75 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 3.1.1 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT. Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Unit Aston Villa yang beralamat di Jl. Lintas Sumatera, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, 36361.
3.1.2 Waktu Penelitian
Berikut adalah tabel jadwal penelitian yang menjelaskan tentang jadwal penyusunan skripsi dalam penelitian ini yang dilaksanakan mulai dari Agustus 2019 sampai dengan April 2020.
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
Jenis Kegiatan Bulan
Agust Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr 1. Penyusunan Judul Proposal a. Pengajuan Judul Proposal b. Bimbingan Proposal c. Seminar Porposal 2. Persiapan Penelitian a. Penyusunan Angket b. Uji Coba Angket 3. Pelaksanaan Penelitian a. Penyebaran dan penarikan angket b. Analisis Pengolahan Data c. Bimbingan Skripsi 4. Sidang Skripsi
Pada tabel 3.1 dapat disimpulkan bahwa penyusunan judul proposal skripsi dan pengajuan judul proposal skripsi dilaksanakan pada bulan Agustus 2019, bimbingan proposal dilaksanakan mulai dari bulan September sampai dengan November 2019, seminar proposal dilaksanakan pada bulan Desember 2019. Kemudian dilanjutkan dengan persiapan penelitian, penyusunan angket dan uji coba angket yang dilaksanakan pada bulan Januari 2020, pelaksanaan penelitian, penyebaran dan penarikan angket, serta analisis pengolahan data dilaksanakan pada bulan Februari 2020, bimbingan skripsi dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2020, dan sidang skripsi dilaksanakan bulan April 2020. 3.2 Desain Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif assosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Yaitu hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya, artinya penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numeric (angka), dengan menggunakan metode penelitian ini akan diketahui hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti, sehingga menghasilkan kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti.
Menurut Margono, 1997 (dalam Darmawan, 2014:37) mengatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin kita ketahui. Jadi penelitian ini akan dijelaskan melalui hasil analisis yang berupa angka.
Menurut Sugiyono (2016:35) penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih
(variabel yang berdiri sendiri atau variabel bebas) tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain.
3.3 Variabel Penelitian
1. Variabel Independen (Variabel Prediktor)
Sugiyono (2016:39) variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
X1 : Citra Pegadaian Syariah X2 : Kualitas Pelayanan
2. Variabel Dependen (Variabel Respon)
Sugiyono, (2016:39) Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Y : Keputusan Konsumen.
Tabel 3.2
Variabel dan Indikator Variabel Nama Penulis/
Tahun
Indikator Skala Pengukuran
Citra Pegadaian Syariah Charles J.Fombrun (dalam Ruslan, 2016:326) (1) Corporate Reputation (2) Corporate Image (3) Corporate Identity
Ordinal 1 = Sangat tidak setuju
2 =Tidak setuju 3 =Setuju
1 2 3 4 5 Kualitas Pelayanan Parasuraman et.al., 1998 dan Zeithaml, 1996 (dalam Ruslan, 2016:284) (1) Reliability, (2) Responsiveness, (3) Assurance (4) Empathy, (5) Tangible.
Ordinal 1 = Sangat tidak setuju 2 = Tidak setuju 3 = Setuju 4 = Sangat setuju Keputusan konsumen Nasabah yang Menggunakan jasa gadai produk pembiayaan Rahn (gadai syariah) pada PT. Pegadaian Syariah
Cabang Jelutung Unit Aston Villa
Nominal 0 = 1 kali 1 = > 1 kali
Dari tabel 3.2 dapat disimpulkan bahwa variabel citra pegadaian syariah menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Charles J.Fombrun (dalam Ruslan, 2016:326) yaitu Corporate Reputation, Corporate Image, dan Corporate
Identity. Serta menggunakan skala ordinal. Pada variabel kualitas pelayanan
menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Parasuraman et.al., 1998 dan Zeithaml, 1996 (dalam Ruslan, 2016:284) yaitu Reliability, Responsiveness,
Assurance, Empathy, dan Tangible. Serta menggunakan skala ordinal. Dan yang
terakhir variabel keputusan konsumen yang merupakan variabel dummy menggunakan skala nominal dengan pengukuran 0 (1 kali) dan 1 (> 1 kali).
3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2016:80) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sesuai dengan latar belakang masalah yang ada maka populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah nasabah yang menggunakan jasa gadai produk pembiayaan rahn (gadai syariah) yang berjumlah 48 nasabah.
3.4.2 Sampel
Menurut Sugiyono (2016:81) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Menurut sugiyono (2016:85) purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Maka penentuan sampel diambil dari kriteria nasabah yang menggunakan produk pembiayaan rahn (gadai syariah) sebagai berikut:
1. Nominal pinjaman antara Rp 50.000,- S.d Rp 500.000,-
2. Jangka waktu yang diberikan 120 hari atau sama dengan 1 s.d 4 bulan
3. Dan nasabah yang aktif pada produk pembiayaan rahn berjumlah 48 nasabah. Karena populasi berjumlah kurang dari 100 responden, maka semua populasi dijadikan sampel sehingga ada 48 nasabah yang menjadi sampel.
3.5 Jenis dan Sumber Data 3.5.1 Jenis Data
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dan dianalisis dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer dalam penelitian ini mengacu pada data yang dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada nasabah pegadaian syariah dalam kurun waktu sama.
3.5.2 Sumber Data
1. Data primer, adalah data yang diperoleh langsung dari responden melalui penyebaran angket yang berkaitan dengan citra pegadaian syariah dan pelayanan terhadap keputusan konsumen untuk menggunakan jasa gadai produk pembiayaan rahn (gadai syariah) pada PT. Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Unit Aston Villa.
3.6 Instrumen Penelitian 3.6.1 Angket
Menurut Sugiyono (2016:142) angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
Dalam penelitian ini penelitian angket digunakan untuk tujuan mengetahui informasi tentang citra pegadaian syariah dan kualitas pelayanan terhadap keputusan konsumen untuk menggunakan jasa gadai pada PT. Pegadaian Syariah. Dalam penelitian ini untuk variabel independen (X) menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2016:93) skala likert digunakan untuk mengukur
sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peniliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Apabila angket telah diperoleh, maka jawaban diberi skor masing-masing sebagai berikut:
Tabel 3.3
Skor Jawaban Angket
No Jawaban Skor
1 Sangat setuju 4
2 Setuju 3
3 Tidak setuju 2
4 Sangat Tidak setuju 1
Sumber: Sugiyono (2016:93)
Dari Tabel 3.3 disimpulkan bahwa jawaban sangat setuju menunjukkan nilai tertinggi yaitu 4, jawaban setuju menunjukkan nilai 3, jawaban tidak setuju menunjukkan nilai 2, dan jawaban sangat tidak setuju menunjukkan nilai terendah yaitu 1.
Untuk jawaban variabel dependen (respon) yang merupakan variabel
Dummy, yaitu 0 dan 1:
0 = 1 kali 1 = > 1 kali
Tabel 3.4
Kisi-Kisi Instrumen Citra Pegadaian Syariah
Variabel Indikator Deskriptor No Butir
Item Citra Pegadadaian Syariah Corporate Reputaion
(1) Karakteristik perusahaan yang dipahami publik sasaran seperti perusahaan yang dapat dipercaya
1, 2, 3 4, 5, 6 (2) Perusahaan yang mempunyai tanggung
jawab sosial
(3) Kinerja keamanan transaksi sebuah pegadaian syariah
(4) Perusahaan memiliki pegawai yang kompeten
(5) Perusahaan pegadaian syariah yang terkenal di masyarakat.
Corporate Image
(1) Nilai-nilai yang dimiliki suatu perusahaan dengan kata lain cara kerja operasional pegadaian syariah
7, 8, 9, 10, 11 (2) Sikap pegawai yang peduli terhadap
nasabah
(3) Pegawai yang cepat tanggap terhadap permintaan maupun keluhan nasabah
Corporate Identity
(1) Alat mempermudah pengenalan
Tabel 3.5
Kisi-Kisi Instrumen Kualitas Pelayanan
Variabel Indikator Deskriptor No Butir
Item
Kualitas Pelayanan
Reliability (1) Kemampuan untuk memberikan
pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan
1, 2, 3
Responsiveness (1) Kesigapan dalam membantu nasabah
dengan memberikan layanan cepat, tepat
dan tanggap 4, 5, 6, 7
(2) Mampu menangani keluhan para nasabah secara baik
Assurance (1) Kemampuan pegawai tentang
pengetahuan suatu produk (good product
knowledge)
8, 9, 10 (2) Memberikan jaminan keamanan
terhadap barang yang dititipkan (3) Selalu menjaga privacy nasabah
Empathy (1) Berusaha untuk memahami
keinginan dan kebutuhan nasabah 11, 12, 13 (2) Perhatian secara individual yang
diberikan kepada nasabah
Tangible (3) Tampilan fisik perusahaan seperti
penampilan pegawai, tampilan ruang kantor dan fasilitas kantor
Tabel 3.6
Kisi-Kisi Instrumen Keputusan Konsumen
Variabel Indikator Deskriptor No Butir
Item Keputusan
Konsumen
Nasabah yang Menggunakan jasa gadai produk pembiayaan rahn (gadai syariah)
Berapa kali Bapak/Ibu/Saudara/I Menggunakan jasa gadai produk pembiayaan Rahn (gadai syariah) pada PT. Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Unit Aston Villa
1
3.6.2 Wawancara
Menurut Sugiyono (2016:143) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yag harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Wawancara ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait minat masyarakat untuk menggunkan jasa gadai syariah di pegadaian syariah, dan untuk mendapatkan informasi tentang penilaian nasabah mengenai citra/image pegadaian syariah dan pelayanan yang di dapat dari PT. Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Unit Aston Villa.
3.6.3 Dokumentasi
Menurut Khairinal (2016:342) dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan sebagainya, barang-barang bergambar seperti gambar, foto, lukisan, dan lainnya.
3.7 Teknik Pengumpulan Data 3.7.1 Penyebaran Angket
Setelah proses uji coba validitas dan uji coba reliabilitas instrumen selesai, maka angket yang telah diseleksi dan sudah dianggap tepat disebar dan dibagikan kepada nasabah yang menjadi responden. Dalam proses penyebarannya, peneliti mendatangi langsung kantor PT. Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Unit Aston Villa dan menitipkan angket penelitian kepada pegawai di kantor tersebut. Dalam mengisi angket, nasabah akan dibantu oleh salah satu pegawai yang sedang magang disana. Dan peneliti datang sesekali ke kantor pegadaian syariah guna memantau sebarapa banyak angket yang sudah diisi oleh nasabah.
3.7.2 Penarikan Angket
Saat penarikan instrument angket, peneliti datang ke kantor PT. Pegadaian Syariah Cabang Jelutung Unit Aston Villa untuk mengambil angket penelitian setelah angket sudah terisi semua dan waktu penelitian yang ditentukan selesai. 3.8 Uji Instrumen
3.8.1 Uji validitas
Menurut Khairinal, (2016:346) Uji validitas adalah uji untuk menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur itu dalam mengukur data yang sudah diperoleh, dimaksud untuk mengetahui apakah valid atau tidaknya alat ukur (angket) yang dipergunakan. Dengan demikian dapat diketahui seberapa besar ketepatan dan kecermatan alat ukur yang digunakan. Kriterianya adalah sebagai berikut:
1. Jika 𝑟 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑟 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka instrumen atau item pernyataan berkorelasi signifikan (sig 0.05) terhadap skor total dan dinyatakan valid.
2. Jika 𝑟 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka instrumen atau item pernyataan tidak berkorelasi signifikan (sig 0.05) terhadap skor total dan dinyatakan tidak valid. Untuk menguji validitas dapat dibantu dengan menggunakan program analisis SPSS versi 24.
1. Uji Coba Validitas Angket Penelitian
Untuk tingkat validitas dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan nilai 𝑟 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan 𝑟 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 untuk degree of freedom (df) = n - 2. Pada penelitian ini, besarnya responden uji coba penelitian (n) adalah 32 orang sehingga diperoleh df = 32 – 2 = 30. Dengan sig. 0,05, maka diperoleh nilai 𝑟 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0.3494= 0,349. Berikut hasil perhitungan uji coba validitas tiap variabel dengan SPSS v.24:
Dari seluruh item pernyataan yang terdiri dari 15 item pernyataan variabel citra pegadaian syariah. Ada 13 item pernyataan yang dinyatakan valid dan 2 item pernyataan yang dinyatakan tidak valid. 2 item pernyataan yang tidak valid tersebut yaitu item no 1 dan 15. Artinya ada 13 item pernyataan yang mampu mengukur variabel citra pegadaian syariah dan mampu memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.
Untuk variabel pelayanan dari seluruh item pernyataan yang terdiri dari 17 item pernyataan variabel pelayanan. Ada 16 item pernyataan yang dinyatakan valid dan 1 item pernyataan yang dinyatakan tidak valid. 1 item pernyataan yang tidak valid tersebut yaitu item no 3. Artinya ada 16 item pernyataan yang mampu mengukur variabel pelayanan dan mampu memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.
Dan untuk variabel keputusan konsumen dari 1 item pernyataan yang ada. 1 item pernyataan tersebut dinyatakan valid. Artinya item pernyataan tersebut mampu mengukur variabel keputusan konsumen dan mampu memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Hasil uji coba validitas angket dapat dilihat pada lampiran 11.
2. Uji Validitas Angket Penelitian
Untuk tingkat validitas dilakukan uji signifikansi dengan membandingkan nilai 𝑟 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan 𝑟 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 untuk degree of freedom (df) = n - 2. Pada penelitian ini, besarnya responden uji penelitian (n) adalah 48 orang sehingga diperoleh df = 48 – 2 = 46. Dengan sig. 0,05, maka diperoleh nilai 𝑟 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0.2845= 0,285. Berikut hasil perhitungan uji validitas tiap variabel dengan SPSS v.24:
Dari seluruh item pernyataan yang terdiri dari 13 item pernyataan variabel citra pegadaian syariah, seluruhnya dinyatakan valid. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan mampu mengukur variabel citra pegadaian syariah dan mampu memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.
Untuk variabel pelayanan dari 16 item pernyataan variabel pelayanan, seluruhnya dinyatakan valid. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan mampu mengukur variabel pelayanan dan mampu memberikan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti.
Dan untuk variabel keputusan konsumen dari 1 item pernyataan yang ada. 1 item pernyataan tersebut dinyatakan valid. Artinya item pernyataan tersebut mampu mengukur variabel keputusan konsumen dan mampu memberikan hasil
yang sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti. Hasil uji validitas angket dapat dilihat pada lampiran 12.
3.8.2 Uji Reliabilitas
Menurut Khairinal (2016:347) uji reliabilitas adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulang dua kali atau lebih berulang kali hasilnya tetap sama disebut reliabel.
Jika nilai alpha > 0.7 artinya reliabilitas mencukupi ( sufficient reliability). Jika alpha > 0.80 ini mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten memiliki reliabilitas yang kuat. Dan untuk menguji reliabilitas dapat dibantu dengan menggunakan program analisis SPSS versi 24.
1. Uji Coba Reliabilitas Angket Penelitian
Dalam penelitian ini, perhitungan uji coba reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Instrumen dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach Alpha ˃ 0,70. Berikut adalah hasil uji coba reliabilitas instrumen dalam penelitian ini:
Dari hasil analisis didapatkan hasil bahwa variabel citra pegadaian syariah yang memiliki 15 item pernyataan, variabel pelayanan yang memiliki 17 item pernyataan, dan variabel keputusan konsumen yang memiliki 1 item pernyataan seluruhnya dinyatakan reliabel. Karena masing-masing variabel memiliki Cronbach Alpha ˃ 0,70, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dari 33 item pernyataan yang mengukur variabel citra pegadaian syariah, pelayanan, dan keputusan konsumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji coba reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 13.
2. Uji Reliabilitas Angket Penelitian
Dalam penelitian ini, perhitungan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Instrumen dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach Alpha ˃ 0,70. Berikut adalah hasil pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini:
Dari hasil analisis didapatkan hasil bahwa variabel citra pegadaian syariah yang memiliki 13 item pernyataan, variabel pelayanan yang memiliki 16 item pernyataan, dan variabel keputusan konsumen yang memiliki 1 item pernyataan, seluruhnya dinyatakan reliabel. Karena masing-masing variabel memiliki Cronbach Alpha ˃ 0,70, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dari 30 item pernyataan yang mengukur variabel citra pegadaian syariah, pelayanan, dan keputusan konsumen dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 14.
3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Analisis Deskriptif
Menurut Sugiyono (2016:35) penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri atau variabel bebas) tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain.
Analisis deskriptif adalah analisis yang dilakukan dengan memaparkan atau mendeskripsikan data. Analisis ini digunakan untuk menggambarkan informasi yang dapat digali dari data secara komprehensif dengan cara mendeskripsikan data melalui berbagai cara. Hasil pengukuran deskriptif tersebut
menjadi dasar untuk melakukan analisis statistik. Alat analisis berupa regresi logistik biner.
3.9.2 Analisis Regresi Logistik
Analisis regresi logistik merupakan suatu model analisis untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen yang berskala matriks atau kategorik terhadap variabel dependen yang berskala kategorik. Pada dasarnya regresi logistik sama dengan analisis deskriminan, perbedaannya ada pada jenis data variabel dependen. Jika pada analisis deskriminan variabel menggunakan data rasio dan interval, maka pada regresi logistik variabel dependen menggunakan data dengan skala nominal. Dilihat dari variabel responnya regresi logistik dibedakan menjadi dua yaitu regresi logistik biner (variabel responnya
dichotomous atau hanya memiliki dua kategori) dan regresi logistik multinominal
(variabel responnya memiliki lebih dari dua kategori atau polytomousi). Pada regresi logistik ini variabel terikatnya merupakan variabel dummy yaitu (0 dan 1).
Maka teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik biner atau bisa disebut dengan analisis logit. Menurut Hosmer dan Lemeshow, 2002 (dalam jurnal Kotimah & Wulandari, Vol.3 No.1, 2014:1) Regresi logistik biner adalah suatu metode analisis data yang digunakan untuk mencari hubungan antara variabel respon (Y) yang bersifat biner dengan variabel prediktor (X). Variabel respon (Y) terdiri dari dua kategori yaitu menggunakan > 1 kali dan menggunakan 1 kali yang dinotasikan dengan y = 1 (menggunakan jasa gadai > 1 kali) dan y = 0 (menggunakan jasa gadai 1 kali).
Regresi logit merupakan log dari rasio peluang (odd ratio) yaitu rasio antara probabilitas 1 kali dengan probabilitas rasio > 1 kali. Untuk menguji analisis regresi logistik biner menggunakan bantuan program SPSS versi 24.
Tahap-tahap dalam analisis regresi logistik biner dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Estimasi Parameter
Salah satu metode untuk mencari estimasi parameter logistik biner adalah metode Maximum Likelihood Estimation (MLE) dengan asumsi respon berdistribusi binomial. Pada dasarnya metode Maximum Likelihood memberikan nilai estimasi β untuk memaksimumkan fungsi likelihood (dalam jurnal Tampil, Komalig, & Langi, Vol.6 No.2, 2017:57). Di mana nilai fungi likelihood diperoleh dari probabilitas persamaan regresi logistik yang akan di estimasi. Fungsi
likelihood mencapai nilai maksimum bila turunan pertamanya sama dengan nol
dan turunan kedua negatif (dalam jurnal Wisudawati & Istiawan, 2017:234). Untuk pengujian estimasi parameter ini dapat dibantu dengan aplikasi Photomath. 2. Pengujian Parameter
1). Uji Simultan
Dalam uji simultan menggunakan metode likelihood ratio atau disebut juga uji G. Yaitu menguji signifikansi dari masing-masing variabel secara bersama-sama (serentak) dalam model. Rasio uji likelihood untuk uji signifikansi keseluruhan dari P-koefisien untuk variabel independen dalam model dapat ditunjukkan dengan cara yang sama dengan regresi univariat.
Hipotesis uji simultan dengan metode likelihood ratio ini adalah sebagai berikut:
HO : β 1 = β 2 =…..= β p = 0 (Variabel citra pegadaian syariah dan pelayanan tidak
berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk menggunakan jasa gadai rahn)
H1 : Minimal ada satu β i ≠ 0 untuk i = 1,2,….p (Minimal ada salah satu dari
variabel citra pegadaian syariah dan pelayanan yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen untuk menggunakan jasa gadai rahn)
Daerah penolakan: apabila G > Chi Squaretabel maka H0 ditolak, dan
apabila G < Chi Squaretabel maka H0 tidak ditolak. Uji simultan ini dibantu dengan
menggunakan SPSS versi 24. 2). Uji Parsial
Uji parsial ini digunakan untuk pengujian variabel bebas secara individu yang akan menunjukkan apakah suatu variabel bebas berpengaruh signifikan atau tidak. Hipotesis uji parsial dengan menggunakan metode uji Wald ini adalah sebagai berikut:
H0 : β i = 0, (Variabel bebas tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap
variabel terikat)
H1 : β i ≠ 0 ; i = 1,2,….p (variabel bebas mempunyai pengaruh signifikan
terhadap variabel terikat)
Daerah penolakan: dengan taraf signifikan α, jika W > Chi Squaretabel
maka H0 ditolak, dan apabila W < Chi Squaretabel maka H0 tidak ditolak. Uji
parsial ini dibantu dengan menggunakan SPSS versi 24. 3). Koefisien Determinan
Koefisien determinan digunakan untuk mengetahui presentasi sumbangan pengaruh variabel bebas secara serentak terhadap variabel terikat. Pada pengujian
regresi logistik presentase sumbangan kedua variabel dapat diketahui melalui nilai koefisien dari Nagelkerke R square. Sebelum menghitung nilai Nagelkerke R
Square R2 maka harus tahu nilai dari Cox & Snell Pseudo R2.
Jika R2 semakin mendekati 1, maka semakin baik model yang diperoleh. Uji koefisien determinan dibantu dengan menggunakan SPSS versi 24.
3. Uji Kesesuaian Model
Pengujian ini dilakukan untuk menguji apakah model yang dihasilkan berdasarkan regresi logistik multivariat/serentak sudah layak. Statistik uji yang digunakan adalah uji Hosmer dan Lemeshow (dalam jurnal Mujahid, Yasin, & Mukid, Vol.5 No.1, 2016:134)
Hipotesis:
H0 : Model sesuai (tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
pengamatan dengan kemungkinan hasil prediksi model)
H1 : Model tidak sesuai (terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil
pengamatan dengan kemungkinan hasil prediksi model).
Apabila uji Hosmer dan Lemeshow < Chi Squaretabel maka H0 diterima atau
p-value > α. Untuk mengujinya dibantu dengan SPSS versi 24. 4. Uji Keseluruhan Model (Overall Model Fit)
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen di dalam regresi logistik secara simultan mempengaruhi variabel dependen sebagaimana uji F pada regresi linier. Uji ini didasarkan pada nilai statistika -2LL. Uji simultan koefisien regresi model logistik dihitung dari perbedaan nilai -2LL antara model dengan hanya terdiri dari konstanta dan model yang diestimasi terdiri dari konstanta dan variabel independen
Perhatikan angka -2Log Likelihood pada awal (block number = 0) dan angka -2Log Likelihood pada akhir (block number = 1). Jika terjadi penurunan angka -2Log Likelihood pada akhir (block number = 0 – block number = 1) menunjukkan model regresi yang baik.
H0 : Model yang dihipotesiskan fit dengan data Ha : Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data
Jika nilai -2Log Likelihood < Chi Squaretabel maka H0 diterima dan begitu
juga sebaliknya jika Nilai -2Log Likelihood > Chi Squaretabel maka H0 ditolak.
Analisis ini dibantu dengan bantuan program SPSS v.24. 5. Ketepatan Klasifikasi Tabel
Untuk menghitung frekuensi yang menggunakan jasa gadai 1 kali dan > 1 kali yang dapat diprediksi oleh model yang dipakai di dalam penelitian ini. Analisis ini dibantu dengan bantuan program SPSS v.24.
6. Interpretasi Parameter
Regresi logistik biner juga menghasilkan rasio peluang (odds ratio) terkait dengan nilai setiap prediktor. Peluang (odds) dari suatu kejadian diartikan sebagai probabilitas hasil yang muncul yang dibagi dengan probabilitas suatu kejadian tidak terjadi. Secara umum rasio peluang (odds ratio) merupakan sekumpulan peluang yang dibagi oleh peluang lainnya. Rasio peluang bagi prediktor diartikan sebagai jumlah relatif dimana peluang hasil meningkat (rasio peluang >1) atau turun (rasio peluang < 1) ketika nilai variabel prediktor meningkat sebesar 1 unit.
Bila nilai ψ = 1, maka antara kedua variabel tersebut tidak terdapat hubungan. Bila nilai ψ < 1 maka antara kedua variabel terdapat hubungan negatif
terhadap perubahan kategori dari nilai x dan demikian sebaliknya. Uji ini dibantu dengan menggunakan SPSS versi 24.