• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Penyakit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Penyakit"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT

YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG

TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG

TAHUN 2011 TAHUN 2011

PROPOSAL PENELITIAN PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Program

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai Program Pendidikan DiplomaPendidikan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang

III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang

Disusun oleh: Disusun oleh: MUHAMAD YASIN MUHAMAD YASIN NIM: 28085 NIM: 28085 AKADEMI KEPERAWATAN AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN SERANG PEMERINTAH KABUPATEN SERANG

2011 2011 LEMBAR PERSETUJUAN LEMBAR PERSETUJUAN AKADEMI KEPERWATAN AKADEMI KEPERWATAN

(2)
(3)

PEMERINTA

PEMERINTAH DAERAH H DAERAH KABUPATEN SERANGKABUPATEN SERANG TAHUN 2011

TAHUN 2011 Judul

Judul : : GAMBARAN GAMBARAN TINGKAT TINGKAT KECEMASAN KECEMASAN ORANG ORANG TUA TUA TERHADAP TERHADAP PENYAKITPENYAKIT YANG DIDERITA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI

YANG DIDERITA BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANGRUANG FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TAHUN

FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TAHUN 20112011 Nama : MUHAMAD YASIN

Nama : MUHAMAD YASIN NIM

NIM : : 2808528085

Telah diterima sebagai langkah awal

Telah diterima sebagai langkah awal untuk melaksanakan penelitian kesehatanuntuk melaksanakan penelitian kesehatan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli

sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Ahli Madya KeperawatMadya Keperawatan pada an pada AkademiAkademi Keperawatan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang.

Keperawatan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang.

Menyetujui, Menyetujui, Pembimbing Penelitian Pembimbing Penelitian EHA FARIHAH B.Sc SKM EHA FARIHAH B.Sc SKM NIP: 19651011988032015 NIP: 19651011988032015 Mengetahui Mengetahui

Direktur Akper Pemda Serang Direktur Akper Pemda Serang

Drs. Encep T Sulaiman, M.Kes Drs. Encep T Sulaiman, M.Kes

NIP: 195304241973071002 NIP: 195304241973071002

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

Hal Hal KATA

(4)

DAFTAR

DAFTAR ISI .ISI ... ... iiiiii DAFTAR

DAFTAR TABEL TABEL ... ... vv DAFTAR

DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN ... .. vivi BAB

BAB I I PENDAHULUAN PENDAHULUAN ... ... 11 A

A Latar Latar Belakang Belakang Masalah Masalah ... ... 11 B

B Perumusan Perumusan Masalah Masalah ... ... 55 C

C Tujuan Tujuan Penelitian Penelitian ... ... 66 D

D Manfaat Manfaat Penelitian Penelitian ... ... 66 BAB

BAB II II TINJAUAN TINJAUAN TEORITIS TEORITIS ... ... 88 A

A Cemas Cemas ... 8... 8 1

1 Pengertian Pengertian Kecemasan Kecemasan ... 8... 8 2

2 Sumber-sumSumber-sumber ber Kecemasan Kecemasan ... 9... 9 3

3 Tingkat Tingkat Kecemasan Kecemasan ... 9... 9 4

4 Tanda Tanda dan dan Gejala Gejala Cemas Cemas ... 1... 111 B

B KarakterisKarakteristik tik ... ... 1212 1 1 Usia Usia ... ... 1212 2 2 PekerjaaPekerjaan n ... ... 1212 3 3 Pendidikan Pendidikan ... ... 1313 4.

4. Jenis Jenis Kelamin Kelamin ... .. 1414 BAB

BAB III III KERANGKA KONSEP KERANGKA KONSEP DAN DAN DEFINISI DEFINISI OPERASIONAL OPERASIONAL ... ... 1515 A

A Kerangka Kerangka Konsep Konsep ... ... 1515 B

B Definisi Definisi Operasional Operasional ... ... 1616 BAB

BAB IV IV METODOLOGI PENELITIAN METODOLOGI PENELITIAN ... ... 1818 A

A Desain Desain Penelitian Penelitian ... 18... 18 B

(5)

C Alat dan Metode Pengumpulan Data ... 19 D Pengolahan Data dan Analisa Data ... 19 DAFTAR PUSTAKA...

LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 1. Definisi Operasional ... 16

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar Jadwal Rencana Kegiatan Penelitian Mahasiswa Tingkat III Program Studi D III Keperawatan Akper Pemerintah Daerah Kabupaten Serang Lamopiran 2. Lembar Perizinan Melakukan Penelitian dan Pengambilan Data dari RSUD Kabupaten Serang

Lampiran 3. Lembar Informed Consent

Lampiran 4. Lembar Persetujuan Responden

Lampiran 5. Lampiran Kegiatan Bimbingan Proposal

KATA PENGANTAR 

Puja dan puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kita masih diberikan sehat iman dan islam, salawat

(7)

serta salam semoga selalu tercurahkan pada nabi kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliah sampai zaman modernisasi seperti saat ini.

Do’a dan harapan penulis lakukan agar apa yang dicita-citakan dapat diraih dengan hasil yang memuaskan dan selalu diridhai ALLAH SWT, berbagai macam rintangan dan halangan selalu terjadi ketika penyusunan proposal ini dibuat, namun alhamdulilah atas segala usaha yang senantiasa diiringi oleh do’a, akhirnya proposal ini dapat terselesaikan dan rampung untuk prasyarat proses kelulusan penulis, maka dari itu penulis ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait atas terselesaikannya proposal ini, diantaranya adalah :

1. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan baik berupa moril dan material.

2. Kepada bapak Drs. Encep T sulaiman M.Kes, selaku Direktur AKPER PEMDA SERANG.

3. Kepada bu Eha Farihah B.Sc, SKM, selaku dosen pebimbing yang telah banyakmeluangkan waktu untuk membimbing dan mengarahkan peneliti dalam penyusunan penelitian ini.

4. Kepada ibu Ella Hayati Skp, selaku dosen penguji.

5. Kepada Ibu Eti Suryati S.Kep selaku pembimbing Akademik bagi penulis.

6. Bapak/ibu dosen dan staf TU Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Serang yang senantiasa memberikan ilmu yang bermanfaat.

7. Kepada bapak deden selaku pengawas perpustakaan.

8. Teman-teman seperjuangan, ku ucapkan terima kasih atas warna/i untuk kehidupanku 9. Terima kasih penulis mengucapkan kepada babeh mail dan istri yang selalu

(8)

10. Tak lupa ku ucapkan terima kasih kepada seseorang yang telah menemaniku dalam senang maupun susah, dan yang tak lelah mendngarkan keluh kesahku selama ini.

Penulis sadar dalam penyusunan proposal ini masih banyak kekurangan baik  dalam bentuk materi maupun itu dalam tata cara penulisan, maka dari itu penulis senantiasa mohon kritikan yang bersifat membangun dalam tata cara pembuatan proposal ini.

Serang, Juni 2011

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak  menyenangkan yang dialami oleh semua mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik. Kecemasan pada individu dapat memberikan motivasi untuk mencapai sesuatu dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Kecemasan terjadi sebagai akibat dari ancaman terhadap harga diri yang sangat mendasar bagi keberadaan individu. Kecemasan dikomunikasikan secara interpersonal dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, menghasilkan peringatan yang berharga dan penting untuk memelihara keseimbangan diri dan melindungi diri.

Orang tua merupakan unsur penting dalam perawatan, khususnya perawatan pada anak. Oleh karena anak merupakan bagian dari keluarga, maka perawat harus

(9)

mampu mengenal orang tua sebagai tempat tinggal atau konstanta tetap dalam kehidupan anak (Wong. Perry and Hockenberry. 2002). Sebagai perawat, dalam memberikan pelayanan keperawatan, harus mampu memfasilitasi orang tua dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan baik berupa pemberian tindakan keperawatan langsung, maupun pendidikan kesehatan yang diberikn pada orang tua untuk dapat melakukan perawatan pasca perawatan dirumah sakit. Selain itu, perawat harus memperhatikan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi orang tua yang dapat pola kehidupan anak selanjutnya. Faktor-faktor tersebut sangat menentukan perkembangan anak dalam kehidupan (Alimul.2005).

Kehidupan anak juga sangat ditentukan keberadaannya, bentuk dukungan dari orang tua, hal ini dapat terlihat bila dukungan orang tua yang sangat baik maka pertumbuhan dan perkembangan anak relatif stabil, tetapi apabila dukungan orang tua kurang baik, maka anak akan mengalami hambatan pada dirinya yang dapat mengganggu psikologis anak (Alimul. 2005).

Populasi anak yang dirawat di rumah sakit menurut Wong (2004), mengalami peningkatan yang sangat dramatis. Persentase anak yang dirawat di rumah sakit saat ini mengalami masalah yang lebih serius dan kompleks dibandingkan kejadian hospitalisasi tahun-tahun sebelumnya. Mc Cherty dan Kozak mengatakan hampir empat juta anak dalam satu tahun mengalami hospitalisasi (Lawrence J. Cit Hikmawati. 2003). Rata-rata anak mendapat perawatan selama enam hari. Selain membutuhkan perawatan yang spesial dibanding pasien lain, anak sakit juga mempunyai keistimewaan dan karakteristik tersendiri karena anak-anak bukanlah miniatur dari orang dewasa atau dewasa kecil. Dan waktu yang dibutuhkan untuk  merawat penderita anak-anak 20-45% lebih banyak dari pada waktu untuk merawat orang dewasa (Speirs, cit Hikmawati 2003).

(10)

Menurut Supartini (2004) perawatan anak di rumah sakit merupakan pengalaman yang penuh dengan stress, baik bagi anak maupun orang tua. Lingkungan rumah sakit itu sendiri merupakan penyebab stress dan kecemasan pada anak. Pada anak yang di rawat di rumah sakit akan muncul tantangan-tantangan yang harus di hadapinya seperti mengatasi suatu perpisahan, penyesuaian dengan lingkungan yang asing baginya, penyesuaian dengan banyak orang yang mengurusinya, dan kerapkali harus berhubungan dan bergaul dengan anak-anak yang sakit serta pengalaman mengikuti terapi yang menyakitkan.

Berdasarkan hasil proses observasi yang telah dilakukan dengan cara mengamati perilaku pasien di ruang flamboyan 3 RSUD Serang.

“Anak yang perlu melakukan adaptasi dari mulai lingkungan, ketidaknyamanan kondisi fisik karena penyakit yang di derita dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan proses keperawatan yang diberikan, bentuk ketidaknyamanan yang dapat dilihat pada anak dari segi fisik seperti menangis, gangguan pola tidur, sehingga anak sulit untuk dapat mencukupi kebutuhan nutrisinya, selain itu pada saat hospitalisasi yang dilakukan pada anak dirumah sakit pada umumnya sulit untuk  dapat bersikap kooperatif sehingga intervensi hospitalisasi tidak tercapai secara maksimal, keadaan tersebut merupakan hambatan bagi proses keperawatan dalam rangka mengembalikan kondisi anak pada kondisi normal.

Peran orang tua pada saat hospitalisasi mempunyai peran penting, seperti halnya dikatakan oleh para ahli bahwa peran orang tua pada saat hospitalisasi bagi anak dapat menjadi motivator bagi anak untuk dapat kooperatif saat hosptalisasi berlangsung, selain itu peran orang tua menurut para ahli pada saat hopitalisasi dapat menentukan perrtumbuhan dan perkembangan anak untuk dapat kembali pada keadaan stabil.

(11)

Namun pada saat anak bersikap tidak kooperatif justru orang tua anak merasa cemas pada keadaan anaknya, kecemasan tersebut dapat terjadi karna tingkat penyakit yang diderita oleh anak memang cukup berat, atau kecemaan itu dapat timbul karena ketidaktahuan mengenai penyakit yang dideritanya sedangkan penyakit yang diderita mempunyai tingkat keparahan yang rendah.

Sebaliknya kecemasan yang terjadi pada orang tua justru berdampak timbulnya peran orang tua yang tidak diharapkan, terkadang hospitalisasi yang akan diimplementasiakan justru terkadang ada bentuk penolakan dari orang tua,hal tersebut dapat timbul karena ketidaktahuan tentang hospitalisasi atau minimnya pengetahuan mengenai penyakit yang di derita, bentuk kecemasan yang timbul pada orang tua yang terjadi karena hospitalisasi nampak ketika observasi yang dilakukan dengan menggunkan metode wawancara pada 40 orang tua pasien anak, sebanyak 28 orang tua masuk kedalam karakterisitik sedang yaitu 60%.

Hospitalisasi yang dilakukan tentunya akan sangat terhambat ketika anak dan orang tua anak sama-sama tidak kooperataif, dari fenomena ini dapat menimbulkan keterbatasan gerak dari kedua pihak, tenaga medis sulit untuk mencapai intervensi dan orang tua pun semakin lama semakin merasa tidak diperhatikan secara maksimal sesuai dengan hak pasien yag dimilikinya.

Penelitian yang akan dilakukan pada orang tua anak untuk mengidentifikasi tingkat kecemasan para orang tua anak saat hospitalisasi berlangsung, sehingga dapat diketahui gambaran tingkat kecemasan para orang tua pasien anak berdasarkan penyakit yang diderita berdasarkan karakteristik usia, pendidikan dan pekerjaan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sejauhmana gambaran tingkat kecemasan orang tua pasien terhadap

(12)

penyakit yang di derita berdasarkan karakteristik orang tua di ruang Flamboyan III RSUD Serang tahun 2011 ?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Diketahuinya gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit yang di derita anak berdasarkan karakteristik orang tua di ruang Flamboyan III RSUD Serang tahun 2011.

2. Tujuan Khusus

a. Diketahui gambaran tingkat kecemasan orang tua pasien berdasarkan usia orang tua anak.

b. Diketahui gambaran tingkat kecemasan orang tua berdasarkan tingkat pendidikan orang tua anak.

c. Diketahui gambaran tingkat kecemasan berdasarkan pekerjaan orang tua anak. d. Diketahui gambaran tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin orang tua anak.

D. Manfaat penelitian

Penelitian yang dilakukan diharapkan beberapa manfaat antara lain: 1. Manfaat bagi peneliti

Peneliti dapat memperoleh pengalaman yang berharga mengenai tingkat kecemasan pada orang tua pasien anak.

2. Manfaat Bagi Perawat

Diharapkan hasil penelitian yang akan dilakukan diharapkan dapat menjadi acuan atau dasar dalam melakukan tindakan keperawatan pada pasien anak.

(13)

Diharapkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dijadikan suatu acuan bagi akademik dalam meningkatkan pambelajaran hospiitalisasi pada pasien anak dan orang tua anak.

BAB II

TINJAUAN TEORITIS A. Cemas

1. Pengertian Kecemasan

Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak  menyenangkan yang dialami oleh semua mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik.

Kecemasan pada individu dapat memberikan motivasi untuk mencapai sesuatu dan merupakan sumber penting dalam usaha memelihara keseimbangan hidup. Kecemasan terjadi sebagai akibat dari ancaman terhadap harga diri yang sangat

mendasar bagi keberadaan individu. Kecemasan dikomunikasikan secara interpersonal dan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, menghasilkan peringatan yang berharga dan penting untuk memelihara keseimbangan diri dan melindungi diri.

2. Sumber-Sumber Kecemasan 1. Pergaulan

2. Kesehatan

3. Anak-anak  4. Kehamilan 5. Menuju usia tua

(14)

6. Goncangan dalam rumah tangga 7. Pekerjaan 8. Kenaikan pangkat 9. Kesulitan keuangan 10. Peroblem-peroblem 11. Ujian-ujian 3. Tingkat Kecemasan

Menurut Peplau (dikutip oleh Maniy, 2003, dalam bukunya Psychiatric and Mental Health Nursing Certification) manifestasi kecemasan diidentifikasi kedalam empat tingkatan sebagai berikut :

a. Kecemasan Ringan (Mild Anciety) yang ditandai dengan:

1) Ketegangan dalam kehidupan sehari-hari sehingga seseorang menjadi waspada 2) Meningkatkan lapangan persepsi individu

3) Memotivasi individu untuk belajar

4) Mampu memecahakan masalah secara epektif 

b. Kecemasan sedang (Moderate Anciety) yang ditandai dengan :

1) Penerimaan terhadap rangsangan dari luar menurun dan individu saat memperhatikan hal-hal yang menjadi pusat perhatiannya

2) Belajar dengan pengarahan orang lain 3) Lapangan persepsi menyempit

4) Tidak dapat memprsepsikan semua lingkungan, fokus pada lingkungan kurang pada diri sendiri

5) Lebih mampu memusatkan pada fakta atau peristiwa penting baginya c. Kecemasan berat (Severe Anciety) yang ditandai dengan :

(15)

1) Semua perilakunya bertujun untuk meminta pertolongan dan memerlukan pengarahan yang lebih banyak untuk memfokuskan pada area yang lain

2) Lapangan persepsi sudah sangat menyempit

3) Pusat perhatian pada detail yang kecil dan tidak dapat berpikir tentang hal-hal lain 4) Tidak mampu memecahkan masalah

4. Tanda dan Gejala Cemas

a. Individu sangat kacau sehingga sangat bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain. b. Kemampuan berhubungan dengan orang lain sangat menurun.

c. Karena kehilangan kontrol individu tidak bisa mengerjakan sesuatu tanpa pengarahan d. Berpikir tidak teratur.

e. Keadaan ini mengancam kehidupan dan jika berlangsung terus dapat berakhir dengan kematian.

f. Aktifitas fisik meningkat.

g. Tidak mampu bertindak, berkomunikasi, berfungsi secara epektif.

Pengukuran kecemasan ini dapat diperoleh dari skor setiap resfonden yang di persentasikan dengan jumlah skor yang di harapkan berdasarkan persentassi tersebut ditetapkan penilaian sebagai berikut, apabila persentasinya:

1. Rendah, apabila persentasinya <55 % 2. Sedang, apabila persentasinya 56-75 % 3. Tinggi, apabila persentasinya >76%

Sebagaian besar kecemasan terjadi oleh beberapa faktor yang mempengerahui diantaranya:

1. Umur 2. Pekerjaan 3. Pendidikan

(16)

4. Jenis kelamin

B. Karakteristik Orang Tua 1. Usia

Usia atau umur adalah usia individu yang terhitung mulai saat di lahirkan

sampai saat berulaang tahun (Elizabeth, 2002). Menurut sulaiman (2005) umur yang di anggap optimal untuk mengambil keputusan adalah umur diatas 20 tahun karena umur kurang dari 20 tahun cenderung dapat mendorong terjadinya kebimbingan dalam mengambil keputusan atau memilih dan kurangnya pengalaman.

2. Pekerjaan

Pekerjaan dapat di definisikan sebagai kegiatan yang dilakukan dan di perbuat. Pekerjaan merupakan kegiatan yang menyita waktu, karena pekerjaan bukanlah sumber ksenangan, tetapi merupakan mencari nafkah yang membosankan dan dilakukan berulang tapi banyak tantangan (einrich, 2001).

Pada umumnya pekerjaan bukan hanya sekedar melakukan sesuatu yang sasarannya hanya menghasilkan penghasilan atau uang, melakukan sesuatu yang tidak  menghasilkan sesuatupun pada umumnya dapat dilakukan sebagai pekerjaan

diasumsikan sebagai salah satu hal yang dapat mempengaruhi suatu engetahuan sesorang.

3. Pendidikan

Pendidikan berarti bimbingan yang di berikan oleh seeorang terhadap

perkembangan orang lain menuju kearah suatu cita-cita tertentu. Pendidikan berarti secara formal proses penyampaian bahan oleh pendidik kepada peserta didik guna mencapai perubahan perilaku.

Pendidikan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terutama dalam

(17)

hidupnya, menurut notoatmodjo(2003) lingkungan pendidikan di bedakan menjadi tiga yaitu :

a. Pendidikan dalam keluaraga

b. Pendidiikan dalam sekolah (SD, SMP, SMA, PT)

c. Pendidikan dalam lingkungan masyarakat (Kursus, Bimbel) 4. Jenis Kelamin

Jenis kelamin adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, emosional antara laki -laki dan

perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

BAB III

KERANGKA KONSEP A. Kerangka Konsep

Kecemasan merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak  menyenangkan yang dialami oleh semua mahluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan merupakan pengalaman subjektif dari individu dan tidak dapat diobservasi secara langsung serta merupakan suatu keadaan emosi tanpa objek yang spesifik.

Berdasarkan uraian pada bab II maka variabel dependent yang akan di teliti adalah tingkat kecemasan, sedangkan variabel independent yang akan di teliti adalah, umur, pekerjaan, pendidikan, dan jenis kelamin yang di anggap mempengaruhi tingkat kecemasan yang dijadikan variabel dependent.

(18)

Bagan 3.1 Kerangka konsep Hhh Usia orang tua

Pendidikan orang tua Pekerjaan orang tua Jenis kelamin orang tua uu

Variabel Independent Variabel Dependent Tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit yang diderita.

B. Definisi Operasional (Tabel 1.1)  No Variabel Definisi

Operasional

Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala Ukur  1 Variabel Independent Umur Orang Lama hidup responden dilihat dari tahun lahir 

Wawancara Kuesioner 20-30 tahun 30-45 tahun >45 tahun

(19)

Tua sampai dilakukan  penelitian. 2 Tingkat Pendidikan Orang Tua Proses  belajar  formal menurut sistim  pendidikan nasional yang terakhir  di tempuh oleh orang Wawancara Kuesioner SD SMP SMA PT Ordinal

tua (ibu atau  bapak) 3 Pekerjaan Orang Tua Suatu kegiatan yang dilakukan  baik itu menghasilkan uang atau tidak 

Wawancara Kuesioner 1). Tidak   bekerja (IRT) 2). Bekerja (swasta, PNS, dll)  Nominal 4 Jenis Kelamin Orang Tua Suatu konsep kultural yang  berupaya membuat

 Nominal Kuesioner 1). Laki-laki 2). Perempuan

(20)

 perbedaan dalam hal  peran,  perilaku, mentalitass, emosional, antara laki-laki dan permpuan. 5 Tingkat Kecemasan Orang Tua Proses belajar  formal menurut sistim  pendidikan nasional yang terakhir di tempuh oleh orang tua (ibu atau bapak)

 Nominal Kuesioner 1).Kecemasan rendah (<55%) 2).Kecemasan sedang (56-75%) 3).Kecemasan  berat (>76%) BAB IV METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran deskripsi tentang

(21)

suatu keadaan secara objektif, dan memecahkan masalah atau menjawab

permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang (Notoatmodjo, 2002). B. Populasi dan Sample

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang akan di

teliti(Notoatmodjo, 2005). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua

pasien yang dirawat di ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang, dengan kriteria orang tua 25-45 tahun.

2. Sample

Sample adalah sebagian atau wakil populasi yang di teliti (Notoatmodjo, 2005). Cara pengambilan sample pada penelitian ini adalah dengan mengunakan accidental sampling yaitu pengambilan sample yang kebetulan ada di ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang.

Metode pengambilan Sample yang akan digunakan dalam penelitian ini Quota sampling yaitu pengambilan sample dengan cara menetapkan jumlah respondent, maka dalam penelitian ini respondent yang akan digunakan adalah orang tua pasien anak sebanyak 30 orang.

C. Alat dan Metode Pengumpulan Data

Alat dan metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner dengan cara mengisi jawaban yang sudah disediakan.

D. Pengolahan Data dan Analisa Data 1. Pengolahan Data

Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: a. Editing

(22)

Pada editing dilakukan pengecekan isian kuesioner, apakah jawaban di kuesioner sudah jelas.

b. Coding

Pada tahapan ini dilakukan pemberian kode pada jawaban pertanyaan dalam

kuesioner. Kegunaan coding adalah untuk mempermudah pada saat analisis data dan  juga mempercepat saat entry data.

c. Prosesing

Pemprosesan data yang dilakukan dengan cara perhitungan secara manual. 2. Analisa Data

a. Analisa Univariat

Analisa univariat digunakan untuk mengetahaui distribusi frekuensi dari setiap variabel yang diteliti.

Analisa univariat bertujuan untuk mendapat gambaran distribusi responden atau variasi dari variabel yang diteliti. Analisa ini digunakan untuk mendeskripsikan varibel dengan cara membuat tabel distribusi frekuensi dan dihitung dengan persentase

(Notoatmodjo, 2002). Memakai rumus sebagai berikut:

x

100%

f : jumlah yang didapat

x : proporsi dalam jumlah persentase n : sample

Daftar Pustaka Atkinson, 2004.Pengantar Psik ologi . Jakarta: Penerbit Erlangga.

(23)

Azwar, S. 2007. Penyusunan Skal a Psik ologi . Yogyakarta: Pustaka Pelajar Catherine Lee. 2003.Pertu mbuhan dan Per kembangan An ak .: Arcan. Jakarta Chaniago. 2002. Kamu s lengkap bah asa indonesia : Pustaka Setia,l Bandung.

Hawari. 2001. M anaj emen Str ess, Cemasa dan D epresi , Fakultas Kedokteran, jakarta. Hendersen, Christin, J. Kathleen. 2002. Perawatan A nak : EGC, jakarta.

Smet, B. 2005. Psik ologi Kesehatan . PT Gramedia Widiasarana Indonesia, jakarta Soetjiningsih. 2003. Tumbuh Kembang Anak : EGC, jakarta.

Soekidjo Notoatmodjo. 2002. M etodologi Penelitan Kesehatan.: Rineka Cipta, jakarta Wong, 2004, Pedoman Kl in is Per awatan Pediatri k Edisi Buk u Kedokter an , EGC, Jakarta.

KUESIONER PENELITIAN

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA BERDASARKN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG

FLAMBOYAN III RSUD KABUPATEN SERANG TAHUN 2011

MUHAMAD YASIN 28085

(24)

AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN SERANG 2011

KUESIONER PENGUMPULAN DATA

DALAM RANGKA PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH AKADEMI KEPERAWATAN PEMDA SERANG

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir sebagai salah satu prasarat untuk  kelulusan Program DIII, maka saya yang bertanda tangan dibawah ini.

Nama : MUHAMAD YASIN NIM : 28085

Alamat : Kp. Cipadung Desa Tamansari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Lebak  Banten

Judul : GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA

TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN

KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD SERANG TAHUN 2011.

Dengan segala kerendahan hati, penulis mohon dengan hormat kepada bapak/ibu untuk berkenan meluangka waktu guna mengisi daftar pertanyaan yang penulis ajukan sesuai dengan pengetahuan yang ibu miliki.

Jawaban ibu sangat diperlukan sebagian data penelitian dan semata-mata untuk  kepentingan ilmu pengetahuan dan tidak ada maksud yang lain. Jawaban yang telah diberikan akan kami jaga kerahasiaannya.

Atas kesediaan dan bantuan yang telah bapak/ibu berikan, penulis sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya.

(25)

Serang,...2011 penulis

PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Setelah membaca dan memahami isi penjelasan lembar pertama dan kedua

angket, saya bersedia turut berpartisipasi sebagai responden penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Daerah Kabupaten Serang.

Nama:Muhamad Yasin NIM:28085

Dengan judul penelitian“Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Penyakit yang Diderita Berdasarkan Karakteristik Orang Tua Di Ruang Flamboyan III RSUD Kabupaten Serang”.

Saya memahami bahwa penelitian ini tidak akan berakibat negatif terhadap saya dan keluarga saya. Oleh karena itu saya bersedia menjadi responden pada penelitian ini.

Serang,...2011

Responden

( )

Petunjuk pengisian

1. Bacalah dengan teliti pertanyaan dan jawaban yang telah disediakan 2. Berikan tanda apa saja pada jawaban yang anda pilih.

(26)

3. Ketika anda menjawab pertanyaan, diharapkan tidak terpengaruh terhadap jawaban orang lain (mencontek).

4. Jawaban dari anda tidak akan mempengaruhi nilai maka dalam menjawab pertanyaan ini tidak perlu didiskusikan.

5. Jawablah pertanyaan sesuai dengan hasil pemikiran anda.

6. Isilah identitas anda, seperti nama, usia, pendidikan, jenis kelamin dan pekerjaan.

Identitas Resfonden Nama : Pendidikan : Usia : Jenis kelamin : Pekerjaan :

1. Apakah bapak/ibu tahu penyakit yang diderita oleh anak bapak/ibu... a. Ya

b. Tidak 

2. Apakah bapak/ibu cemas dengan keadaaan anak bapak/ibu... a. Ya

(27)

b. Tidak 

3. Apakah bapak/ibu merasa tegang ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 

4. Apakah bapak/ibu dapat memecahkan masalah ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 

5. Apakah bapak/ibu merasa hubungan dengan orang lain menurun ketika mengalami cemas...

a. Ya b. Tidak 

6. Apakah bapak/ibu mengalmi kehilangan kontrol dan tidak bisa mengerjakan sesuatu ketika mengalami cemas...

a. Ya b. Tidak 

7. Apakah bapak/ibu mengalami kesulitan berfikir atau berfikir tidak teratur ketika cemas...

a. Ya b. Tidak 

8. Menurut bapak/ibu apakah pergaulan merupakan sumber dari penyebab kecemasan... a. Ya

b. Tidak 

9. Apakah bapak/ibu tahu gangguan kesehatan merupakan penyebab timbulnya kecemasan...

(28)

a. Ya b. Tidak 

10. Apakah bapak/ibu tahu kehamilan merupakan penyebab timbulnya kecemasan.. a. Ya

b. Tidak 

11. Menurut bapak/ibu apakah pekerjaan dapat menimbulkan kecemasan... a. Ya

b. Tidak 

12. Menurut bapak/ibu keadaan ekonomi dapat menimbulkan kecemasan... a. Ya

b. Tidak 

13. Apakah bapak/ibu ketika mengalami kecemasan meminta pertolongan dari orang lain.. a. Ya

b. Tidak 

14. Apakah bapak/ibu merasa sulit memecahkan masalah ketika mengalami kecemasan... a. Ya

b. Tidak 

15. Apakah bapak/ibu sulit berkomunikasi dengan baik ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 

16. Apakah bapak/ibu belajar dari pengarahan dari orang lain ketika mengalami cemas... a. Ya

(29)

17. Apakah bapak/ibu merasa pendapatnya sempit ketika mengalmi cemas... a. Ya

b. Tidak 

18. Apakah bapak/ibu mengalami peningkatan fisik ketika mengalami cemas... a. Ya

b. Tidak 

19. menurut bapak/ibu tahu kalau umur merupakan sumber dari kecemasan... a. Ya

b. Tidak 

20. menurut bapak/ibu apakah pendidikan merupakan sumber dari kecemasan... a. Ya

b. Tidak 

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SERANG TINGKAT III SEMESTER VI TAHUN 2011

LEMBAR KONSULTASI Nama Mahasiswa : MUHAMAD YASIN

Nim : 28085

Judul Penelitian : GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA

TERHADAP PENYAKIT YANG DIDERITA ANAK BERDASARKAN KARAKTERISTIK ORANG TUA DI RUANG FLAMBOYAN III RSUD SERANG TAHUN 2011.

Pembimbing : EHA FARIHAH B.Sc, SKM

(30)

Bimbingan Pembimbing 1 22 Maret 2011 Pengajuan judul

Gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap penyakit yang diderita anak   berdasarkan karakteristik di ruang

flamboyan RSUD serang tahun 2011 2 29 Maret 2011 Bab I

Perbaiki rumusan masalah, tujuan umum dan tujuan khusus

Sistematika penulisan 3 06 Mei 2011 BaB I

ACC Bab II

Perbaiki tehnik penulisan

Bab III

Perbaiki kerangka konsep dan definisi operasional

4 10 Mei 2011 Bab II, III ACC

5 13 Mei 2011 Bab IV Perbaiki

Referensi

Dokumen terkait

Scene 4 sudah berpedoman pada etika jurnalistik sesuai pada pasal 2 yang berisi tentang wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profeional dalam

Di dalam penulisan laporan akhir ini, penulis ingin mengetahui bagaimana perencanaan yang baik dalam merencanaan desain geometrik , tebal perkerasan, dan bangunan

Hal tersebut membuat tertarik peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul ³Pola Praktek Kontrol Sosial Keluarga Terhadap Kehamilan Tidak Dikehendaki

Sintya (2009) menyimpulkan bahwa salep minyak atsiri daun jeruk nipis dengan basis vaselin putih memiliki viskositas yang rendah sehingga dapat menyebabkan pelepasan obat dari

Gerakan tutup insang ke samping dan selaput tutup insang tetap menempel pada tubuh mengakibatkan rongga mulut bertambah besar, sebaliknya celah belakang insang tertutup.

Semua kemegahan sudah dijanjikan kepada Rasul agar ia berhenti menyiarkan dan melaksanakan ajaran agama Islam itu, mulai dan kekuasaan yang paling tinggi dan terhormat, harta

The research is focused on the development a tool for converting IOTNE into IOTED and apply the tool to obtain EDM in the Indonesian industrial sector based on the 2008

Data Kadar Gula Darah dan Berat Badan Tikus Treatment Sonde Sorbet Buah Naga Merah dengan Penambahan Isolat Protein 50