KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang selalu memberikan nikmatnya kepada kita semua dengan tiada henti-hentinya yang mana kita hidup berpijak di bumi-Nya dan kita ada karena kehendak-Nya. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang dapat kita jadikan teladan dalam mengarungi kehidupan ini.
Alhamdulillah Review Paper ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Dalam pembuatan Review Paper ini tidak terlepas dari pihak-pihak yang telah mendukung. Terima kasih saya ucapkan kepada Dosen pengampu Bapak Dr. Nuril Huda, SE, M.Si dan teman-teman kampus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat.
Review Paper ini diharapkan dapat menjadi bahan ilmu untuk saya pribadi dan kita semua. Dalam Review Paper ini diangkat tema tentang hubungan perusahaan kepada pemasok. Pemilihan tema tersebut sangat menarik menurut saya karena apa yang diberikan pemasok dapat mempengaruhi jalannya operasi perusahaan serta juga dapat mempengaruhi laba yang akan dihasilkan perusahaan.
Saya menyadari masih terdapat kekurangan dalam Paper Review ini. Maka dari itu saya sangat mengharapkan kritik atau pun saran dari pembaca agar adanya hasil yang lebih baik dalam pembuatan selanjutnya.
Banjarmasin, 12 Nopember 2014
IDENTITAS
Jurnal yang direview adalah jurnal Manajemen Pemasaran Industri (Industrial Marketing Management) yang ditulis oleh Jagdish N. Sheth dan Arun Sharma. Jurnal yang berjudul “Supplier Relationships Emerging Issues and Challenges” ini diterbitkan pada tahun 1997 dengan volume ke 26, rentang halaman 91-100. 655 Avenue of America, New York, NY 10010.
ABSTRAK
Ada bukti bahwa hubungan sangat penting dalam efektif strategi pemasaran. Artikel ini berfokus pada hubungan bahwa perusahaan perlu mengembangkan dengan pemasok mereka. Kita mengusulkan bahwa hubungan yang efektif dengan pemasok akan menyediakan perusahaan dengan keunggulan kompetitif berikutnya-generasi. Menuju tujuan ini, artikel tersebut membahas alasan untuk munculnya hubungan pemasaran dan penelitian akademis di masa depan diperlukan di daerah ini. Artikel itu menyimpulkan bahwa membeli organisasi secara dramatis bergeser dari transaksi berorientasi relasional filsafat berorientasi, dan akan beralih dari proses pembelian untuk proses hubungan pemasok. Perubahan kearah pemasok hubungan akan mengubah peran, proses, dan strategi perusahaan dan, oleh karena itu, daerah baru penyelidikan akan muncul. Ini termasuk pemasok pemahaman sebagai pelanggan; lintas fungsional teaming pemasok; nilai ekonomi ekuitas pemasok; kurva pengalaman pasokan; hub dan organisasi berbicara; ikatan dengan pemasok; proses sumber global; antar budaya nilai dalam pembelian; aturan dan peraturan lintas-nasional; dan pengadaan layanan.
LATAR BELAKANG
Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa perusahaan kini bergeser dari orientasi kepada pembelian ke arah orientasi pada filsafah relasi, dan bergeser dari kepentingan dalam proses pembelian menjadi kepentingan dalam proses hubungan dengan pemasok itu sendiri. Perubahan ke arah pemasok akan merubah peran, proses, dan strategi perusahaan. Dari itu perusahaan bisa mendapatkan objek penelitian yang baru dengan mudah. Hal demikian termasuk bahwa pemasok sebagai lintas fungsonal, pelanggan, hubungan dengan pemasok, nilai ekonomi ekuitas pemasok, dan kurva pemasok, proses sumber global, nilai antar budaya, serta aturan dalam lintas nasional dan pengadaan layanan.
METODE
Penyajian data dan pendekatan penelitian dalam jurnal ini memiliki beberapa jenis yang dipakai secara satu waktu. Ketika terjadinya perubahan perilaku pembeli karena pengaruh langsung yang diberikan oleh pemasok maka disajikan dengan gambar, panah, dan tulisan tulisan. Hal itu bisa dikatakan dengan adanya penyajian data kualitatif karena dapat dilihat pada gambar 1 maupun pada gambar 2. Dalam pemaparan pendukung pada jurnal ini sering sekali dijumpai adanya pemberian contoh serta studi kasus yang diberikan oleh penulis jurnal yang tentunya sangat relevan dengan apa yang dibahas. Penyajian data tersebut menggunakan pendekatan deskriptif yang baik sehingga memudahkan pembaca untuk menggali serta memahami maksud secara benar, seperti contoh General Motors, Xerox, Block and Decker, dan lain-lain. Data kuantitatif dapat kita lihat pada tabel reduksi yang telah disajikan di dalam jurnal ini. Dengan banyaknya dan variatifnya metode serta penyajian data yang dilakukan, sepertinya tidak membuat susah pembaca dalam memahami isi dari jurnal ini sendiri
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dalam Perilaku Pembelian Organisasi
teori biaya transaksi di ekonomi. Sebagai contoh, penelitian pada pembeli penjual interaksi dan hubungan pembeli-penjual, terutama dalam daerah saluran sebagai pelanggan, sangat dipengaruhi oleh sekitar dan rekan-rekannya, karya klasik pada kekuasaan, ketergantungan, dan konflik, dan kemudian oleh Williamson teori biaya transaksi.
Perubahan Dalam Perilaku Pembelian Organisasi
Perilaku membeli organisasi telah berubah sejak tahun 1970 untuk setidaknya ada empat alasan (lihat gambar 1). Pertama, daya saing global, terutama di sektor manufaktur seperti proses pengolahan, mobilitas, dan ketahanan hasil produksi, telah menunjukkan keunggulan yang kompetitif menciptakan dan mengelola hubungan rantai pasokan. Kedua munculnya TQM (Total Quality Management) yang berhasil membuat kebaikan di pasar karena mengutamakan kualitas yang dihasilkan. Ketiga, restrukturisasi industri melalui merger, akuisisi, dan aliansi secara global telah direorganisasi fungsi pengadaan dari desentralisasi administratif fungsi untuk fungsi strategis terpusat.
sejarawan filsuf telah fasih menyatakan: "Pada saat perubahan drastis, itu adalah peserta didik yang mewarisi masa depan. Belajar menemukan sendiri dilengkapi dengan dunia yang tidak lagi ada." Ada empat alasan yang mendasari hubungan pemasok. Ini peningkatan efisiensi biaya, peningkatan efektivitas, memungkinkan teknologi, dan peningkatan daya saing.
Hubungan Diperensiator Strategis dengan Pemasok
Dalam penawaran dengan pemasok, perusahaan akan berpotensi untuk meningkatkan pasokannya untuk produktivitas operasionalnya. Hubungan yang dekat dengan pemasok akan membuat pemasok merasa sebagai mitra yang berbeda yang dapat mengerti maksud perusahaan dengan benar. Di dalam jurnal ini dikatakan bahwa harapan dari perusahaan terhadap pemasoknya ialah mengurangi jumlah pemasoknya sendiri agar terjalinnya hubungan yang lebih dekat serta memungkinkan keberlangsungan kerjasama dalam kurun waktu yang lama. di balik itu, perusahaan akan membentuk hubungan dengan pemasok dan isu-isu seperti selektivitas pelanggan dan praktik akan menjadi penting untuk mengelola hubungan dengan komunitas pemasok mereka. Oleh karena itu untuk mempertahankan keunggulan strategis dalam fungsi dari pasokan, perusahaan perlu untuk membuktikan kepada pemasok nilai dari hubungan dengan mereka.
bersama seperti investasi umum (yaitu, hambatan keluar tinggi) juga akan bertahan. Keempat, organisasi perlu mengembangkan budaya di mana hubungan dengan pemasok dihargai. Akhirnya, hubungan pemasok sukses akan menyediakan perusahaan dengan keuntungan penggerakan pertama, pemasok akan datang ke perusahaan pertama yang membentuk hubungan.
Pemasok Sebagai Nasabah
Layanan Pengadaan
KESIMPULAN