• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA LETAK DENGAN BANTUAN KOMPUTER. Tataletak Fasilitas dengan Bantuan Komputer

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TATA LETAK DENGAN BANTUAN KOMPUTER. Tataletak Fasilitas dengan Bantuan Komputer"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

TATA LETAK DENGAN

BANTUAN KOMPUTER

(2)

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM

PENYELESAIAN MASALAH TATA LETAK

1.

Perhitungan dapat dilakukan lebih cepat.

2.

Mampu menyelesaikan masalah yang kompleks.

3.

Proses perancangan lebih ekonomis

4.

Mempertimbangkan aliran antar departemen.

5.

Aliran antar departemen dapat dicatat:

a. Kuantitatif From to Chart

(3)

MACAM PROGRAM KOMPUTER SEBAGAI

ALAT BANTU TATA LETAK

 CRAFT (Computerized Relative Allocation of Facilities).

 COFAD (Computerized Facilities Design)

 PLANET (Plant Layout Analysis and Evaluation Technique)

 CORELAP (Computerized Relationship Layout Technique)

 ALDEP (Automated Layout Design Program)

(4)

CRAFT

• Dikembangkan sejak tahun 1983

• Bertujuan untuk meminimumkan biaya perpindahan material

Biaya material

Aliran produk, jarak dan unit pengangkutan.

• Merupakan program tipe teknik HEURISTIK  Berdasarkan interpetasi

Quadratic Assigment

• Merupakan program perbaikan:

Mencari perancangan optimum dengan melakukan perbaikan tata

letak secara bertahap

Mengevaluasi tata letak dengan cara mempertukarkan lokasi

departemen

Mempertimbangkan perubahan antar departemen yang luasnya

sama/ mempunyai sebuah batas dekat untuk mengurangi biaya

transportasi.

(5)

INPUT CRAFT

BIAYA PERPINDAHAN MATERIAL

Biaya per satuan perpindahan per

satuan jarak (Ongkos Material Handling per

satuan jarak/ OMH per satuanjarak/ OMH per

satuan jarak.

ASUMSI BIAYA PERMINDAHAN

1.Biaya perpindahan tidak tergantung (bebas)

terhadap utilisasi peralatan

2.Biaya perpindahan adalah linier terhadap panjang

perpindahan

(6)

 Menurut Francis R, L and White J, A

input ALGORITMA CRAFT terdiri atas:

a) Tata letak awal

b) Data aliran (frekuensi perpindahan)

c) Data biaya (OMH per satuan jarak)

d) Jumlah departemen yang tidak berubah

(fixed)

(7)

Departemen DUMMY

Departemen yang tidak memiliki aliran terhadap

departemen lain tetapi meliputi sebuah area spesifik.

Departemen Dummy digunakan antara lain:

• Mengisi bangunan yang bersifat umum atau

tidak beraturan.

• Menggambarkan area yang tetap di dalam

fasilitas dimana departemen tidak dapat

dialokasikan (ex: tangga eskalator)

• Menyatakan ruang ekstra dalam fasilitas

• Membantu dalam mengevaluasi lokasi dalam

tata letak

(8)

CONTOH PEMAKAIAN CRAFT

DENGAN PERHITUNGAN MANUAL

a) Input berupa tata letak awal

Dept A

Dept B

Dept C

Dept D

80

40

4

0

4

0

3

0

5

0

(9)

FORMAT INPUT DARI PETA

(TATA LETAK AWAL) DINYATAKAN DALAM

BENTUK MATRIK ELEMENT

A A A A A A A A A A A A B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B C C C C C C C C C C C C C C C C D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

(10)

b) Input Data Aliran

Peta dari-ke (from to chart) untuk data aliran

menunjukkan jumlah perpindahan yang dibuat

perperiode

waktu

di

antara

kombinasi

dari

departemen

c) Input Data Biaya (cost matrik)

Peta dari-ke untuk data biaya menunjukkan biaya yang

diperlukan untuk memindahkan 1 satuan jarak antara

kombinasi departemen

(11)

To

A

B

C

D

From

A

-

6

12

12

B

3

-

3

9

C

6

3

-

6

D

12

3

0

-

(12)

HOW TO USE CRAFT

• CARFT menghitung total biaya material

handling untuk tata letak awal dengan

terlebih dahulu menghitung jarak diantara

pusat

departemen

(lokasi

pusat

departemen ditandai dengan suatu titik )

 Gambar 4

(13)

Dept C

Dept B

Dept D

Dept A

(14)

• Lokasi sentral (gambar 4)

Dept C

(20,60)

Dept B

(80,65)

Dept D

(80,25)

Dept A

(20,20)

(15)

• Dari masing-masing lokasi titik pusat

masing-masing departemen dihitung jarak

rectilinier

Ex: Lokasi titik pusat Dept C – B

• Hasil Matrik dapat dilihat pada Gambar 6.

65

65

60

80

20

Xb

Ya

Yb

Xa

(16)

To

A

B

C

D

From

A

-

105

40

65

B

105

-

65

40

C

40

65

-

95

D

65

40

95

-

(17)

To

A

B

C

D

TOTAL

From

A

630

480

780

1890

B

315

195

360

870

C

240

195

570

1005

D

780

120

0

900

TOTAL

1335 945

675 1710

4665

(18)

• CRAFT

merupakan

program

yang

mengaplikasikan

Pairwise

Exchange

Heuristic  melaksanakan pergantian

sentral

lokasi

dari

departemen-departemen yang keduanya mempunyai

luasan yang sama/ memiliki batasan yang

dekat  kemudian dilakukan perhitungan

total biaya sampai diperoleh biaya yang

paling kecil.

(19)

CONTOH:

Perubahan yang pertama, pertukaran departemen C dan D (batas

dekat)

- Perubahan tata letak akan mengubah koordinat sentral

masing-masing departemen

-

Untuk Dept D (bentuknya bukan persegi), maka koordinat sentral

dihitung menggunakan titik berat dengan rumus

TB = M/ L M = momen

L = luas

-

Koordinat x

- Koordinat y

63

5600

4000

80

1600

20

x

x

L

L

X

L

M

TB

i i i x x

35

5600

4000

25

1600

60

x

x

L

L

Y

L

M

TB

i i i y y

(20)

Jadi koordinat sentral untuk tiap departemen adalah:

A (20,60); B (80,65); C (80,40); D (63,35)

dst

Dept C

(20,60)

Dept B

(80,65)

Dept D

(56,17)

Dept A

(80,40)

(21)

To

A

B

C

D

From

A

-

25

80

47

B

25

-

65

72

C

80

65

-

79

D

47

72

79

-

(22)

To

A

B

C

D

TOTAL

From

A

-

150 960

564

1674

B

75

-

195

648

918

C

480 195

-

474

1149

D

564 216

0

-

780

TOTAL

1119 561 1155 1686

4521

(23)

ALGORITMA CRAFT DENGAN

“QUANT SYSTEM”

INPUT :

Layout asal

Sejumlah departemen

Data aliran (from-to chart)

(24)

Contoh algoritma CRAFT

(Rancangan tata letak fasilitas dengan 10 departemen)

Nama Luas Jumlah Aliran

Departemen Area Kisi A B C D E F G H I J A 11.200 28 80 30 15 20 10 10 15 B 9.600 24 60 50 30 20 5 15 C 9.600 24 15 10 20 20 20 D 19.2 48 40 70 E 4.800 12 120 45 F 11.200 28 60 35 G 10.000 25 50 10 5 H 10.800 27 50 I 6.000 15 65 J 3.600 9

(25)

TAHAPAN

• Memasukkan spesifikasi:

 Jumlah departemen yang akan dibuat

 Baris dan kolom yang akan dibuat

• Memasukkan nama departemen

• Memasukkan bentuk departemen (persegi panjang/ bukan)

• Memasukkan departemen dengan lokasi tetap

(26)

BLOCPLAN

Dikembangkan oleh Donoghey dan Pire

pada

departemen

Teknik

industri

Universitas Houston

Membuat dan mengevaluasi tipe-tipe

tata

letak

dalam

merespon

data

masukan

Memiliki kemiripan dengan CRAFT dalam

penyusunan departemen

(27)

Perbedaan CRAFT & BLOCPLAN

CRAFT

BLOCPLAN

Hanya menggunakan peta

dari ke (from-to chart) sebagai

input.

Input dapat berupa :

Peta keterkaitan

(28)

Biaya tata letak dapat diukur baik berdasarkan

ukuran jarak maupun ukuran kedekatan

Jumlah baris ditentukan oleh program (biasanya 2/3

baris)

Menggunakan

simbol-simbol

dalam

penyelesaiannya

Kelemahan BLOCPLAN:

Tidak akan menangkap initial layout secara akurat

Pengembangan tata letak hanya dapat dicari dengan

(29)

INPUT DATA :

1.

Jumlah departemen

2. Nama-nama departemen

3. Luas area masing-masing departemen

4. Data keterkaitan masing-masing

departemen

(30)

ALGORITMA BLOCPLAN

(Contoh penggunaan BLOCPLAN, dengan data masukan Peta

keterkaitan dan Luas masing-masing Departemen)

A

B

C

D

E

F

G

H

I

J

A

-

E

O

U

U

U

U

U

U

U

B

-

I

E

O

U

U

U

U

U

C

-

U

U

U

U

U

U

U

D

-

I

U

U

U

U

U

E

-

A

O

U

U

U

F

-

I

O

U

U

G

-

O

U

U

H

-

O

U

(31)

SIMULATED ANNEALING

Digunakan untuk penyelesaian masalah yang mana

perubahan keadaan dari suatu kondisi ke kondisi

yang lain membutuhkan ruang yang sangat luas (ex:

gerakan permutasi)

4 Parameter

:

a) Tetangga

b) Gain

c) Temperatur

(32)

ALGORITMA

Evaluasi keadaan awal jika keadaan awal

merupakan tujuan, maka pencarian berhasil dan

KELUAR. Jika tidak, lanjutkan dengan

menetapkan keadaan awal sebagai kondisi

sekarang.

Inisialisasi BEST_SO_FAR untuk keadaan

sekarang

Inisialisasi T sesuai dengan annealing schedule

Kerjakan hingga solusi ditemukan atau sudah

tidak ada operator baru lagi kan diaplikasikan

ke kondisi sekarang.

(33)

b) Evaluasi kondisi yang baru dengan

menghitung:

E = Nilai sekarang – nilai keadaan baru

i. Jika kondisi beru merupakan tujuan, maka

pencarian berhasil dan KELUAR

ii. Jika bukan tujuan, namum nilai yang lebih baik

daripada kondisi sekarang, maka tetapkan

kondisi baru sebagai kondisi sekarang.

Demikian pula tetapkan BEST_SO_FAR untuk

kondisi yang baru tadi.

iii. Jika nilai kondisi baru tidak lebih baik dari

kondisi sekarang, maka tetapkan kondisi baru

sebagai kondisi sekarang dengan probabilitas

P’ = e-E/ T

Langkah ini biasanya dikerjakan dengan

membangkitkan suatu bilangan random r pada

range (01). Jika r>p’, maka perubahan londisi

barumenjadi kondisi sekarang diperbolehkan.

Namun jika tidak demikian, maka tidak akan

(34)

a) Perbaiki T sesuai dengan Annealing Sceduling

BEST_SO_FAR adalah jawaban yang dimaksudkan

Dari algoritma tersebut secara umum ada 3 hal yang perlu

disoroti pada Stimulated Annealing, yaitu:

a. Nilai awal untuk temperatur (TO).

Nilai TO biasanya ditetapkan cukup besar

(tidak mendekati nol), karena jika T mendekati

0 maka gerakan

stimulated annealing

akan sama

dengan

hill climbing.

b. Kriteria yang digunakan untuk memutuskan

apakah temperatur sistem seharusnya

dikurangi.

c. Berapa besarnya pengurangan teperatur dalam

setiap waktu

(35)

Ada beberapa operator yang bisa digunakan. Berikut ini

adalah salah satu contoh operator untuk menentukan

lokasi fasilitas yang akan diatur adalah NF.

• Fasilitas-fasilitas disimpan dalan larik L.

• Bangkitkan 2 bilangan randon antar 1 sampai NF,

misalnya kedua bilangan itu adalh N1 dan N2 dengan

N1>N2.

• Depan = L(1) sampai L(N1-1)

• Tengah = L(N1) sampai L(N2)

• Belakang = L(N2+1) sampai L(NF)

(36)

• Bangkitkan bilangan random r, apabila r < 0,5: maka:

DepanBaru

= Depan

TengahBaru = Tengah dengan urutan dibalik

BelakangBaru = Belakang

Lbaru

= (DepanBaru, TengahBaru, BelakangBaru)

Jika r >= 0,5; maka kerjakan:

Sementara = (Departemen Belakang), misalnya memilki

M elemen.

Bangkitkan bilangan random, misalnya r=2

DepanBaru

= (4 3)

TengahBaru = (9 11 2 5 1 7 8)

Gambar

Gambar 3. From to chart untuk data biaya aliran
Gambar 7. Total Biaya
Gambar 9. Data aliran setelah perubahan
Gambar 10. Total biaya setelah perubahan

Referensi

Dokumen terkait

Dari pengertian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah suatu system informasi berbasis komputer yang melakukan pendekatan

Untuk pengaduan dalam pelaksanaan kegiatan program KOTAKU pencegahan dan peningkatan kumuh tingkat Kelurahan/Desa yang paling banyak diadukan adalah mengenai pelatihan

Hasil penelitian kadar natrium serum pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi angkatan 2010 didapatkan data seluruh responden dalam penelitian memiliki

Pendidikan merupakan awal yang sangat penting untuk seorang anak, karena melatih mereka untuk membaca baik, mengasah kemampuan berhitung serta siapapun dari

Lama Terapi : belum ada kesepakatan berapa lama pengobatan anti koagulan harus diberikan pada pasien kanker =&gt; selama resiko VTE meningkat dgn faktor “predisposing”

Dari hasil analisis menunjukkan bahwa Desa Tulungrejo merupakan desa yang paling optimal untuk pengembangan desa ekowisata di Kecamatan Bumiaji dimana diharapkan

Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa perputaran piutang dan perputaran modal kerja secara parsial tidak berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan, sedangkan rasio

Indo Acidatama Tbk, Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar merupakan dokumen rahasia milik perusahaan sehingga pihak luar tidak dapat mengetahui maupun memilikinya dan