BAB III
DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum perusahaan
1.
Sejarah Berdirinya CV. Tunas Jaya SukoharjoCV Tunas Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang furniture. Adapun lokasinya berada di Solo tepatnya di Desa Trangsan, Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Didirikan dengan Akte Notaris Ny. Wirati Kendarto, SH. Di Sukoharjo pada tanggal 17 Febuari 1999 dan didaftarkan di Pengadilan Negeri Sukoharjo pada tanggal 17 Febuari 1989 dan telah mengalami perubahan, perubahan terakhir sesuai akta notaris Ny. Wirawati Kendarto, SH pada tanggal 12 Januari 2007 di Sukoharjo.
Sejak berdirinya hingga saat ini CV Tunas Jaya lebih memfokuskan pada pemasaran produk ke pasar internasional. CV Tunas Jaya menjalankan proses produksinya berdasarkan pesanan. Produk yang diekspor berbagai macam furniture dari bahan kerajinan rotan yang dikombinasikan dengan bahan lain seperti kayu jati maupun mahoni, pelepah pisang, enceng gondok, dan pandan serta berbagai bahan penunjang lain yang berkualitas.
Dengan adanya pangsa pasar yang luas dan tingkat persaingan yang semakin tinggi, CV Tunas Jaya berusaha memproduksi produk yang berkualitas sesuai yang dipersyaratkan oleh pelanggan dan memberikan harga yang kompetitif supaya dapat bersaing dalam memasuki pasar internasional. Selain itu, CV Tunas Jaya juga
membangun perusahaan industri rotan dengan efisien, tangguh, dan berkewirausahaan tinggi supaya dapat memanfaatkan secara maksimal potensi welfare dari sumber daya rotan secara lestari. Berikut uraian detil mengenai perusahaan :
a. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : CV Tunas Jaya
Pemilik / Direktur : Bapak Suyamdi
Produksi : Natural Rattan, Synthetic, Rattan, Full Kayu,
Kombinasi antara Rota dan Kayu
Berdiri : Tahun 1999
Alamat : Jalan Luwang, Gatak, Sukoharjo
57557 Solo, Jawa Tengah
Luas Pabrik : ± 8000 m2 Pekerja : ± 100 orang b. Contact Person Email : [email protected] [email protected] Telepon : (0271) - 782930 (0271) – 782332 Fax : (0271) - 782930 Website : www.indahjayarattan.com www.tunasjayarattan.com perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
c. Spesifikasi Produk
Spesialis : Natural Rattan, Synthetic Rattan, Full Kayu,
dan Kombinasi antara Kayu dan Rotan
Material Kayu : Mahogani dan Jati
Kapasitas : 5-10 kontainer 40’ HC / bulan
Material Anyam : Rotan Fitrit, Rotan Kubu, Banana,
Seagrass, Enceng Gondok, Kubu Grey, Synthetic
2.
Lokasi CV. Tunas Jaya SukoharjoCV Tunas Jaya sebagai salah satu perusahaan furniture yang terletak di Jl. Luwang, Kec. Gatak, Kab Sukoharjo 5755 Jawa Tengah,
Nomor Telp. (0271) – 782930, (0271) – 782332, Fax. (0271) – 782930 dan
Email : [email protected], [email protected]
Kesuksesan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatanya sangat dipengaruhi oleh factor lokasi, ole sebab itu untuk saat ini CV Tunas Jaya melakukan kegiatan produksinya di Gatak, Sukoharjo itu sendiri dijadikan showroom dan proses finishing untuk produksi furniture.
3.
Struktur Organisasi pada CV. Tunas Jaya SukoharjoStruktur organisasi merupakan suatu susunan atau rangkaian yang menunjukkan bagian-bagian atau posisi orang-orang yang mempunyai kedudukan, tugas,
wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda dalam suatu organisasi atau perusahaan.
Struktur organisasi yang baik sangat diperlukan oleh setiap perusahaan untuk
mencapai tujuan yang diinginkan. Karena dengan adanya struktur organisasi yang jelas maka masing-masing bagian dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sehingga pekerjaan dapat berjalan secara teratur dan cepat selesai.
Pembagian tugas dan wewenang tersebut digambarkan dalam sebuah struktur organisasi. Struktur organisasi CV Tunas Jaya selengkapnya penulis kemukakan sebagai berikut :
Gambar 3.1
Struktur Organisasi CV Tunas Jaya
Pimpinan
Wakil Pimpinan
Manajer Adm dan Keuangan
Kabag QC
Kabag Produksi Langsung Manajer Produksi
Kabag Personalia, Peralatan, & Bahan
Karyawan Produksi Staf Adm &
Keuangan
Tabel 3.1
Keterangan Struktur Organisasi CV Tunas Jaya
No Nama Jenis
Kelamin
Jabatan Pendidikan Masa
Kerja
1 Suyamdi L Pimpinan SMU 18 th
2 Supriyatin P Wakil Pimpinan SMU 18 th
3 Sitka Nurohmi P Manajer Keuangan DIII 7 th
4 Anik Susanti P Staff Keuangan SI 2 th
5 Sularmi P Kabag Personalia SMU 4 th
6 Amini P Manajer Produksi SMU 4 th
7 Ernawati P Kabag QC SMP 8 th
8 Jarot L Kabag Produksi
Langsung
SMP 7 th
9 Budi Wiyono L Divisi Anyam STM 5 th
10 Tri Widodo L Divisi Anyam SMP 3 th
11 Teguh L Divisi Anyam SMP 13 th
12 Jumadi L Divisi Anyam SMU 10 th
13 Hartini P Divisi Anyam SMP 8 th
14 Yudi L Divisi Busa SMU 10 th
15 Tri Ngesti P Divisi Busa STM 8 th
16 Sri Hastuti P Divisi Busa SMU 4 th
17 Puguh Purwono L Divisi Cat SMP 8 th
Sumber : CV Tunas Jaya
Deskripsi Jabatan
Berdasarkan struktur organisasi di atas, maka dapat dijelaskan mengenai deskripsi jabatannya, yaitu penjelasan tentang apa yang dilakukan oleh orang yang menduduki posisi tersebut yang meliputi tugas-tugas serta wewenangnya. Deskripsi jabatan dari CV Tunas Jaya adalah sebagai berikut:
a. Pimpinan
Pimpinan perusahaan mempunyai tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang paling tinggi dalam perusahaan, diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Mempunyai kekuasaan dalam pengambilan keputusan terakhir yang
menyangkut perusahaan.
2) Mengurus, mengelola, dan mengawasi kegiatan dalam perusahaan.
3) Menetapkan kebijakan-kebijakan dalam mengelola jalannya perusahaan.
4) Mengatur koordinasi antar bagian dalam perusahaan.
5) Mengesahkan transaksi-transaksi yang penting
.
18 Joko Sukamto L Divisi Cat SMU 4 th
19 Suryanto L Divisi Cat STM 8 th
20 Suryadi L Security SMP 4 th
21 Sumarni P Pelaksana Kebersihan SD 8 th
22 Harjanti P Pelaksana Kebersihan SD 9 th
b. Wakil Pimpinan
Bertanggung-jawab tentang pengendalian dokumen, kegiatan audit internal, melakukan koreksi, dan pecegahan serta evaluasi untuk melaksanakan segala perbaikan yang diperlukan.
c. Manajer Administrasi dan Keuangan
Melakukan pengawasan langsung terhadap arus masuk dan keluarnya uang perusahaan dan membuat skala gaji yang adil sesuai dengan tugas dan tanggung jawab karyawan dalam perusahaan.
d. Staf Administrasi dan Keuangan
Tugas dan tanggung jawab staf administrasi dan keuangan:
1) Mencatat arus masuk dan keluar kas serta membuat rekap keuangan
perusahaan.
2) Menjalankan kebijakan menajer dalam hal keuangan perusahaan, yaitu
menyangkut pembagian gaji yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.
e. Manajer Produksi
Tugas dan tanggung jawab manajer produksi :
1) Membaca Surat Peritah Kerja (SPK) secara teliti.
2) Melakukan pengawasan produk dan proses produksi.
3) Mengadakan penelitian dan inovasi produk.
4) Melakukan perencanaan dan pengendalian terhadap bahan-bahan yang
digunakan dalam proses produksi.
5) Memberi tugas dan memberi petunjuk kepada para kepala seksi sesuai bidangnya masing-masing.
6) Membuat laporan bulanan dan tahunan.
f. Kepala Bagian Quality Control
Tugas dan tanggung jawab kepala bagian quality control :
1) Mengontrol dan bertanngung jawab sepenuhnya terhadap semua hasil produksi
sebelum di pak atau dikemas yang akan dimasukkan ke dalam kontainer.
2) Mengontrol dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hasil produksi dan
menentukan kelayakan jual hasil produksi.
g. Kepala Bagian Personalia, Peralatan, dan Bahan.
Tugas dan tanggung jawab kepala bagian personalia, peralatan dan bahan antara lain seperti berikut :
1) Bertugas mengadakan dan mengontrol bahan yang akan digunakan untuk
proses produksi.
2) Mengadakan dan mengontrol peralatan atau mesin-mesin yang digunakan
untuk menunjang proses produksi.
3) Menyeleksi tenaga kerja yang akan menjadi karyawan perusahaan.
h. Kabag Produksi Langsung
Bertanggung-jawab terhadap kegiatan pengendalian atas produksi bahan baku
rangka kayu maupun rotan dan anyaman hasil outsourcing serta produk jadi yang
tidak sesuai atau tidak lolos Quality Control..
i. Karyawan Produksi
1)Divisi Busa
Memeriksa keadaan bahan baku sebelum diproses. Membuat cushion. Dimulai
dari pemotongan kain dan busa, proses penjahitan sampai menjadi cushion.
2)Divisi Cat
Bertanggung-jawab pada pembuatan ataupun pencampuran cat yang akan dipakai nantinya.
3)Divisi Anyam
a) Memeriksa keadaan bahan baku sebelum diproses.
b) Memeriksa kualitas bahan baku.
c) Membuat pola atau desain rotan sesuai pesanan.
d) Pemotongan rotan berdasarkan ukuran model produk.
e) Bahan baku dan alat pembantu.
f) Pembentukan produk dengan alat cetak.
g) Memperkuat produk dengan tali, skrup, mur atau paku.
h) Pengamplasan.
j. Security
Bertanggung-jawab atas keamanan dan ketertiban pabrik. Serta dalam penerimaan tamu ataupun kunjungan ke pabrik.
k. Kebersihan
Bertanggung-jawab atas kebersihan seluruh kantor dan pabrik setiap harinya.
4. Produksi Yang Dihasilkan oleh CV. Tunas Jaya Sukoharjo
Gambar 3.4 Berbagai Model Arm Chair
Sum ber CV. Tunas Jaya
Gambar 3.5 Macam Model Sofa pada Showroom CV. Tunas Jaya
Sumber CV. Tunas Jaya
Gambar 3.6 Dinning Set Combination
Sumber CV. Tunas Jaya
Gambar 3.7 Living Set Collection
Sumber : CV Tunas Jaya
Gambar 3.8 Gazebo Collection
Sumber : CV Tunas Jaya
5. Proses Produksi CV. Tunas Jaya Sukoharjo
Proses produksi yang dilakukan dalam kegiatan industri furniture rotan hanya memerlukan peralatan yang sederhana karena lebih banyak memanfaatkan keahlian atau keterampilan tangan manusia untuk menghasilkan produk kerajinan ini. Tahapan yang dilalui dalam proses produksi industri furniture rotan CV Tunas Jaya seperti berikut:
a. Persiapan Bahan Baku
Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan furniture di CV
Tunas Jaya adalah rotan asalan yang biasa didapatkan dari petani di daerah Surabaya. Sedangkan untuk bahan baku anyaman seperti debog tampar, enceng gondok, debog astor, fitrit, dsb juga didatangkan dari daerah Surabaya.
Pada tahapan ini bahan baku utama dipersiapkan mulai dari jenis rotan dan
ukuran rotan yang akan dipakai. Selain menggunakan rotan sebagai bahan baku utama, CV Tunas Jaya juga menggunakan bahan baku lain seperti kayu, rotan sintetis, debog, enceng gondok, dsb. Hal ini disesuaikan dengan permintaan/selera konsumen. Serta tidak lupa dipersiapkan juga bahan baku penolong seperti dempul,
amplas, sending sealer, top coat, pewarna, dan tinner.
Gambar 3.8 Persiapan Bahan Baku
Sumber : CV Tunas Jaya
b. Steaming
Proses steaming adalah proses peng-ovenan batang rotan dengan panjang 3-4 m
atau sesuai kebutuhan dengan diameter tertentu. Fungsi steaming untuk memudahkan
pembentukan batang rotan ketika dibandling atau rolling, menghindari adanya warna hitam pada batang rotan yang dibengkokkan (seperti halnya pada proses pembentukan atau pembengkokkan dengan kompor sembur) dan untuk mempercepat proses produksi.
CV Tunas Jaya mempunyai satu unit alat steamer, yang pengoperasiannya adalah dengan bantuan uap air yang diperoleh dari perebusan air dalam sebuah tong yang dialirkan ke dalam steamer.
Lamanya proses steaming berpengaruh terhadap kandungan kadar air di dalam
batang rotan, sehingga apabila batang rotan dengan diameter kecil di-steam selama 30
menit, maka kandungan airnya akan lebih banyak sehingga akan memperlambat proses pengeringannya dan untuk efisiensi waktu.
c. Bandling atau Rolling
Bandling atau rolling adalah proses pembengkokan awal terhadap batang rotan yang akan digunakan sebagai bahan baku komponen utama furniture rotan yang mengalami pembengkokan.
Setelah melalui proses steaming, bahan baku yang sudah dipotong itu kemudian dilakukan pembengkokan kerangka dengan cara dipanaskan dengan api (dengan gas elpiji).
Gambar 3.9 Proses Bandling atau Rolling
Sumber : CV Tunas Jaya
d. Pembentukan Rangka (sambling)
Proses selanjutnya adalah penggabungan potongan atau bahan-bahan komponen rangka utama yang sudah dipotong dan dibengkokkan. Komponen yang sudah dibentuk tersebut kemudian akan disambungkan atau disatukan dengan menggunakan paku sehingga terbentuk rangka utama.
Alat-alat yang digunakan dalam proses perakitan rangka ini adalah paku tembak (stapler), pensil paku, bor, sekrup, palu, pisau serut, penggaris besi, dan meteran.
Gambar 3.10 Proses Penyambungan Rangka Rotan
Sumber : CV Tunas Jaya
e. Proses Penganyaman
Dalam pembuatan anyaman diperlukan keterampilan, ketelitian, dan kesabaran pengrajin sehingga dihasilkan anyaman yang baik dan bernilai seni tinggi. Kegiatan awal yang dilakukan adalah memotong rotan fitrit untuk membentuk rangkaian anyaman dasar yang akan dilekatkan pada bagian rangka. Rangkaian anyaman dasar
tersebut akan ditempelkan dengan menggunakan paku. Setelah dasar anyaman terbentuk, rotan fitrit akan dianyam secara berselang-seling dan bergantian hingga terbentuk suatu anyaman. Hal-hal yang diperhatikan antara lain kerapihan, kerataan, dan kekuatan anyaman.
Gambar 3.11 Proses Pengayaman Pada Rangka Kayu
Sumber : CV Tunas Jaya
f. Proses Plat dan Ikat
Proses ini merupakan proses penutupan bagian-bagian antar sambungan atau sendi dari kursi rotan, tetapi tidak semua proses ikat diikuti oleh proses plat. Tergantung dari jenis dan bentuk kursi itu sendiri.
Bahan yang digunakan dalam proses plat dan ikat ini adalah dari kulit rotan (peel)
dengan lebar 5 mm. Plat dan ikat ini selain berfungsi menutupi antar sambungan, juga berfungsi untuk memperkuat sambungan dan memperindah bentuk kursi.
g. Pre-finishing
1) Proses Sortir
Proses sortir adalah proses pemeriksaan ukuran dimensi rangka kursi. Pada proses sortir ini kegiatan utama yang dilakukan adalah mengukur tinggi kursi, lebar samping, lebar depan, tinggi dudukan, dan lebar dudukan.
2) Cat Warna Dasar
Setelah dilakukan penyortiran, proses selanjutnya dalam tahap pre-finishing adalah memberi pewarnaan dasar pada produk. Setelah dilakukan pengecatan warna dasar dilakukan penjemuran dibawah terik matahari secara langsung.
Gambar 3.13 Penjemuran Setelah Pengecatan Warna Dasar
Sumber : CV Tunas Jaya
3) Pemutihan
Pemutihan rotan bertujuan menghilangkan silika, mengurangi kromofort (gugus penyebab warna) oksidasi terhadap struktur aromatik dari lignin dan karbohidrat.
4) Pengamplasan Dasar
Proses ini hanya berlaku untuk produk rangka non rotan dan produk fitrit. Untuk produk berbahan baku kayu dilakukan proses pengamplasan menggunakan Hand Sander, sedangkan untuk produk berbahan kayu rotan, fitrit dilakukan proses pengamplasan secara manual.
5) Proses Dempul
Proses dempul adalah proses penambalan dengan menggunakan bahan dempul, dimana proses pendempulan ini bertujuan untuk menutupi kepala paku dari bekas pemakuan dan untuk menutupi jika ada lubang pada bagian komponen rotan.
Bahan campuran dempul terdiri dari bubuk dempul, air (tinner), lem putih
(fox), dan warna (disesuaikan dengan warna kursi).
6) Proses Amplas Dempul
Proses amplas dempul adalah proses pengamplasan pada bekas dempulan, supaya hasil dempulannya lebih rata dan rapi.
7) Sanding (Proses Pengomporan)
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan sebagai pemisah antara warna dasar (stain) dan cat akhir atau top coat (dipisahkan karena warna dasar dan top coat
dapat menyebabkan reaksi sehingga menghasilkan pengecatan yang kurang
bagus), Peralatan yang digunakan adalah spray gun dan bahan cat yang
digunakan adalah air sanding sealer, thinner dan hardener dengan
perbandingan 2:1:1.
Gambar 3.14 Proses Pengomporan (Sanding)
Sumber : CV Tunas Jaya
h. Finishing
Produk yang telah selesai dikerjakan selanjutnya memasuki tahapan akhir (finishing). Sebelum dilakukan pewarnaan, produk rotan akan diservis dasar terlebih dahulu.
1) Proses Pewarnaan Primer
a) Clear
Cara yang paling sering dilakukan dalam pewarnaan kursi rotan yaitu
dengan diamplas halus dan diberi sanding sealer, kemudian diberi pelapis
akhir dengan menggunakan clear coating (cat transparan). Serat-serat rotan akan tampak lebih alami. Warna rotan yang putih kekuningan atau kuning kecoklatan akan muncul dengan pesona natural.
b)Glaze
Water Based Glaze adalah pewarna pori-pori kayu berpengencer air yang tidak berbau (ramah lingkungan) dan cepat kering. Karena mewarnai
pori-pori, produk ini dapat mengekspos keindahan serat. Pemberian warna glaze
disesuaikan dengan permintaan dan selera konsumen (buyer).
Gambar 3.15 Proses Pewarnaan Glaze pada Kursi Rotan
Sumber : CV Tunas Jaya
2) Balancing
Proses balancing adalah kegiatan perataan atau penyamaan warna
permukaan kaki kursi atau bal, yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh
warna coltaire (warna coklat tua kehitaman) permukaan kayu pada kaki kursi,
karena beberapa proses pewarnaan sebelumnya hanya dilakukan untuk pewarnaan permukaan yang dianyam menggunakan rotan saja.
3)Dag Kaca
Setelah melalui proses balancing, proses selanjutnya yakni pengecekan posisi kaki supaya seimbang. Pada kegiatan ini dilakukan pelepasan sepatu kayu yang tadinya berfungsi sebagai pelindung dasar kaki kursi dari kerusakan, karena pada proses pengerjaannya barang sering dipindah dari satu tempat ke tempat lain.
i. Packing
Setelah proses finishing selesai biasanya akan dilakukan pemasangan aksesoris furniture bagi produk yang memerlukan tambahan aksesoris dan akan diperiksa kembali kelengkapannya oleh mandor seleksi barang (QC). Kemudian produk furniture akan diberi label yang berasal dari buyer. Setelah itu produk siap untuk dipacking dan cara pengepakan biasanya disesuaikan dengan permintaan pembeli.
Hasil pengepakan akan diperiksa oleh mandor packing, yang bertujuan untuk
memastikan kondisi pengepakan sudah sesuai dan aman bagi produk furniture sehingga mengurangi resiko kerusakan produk.
Untuk pengiriman barang ke konsumen, CV Tunas Jaya biasanya memakai jasa sewa kontainer.
Gambar 3.16 Produk Yang Sudah Dipacking Dan Siap Ekspor
Sumber : CV Tunas Jaya
j. Stuffing
Setelah selesai dipacking, masing-masing produk diberi identitas lolos uji berupa
label di setiap produknya. Sistem labeling dilakukan supaya memudahkan dan
meningkatkan nilai jual produk tersebut. Kemudian cek kelengkapan dokumen untuk alat kontrol pemuatan barang dan yang untuk fiat muat ke pelabuhan, serta
kesiapan barang yang akan melakukan proses stuffing. Setelah itu lakukan
pemantauan dalam kegiatan penumpukan produk atau barang yang akan di
masukkan ke dalam kontainer dan tidak lupa pemberian absorb dry supaya produk
tidak terkena jamur nantinya.
Gambar 3.17 Proses Stuffing CV Tunas Jaya
Sumber : CV Tunas Jaya
6. Pemasaran Produk CV. Tunas Jaya Sukoharjo
Sebagai sebuah perusahaan industry dan perdagangan CV Tunas Jaya sangat konsisten dank omit dalam melakukan pemasaran, sebagai usaha untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Hal ini dapat dilihat dari telah terjadwal dalam agenda tahunan bagian pemasaran yaitu sebagai peserta pameran di Jakarta yang bertaraf international dan diselenggarakan oleh organizer yang telah mempunyai nama dalam penyelenggaraan pameran. Serta membuat desain-desain yang sesuai dengan tema maupun tren yang ada di pasar global. Dari hasil tersebut CV Tunas Jaya melakukan langkah pengenalan produk baik terhadap pembeli yang masih aktif maupun calon pembeli melalui sarana teknologi computer yaitu berupa e-mail.
CV Tunas Jaya dalam berusaha meningkatkan jangkauan pemasaran agar tidak kalah dengan pesaing yang lain juga perlu memperhatikan mengenai bagaimana menentukan
kebijakan harga. Untuk menentukan kebijakan harga produk perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
d. Harga Bahan Baku
CV Tunas Jaya harus selalu memantau perubahan-perubahan harga bahan baku yang tejadi di pasar agar dalam menetukan harga tidak salah, sehingga CV Tunas Jaya tidak perlu menanggung kerugian akibat salah menentukan harga produk.
e. Upah Tenaga Kerja
Dalam menentukan Upah Tenaga Kerja harus sesuai dengan nilai UMR pada daerah yang dijadikan tempat berproduksi, jangan sampai kesejahteraan tenaga kerja terabaikan.
f. Biaya Pengiriman
Jauh dekatnya tempat tujuan pengiriman barang sangat mempengaruhi besarnya biaya yang harus ditanggung untuk mengirimkan barang kenegara importer.
g. Biaya Lain
Biaya lain-lain dalam hal ini misalnya Asuransi, pungli saat pengiriman barang kepelabuhan.
B. Pembahasan
1. Prosedur ekspor pada CV. Tunas Jaya Sukoharjo
Prosedur ekspor yang dilakukan dalam mengekspor produknya kenegara tujuan sebagai berikut :
a. CV Tunas Jaya melakukan kegiatan promosi untuk menarik buyer-buyer di luar negeri. Promosi dilakukan melalui website, membuat katalog, showroom, pameran.
b. Biasanya setelah melakukan kegiatan promosi akan mendapat satu atau buyer
yang berminat atau tertarik pada barang yang diawarkan dalam kegiatan promosi tersebut. Dari kegiatan pameran, buyer dapat melakukan transaksi langsung dimana pamern tersebut diselenggarakan. Dapat juga buyer secara langsung melakukan transaksi dengan mengirimkan pesanan lewat email. Dan transaksi tersebut akan diketahui quoation (jumlah) produk yang diinginkan.
c. CV Tunas Jaya dan buyer mengadakan kontrak jual beli.
d. Setelah terjadi kesepakatan antara CV Tunas Jaya dan buyer maka bank
meberitahukan tela dibukanya suatu L/C untuk dan atas nama CV Tunas Jaya. Hal ini dilakukan apabila perusahaan menggunkan alat pembayaran L/C
e. CV Tunas Jaya mempersiapkan barang yang dipesan oleh buyer.
f. CV Tunas Jaya menyelenggarakan pengepakan barang khusus untuk diekspor
dan membuat packing list serta commecial invoice dari barang tersebut.
g. CV Tunas Jaya memesan ruang kapal dan mengeluarkan shipping instruction
pada maskapai pelayaran atau penerbangan ataupun perusahaan jasa pengiriman barang.
h. CV Tunas Jaya menyelesaikan semua dokumen ekspor dengan semua instansi
ekspor yang berwenang.
i. Eksportir menyelenggarakan pemuatan barang keatas kapal dengan
menggunakan perusahaan ekspedisi.
j. CV Tunas Jaya mengurus B/L dengan maskapai pelayaran atau penerbangan ataupun jasa pengiriman barang.
k. CV Tunas Jaya menutup asuransi laut dengan maskapai asuransi.
l. CV Tunas Jaya menyiapkan faktur dan dokumen pengapalan lainnya.
m. CV Tunas Jaya menarik wesel kepada opening bank dan menerima hasilnya
dari negotiating bank.
2. Dokumen ekspor yang digunakan oleh CV. Tunas Jaya Sukoharjo.
Dokumen-dokumen yang diterbtkan oleh CV Tunas Jaya antara lain: a. Performa invoice
Perfoma invoice merupakan tawaran kepada pembeli untuk menepatkan pesanannya yang pasti. Biasanya proforma invoice ini menyatakan syarat-syarat jual beli dan harga barang.
b. Invoice
Invoice merupakan nota perincian tentang keterangan barang-barang yang dijual dan harga dari barang-barang tersebut.
c. Performa packing list
Performa packing list ini juga merupakan tawaran kepada pembeli yang merupakan rincian lengkap atas barang yang terdiri dari jumlah, jenis dan satuan barang.
d. Packing list
Packing lis merupakan daftar yang berisi rincian lengkap mengenai barsng terdiri atas jumlah, jenis dan satuan barang yang terdapat dalam kemasan. Dengan demikian maka total dari rincian dalam packing list merupakan junlah keseluruhan yang terdapat dalam invoice.
e. Fumigation Certificate
Surat yang menyatakan bahwa barang-barang yang diekspor tersebut telah bebas dari hambatan.
f. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang)
Dokumen yang digunakan untuk pemberitahuan pelaksanaan ekspor barang yang isinya antara lain jenis barang ekspor, identitas ekspor, nama importir, NPWP, izin khusus, berat barang, negara tujuan, cara penyerahan barang (FOB, CIP, dll), merek, dn nomor kemasan dll.
g. Bill of lading (B/L)
Dokumen yang dikeluarkan oleh maskapai pelayaran merupakan tanda terima barang untuk diangkut, sekaligus sebagai bukti kepemilikan barang.
h. SKA ( Surat Keterangan Asal)/COO (cetificate of origin)
Surat keterangan asal adalah barang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang di indonesia biasanya diterbitkan oleh disperindag atau kadin.
3. Kendala strategi ekspor pada CV. Tunas Jaya Sukoharjo
Dalam setiap kegiatan pastilah tidak lepas dari suatu masalah, adapun kendala yang dihadapi CV Tunas Jaya dalam melakukan kegiatan ekspor yaitu, Adanya birokrasi yang berbelit ( dalam hal ini adanya masalah teknologi dalam pengurusan dokumen yang menggunakan sistem on line ).
Selain hal-hal tersebut diatas kendala yang dihadapi perusahaan masih ada masalah-masalah lain dari pihak intern ataupun ekstern yang dapat timbul sewaktu-waktu.
Berikut adalah kendala-kendala yang dihadapi CV Tunas Jaya
a. Iklim/Cuaca
1. Bila cuaca, maka akan menghambat proses produksi pembuatan suatu
barang. Misalnya, pada waktu bagian pengecatan dan pengeringan barang tersebut.
2. Kondisi ekonomi Indonesia ini yang kurang stabil, yang mengakibatkan
kurs valuta asing tidak stabil juga, sehinga bagi CV Tunas Jaya mengalami kesulitan dalam menentukan harga.
3. Harga bahan bak yang terus naik, serta SDM yang kurang memadai.
4. Tidak memiliki countainer sendiri
Tidak memiliki konttainer sendiri adalah salah satu hambatan dari perusahaan yang bergerak dalam bidan ekspor. Karena dengan tidak memiliki kontainer sendiri, perusahaan tidak dapat mengirimkan barang-barang yang akan diekspor dari pelabuhan menuju kepelabuhan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan, sehinggs perusahaan harus memesan kontainer terlebih dahulu dan menyesuaikan dengan kedatangan kapal.