau aspirin $terlampir&.

Tinnitus bukan merupakan sebuah penyakit namun sebuah gejala dari adanya gangguan pendengaran bagaimanapun juga kondisi ini memunulkan banyak masalah, tinnitus kadang tidak dirasakan dalam lingkungan yang ramai namun akan sangat teras dilingkungan yang sepi. Beberapa orang tinnitus dapat menyebabkan keemasan besar suara musik  yang pelan adanya gaduhnya lingkungan dapat membantu mengalihkan suara dengung ditelinga.

=. Perubahan Indera Perabaanl

Indera peraba memberikan pesan yang paling intim dan yang paling mudah untuk diterjemahkan. Bila indera lain hilang, rabaan dapat mengurangi perasaan terasing dan memberi perasaan sejahtera. $Smelt+er, Su+anne , buku ajar medial beda, edisi -, ()), hal/ -)&

Kebutuhan untuk sentuhan efektif terus berlanjut sepanjang kehidupan dan meningkat dengan usia. Banyak lansian lebih tertarik dalam sentuhan dan sensasi taktil karena /

• 'ereka sudah kehilangan orang yang diintai

• Penampilan mereka tidak semenarik pada waktu dulu dan tidak  mengundang sentuhan dari orang lain

• Sikap masyarakat umum terhadap lansia tidak mendorong untuk  melakukan kontak fisik dengan lansia.

(11)

Sentuhan dapat merupakan suatu alat untuk memberikan stimulus sensoris atau menghilangkan rasa nyeri fisik dan psikologi.

Kulit adalah seperti suatu pakaian pelindung yang pas dan menutupi seseorang berusia 0) tahun atau -) tahun, kulit juga tidak akan sesuai dengan tubuh orang tersebut. Kulit tersebut mungkin akan menjadi kendur  dan terlihat lebih longgar pada berbagai bagian tubuh. 9amun, selama kehidupan, sentuhan memberikan pengetahuan emosional dan sensual tentang orang lain. $'ikey Stanley, Buku %jar Keperawatan gerontik  edisi (. ())*&

4. Perubahan Indera Pengeapan

Ketika seseorang telah bertambah tua, 7 jumlah total kunup#kunup  perasa pada lidah mengalami penurunan dan kunup pada lidah juga mengalami kerusakan, ini dapat menurunkan sensiti"itas pada terhadap rasa. Kunup#kunup perasa mengalami regenerasi sepanjang kehidupan manusia, tetapi lansia mengalami suatu penurunan sensiti"itas terhadap rasa manis, asam, asin, dan pahit. Perubahan tersebut lebih dapat disadari oleh beberapa orang dibanding yang lainnya.

Argan pengeap yang paling berperan adalah pada bagian depan, tepi dan  belakang, rasa manis dan asin berada pada bagian ujung lidah, asam dibagian tepi sedang pahit dipangkal lidah. Fungsi pengeap akan berubah seiring bertambahnya usia. Kerusakan fungsi pengeap akan menyebabkan makan kurang bergairah terkadang seorang lansia perlu menambah jumlah garam karena dia merasa bahwa maskannya kurang asin $padahal sudah asin&. Kenikmatan makan akan didukung oleh indra pembau, makan yang dibau akan merangsang mukosa hidung untuk menghantar impuls ke otak 

(12)

untuk menyimpulkan bahwa makan itu enak atau tidak. Ini juga akan  berpengaruh terhadap keinginan pemenuhan nutrisi.l

>. Perubahan Indera Peniuman

Penurunan yang paling tajam dalam sensasi peniuman terjadi selama usia  pertengahan, dan untuk sebagian orang, hal tersebut akan terus berkurang. Keepatan penurunan sensasi peniuman pada lansia ber"ariasi. Arang  bereaksi terhadap bau dengan ara berbeda, dan respon seseorang mungkin dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, etnik, dan pengalaman sebelumnya tentang bau tersebut. Sensasi peniuman tidak seara serius dipengaruhi oleh penuaan saja tetapi bisa terjadi oleh fator lain yang berhubungan dengan usia. Penyebab lainnya juga dianggap sebagai pendukung untuk  terjadinya kehilangan kemampuan sensasi peniuman termasuk pilek, influen+a, merokok, obstruksi hidung, seret dari hidung, sinusitis kronis, kebiasaan tertentu dengan bau< aroma, epitaksis, alergi, penuaan serta fator lingkungan.

I". Konsep Asuhan Kepera#atan

. Pengkajian

Pengkajian pada lansia dengan gangguan penglihatan meliputi hal#hal  berikut ini.

a. 5kuan pupil mengeil.  b. Pemakaian kaamata.

. Penglihatan ganda.

d. Sakit pada mata seperti glaukoma dan katarak. e. 'ata kemerahan.

(13)

f. 'engeluh ketidaknyamanan terhadap ahaya terang $menyilaukan&. g. Kesulitan memasukkan benang ke jarum.

h. Permintaan untuk membaakan kalimat.

i. Kesulitan<kebergantungan dalam melakukan akt"itas pemenuhan kebutuhan

 j. sehari#hari $mandi, berpakaian, ke kamar keil, makan, B%K<B%B, serta berpindah.

Pengkajian pada lansia yang mengalami gangguan pada sistem pendengaran meliputi hal#hal sebagai berikut ini/

. 'eminta untuk mengulang pembiaraan (. 3awaban tidak sesuai dengan pertanyaan =. 'emalingkan kepala terhadap pembiraan

4. Kesulitan membedakan pembiaraan serta bunyi suara orang lainyang parau atau bergumam.

>. 'asalah pendengaran pada kumpulan yang besar, terutama dengan latar belakang yang bisisng, berdering < berdesis yang konstan. *. Dolume biara meningkat

0. Sering merasa sedih, di tolak lingkungan, malu, menarik diri, bosan, depresi, dan frustasi.

-. Ketergantungan dalam melakukan akti"itas pemenuhan kebutuhan sehari#hari $mandi, berpakaian, ke kamar keil, makan, B%B<B%K, serta berpindah& .

(. 2iagnosa Keperawatan

a. @angguan sensoris<persepsi pendengaran Tujuan keperawatan /

• Pendengaran konsentrasi

• 5paya memproses informasi kemampuan komunikasi perilaku

keamanan/ diri sendiri

• Pengetahuan/ keamanan diri#sendiri • itra tubuh • Pelibatan sosial • Kesendirian • Kualitas kehidupan Inter"ensi keperawatan / & !ujukan

(14)

(& Penapaian komunikasi/ defisit pendengaran =& Penyuluhan/ kemampuan psikomotor

4& 'anajemen lingkungan / keamanan >& Pendidikan / keamanan diri#sendiri

*& Peningkatan itra tubuh peningkatan sosialisasi  b. @angguan sensoris<persepsi/ penglihatan

Tujuan keperawatan / • Penglihatan

• Kemampuan berkomunikasi • Arientasi kognitif

• Perawatan diri#sendiri/ akti"itas kehidupan sehari#hari $%2L& • Perawatan diri#sendiri/ akti"itas kehidupan sehari#hari aktif

$ I%2L&

• Pengendalian emas • Tingkat mobilitas

• Perilaku keamanan/ diri sendiri • Pengetahuan/ keamanan diri sendiri • Kualitas kehidupan

Inter"ensi keperawatan / & !ujukan

(& Peningkatan komunikasi/ defisit penglihatan =& Fasilitas proses pembelajaran

4& Penyuluhan/ perawatan diri >& Petunjuk antisipasi

*& Pengurangan keemasan 0& Peningkatan olahraga

-& 'anajamen lingkungan/ keamanan 1& Penyuluhan/ keamanan diri sendiri . @angguan sensori<persepsi/ kinestesia

Tujuan keperawatan / • Keseimbangan • Tingkat mobilitas

• Perilaku aman / penegahan jatuh • Pengetahuan/ keamanan diri sendiri

• Perawatan diri sendiri/ akti"itas kehidupan sehrai#hari aktif $I%2L& • Pengendalian ketakutan

Inter"ensi keperawatan /

& Terapi olahraga/ keseimbangan (& Peningkatan olahraga

=& Penegah jatuh

4& Penyuluhan/ keamanan diri sendiri >& Penyuluhan/ perawatan diri sendiri *& 2ukungan emosional

(15)

0& Peningkatan keamanan sentuhan

d. @angguan sensori<persepsi/ taktil • Kesejahteraaan

• Perilaku keamanan diri sendiri • Pengetahuan/ keamanan diri sendiri Inter"ensi keperawatan /

& 'anajemen lingkungan (& Penyuluhan / keamanan

e. @angguan sensori<persepsi/ peniuman

• Perilaku keamanan/ lingkungan fisik rumah • Perilaku keamanan/ diri sendiri

• Status nutrisi

Inter"ensi keperawatan / & 'anajemen lingkungan

(& Penyuluhan/ kemanan diri sendiri =& Konseling nutrisi

4& 'anajemen konseling

f. @angguan sensoris<persepsi / pengeapan • Status nutrisi

• Kualitas kehidupan Inter"ensi keperawatan /

& Penyuluhan / modifikasi makanan (& Peningkatan nafsu makan

=& 'anajemen airan

DA$%AR PUS%AKA

3aime L Stokslager Li+ Shaeffer$())0&.%suhan Keperawatan @eriatrik.3akarta/?@

Soejono, .: Setiati,S dan Giwie $()))&. Pedoman Pengolahan Kesehatan Pasien @eriatri / 5ntuk Kedokteran dan Perawat. 3akarta / FK5I

(16)

Stanley, mikey and Beare, Patriia @aulant $())*&. Keperawatan Gerontik,?disi ke (,etakan Pertama 3akarta / ?@

Referensi

Dokumen terkait

S dengan masalah utama perubahan persepsi sensori : halusinasi penglihatan di Bangsal Abimanyu Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta... Tujuan

Berdasarkan data yang diperoleh dari Rumah Sakit Jiwa Daerah Banyumas, pada periode 1 Maret - 31 Juni 20114 masalah perubahan gangguan sensori persepsi : halusinasi menempati

Pengaruh gangguan tidur pada lansia antara lain penurunan mood , motivasi, atensi, konsentrasi, menimbulkan rasa malas, gangguan memori, iritabel, gangguan aktivitas

1 1093 PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHDAP PENURUNAN GEJALA PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN SENSORI PERSEPSI HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA TENGAH KOTA

Efektivitas Terapi Musik Klasik Terhadap Penurunan Tingkat Halusinasi Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Rumah Sakit Jiwa Prof.. Diambil dari

“Efektivitas Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Penurunan Skor Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia.” Jurnal Online Mahasiswa JOM Bidang Ilmu Keperawatan 214–21.. Rosyad,