RMK ASP Kelompok 1 Pengukuran Kinerja

12 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Tugas

Tugas kelompok kelompok : : Dosen Dosen Pembimbing Pembimbing :: Akuntansi

Akuntansi Sektor Sektor Publik Publik Dr. Dr. H. H. Rasuli, Rasuli, SE., SE., M. M. Si, Si, Ak Ak 

PENGUKURAN KINERJA

PENGUKURAN KINERJA

DI SUSUN OLEH :

DI SUSUN OLEH :

1.

1. DESI DESI HARIANI HARIANI 10021204221002120422 2.

2. LINA LINA KHAFIZAH KHAFIZAH S. S. 10021204061002120406 3.

3. FATMA FATMA KASHI KASHI 09021319480902131948

AKUNTANSI

AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS RIAU

UNIVERSITAS RIAU

2013

2013

(2)

KATA PENGANTAR 

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan karuniaNya Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan karuniaNya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini berisi tulisan mengenai Akuntansi Sektor Publik yang insyaallah nantinya Makalah ini berisi tulisan mengenai Akuntansi Sektor Publik yang insyaallah nantinya dapat memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai materi tersebut.

dapat memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai materi tersebut.

Dalam kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah Dalam kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini terutama kepada

membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini terutama kepada Dr.H.M. Rasuli, SE.,Dr.H.M. Rasuli, SE., M.Si, Ak 

M.Si, Ak yang telah banyak memberikan pengarahannya.yang telah banyak memberikan pengarahannya.

Dalam penyajiannya, makalah ini juga masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk  Dalam penyajiannya, makalah ini juga masih terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk  itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini di masa mendatang.

makalah ini di masa mendatang.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat ba

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.gi kita semua.

Pekanbaru, 29 April 2013 Pekanbaru, 29 April 2013

Kelompok 1 Kelompok 1

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  KATA PENGANTAR  ... ... 22 DAFTAR ISI DAFTAR ISI ... ... 33 BAB I . PENDAHULUAN BAB I . PENDAHULUAN 1.1

1.1 Latar Latar Belakang Belakang ... ... 44 1.2

1.2 Tujuan Tujuan ... ... 44 1.3

1.3 Manfaat Manfaat ... ... 44 BAB II. ISI

BAB II. ISI 2.1

2.1 Indikator KinerjaIndikator Kinerja ……...……… ……...……… 55 2.1.1

2.1.1 Pengertian Indikator KinerjaPengertian Indikator Kinerja …….……… …….……… 55 2.1.2

2.1.2 Syarat-syarat Indikator KinerjaSyarat-syarat Indikator Kinerja …………... ... 55 2.1.3

2.1.3 Peran Peran dan dan Manfaat Manfaat Indikator Indikator Kinerja Kinerja ... .... .... 55 2.1.4

2.1.4 Penyusunan Indikator KinerjaPenyusunan Indikator Kinerja ……….………. 66 2.2

2.2 Sistem Pengukuran KinerjaSistem Pengukuran Kinerja ……… 2.2.1 Pengertian Pengukuran Kinerja

2.2.1 Pengertian Pengukuran Kinerja ……… 66 2.2.2 Tujuan atau Manfaat Pengukuran Kinerja

2.2.2 Tujuan atau Manfaat Pengukuran Kinerja ……… 66 2.2.3 Prinsip-prinsip Pemilihan Ukuran Kinerja

2.2.3 Prinsip-prinsip Pemilihan Ukuran Kinerja ……… 77 2.2.4 Aspek yang diukur 

2.2.4 Aspek yang diukur  ……… 77 2.2.5 Skala Pengukuran

2.2.5 Skala Pengukuran ……… 77 2.2.6 Teknologi Pengukuran Kinerja

2.2.6 Teknologi Pengukuran Kinerja ……… 88 2.2.7 Siklus Pengukuran Kinerja

2.2.7 Siklus Pengukuran Kinerja ……….………. 88 2.3

2.3 Praktek Penilaian Kinerja Di Luar Negeri-Baldrige Award Sebagai Pengukur PrestasiPraktek Penilaian Kinerja Di Luar Negeri-Baldrige Award Sebagai Pengukur Prestasi (Mutu) Di Amerika

(Mutu) Di Amerika ……….………. 99 2.4

2.4 Mengukur Kinerja Sektor Publik Di Indonesia-Pemberian Penghargaan Wahana TataMengukur Kinerja Sektor Publik Di Indonesia-Pemberian Penghargaan Wahana Tata  Nugraha Bagi Pelaksanaan Tertib Lalu Lintas

 Nugraha Bagi Pelaksanaan Tertib Lalu Lintas ……… 99 BAB III. PENUTUP

BAB III. PENUTUP A.Kesimpulan A.Kesimpulan ... ... ... 1111 B.Saran B.Saran ... ... ... 1111 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA ... ... 1212

(4)

Bab I

Bab I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah

sejak tahun 1980-an teknologi informasi telah tersedia di

sejak tahun 1980-an teknologi informasi telah tersedia di setiap sudut kota. Informasisetiap sudut kota. Informasi

diterbitkan dalam bentuk pengukuran kinerja sector publik. Tujuan prinsip pengembangan diterbitkan dalam bentuk pengukuran kinerja sector publik. Tujuan prinsip pengembangan informasi adalah pengembangan kepentingan kelompok dalam mengendalikan sumber daya informasi adalah pengembangan kepentingan kelompok dalam mengendalikan sumber daya sector public. Penelitian dan verifikasi kinerja oleh audit sector publik telah mampu menguak  sector public. Penelitian dan verifikasi kinerja oleh audit sector publik telah mampu menguak   berbagaai permasalahan kepentingan dalam organisasi dan pelayanan public. Dan pen

 berbagaai permasalahan kepentingan dalam organisasi dan pelayanan public. Dan pen gembangangembangan teknologi menjadi kunci kapasitas penendalian kinerja pelayanan public.

teknologi menjadi kunci kapasitas penendalian kinerja pelayanan public.

1.2

1.2 TujuanTujuan

a.

a. Menjelaskan mengenai indicator kinerja, syarat-syarat, peran dan mMenjelaskan mengenai indicator kinerja, syarat-syarat, peran dan m anfaat dananfaat dan  penyusunannya.

 penyusunannya.

 b.

 b. Menjelaskan mengenai sistem pengukuran kinerja, tujuan dan manfaat, aspek yangMenjelaskan mengenai sistem pengukuran kinerja, tujuan dan manfaat, aspek yang diukur, skala pengukuran, teknologi, dan siklus pengukuran kinerja.

diukur, skala pengukuran, teknologi, dan siklus pengukuran kinerja.

c.

c. Menjelaskan praktek penilaian kinerja di luar negeMenjelaskan praktek penilaian kinerja di luar nege ri.ri.

d.

d. Menjelaskan mengenai kinerja sector publik di Menjelaskan mengenai kinerja sector publik di Indonesia.Indonesia.

1.3

1.3 ManfaatManfaat

a.

a. Bagi pemateri dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai indicator kinerjaBagi pemateri dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai indicator kinerja

dan sistem pengukuran kinerja. dan sistem pengukuran kinerja.

 b.

(5)

BAB II

BAB II

ISI

ISI

PENGUKURAN KINERJA

PENGUKURAN KINERJA

2.1 INDIKATOR KINERJA 2.1 INDIKATOR KINERJA

2.1.1 PENGERTIAN INDIKATOR KINERJA 2.1.1 PENGERTIAN INDIKATOR KINERJA

Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat  pencapaian

 pencapaian suatu suatu sasaran sasaran atau atau tujuan tujuan yang yang telah telah ditetapkan, ditetapkan, dengan dengan memperhitungkan memperhitungkan indicator indicator  masukan (

masukan (inputsinputs), keluaran (), keluaran (outputsoutputs), hasil (), hasil (outcomesoutcomes), manfaat (), manfaat (benefitsbenefits): dan dampak ): dan dampak  ((impactsimpacts).).

2.1.2 SYARAT-SYARAT INDIKATOR KINERJA 2.1.2 SYARAT-SYARAT INDIKATOR KINERJA

Syarat yang berlaku untuk semua kelompok kinerja yaitu sebagai berikut: Syarat yang berlaku untuk semua kelompok kinerja yaitu sebagai berikut: 1.

1. Spesifik, jelas, dan tidak ada kemungkinan Spesifik, jelas, dan tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi.kesalahan interpretasi. 2.

2. Dapat diukur secara objektif baik yang bersifat kuantatif maupun kualitatif, yaituDapat diukur secara objektif baik yang bersifat kuantatif maupun kualitatif, yaitu dua atau lebih yang mengukur indicator kinerja mempunyai kesimpulan yang dua atau lebih yang mengukur indicator kinerja mempunyai kesimpulan yang sama.

sama. 3.

3. Relevan, indicator kinerja harus menangani aspek Relevan, indicator kinerja harus menangani aspek objektif yang relevan.objektif yang relevan. 4.

4. Dapat dicapai, penting dan harus berguna untuk menunjukkan keberhasilanDapat dicapai, penting dan harus berguna untuk menunjukkan keberhasilan masukan, proses keluaran, hasil, manfaat, serta dampak.

masukan, proses keluaran, hasil, manfaat, serta dampak. 5.

5. Harus cukup fleksibel dan sensitive terhadap perubahan/penyesuaian pelaksanaanHarus cukup fleksibel dan sensitive terhadap perubahan/penyesuaian pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan.

dan hasil pelaksanaan kegiatan. 6.

6. Efektif: data/informasi yang berkaitan dengan indicator kinerja bersangkutanEfektif: data/informasi yang berkaitan dengan indicator kinerja bersangkutan dapat dikumpulkan, diolah, dan dianalisis dengan biaya yang tersedia.

dapat dikumpulkan, diolah, dan dianalisis dengan biaya yang tersedia.

2.1.3 PERAN DAN MANFAAT INDIKATOR KINERJA 2.1.3 PERAN DAN MANFAAT INDIKATOR KINERJA

Peran indikator kinerja, dimana melayani berbagai macam tujuan dasar yang salah Peran indikator kinerja, dimana melayani berbagai macam tujuan dasar yang salah satunya adalah menjamin pertanggungjawaban organisasi sektor publik.

satunya adalah menjamin pertanggungjawaban organisasi sektor publik. Manfaat indicator kinerja:

Manfaat indicator kinerja: 1.

1. Kejelasan tujuan organisasi.Kejelasan tujuan organisasi. 2.

(6)

3.

3. Keuntungan proses produksi harus dipahami lebih Keuntungan proses produksi harus dipahami lebih jelas.jelas. 4.

4. Tersedianya pembandingan kinerja dari organisasi yang berbeda.Tersedianya pembandingan kinerja dari organisasi yang berbeda. 5.

5. Tersedianya fasilitasTersedianya fasilitas  setting of  setting of target target  untuk penilaian organisasi dan individual.untuk penilaian organisasi dan individual. manager sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi kepada pemilik saham. manager sebagai bagian dari pertanggungjawaban organisasi kepada pemilik saham.

2.1.4

2.1.4 PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJAPENYUSUNAN INDIKATOR KINERJA

Langkah-langkah dalam menyusun indikator kinerja: Langkah-langkah dalam menyusun indikator kinerja: 1.

1. Susun dan tetapkan rencana strategis lebih dahulu, meliputi visi, misi, tujuan, sasaranSusun dan tetapkan rencana strategis lebih dahulu, meliputi visi, misi, tujuan, sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran.

dan cara mencapai tujuan/sasaran. 2.

2. Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indicator kinerja.Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indicator kinerja. 3.

3. Pilih dan terapkan indicator kinerja paling relevan dan berpengaruh besar terhadapPilih dan terapkan indicator kinerja paling relevan dan berpengaruh besar terhadap keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.

keberhasilan pelaksanaan kebijaksanaan/program/kegiatan.

2.2

2.2 SISTEM PENGUKURAN KINERJASISTEM PENGUKURAN KINERJA

2.2.1 PENGERTIAN PENGUKURAN KINERJA 2.2.1 PENGERTIAN PENGUKURAN KINERJA

Kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu Kinerja adalah gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi. kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi. Pencapaian penetapan skema indicator kinerja membutuhkan artikulasi misi, tujuan, sasaran, dan Pencapaian penetapan skema indicator kinerja membutuhkan artikulasi misi, tujuan, sasaran, dan hasil yang dapat diukur dan jelas manfaatnya.

hasil yang dapat diukur dan jelas manfaatnya.

2.2.2 TUJUAN ATAU MANFAAT PENGUKURAN KINERJA 2.2.2 TUJUAN ATAU MANFAAT PENGUKURAN KINERJA

Pengukuran kinerja merupakan manajemen pencapaian kinerja. Dimana pengukuran kinerja Pengukuran kinerja merupakan manajemen pencapaian kinerja. Dimana pengukuran kinerja merupakan alat manajemen untuk:

merupakan alat manajemen untuk: 1.

1. Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan untuk Memastikan pemahaman para pelaksana dan ukuran yang digunakan untuk   pencapaian kinerja.

 pencapaian kinerja. 2.

2. Memastikan tercapainya skema kinerja yang disepakati.Memastikan tercapainya skema kinerja yang disepakati. 3.

3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan membandingkannya denganMemonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan membandingkannya dengan skema kerja serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja.

skema kerja serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja. 4.

4. Memberikan penghargaan dan hukuman yang objektif atas kinerja yang dicapaiMemberikan penghargaan dan hukuman yang objektif atas kinerja yang dicapai setelah dibandingkan dengan skema kinerja yang telah disepakati.

setelah dibandingkan dengan skema kinerja yang telah disepakati. 5.

5. Menjadikan alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaikiMenjadikan alat komunikasi antara bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi.

kinerja organisasi. 6.

6. Mengindentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi.Mengindentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi. 7.

7. Membantu dan memahami proses instansi pemerintah.Membantu dan memahami proses instansi pemerintah. 8.

(7)

9.

9. Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan.Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan. 10.

10. Mengungkapkan permasalahan yang terjadi.Mengungkapkan permasalahan yang terjadi.

2.2.3 PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN UKURAN KINERJA 2.2.3 PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN UKURAN KINERJA 1.

1. Evaluasi kembali ukuran yang ada; informasi kinerja tetap dibutuhkan olehEvaluasi kembali ukuran yang ada; informasi kinerja tetap dibutuhkan oleh manajemen.

manajemen. 2.

2. Mengukur kegiatan yang penting, Mengukur kegiatan yang penting, tidak hanya hasil; kenerja selalu berorientasi hasil.tidak hanya hasil; kenerja selalu berorientasi hasil. 3.

3. Pengukuran harus mendorong tim kerja yang akan mencapai tujuan; pembagianPengukuran harus mendorong tim kerja yang akan mencapai tujuan; pembagian  proses

 proses pengukuran pengukuran menciptakan menciptakan lingkungan lingkungan tim tim kerja kerja yang yang aktivitasnya aktivitasnya diarahkandiarahkan  pada pencapaian tujuan organisasi dan hal ini adalah baik.

 pada pencapaian tujuan organisasi dan hal ini adalah baik. 4.

4. Pengukuran harus merupakan perangkat yang terintegrasi, seimbang dalamPengukuran harus merupakan perangkat yang terintegrasi, seimbang dalam  penerapannya.

 penerapannya. 5.

5. Pengukuran harus memiliki focus eksternal jika memungkinkan.Pengukuran harus memiliki focus eksternal jika memungkinkan. 2.2.4

2.2.4 ASPEK YANG DIUKUR ASPEK YANG DIUKUR  1.

1. Aspek finansial, meliputi anggaran atau cash flow.Aspek finansial, meliputi anggaran atau cash flow. 2.

2. Kepuasan pelanggan, manajemen perlu memperoleh informasi yang relevanKepuasan pelanggan, manajemen perlu memperoleh informasi yang relevan mengenai tingkat kepuasan pelanggan.

mengenai tingkat kepuasan pelanggan. 3.

3. Operasi dan bisnis internal, untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasiOperasi dan bisnis internal, untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan dan

untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang tercantum dalam skema strategis.sasaran organisasi yang tercantum dalam skema strategis. 4.

4. Kepuasan pegawai, apanbila pegawai tidak dikelola dengan baik, maka kehancuranKepuasan pegawai, apanbila pegawai tidak dikelola dengan baik, maka kehancuran  perusahaan sulit untuk dihindari.

 perusahaan sulit untuk dihindari. 5.

5. Kepuasan komunitas dan shareholders/stakeholders, untuk mengakomodasikanKepuasan komunitas dan shareholders/stakeholders, untuk mengakomodasikan kepuasan dari para stakeholders.

kepuasan dari para stakeholders. 6.

6. Waktu, agar informasi yang diharapkan relevan danWaktu, agar informasi yang diharapkan relevan danup to date.up to date.

2.2.5

2.2.5 SKALA PENGUKURANSKALA PENGUKURAN 1.

1. Skala nominal yaitu skala pengukuran yang paling rendah tingkatnya karena denganSkala nominal yaitu skala pengukuran yang paling rendah tingkatnya karena dengan skala ini objek pengukuran hanya dapat dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri yang skala ini objek pengukuran hanya dapat dikelompokkan berdasarkan ciri-ciri yang sama, yang berbeda dengan kelompok lain.

sama, yang berbeda dengan kelompok lain. 2.

2. Skala ordinal yaitu skala ini lebih tinggi tingkatnya atau lebih baik daripada skalaSkala ordinal yaitu skala ini lebih tinggi tingkatnya atau lebih baik daripada skala nominal karena selain mempunyai ciri-ciri yang sama dengan skala nominal yaitu nominal karena selain mempunyai ciri-ciri yang sama dengan skala nominal yaitu dapat menggolongkan objek dalam golongan-golongan yang berbeda, serta dapat menggolongkan objek dalam golongan-golongan yang berbeda, serta mempunyai kelebihan yaitu bahwa golongan-golongan atau klasifikasi dalam skala mempunyai kelebihan yaitu bahwa golongan-golongan atau klasifikasi dalam skala ordinal dapat dibedakan tingkanya.

ordinal dapat dibedakan tingkanya. 3.

3. Skala internal, memiliki ciri yang sama dengan skala ordinal. KelebihannyaSkala internal, memiliki ciri yang sama dengan skala ordinal. Kelebihannya mempunyai unit pengukuran yang sama sehingga jarak antara satu ttik dengan titik  mempunyai unit pengukuran yang sama sehingga jarak antara satu ttik dengan titik  lain atau antara satu golongan dengan golongan lain dapat diketahui.

(8)

4.

4. Skala rasio, skala yang tertinggi tingkatnya, karena selain mempunyai kesamaanSkala rasio, skala yang tertinggi tingkatnya, karena selain mempunyai kesamaan dengan skala interval juga mempunyai ciri yang dimiliki oleh semua skala dengan skala interval juga mempunyai ciri yang dimiliki oleh semua skala dibawahnya.

dibawahnya. 2.2.6

2.2.6 TEKNOLOGIPENGUKURAN KINERJATEKNOLOGIPENGUKURAN KINERJA TEKNOLOGI BALACE SCORE CARD (BSC) TEKNOLOGI BALACE SCORE CARD (BSC)

1.

1. Perspektif keuangan, memberikan penilaian terhadap target keuangan yangPerspektif keuangan, memberikan penilaian terhadap target keuangan yang dicapai oleh organisasi dalam mewujudkan visinya.

dicapai oleh organisasi dalam mewujudkan visinya. 2.

2. Perspektif konsumen, memberikan penilaian terhadap segmen pasar yang ditujuPerspektif konsumen, memberikan penilaian terhadap segmen pasar yang dituju dan tuntutan customer beserta tuntutan kebutuhan yang dilayani oleh organisasi dan tuntutan customer beserta tuntutan kebutuhan yang dilayani oleh organisasi dalam upaya untuk mencapai terberkeuangan tertentu.

dalam upaya untuk mencapai terberkeuangan tertentu. 3.

3. Perspektif proses bisnis/intern, memberikan penilaian gambar proses yang harusPerspektif proses bisnis/intern, memberikan penilaian gambar proses yang harus dibangun untuk melayani customer dan untuk mencapai target keuangan tertentu. dibangun untuk melayani customer dan untuk mencapai target keuangan tertentu. 4.

4. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, memberikan penilaian yangPerspektif pembelajaran dan pertumbuhan, memberikan penilaian yang merupakan pemacu untuk membangun kompetisi personel, prasarana sistem merupakan pemacu untuk membangun kompetisi personel, prasarana sistem informasi, dan suasana lingkungan kerja yang diperlukan untuk mewujudkan informasi, dan suasana lingkungan kerja yang diperlukan untuk mewujudkan target keuangan, custumer, dan proses bisnis internal.

target keuangan, custumer, dan proses bisnis internal.

PENILAIAN DENGAN 3E (EKONOMI, EFISIENSI, EFEKTIVITAS) PENILAIAN DENGAN 3E (EKONOMI, EFISIENSI, EFEKTIVITAS)

Efisiensi adalah hubungan antara input dan output dimana barang dan jasa yang dibeli Efisiensi adalah hubungan antara input dan output dimana barang dan jasa yang dibeli oleh organisasi digunakan untuk mencapai output tertentu.

oleh organisasi digunakan untuk mencapai output tertentu.

Efektivitas adalah hubungan antara output dn tujuan dimana efektivitas diukur  Efektivitas adalah hubungan antara output dn tujuan dimana efektivitas diukur   berdasarkan

 berdasarkan seberapa seberapa jauh jauh tingkat tingkat output, output, kebijakan, kebijakan, dan dan prosedur prosedur organisasi organisasi mencapaimencapai tujuan yang telah ditetapkan.

tujuan yang telah ditetapkan.

Ekonomis adalah hubungan antara pasar dan input dimana barang dan jasa dibeli pada Ekonomis adalah hubungan antara pasar dan input dimana barang dan jasa dibeli pada kualitas yang dingnkan dan pada harga terbaik yang dimungkinkan.

kualitas yang dingnkan dan pada harga terbaik yang dimungkinkan. 2.2.7

2.2.7 SIKLUS PENGUKURAN KINERJASIKLUS PENGUKURAN KINERJA 1.

1. Perencanaan strategi, berkenaan dengan penetepan visi, misi, tujuan danPerencanaan strategi, berkenaan dengan penetepan visi, misi, tujuan dan sasaran, kebijakan, program operasional dan kegiatan/aktivitasnya.

sasaran, kebijakan, program operasional dan kegiatan/aktivitasnya. 2.

2. Penciptaan indicator kinerja, menyusun dan menetapkan ukuran/indicator Penciptaan indicator kinerja, menyusun dan menetapkan ukuran/indicator  kinerja.

kinerja. 3.

3. Mengembangkan sistem pengukuran kinerja, tiga tahapan yaitu meyakinkanMengembangkan sistem pengukuran kinerja, tiga tahapan yaitu meyakinkan keberadaan data yang diperlukan dalam siklus pengukuran kinerja, mengukur  keberadaan data yang diperlukan dalam siklus pengukuran kinerja, mengukur  kinerja dengan data yang tersedia dan data yang dikumpulkan, penggunaan kinerja dengan data yang tersedia dan data yang dikumpulkan, penggunaan data pengukuran kinerja yang dihimpun harus dipresentasikan dalam cara-cara data pengukuran kinerja yang dihimpun harus dipresentasikan dalam cara-cara yang dapat dimengerti dan bermanfaat.

(9)

4.

4. Penyempurnaan ukuran, pemikiran kembali atas indicator hasil dan indicator Penyempurnaan ukuran, pemikiran kembali atas indicator hasil dan indicator  dampak menjadi lebih penting dibandingkan pemikiran kembali atas indicator  dampak menjadi lebih penting dibandingkan pemikiran kembali atas indicator  masukan dan keluaran.

masukan dan keluaran. 5.

5. Pengintegrasian dengan proses manajemen, menggunakan pengukuranPengintegrasian dengan proses manajemen, menggunakan pengukuran kinerja, tersedia secara efektif merupakan tantangan

kinerja, tersedia secara efektif merupakan tantangan selanjutnya.selanjutnya.

2.3

2.3 PRAKTEK PENILAIAN KINERJA DI LUAR NEGERI-BALDRIGE AWARDPRAKTEK PENILAIAN KINERJA DI LUAR NEGERI-BALDRIGE AWARD SEBAGAI

SEBAGAI

PENGUKUR PRESTASI (MUTU) DI AMERIKA PENGUKUR PRESTASI (MUTU) DI AMERIKA

Tahun 1988 di AS lembaga yang memberikan penghargaan kepada perusahaan yang unggul Tahun 1988 di AS lembaga yang memberikan penghargaan kepada perusahaan yang unggul dalam hal mutu yaitu Malcom Baldrige National dalam bentuk Malcom Baldrige National dalam hal mutu yaitu Malcom Baldrige National dalam bentuk Malcom Baldrige National Quality Award. Diberikan kepada perusahaan yang unggul dalam menetapkan manajemen Quality Award. Diberikan kepada perusahaan yang unggul dalam menetapkan manajemen mutu terpadu. Penghargaan diberikan kepada perusahaan dengan 3 jenis bidang usaha yaitu mutu terpadu. Penghargaan diberikan kepada perusahaan dengan 3 jenis bidang usaha yaitu  pabrik,

 pabrik, jasa jasa dan dan perusahaan perusahaan kecil kecil dengan dengan pemenang pemenang maksimum maksimum dua dua perusahaan perusahaan untuk untuk tiaptiap  jenisnya. Sehingga

 jenisnya. Sehingga dapat dapat mendorong untuk mendorong untuk memberikan nilai memberikan nilai yang terus yang terus meningkat kepadameningkat kepada  pelanggannya.

 pelanggannya. Penilaian Penilaian atas atas penghargaan penghargaan yaitu yaitu berupa: berupa: penilaian penilaian atas atas pendekatan pendekatan dandan  pelaksanaan serta hasil. Dengan kategori berupa:

 pelaksanaan serta hasil. Dengan kategori berupa:

1.

1.  Leadership Leadership

2.

2. Melihat bagaiman perusahaan mengumpulkan dan menganalisis dataMelihat bagaiman perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data 3.

3. Melihat sistem yang digunakanMelihat sistem yang digunakan 4.

4. Melihat segala hal mengenai sistem dalam sumber daya manusiaMelihat segala hal mengenai sistem dalam sumber daya manusia 5.

5. Melihat sistem rekayasa produk/jasa, manajemen proses utama, dan pMelihat sistem rekayasa produk/jasa, manajemen proses utama, dan p emasok.emasok. 6.

6. Bukan saja peningkatan mutu, tetapi juga keberhasilan dalam bidang keuangan,Bukan saja peningkatan mutu, tetapi juga keberhasilan dalam bidang keuangan,  professional, pendukung, dan kinerja pemasok.

 professional, pendukung, dan kinerja pemasok. 7.

7. Melihat sistem yang digunakan untuk pengukuran dan pemeliharaan hubungan denganMelihat sistem yang digunakan untuk pengukuran dan pemeliharaan hubungan dengan  pelanggan.

 pelanggan.

2.4

2.4 PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA-PEMBERIANPENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK DI INDONESIA-PEMBERIAN PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA BAGI PELAKSANAAN TERTIB PENGHARGAAN WAHANA TATA NUGRAHA BAGI PELAKSANAAN TERTIB LALU LINTAS

LALU LINTAS

Pemberian penghargaan ini merupakan sarana pemerintah dalam mewujudkan tertib lalu Pemberian penghargaan ini merupakan sarana pemerintah dalam mewujudkan tertib lalu lintas dan angkutan jalan. Dengan upaya-upaya yang mendesak untuk segera dilakukan lintas dan angkutan jalan. Dengan upaya-upaya yang mendesak untuk segera dilakukan yaitu:

yaitu: 1.

1. Penataan/pengaturan arus lalu lintasPenataan/pengaturan arus lalu lintas 2.

2. Pembenahan prasarana jalanPembenahan prasarana jalan 3.

(10)

4.

4. Penataan terminalPenataan terminal 5.

5. Pembinaan angkutan kotaPembinaan angkutan kota Aspek yang dinilai:

Aspek yang dinilai: 1.

1. Aspek sarana, jumlah angkutan umum dan ketersediaan jaringan trayek.Aspek sarana, jumlah angkutan umum dan ketersediaan jaringan trayek. 2.

2. Aspek prasarana, pembenahan dilingkungan.Aspek prasarana, pembenahan dilingkungan. 3.

3. Aspek sumber daya, pencatatan/pendataan pengemudiAspek sumber daya, pencatatan/pendataan pengemudi 4.

4. Aspek manajemen, penilaian terhadap penskemaan, organisasi, pelaksanaan, pengawasanAspek manajemen, penilaian terhadap penskemaan, organisasi, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian.

(11)

BAB III

BAB III

PENUTUP

PENUTUP

A. A. KesimpulanKesimpulan

Dengan adanya indicator kinerja diharapkan suatu organisasi atau perusahaan dapat Dengan adanya indicator kinerja diharapkan suatu organisasi atau perusahaan dapat menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhatikan indicator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Serta dengan memperhatikan indicator masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Serta dalam pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan visi, dalam pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan visi, misi, serta tujuan organisasi.

misi, serta tujuan organisasi. Saran

Saran

Menyarankan

Menyarankan agar setiap organisasi agar setiap organisasi atau perusahaan mampu menilai atau perusahaan mampu menilai pengukuran kinerjapengukuran kinerja setiap anggota atau karyawan sesuai dengan kinerjanya. Sehingga bisa tercapainya

setiap anggota atau karyawan sesuai dengan kinerjanya. Sehingga bisa tercapainya keselarasan tujuan individu dan organisasi.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

Nordiawan, Dedi.2006.

Nordiawan, Dedi.2006. AkuAku ntansntansi i SSeektor ktor Publik Publik .Salemba Empat : Jakarta..Salemba Empat : Jakarta. Bastian, Indra. 2010.

Bastian, Indra. 2010. AkuAku ntansntansi i SSeektor ktor Publik Publik . Erlangga : Yogyakarta.. Erlangga : Yogyakarta. Mardiasmo.2009.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :