58
A. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Stadion Pahoman dan lokasi CFD Tugu Gajah, Tanjung Karang (Pusat Kota Bandar Lampung), Provinsi Lampung. Stadion Pahoman merupakan salah satu tempat yang paling sering dikunjungi oleh masyarakat Kota Bandar Lampung. Selain itu Stadion Pahoman adalah sebuah stadion sepakbola di Kota Bandar Lampung, Lampung, yang juga merupakan markas klub sepakbola Lampung FC. Kemudian Tugu Gajah merupakan ikon penting yang ada di pusat kota Bandar Lampung dan juga pernah mendapat penghargaan adipura.
B. Waktu Penelitian
Rencana penelitian dilaksanakan pada tanggal 12 Juli sampai dengan 4 Agustus 2016. Tahap-tahap penelitian disajikan dalam bentuk matrik di bawah ini:
Tabel 1. Jadwal Kegiatan Penelitian
No Waktu Jenis Kegiatan Keterangan
1 Selasa, 12 Juli 2016 Observasi pertama
sekaligus penyerahan surat izin penelitian kepada Komunitas Pacers
Stadion Pahoman
2 Kamis, 14 Juli 2016 Observasi terakhir Stadion Pahoman 3 Minggu, 17 Juli 2016 Wawancara responden
pertama
Stadion Pahoman
4 Senin, 18 Juli 2016 Wawancara responden kedua
Kampus Perguruan Tinggi Teknokrat 5 Senin, 18 Agustus 2016 Wawancara responden
ketiga
Mess Atletik
Lampung, Pahoman Bandar Lampung 6 Senin, 18 Agustus 2016 Wawancara responden
keempat
Mess Atletik
Lampung, Pahoman Bandar Lampung
7 Senin, 18 Agustus 2016 Wawancara responden kelima
Mess Atletik
Lampung, Pahoman Bandar Lampung 8 Jum’at, 22 Juli 2016 Wawancara responden
keenam
Stadion Pahoman
9 Minggu, 24 Juli 2016 Wawancara responden ketujuh
Lokasi CFD Tugu Gajah, Bandar Lampung 10 Selasa, 26 Juli 2016 Wawancara responden
kedelapan
Stadion Pahoman
11 Selasa, 26 Juli 2016 Wawancara responden kesembilan
Stadion Pahoman
12 Selasa, 26 Juli 2016 Wawancara responden kesepuluh
Stadion Pahoman
13 Senin, 1 Agustus 2016 Wawancara responden kesebelas
Kampus Universitas Lampung
14 Rabu, 3 Agustus 2016 Wawancara responden keduabelas
SMP Negeri 9 Bandar Lampung
15 Kamis, 4 Agustus 2016 Surat balasan penelitian dari komunitas Pacers
Stadion Pahoman
16 Minggu, 27 November 2016
Wawancara tingkat kepuasan masyarakat terhadap eksistensi Pacers (penelitian tambahan)
17 Senin Wawancara tingkat
kepuasan masyarakat terhadap eksistensi Pacers (penelitian tambahan)
C. Tata Laksana Penelitian 1. Jenis Penelitian
Penelitian yang dipergunakan adalah pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dimana dalam proses pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara. Menurut Moeloeng (2005), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan cara memanfaatkan berbagai metode ilmiah.
Penelitian ini menggunakan penelitian survei yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. Penetapan rancangan penelitian survei bertujuan:
1) Untuk mencari informasi faktual yang mendetail tentang gejala yang ada; 2) Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk, mendapatkan
justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung; 3) Untuk membuat komparasi dan evaluasi; dan
4) Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan (Sunarno dan Sihombing, 2011)
2. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan bagian yang sangat penting dan syarat mutlak dari suatu penelitian. Berbobot atau tidaknya suatu penelitian tergantung pada pengambilan langkah-langkah dalam metodologi penelitian seperti yang dikemukakan oleh Sutrisno Hadi (1986) bahwa “metode penelitian sebagaimana yang dikenal sekarang memberikan garis-garis yang cermat dan mengajukan syarat-syarat yang benar”. Maksudnya adalah untuk menjaga agar pengetahuan yang dicapai dari suatu penelitian dapat mempunyai harga ilmiah.
Metode yang dipakai peneliti dalam penelitian ini metode adalah metode penelitian kualitatif yang merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono, 2005).
Ada lima ciri pokok karakteristik metode penelitian kualitatif yaitu: 1) Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif. Peneliti pergi ke lokasi tersebut, memahami. Mencatat, bertanya, menggali sumber yang erat hubungannya dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Hasil-hasil yang diperoleh pada saat itu segera disusun saat itu pula. Apa yang diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan dimana tingkah laku berlangsung. 2) Memiliki sifat deskriptif analitik
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil wawancara, hasil pemotretan, analisis dokumen, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, tidak dituangkan dalam bentuk angka-angka. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memperkaya informasi, mencari hubungan, membandingkan, menemukan pola atas dasar data aslinya. Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang diteliti yang disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan-pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu peneliti dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data. 3) Tekanan pada proses bukan hasil
Data dan informasi yang diperlukan berkenan dengan pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana untuk mengungkap proses bukan hasil suatu kegiatan. Apa yang dilakukan, mengapa dilakukan dan bagaimana cara melakukannya memerlukan pemaparan suatu proses mengenai fenomena tidak dapat dilakukan dengan ukuran frekuensinya saja. Pertanyaan di atas menuntut gambaran nyata tentang kegiatan, prosedur, alasan-alasan, dan interaksi yang terjadi dalam konteks lingkungan dimana dan pada saat
mana proses itu berlangsung. Proses alamiah dibiarkan terjadi tanpa intervensi dari peneliti, sebab proses yang terkontrol tidak akan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Peneliti tidak perlu mentransformasi data menjadi angka untuk menghindari hilangnya informasi yang telah diperoleh. Makna suatu proses dimunculkan konsep-konsepnya untuk membuat prinsip bahkan teori sebagai suatu tujuan atau hasil penelitian tersebut.
4) Bersifat induktif
Penelitian kualitatif tidak dimulai dari deduksi teori, tetapi dimulai dari lapangan yakni fakta empiris. Peneliti terjun ke lapangan, mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari proses tersebut. Kesimpulan atau generalisasi yang luas tidak dilakukan, sebab proses yang sama dalam konteks lingkungan tertentu tidak mungkin sama dalam konteks lingkungan yang lebih baik waktu maupun tempat. Temuan penelitian dalam bentuk konsep, prinsip, hukum, teori dibangun dan dikembangkan dari lapangan bukan dari teori yang telah ada. Prosesnya induktif yaitu dari data yang terpisah namun saling berkaitan.
5) Mengutamakan makna
Makna yang diungkap berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa.
Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung di lapangan.
a. Observasi
Observasi berarti pengamatan yang bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah, sehingga diperoleh pemahaman atau pembuktian terhadap informasi/keterangan yang diperoleh sebelumnya. Sebagai metode ilmiah, observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan fenomena-fenomena yang diselidiki secara sistematik. Dalam arti yang luas observasi sebenarnya tidak terbatas kepada pengamatan yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.
Pada dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan sesuatu yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. deskripsi harus kuat, faktual, sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan.
Daftar check list adalah salah satu alat observasi, yang ditujukan untuk memperoleh data, berbentuk daftar berisi faktor-faktor berikut subjek yang ingin diamati oleh observer, di mana observer dalam pelaksanaan observasi di lapangan tinggal memberi tanda check (cek, atau biasanya dicentang) sehingga memungkinkan observer dapat melakukan tugasnya secara cepat dan objektif, sebab observer sudah “membatasi diri” pada ada – tidaknya aspek yang ada, sebagaimana telah dicantumkan didalam list. Berikut di bawah ini contoh daftar check list:
Tabel 2. Daftar Check List
No Aspek Ceklis
1 Struktur Organisasi
2 AD ART -
3 Daftar Jumlah Anggota -
4 Program Latihan
5 Daftar Prestasi dan Penghargaan
6 Daftar Member -
b. Wawancara
Teknik wawancara adalah suatu percakapan dengan tujuan. Tujuan dilakukan wawancara untuk memperoleh kosntruksi yang terjadi sekarang tentang orang, kejadian, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi, pengakuan, kerisauan, dan sebagainya. Menurut Moleong (2005) wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka
penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam yaitu wawancara yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang apa yang terkandung dalam pikiran/hati, pandangan, dan makna dibalik perkataan orang yang tidak diketahui melalui observasi.
3. Populasi Dan Sampel a. Populasi
Riduwan (2004) memberikan pengertian bahwa, populasi merupakan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Menurut Arikunto (1997) Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Maka populasi dalam penelitian ini adalah Pacers atau komunitas IndoRunners Lampung yang anggotanya berjumlah 158 orang.
b. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 1997). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Dalam penelitian ini, untuk menentukan sampel penulis menggunakan teknik Sampel Tanpa Sengaja (Accidental Sampling).
Accidental sampling/ Convenience sampling adalah non-probabilitas sampling teknik dimana subyek dipilih karena aksesibilitas nyaman dan kedekatan mereka kepada peneliti. Subyek dipilih hanya karena mereka paling mudah untuk merekrut studi dan peneliti tidak mempertimbangkan memilih mata pelajaran yang mewakili seluruh populasi. Dalam semua bentuk penelitian, akan sangat ideal untuk menguji seluruh penduduk, tetapi dalam banyak kasus, populasi terlalu besar sehingga mustahil untuk menyertakan setiap individu. Ini adalah alasan mengapa para peneliti sebagian besar bergantung pada teknik sampling seperti pengambilan sampel kenyamanan, yang paling umum dari semua teknik sampling. Banyak peneliti lebih memilih teknik sampling karena cepat, murah, mudah dan subyek yang tersedia. Sampel diambil berdasarkan keperluan saja. Tidak ada perencanaan ataupun pertimbangan khusus di dalamnya. Sampel diambil atas dasar seandainya saja, tanpa
direncanakan lebih dahulu. Sebagian perwakilan anggota dari keseluruhan populasi mendapatkan kesempatan yang sama untuk dipilih.
4. Variabel Penelitian Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang akan menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1997). Dalam penelitian ini, variabel penelitiannya yaitu :
a. Variabel independen (X1) adalah partisipasi komunitas IndorRunners (X1),
b. Variabel (X2) adalah motivasi komunitas IndoRunners (X2).
c. Variabel (X3) adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap eksistensi komunitas lari.
5. Definisi Operasional
Agar lebih terarah pelaksanaan pengumpulan dan penelitian, maka perlu diberi batasan atau definisi operasional dari variabel penelitian yang terlibat.
a. Motivasi merupakan sejumlah proses, yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal yang melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. Jadi penelitian disini adalah wawancara kepada sampel penelitian supaya mengetahui motivasi apa saja yang membuat komunitas Pacers (IndoRunners Lampung) mengikuti kegiatan lari. b. Partisipasi adalah suatu proses yang aktif, yang mengandung arti
bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu. Jadi penelitian disini adalah wawancara kepada sampel penelitian supaya mengetahui partisipasi seperti apa saja yang dilakukan oleh komunitas Pacers (IndoRunners Lampung) pada kegiatan lari..
c. Kegiatan lari yang dimaksud disini adalah jogging yang merupakan lari santai. Jadi lari santai ini disini adalah kegiatan lari yang dilakukan oleh Pacers (IndoRunners Lampung) dan peneliti akan melihat langsung dengan cara penelitian obsrevasi ketika di lapangan.
d. Tingkat kepuasan masyarakat atau Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah tolok ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan. Pelayanan yang dimaksud disini adalah sumbangsih apa saja yang ada pada komunitas Pacers, jadi peneliti akan mewawancara masyarakat Bandar Lampung yang dimana masyarakat tersebut bukan dari komunitas Pacers.
e. IndoRunners adalah sebuah komunitas penggemar olahraga lari independen terbesar di Indonesia yang menyebarkan 'virus lari' dengan tujuan untuk mempopulerkan lari sebagai olahraga yang menyenangkan, mudah dilakukan, serta menjadikannya bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. IndoRunners yang dimaksud disini adalah komunitas IndoRunners Lampung yang berganti nama dengan nama Pacers (Pahoman Addicted Runners) yang akan diwawancara oleh peneliti di lapangan.
6. Keabsahan Data
Penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran yang objektif. Karena itu keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat penting. Melalui keabsahan data-data kredibilitas (kepercayaan) penelitian kualitatif dapat tercapai. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Adapun triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2007).
Dalam memenuhi keabsahan data, penelitian ini dilakukan triangulasi dengan sumber. Dalam hal triangulasi, Susan Stainback (1988) menyatakan bahwa “the aim is not to determine the truth about some social understanding of what ever is being investigated”. Tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan. Jadi triangulasi disini mencari dengan sumber yang dilaksanakan pada penelitian ini yaitu membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dengan isi dokumen yang berkaitan.
7. Teknik Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik pengumpulan data. Berikut adalah beberapa yang dipaparkan oleh peneliti, yaitu :
a. Observasi atau Pengamatan
Ada beberapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif, observasi atau pengamatan dimanfaatkan sebesar-besarnya. Salah satunya sebagai berikut:
a) Teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik? Tampaknya pengalaman langsung merupakan alat yang ampuh untuk mengetes suatu kebenaran. Jika suatu data yang diperoleh kurang meyakinkan, biasanya peneliti ingin menanyakannya kepada subjek, tetapi karena ia hendak memperoleh keyakinan tentang keabsahan data tersebut, jalan yang ditempuhnya adalah mengamati sendiri yang berarti mengalami langsung peristiwanya. b) Teknik pengamatan juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri,
kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
c) Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proposisional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh.
d) Sering terjadi keraguan pada peneliti, jangan-jangan pada data yang dijaringnya ada yang keliru atau bias. Kemungkinan keliru itu terjadi karena kurang dapat mengingat peristiwa atau hasil wawancara, adanya jarak antara peneliti dan yang diwawancarai, ataupun karena reaksi peneliti yang emosional pada suatu saat. Jalan yang terbaik untuk mengecek kepercayaan data tersebut ialah dengan jalan memanfaatkan pengamatan.
e) Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Situasi yang rumit mungkin akan terjadi jika peneliti ingin memperhatikan beberapa tingkah laku sekaligus. Jadi, pengamatan
dapat menjadi alat yang ampuh untuk situasi-situasi yang rumit dan untuk perilaku yang kompleks.
f) Dalam kasus-kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat. Misalkan seseorang mengamati perilaku bayi yang belum bisa berbicara atau mengamati orang-orang yang berkelainan, dan sebagainya.
b. Wawancara
Metode wawancara atau interview adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh peneliti dimana peneliti bertanya kepada yang diwawancara. Cara ini digunakan untuk mendapatkan informasi yang valid.
Menurut Arikunto (1996), fungsi wawancara yang pertama agar tidak ada pokok-pokok yang tertinggal dan yang kedua adalah agar pencatatannya lebih cepat. Wawancara harus dilaksanakan dengan efektif, artinya dalam kurun waktu yang sesingkat-singkatnya dapat diperoleh data sebanyak-banyaknya. Bahasa harus jelas, terarah. Suasana harus tetap rileks agar data yang diperoleh adalah data yang objektif dan dapat dipercaya. Wawancara yang dilakukan peneliti disini adalah wawancara tidak terstruktur yang dimana wawancara ini adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Contoh:
Wawancara Partisipasi
Apakah ada partisipasi beragam profesi yang ada di komunitas Pacers?
Wawancara Motivasi
Apakah ada motivasi internal maupun eksternal yang membuat anda tertarik bergabung dengan komunitas Pacers (IndoRunners) pada kegiatan lari?
Wawancara Tingkat Kepuasan
Apa saja hal yang dilakukan komunitas Pacers yang menjadi sumbangsih kepada masyarakat dalam aktivitas lari?
c. Skala Pengukuran
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala ordinal yang dimana data hasil pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori ada suatu urutan. Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang sifatnya membedakan dan mengurutkan. Misalnya seseorang diminta untuk mengurutkan tiga buah produk berdasarkan tingkat kepuasan terhadap produk.
8. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian menurut Arikunto (2006) adalah “alat bantu yang digunakan dalam mengumpulkan data.” Sedangkan menurut Sugiyono (2005), “Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.” Keberhasilan penelitian banyak ditentukan oleh instrumen yang digunakan, sebab data yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian (masalah).
Dalam penelitian kualitatif instrumen untamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutnya seteah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan dapat melengkapi data dan membandingkan data yang telah ditemukan melalui observasi dan wawancara. Peneliti akan terjun ke lapangan sendiri, baik pada grand tour question, tahap focused and selection, melakukan pengumpulan data, analisis dan membuat kesimpulan.
9. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan bagian penting dalam penelitian dan merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.
Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan (Masri Singarimbun, 2001). Data yang diperoleh dari jawaban dari responden akan dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi yang terdiri dari frekuensi dan persentase jawaban responden.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara, observasi atau pengamatan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.
Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah sebagai berikut: a. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, dan menulis memo yang bertujuan menyisihkan data atau informasi yang tidak relevan.
b. Display Data
Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif.
c. Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan
Merupakan bagian akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna dari data yang telah disajikan. Antara display data dan penarikan kesimpulan terdapat aktivitas analisis data yang ada. Maksudnya analisis data kualitatif merupakan upaya berlanjut, berulang, dan terus-menerus. Masalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi menjadi gambaran keberhasilan secara berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang terkait.
Selanjutanya data yang telah dianalisis, dijelaskan dan dimaknai dalam bentuk kata-kata untuk mendeskripsikan fakta yang ada di lapangan, pemaknaan atau menjawab pertanyaan penelitian yang kemudian diambil intisarinya saja. Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan serta dokumen, gambar atau foto dan lainnya melalui metode wawancara yang didukung dengan studi dokumentasi.