IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Data terdiri dari dua data utama, yaitu data denyut jantung pada saat kalibrasi
dan denyut jantung pada saat bekerja. Semuanya akan dibahas pada sub bab-sub
bab berikut.
A. Denyut Jantung Kalibrasi Step Test (KST)
Saat melakukan kalibrasi, secara otomatis denyut jantung akan terekam
didalam HRM. Setelah kalibrasi selesai dilakukan data yang tersimpan dalam
HRM dipindahkan ke komputer. Dari data yang sudah dipindahkan ditampilkan
dalam bentuk grafik utnuk mempermudah pencarian denyut jantung rata-rata.
Contoh grafiknya dapat dilihat pada Grafik 1 dan Grafik 2 (Grafik untuk F2, F3,
F4 dan M2, M3, M4 terlampir). Dari data-data tersebut dan juga dibantu dengan
worksheet serta grafik akan ditentukan denyut jantung rata-rata dengan ketentuan
sebagai beriktu:
a.
Pada saat istirahat, data yang diambil adalah data denyut jantung terendah
yang berada pada menit-menit pertengahan tidak boleh pada menit awal
dan menit akhir karena dimungkinkan pada menit awal denyut jantung
masih bias turun dan pada menit akhir denyut jantung sudah mulai naik.
Deretan data yang diambil diusahakan stabil selama minimal setengah
menit atau 6 data.
b.
Pada saat step test, data yang diambil adalah data denyut jantung tertinggi
pada menit-menit akhir. Deretan data yang diambil diusahakan stabil
selama minimal setengah menit atau 6 data.
Grafik 1. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat KST oleh M4
(Ket: R = rest/istirahat; ST = step test)
Grafik 2. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat KST oleh F4
(Ket: R = rest/istirahat; ST = step test)
Dengan menggunakan aturan di atas dibantu dengan worksheet dan grafik maka
akan diperoleh nilai HR rata-rata pada kondisi istirahat dan step test sehingga
akan diperoleh nilai-nilai yang tertera pada Tabel 4.
Tabel 4. Nilai HR rata-rata step test
Subjek Umur A (m2) HR R1 ST1 R2 ST2 R3 ST3 R4 ST4 R5 M1 16 1.62 88.21 113.92 89.57 118.92 88.07 128.38 80.08 141.15 88.07 M2 48 1.41 74.00 102.15 81.85 103.46 80.00 104.82 82.50 118.67 82.50 M3 60 1.28 75.09 94.92 77.92 95.00 76.42 104.08 72.50 109.17 77.77 M4 57 1.41 86.00 96.17 86.92 102.75 88.83 108.42 89.33 115.08 82.67 F1 43 1.44 59.67 86.25 65.92 104.75 75.92 115.08 81.00 122.58 85.67 F2 47 1.42 98.33 121.67 98.25 125.00 94.50 148.83 103.75 158.00 99.67 F3 48 1.36 87.08 115.00 87.75 119.00 91.58 121.75 92.58 135.92 99.25 F4 49 1.22 71.33 103.00 74.83 113.00 77.83 126.83 90.17 141.75 92.33Dari nilai HR rata-rata di atas kemudian dihitung nilai IRHR dari masing-masing
step test yaitu dengan membagi HR step test dengan HR istirahat terendah yang
biasanya adalah istirahat pertama. Dalam kasus ini hampir nilai HR istirahat
terendah ada pada istirahat pertama. Hasil dari pembagian tersebut dapat dilihat
pada Tabel 5.
Tabel 5. Tabel nilai IRHR masing-masing step test
Subjek Umur A (m2) IRHRST1 ST2 ST3 ST4 M1 16 1.62 1.29 1.35 1.46 1.60 M2 48 1.41 1.32 1.39 1.59 1.64 M3 60 1.28 1.26 1.27 1.39 1.45 M4 57 1.41 1.12 1.19 1.26 1.34 F1 43 1.44 1.45 1.76 1.93 2.05 F2 47 1.42 1.24 1.27 1.51 1.61 F3 48 1.36 1.32 1.37 1.40 1.56 F4 49 1.22 1.44 1.58 1.78 1.99
Untuk mencari konsumsi tenaga pada saat kalibrasi maka perlu dihitung TEC
dari masing-masing subjek, yaitu dengan cara mendekati nilai tersebut
menggunakan prinsip tenaga. Dimana diasumsikan pada saat melakukan step test
subjek sedang berjalan menaiki tangga dengan membawa beban yaitu tubuhnya
sendiri. TEC dihitung dengan mengalikan berat badan dengan gaya gravitasi dan
frekuensi step test kemudian dibagi 0.42 untuk mengonversi menjadi satuan kkal.
Dari perhitungan ini dapat dilihat hasilnya pada Tabel 6.
Tabel 6. Nilai IRHR dan TEC pada frekuensi step test yang berbeda
Subjek ST1 (15) ST2 (20) ST3 (25) ST4 (30) IRHR (kkal) TEC IRHR (kkal) TEC IRHR (kkal) TEC IRHR (kkal) TEC F1 1.29 1.10 1.35 1.47 1.46 1.84 1.60 2.21 F2 1.32 0.96 1.39 1.28 1.59 1.60 1.64 1.93 F3 1.26 0.74 1.27 0.98 1.39 1.23 1.45 1.47 F4 1.12 0.84 1.19 1.12 1.26 1.40 1.34 1.68 M1 1.45 0.88 1.76 1.17 1.93 1.46 2.05 1.75 M2 1.24 0.84 1.27 1.12 1.51 1.40 1.61 1.68 M3* 1.32 0.77 1.37 1.03 1.40 1.28 1.56 1.54 M4 1.19 0.63 1.25 0.84 1.33 1.05 1.42 1.26
Dari nilai IRHR dan TEC masing-masing subjek di atas akan didapatkan
persamaan yaitu dengan mengeplotkan nilai-nilai tersebut pada grafik, kemudian
dari titik-titik tersebut akan didapatkan sebuah persamaan garis yang menunjukan
hubungan anatar IRHR dan TEC (kkal). Contoh pengeplotannya dapat dilihat
pada Grafik 3 dan Grafik 4 (Grafik untuk F2, F3, F4 dan M2, M3, M4 terlampir).
Grafik 4. Grafik hubungan TEC (kkal) dan IRHR F1
Dari persamaan-persamaan inilah nantinya akan diduga nilai beban kerja
masing-masing subjek pada saat bekerja, persamaan-persamaan dari subjek lain
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7. Persamaan korelasi nilai IRHR terhadap TEC untuk masing-masing
subjek
Subjek Persamaan Kalibrasi (y=IRHR; x=TEC) R2
F1 y = 0.281x + 0.958 0.964 F2 y = 0.368x + 0.950 0.949 F3 y = 0.281x + 1.031 0.901 F4 y = 0.259x + 0.901 0.999 M1 y = 0.685x + 0.896 0.957 M2 y = 0.482x + 0.799 0.926 M3 y = 0.293x + 1.073 0.863 M4 y = 0.380x + 0.939 0.996
Dari nilai dan persamaan di atas terlihat bahwa rata-rata dari semua subjek
mempunyai respon yang hampir sama pada maisng-masing tingkat frekuensi yang
sama pada saat step test, hal ini dapat dilihat dari persamaan yang terbentuk oleh
titik-titik hasil dari plot nilai IRHR dan TEC.
B. Denyut Jantung Kerja
1. Penyiangan Manual
Data denyut jantung pada penyiangan diambil dengan metode yang hampir
sama dengan pengambilan data denyut jantung pada saat kalibrasi. Setelah data
dari HRM dipindahkan ke komputer maka data ditampilkan dalam grafik untuk
membantu perhitungan HR rata-rata, seperti terlihat pada Grafik 5 dan Grafik 6
berikut.
Grafik 5. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat penyiangan
manual oleh M1 (Ket: R = rest/istirahat; ST = step test)
Grafik 6. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat penyiangan
manual oleh F1 (Ket: R = rest/istirahat; ST = step test)
Jika dilihat dari kedua grafik di atas terlihat bahwa aktivitas penyiangan manual
yang dilakukan oleh subjek perempuan mempunyai denyut jantung yang lebih
standar dibandingkan subjek laki-laki. Hal ini disebabkan adanya faktor kebiasaan
saat melakukan aktivitas tersebut. Kemudian dengan aturan yang sama dengan
kalibrasi mulai dihitung HR rata-rata pada masing-masing subjek. Hasilnya dapat
dilihat pada Tabel 8 dan Tabel 9 berikut.
Tabel 8. Nilai HR rata-rata dan IRHR penyiangan manual oleh laki-laki
Subjek Umur (mA 2) Ulangan
HR IRHR Rata-rata IRHR kerja R1 ST R2 W R3 ST W M1 16 1.62 1 72.33 105.00 83.86 114.17 79.00 1.45 1.58 1.64 2 71.17 102.83 88.38 120.83 76.29 1.44 1.70 3 70.83 106.00 80.8 117.17 76.83 1.50 1.65 4 70.86 109.00 76.64 114.44 76.78 1.54 1.62 M2 48 1.41 1 75.83 101.50 75.67 111.00 75.17 1.34 1.47 1.46 2 73.50 97.67 74.17 112.83 83.50 1.33 1.54 3 74.50 98.50 75.83 105.00 72.67 1.32 1.41 4 73.83 94.50 81.50 105.00 76.50 1.28 1.42 M4 57 1.41 1 78.57 96.82 82.67 106.00 87.83 1.23 1.35 1.33 2 84.33 101.83 82.50 111.14 87.00 1.23 1.35 3 88.38 105.56 91.50 114.33 90.00 1.19 1.29 4 87.83 104.00 85.60 107.44 82.00 1.21 1.31
Tabel 9. Nilai HR rata-rata dan IRHR penyiangan manual oleh perempuan
Subjek Umur (mA 2) Ulangan
HR IRHR Rata-rata IRHR kerja R1 ST R2 W R3 ST W F1 43 1.44 1 73.33 108.25 75.25 114.17 84.33 1.48 1.56 1.61 2 79.50 107.33 72.00 124.92 84.17 1.49 1.73 3 73.58 105.67 65.17 113.50 85.08 1.62 1.74 4 73.67 102.85 74.50 104.33 80.58 1.40 1.42 F2 47 1.42 1 85.25 127.33 86.25 120.83 90.50 1.49 1.42 1.45 2 91.17 128.25 90.08 127.08 90.83 1.42 1.41 3 77.75 124.50 86.58 121.17 86.83 1.60 1.56 4 84.42 119.92 88.17 118.83 90.75 1.42 1.41 F3 48 1.36 1 86.83 115.17 93.92 128.25 92.75 1.33 1.48 1.51 2 82.33 115.75 93.75 128.25 92.58 1.41 1.56 3 76.67 108.75 76.83 115.58 83.33 1.42 1.51 4 74.75 108.67 78.83 111.92 78.08 1.45 1.50 F4 49 1.22 1 70.08 95.92 72.33 109.33 74.33 1.37 1.56 1.52 2 71.83 106.42 73.50 114.83 76.17 1.48 1.60 3 76.58 105.33 78.25 110.08 86.42 1.38 1.44 4 78.00 108.42 83.17 115.42 80.75 1.39 1.48
Untuk mengetahui nilai TEC maka nilai IRHR rata-rata dari tabel-tabel di atas
dimasukkan ke dalam persamaan yang ada pada Tabel 7. TEC adalah energi total
yang digunakan pada saat kerja yaitu total dari energi metabolisme (BME) dan
energi kerja itu sendiri (WEC). Untuk mendapatkan nilai BME, kita konversi nilai
luas permukaan tubuh subjek menggunakan Tabel 1. Dari tabel BME kita peroleh
konsumsi oksigen yang kemudian kita konversi menjadi konversi energi dengan
mengalikan dengan 5 kal. Kemudian nilai WEC dinormalisasi yaitu dengan
membagi WEC dengan berat tubuh subjek. Hasil dari perhitungan tersebut dapat
dilihat pada tabel-tabel berikut.
Tabel 10. Nilai IRHR, TEC, WEC dan WEC’ penyiangan manual oleh subjek
laki-laki
Subjek IRHR kerja rata-rata IRHR BME (kkal/ jam) Beban kerja TEC (kkal/ jam) WEC (kkal/ jam) WEC' (kal/kg jam) 1 2 3 4 M1 1.58 1.70 1.65 1.62 1.64 53.40 Berat 64.75 11.35 227.09 M2 1.47 1.54 1.41 1.42 1.46 52.80 Sedang 82.08 29.28 610.05 M4 1.35 1.35 1.29 1.31 1.33 45.30 Sedang 61.15 15.85 440.27 Rata-rata 1.47 50.50 69.33 18.83 425.80
Tabel 11. Nilai IRHR, TEC, WEC dan WEC’ penyiangan manual oleh subjek
perempuan
Dari Tabel 10 secara umum dapat dilihat bahwa aktivitas penyiangan secara
manual mempunyai tingkat beban kerja sedang sampai berat. Hal ini terlihat dari
nilai IRHR yang berada pada range nilai 1.33 – 1.64 dengan rataannya 1.47.
walaupun sama-sama dalam tingkat beban kerja sedang sampai berat tetapi subjek
laki-laki mempunyai rataan IRHR yang lebih rendah dibandingkan dengan subjek
perempuan. Sedangkan energi total rata-ratanya (TEC) adalah 69.33 kkal/jam
dengan konsumsi energi rata-rata yang digunakan untuk kerja (WEC) yaitu 18.33
kkal/jam dan nilai normalisasi rata-ratanya (WEC’) 425.80 kal/kg jam.
Subjek IRHR kerja Rata-rata IRHR BME (kkal/ jam) Beban kerja TEC (kkal/ jam) WEC (kkal/ jam) WEC' (kal/kg jam) 1 2 3 4 F1 2.04 1.83 1.74 1.81 1.61 57.00 Berat 139.74 82.74 1313.29 F2 1.91 1.69 1.75 1.69 1.46 49.59 Sedang 108.11 58.52 1063.98 F3 1.76 1.62 1.48 1.46 1.51 44.75 Berat 117.84 73.09 1740.29 F4 1.82 1.91 1.77 1.71 1.52 49.31 Berat 119.78 70.47 1468.13 Rata-rata 1.52 50.16 121.36 71.20 1396.42
Dari Tabel 11 di atas secara umum dapat dilihat bahwa aktivitas penyiangan
secara manual mempunyai tingkat beban kerja sedang sampai berat bagi subjek
perempuan. Hal ini terlihat dari nilai IRHRnya yang berada pada range 1.46 –
1.61 dengan rataannya 1.52. Dengan konsumsi energi total rata-ratanya (TEC)
yaitu 121.36 kkal/jam sedangkan konsumsi energi rata-rata yang digunakan pada
saat kerja (WEC) yaitu 71.20 kkal/jam dan nilai normalisasi rata-ratanya (WEC’)
1396.42 kal/kg jam.
Sedangkan waktu kerja dan kapasitas lapang dari aktivitas penyiangan
manual dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 12. Waktu kerja dan kapasitas lapang penyiangan manual oleh subjek
laki-laki
Subjek
M1
M2
M4
Rata-rata
Waktu kerja* (menit)
8.66
3.89
4.16
5.57
KLE (jam/ha)
48.80
21.90
23.69
31.46
*) waktu kerja untuk satu plot pengambilan data
Tabel 13. Waktu kerja dan kapasitas lapang penyiangan manual oleh subjek
perempuan
Subjek
F1
F2
F3
F4
Rata-rata
Waktu kerja* (menit) 14.86
8.52
7.60
4.59
8.89
KLE (jam/ha)
64.23
35.18
32.30
20.27
38.00
*) waktu kerja untuk satu plot pengambilan data
2. Penyiangan Semi Mekanis dengan Penyiang Tipe Parut
Data denyut jantung pada penyiangan diambil dengan metode yang hampir
sama dengan pengambilan data denyut jantung pada saat kalibrasi. Setelah data
dari HRM dipindahkan ke komputer maka data ditampilkan dalam grafik untuk
membantu perhitungan HR rata-rata, seperti terlihat pada Grafik 7 dan Grafik 8
berikut.
Grafik 7. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat penyiangan semi
mekanis dengan penyiang tipe parut oleh M4 (Ket: R = rest/istirahat; ST = step
test)
Grafik 8. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat penyiangan semi
mekanis dengan penyiang tipe parut oleh F1 (Ket: R = rest/istirahat; ST = step
test)
Kemudian dengan aturan yang sama dengan kalibrasi mulai dihitung HR rata-rata
pada masing-masing subjek. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 14 dan Tabel 15
berikut.
Tabel 14. Nilai HR rata-rata dan IRHR penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe parut oleh subjek laki-laki
Subjek Umur (mA 2) Ulangan
HR IRHR Rata-rata IRHR kerja R1 ST R2 W R3 ST W M1 16 1.62 1 83.33 114.33 80.67 131.67 86.67 1.42 1.63 1.58 2 82.33 117.67 81.67 130.00 81.67 1.44 1.59 3 82.33 111.00 80.17 124.00 80.17 1.38 1.55 4 82.50 114.00 82.67 126.50 84.67 1.38 1.53 M2 48 1.41 1 76.83 94.33 77.67 110.83 70.00 1.23 1.44 1.58 2 71.67 91.33 74.00 114.83 79.17 1.27 1.60 3 78.67 93.67 71.33 107.17 78.50 1.31 1.50 4 68.17 90.00 69.67 120.83 69.33 1.32 1.77 M4 57 1.41 1 87.67 101.67 87.17 123.00 89.33 1.16 1.40 1.39 2 92.00 106.83 91.00 130.00 96.33 1.17 1.43 3 94.33 108.67 96.17 125.67 95.50 1.15 1.33 4 - - - -
Tabel 15. Nilai HR rata-rata dan IRHR penyiangan semi mekanis dengan penyiang tipe parut oleh subjek perempuan
Subjek Umur A (m2) Ulangan
HR IRHR Rata-rata IRHR kerja R1 ST R2 W R3 ST W F1 43 1.44 1 64.17 102.25 74.78 130.67 75.33 1.59 2.04 1.85 2 73.33 102.08 75.67 134.08 80.58 1.39 1.83 3 76.25 106.25 77.67 132.83 80.00 1.39 1.74 4 76.42 101.00 71.75 130.00 77.92 1.41 1.81 F2 47 1.42 1 81.83 124.25 86.83 156.00 96.42 1.52 1.91 1.76 2 92.75 129.58 92.33 156.25 97.58 1.40 1.69 3 90.50 128.92 93.17 158.00 100.83 1.42 1.75 4 94.08 125.75 96.50 159.08 89.08 1.34 1.69 F3 48 1.36 1 84.50 120.08 94.50 148.33 95.25 1.42 1.76 1.58 2 93.75 124.42 101.75 152.17 103.33 1.33 1.62 3 101.67 129.92 104.67 150.83 105.17 1.28 1.48 4 102.67 130.50 104.17 149.58 109.67 1.27 1.46 F4 49 1.22 1 72.17 104.83 74.50 131.50 81.08 1.45 1.82 1.80 2 72.75 100.00 70.17 133.83 84.33 1.43 1.91 3 78.58 105.75 82.00 139.08 84.75 1.35 1.77 4 74.75 101.50 81.08 127.92 83.42 1.36 1.71
Untuk mengetahui nilai TEC maka nilai IRHR rata-rata dari tabel-tabel di atas
dimasukkan ke dalam persamaan yang ada pada Tabel 7. TEC adalah energi total
yang digunakan pada saat kerja yaitu total dari energi metabolisme (BME) dan
energi kerja itu sendiri (WEC). Untuk mendapatkan nilai BME, kita konversi nilai
luas permukaan tubuh subjek menggunakan Tabel 1. Dari tabel BME kita peroleh
konsumsi oksigen yang kemudian kita konversi menjadi konversi energi dengan
mengalikan dengan 5 kal. Kemudian nilai WEC dinormalisasi yaitu dengan
membagi WEC dengan berat tubuh subjek. Hasil dari perhitungan tersebut dapat
dilihat pada tabel-tabel berikut.
Tabel 16. Nilai IRHR, TEC, WEC dan WEC’ penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe parut oleh subjek laki-laki
Subjek IRHR kerja IRHR Avg (kkal/ BME jam) Beban kerja TEC (kkal/ jam) WEC (kkal/ jam) WEC' (kal/kg jam) 1 2 3 4 M1 1.79 1.75 1.59 1.39 1.63 53.40 Berat 64.03 10.63 212.67 M2 1.44 1.60 1.50 1.77 1.58 52.80 Berat 97.21 44.41 925.20 M4 1.41 1.43 1.33 - 1.39 45.30 Sedang 71.87 26.57 738.10 Rata-rata 1.53 50.5 77.70 27.20 625.32
Tabel 17. Nilai IRHR, TEC, WEC dan WEC’ penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe parut oleh subjek perempuan
Subjek IRHR kerja IRHR Avg (kkal/ BME jam) Beban kerja TEC (kkal/ jam) WEC (kkal/ jam) WEC' (kal/kg jam) 1 2 3 4 F1 2.04 1.83 1.74 1.81 1.85 57.00 Sangat Berat 191.25 134.25 2130.91 F2 1.91 1.69 1.75 1.69 1.76 49.59 Sangat Berat 173.50 123.91 2252.93 F3 1.76 1.62 1.48 1.46 1.58 44.75 Berat 116.55 71.80 1709.62 F4 1.82 1.91 1.77 1.71 1.80 49.31 Sangat Berat 208.88 159.58 3324.50 Rata-rata 1.75 50.16 172.54 122.38 2354.49
Dari Tabel 16 secara umum terlihat bahwa kegiatan penyiangan dengan
meggunakan landak tipe parut mempunyai tingkat beban kerja sedang sampai
berat bagi subjek laki-laki. Hal ini terlihat dari nilai IRHRnya yang berada pada
range 1.39 - 1.63. Sedangkan konsumsi energi total rata-ratanya (TEC) sebesar
77.70 kkal/jam dengan konsumsi energi rata-rata yang digunakan untuk bekerja
(WEC) sebesar 27.20 kkal/jam dan nilai normalisasi rata-ratanya (WEC’) sebesar
625.32 kal/kg jam.
Dari Tabel 17 secara umum dapat dilihat bahwa kegiatan penyiangan
menggunakan landak tipe parut mempunyai tingkat beban kerja berat sampai
sangat berat. Hal ini terlihat dari nilai IRHRnya berada pada range 1.58 – 1.85,
dengan konsumsi energi total rata-rata (TEC) yang digunakan untuk melakukan
aktivitas ini ini adalah 172.54 kkal/jam. Sedangkan konsumsi energi rata-rata
yang digunakan pada saat kerja (WEC) yaitu 122.38 kkal/jam dan nilai
normalisasinya (WEC’) 2354.49 kal/kg jam.
Kegiatan penyiangan semi mekanis dengan penyiang tipe parut ini menjadi
kegiatan yang relatif berat bagi subjek perempuan diakibatkan karena kondisi
penyiang tipe parut yang dipakai saat pengambilan data agak berbeda dari
penyiang tipe parut yang biasa dipakai pada umumnya. Penyiang tipe parut yang
dipakai pada saat pengambilan data mempunyai sedikit perbedaan dengan
penyiang tipe parut yang biasa dipakai petani pada umumnya, jika biasanya
gagang penyiang tipe parut terbuat dari bahan yang relatif ringan seperti kayu
misalnya maka pada penyiang tipe parut yang dipakai ini menggunakan gagang
dari besi pipa yang tentu saja berat. Kita dapat bayangkan, jika alatnya saja sudah
berat apalagi jika alat tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan maka akan
membutuhkan tenaga yang lebih untuk membuatnya bekerja sesuai harapan.
Apabila kita cermati lagi dari Tabel 17, F4 memiliki konsumsi energi yang
paling tinggi dari subjek perempuan lainnya. Hal ini dikarenakan faktor dari
postur tubuh F4 yang pendek dan gemuk sehingga mengalami kesulitan dalam
melakukan mobilisasi di lahan saat melakukan penyiangan. Hal ini semakin berat
karena alat yang dipakai juga berat, sehingga untuk melakukan penyiangan
memerlukan tenaga yang lebih besar.
Sedangkan waktu kerja dan kapasitas lapang dari aktivitas penyiangan semi
mekanis dengan penyiang tipe parut dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 18. Waktu kerja dan kapasitas lapang penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe parut oleh subjek laki-laki
Subjek
M1
M2
M4
Rata-rata
Waktu kerja* (menit)
9.38
7.78
9.21
8.94
KLE (jam/ha)
55.18
44.65
40.85
46.89
Tabel 19. Waktu kerja dan kapasitas lapang penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe parut oleh subjek perempuan
Subjek
F1
F2
F3
F4
Rata-rata
Waktu kerja* (menit)
6.68
4.29
4.17
5.34
5.12
KLE (jam/ha)
40.39
31.15
30.98
30.25
32.73
*) waktu kerja untuk satu plot pengambilan data
3. Penyiangan Semi Mekanis dengan Penyiang Tipe Roller
Data denyut jantung pada penyiangan diambil dengan metode yang hampir
sama dengan pengambilan data denyut jantung pada saat kalibrasi. Setelah data
dari HRM dipindahkan ke komputer maka data ditampilkan dalam grafik untuk
membantu perhitungan HR rata-rata, seperti terlihat pada Grafik 9 dan Grafik 10
berikut.
Grafik 9. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat penyiangan semi
mekanis dengan penyiang tipe roller oleh M3 (Ket: R = rest/istirahat; ST = step
Grafik 10. Grafik hubungan antara HR terhadap waktu pada saat penyiangan semi
mekanis dengan penyiang tipe roller oleh F3 (Ket: R = rest/istirahat; ST = step
test)
Kemudian dengan aturan yang sama dengan kalibrasi mulai dihitung HR rata-rata
pada masing-masing subjek. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 20 dan Tabel 21
berikut.
Tabel 20. Nilai HR rata-rata dan IRHR penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe roller oleh subjek laki-laki
Subjek Umur (mA 2) Ulangan
HR IRHR Rata-rata IRHR kerja R1 ST R2 W R3 ST W M1 16 1.62 1 76.50 101.56 73.00 150.67 79.71 1.33 1.97 1.92 2 74.78 108.50 82.38 132.29 74.33 1.45 1.77 3 71.00 109.50 78.67 141.00 76.50 1.54 1.99 4 75.83 106.67 75.71 149.14 74.00 1.41 1.97 M2 48 1.41 1 73.55 101.25 77.00 104.00 72.10 1.38 1.41 1.64 2 69.00 93.00 72.90 120.30 65.36 1.35 1.74 3 63.87 90.00 62.50 106.11 66.38 1.41 1.66 4 60.21 89.00 69.90 104.67 72.67 1.48 1.74 M4 57 1.41 1 77.80 93.18 78.10 108.60 92.29 1.20 1.40 1.42 2 90.63 102.90 89.27 126.97 86.44 1.14 1.40 3 92.10 104.10 93.78 125.55 97.57 1.13 1.36 4 88.29 105.35 86.13 132.52 89.67 1.19 1.50
Tabel 21. Nilai HR rata-rata dan IRHR penyiangan semi mekanis dengan penyiang
tipe roller oleh subjek perempuan
Subjek Umur (mA 2) Ulangan
HR IRHR Rata-rata IRHR kerja R1 ST R2 W R3 ST W F1 43 1.44 1 71.67 112.33 81.00 134.17 84.00 1.57 1.87 1.68 2 79.00 115.33 82.50 130.33 87.17 1.46 1.65 3 77.83 108.00 73.67 116.33 72.67 1.39 1.49 4 71.50 107.67 79.50 121.17 83.33 1.51 1.69 F2 47 1.42 1 78.62 136.00 91.77 134.66 95.50 1.73 1.71 1.54 2 93.83 135.28 98.50 136.13 94.17 1.44 1.45 3 90.60 127.92 94.00 135.75 92.86 1.41 1.50 4 87.71 124.53 94.00 130.14 92.00 1.42 1.48 F3 48 1.36 1 73.67 108.67 77.33 128.67 83.33 1.48 1.75 1.66 2 78.00 115.00 88.50 125.33 82.83 1.47 1.61 3 80.00 116.67 85.83 126.83 84.50 1.46 1.59 4 76.83 114.17 79.17 130.33 79.50 1.49 1.70 F4 49 1.22 1 73.33 113.33 76.67 123.17 75.00 1.55 1.68 1.75 2 70.67 111.33 79.17 135.50 81.83 1.58 1.92 3 78.83 113.00 79.67 135.00 82.83 1.43 1.71 4 77.33 116.50 78.33 129.83 78.50 1.51 1.68
Untuk mengetahui nilai TEC maka nilai IRHR rata-rata dari tabel-tabel di atas
dimasukkan ke dalam persamaan yang ada pada Tabel 7. TEC adalah energi total
yang digunakan pada saat kerja yaitu total dari energi metabolisme (BME) dan
energi kerja itu sendiri (WEC). Untuk mendapatkan nilai BME, kita konversi nilai
luas permukaan tubuh subjek menggunakan Tabel 1. Dari tabel BME kita peroleh
konsumsi oksigen yang kemudian kita konversi menjadi konversi energi dengan
mengalikan dengan 5 kal. Kemudian nilai WEC dinormalisasi yaitu dengan
membagi WEC dengan berat tubuh subjek. Hasil dari perhitungan tersebut dapat
dilihat pada tabel-tabel berikut.
Tabel 22. Nilai IRHR, TEC, WEC dan WEC’ penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe roller oleh subjek laki-laki
Subjek IRHR kerja rata-rata IRHR BME (kkal/ jam) Beban kerja TEC (kkal/ jam) WEC (kkal/ jam) WEC' (kal/kg jam) 1 2 3 4 M1 1.97 1.77 1.99 1.97 1.92 53.40 Sangat Berat 89.81 36.41 728.19 M2 1.41 1.74 1.66 1.74 1.64 52.80 Berat 104.60 51.80 1079.23 75.90 30.60 849.99
Tabel 23. Nilai IRHR, TEC, WEC dan WEC’ penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe roller oleh subjek perempuan
Subjek IRHR kerja rata-rata IRHR BME (kkal/ jam) Beban kerja TEC (kkal/ jam) WEC (kkal/ jam) WEC' (kal/kg jam) 1 2 3 4 F1 1.87 1.65 1.49 1.69 1.68 57.00 Berat 153.48 96.48 1531.40 F2 1.71 1.45 1.50 1.48 1.54 49.59 Berat 111.15 61.56 1119.23 F3 1.75 1.61 1.59 1.70 1.66 44.75 Berat 133.36 88.61 2109.78 F4 1.68 1.92 1.71 1.68 1.75 49.31 Sangat Berat 196.01 146.71 3056.41 Rata-rata 1.66 50.16 148.5 98.34 1954.20
Secara umum dari Tabel 22 terlihat bahwa kegiatan penyiangan dengan
menggunakan penyiang tipe roller
mempunyai tingkat beban kerja sedang sampai
berat bagi subjek laki-laki. Hal ini terlihat dari nilai IRHRnya yang berada pada
range 1.42 – 1.92. Sedangkan konsumsi energi total rata-ratanya (TEC) yaitu
yaitu 90.10 kkal/jam dengan konsumsi energi rata-rata yang digunakan untuk
bekerja (WEC) yaitu 39.60 kkal/jam dan nilai normalisasi rata-ratanya (WEC’)
yaitu 885.80 kal/kg jam.
Secara umum dari Tabel 23 terlihat bahwa kegiatan penyiangan dengan
menggunakan penyiang tipe roller mempunyai tingkat beban kerja berat sampai
sangat berat bagi subjek perempuan. Hal ini terlihat dari nilai IRHRnya yang
berada pada range 1.54 – 1.75. Sedangkan konsumsi energi total rata-ratanya
(TEC) yaitu 148.34 kkal/jam dengan konsumsi energi rata-rata yang digunakan
untuk bekerja (WEC) yaitu sebesar 98.34 kkal/jam dan nilai nomalisasi
rata-ratanya (WEC’) yaitu 1954.20 kal/kg jam. Tetapi jika dibandingkan dengan
penggunaan landak tipe parut, energi yang dikeluarkan uantuk penggunaan
penyiang tipe roller lebih rendah. Tetapi seharusnya dengan disain dan material
yang lebih baik yang dimiliki oleh landak buatan Jepang, energi yang dibutuhkan
seharusnya jauh dari nilai-nilai ini.
Sedangkan waktu kerja dan kapasitas lapang dari aktivitas penyiangan semi
mekanis dengan penyiang tipe roller dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 24. Waktu kerja dan kapasitas lapang penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe roller oleh subjek laki-laki
Subjek
M1
M2
M4
Rata-rata
Tabel 25. Waktu kerja dan kapasitas lapang penyiangan semi mekanis dengan
penyiang tipe roller oleh subjek perempuan
Subjek
F1
F2
F3
F4
Rata-rata
Waktu kerja* (menit)
10.34
6.50
4.98
9.89
7.93
KLE (jam/ha)
45.39
28.25
21.92
43.22
31.71
*) waktu kerja untuk satu plot pengambilan data
C. Efektivitas Penyiangan
Untuk menghitung efektivitas penyiangan dilakukan dengan menghitung
jumlah gulma sebelum disiangi dan jumlah gulma setelah disiangi. Penghitungan
jumlah gulma setelah penyiangan dilakukan setelah 2 minggu atau 20 hari setelah
penyiangan. Berikut adalah hasil penyiangan pada masing-masing cara
penyiangan.
1. Penyiangan Manual
1.1. Perempuan
Kondisi lahan yang disiangi oleh subjek perempuan dengan cara manual ini
mempunyai kondisi dengan kedalaman hard pan yang dalam dan jumlah gulma
yang tidak terlalu banyak dilihat secara keseluruhan. Data jumlah gulma sebelum
dan setelah penyiangan dapat dilihat pada Tabel 26.
Tabel 26. Efektivitas penyiangan rata-rata untuk subjek perempuan pada
penyiangan manual
Jumlah gulma
sebelum penyiangan*
setelah penyiangan*
Jumlah gulma
Persentase efektivitas
penyiangan
4
2
44.52%
*) hasil dari rata-rata keseluruhan penghitungan jumlah gulma
1.2. Laki-laki
Kondisi lahan yang disiangi oleh subjek laki-laki dengan cara manual ini
mempunyai kondisi yang hampir sama dengan kondisi lahan yang digunakan oleh
subjek perempuan pada kegiatan yang sama yaitu dengan kedalaman hard pan
yang dalam dan jumlah gulma yang tidak terlalu banyak dilihat secara
keseluruhan. Data jumlah gulma sebelum dan setelah penyiangan dapat dilihat
pada Tabel 27.
Tabel 27. Efektivitas penyiangan rata-rata untuk subjek laki-laki pada penyiangan
manual
Jumlah gulma
sebelum penyiangan*
setelah penyiangan*
Jumlah gulma
Persentase efektivitas
penyiangan
3
1
81.98%
*) hasil dari rata-rata keseluruhan penghitungan jumlah gulma
2. Penyiangan Semi Mekanis dengan Penyiang Tipe parut
2.1. Perempuan
Kondisi lahan yang disiangi oleh subjek perempuan dengan cara semi
mekanis dengan menggunakan penyiang tipe parut ini mempunyai kondisi dengan
kedalaman hard pan yang tidak sama, ada yang dalam dan ada yang dangkal
dalam dan jumlah gulma yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan lahan
yang dipakai untuk penyiangan manual. Data jumlah gulma sebelum dan setelah
penyiangan dapat dilihat pada Tabel 28.
Tabel 28. Efektivitas penyiangan rata-rata untuk subjek perempuan pada
penyiangan semi mekanis dengan menggunakan penyiang tipe parut
Jumlah gulma
sebelum penyiangan*
setelah penyiangan*
Jumlah gulma
Persentase efektivitas
penyiangan
9
2
77.98%
*) hasil dari rata-rata keseluruhan penghitungan jumlah gulma
2.2. Laki-laki
Kondisi lahan yang disiangi oleh subjek laki-laki dengan cara manual ini
mempunyai kondisi yang hampir sama dengan kondisi lahan yang digunakan oleh
subjek perempuan pada kegiatan yang sama yaitu dengan kedalaman hard pan
yang tidak sama, ada yang dalam dan ada yang dangkal dalam dan jumlah gulma
yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan lahan yang dipakai untuk
penyiangan manual. Data jumlah gulma sebelum dan setelah penyiangan dapat
dilihat pada Tabel 29.
Tabel 29. Efektivitas penyiangan rata-rata untuk subjek laki-laki pada penyiangan
semi mekanis dengan menggunakan penyiang tipe parut
Jumlah gulma
sebelum penyiangan*
setelah penyiangan*
Jumlah gulma
Persentase efektivitas
penyiangan
25
10
61.68%
3. Penyiangan Semi Mekanis dengan Penyiang Tipe Roller
3.1. Perempuan
Kondisi lahan yang disiangi oleh subjek perempuan dengan cara semi
mekanis dengan menggunakan penyiang tipe roller ini mempunyai kondisi tanah
yang masih keras walaupun sudah diairi semalaman dan jumlah gulma yang
banyak sekali, bahkan antara gulma dan tanaman utama tidak dapat dibedakan
sehingga diberikan jumlah maksimum gulma yaitu 150. Data jumlah gulma
sebelum dan setelah penyiangan dapat dilihat pada Tabel 30.
Tabel 30. Efektivitas penyiangan rata-rata untuk subjek perempuan pada
penyiangan semi mekanis dengan menggunakan penyiang tipe roller
Jumlah gulma
sebelum penyiangan*
setelah penyiangan*
Jumlah gulma
Persentase efektivitas
penyiangan
93
40
57.22%
*) hasil dari rata-rata keseluruhan penghitungan jumlah gulma
3.2. Laki-laki
Kondisi lahan yang disiangi oleh subjek perempuan dengan cara semi
mekanis dengan menggunakan penyiang tipe roller ini mempunyai kondisi yang
berbeda dengan lahan yang digunakan oleh subjek perempuan pada pekerjaan
yang sama dan jumlah gulmanyapun juga relatif lebih sedikit. Data jumlah gulma
sebelum dan setelah penyiangan dapat dilihat pada Tabel 31.
Tabel 31. Efektivitas penyiangan rata-rata untuk subjek laki-laki pada penyiangan
semi mekanis dengan menggunakan penyiang tipe roller
Jumlah gulma
sebelum penyiangan*
setelah penyiangan*
Jumlah gulma
Persentase efektivitas
penyiangan
0
;
0
:
0
;
0
:
1 0≠
∃
≠
∃
=
∀
=
∀
i i i iH
H
β
τ
β
τ
Dari hasil perhitungan beban kerja, kapasitas lapang dan efektivitas kerja di
atas, maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 32. Tabulasi nilai-nilai hasil perhitungan TEC, WEC, Efektivitas, KLE dan
WEC’
Jenis
Penyiangan
kelamin
Jenis
TEC
(kkal/
jam)
BME
(kkal/
jam)
WEC
(kkal/
jam)
WEC’
(kal/kg
jam)
Efektivitas
(%)
KLE
(jam/
ha)
Manual
Laki-laki
69.30 50.50 18.83 425.80
81.98 31.46
Perempuan 121.36 50.16 71.20 1396.42
44.52 38.00
Rata-rata
95.33
50.33
45.00
911.11
63.25
34.73
Penyiang
tipe parut
Laki-laki
77.70 50.50 27.50 625.32
61.68 46.89
Perempuan 172.54 50.16 122.38 2354.49
77.98 32.73
Rata-rata
125.12
50.33
74.94
1489.90
69.83
39.81
Penyiang
Jepang
Laki-laki
90.10 50.50 39.60 885.80
66.51 30.82
Perempuan 148.50 50.16 98.34 1954.20
57.22 31.71
Rata-rata
119.30
50.33
68.97
1420.00
61.86
31.26
D. Uji Statistik
Dengan menggunakan Rancangan Percobaan Acak Kelompok maka
didapatkan data-data sebagai berikut.
1. Uji IRHR
a.
Pengaruh perbedaan metode terhadap beban kerja pada perempuan.
i.
Model linier : Y
ij=
µ + τ
i+
β
j+
ε
ijKet: Y
ij= IRHR pada metode ke-i dan subjek perempuan ke-j
µ
= Rataan umum
τ
i= Pengaruh metode ke-i
β
j= Pengaruh subjek ke-j
ε
ij= Pengaruh acak dari metode ke-i dan subjek ke-j
ii.
Hipotesis:
0
;
0
:
0
;
0
:
1 0≠
∃
≠
∃
=
∀
=
∀
i i i iH
H
β
τ
β
τ
Tabel 33. Tabulasi data nilai IRHR subjek perempuan terhadap metode
penyiangan
Kelompok HW Perlakuan IW JW Total F1 1.61 1.85 1.68 5.14 F2 1.46 1.76 1.54 4.76 F3 1.51 1.58 1.66 4.75 F4 1.52 1.80 1.75 5.07 Total 6.11 7.00 6.62 19.72
Tabel 34. Anova nilai IRHR subjek perempuan terhadap metode
penyiangan
SK db JK KT Fhitung Ftabel Kelompok 3 0.100 0.033 5.71 4.76 Perlakuan 2 0.042 0.021 3.65 5.14 Galat 6 0.035 0.006 Total 11 0.18iii.
Kesimpulan
Dari hasil uji terlihat bahwa F
hitunglebih besar daripada F
tabelpada
kolom pertama, maka hipotesis H
0( ) ditolak, yaitu bahwa sudah cukup
bukti untuk menunjukkan adanya pengaruh pada perbedaan subjek
terhadap nilai IRHR pada berbagai metode penyiangan. Pembuktian
lainnya dapat dilihat bahwa F
hitunglebih kecil daripada F
tabelpada kolom
kedua, maka hipotesis H
0( ) diterima, yaitu bahwa belum cukup bukti
untuk menunjukkan adanya pengaruh pada perbedaan penggunaan
berbagai metode penyiangan terhadap nilai IRHR pada suatu subjek.
b.
Pengaruh perbedaan metode terhadap beban kerja pada perempuan
i.
Model linier : Y
ij=
µ + τ
i+
β
j+
ε
ijKet: Y
ij= IRHR pada metode ke-i dan subjek perempuan ke-j
µ
= Rataan umum
τ
i= Pengaruh metode ke-i
β
j= Pengaruh subjek ke-j
ε
ij= Pengaruh acak dari metode ke-i dan subjek ke-j
ii.
Hipotesis:
0
;
0
:
0
;
0
:
1 0≠
∃
≠
∃
=
∀
=
∀
i i i iH
H
β
τ
β
τ
Tabel 35. Tabulasi data nilai IRHR subjek laki-laki terhadap metode
penyiangan
Kelompok HW Perlakuan IW JW Total M1 1.64 1.63 1.92 5.19 M2 1.46 1.58 1.64 4.68 M3 1.33 1.39 1.42 4.13 Total 4.42 4.60 4.98 14.00