• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAH ULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring berkem bangnya zam an, ilm u pengeta huan sudah banyak m enghasilka n berbagai m acam teknologi. Berkem bangnya ilm u pengeta huan tersebut, m em buat m asyarakat yang m em iliki kem am puan di bidang tertentu berlom ba -lom ba m enghasilkan te ori yang nantinya akan sanga t berm anfaat dim asa m endata ng. Seperti kim iawan Denm ark, bernam a S.P.L Sørensen pada tahun 1909 yang pertam a kali m em perkenalka n konsep pH (pondus hidroge ni). Tingkat keasam an suatu zat yang ditanda i dengan konsentrasi ion hydrogen didalam nya disebut dengan pH. Angka pH biasanya dim ulai dari 0 hingga 14. Nila i pH dibawa h angka 7 berarti m enunujukan asam , jika berada diatas 7 berarti m enunjukan basa dan pH yang sam a dengan 7 disebut netral.

Pada kehidupan sehari-hari m anusia tidak le pas dari yang nam anya pH. Dalam bidang pertanian, industri, m akanan , m inum an, farm asi, kosm etik, bahkan di dalam tubuh kita sendiri pasti berkaitan dengan pH. Sebuah penelitia n yang

dilakukan oleh analytic al sc ience (labora torium inde penden di Petulum a,

California, Am erika Serikat) awal tahun 2009 m enem ukan 32 dari 48 produk bayi m engandung karsinogen ya ng dapat m enyebabkan kanker. Ternyata 32 produk

tersebut m engandung 1,4 dioxane dan 23 diantaranya m engandung form alde hyde

dalam jum lah kecil. Sebuah penelitian lain di tahun 1982 ya ng dilakuka n FDA

m enunjukan bahwa 1,4 dioxane yang terdapat pa da lotion dapa t m enem bus da n

m eresap pada kulit m anusia dan form alde hyde dapa t m em icu reaksi a lergi pada

sebagian orang yang se nsitif (Anonim , 2016). Oleh karena itu setiap hal yang berkaitan dengan pH perlu diukur karena ada beberapa nilai pH yang bersifa t tidak am an bagi m anusia. Adapun ketika m engetahui tingkat keam anan air untuk kebutuhan produksi, yang m ensyaratka n air yang digunakan m em iliki pH dia tas 7

dengan range m aksim al 8,5. A ir akan cenderung bersifat korosif da n m erusak

peralatan serta produk jika berada di bawah 7. Bahkan di Indone sia , air dikataka n dapat dikonsum si ataupun dibua ng ke lingkungan se kitar apabila m em iliki pH 6

(2)

-9. Apabila perusahaan yang kedapatan m em buang air lim bah dengan pH diluar range tersebut dapat di tangkap dan diperkarakan ka rena dapat m encem ari lingkungan.

Pengukuran pH dapa t dilakukan dengan m enguna kan beberapa cara antara lain m enggunakan indikator tetes, kerta s lakm us, dan pH m eter. Nam un, pada indikator tete s dan kertas lakm us nilai pH tidak didapatkan secara spesifik, oleh karena itu pengukuran pH yang baik a dalah de ngan m enggunaka n pH m eter. Disam ping dapat digunakan untuk m em baca nilai pH, pH meter sekarang juga dilengkapi oleh sensor suhu yang m enyebabka n nilai suhu larutan juga dapa t terdeteksi. Pengukuran pH akura t sangat diperlukan, karena itu pH m eter harus dikalibrasi untuk m em enuhi standa r laboratorium . Kalibra si pH m eter

m enggunaka n larutan buffe r atau larutan penyangga. Pada um um nya laruta n

buffer m em iliki m asa berlaku yang singkat ya itu dua ta hun, yang dapat diliha t

pada label botol m aupun sertifikatnya. Singkatnya m asa berlaku larutan buffer da n

harga yang terbila ng m ahal m em bua t penggunaannya terba tas. Selain itu, tida k

m enutup kem ungkinan bahwa larutan buffe r yang m elewati ba tas kadaluarsa

tersebut secara signifika n m engalam i perubahan kualitasnya, karena latar

belakang tersebutlah penulis m engam bil judul verifikasi larutan buffe r kadaluarsa

untuk kalibrasi pH m eter. Untuk m em verifikasi larutan standar atau m enjam in sertifikat laporan kalibrasi yang diterbitkan labora torium dapat m enerapkan sistem

jam inan m utu laboratorium yang m engacu ke pedom an KAN tentang quality

(3)

1.2 Rumusan M asalah

Berdasarkan latar belakang di atas dapat diuraikan perm asalahan da ri penelitian ini antara lain :

1. Bagaim ana hasil perbandingan nila i pH pada larutan buffer yang belum

kadaluarsa dengan nilai pH larutan buffer yang telah kada luarsa?

2. Apakah hasil pem bacaan laruta n buffer yang telah kada luarsa ole h probe

m asih m enghasilkan nilai pH yang berada di dalam batas-batas pada control

chart saat dilakukan pengujian?

3. Apakah faktor-faktor yang m enyebabkan adanya data yang diam bil, keluar

dari control chart ?

4. Apakah larutan buffer yang te lah kada luarsa m enunjukan m utu yang baik

sehingga dapat digunakan kem bali untuk kalibrasi pH m eter?

1.3 Batasan M asalah

Penelitia n ini dibata si oleh adanya beberapa batasan m asala h, antara lain :

1. Larutan buffe r yang digunakan dalam penelitian ini adalah larutan buffe r

m erk Mettler Toledo kecua li pada larutan buffer kadaluarsa denga n pH 7,00

m enggunaka n m erk Lovibon. Larutan buffer 4,21 (pota ssium hydroge n

phtha late), larutan buffer 7,00 (potta sium dihydrogen phosphate) dan laruta n

buffe r 9,21 (di-sodium tetrabora te decahydrate).

2. Larutan buffer yang belum kadalauarsa digunaka n berula ng ka li pem akaia n

selam a 10 hari penelitian.

3. M etode yang digunakan dalam prose s evaluasi adalah m etode control chart

dengan berpedom an pada KAN G uide on Measurement Assurance

(4)

1.4 Tujuan Penelitian

Tujua n dila ksanakannya penelitian ini antara lain :

1. M engetahui m utu larutan buffe r yang telah ka daluarsa dari analisis

perbandingan control chart antara laruta n buffer yang belum kadaluarsa

dengan yang telah kadaluarsa.

2. M enghitung linieritas grafik hubungan antara tegangan dan nilai pH pada

larutan buffer ya ng telah ka daluarsa dan larutan buffer be lum kadarluarsa.

3. M enghitung nilai ketidakpastian dari pengukuran larutan buffer yang be lum

kadaluarsa dan te lah kadaluarsa.

4. M engetahui faktor-faktor yang m enyebabkan adanya data yang diam bil,

keluar dari control chart.

5. M enentukan kelaya kan larutan buffer yang telah kadaluarsa untuk kalibrasi

pH m eter.

1.5 M anfaat

Penelitia n ini diharapkan dapat m em berika n pengeta huan m engena i pentingnya jam ina n m utu sua tu produk untuk m em astikan kualitas atau ke benaran dalam kalibra si suatu a lat. Hal terse but dapat ditentuka n m elalui control chart.

Dari grafik control chart tersebut dapa t pula m enentuka n kualitas suatu produk

yang telah kadaluarsa, selain itu dapat m em bantu perbaika n pelayanan karena hasil pem eriksaan yang dike luarkan dapat dipercaya dan diandalkan serta dapat m eningka tkan kua litas laboratorium dan perusahaan .

1.6 Sistematika Penulisan

Bab I. Pendahuluan

Dalam bab ini berisi tenta ng latar be lakang pe nelitian, rum usan m asalah, batasan m asalah, tujuan, m anfaat, dan sistem atika penulisa n.

Bab II. Tinjauan Pustaka

Dalam bab ini diuraikan m engenai inform asi hasil penelitian dan m enghubungkannya dengan m asalah penelitia n yang sedang diteliti.

(5)

Bab III. Landasan Teori

Dalam bab ini m enjelaskan m engenai teori-teori yang m endasari peristiwa yang terjadi di da lam penelitian, teori ya ng berkaitan dituliskan denga n lengkap.

Bab IV. M etode Penelitian

Dalam bab ini m em bahas m engenai pelaksanaan penelitian, bahan dan alat yang diguna kan, tata laksa na penelitian, pela ksanaan pene litian, pem buata n control chart, serta m etode analisis ketidakpastian.

Bab V. H asil dan Pembahasan

Dalam bab ini m em bahas m engenai data yang di dapa t pada saat penelitia n. Bab VI. K esimpulan

Dalam bab ini berisi te ntang sim pulan dari ha sil penelitian yang tela h dilakukan dan saran untuk tuga s akhir ini.

Referensi

Dokumen terkait

Pada kelompok perlakuan, subjek diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit PPOK dan rehabilitasi medik paru dengan metode ceramah

1) Pembelajaran berdasarkan kontruktivisme memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa sisiwa sendiri, bebrbagi

Aparat penegak hukum seperti Polisi, Jaksa, dan Hakim sebagai lembaga yang fungsinya berkaitan dengan penegakan hukum dan keadilan harus dapat mewujudkan negara

Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang hendak diurai melalui program ini adalah: cara meningkatkan penguasaan bidang studi Astronomi para guru

Sehati Gas dalam hal pengarsipan dan pencatatan penjualan dan produksi tabung.Sistem pengarsipan dan pencatatan sebelumnya menggunakan sistem manual sehingga

L : Ya Tuhan Yesus yang telah mati di kayu salib, hanya oleh karena kasihMu kepada orang berdosa ini. P : Ajarilah kami selalu mengingat Tuhan yang mati di kayu

Kewenangan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 94, tetapi Tidak

Di industri yang ditinjau hanya dilakukan sebagian proses percetakan offset karena proses pembuatan film telah dilakukan di Semarang, sehingga berdasarkan order