MAKALAH MAKALAH GENETIKA GENETIKA CROSSING OVER CROSSING OVER (PINDAH SILANG) (PINDAH SILANG) NAMA
NAMA : : CINDY CINDY YOHANA YOHANA SIGASIGA NIM
NIM : : H411 H411 11 11 293293 FAK./JUR.
FAK./JUR. : : MIPA/BIOLOGI MIPA/BIOLOGI (A)(A)
JURUSAN BIOLOGI JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR MAKASSAR 2012 2012
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, yang mana Puji syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, yang mana telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga saya dapat menyelesaikan telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun sebagai salah satu makalah ini dengan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun sebagai salah satu pelengkap tugas dari mata kuliah
pelengkap tugas dari mata kuliah Genetika Dasar Genetika Dasar ..
Makalah ini berisi tentang bahasan-bahasan mengenai
Makalah ini berisi tentang bahasan-bahasan mengenai Crossing over Crossing over .. Makalah ini diharapkan nantinya dapat menjadi referensi pada mata kuliah ini. Makalah ini diharapkan nantinya dapat menjadi referensi pada mata kuliah ini.
Saya
Saya menyadari bahwa mamenyadari bahwa makalah ini masih jauh dkalah ini masih jauh dari kesempurnaaari kesempurnaan, makan, maka untuk itu diharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk itu diharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun agar kedepan terdapat perbaikan kearah yang lebih
agar kedepan terdapat perbaikan kearah yang lebih baik.baik.
Makassar,
Makassar, 28 28 mei mei 20122012
Penulis Penulis
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang I.1 Latar Belakang
Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) Genetika adalah ilmu yang mempelajari sifat-sifat keturunan (hereditas) serta segala seluk beluknya secara ilmiah. Dalam
serta segala seluk beluknya secara ilmiah. Dalam genetika,genetika, pindah silangpindah silang kromosom atau
kromosom atau chromosomal crossover chromosomal crossover dalamdalam bahasa Inggrisbahasa Inggris (disebut juga(disebut juga crossing over
crossing over ) adalah peristiwa bertukarnya bagian berkas) adalah peristiwa bertukarnya bagian berkas kromatidkromatid dengandengan bagian berkas kromatid lain dari
bagian berkas kromatid lain dari kromosomkromosom yang homolog. Istilahyang homolog. Istilah crossover crossover jugajuga dipakai untuk menyebut bagian kromatid yang dihasilkan oleh peristiwa ini. dipakai untuk menyebut bagian kromatid yang dihasilkan oleh peristiwa ini. Gejala ini ditemukan dan dipaparkan pertama kali oleh
Gejala ini ditemukan dan dipaparkan pertama kali oleh Thomas Hunt MorganThomas Hunt Morgan pada tahun 1916 ketika
pada tahun 1916 ketika mempelajarimempelajari lalat buahlalat buah Drosophila Drosophila (Nio, 1990).(Nio, 1990).
Pindah silang merupakan satu proses mendasar dalam genetika dan akibat Pindah silang merupakan satu proses mendasar dalam genetika dan akibat yang ditimbulkannya memiliki sejumlah kegunaan praktis. Ia bisa digunakan yang ditimbulkannya memiliki sejumlah kegunaan praktis. Ia bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu
untuk mendeteksi keberadaan suatu gengen (Nio, 1990).(Nio, 1990).
Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini. Hal inilah yang melatar belakangi pembuatan makalah ini.
I.2 Tujuan I.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mempelajari apa itu Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mempelajari apa itu crossing over dan bagaimana crossing over terjadi.
BAB II BAB II
ISI ISI
Sel kelamin membelah secara meiosis.
Sel kelamin membelah secara meiosis. Pada profase I, kromosom homologPada profase I, kromosom homolog muncul pertama kali sebagai pasangan. Kromosom-kromosom homolog ini
muncul pertama kali sebagai pasangan. Kromosom-kromosom homolog ini salingsaling bersilangan pada kiasmata. Pada kiasmata inilah terjadi pindah silang (crossing bersilangan pada kiasmata. Pada kiasmata inilah terjadi pindah silang (crossing over) materi genetik dari kromosom satu ke kromosom lainnya. Pindah silang ini over) materi genetik dari kromosom satu ke kromosom lainnya. Pindah silang ini terjadi ketika dua kromatid dari kromosom yang berbeda bertukar tempat. terjadi ketika dua kromatid dari kromosom yang berbeda bertukar tempat. Kromatid yang su
Kromatid yang sudah tidak identik lagi dedah tidak identik lagi dengan kromatid saudngan kromatid saudaranya aranya karenakarena terjadi pindah silang disebut dyad. Dua atau tiga kasus kejadian pindah silang terjadi pindah silang disebut dyad. Dua atau tiga kasus kejadian pindah silang dapat terjadi untuk
dapat terjadi untuk setiap pasangan kromosom (Goodenough, 1988).setiap pasangan kromosom (Goodenough, 1988).
Pemilahan kromosom secara bebas telah ditahui bahwa pembelahan sel Pemilahan kromosom secara bebas telah ditahui bahwa pembelahan sel selalu diikuti pembagian kromosom pada sel anakan yang dihasilkan. Begitu pula selalu diikuti pembagian kromosom pada sel anakan yang dihasilkan. Begitu pula dengan pembelahan meiosis. Pada metafase I, pasangan kromosom homolog dengan pembelahan meiosis. Pada metafase I, pasangan kromosom homolog terletak pada bidang metafase. Orientasi pasangan homolog yang menghadap terletak pada bidang metafase. Orientasi pasangan homolog yang menghadap kutub-kutub sel bersifat acak. Setiap pasangan mempunyai dua kemungkinan kutub-kutub sel bersifat acak. Setiap pasangan mempunyai dua kemungkinan dalam penyusunan ini. Kita ambil contoh organisme yang mempunyai empat dalam penyusunan ini. Kita ambil contoh organisme yang mempunyai empat kromosom diploid (2n = 4). Organisme ini mempunyai 2 kromosom dalam sel kromosom diploid (2n = 4). Organisme ini mempunyai 2 kromosom dalam sel gametnya. Dua kromosom ini
gametnya. Dua kromosom ini dapat menghasilkan empat kemungkinan sel anakandapat menghasilkan empat kemungkinan sel anakan dengan kombinasi kromosom berbeda satu sama lain Bagaimanakah dengan dengan kombinasi kromosom berbeda satu sama lain Bagaimanakah dengan manusia? Manusia mempuny
manusia? Manusia mempunyai 46 kromosom diploid. ai 46 kromosom diploid. Ini berarti pada sperma atauIni berarti pada sperma atau sel telur terdapat 23 kromosom
sel telur terdapat 23 kromosom haploid. Dari 23 kromosom ini haploid. Dari 23 kromosom ini mempunyai sekitarmempunyai sekitar 8 juta kemungkinan penyusunan homolog pada metafase. Kandungan kromosom 8 juta kemungkinan penyusunan homolog pada metafase. Kandungan kromosom
pada sel sperma atau sel telur ini akan diwariskan pada anak keturunannya. Jadi, pada sel sperma atau sel telur ini akan diwariskan pada anak keturunannya. Jadi, setiap manusia sebenarnya merupakan 1 dari 8 juta kemungkinan pemilahan setiap manusia sebenarnya merupakan 1 dari 8 juta kemungkinan pemilahan kromosom yang diwariskan oleh bapak atau ibu kandungnya (Goodenough, kromosom yang diwariskan oleh bapak atau ibu kandungnya (Goodenough, 1988).
1988).
Dua buah gen yang berangkai akan cenderung untuk tetap bersama-sama Dua buah gen yang berangkai akan cenderung untuk tetap bersama-sama di dalam gamet yang terbentuk. Akan tetapi, di antara keduanya masih terdapat di dalam gamet yang terbentuk. Akan tetapi, di antara keduanya masih terdapat pula kemungkinan untuk mengalami segregasi dan rekombinasi sehingga akan pula kemungkinan untuk mengalami segregasi dan rekombinasi sehingga akan diperoleh kombinasi gen-gen seperti yang dijumpai pada gamet tipe rekombinasi. diperoleh kombinasi gen-gen seperti yang dijumpai pada gamet tipe rekombinasi. Terjadinya segregasi dan rekombinasi dua buah gen berangkai ini tidak lain Terjadinya segregasi dan rekombinasi dua buah gen berangkai ini tidak lain karena mereka mengalami peristiwa yang dinamakan
karena mereka mengalami peristiwa yang dinamakan pindah silangpindah silang (crossing(crossing over)
over), yaitu pertukaran materi genetik (gen) di antara kromosom-kromosom, yaitu pertukaran materi genetik (gen) di antara kromosom-kromosom homolog (Suryo, 2008)
homolog (Suryo, 2008)
Dari pengertian pindah silang tersebut kita dapat menyederhanakan Dari pengertian pindah silang tersebut kita dapat menyederhanakan batasan tentang gamet tipe parental dan gamet tipe rekombinasi. Di atas telah batasan tentang gamet tipe parental dan gamet tipe rekombinasi. Di atas telah dikatakan bahwa gamet tipe parental adalah gamet dengan susunan gen yang sama dikatakan bahwa gamet tipe parental adalah gamet dengan susunan gen yang sama dengan susunan gen pada individu, sedang gamet tipe rekombinasi adalah gamet dengan susunan gen pada individu, sedang gamet tipe rekombinasi adalah gamet yang susunan gennya merupakan rekombinasi susunan gen pada individu. yang susunan gennya merupakan rekombinasi susunan gen pada individu. Sekarang dengan lebih mudah dapat kita katakan bahwa gamet tipe parental Sekarang dengan lebih mudah dapat kita katakan bahwa gamet tipe parental adalah gamet bukan hasil pindah silang, sedang gamet tipe rekombinasi adalah adalah gamet bukan hasil pindah silang, sedang gamet tipe rekombinasi adalah gamet hasil pindah silang Suryo, 2008).
gamet hasil pindah silang Suryo, 2008).
Peristiwa pindah silang, bersama-sama dengan pemilihan bebas (hukum Peristiwa pindah silang, bersama-sama dengan pemilihan bebas (hukum Mendel II), merupakan mekanisme penting yang mendasari pembentukan Mendel II), merupakan mekanisme penting yang mendasari pembentukan keanekarag
di antara gen-gen yang terdapat pada individu sebelumnya. Selanjutnya, seleksi di antara gen-gen yang terdapat pada individu sebelumnya. Selanjutnya, seleksi alam akan bekerja untuk mempertahankan genotipe-genotipe dengan kombinasi alam akan bekerja untuk mempertahankan genotipe-genotipe dengan kombinasi gen yang adaptif saja. Oleh karena itulah, banyak ilmuwan yang menganggap gen yang adaptif saja. Oleh karena itulah, banyak ilmuwan yang menganggap bahwa pindah silang dan pemilihan bebas sangat penting bagi berlangsungnya bahwa pindah silang dan pemilihan bebas sangat penting bagi berlangsungnya proses evolusi (Suryo, 2008).
proses evolusi (Suryo, 2008).
Pindah silang terjadi pascaduplikasi kromosom Pindah silang terjadi pascaduplikasi kromosom
Pada profase I meiosis kedua kromosom homolog akan mengalami Pada profase I meiosis kedua kromosom homolog akan mengalami duplikasi menjadi empat buah kromatid. Selanjutnya, keempat kromatid ini akan duplikasi menjadi empat buah kromatid. Selanjutnya, keempat kromatid ini akan membentuk sinapsis yang dinamakan tetrad. Pada saat terbentuknya konfigurasi membentuk sinapsis yang dinamakan tetrad. Pada saat terbentuknya konfigurasi tetrad inilah pindah silang terjadi (Herisusanto, 2011).
tetrad inilah pindah silang terjadi (Herisusanto, 2011). Bukti bahwa pindah silang terjadi
Bukti bahwa pindah silang terjadi sesudah kromosom homolog mengalamisesudah kromosom homolog mengalami duplikasi diperoleh dari hasil analisis genetik pada percobaan menggunakan duplikasi diperoleh dari hasil analisis genetik pada percobaan menggunakan kapang
kapang Neurospora Neurospora crassacrassa. Kapang ini sangat cocok untuk keperluan analisis. Kapang ini sangat cocok untuk keperluan analisis genetik terutama karena dalam fase reproduksi aseksualnya terdapat askosopra genetik terutama karena dalam fase reproduksi aseksualnya terdapat askosopra haploid yang akan mengalami pembelahan mitosis sehingga berkecambah dan haploid yang akan mengalami pembelahan mitosis sehingga berkecambah dan tumbuh menjadi miselium multisel yang juga haploid. Dengan adanya miselium tumbuh menjadi miselium multisel yang juga haploid. Dengan adanya miselium haploid inilah, keberadaan gen-gen resesif dapat dideteksi karena ekspresinya haploid inilah, keberadaan gen-gen resesif dapat dideteksi karena ekspresinya tidak tertutup oleh gen dominan (Herisusanto, 2011).
tidak tertutup oleh gen dominan (Herisusanto, 2011).
Secara skema bukti yang menujukkan bahwa pindah silang terjadi Secara skema bukti yang menujukkan bahwa pindah silang terjadi pascaduplikasi kromosom dapat dilihat pada gambar di bawah ini (Herisusanto, pascaduplikasi kromosom dapat dilihat pada gambar di bawah ini (Herisusanto, 2011). 2011). Pola askus Pola askus A A bb
A A B B A A b b A A b b A A b b 100%100% a a b b rekombinasirekombinasi a a B B a a B B a a BB a a BB Meiosis
Meiosis II II Meiosis Meiosis I,I, Mitosis Mitosis a) a) Pola askus Pola askus parental parental A A B B A A B B A A BB A A B B A A B B A A b b A A b b rekombinasirekombinasi a a bb a a b b a a B B a a BB a a b b a a b b a a bb parental parental Meiosis
Meiosis I I Meiosis Meiosis II,II, Mitosis
Mitosis (b) (b)
Gambar 5.2. Hasil pindah silang dilihat dari pola askus pada Gambar 5.2. Hasil pindah silang dilihat dari pola askus pada Neurospora
Neurospora crassacrassa
Pada Gambar 5.2.a) pindah silang terjadi sebelum kromosom mengalami Pada Gambar 5.2.a) pindah silang terjadi sebelum kromosom mengalami duplikasi. Ternyata dilihat dari kedelapan askospora hasil pembelahan mitosis duplikasi. Ternyata dilihat dari kedelapan askospora hasil pembelahan mitosis gamet dapat dipastikan bahwa keempat gamet yang dihasilkan seluruhnya gamet dapat dipastikan bahwa keempat gamet yang dihasilkan seluruhnya
merupakan gamet tipe rekombinasi atau sama sekali tidak ada
merupakan gamet tipe rekombinasi atau sama sekali tidak ada gamet tipe parental.gamet tipe parental. Hal ini jelas sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena dari penjelasan Hal ini jelas sesuatu yang tidak mungkin terjadi karena dari penjelasan sebelumnya kita mengetahui bahwa persentase gamet tipe rekombinasi berkisar sebelumnya kita mengetahui bahwa persentase gamet tipe rekombinasi berkisar dari 0 hingga 50% (
dari 0 hingga 50% (Herisusanto, 2011).Herisusanto, 2011).
Sebaliknya, pada Gambar 5.2.b) pindah silang terjadi sesudah kromosom Sebaliknya, pada Gambar 5.2.b) pindah silang terjadi sesudah kromosom mengalami duplikasi. Tampak bahwa kedelapan askospora yang terbentuk terdiri mengalami duplikasi. Tampak bahwa kedelapan askospora yang terbentuk terdiri atas dua macam, yaitu askospora yang berasal dari gamet tipe parental dan atas dua macam, yaitu askospora yang berasal dari gamet tipe parental dan askosopra yang berasal dari gamet tipe rekombinasi. Di antara askospora tipe askosopra yang berasal dari gamet tipe rekombinasi. Di antara askospora tipe parental masih dapat dibedakan lagi askopora dari parental pertama (AB) dengan parental masih dapat dibedakan lagi askopora dari parental pertama (AB) dengan askospora dari parental kedua (ab). Oleh karena k
askospora dari parental kedua (ab). Oleh karena kemungkinan pada Gambar 5.2.b)emungkinan pada Gambar 5.2.b) ini masuk akal, maka dapat disimpulkan bahwa pindah silang terjadi setelah ini masuk akal, maka dapat disimpulkan bahwa pindah silang terjadi setelah kromosom mengalami duplikasi (Herisusanto, 2011).
kromosom mengalami duplikasi (Herisusanto, 2011).
Persentase pindah silang menggambarkan jarak antara dua gen Persentase pindah silang menggambarkan jarak antara dua gen
berangkai berangkai
Peristiwa pindah silang akan menyebabkan terbentuknya gamet tipe Peristiwa pindah silang akan menyebabkan terbentuknya gamet tipe rekombinasi, atau seperti disebutkan di atas, gamet tipe rekombinasi merupakan rekombinasi, atau seperti disebutkan di atas, gamet tipe rekombinasi merupakan gamet hasil pindah silang. Sementara itu, persentase gamet tipe rekombinasi gamet hasil pindah silang. Sementara itu, persentase gamet tipe rekombinasi sampai dengan batas tertentu (lebih kurang 20%) memperlihatkan korelasi positif sampai dengan batas tertentu (lebih kurang 20%) memperlihatkan korelasi positif dengan jarak fisik antara dua gen berangkai. Dengan demikian, besarnya dengan jarak fisik antara dua gen berangkai. Dengan demikian, besarnya persentase pindah silang juga menggambarkan jarak fisik antara dua gen persentase pindah silang juga menggambarkan jarak fisik antara dua gen berangka
berangkai i (Herisusanto, 2011).(Herisusanto, 2011). Tiga Gen Berangkai
Di antara tiga buah gen berangkai, misalnya gen-gen dengan urutan Di antara tiga buah gen berangkai, misalnya gen-gen dengan urutan A-B-C, dapat terjadi tiga kemungkinan pindah silang. Pertama, pindah silang terjadi C, dapat terjadi tiga kemungkinan pindah silang. Pertama, pindah silang terjadi antara A dan B atau pindah s
antara A dan B atau pindah silang pada interval I. ilang pada interval I. Ke dua, pindah silang terjadiKe dua, pindah silang terjadi antara B dan C atau pindah silang pada interval II. Ke tiga, pindah silang terjadi antara B dan C atau pindah silang pada interval II. Ke tiga, pindah silang terjadi antara A dan B sekaligus antara B dan C. Kemungkinan yang terakhir ini antara A dan B sekaligus antara B dan C. Kemungkinan yang terakhir ini dinamakan pindah silang ganda
dinamakan pindah silang ganda (double crossing over)(double crossing over)(Herisusanto, 2011).(Herisusanto, 2011).
Sesuai dengan banyaknya macam pindah silang yang terjadi, gamet tipe Sesuai dengan banyaknya macam pindah silang yang terjadi, gamet tipe rekombinasi yang dihasilkan ada tiga macam, yaitu gamet tipe rekombinasi hasil rekombinasi yang dihasilkan ada tiga macam, yaitu gamet tipe rekombinasi hasil pindah silang pada interval I, gamet tipe rekombinasi hasil pindah silang pada pindah silang pada interval I, gamet tipe rekombinasi hasil pindah silang pada interval II, dan game
interval II, dan gamet tipe rekombinasi hasil pindat tipe rekombinasi hasil pindah silang gandah silang ganda. . Kalau kitaKalau kita misalkan bahwa kedudukan ketiga gen berangkai tersebut seperti pada Gambar misalkan bahwa kedudukan ketiga gen berangkai tersebut seperti pada Gambar 5.3,
5.3, maka gamet tipe rekombinasmaka gamet tipe rekombinasi yang dihasilkan adalah Abc dai yang dihasilkan adalah Abc dan aBC (hasiln aBC (hasil pindah silang I), ABc dan abC (hasil pindah silang II), serta AbC dan aBc (hasil pindah silang I), ABc dan abC (hasil pindah silang II), serta AbC dan aBc (hasil pindah silang ganda). Selain itu, ada juga gamet tipe parental, yaitu ABC dan abc pindah silang ganda). Selain itu, ada juga gamet tipe parental, yaitu ABC dan abc (Herisusanto, 2011). (Herisusanto, 2011). A A B B CC a a b b cc interval
interval I I interval interval IIII
A A B B CC A A B B CC a a b b cc
a a b b cc A A B B CC A A b b CC a a B B cc a a b b cc
Gambar 5.3. Pindah silang di antara tiga gen berangkai Gambar 5.3. Pindah silang di antara tiga gen berangkai
Dari delapan macam gamet yang dihasilkan tersebut, gamet tipe parental Dari delapan macam gamet yang dihasilkan tersebut, gamet tipe parental dengan sendirinya paling besar persentasenya, sedang gamet yang paling kecil dengan sendirinya paling besar persentasenya, sedang gamet yang paling kecil persentasenya adalah gamet tipe rekombinasi hasil pindah silang ganda. persentasenya adalah gamet tipe rekombinasi hasil pindah silang ganda. Bagaimana dengan gamet hasil pindah silang I dan gamet hasil pindah silang II ? Bagaimana dengan gamet hasil pindah silang I dan gamet hasil pindah silang II ? Mana di antara kedua kelompok gamet tipe rekombinasi tersebut yang lebih besar Mana di antara kedua kelompok gamet tipe rekombinasi tersebut yang lebih besar persentase
persentasenya ? Jawabannya tentu saja bergantung kepada besarnya jarak A-B nya ? Jawabannya tentu saja bergantung kepada besarnya jarak A-B dandan jarak B-C. Jika A-B lebih panjan
jarak B-C. Jika A-B lebih panjang daripada B-C, maka gag daripada B-C, maka gamet hasil pindah silang Imet hasil pindah silang I lebih banyak daripada gamet hasil pindah silang II.
lebih banyak daripada gamet hasil pindah silang II. Begitu pula sebaliknya, gametBegitu pula sebaliknya, gamet hasil pindah silang II akan dijumpai lebih banyak daripada gamet hasil pindah hasil pindah silang II akan dijumpai lebih banyak daripada gamet hasil pindah silang I jika jarak B-C lebih panjang daripada jarak A-B (Herisusanto, 2011). silang I jika jarak B-C lebih panjang daripada jarak A-B (Herisusanto, 2011). Silang Uji Tiga Titik
Silang Uji Tiga Titik
Silang uji, seperti telah dijelaskan pada Bab II, adalah persilangan suatu Silang uji, seperti telah dijelaskan pada Bab II, adalah persilangan suatu individu dengan individu homozigot resesif. Silang uji terhadap individu trihibrid individu dengan individu homozigot resesif. Silang uji terhadap individu trihibrid dinamakan silang uji tiga titik
dinamakan silang uji tiga titik (three-point test cross)(three-point test cross). Sebagai contoh, individu. Sebagai contoh, individu trihibrid AaBbCc disilang uji dengan aabbcc. Jika di antara ketiga gen tersebut trihibrid AaBbCc disilang uji dengan aabbcc. Jika di antara ketiga gen tersebut tidak ada yang berangkai, maka hasil persilangannnya ada delapan macam tidak ada yang berangkai, maka hasil persilangannnya ada delapan macam
fenotipe, yaitu A-B-C-, A-B-cc, A-bbC-, aaB-C-, A-bbcc, aaB-cc, aabbC-, dan fenotipe, yaitu A-B-C-, A-B-cc, A-bbC-, aaB-C-, A-bbcc, aaB-cc, aabbC-, dan aabbcc, deng
aabbcc, dengan nisbah 1 : 1 : an nisbah 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 : 1 (Herisusanto, 2011).1 : 1 (Herisusanto, 2011).
Namun, jika gen A berangkai dengan gen B dan gen C, maka nisbah Namun, jika gen A berangkai dengan gen B dan gen C, maka nisbah fenotipe yang dihasilkan tidak akan sama tetapi bergantung kepada jumlah tiap fenotipe yang dihasilkan tidak akan sama tetapi bergantung kepada jumlah tiap macam gamet individu trihibrid tersebut. Seperti pada penjelasan Gambar 5.3, macam gamet individu trihibrid tersebut. Seperti pada penjelasan Gambar 5.3, gamet dari individu ABC/abc dapat dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok gamet dari individu ABC/abc dapat dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok pertama adalah gamet tipe parental (ABC dan abc), kelompok ke dua gamet hasil pertama adalah gamet tipe parental (ABC dan abc), kelompok ke dua gamet hasil pindah silang di daerah I (Abc dan aBC), kelompok ke
pindah silang di daerah I (Abc dan aBC), kelompok ke tiga gamet pindah silang ditiga gamet pindah silang di daerah II (ABc dan abC),
daerah II (ABc dan abC), dan kelompok ke empat gamet hasil dan kelompok ke empat gamet hasil pindah silang gandapindah silang ganda (AbC dan aBc). Sementara itu, dari individu homozigot resesif aabbcc (abc/abc) (AbC dan aBc). Sementara itu, dari individu homozigot resesif aabbcc (abc/abc) hanya akan dihasilkan satu macam gamet, yakni abc, karena baik gamet tipe hanya akan dihasilkan satu macam gamet, yakni abc, karena baik gamet tipe parental maupun rekombinasi akan mempunyai susunan gen yang sama. Dengan parental maupun rekombinasi akan mempunyai susunan gen yang sama. Dengan demikian, fenotipe sekaligus genotipe hasil silang ujinya akan ada empat demikian, fenotipe sekaligus genotipe hasil silang ujinya akan ada empat kelompok, yang masing-masing terdiri atas dua macam fenotipe, sesuai dengan kelompok, yang masing-masing terdiri atas dua macam fenotipe, sesuai dengan nisbah gamet individu ABC/abc (
nisbah gamet individu ABC/abc (Herisusanto, 2011).Herisusanto, 2011). ABC/abc
ABC/abc
tipe parental (persentasenya terbesar) tipe parental (persentasenya terbesar) abc/abc
abc/abc Abc/abc Abc/abc
tipe rekombinasi hasil pindah silang antara A
tipe rekombinasi hasil pindah silang antara A dan Bdan B (persentaseny
(persentasenya bergantung kepada posisi a bergantung kepada posisi lokus B)lokus B) aBC/abc
aBC/abc ABc/abc ABc/abc
tipe rekombinasi hasil pindah silang antara B dan tipe rekombinasi hasil pindah silang antara B dan CC (persentaseny
(persentasenya bergantung kepada posisi a bergantung kepada posisi lokus B)lokus B) abC/abc
abC/abc AbC/abc AbC/abc
tipe rekombinasi hasil pindah
tipe rekombinasi hasil pindah silang ganda (persentasenya terkecil)silang ganda (persentasenya terkecil) aBc/abc
aBc/abc
Salah satu kromosom homolog pada tiap fenotipe/genotipe hasil silang uji Salah satu kromosom homolog pada tiap fenotipe/genotipe hasil silang uji tersebut di atas selalu membawa gen-gen dengan susunan yang sama, yaitu abc. tersebut di atas selalu membawa gen-gen dengan susunan yang sama, yaitu abc. Oleh karena itu, biasanya notasi fenotipe/genotipe individu hasil silang uji untuk Oleh karena itu, biasanya notasi fenotipe/genotipe individu hasil silang uji untuk gen-gen berangkai sama dengan notasi untuk gametnya masing-masing. Jadi, gen-gen berangkai sama dengan notasi untuk gametnya masing-masing. Jadi, individu ABC/abc, misalnya, cukup ditulis dengan ABC. Begitu juga untuk individu ABC/abc, misalnya, cukup ditulis dengan ABC. Begitu juga untuk ketujuh genotipe lainnya penulisannya cukup seperti notasi gametnya saja ketujuh genotipe lainnya penulisannya cukup seperti notasi gametnya saja (Herisusanto, 2011).
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP III. 1 Kesimpulan III. 1 Kesimpulan
Crossing over atau pindah silang merupakan suatu peristiwa terjadinya Crossing over atau pindah silang merupakan suatu peristiwa terjadinya segregas
segregasi dan rekombinasi dua buah i dan rekombinasi dua buah gen berangkai. Crossing over atau pindahgen berangkai. Crossing over atau pindah silang terjadi setelah kromosom
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Goodenoug
Goodenough, Ursula. h, Ursula. 1988.1988. Genetika.Genetika.Erlangga. Jakarta.Erlangga. Jakarta. Herisusanto, Agus. 2011.
Herisusanto, Agus. 2011. GenetikaGenetika. Graha Ilmu. Yogyakarta.. Graha Ilmu. Yogyakarta. Nio, Tjan kwiauw. 1990.
Nio, Tjan kwiauw. 1990. Genetika Dasar Genetika Dasar . ITB Press. . ITB Press. Bandung.Bandung. Suryo. 2008.