• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Secara ge ografis, Kota P adang terletak pada 100°05’05”-100°34’09” BT da n 00°44’00”-1°08’35”LS. Sisi barat K ota P adang dibatasi ol eh s amudera H india, Kabupaten P ariaman di sebelah Utara, ka ki B ukit Barisan di si si Timur dan Kabupaten Pesisir S elatan di sebe lah Selatan. Dengan luas wilayah sekitar 1.414,89 Km², Kota Padang merupakan perpaduan antara wilayah pantai, daerah aliran s ungai, da taran da n perbukitan/pegunungan. Kecamatan Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara mempunyai topografi yang relatif landai, tidak terjal dan t erdapat b anyak f asilitas um um da n sosial s erta infrastruktur p endukung seperti infrastruktur ja lan, sanitasi, drainase, listrik, dan telekomunikasi ya ng mendukung pe rtumbuhan pe rekonomian K ota P adang s ecara k eseluruhan. Sedangkan kecamatan l ainnya berada pada daerah dengan t opografi yang terjal, berukit-bukit de ngan f asilitas pe ndukung ya ng m inim. Kondisi g eografis kot a Padang dapat dilihat pada gambar 1.1

Kawasan pantai s epanjang K ota P adang mempunyai variasi ke dalaman antara -5m-20m, pantai dimana sampai dengan kedalaman -5m mempunyai lebar antara 300m sampai 1km, 100-300m lebar pantai dengan kedalaman sampai -10m dan 300m sampai 1,5km lebar pantai untuk kedalaman -20m. (LIPI-UNESCO 2006). Selain itu, di sebelah Barat kota Padang terdapat zona subduksi antara lempeng Eurasia da n l empeng I ndoaustralia yang a ktif m engalami pe rgerakan sekitar 70 mm/tahun. K arena kon disi g eografis i nilah ya ng m engakibatkan Kota P adang rawan terhadap ancaman berbagai bencana al am salah s atunya ge mpabumi da n tsunami. Berdasarkan catatan sejarah pada tahun 1797 M dan 1833 M telah terjadi gempa besar (+ 9 skala richter) di sekitar Mentawai dan Bengkulu yang diikuti oleh gelombang tsunami dengan ketinggian masing-masing diperkirakan sekitar 9 dan 4 meter yang m enghabiskan s epertiga K ota P adang. (Latief, dkk da lam Yusyahnonta, 2006).

(2)

2 Gambar 1.1 Peta Kondisi Geografis Kota Padang

(3)

3 Kota P adang ya ng terletak d i p inggir p antai Barat S umatera m erupakan pus at perekonomian, pendidikan, maupun pe labuhan da n j uga pus at pa riwisata. Pada tahun 2005, j umlah pe nduduk kot a P adang mencapai 784.7 40 j iwa ya ng t erdiri dari 385.460 penduduk perempuan atau sekitar 49 persen dan penduduk laki-laki sebanyak 3 99.280 ( 51 persen). D ari s ekian banyak jumlah pe duduk t ersebut sekitar 43 p ersen da ri total pe nduduk a tau s ekitar 340.446 j iwa t inggal di tepi pantai sampai dengan ketinggian 5 meter di atas permukaan laut yang tersebar di 6 kecamatan. S elain i tu da ri s ekitar 610 sekolah negeri da n swasta da ri tingkat SD/sederajat sampai SMA/sederajat di Kota Padang, 258 sekolah atau sekitar 43 persen be rada pa da ke tinggian 0 -5 meter di a tas pe rmukaan laut. (KOGAMI, 2005). Selain i tu pe nyediaan berbagai fasilitas umum ya ng meliputi f asilitas kesehatan, pe rkantoran da n pus at pemerintahan disesuaikan dengan ke padatan penduduk, s ehingga berbagai f asilitas in i banyak t erdapat di da erah de ngan ketinggian 0-5 m.

Sarana da n prasar ana t ransportasi yang t ersedia di K ota P adang meliputi transportasi darat, transportasi laut, dan transportasi udara. Panjang jaringan jalan sebesar 924,3 km dengan jumlah jembatan sebanyak 163 buah baik besar maupun kecil. Jaringan jalan dan jembatan ini umumnya mengarah dari Utara ke Selatan yang sejajar pantai. (LIPI, 2006)

Kecamatan Padang Barat sebagai salah satu kecamatan yang berada di tepi pantai direncanakan akan digunakan s ebagai pusat pelayanan utama kota Padang. Hal ini mengakibatkan penduduk Kota Padang akan banyak beraktivitas di kecamatan Padang Barat. Sedangkan jika dilihat dari kondisi geografisnya, selain berada di pesisir pantai, kecamatan Padang Barat sebagian besar daerahnya dilingkupi oleh dua sungai besar. Atas dasar itu penulis mengambil tema penelitian dengan judul Analisis Resiko Bencana Tsunami untuk kawasan pesisir kota Padang.

(4)

4 1.2 Permasalahan

Seberapa r entan kelurahan-kelurahan di ke camatan P adang B arat terhadap ancaman be ncana t sunami j ika di lihat da ri b ahaya t sunami, ke rentanan s erta kapasitas yang dimiliki oleh kecamatan Padang Barat.

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari studi ini adalah:

1. Melakukan pemetaan terhadap potensi be ncana ya ng mungkin t erjadi sehingga diperoleh daerah yang dapat digunakan sebagai daerah evakuasi. 2. Melakukan kajian terhadap kerentanan kecamatan Padang Barat terhadap

bencana Tsunami.

3. Mengidentifikasi ketahanan yang dimiliki oleh daerah studi.

4. Melakukan analisis terhadap resiko tsunami ditinjau dari potensi bencana, kerentanan dan ketahanan di daerah studi.

5. Mengidentifikasi kebutuhan s arana da n pr asarana s erta ke butuhan di daerah evakuasi

1.4 Daerah Studi

Karena l uasnya r uang l ingkup kot a Padang, m aka l ingkup daerah studi di batasi hanya pa da ke lurahan-kelurahan di ke camatan Padang Barat. Wilayah studi tersebut dapat dilihat pada gambar 1.2

Kelurahan tersebut meliputi: 1. Berok Nipah 2. Belakang Pondok 3. Belakang Tangsi 4. Kampung Jao 5. Olo 6. Purus 7. Padang Pasir 8. Ujung Gurun 9. Rimbo Kaluang 10. Flamboyan Baru

(5)

5 Gambar 1.2 Daerah Studi (Kecamatan Padang Barat)

1.5 Kebutuhan Data

Untuk melaksanakan penelitian ini dibutuhkan data sebagai berikut:

1. Data demografi sampai dengan tingkat kelurahan yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik Kota Padang.

2. Peta K ontur w ilayah studi ya ng da pat di peroleh da ri P T B ina Lingkungan Lestari.

(6)

6 3. Citra Quickbird tahun 2001 yang diperoleh dari PT Bina Lingkungan

Lestari

4. Data da n Peta jaringan j alan sampai dengan t ingkat ke lurahan ya ng dapat di analisis da ri pe ta ci tra ya ng diperoleh dari P T B ina Lingkungan L estari se rta d ari D inas P emukiman dan Prasaranan Wilayah ko ta P adang ya ng mampu unt uk memberikan i nformasi mengenai jaringan jalan.

5. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Padang tahun 2004 -2013 yang dapat diperoleh dari Bappeda kota Padang.

6. Data s ebaran s ekolah yang di peroleh da ri D inas P endidikan K ota Padang.

1.6 Metodologi Penelitian

Secara garis besar, penelitian ini dilakukan melalui tahapan sebagai berikut : 1. Studi l iteratur baik d ari buku -buku ya ng be rkaitan maupun da ri

penelitian y ang pe rnah di lakukan. S tudi l iteratur i ni di maksudkan untuk mengkaji potensi bencana tsunami di daerah studi.

2. Pengambilan dan pengumpulan data sebagaimana yang diuraikan pada sub bab kebutuhan data.

3. Pengolahan data untuk melihat kerentanan dan peluang evakuasi pada daerah studi yang untuk lebih detailnya akan dijelaskan pada bab 3. 4. Melakukan visua lisasi ha sil ana lisis ya ng akan menggambarkan

(7)

7 Secara diagramatis, alur kerja penelitian serta pengolahan data dapat dilihat pada gambar 1.3 di bawah ini

Gambar 1.3 Alur Kerja Penelitian

Analisis kerentanan s elanjutnya akan di jelaskan pa da s ub b ab 3.1, a nalisis peluang evakuasi se cara l ebih mendetail a kan dijelaskan p ada s ub ba b 3.2 sedangkan perhitungan kebutuhan daerah pengungsian a kan di jabarkan pada sub bab 3.3

1.7 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN, bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, identifikasi masalah, t ujuan pe nulisan, da erah studi, m etodologi penelitian dan sistematika penulisan

Pengambilan Data Mulai

Studi Literatur

Analisis ketahanan

Menghitung kebutuhan daerah pengungsian dan

Analisis Resiko Bencana

Selesai

Potensi Bencana Analisis kerentanan

(8)

8 BAB II TINJAUAN P USTAKA, pa da ba b ini a kan di jelaskan m engenai

analisis resiko, tsunami, penanganan dan pengelolaan bencana BAB III METODOLOGI P ENELITIAN, ba b i ni m enjelaskan m engenai

metodologi yang dipakai pada penelitian.

BAB IV HASIL DAN KAJIAN, bab ini akan menjelaskan mengenai upaya mitigasi be ncana t sunami ya ng meliputi id entifikasi potensi terjadinya t sunami, ke rentanan w ilayah, pe luang e vakuasi unt uk masing-masing kelurahan, identifikasi da erah da n ke butuhan evakuasi u ntuk m asing-masing kelurahan serta ke tahan ya ng dimiliki oleh kecamatan Padang Barat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN, bab ini berisikan kesimpulan dari hasil ana lisis dise rtai saran-saran ag ar ha sil y ang di peroleh pa da tesis ini dapat diperbaiki pada masa yang akan datang.

Gambar

Gambar 1.3 Alur Kerja Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Penegakan sikap kedisiplinan sudah sering kita alami, namun sering kali kita mengabaikan bahkan tidak peduli dengan kedisiplinan tersebut. SMP Negeri 2 Kartasura

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, sumber segala kebenaran, sang kekasih tercinta yang tidak terbatas pencahayaan cinta-Nya bagi hamba-Nya, Allah Subhana Wata‟ala

Melalui kegiatan observasi di kelas, mahasiswa praktikan dapat. a) Mengetahui situasi pembelajaran yang sedang berlangsung. b) Mengetahui kesiapan dan kemampuan siswa dalam

Dua hal yang dipelajari penulis dengan pendekatan kemosistematika dalam peng- amatan adalah: (1) ketetapan karakter pada kelompok besar tetumbuhan yang memiliki arti dalam

Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Masyarakat Kampung Bali, yang penelitiannya meliputi wawancara pada Masyarakat Suku Bali di Desa Cipta Dharma atau

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pembayaran kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk