Space Frame ( Rangka Ruang)

32 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

OLEH ;

ALMIRADO MANAFE 221 06 001

juned v.j messah 221 06 018

ALEXIO XIMENES 221 06 034 KRISTIANTO .J. FUNUK 221 06 027 wilfridus a.j. bai 221 06 028

SPACE FRAME

(2)

Pendahuluan

Dalam arsitektur stuktur bangunan

merupakan arti

pokok sebagai alat vital pembentuk

bangunan

.

Perkemembangan perencanaan arsitektur tidak

terlepas dari pengetahuan dasar struktur

bangunan , dalam hal ini struktur dan konstruksi

merupakan faktor pendukung yang memberikan

kekuatan fisik pada bangunan sehingga struktur

(3)

Beban yang dipikul antara lain

berat bahan dari elemen-elemen

beserta berat strukturnya sendiri

disalurkan oleh struktur tersebut

atau kerangka bangunan ke kulit

bumi. Kesatuan inilah yang

mewujudkanbentuk struktur

secara menyeluruh

(4)

PENGERTIAN STRUKTUR

RANGKA RUANG

(SPACE FRAME)

 Struktur rangka ruang (Space Frame)

adalah suatu bentuk struktur yang

dibuat dengan merakit batang-batang lurus, pendek dengan pola segi tiga dalam bentuk tiga dimensi atau dapat pula didefenisikan struktur rangka ruang merupakan komposisi dari

batang-batang yang masing-masing berdiri sendiri memikul gaya tekan atau gaya tarik secara sentris dan dikaitkan satu

(5)

Tipe-tipe struktur

rangka ruang

(space frame)

Ada tiga (3) tipe utama struktur

rangka ruang, yakni:

 TETRA HEDRON (Crosswise Trussing Of Diagonal Prism Section)

 Struktur rangka ruang dengan memilih bentuk kubus. Menggunakan kubus sebagai bentuk dasar membutuhkan banyak batang sampai semua bidang dibagi menjadi segi tiga.

(6)

Gambar

Bentuk Dasar

PerspekifPerspekif

Tampak depanTampak depan

(7)

TYPE SINGLE TRUSSING OF VERTICAL

PRISM FACES

Struktur rangka ruang dengan memilih atau

menggunakan prisma sebagai bentuk dasar.

Menggunakan prisma dengan bidang dasar segi

tiga tidak menghemat batang-batang karena

bidang dasarnya hanya separuh dari persegi

empat.

(8)
(9)

TYPE DOUBLE TRUSSING OF VERTICAL

PRISM FACES

Struktur rangka ruang menggunakan bentuk

dasar limas. Menggunakan limas segi tiga dan

segi empat menghemat banyaknya

batang-batang lebih dari 20% dibandingkan dengan

penyelesaian lainnya diatas.

(10)
(11)
(12)

Sistem- sistem penghubung

(joint)

pada struktur rangka ruang

(space frame)

 SISTEM MANNESMAN.

 Menggunakan pipa-pipa bulat yang sama besar panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan dan

penghubungan dengan pipa-pipa yang lain pada arah yang dibutuhkan. Sangat variabelnya dalam pemakaian, sesuai dengan maksud yang dibutuhkannya.

 Kekurangan dari sistim ini antara lain terbatasnya daya dukung dari pipa-pipa dibagian sambungan. Kelemahan statikanya adalah : bahwa hubungannya eksentrik,

(13)

 SISTEM MERO.

 Sedikit variasi dalam panjangnya batang yang

dihubungkan dengan skrup pada setiap simpul yang

khusus dan dihubungkannya garis-garis as bertemu pada suat titik. Setiap simpul hanya memungkinkan kedelapan belas buah batang yang saling menumpu tegak lurus dan batang-batang diantaranya yang bersudut 45˚. Struktur yang terjadi berbentuk geometris yang disiplin. Kombinasi-kombinasi yang menarik kadang-kadang dapat disaksikan pada bangunan pameran. Secara statika kemungkinan-kemungkinan terbatas, terjadi pada suatu simpul batang yang dapart disambungkan. Batas kemampuan

mendukung ditentukan oleh gaya dukung maksimum dari momen-momen batang.

(14)

Sistem joint mero

(15)

 SISTIM UNISTRUD

 Dipakai untuk maksud-maksud yang tidak labil, terdiri dari batang yang berbentuk besi profil. Berbentuk

sebagai gelagar yang batang-batangnya mengarah ke banyak jurusan dan mempunyai tinggi konstruksi 1 (satu) meter. Simpul dibuat dari lempengan plat yang dibentuk menurut arah batang yang disekrupkan padanya.

 Kemungkinan mendukung dari sistim dihitung secara empiris. Dapat dicapai daya muat kira-kira 300 kg/m² pada ukuran jarak kolom 12,5 M x 12,5M. Suatu

pembesaran ruang menjadi 15 M x 15 M masih mungkin dilakukan. Cara empiris menunjukkan sukarnya

mengadakan pehitungan secara analitis, dan bentuk kolom yang membesar pada ujung atas membuktikan

(16)
(17)

SISTIM TAKENAKA.

 Baja pelat dengan potongan bujur sangkar dan persegi dihubungkan dengan baut-baut bermutu tinggi. Batang-batang pada bidang atas akan menerima gaya tekan,

sedangkan batang-batang diagonal bersifat memikul gaya tekan. Sedangkan batang-batang pada bagian bawah

menerima gaya tarik.

 Dalam struktur rangka ruang teknis finishing yang makin kompleks mengharuskan adanya bidang atas dan plafond. Karena ruang konstruksi sangat tidak menguntungkan

sebagai penampung debu tetapi sebagai struktur yang tertutup sehingga memberikan kesan menonjol.

(18)

Keuntungan struktur rangka ruang hampir sama

sepeti pada tulang manusia, dimana

kemampuannya menyesuaikan pada

bermacam-macam gaya yang timbul dari berbagai arah. Satu

keharusan untuk memikul gaya yang lebih besar

dengan mudah ditampung dengan banyak sistim

yang mempunyai cara dengan daya dukung. Maka

rangka ruang tidak cocok untuk diterapkan pada

bangunan tingkat tinggi, karena ukuran lantai dan

besarnya gaya sudah ditentukan secara struktural

(19)

Tulang pinggang manusia

adalah ekspresi struktur

(20)

Sebagai keuntungan yang nyata sekali ialah

sifatnya yang mobil dari sistem ini, bila

digunakan pada masa sekarang dengan biaya

yang tinggi. Berbicara mengenai rangka ruang

yang elemen-elemennya beraksi dalam ruang

sampai saat ini hanya bentuk keseluruhannya

merupakan bidang. Jadi bedanya menyerupai

kubik dengan kemungkinan bisa lebih. Disini

batang-batangnya terletak pada suatu bidang

lengkung yang aikan menentukan bentuk

keseluruhan dari strukturnya dimana

(21)

Sistem joint

takenaka

(22)

Sistem Pembebanan

Struktur Rangka Ruang

(Space Frame)

 Pola penyaluran gaya yang terjadi pada unit-unit

pembentuk space frame mempunyai kestabilan yang kokoh. Gaya yang terjadi pada unit space frame bisa di dapat dengan mempertimbangan keseimbangan dalam ruang yang diciptakan oleh elemen-elemen dari unit tersebut.

Keseimbangan dapat terjadi apabila; – ∑Fx = 0

(23)

Dengan adanya gabungan unit-unit

tersebut maka sistem tersebut menjadi

seimbang. Pengaruh gaya pada batang

dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

batang panjang dan batang pendek. Pada

batang panjang momen dan gaya yang

diterima batang lebih besar dan dapat

terjadi deformasi, sedangkan momen dan

gaya diterima pada batang pendek lebih

kecil dan kemungkinan terjadinya

(24)

Pada space frame beban tidak

merata lebih dapat ditahan, karena

beban titik langsung disebarkan ke

berbagai arah batang, sehingga

reaksi yang timbul juga datang dari

arah batang-batang tersebut.

(25)

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

Penggunaan Struktur Rangka Ruang

(((Space Frame)

Keuntungan :

 Semua komponen dibuat di pabrik sehingga kualitasnya dapat

dikontrol dengan baik

 Mampu mencakup daerah-daerah yag luas tanpa bantuan

penumpu-penumpu antara.

 Seluruh batang penghubung saling bekerja sama oleh sebab

itu berat sendiri struktur rangka ruang, bisa lebih kecil dibandingkan dengan struktur konvensional.

 Tegangan puntir dari balok-balok rangka ruang dapat

diabaikan pada waktu didesain pendahuluan.

(26)

Kerugian :

 Biaya kerja relatif mahal.

 Teknik pekerjaan membutuhkan keahlian yang tinggi pada pelaksanaan kerja.

 Terkadang sulit menterjemahkan gambar.

 Engineering ke dalam gambar produksi, kejelian pengamatan visual sangat diperlukan karena jika

tidak tepat akan merepotkan ereksi di site, dalam hal ini sistim identifikasi komponen sangat penting antara gambar kerja, workshop, dan site.

(27)

Beberapa contoh

struktur rangka ruang

yang dipakai pada

beberapa bangunan,

diatas bentangan >15m

(28)
(29)
(30)
(31)
(32)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :