PENBUKURAN PARAMETER PLASMA DENGAN PROBE BENTUK BOLA
Agus Pur wadi, Suryadi, W. Usada Pusat Penelitian Nuklir Yogyakarta
ABSTRAK
Telah dilakukan pengukuran suhu dan kerapatan elektron plasma dengan alat percobaan yang telah disempurnakan. Pengukuran dilakukan dengan probe bola, menggunakan met ode analisa Langmuir probe. Probe dihubungkan dengan sumber tegangan dimuati dengan berbagai harga tegangan positif dan negatif relatif terhadap plasma, maka arus yang tertarik oleh probe akan memberikan informasi tentang keadaan parameter di dalam plasma. Dalam tabung lucutan gas argon diperoleh suhu dan kerapatan elektron plasma masing-masing T_
=
(10,0 ~ 0,3) eV dan n_=
(9,9'± 0,2) xloe
cm-~~ABSTRACT
I.
PENDAHULUAN
Penelitian
plasma dalam tabung lucutan
gas
merupakan
suatu
titik tolak dalam mempelajari efek pengungkungan
dan
efek
cermin
plasma
oleh
medan
magnet.
Penelitian
ini
me~upakan
penyempurnaan
dari penelitian
sebelumnya
dalam
usaha
pemvariasian jarak a~ta~ elektroda, yang
mana
telah
dilaksanakan, sehingga pengoperasian probe bisa tepat berada
pada
daerah
kolom positif.
Kemudian
dengan
ditambahnya
sistem
pendingin di daerah sekitar katoda, menjadikan
arus
muatan
antar
elektroda relatif
lebih
stabil.
Parameter
plasma
di
daerah kolom positif pada
kondisi
normal
glow
discharge
ditentukan dengan probe bentuk
bola,
diharapkan
akan
diperoleh
hasil
pengukuran akhir
yang
lebih
baik,
karena adanya efek koreksi dari bentuk yang sederhana.
Salah
satu
yang paling
diutamakan
dalam
diagnostik
plasma
adalah karakteristik arus-tegangan dari
probe
yang
disisipkan
ke
dalam
plasmac1> ,karena
parameter
plasma
seperti suhu dan kerapatan elektron plasma dapat
ditentukan
atas
dasar
dari karakteristik probe yang
diperoleh
dalam
percobaan.
Analisa metode konvensional penentuan suhu
dan
kerapatan
elektron plasma dengan menggunakan probe,
secara
singkat· dapat dipahami dengan cara sebagai
berikut.
Pada
grafik
karakteristik
probe
idealc2>,arus
elektron
yang
berada di daerah exponensial disajikan oleh persamaan
(1a)
a.tau
In 1_
=
In I_~+
e~/kT_ <1b)dimana
I_Jadalah arus elektron jenuh
(berada pada potensial
plasma),
T_
adalah
suhu
elektron,
k
adalah
konstanta
Boltzmann
dan
~
~dalah tegangan
probe
relatif
terhadap
tegangan
plasma
(~
=
Vpr - Vp~).Kalau
dianggap
distribusi
kecepatan
elektron di sekitar
probe
mengikuti
distribusi
Maxwellc3>,maka arus elektron
jenuh
diberikan
oleh persamaan
atau
1•..:1
=
envS/41•..:1
=
enS (2kT./ rr m.)1/2(2a)
(2b)
dimana e adalah muatan elektron, n adalah kerapatan elektron, v adalah kecepatan rerata elektron (v
=
BkT./m), S adalah luasan probe dan T. adalah suhuelektron, m. massa elektron. Karena adanya sheath (selubung muatan) di sekitar probe, untuk probe berbentuk bola, arus elektron plasma memperoleh faktor koreksi sebesar F=
1 - (eV/kT.)(4),
sehingga persamaan (2b) menjadiSuhu elektron plasma dapat ditentukan .dengan karakteristik probe dari hasill percobaan dengan menggunakan persamaa (lb); yaitu dengan mensubstitusikan dua pasangan harga
(I_1'~1)
dan(I_2'~2)
yang diperoleh ke persamaan (lb) tadi, atau dapat dituliskanDari persamaan (4a) dan (4b) akan diperoleh persamaan suhu elektron plasma yaitu
Sedang untuk -kerapatan elektron plasmanya dapat ditentukan dari persamaan (3) dengan harga arus elektron jenuh pada grafik karakteristik probe dari hasil percobaan(~).
II. TATA KERJA
Blok diagram alat penentu parameter plasma yang digunakan dalam perccbaan ini adalah seperti ditunjukkan pada gambar 1.
10a
1
5a
3
luc
9
2
8
11
4
Gambar 1. Blok diagram alat penentu parameter plasma Keterangan gambar :
1. Air pendingin : air didinginkan dengan AC Sanyo 165 BR. 2. Pompa air pendingin : digunakan pompa air Sanyo A-90UM. 3. Pompa vakum : digunakan pompa vakum rotary Edwards,
England.
4. Gas argon digunakan sebagai pengisi tabung lueutan.
5. Kran : kran air dan pompa vakum dibuat dari gel as di PPNY, kran untuk gas Argon digunakan regulator Matheson.
6. Tabung plasma : tabung plasma dibuat dari bahan kuningan dan gel as, masing-masing dengan diameter 7,5 em dan 2 em. Jarak antar elektroda dapat divariasi.
7. Katoda : terbuat dari bahan tungsten, panJang 3 em,
~ = 0,5
mm.8. Anoda : terbuat dari bahan tungsten, ~
=
3,5 mm9. Probe : terbuat dari bahan tungsten, ~
=
0,5 mm dan uJung berbentuk bola dengan ~ = 0,6 mm.10. Tegangan searah : tegangan katoda diatur selalu konstan sebesar 15 volt, arus 2,5 A. Tegangan probe hanya
dioperasi- kan antara -3~ sampai dengan +30 volt, dengan menggunakan Power Supply Trio PR 602A. Lucutan tabung plasma menggunakan sumber tegangan tinggi Hipotronics. 11. Multimeter : digunakan Elektrometer Keithley blOC dan
Sanwa 501-ZX-TR.
12. Tahanan : digunakan tahanan porselin 100 kOhm.
Adapun cara percobaan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Tabung lucutan gas divakum hingga bertekanan 0,35 mbar 2. Dipasang tegangan antar elektroda sebesar + 500 volt
sehingga terJadi lucutan normal glow, dengan memvariasikan jarak antar elektroda.
3. Probe diberi tegangan dari -30 sampai +30 volt serta dibaca arus yang melalui probe pada Elektrometer.
4. Hasil pemvariasian tegangan terhadap arus digambar sehingga menghasilkan karakteristik probe.
5. Suhu dan kerapatan elektron plasma dapat ditentukan dari hasil analisa karakteristik probe.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dengan menggunakan probe bentuk bola~ diperoleh dari hasil variasi tegangan probe eVpr)terhadap arus
(Ipr) seperti tertera pada tabel 1.
data probe
TabelData
1-
variasi tegangan probe terhadap arus probe Vpr Ipr I Vpr Ipr-I (volt) (uA) I (volt)(uA) I ---0 90 3 110I -3 70 I6
130 I-6
50 r9
150 I-9
35 I 12 160,5,
-12 20 I 15 170,5 I -15 10 I 18 180 I -18 5 I 21 190 I -21 -2,5 I 24 200 I -24 -10 I 27 200 I -27 -10 I---selang ada lagi perubahan hingga melebihi 27 tegangan percobaan Hasil (arus tegangan probe tertentu) • volt arus tegangan dalam bahwa sampai tak menunjukkan volt, dinaikkan tetap 200 ftA,
27
dan selalu antara 24 meskipun relatifDemikian halnya untuk penurunan harga tegangan sampai -24 volt, terjadi
kedua harga arus
kejenuhan arus lagi sebesar -10)UA. probe tersebut dapat disimpulkan
dengan Dari bahwa besar arus elektron jenuh adalah I_~
=
210pA, karena arus . elektron merupakan jumlahan antara arus ion jenuh denganarus probe sedang arus ion jenuhnya
harga 10 dapatlah antara tegangan probe terhadap suhu elektron plasmanya (gambar bersangkutan, probenya. hubungan menentukan harga pada data pada elektronnya yaitu dengan yang probe
2)
uA pada arus digambarkan untuk In masing-masing tegangan diketahui dapat sekarang harga menambahkan1 ,
10 }J-A. tabel = karenanya, Dleh adalah arus Dari harga grafik sendiri~~if~f~=:1~~~i~~~E~-§~~~E~~L§~E:g~:~
::~~~~:;h~::::._~·:-
__
;~==~~-~_~~~:it~-=~~~1:=:~::i-~~~i~~~~
~~t~~~~~i1~ilift~~~~r~~t~l~~i~j~ti~m~~i~1ii~~~~~~ill~
Dengan mengetahui ha~ga slope (kemi~ingan) pada gamba~ 2 dan menggunakan pe~samaan (5), maka dapat ditentukan harga suhu elektron plasmanya. Telah dihitung untuk masing-masing ha~ga pasangan antara (80,-3); (60,-6); (45,-9) dan
(30,-12)i yang masing-masing dengan (15,-18) maka suhu elektron plasma yang diperoleh ·adalah T.1
=
10,394 eV, T.2=
T.3=
10,043 eV dan T.4
=
9,474 eV memberikan rata-rata T. = (10,0+
0,3) eV. Selanjutnya dari persamaan (3), kerapatan elektron plasma dapat ditentukan, yaitu : n. = (9,9 ~ 0,2) xloa cm-3•
IV. KESIMPULAN
Penyempurnaan alat percobaan penentu parameter plasma dengan penambahan sistem pendingin di daerah sekitar katoda serta usaha pemvariasian jarak antar elektroda pada tabung lucutan gas berdampak positif. Selama percobaan dilakukan, arus probe teramati selalu stabil untuk berbagai macam harga tegangan probe yang diberikan serta menjadikan mudah dalam menentukan keadaan normal glow discharge, diperoleh pada tekanan gas argon 0,35 mbar, tegangan antar elektroda 320 volt, jarak antar elektroda 18 cm dan arusv filamen katoda 2,5 A.
Hasil pengukuran suhu dan kerapatan elektron plasma pada tabung lucutan gas yang masing-masing adalah T.
=
(10,0 ~ 0,3) eV dan n. = (9,9 ~ 0,2) x loa cm-3•UCAPAN TERIMA KASIH
Atas segala bantuan rekan-rekan sekerja di PPNV dalam melakukan penelitian hingga kertas kerja ini selesai ditulis, penulis mengucapkan terima kasih.
DAFT AR PUST AI<A
1. CHARLES B. WHARTON, "Plasma Probing", Lawrence Radiation Laboratory, University of California, California.
2. NOBUYUKI KAVA, "New Technique for Direct Measurement of Electron Tempe~ature", Rev. Sei. Instrum. 53, 7, July, 1982.
31 IIM. PodgorNyi, "Topics in Plasma Diagnostics", TranslatedfromCosmeticsRusia,InstituteofStudy,
Moscow,
USSR ( 1971> • 4.
RICHARDSH.
HUDDLESTONE"PlasmaLEONARD,andSANLEY L. Diagnostic Techniques",Plasma ResearchLaboratory Aerospace Corporation, Los Angeles, California (1965).
5. WONG C.S., "Proceedings of First Tropical College on Applied Physics", University of Malaya, Malaysia (1983).
TANYA JAWAB 1. Engkir S.
Apa gunanya penelitian ini?
Widdi Usada
Untuk mempelajari parameter plasma pada suhu dan kerapatan rendah dalam tabung lucut yang secara geometri dikenal sebagai tabung lucut sistem terbuka. Untuk tahap selanjutnya ingin ditinjau pengaruh medan magnet yang dipasang sepanjang kolom plasma dan dikedua ujung tabung, dalam hal pengungkungan plasma dalam medan magnet. Perlu diketahui geometri tersebut juga merupakan salah satu konsep reaktor fusi (reaktor fusi cermin).
2. Made Berata
a. Dengan adanya sistem pendingin di daerah sekitar elektroda akan menjadikan arus stabil. Bagaimana hubungan antara perubahan suhu dengan aliran arus? b. Pada hubungan antara tegangan dan arus mula-mula naik
kemudian turun. Menurut teori yang pernah kami baca mula-mula arus naik setelah jenuh tidak turun tetapi lurus. Apa sebab pada grafik yang ditunjukkan ada penurunan arus?
Suryadi
a. Hingga kini, hubungan rumusan secara teoritis belum diperoleh.
b. Pada grafik hubungan tegangan dan arus (dalam tabung) yang ditunjukkan, tidak ada penurunan arus. Arus
selalu naik, yang saja.
3. Utaja
turun naik hanyalah tegangannya
Bagaimana cara eksperimen dari BCDE pada gambar yang telah dijelaskan, apakah tidak loncat dari B ke sisi kanan
?
Agus Purwadi
Cara eksperimen untuk memperoleh kurva· BCDE pada gambar karakteristik lucutan listrik I - V di bawah ini: yaitu setelah tegangan breakdown di titik B diperoleh, tegangan penyedia daya distop, selanjutnya yang divariasi adalah tahanan luarnya saja. Segmen garis BCDE pasti terjadi, tetapi dalam waktu yang relatif sangat singkat (orde mikro
deti k) •
10 1 -I ,0·
·
·
·
'O~I2. F20D .ljoo bOO ~oo -V(VO(
t)
Gamba •... Ka •...akteristik lucutan list •...ik I - V