• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perburuhan-Oktober 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perburuhan-Oktober 2008"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME VI OKTOBER 2008

(2)

Berkhas merupakan salah satu media Akatiga yang menyajikan kumpulan berita dari berbagai macam surat kabar, majalah, serta sumber berita lainnya. Jika pada awal penerbitannya kliping yang ditampilkan di Berkhas dilakukan secara konvensional, maka saat ini kliping dilakukan secara elektronik, yaitu dengan men-download berita dari situs-situs suratkabar, majalah, serta situs-situs berita lainnya.

Bertujuan untuk menginformasikan isu aktual yang beredar di Indonesia, Berkhas diharapkan dapat memberi kemudahan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam pencarian data atas isu-isu tertentu. Berkhas yang diterbitkan sebulan sekali ini setiap penerbitannya terdiri dari isu Agraria, Buruh, dan Usaha Kecil.

(3)

D a f t a r I si

2 Perusahaan langgar ketentuan THR --- 1

TKI asal Bantul tidak mudik--- 2

Penyerapan tenaga kerja baru 60% --- 3

'Permudah pengurusan izin TKI' --- 4

12 TKI Segera Dipulangkan ke Indonesia --- 5

Apjati Tuntut Penyederhanaan Birokrasi Penempatan TKI --- 6

Setiap Tahun 20.000 TKI Ilegal Dipulangkan --- 7

Puluhan Eks Karyawan Naintex Nginap di PN Bandung --- 8

Arab Saudi Deportasi 18.000 TKI Ilegal--- 9

Disnaker Bekasi Janji UMK 2009 Naik --- 10

Mekanisme Kontrol UMK Kurang --- 11

Pembahasan UMK 2009 Alot --- 12

Pengusaha Minta UMK Sesuai Kemampuan --- 13

Buruh Tuntut Upah Rp 1,5 Juta --- 14

Tenaga kerja Babel siap isi Thailand --- 15

100 TKI ahli berangkat ke Nigeria --- 16

Buruh Tuntut Manajer Umum Dideportasi --- 17

Pengusaha Kesulitan Naikkan Tawaran UMP --- 18

UMK Bekasi Akan Naik --- 19

Industri tekstil dan sepatu pastikan PHK 10% pekerja --- 20

Kecelakaan kerja capai 25.000 kasus --- 22

Penyerapan TKI tak terganggu krisis --- 23

Buruh Tangerang Tolak Penjajahan Gaya Baru --- 24

(4)

Penganggur di dunia akan bertambah 20 juta orang --- 35

Kenaikan upah diusulkan di bawah inflasi --- 37

70.000 Buruh Tekstil Akan Kehilangan Pekerjaan --- 38

400.000 Pekerja industri tekstil di Semarang --- 40

"Remittance" TKI Sukabumi Rp 154 Miliar --- 41

Sektor Riil Terpukul --- 42

100.000 Pengusaha Siap PHK Karyawan --- 44

Pengangguran akan bertambah 3,5 juta --- 45

SKB Upah Minimum Hanya Sementara--- 47

Buruh tolak pembatasan kenaikan upah --- 48

'Satu lowongan diperebutkan 500 orang' --- 50

Aturan soal Upah untuk Kepentingan Siapa? --- 52

Menyelamatkan Upah Buruh --- 55

Dampak Krisis Global di Thailand --- 56

Angka kematian buruh migran naik terus --- 57

Ketenagakerjaan hadapi 3 isu krusial --- 59

Sekitar 10.000 Buruh Dirumahkan--- 60

100 Pekerja Unjuk Rasa di Kantor Jamsostek Cimahi --- 61

(5)

Bisnis I ndonesia Jumat, 03 Oktober 2008

2 Pe r u sa h a a n la n g g a r k e t e n t u a n TH R

MANADO: Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Manado telah menerima dua pengaduan ataupun informasi terkait dengan pemberian tunjangan hari raya (THR) Idulfitri yang tidak sesuai dengan aturan.

Koordinator Wilayah KSBSI Sulut Jack Andalang mengatakan dirinya telah menerima pengaduan dan mendapatkan informasi tentang dua perusahaan di Kota Manado yang tidak memberikan THR berdasarkan ketentuan berlaku.

"Kedua perusahaan dilaporkan memberikan THR dalam bentuk natura serta yang satu hanya berupa janji namun belum melaksanakan," katanya, awal pekan ini.

(6)

Berkhas 2 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Senin, 06 Oktober 2008

TKI a sa l Ba n t u l t id a k m u d ik

YOGYAKARTA: Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang bekerja di luar negeri tidak mudik ke kampung halamannya pada Lebaran kali ini.

"Pada Lebaran kali ini, TKI dari Bantul rata-rata tidak pulang kampung, biasanya mereka hanya mengirimkan uang hasil bekerja di sana ke keluarganya masing-masing," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Sugeng Sudaruno, kemarin.

(7)

Bisnis I ndonesia Selasa, 07 Oktober 2008

Pe ny e r a pa n t e na ga k e r j a ba r u 6 0 %

JAKARTA: Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi mencatat jumlah tenaga kerja yang terserap selama 10 bulan pertama tahun ini baru sekitar 60% dari target yang ditetapkan yakni 2,5 juta orang.

Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi Erman Suparno mengatakan jumlah tenaga kerja yang terserap itu meliputi tenaga kerja informal dan formal, baik yang ditempatkan di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Per bulan September 2008 ini realisasinya baru mencapai 60%. Itu juga termasuk penempatan transmigrasi lewat KTM [delapan Kota Terpadu Mandiri] yang untuk tahun ini ditargetkan 11.000 KK dan tenaga kerja ke luar negeri," ujar Erman usai halal- bihalal dengan pegawai Depnakertrans, kemarin.

(8)

Berkhas 4 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Rabu, 08 Oktober 2008

'Pe r m u d a h p e n g u r u sa n iz in TKI '

BATAM: Mennakertrans Erman Suparno meminta pemerintah daerah mempermudah pengurusan izin tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk meminimalisasi TKI ilegal.

"Agar mereka bekerja secara resmi melalui dinas, kabupaten/kota dibuat paspor khusus," katanya di Batam, kemarin. Menurut dia, jika diberikan kemudahan, calon TKI tidak akan menggunakan calo yang tidak bertanggung jawab.

Erman menuturkan masalah TKI ilegal harus diatasi bersama-sama antara aparat dan masyarakat. "Pemerintah dan masyarakat dituntut disiplin," katanya.

Menteri mengatakan beberapa musibah yang menimpa TKI tidak dapat dibantu pemerintah karena TKI yang terlibat ilegal. Seperti yang terjadi pada sekitar 150 WNI yang kapalnya tenggelam di perairan Malaysia beberapa waktu lalu.

Pemerintah tidak dapat mengusahakan pencairan dana asuransi karena korban merupakan TKI ilegal, maka tidak memiliki asuransi.

(9)

Kompas Rabu, 08 Oktober 2008

1 2 TKI Se ge r a D ipula ngk a n k e I ndone sia

Rabu, 8 Oktober 2008 | 00:44 WIB

Kuala Lumpur, Kompas - Sebanyak 12 korban selamat yang sempat dirawat di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, Kuala Lumpur, Malaysia, siap dipulangkan ke Indonesia. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur dan Pemerintah Malaysia tengah memproses dokumen pemulangan korban.

Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang siap dipulangkan itu termasuk satu korban yang sempat melarikan diri dari rumah sakit. Korban bernama Luningsih itu sudah kembali ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Senin (6/10). KBRI mencatat dua korban, termasuk Luningsih, melarikan diri dari rumah sakit karena khawatir akan diproses hukum oleh Pemerintah Malaysia.

”Kami sudah mengumumkan di media massa setempat agar korban kapal tenggelam yang melarikan diri dari rumah sakit segera melapor ke KBRI agar bisa segera dipulangkan dengan baik- baik,” ucap Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Da’i Bachtiar.

Bersama Luningsih terdapat 11 korban yang sempat mendapatkan pertolongan medis, yakni Safarudin, Amun, Nurul, Kosmawati, M Rizki, Srikandi, Ika Febriani, Maisara binti Nurdin, Sulfiani binti Atim Rimono, Santi dan anaknya Nyeo Gia Hoon. Sebagian besar korban akan dipulangkan ke Medan, Sumatera Utara.

Sementara itu, tujuh awak kapal masih diperiksa oleh polisi Malaysia. Pemeriksaan awal kapal tersebut berada di bawah kewenangan polisi Malaysia.

Belum teridentifikasi

Satu jenazah belum berhasil diidentifikasi. Jenazah masih ada di kamar mayat Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah.

Bila beberapa hari mendatang tidak ada keluarga yang mengakui korban, KBRI akan memakamkan jenazah tersebut di Malaysia.

Hingga kini, sudah 14 jenazah yang ditemukan. Sejumlah 13 jenazah sudah dikirimkan ke Indonesia pada Minggu dan Senin kemarin.

Sementara itu, masih ada sedikitnya dua anak balita yang belum ditemukan.

Pemerintah Malaysia sempat menemukan empat mayat di sekitar lokasi kejadian.

Akan tetapi, hingga siang kemarin, pihak KBRI belum berani memastikan bahwa keempat mayat itu adalah korban kecelakaan kapal kayu.

(10)

Berkhas 6 Volume VI November 2008

Kompas Rabu, 08 Oktober 2008

Ap j a t i Tu n t u t Pe n y e d e r h a n a a n Bir ok r a si

Pe ne m pa t a n TKI

Rabu, 8 Oktober 2008 | 01:32 WIB

Jakarta, Kompas - Pengurus Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia atau Apjati dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dijadwalkan akan bertemu pada Kamis sampai Jumat (9-10/10) untuk menyusun berbagai langkah mempercepat reformasi penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Salah satu fokus pembahasan adalah percepatan reformasi birokrasi penempatan dan perlindungan TKI.

”Tujuannya memotong birokrasi penempatan TKI agar lebih mudah, murah, cepat, dan aman. Kami ingin hal ini sepenuhnya bisa diterapkan sehingga calon TKI lebih banyak yang mengikuti proses penempatan legal lewat Apjati,” kata Ketua Umum Apjati Nurfaizi, Selasa (7/10) di Jakarta.

Apjati adalah organisasi beranggotakan 323 Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). PPTKIS anggota Apjati menempatkan rata-rata 25.000 orang ke luar negeri per bulan.

Menurut Nurfaizi, birokrasi yang terlalu panjang menyebabkan praktik penempatan ilegal marak. Karena itu, Apjati ingin bersama pemerintah untuk menyampaikan hasil evaluasi terhadap penerapan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri serta implementasi Instruksi Presiden No 6/2006 tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

”Kami ingin agar peranan masing-masing pihak dijalankan secara proporsional. Jadi, pemerintah sebagai regulator, fasilitator, dan protektor, sedangkan PPTKIS berperan penuh sebagai operator,” ujar Nurfaizi.

Secara terpisah, Analis Kebijakan Migrant CARE Wahyu Susilo meminta agar soal birokrasi jangan menjadi kambing hitam. Keruwetan yang terjadi dalam proses penempatan TKI selama ini bermula dari praktik calo sejak perekrutan.

Menurut Wahyu, proses penempatan TKI semestinya cukup ditangani di daerah sehingga konsep mudah, murah, aman, dan cepat bisa tercapai. ”Yang terjadi sekarang malah membuka peluang munculnya praktik ilegal yang mahal dan sangat tidak aman,” kata Wahyu.

Dalam kunjungan kerja di Batam, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno meminta pemda mempermudah pengurusan izin TKI untuk menekan buruh migran ilegal. Kemudahan akan mendorong calon TKI mengikuti prosedur penempatan yang resmi dan tidak mudah terbujuk rayuan calo yang tidak bertanggung jawab.

(11)

Kompas Rabu, 08 Oktober 2008

Tenaga Kerja

Se t ia p Ta h u n 2 0 .0 0 0 TKI I le g a l D ip u la n g k a n

Rabu, 8 Oktober 2008 | 01:44 WIB

Bandung, Kompas - Setiap tahun lebih dari 20.000 tenaga kerja Indonesia ilegal di Arab Saudi harus dipulangkan. Mereka menjadi TKI ilegal antara lain karena menggunakan izin umrah atau izin kerjanya habis.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Salim Segaf Aljufri di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/10), mengatakan, penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dilakukan dengan cara mendeportasi. ”Biayanya dari Pemerintah Arab Saudi. Para TKI itu kemudian didaftarhitamkan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah TKI di Arab Saudi sangat banyak sehingga sulit melacak yang ilegal. ”Kami harus realistis dan berupaya memperkecil masalah,” kata Salim lagi.

Tahun lalu, lanjutnya, tercatat sekitar 24.000 TKI ilegal yang dipulangkan. Tahun ini diperkirakan jumlahnya pun mendekati angka tersebut.

”Hingga awal Oktober 2008, jumlah TKI ilegal hampir 18.000 orang. Jumlah yang legal di Arab Saudi sekitar 700.000 orang. Arab Saudi sebenarnya masih membutuhkan TKI, terutama sebagai pembantu rumah tangga. Pemerintah mengupayakan agar TKI dengan keterampilan memadai saja yang dikirimkan ke luar negeri,” kata Salim.

Mengenai TKI yang tersangkut kasus hukum, Salim mengatakan, jumlahnya tidak banyak dan kasusnya pada umumnya ringan. Dalam kaitan ini, dia berharap pemerintah berupaya mendatangkan investor ke Indonesia untuk menambah lapangan pekerjaan.

”Masalah TKI itu problem kita semua. Kalau di daerah tinggalnya ada peluang seperti pertanian, saya yakin TKI tak akan meninggalkan orangtua dan anak mereka,” kata Salim lagi.

Korban kapal tenggelam

(12)

Berkhas 8 Volume VI November 2008

Pikiran Rakyat Rabu, 08 Oktober 2008

Pu lu h a n Ek s Ka r y a w a n N a in t e x N g in a p d i PN

Ba n d u n g

Rabu, 08 Oktober 2008 , 14:37:00

BANDUNG, (PRLM).-Puluhan eks karyawan PT Naintex melakukan aksi menginap selama tiga hari tiga malam di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Mereka mengancam akan terus melakukan aksinya bila tuntutannya belum juga dikabulkan.

Para pendemo yang menginap kebanyakan ibu-ibu yang sebagian dari mereka membawa anak-anak yang masih kecil. Mereka tidur diemperan gedung PN Bandung, namun pada hari berikutnya mereka diperbolehkan oleh bagian keamanan PN Bandung untuk menginap di lorong bawah tangga gedung utama PN Bandung.

Agus Supriatna (39), koordinator aksi, Rabu (8/1), mengatakan buruh melakukan aksi menginap di PN Bandung merupakan pilihan terakhir karena dari pihak PN Bandung belum juga ada kejelasan tentang tuntutan mereka.

Menurut Agus, telah dilakukan pertemuan antara perwakilan buruh dengan Panitia dan sekertaris (Pansek) PN Bandung Adi Wahyono. Dalam pertemuan tersebut dijelaskan pihak PN Bandung masih mengkaji tuntutan mereka mengingat mereka diluar dari eks buruh yang tuntutannya dimenangkan di PHI Bandung. "Jadi mengenai tuntutan kami ini masih dibahas dan dikonsultasikan diunsur pimpinan PN Bandung," kata Agus.

(13)

Suara Pembaruan Rabu, 08 Oktober 2008

Ar a b Sa u d i D e p or t a si 1 8 .0 0 0 TKI I le g a l

[BANDUNG] Pemerintah Arab Saudi sejak awal tahun 2008 hingga saat ini sudah memulangkan sekitar 18.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal. Diperkirakan hingga akhir tahun nanti bisa mencapai 20.000 orang. Pada 2007, jumlah TKI ilegal yang dipulangkan ke Tanah Air mencapai 24.000.

"Pemerintah Saudi yang membayar pemulangannya. Para TKI ilegal yang dideportasi itu akan masuk namanya dalam daftar hitam Pemerintah Arab Saudi. Mereka dilarang dan tidak diperbolehkan untuk memasuki negara itu lagi," kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Dr Salim Segaf Al-Jufri di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Selasa (7/10).

Dikatakan, saat ini jumlah TKI yang tercatat secara resmi dan legal untuk bekerja di Arab Saudi, mencapai 800.000 orang dari seluruh wilayah Indonesia. Pasar di sana masih sangat membutuhkan tenaga untuk pembantu rumah tangga.

(14)

Berkhas 10 Volume VI November 2008

Kompas Senin, 13 Oktober 2008

D isn a k e r Be k a si Ja n j i UM K 2 0 0 9 N a ik

Monday, 13 October 2008

BEKASI (SINDO) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi berjanji upah minimum kota (UMK) Kota Bekasi pada 2009 mendatang akan mengalami kenaikan.

Saat ini UMK Kota Bekasi mencapai Rp990.000 per bulan. Kepala Disnaker Kota Bekasi Agus Dharma mengatakan, dengan jumlah UMK yang mencapai Rp990.000 per bulan tersebut, saat ini persentase UMK Kota Bekasi telah mencapai 99,5% dari nilai kebutuhan hidup layak (KLH) 2008 sebesar Rp1.113.000.

Persentase UMK tersebut, terang dia, pada 2010 mendatang harus mencapai 100%.Agar target ini terealisasi, secara bertahap Disnaker Kota Bekasi terus berupaya menaikkan UMK. ”UMK Kota Bekasi pada 2009 mendatang pastinya akan mengalami kenaikan beberapa persen dibandingkan tahun ini,”kata Agus kemarin.

Untuk menentukan UMK 2009 mendatang, Disnaker telah melakukan survei lapangan terhadap 43 jenis kebutuhan hidup pada Juli akhir dan minggu ketiga Agustus lalu. Dari survei itu, Disnaker telah memiliki nilai KLH Kota Bekasi untuk dijadikan bahan acuan penetapan UMK 2009.

Namun sayang, Agus enggan menyebutkan nilai KHL dan prediksi besaran kenaikan UMK Kota Bekasi 2009. Alasannya, tidak ingin ada keresahan di kalangan pengusaha dan pekerja. ”Akhir November nanti, kami akan sampaikan ke publik. Yang jelas,UMK Kota Bekasi mendatang akan mengalami kenaikan,” janjinya.

Lebih lanjut Agus menegaskan, nilai UMK 2009 tidak mungkin turun. Apalagi, saat ini inflasi telah mencapai 12% dan nilai KHL juga mengalami kenaikan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Bekasi Purnomo Narmiadi mengatakan, kenaikan UMK 2009 mendatang memang pasti terjadi.

Meski demikian, Purnomo berharap besaran nilai UMK tersebut sesuai dengan aspirasi dari tiga komponen yakni pemerintah daerah, serikat pekerja,dan pengusaha. Purnomo tidak menginginkan putusan nilai UMK yang akan melalui pembahasan ketat di tingkat dewan pengupahan kota memberatkan pengusaha dan serikat pekerja.

Dia mencontohkan, UMK 2008 yang mencapai Rp990.000 per bulan sangat aneh. Sebab ternyata nilai UMK Kota Bekasi saat ini merupakan UMK tertinggi di Jawa Barat, bahkan lebih tinggi dibandingkan UMK DKI Jakarta.

(15)

Kompas Senin, 13 Oktober 2008

M e k a n ism e Kon t r ol UM K Ku r a n g

Pe nda pa t a n Pe r usa ha a n Ke cil

Senin, 13 Oktober 2008 | 10:45 WIB

BLORA, KOMPAS - Banyak perusahaan di Kabupaten Blora tidak menerapkan upah minimum kabupaten atau UMK pada 2008, padahal nilai UMK 2008 lebih rendah ketimbang 2009. Pasalnya, mekanisme kontrol penerapan upah UMK di Kabupaten Blora belum berjalan optimal dan tidak ada sanksi bagi perusahaan yang tidak menerapkan UMK.

Berdasarkan data Kantor Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial Kabupaten Blora, UMK pada tahun 2008 senilai Rp 624.000 per bulan. Pada 2008, dari 410 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Blora, hanya 77 perusahaan yang sudah menyerahkan laporan pengajian karyawan.

Dari 77 perusahaan itu, hanya 23 perusahaan atau sekitar 30 persen menggaji karyawan seusai UMK. Selebihnya masih belum diketahui yang menggaji karyawan di bawah, sesuai, atau bahkan lebih tinggi dari UMK.

Koordinator Divisi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Kunarto Marzuki, Minggu (12/10) di Blora, menilai, kondisi itu menggambarkan Pemerintah Kabupaten Blora belum dapat menggerakkan perusahaan-perusahaan untuk menerapkan UMK. Mekanisme kontrol dan pengawasan Pemkab Blora masih lemah dan belum optimal.

Posisi itu akan semakin bertambah lemah ketika Pemkab Blora mengusulkan UMK pada tahun 2009 sebesar Rp 675.000 per bulan. Nilai itu lebih tinggi Rp 51.000 ketimbang UMK 2008.

Pendapatan kecil

Menurut Kunarto, perusahaan belum memenuhi UMK karena tidak adanya sanksi hukum tetap pada perusahaan-perusahaan yang enggan menerapkan UMK. Selain itu, banyak perusahaan di Blora belum dapat memenuhi UMK karena pendapatannya kecil.

"Jika ingin tegas, pemerintah dapat membuat peraturan daerah atau peraturan kepala daerah tentang sanksi-sanksi bagi perusahaan yang tidak menerapkan UMK," katanya.

Secara terpisah, Kepala Kantor Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial Waluyo mengatakan, Pemkab Blora telah mengusulkan UMK 2009 Rp 675.000 per bulan kepada Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Usulan itu berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL) 2008 di sejumlah daerah di Kabupaten Blora yang rata-rata sekitar Rp 710.546 per bulan.

(16)

Berkhas 12 Volume VI November 2008

Seputar I ndonesia Selasa, 14 Oktober 2008

Pe m b a h a sa n UM K 2 0 0 9 Alot

Tuesday, 14 October 2008

MALANG (SINDO) – Pembahasan upah minimum kabupaten (UMK) Malang 2009 alot.Penyebabnya,Serikat Pekerja dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) belum menemukan kesepakatan nilai UMK.

Buruh yang diwakili Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) meminta besaran UMK Rp985.000,sedangkan Apindo hanya mematokangka tertinggi Rp900.000.Dari hasil survei kebutuhan hiduplayak(KHL) di Kabupaten Malang, nilai KHL mencapai Rp932.000/ bulan.

Usulan perwakilan buruh tentang besaran UMK tersebut didasarkan pada perpaduan nilai KHL dengan prediksi inflasi.Inflasi pada 2009 diprediksi 5,7%.Dengan adanya tarik ulur ini,hingga kini Pemkab belum bisa memutuskan besaran UMK Malang yang akan diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. ”Masih dicari besaran yang pas untuk UMK Malang. Ada dua usulan (pengusaha dan pekerja). Itu kami tampung dan belum kami putuskan berapa usulan nanti,”ujar Wakil Bupati Malang Rendra Kresna kemarin. Menurut dia, dengan adanya dua usulan tersebut,Pemkab saat ini belum bisa memutuskan akan mengambil besaran yang mana.

”Paling kami nanti usulkan dua-duanya, yaitu milik pekerja dan pengusaha kepada Gubernur. Nantinya hanya satu yang diputuskan Gubernur,” ujarnya. Rendra menegaskan, untuk memutuskan besaran nilai UMK, nantinya Pemkab Malang akan menunggu besaran UMK di daerah lainnya seperti Sidoarjo, Surabaya, dan Gresik. ”Tidak mungkin kami lebih besar dari daerah itu (Sidoarjo, Surabaya, Gersik), makanya kami menunggu dulu berapa pastinya UMK daerah lain,” ungkapnya.

Namun, dia menegaskan bahwa nilai UMK tidak mungkin berada di bawah nilai KHL. Sebab, KHL adalah besaran minimal yang harus dipenuhi dalam menentukan UMK.Hal tersebut sesuai dengan aturan pemerintah yang diberlakukan untuk daerah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Malang Djaka Ritamtama membenarkan bahwa sampai saat ini belum ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja.Setiap kali dilakukan pertemuan antara keduanya, pembahasannya selalu buntu (deadlock).

(17)

Kompas Rabu, 15 Oktober 2008

Ketenagakerjaan

Pe n g u sa h a M in t a UM K Se su a i Ke m a m p u a n

Rabu, 15 Oktober 2008 | 11:01 WIB

SEMARANG, KOMPAS - Pengusaha meminta agar penetapan upah minimum kabupaten dan kota atau UMK tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan hidup layak atau KHL setempat, tetapi juga kemampuan dunia usaha. Untuk itu, kesepakatan bipartit antara pengusaha dan pekerja lebih diutamakan.

"Ini karena kenaikan UMK yang didasarkan kepada KHL bisa saja terus naik, tetapi tidak serta-merta paralel dengan kenaikan harga jual produksi," ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Agung Wahono, di Kota Semarang, Selasa (14/10).

Oleh karena itu, Agung berharap besaran UMK yang ditetapkan pemerintah daerah tidak hanya berdasarkan pada kenaikan harga kebutuhan pokok semata. "Jika hanya berdasarkan KHL, maka itu tidak relevan mengingat tingkat kemampuan perusahaan berbeda," ucapnya.

Selama ini, Agung mengungkapkan, sekitar 50 persen dari sekitar 5.000 perusahaan di Jateng tidak memenuhi pelaksanaan UMK. Akibatnya, kesepakatan bipartit antara pekerja dan pengusaha ditempuh. "Namun, nyatanya perusahaan ini tetap jalan dan pekerja juga menerimanya," katanya.

Pasalnya, lanjut Agung, jika besaran UMK yang didasarkan pada KHL dipaksakan untuk diterapkan pada semua perusahaan, justru bisa memicu pengurangan tenaga kerja. "Bisa jadi pengusaha melakukannya demi keberlangsungan hajat hidup perusahaan," kata Agung.

Terkait dengan krisis keuangan global, Agung mengakui, dunia usaha turut terpengaruh dan bisa berakibat dalam kemampuan perusahaan untuk melaksanakan UMK. Untuk itu, ia menekankan agar semua pihak bisa mengerti.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jateng Siswo Laksono, menjamin pelaksanaan pembayaran UMK kepada pekerja tidak akan terpengaruh krisis keuangan global. Menurutnya, UMK adalah hak buruh yang mesti diberikan perusahaan kepada pekerja.

Selain itu, Siswo menegaskan, jika terdapat perusahaan yang tidak mampu membayar pelaksanaan UMK maka harus mengajukan penangguhan pembayaran dengan melibatkan pekerja untuk menyepakatinya. "Jika tidak melibatkan pekerja maka tidak akan disetujui oleh pemerintah," katanya.

(18)

Berkhas 14 Volume VI November 2008

Tempo I nteraktif Kamis, 15 Oktober 2008

Bu r u h Tu n t u t Up a h Rp 1 ,5 Ju t a

Rabu, 15 Oktober 2008 | 13:32 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya: Sejumlah serikat buruh yang tergabung Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menuntut Upah Minimum Kota (UMK) di Surabaya, Jawa Timur, sebesar Rp 1,5 juta.

Tuntutan ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 300 buruh dari berbagai perusahaan di pelataran kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya pada Rabu (15/10).

Juru bicara pengunjuk rasa, Yuyuk Yuniarti, meminta agar penghitungan upah dilakukan secara terbuka dan penetapan upah adalah 100 persen dri Kebutuhan Hidup Layak (KHL) ditambah beban inflasi riil.

"Selama ini upah di Kota Surabaya tidak 100 persen dari KHL," ujarnya. Adapun usulan UMK Kota Surabaya sebelum ditambah inflasi besarnya Rp 964 ribu

Yuyuk meminta agar anggota DPRD Surabaya menjadi mediator antara serikat buruh dengan pengusaha serta dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

"Harga kebutuhan pokok terus merangkak naik. Mana cukup upah di bawah satu juta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta Dewan memanggil pengusaha PT Propindo Megah Tama (Sea Master Restoran) karena menunggak membayar upah kepada 150 buruh setempat. Serta memanggil pengusaha PT Istana Tiara Surabaya dan PT Fastfood Indonesia karena tidak memberikan hak buruh.

"Bidang Pengawas Dinas Tenaga Kerja Surabaya tidak tegas terhadap pengusaha yang tidak memenuhi hak buruh," ujar dia.

Dalam unjuk rasa tersebut, ratusan buruh yang mengenakan seragam berpakaian merah ini membawa sejumlah poster, di antaranya "Bubarkan Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya", "Berikan Upah Layak Pada Buruh", dan "Walikota Surabaya Harus Berpihak Pada Rakyat Kecil!"

Selain itu mereka juga melakukan orasi serta meneriakkan yel yang intinya menuntut agar pemerintah berpihak pada kepentingan buruh dalam penentuan upah.

(19)

Bisnis I ndonesia Kamis, 16 Oktober 2008

Te na ga k e r j a Ba be l sia p isi Tha ila nd

PANGKALPINANG: Tenaga kerja Bangka Belitung (Babel) siap mengisi pasar Thailand dan Malaysia dalam kerangka kerja sama segi tiga pertumbuhan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle).

"Dalam pertemuan IMT-GT bidang tenaga kerja di Soklah Thailand akhir bulan lalu kesepakatan itu dimantapkan dengan upaya-upaya lebih konkret," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Kepulauan Babel A.M.G. Soewargo di Pangkalpinang, kemarin.

Dia mengatakan aparat pemerintah Babel tidak ingin kerangka kerja sama tersebut berakhir begitu saja, tanpa ada manfaat yang didapat oleh daerah.

(20)

Berkhas 16 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Jumat, 17 Oktober 2008

1 0 0 TKI a hli be r a ngk a t k e N ige r ia

JAKARTA: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memberangkatkan 100 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) berkeahlian khusus ke Nigeria.

Sebanyak 100 orang TKI yang akan diberangkatkan tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli bidang pengelasan (welder) yang diperoleh dari Daiwoo Nigeria Limited (DNL), sebuah proyek patungan antara perusahaan Korea Selatan Daiwoo Pemerintah Nigeria.

"Mereka akan ditempatkan di proyek lepas pantai (offshore) di Nigeria dengan masa kontrak kerja dua sampai tiga tahun," ujar kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat di sela-sela pelepasan 100 TKI tersebut, kemarin.

(21)

Kompas Jumat, 17 Oktober 2008

Topik

Bu r u h Tu n t u t M a n a j e r Um u m D id e p or t a si

Jumat, 17 Oktober 2008 | 14:15 WIB

Buruh PT Lingga Sakti Indonesia di kawasan industri Ngoro atau Ngoro Industrial Park (NIP), Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Kamis (16/10), menuntut manajer umum perusahaan, Kou Chung Cheng, yang berasal dari Taiwan agar dideportasi.

Tuntutan disebabkan penganiayaan yang dilakukan Kou Chung terhadap tiga orang satpam dan dua pegawai PT Lingga Sakti Indonesia malam sebelumnya. Penganiayaan dilakukan Kou Chung dalam keadaan tidak sadar karena di bawah pengaruh barang atau minuman memabukkan.

"Kasus pemukulan itu terjadi hingga Kamis (16/10) dini hari. Paginya kami laporkan ke Polsek Ngoro dan kami mintakan visum, namun teman-teman memutuskan tetap melakukan aksi," kata Afik Irwanto, Sekretaris Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) yang mengorganisasi tuntutan.

Selain tuntutan pendeportasian dan pemecatan Kou Chung, buruh juga menuntut agar perusahaan menolak aksi-aksi kekerasan. Mereka juga minta ganti rugi untuk korban-korban penganiayaan oleh Kou Chung.

(22)

Berkhas 18 Volume VI November 2008

Kompas Jumat, 17 Oktober 2008

Upah Minimum

Pe n g u sa h a Ke su lit a n N a ik k a n Ta w a r a n UM P

Jumat, 17 Oktober 2008 | 11:24 WIB

Yogyakarta, Kompas - Pelaku industri tekstil di Yogyakarta mengaku sulit membayar upah minimum di atas angka Rp 656.500 seperti yang mereka tawarkan dalam pembahasan upah minimum provinsi atau UMP di Dewan Pengupahan. Jika dipaksakan, kelangsungan usaha mereka akan terganggu. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) DI Yogyakarta Jadin T Jamaludin, Kamis (16/10), mengatakan, penentuan upah minimum merupakan masalah yang dilematis bagi pengusaha.

Di satu sisi biaya kebutuhan hidup pekerja memang meningkat. Di sisi lain biaya produksi perusahaan juga meningkat. Selain itu, sektor usaha di Yogyakarta yang masih belum pulih pascagempa kini dihantam krisis. Angka KHL (kebutuhan hidup layak) bukan satu-satunya alat untuk mengukur UMP. Ada faktor pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang harus dipertimbangkan, katanya.

Menurut dia, kelangsungan industri tekstil DIY terancam oleh krisis keuangan global yang berlangsung saat ini. Hal itu terjadi karena sebanyak 26 persen produk tekstil dari DIY diekspor ke Amerika Serikat dan sekitar 50 persen ke Eropa. Saat ini, pesanan yang datang mulai melambat. Tapi, kami belum bisa menghitung nilainya, ujarnya.

Melihat kondisi saat ini, ia berharap para pekerja juga mau memahami posisi pengusaha dan mau ikut serta menjaga kelangsungan usaha demi kepentingan bersama. Jangan dikotomikan pengusaha dengan buruh, katanya. Sebelumnya, Ketua DPD Serikat Pekerja Seluruh Indonesia DIY MS Sjamsudimuljo berharap agar ada angka kompromi antara usulan UMP dari pengusaha yang berjumlah Rp 656.500 dan usulan UMP dari pekerja sebesar Rp 757.600.

Upah jurnalis Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta juga mengeluarkan angka upah yang layak bagi jurnalis. Berdasarkan survei kebutuhan hidup per bulan terhadap sejumlah jurnalis, AJI menyimpulkan, upah layak bagi jurnalis pemula di DIY adalah Rp 2.728.483. Dalam siaran persnya, Ketua AJI Yogyakarta Bambang MBK mengatakan, upah jurnalis di Indonesia masih rendah. Situasi tersebut berdampak terhadap kualitas berita yang dihasilkan para jurnalis.

(23)

Pikiran Rakyat Minggu, 19 Oktober 2008

UM K Be k a si Ak a n N a ik

Minggu, 19 Oktober 2008 , 16:31:00

BEKASI, (PRLM).- Upah minimum kota (UMK) Bekasi tahun 2009 dijanjikan akan mengalami kenaikan. Meski demikian, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi enggan memerinci besaran kenaikan UMK yang rencananya akan terealisasi tahun depan.

Pihak disnaker Khawatir jika besaran kenaikan disebutkan akan menyebabkan keresahan di kalangan pekerja dan pengusaha.

Kepala Disnaker Kota Bekasi Agus Dharma, Minggu (19/10), mengatakan, saat ini UMK Kota Bekasi tercatat sebesar Rp 990.000,00/bulan. Menurut dia, jumlah ini telah mencukupi sekitar 99,5% dari nilai kebutuhan hidup layak (KLH) 2008 yakni sebesar Rp 1.113.000.

Rencananya, Pemkot Bekasi akan merealisasikan secara bertahap agar UMK Kota Bekasi mampu mencukupi 100 persen nilai KLH pada 2010 nanti. "Untuk itulah, secara bertahap kita berusaha menaikkan UMK tahun depan. Untuk besarannya, nantilah kita lihat. Yang pasti UMK akan naik beberapa persen dibandingkan yang ada sekarang," tutur Agus.

Meski demikian, Agus berjanji akan menyampaikan kepada masyarakat nilai kenaikan UMK ini pada November nanti.

Untuk keperluan ini pula, lanjut Agus, pihaknya telah melakukan survei lapangan terhadap 43 jenis kebutuhan hidup pada Juli dan Agustus lalu. "Dari hasil survei itu, kita telah mendapatkan nilai KLH Kota Bekasi yang akan dijadikan acuan untuk UMK tahun depan," ujarnya.

Sementara itu, ketika dihubungi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bekasi, Purnomo Narmiadi mengatakan, kenaikan UMK 2009 memang sudah seharusnya terjadi. Saat ini nilai inflasi telah mencapai 12 persen sedangkan nilai KHL pasti mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Namun, dia berharap nilai UMK akan sesuai dengan aspirasi tiga komponen yang ada, yakni pemerintah daerah, serikat pekerja,dan pengusaha. Menurut dia, jangan sampai kenaikan ini nantinya malah memberatkan pengusaha dan serikat pekerja.

(24)

Berkhas 20 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Senin, 20 Oktober 2008

I n d u st r i t e k st il d a n se p a t u p a st ik a n PH K 1 0 %

pe k e r j a

JAKARTA: Sektor industri tekstil dan sepatu nasional dipastikan akan mengurangi tenaga kerja minimal 10% dari total 2,5 juta pekerja yang sebagian besar akan terjadi awal tahun depan.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut merupakan dampak dari krisis ekonomi global yang membuat para pembeli dari Amerika dan Eropa akan mengurangi pesanan atau pembelian mereka dari perusahaan tekstil dan sepatu di Indonesia.

Ade Sudrajat Usman, Ketua Bidang Hubungan Pemerintah Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), mengatakan pelaku usaha tidak mempunyai pilihan lain dalam menghadapi penurunan kontrak pembelian dari para pembeli asal Amerika dan Eropa yang selama ini menjadi tujuan ekspor hampir 50% produk tekstil nasional.

"Pasti dirumahkan. Tidak ada pilihan. Kira-kira 100.000 orang di sektor tekstil akan dirumahkan, mulai dari sekarang hingga Maret tahun depan. Saat ini sudah mulai ada satu hingga dua perusahaan [yang melakukan PHK]," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menambahkan PHK sebagian besar akan terjadi mulai awal 2009, karena pengurangan pesanan dari pembeli asal Amerika dan Eropa adalah untuk kontrak pembelian tahun depan.

"Untuk kontrak tahun depan, baru akan diketahui kepastiannya bulan depan. Dari situ kami baru akan tahu secara pasti berapa banyak penurunan pembelian dan berapa banyak tenaga kerja yang terpaksa dikurangi."

Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), juga menyebutkan kontrak pembelian untuk 2009 baru akan dipastikan pada akhir bulan depan.

Besaran penurunan pesanan yang akan diketahui bulan depan itulah yang nantinya dapat digunakan untuk memastikan banyaknya pengurangan tenaga kerja.

"Saat ini, memang sudah ada yang bilang akan menurunkan order [pesanan]. Kami masih berusaha terus bernegosiasi dengan pembeli. Kalau ada penurunan [order], pasti akan ada PHK pada Januari nanti," kata Eddy.

Dia memperkirakan pengurangan tenaga kerja di industri sepatu pada awal tahun depan maksimal 10% dari total 1,2 juta pekerja yang ada di sektor tersebut saat ini.

Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menambahkan pengurangan tenaga kerja baru akan dirasakan pada awal tahun depan.

"Saya pikir kalau tahun ini belum [belum ada PHK]. Mungkin di bidang-bidang tertentu. Tetapi kita harus lihat lagi bulan depan. Memang tidak ada jalan lain, harus mengurangi pegawai, terutama perusahaan skala menengah dan kecil," katanya.

Tetap optimistis

(25)

Bisnis I ndonesia Senin, 20 Oktober 2008

Erman yakin beragam program Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) dapat mengatasi persoalan tersebut, karena kalangan tripartit nasional (pemerintah, pelaku usaha, dan pekerja) sudah sepakat meredam gejolak PHK yang terjadi di Tanah Air.

"Saya tetap optimistis, karena kita masih punya gerakan penanggulangan pengangguran yang cukup strategis untuk menekan dampak krisis global," katanya akhir pekan lalu.

Menakertrans mengakui, perusahaan-perusahaan yang mengekspor produknya ke Amerika pasti akan terkena dampak krisis keuangan. Namun, hal itu bisa diatasi dengan mengalihkan pasar ke negara lain. ([email protected]/[email protected])

(26)

Berkhas 22 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Senin, 20 Oktober 2008

Ke ce la k a a n k e r j a ca p a i 2 5 .0 0 0 k a su s

JAKARTA: Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi (Depnakertrans) mencatat kasus kecelakaan kerja pada Januari hingga September sebanyak 25.000 kasus, sehingga target untuk menurunkan angka kecelakaan kerja pada tahun ini dipastikan dapat dicapai.

Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi (Menakertrans) Erman Suparno menyebutkan jumlah kecelakaan kerja pada tahun lalu mencapai 65.000 kasus.

Pada tahun ini, angka kecelakaan kerja ditargetkan turun hingga 50% dibandingkan dengan tahun lalu.

"Saya optimistis, tahun lalu kan sekitar 65.000, sementara target tahun ini turun 50%, dari rapat persiapan evaluasi saya dapat kabar bahwa sampai September ada 25.000 kasus," kata Erman pekan lalu.

(27)

Bisnis I ndonesia Senin, 20 Oktober 2008

Pe ny e r a pa n TKI t a k t e r ga nggu k r isis

JAKARTA: Pemerintah optimistis krisis keuangan global yang sedang menimpa sebagian besar negara di dunia tidak akan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Krisis tersebut juga diyakini tidak akan mengganggu permintaan TKI, sebab mayoritas tenaga kerja asal Indonesia ditempatkan di negara-negara yang sama sekali belum terpengaruh ancaman perlambatan ekonomi, seperti Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat menuturkan penyerapan tenaga kerja di dua negara tersebut paling banyak dibandingkan dengan negara-negara lain.

(28)

Berkhas 24 Volume VI November 2008

Jurnal Nasional Senin, 20 Oktober2008

Jakarta dan Sekitarnya Feature | Tangerang | Senin, 20 Okt 2008

Bu r u h Ta n g e r a n g Tola k Pe n j a j a h a n Ga y a Ba r u

by : Jan Prince Permata

Lebih dari 2.000 buruh se-Kota dan Kabupaten Tangerang mengadakan Rapat Akbar di Gedung Olah Raga (GOR) Kota Tangerang, kemarin (19/10).

Selain menjadi ajang temu kangen, Rapat Akbar yang dimotori oleh Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Provinsi Banten ini juga menjadi ajang konsolidasi para buruh untuk menyatukan tekad menolak sebuah konsep yang mereka sebut "penjajahan gaya baru". Sebuah konsep yang selama ini dianggap menindas buruh dengan program-program ketenagakerjaannya, seperti outsourcing dan sistem kontrak.

"Kedua program tersebut dalam aplikasinya justru menimbulkan ketidakpastian kerja bagi baruh," ujar Koswara, Koordinator KASBI Banten yang ditemui Jurnal Nasional di sela-sela acara tersebut. Ketidakpastian yang menurut Kosawara berupa upah yang sangat murah, jam kerja yang panjang, tidak ada jaminan sosial tenaga kerja, mudah PHK massal yang sepihak tanpa pesangon, hilangnya kebebasan berorganisasi dalam bentuk serikat buruh, dan terjadinya praktik percaloan tenaga kerja.

Ini tentu sangat bertentangan dengan tujuan dibuatnya sistem ini yang katanya untuk lebih memperluas lapangan kerja. Kedua sistem ini dianggap justru sangat memihak pihak pengusaha dengan mudahnya mereka memecat buruh secara sepihak.

Selain itu selama ini menurut Koswara, buruh sebagai penggerak ekonomi bangsa justru diperlakukan secara tidak adil dengan upah murah yang mereka terima. "Inilah mengapa pascareformasi ini buruh selalu bergerak mengadakan demonstrasi," kata Koswara. Sebuah aksi untuk menuntut agar buruh lebih diperhatikan kesejahteraannya. Bukan dengan pemberlakuan pemberian upah minimum yang selama ini dilakukan.

Menurutnya, upah minimum kota (UMK) yang selama ini menjadi acuan, selain jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan hidup buruh, juga membuat pengusaha dengan seenaknya memindahkan lokasi perusahaan ke tempat yang UMK nya masih rendah (relokasi industri).

Lebih lanjut Koswara menjelaskan, UMK yang lebih menguntungkan para pengusaha ini sebaiknya diganti dengan upah layak nasional (ULN). Dengan ULN upah buruh disamaratakan di semua wilayah Indonesia. Kosawara pun mematok angka Rp3,2 juta untuk ULN ini dengan pertimbangan kebutuhan hidup buruh selama ini. "Bayangkan saja dengan UMK Rp958 ribu per bulan yang didapatkan, apa yang bisa dibeli oleh buruh untuk memenuhi kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Menurutnya UMK yang ditentukan oleh Dewan Pengupahan ini tidak mengusung aspirasi buruh karena keterlibatan buruh di dalamnya sangat minim.

Peserta datang dari hampir seluruh simpul-simpul kawasan pabrik di Kota Tangerang. Hampir semuanya datang dengan menggunakan sepeda motor dan mengenakan kaus warna merah terang bertuliskan "KASBI".

Mereka adalah sebagai buruh yang tidak bekerja hari ini dari sekitar 700 ribu buruh yang ada di Tangerang. KASBI sendiri mengklaim dari 15 ribu anggotanya, sekitar 2.500 anggotanya kemarin dipastikan datang ke GOR Tangerang.

(29)

Jurnal Nasional Senin, 20 Oktober 2008

Jakarta dan Sekitarnya Kilas | Bekasi | Senin, 20 Okt 2008

Pe n g u sa h a D iim b a u Ta k La k u k a n PH K

by : Jan Prince Permata

Ketua DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC-SPSI) Bekasi, R Abdullah mengatakan, dalam menyikapi krisis ekonomi global pengusaha tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kendati saat ini sedang terjadi krisis ekonomi global dan berdampak buruk bagi dunia usaha, tetapi PHK bukan solusi untuk menyelamatkan kelangsungan hidup perusahaan," kata Abdullah di Bekasi, Minggu (19/10) seperti dikutip Antara.

Pengusaha diharapkan mengambil langkah menghemat keuangan tanpa menimbulkan gejolak, antara lain menghapus kerja lembur dan meliburkan karyawan pada hari libur, kecuali petugas satpam perusahaan.

Saat ini, ratusan perusahaan di Kabupaten dan Kota Bekasi menurunkan produksi 10 persen akibat krisis ekonomi global, sehingga mengurangi pendapatan keuangan perusahaan.

Jika krisis ekonomi global berkepanjangan, maka dikhawatirkan akan meresahkan pekerja yang belakangan ini mencuat isu tidak menyenangkan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi PHK.

Terkait adanya isu akan terjadi PHK, R Abdullah meminta kepada kalangan pengusaha di Kota dan Kabupaten Bekasi untuk segera menjelaskan kepada karyawannya agar tidak resah.

"Saya mengimbau kalangan pengusaha dalam menyikapi krisis ekonomi global untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan," ujarnya.

Krisis ekonomi global tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha di Kota dan Kabupaten Bekasi, tetapi juga dirasakan pengusaha di negara-negara lainnya, sehingga tidak perlu panik.

Kekhawatiran yang berlebihan dalam menyikapi krisis ekonomi global, akan menimbulkan kepanikan dan keresahan bagi kaum pekerja yang pada gilirannya berpotensi menjadi pemicu aksi unjukrasa.

(30)

Berkhas 26 Volume VI November 2008

Seputar I ndonesia Senin, 20 Oktober 2008

Ka r y a w a n M e t r o Ga r m in Ak si M a ssa l

Monday, 20 October 2008

BANDUNG(SINDO) – Ribuan karyawan PT Metro Garmin menggelar aksi unjuk rasa di pabrik tempat mereka bekerja di Jalan Moch Toha No 243 km 7,5 Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, kemarin.

Mereka sempat merusak sejumlah aset pabrik, mengangkat dan memukul-pukul meja,dan memecahkan kaca jendela ruangan direksi. Aksi besar-besaran yang pertama kali terjadi sepanjang 2008 di Kabupaten Bandung ini dipicu perselisihan antara pemilik perusahaan yakni Sugianto dan Eka Gunawan.

Sekitar 5.500 karyawan pun berang dan mengusir George Gunawan,direktur baru yang diangkat Eka Gunawan, dari ruangan direksi. George yang diangkat berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) 17 Juni 2008 tiba-tiba datang dan dinilai berniat menguasai pabrik pada 15 Oktober lalu.

Manajemen dan karyawan tak menerima penguasaan yang dianggap tak memenuhi prosedur yang tepat dalam RUPS. Manajemen lama dibantu karyawan berupaya merebut kembali kekuasaan di pabrik itu kemarin pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Ribuan karyawan mendobrak gerbang pabrik dan merangsek masuk ke dalamnya. Mereka lantas naik ke lantai dua,tempat George berada. Buruh memecahkan pintu kaca ruang direksi dengan kursi hingga ada karyawan yang terluka tersayat pecahan kaca.

George,Eka Gunawan,dan Andrew Sutanto, staf George, akhirnya dievakuasi ke Mapolsek Dayeuhkolot. General Manager PT Metro Garmin Hendra Gunawan mengungkapkan,George dan para pengawalnya telah mendobrak pintu pabrik serta langsung menguasai pabrik dengan menggergaji kunci dan menggantinya dengan kunci gembok yang baru.

(31)

Suara Pembaruan Senin, 20 Oktober 2008

PH K M a ssa l d a n Kr isis Ka r t u Kr e d it M e n g in t a i AS

AFP / FRANCOIS GUILLOT

Pejabat bank Prancis Caisse d'Epargne, Direktur Alain Lemerre (kiri), Presiden Dewan Penasihat Yves Hubert (tengah) dan Charman Bernard Comolet memberikan penjelasan seusai pertemuan darurat dengan dewan penasihat untuk menentukan langkah darurat turunnya perdagangan derivatif, Minggu (19/10). Bank itu menderita kerugian 600 juta euro atau US$ 800 juta akibat pengaruh turbulensi finansial AS.

[WASHINGTON] Sebagian dari wilayah AS dinyatakan sudah mengalami resesi. Hal itu antara lain ditandai dengan pergulatan melawan tingginya pengangguran.

Demikian penegasan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi AS, Edward Lazear, di Washington, Minggu (19/10). "Kita kini melihat resesi di sejumlah bagian dari negeri ini," ujarnya kepada CNN.

Pengangguran di beberapa wilayah terus melaju hingga melebihi 6,1 persen, yang merupakan tingkat pengangguran nasional. Lazear menilai, Pemerintah AS telah mengambil langkah yang tepat untuk memulihkan kredit bagi pebisnis dan konsumen. Meskipun disadari perlu waktu beberapa bulan agar paket bailout senilai US$ 700 miliar membawa dampak signifikan yang positif, isyarat ke arah itu mulai tampak.

"Bank kini mulai berani mengucurkan kredit kepada sesama bank. Ini nilai positif yang besar bagi perekonomian," jelasnya.

Presiden AS George W Bush membela rangkaian langkah intervensi pemerintahannya terhadap krisis finansial, yang diyakini bakal memberikan kestabilan perekonomian dalam negeri, tetapi membutuhkan waktu dalam prosesnya.

Meski demikian, tanda-tanda resesi mulai menyeruak ke perekonomin Negeri Paman Sam itu. Hal itu terlihat dari banyaknya perusahaan-perusahaan yang berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pekan lalu, PepsiCo akan merumahkan sekitar 3.300 karyawan, serta Danaher merumahkan 1.000 pekerja serta menutup 12 pabriknya.

Pemerintah negara bagian Massachusetts mengumumkan pemotongan gaji pegawai negeri sipil hingga US$ 1.000, karena terjadi penurunan pembayaran pajak.

(32)

Berkhas 28 Volume VI November 2008

Suara Pembaruan Senin, 20 Oktober 2008

Kini, utang kartu kredit mencapai US$ 1 triliun. Jumlah tersebut, lebih kecil jika dibandingkan dengan utang macet sektor perumahan yang mencapai US$ 14 triliun.

Dengan bertambahnya pengurangan pekerja, tagihan kartu kredit bermasalah dapat meningkat hingga 7 persen pada kuartal pertama 2009, yang merupakan terbesar dalam 20 tahun terakhir.

(33)

Tempo I nteraktif Senin, 20 Oktober 2008

Bu r u h M in t a Ou t sou r cin g D ia t u r Pe r d a

Senin, 20 Oktober 2008 | 15:38 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Wali Kota Tangerang Wahidin Halim mendukung para buruh Tangerang yang mengusulkan pembuatan peraturan daerah tentang outsourcing (tenaga kontrak).

Dengan adanya Perda Outsorcing itu, para buruh berharap nasib mereka sebagai buruh lebih menentu.

"Silakan saja sepanjang perundang-undangan memungkinkan serikat pekerja membuat konsep untuk kita diskusikan dengan eksekutif dan dewan," saran Wahidin di sela-sela acara halal bihalal dengan para buruh Serikat Pekerja Nasional (SPN)Tangerang, Senin siang.

Wahidin mengatakan apabila gaji/upah para buruh naik, maka ia mengaku menjadi orang pertama yang mendapat kebahagiaan. "Karena ini secara tidak langsung meningkatkan perekonomian di Kota Tangerang," ujar Wahidin.

Ketua SPN Harry Pamuji menyatakan upah Tangerang termasuk tinggi dibanding daerah lain. Ia berharap ke depan upah buruh makin tinggi.

(34)

Berkhas 30 Volume VI November 2008

Tempo I nteraktif Senin, 20 Oktober 2008

I su Pe m u t u sa n H u b u n g a n Ke r j a , Rib u a n Bu r u h

Ga r m e n D e m o

Senin, 20 Oktober 2008 | 16:13 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Sedikitnya lima ribu buruh PT Metro Garmin di Jalan Mochamad Toha-Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berunjuk rasa di dalam pabrik tekstil tersebut terkait adanya peliburan selam tiga hari dan isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

"Gaji saya telat dibayar harusnya hari Jumat lalu dan katanya akan ada PHK," ujar salah seorang buruh pabrik Ery Rianti. Senin (20/10).

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Metro Garmin, Jajang Sudrajat, menyatakan aksi ini menyusul sikap tak jelas dari perusahaan terhadap lima ribu karyawan yang diliburkan sejak Kamis, (16/10). "Kita tidak tahu apa-apa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dan adanya yang mengaku pemimpin perusahaan baru dan meliburkan karyawan dan apakah kami di PHK atau diliburkan sementara," ungkapnya.

George Gunawan, Direktur PT Metro Garmin hasil Rapat Umum Pemegang Saham bulan Juni 2008, membantah kalau masuknya dia ke pabrik adalah untuk memberhentikan para pekerja. "Kedatangannya untuk orientasi sebelum serah terima jabatan sebagai direktur baru," ujarnya.

Ia menyatakan dirinya akan melaksanakan audit untuk memeriksa kondisi keuangan perusahaan, dan ia menduga tidak disetujui beberapa oknum pekerja sehingga digerakkan melalui unjuk rasa. "Saya datang kemari bukan untuk melakukan PHK, dan ini isu yang dikembangkan oleh manajemen lama dan oknum ," ungkapnya di Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Dayeuhkolot.

George menyatakan dirinya akan melaporkan kekerasan yang menimpanya selama unjuk rasa ribuan pekerja di pabrik garmen tersebut kepada Polisi Daerah Jawa Barat juga melaporkan penghasutan yang menggerakkan para pekerja untuk berunjuk rasa.

"Saya akan laporkan ini pada kepolisian, di antaranya general manajer dan salah satu staf, dan pengurus SPSI," ujarnya.

Dalam aksi yang berlangsung mulai pagi hari sampai pukul 11.00, sempat terjadi aksi kekerasan dan perusakan ruangan direksi dan ancaman pada direktur baru versi RUPS serta salah seorang staf, Andrew Sutanto. Setelah diamankan di Mapolsek, direktur baru tersebut melakukan visum di Rumah Sakit Al Ikhsan.

Perselisihan kepemilikan PT Metro Garmen yang berimbas pada karyawan, diawali dengan jual beli saham pada 2005. Pembelian saham tersebut dianggap sepihak dan kasusnya saat ini sedang dalam proses pengadilan.

(35)

Bisnis I ndonesia Selasa, 21 Oktober 2008

M a y or it a s TKI h a sil r e k r u t m e n ca lo

JAKARTA: Hampir 100% buruh migran yang bekerja di luar negeri merupakan hasil rekrutmen yang dilakukan oleh calo-calo di tingkat desa.

Tingginya jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) yang direkrut oleh para calo tersebut akibat dari kesenjangan layanan pemerintah di tingkat desa, yang sebenarnya adalah titik pertama sumber buruh migran.

A. Y. Bonasahat, koordinator program nasional Perlindungan Buruh Migran ILO Jakarta, mengatakan kenyataan tersebut membuktikan sistem layanan ketenagakerjaan yang ada sekarang, khususnya terhadap buruh migran belum berjalan maksimal.

(36)

Berkhas 32 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Selasa, 21Oktober 2008

Pe n g a n g g u r d i Ja t im 1 ,2 j u t a j iw a

SURABAYA: Angka pengangguran di Provinsi Jawa Timur dinilai masih tinggi yakni mencapai 1,2 juta jiwa selama 2008, kendati penawaran lowongan pekerjaan melalui pameran bursa kerja semakin marak.

Data Disnaker Jatim menunjukkan dari total 1,2 juta penganggur, 35% di antaranya merupakan angkatan muda dengan usia berkisar 18 tahun hingga 30 tahun. Penganggur dengan usia 30 tahun hingga 45 tahun mencapai 15%.

"Angka sebesar itu masih tergolong tinggi, kendati dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terjadi penurunan sebanyak 198.000 jiwa. Bagi kami, jumlah pengangguran ini tetap luar bisa dan sulit untuk ditekan," ujar Wakil Kepala Dinas Tenaga Kerja Jatim Setiadjit dalam siaran persnya, kemarin.

(37)

Kompas Selasa, 21 Oktober 2008

Pe n g a n g g u r a n M e n in g k a t

Sumut Tempati Peringkat Kelima Selasa, 21 Oktober 2008 | 00:10 WIB

Medan, Kompas - Jumlah pengangguran di Provinsi Sumatera Utara per Februari 2008 mencapai 566.000 jiwa dari total jumlah penduduk di provinsi ini sebanyak 8 juta jiwa. Jumlah ini menempatkan Sumut pada peringkat kelima setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Adapun angka kemiskinan per Maret 2008 mencapai 1,6 juta jiwa atau sekitar 20 persen dari total jumlah penduduk Sumut.

Data tersebut diungkapkan Staf Ahli Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bidang Revitalisasi Perdesaan, Pertanian, dan Agroindustri, Dedi M Masykur Riyadi, saat memberi masukan dalam musyawarah rencana pembangunan dan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah Provinsi Sumatera Utara (RPJM Sumut) di Medan, Senin (20/10). Dedi mengungkapkan, pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan harus menjadi prioritas dalam penyusunan RPJM Sumut.

Menurut Dedi, tantangan bagi Sumut mengurangi jumlah pengangguran dan angka kemiskinan yang cukup tinggi adalah memperluas jangkauan sarana dan prasarana yang menghubungkan rakyat di pelosok daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. ”Pengembangan wilayah dan penataan ruang dilakukan secara cermat serta terpadu, tetap dengan memperhatikan tata guna lahan, zonasi, serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan,” katanya.

Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengatakan, harus ada langkah drastis mengurangi jumlah pengangguran dan kemiskinan di Sumut. Namun, dia mengakui, hingga saat ini, Pemprov Sumut masih belum memiliki langkah konkret terkait pengurangan jumlah pengangguran dan kemiskinan.

Gatot mengungkapkan, salah satu alternatif yang digagas Pemprov Sumut untuk memperbanyak lapangan kerja adalah memberi kemudahan kepada investor dalam menanamkan modalnya di Sumut. Namun, itu pun, menurut Gatot, belum ada konsep yang sistematis agar investor tertarik menanamkan modalnya di Sumut.

”Solusinya sebenarnya adalah bagaimana kami bisa mendatangkan investor agar mau menanamkan modalnya di Sumut sekaligus membuka lapangan kerja baru. Kami sedang memikirkan cara menciptakan situasi agar investor bisa merasa diterima di Sumut,” ujar Gatot.

(38)

Berkhas 34 Volume VI November 2008

Seputar I ndonesia Selasa, 21 Oktober 2008

Pe ngir im a n TKI I le ga l M a r a k

Tuesday, 21 October 2008

MAKASSAR (SINDO) – Perekrutan dan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui jalur ilegal di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih marak. Padahal,Pemprov Sulsel telah mencanangkan program 2.000 tenaga kerja luar negeri dengan kemampuan sesuai standar kerja negara penerima.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulsel Saggaf Saleh menduga,TKI ilegal direkrut langsung oleh calo tenaga kerja yang langsung datang ke kabupaten/kota di Sulsel. Sasarannya, masyarakat yang berada pelosok dan terbatas akses informasi tentang dunia kerja. ”Mereka dikirim ke luar negeri melalui jalur ilegal dan tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Ini yang sulit dikontrol di tengah program 2.000 tenaga kerja luar negeri asal Sulsel,”papar Saggaf Saleh dalam rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/ kota di Baruga Sangiangseri, Sulsel,kemarin. Untuk diketahui, jalur pengiriman TKI asal Sulsel saat ini melalui Pelabuhan Nusantara Parepare dengan tujuan Nunukan.Kota perbatasan dengan Malaysia ini merupakan penampungan TKI sebelum disalurkan ke negeri jiran untuk dijadikan buruh perkebunan maupun pembangunan.

Saggaf Saleh mengatakan, pengiriman TKI ilegal tersebut sangat berisiko. Sebab, tenaga kerja tidak dibekali dengan kemampuan dan keterampilan untuk menghadapi lapangan kerja. Selain itu, permasalahan hukum pun ikut mengintai. Sebab, TKI tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. ”Memang saat ini peluang untuk menjadi TKI sangat besar, apalagi gajinya sangat tinggi dibandingkan di dalam negeri.Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan,” katanya.

Menurut dia, peluang pengiriman tenaga kerja yang sementara ini terbuka adalah Jepang. Negeri Sakura tersebut memberikan kesempatan kepada Pemprov Sulsel untuk mengirimkan 500 TKI untuk menjadi perawat rumah sakit dan perawat jompo. Syaratnya, tenaga yang dikirim harus memiliki keterampilan dan kemampuan bahasa asing,khususnya Jepang.”Saat ini, kita sudah kirim 30 orang TKI ke Jepang dan mudah- mudahan kerjanya bagus sehingga black list terhadap kita bisa hilang.

Jika bagus,bisa saja permintaan akan terus bertambah,”ujarnya. Sementara itu,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, jika peluang pengirimanTKI tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah kabupaten/ kota, angka pengangguran Sulsel bisa teratasi. Saat ini, jumlah pengangguran mencapai angka 343 ribu orang. ”Pemkab harus berkoordinasi dengan Disnaker untuk mendata jumlah penganggurannya.

(39)

Bisnis I ndonesia Rabu, 22 Oktober 2008

Rabu, 22/10/2008

Pe n g a n g g u r d i d u n ia a k a n b e r t a m b a h 2 0 j u t a or a ng

Pengusaha beri sinyal PHK kepada pekerja

JAKARTA: Sejumlah pemilik perusahaan sudah memberikan sinyal akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada pekerja mereka, menyusul pengurangan dan pembatalan pesanan dari pembeli asal Amerika dan Eropa.

Namun, sebagian besar pekerja masih belum memahami kondisi yang disebabkan oleh krisis keuangan global tersebut, karena kegiatan produksi di sebagian besar perusahaan masih berjalan normal hingga saat ini.

"Pembatalan pesanan dari Amerika membuat pemilik perusahaan sudah mulai memberikan warning [peringatan] kepada buruh. Namun, masih banyak [buruh] yang tidak mengerti karena kondisi di Indonesia kan secara riil belum ada yang berubah," ujar Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban kepada Bisnis, kemarin.

Rekson berharap pemerintah dapat meredam jumlah PHK yang terjadi akibat krisis tersebut, dengan memberikan dukungan pendanaan atau insentif lainnya bagi sektor-sektor yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Dia memperkirakan sebanyak 150.000 pekerja di sektor TPT akan terkena PHK akibat kesulitan yang dialami oleh dunia usaha.

Awal pekan ini, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merilis perkiraan tambahan pengganggur akibat krisis keuangan global akan mencapai 20 juta orang.

ILO memperkirakan jumlah penganggur di dunia akan naik menjadi 210 juta orang pada akhir 2009 dari 190 juta orang pada 2007. Tambahan 20 juta penganggur itu masih merupakan perkiraan kasar ILO terhadap potensi masyarakat yang akan kehilangan pekerjaan akibat krisis.

Direktur Jenderal ILO Juan Somavia menyebutkan krisis tersebut berdampak signifikan kepada sektor konstruksi, otomotif, pariwisata, keuangan, jasa, dan properti.

Dia menambahkan ancaman krisis global tersebut juga berpotensi meningkatkan jumlah pekerja miskin di dunia yang hidup di bawah US$1 per hari atau US$2 per hari.

Jumlah pekerja miskin yang hidup di bawah US$1 per hari diperkirakan dapat bertambah sebesar 40 juta orang dan pekerja miskin yang hidup di level US$2 per hari meningkat lebih dari 100 juta orang.

(40)

Berkhas 36 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Rabu, 22 Oktober 2008

"Pemangkasan tenaga kerja adalah langkah alamiah yang bisa kami ambil jika proyek konstruksi menurun pada tahun depan," ujar Victor.

Victor mengatakan bidang jasa konstruksi merupakan sektor pertama yang akan dikurangi alokasi anggarannya oleh pemerintah saat menghadapi krisis seperti ini. (20) (yeni. [email protected]/maria.benyamin @bisnis. co.id)

(41)

Bisnis I ndonesia Kamis, 23 Oktober 2008

Ke n a ik a n u p a h d iu su lk a n d i b a w a h in fla si

JAKARTA: Kenaikan upah buruh/pekerja pada tahun depan diusulkan di bawah laju inflasi, sebagai solusi terbaik untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK).

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Rekson Silaban Rekson mengatakan hal tersebut lebih membantu pekerja dibandingkan dengan tetap memaksakan kenaikan upah sebesar laju kenaikan inflasi, yang pada akhirnya dikhawatirkan akan memicu PHK.

"Mereka [pengusaha] tentu sangat berat menghadapi dampak dari krisis keuangan global. Ekspor akan berkurang, sehingga berdampak pada kegiatan produksi. Untuk mengurangi jumlah PHK, mungkin kenaikan upah pada tahun depan bisa dilakukan di bawah laju inflasi," katanya.

(42)

Berkhas 38 Volume VI November 2008

Kompas Kamis, 23 Oktober 2008

PHK Mengancam

7 0 .0 0 0 Bu r u h Te k st il Ak a n Ke h ila n g a n Pe k e r j a a n

Kamis, 23 Oktober 2008 | 01:17 WIB

BANDUNG, KOMPAS - Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Daerah Jawa Barat Ade Sudrajat memperkirakan, pada awal 2009 sekitar 70.000 tenaga kerja di provinsi itu terancam terkena pemutusan hubungan kerja. Kondisi itu terjadi akibat krisis global yang membuat beban perusahaan semakin berat.

”Pengusaha terpaksa melakukan berbagai efisiensi, termasuk perampingan jumlah tenaga kerja. Salah satunya karena kegiatan produksi akan dikurangi, bahkan ada yang dihentikan,” kata Ade di Bandung, Rabu (22/10).

Ade memperkirakan kondisi itu bisa semakin parah jika krisis di Amerika Serikat dan Eropa tak tertolong. Konsekuensi PHK terpaksa dilakukan atau setidaknya sebagian besar karyawan dirumahkan sementara.

Jabar adalah sentra industri tekstil utama di Indonesia dengan lebih dari 700 pabrik tekstil dan menyerap sekitar 700.000 tenaga kerja. Dampak krisis di AS terasa karena ekspor terbesar tekstil dan produk tekstil (TPT) Jabar disalurkan ke negara itu.

”Jumlahnya memang hanya 4 persen dari Jabar, tetapi nilainya yang besar. Pada 2007, total nilai ekspor tekstil Jabar mencapai 4,72 miliar dollar AS. Produk yang diimpor dari Indonesia antara lain kemeja, blus, piyama, dan baju hangat,” kata Ade.

Pilihan untuk mencari pasar lain di luar AS juga belum tentu bisa menyelamatkan industri TPT. Menurut Ade, sebenarnya terdapat pertumbuhan ekspor TPT Jabar ke AS sebesar 2 persen pada 2008. Pertumbuhan itu terancam setelah krisis terjadi. Turunnya daya beli masyarakat AS membuat pembelian sandang di negara itu berkurang.

Ketua Perhimpunan Pengusaha Tekstil Majalaya, Bandung, Deden Suwega, menyatakan, mata pencaharian sekitar 50.000 perajin tekstil dari sekitar 150 industri kecil dan menengah (IKM) di wilayahnya terancam. Melonjaknya harga bahan baku impor akibat anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS membuat biaya produksi membengkak hingga 20 persen.

”Industri tekstil termasuk padat karya. Bisa dibayangkan jika kondisi krisis tak segera diatasi. Pengangguran akan bertambah dan angka kemiskinan meningkat,” tutur Deden.

Sejumlah pengusaha keramik di Kabupaten Purwakarta bahkan telah meliburkan karyawan dan tidak tahu kapan akan mempekerjakan mereka kembali. Menurut Eman Sulaeman, Ketua Pokja Klaster Keramik Plered, lesunya permintaan ekspor dan pasar domestik membuat pengusaha tak tahu kapan bisa mempekerjakan karyawan kembali.

Ia menambahkan, dari 15 pengusaha yang biasa membuat produk pesanan eksportir, kini hanya enam pengusaha yang masih berproduksi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Purwakarta, Soekoyo, Selasa, mengatakan, sejauh ini belum ada laporan PHK di 318 perusahaan yang mempekerjakan 155.000 orang di daerahnya.

Kerajinan songket di Palembang, Sumatera Selatan, kini juga terkena dampak krisis finansial global. Menurut Asmi Astari, pemilik gerai produksi dan penjualan Astari Songket, Rabu, sepekan ini dia menghentikan produksi tenun songket karena stok berlebih. Itu terjadi karena sebagian pembeli luar negeri menghentikan pembelian sejak berlangsungnya krisis global.

(43)

Kompas Kamis, 23 Oktober 2008

Zainal, pemilik Zainal Songket, menambahkan, puluhan produsen skala kecil dan menengah di Palembang dan Ogan Ilir sudah menghentikan produksi.

Wig masih aman

Berbeda pula dengan industri lain di Jawa Barat dan Palembang, pengusaha di Purbalingga, Jawa Tengah, meyakini setidaknya hingga akhir 2009 industri rambut masih aman dari dampak krisis finansial global. Hal ini karena industri rambut palsu (wig) di kabupaten itu umumnya telah membuat kontrak ekspor satu tahun sampai tiga tahun mendatang dengan importir asing.

(44)

Berkhas 40 Volume VI November 2008

Bisnis I ndonesia Jumat, 24 Oktober 2008

4 0 0 .0 0 0 Pe k e r j a in d u st r i t e k st il di Se m a r a ng

t e r a n ca m PH K

SEMARANG: Sejumlah perusahaan tekstil di Jawa Tengah tengah memproses pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan mereka, dengan perkiraan jumlah pekerja yang akan kehilangan pekerjaan mencapai 400.000 orang dalam enam bulan ke depan.

"Meski proses tersebut belum final, tetapi hampir semua perusahaan tekstil akan memilih PHK, karena kondisi saat ini semakin serba sulit setelah terimbas dampak krisis global," ujar Djoko Wahyudi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, kemarin.

Akibat melemahnya daya beli para importir dari negara tujuan ekspor, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menghadapi ancaman penumpukan stok yang sulit terjual dalam waktu cukup lama.

Menurut Djoko, sejumlah perusahaan tekstil di Kabupaten Semarang sudah mulai merumahkan karyawan mereka sejak dua hingga tiga bulan terakhir.

Apindo Jateng memperkirakan selama enam bulan ke depan akan terjadi PHK terhadap 400.000 pekerja, baik secara massal maupun bertahap, akibat melemahnya pasar ekspor terutama Amerika Serikat.

"Bulan depan satu lagi perusahaan tekstil berencana melakukan PHK terhadap 250 karyawannya. Kalau kondisi ini berlangsung lama, saya khawatir semakin banyak terjadi kasus PHK," ujar Djoko.

Dia mengatakan jika tidak ada tindakan tanggap dari pemerintah, maka pengusaha TPT akan sulit menghindari keputusan PHK untuk pekerja mereka.

Agung Wahono, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Komda Semarang, mengatakan upaya diversifikasi produk dan membuka pasar ekspor baru, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.

Selain faktor daya beli, yang mengganggu stabilitas arus ekspor garmen dari Jateng adalah ketidakpercayaan pihak pembeli kepada sektor perbankan. Agung menyebutkan indikasi itu terlihat dari pembukaan letter of credit (L/C) yang semakin sulit.

Wakil Ketua API Jateng Djoko Santosa mengatakan sebagai antisipasi, pengusaha TPT di provinsi itu akan melakukan penjajakan pasar baru.

Dia menilai kondisi saat ini masih tidak dapat diprediksi dan dikontrol, sehingga pengusaha TPT tidak mungkin menjamin PHK tidak akan terjadi. (k16)

(45)

Kompas Jumat, 24Oktober 2008

Topik

" Re m it t a n ce " TKI Su k a b u m i Rp 1 5 4 M ilia r

Jumat, 24 Oktober 2008 | 10:50 WIB

Sebanyak 22.000 tenaga kerja Indonesia atau TKI asal Kabupaten Sukabumi yang bekerja di luar negeri orang tahun 2008 ini tercatat sudah mengirimkan Rp 154 miliar ke kampung halaman mereka.

Kepala Seksi Penyediaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi Sukarwandi Kaidun, Kamis (23/10), mengatakan, catatan pengiriman itu baru diperoleh dari dua lembaga keuangan. Biasanya catatan pengiriman diperoleh dari lima lembaga keuangan, tetapi tahun ini Disnakertrans Kabupaten Sukabumi harus mendapatkannya melalui kantor pusat, yang membutuhkan waktu.

(46)

Berkhas 42 Volume VI November 2008

Suara Pembaruan Jumat, 24 Oktober 2008

Se k t or Riil Te r p u k u l

-Terjadi PHK Besar-besaran - Ekonomi AS Diperkirakan Kontraksi

[WASHINGTON] Sektor riil mulai merasakan dampak hebat dari turbulensi finan- sial, yang dipicu krisis kredit sektor perumahan di AS dan meluas ke seluruh dunia. Sejumlah perusahaan multinasional mulai memangkas ribuan karyawan. Akibatnya, jumlah pengangguran di seluruh dunia bakal melonjak.

Mantan Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve), Alan Greenspan, di Washington, Kamis (23/10) menuturkan, turbulensi finansial yang disebutnya sebagai "tsunami kredit sekali dalam seratus tahun" ini, bakal membawa dampak yang hebat terhadap perekonomian AS, antara lain memicu lonjakan pengangguran. "Krisis ini telah sangat meluas dari apa yang dapat saya bayangkan sebelumnya. Saya tidak melihat bagaimana cara kita untuk bisa menghindari kenaikan PHK dan pengangguran yang signifikan," ujarnya.

Sektor riil di AS, mengikuti jejak Wall Street yang mengalami kejatuhan. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai melanda korporasi di AS, terutama perusahaan multinasional. Laporan Departemen Tenaga Kerja AS, sejumlah perusahaan mengumumkan PHK ribuan karyawan.

(47)

Suara Pembaruan Jumat, 24 Oktober 2008

Saat ini, angka pengangguran di AS mencapai 6,1 persen. Pengangguran sempat mencapai 6,3 persen (2003) sebagai dampak serangan teroris 11 September 2001. Sebelumnya pernah mencapai 7,8 persen (1991-1992), dan di atas 10 persen (1982).

Mark Zandi, kepala ekonom pada Moody's menuturkan, sekitar tiga perempat juta pekerja telah kehilangan pekerjaannya sejak awal tahun ini. Dia memperkirakan, setidaknya 1,5 juta hingga 2 juta pekerja bakal menganggur di AS.

Terkait hal tersebut, produsen otomotif, Chrysler, misalnya, telah mengumumkan segera memangkas 1.825 karyawannya. PHK yang akan dilakukan pada akhir Desember nanti, mencakup karyawan di lini produksi mobil sport, menyusul penutupan pabrik di Newark, Delaware, serta unit produksi jeep di Toledo, Ohio.

Industri otomotif di AS, tampaknya bakal lebih banyak melakukan PHK, jika jumlah penjualan mobil terus anjlok hingga 2009. Pada kuartal kedua tahun ini, Chrysler rugi hingga US$ 660 juta.

Sejalan dengan itu, Departemen Perdagangan AS akan melansir laporan proyeksi kinerja ekonomi kuartal ketiga pada 30 Oktober nanti. Sejumlah analis di Wall Street memprediksi, perekonomian akan mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) 0,5 persen. Tren pertumbuhan yang menurun diperkirakan bertahan hingga kuartal pertama 2009. Sebagai informasi, definisi klasik dari resesi apabila perekonomian mengalami pertumbuhan negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Properti di Tiongkok

Dampak krisis finansial juga mulai membelit sektor properti di Tiongkok. Upaya pemerintah setempat untuk mencegah memulihkan pasar properti yang terpuruk, gagal menumbuhkan antusiasme investor, yang telanjur tersambar sentimen negatif dari perekonomian global.

Pada Rabu (22/10) lalu, Pemerintah Tiongkok meluncurkan langkah baru untuk mengganjal kejatuhan sektor properti, yakni mengurangi syarat uang muka pembelian rumah, menggenjot pembangunan rumah, dan memberi insentif perpajakan.

Langkah tersebut, simultan dengan penambahan subsidi bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pensiunan dan pengurangan pajak bagi eksportir, adalah upaya yang ditempuh Beijing agar terhindar dari perlambatan ekonomi.

(48)

Berkhas 44 Volume VI November 2008

Suara Pembaruan Sabtu ,25 Oktober 2008

1 0 0 .0 0 0 Pe n g u sa h a Sia p PH K Ka r y a w a n

[JAKARTA] Sekitar 100.000 pengusaha, atau 10 persen dari 1 juta anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Langkah itu bakal direalisasikan jika para pengusaha tak mendapat perpanjangan kontrak dari mitra bisnisnya.

Demikian pengakuan Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi kepada SP, di Jakarta, Jumat (24/10) malam. Para pengusaha yang ancang-ancang hendak mem-PHK karyawan itu, kebanyakan berbasis di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kendati demikian, Sofjan optimistis, krisis global kali ini tak akan membawa Indonesia ke situasi seperti krisis moneter yang terjadi 10 tahun lalu. Hal ini bisa dicegah jika saja pemerintah dan pihak swasta mampu menjaga arus kasnya dan pemerintah mempercepat pencairan anggaran pembangunan infrastruktur.

Menurut Sofjan

Referensi

Dokumen terkait

Sonchus oleraceus yang ditumbuhkan pada 3 jenis media berbeda dan diberi cekaman Cr 3+ dan Cr 6+ menunjukkan respon akumulasi Cr 6+ dan Cr total pada akar dan pucuk

Hasil penelitian ini didapat faktor utama kekuatan PT Perkebunan Tambi yaitu terdapat pemotivasian kepada karyawan secara teratur, dengan nilai skor 0,269, faktor

Terdapat 5 siswa yang memperoleh skor 4 karena mereka sudah tepat dalam menentukan ide pokok cerpen tetapi belum lengkap.. Hanya 1 siswa yang memperoleh skor 3 karena ide

Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan tanah untuk kepentingan umum harus dilakukan dalam rangka pembangunan untuk kepentingan umum, pemberian ganti rugi

Tutkimuksessa mukana olevien vuokra-asunnon tarjoajien vertailulla pyritään saamaan kokonaiskuva pääkaupunkiseudun arava- ja korkotukivuokra-asuntojen hakijoista,

adalah untuk melengkapi data sosial ekonomi yang terdapat pada buku profil Desa wih resap. Dalam mengumpulkan data sosial ekonomi ini kami menggunakan metode wawancara

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengkarakterisasi struktur (gugus fungsi, porositas, kristalinitas dan senyawa kimia) arang aktif yang dihasilkan dari proses aktivasi

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan maka penelitian ini diberi judul “ ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA PRODUK YANG BERPENGARUH TERHADAP