• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT llepublik INDONESIA RISALAH RAPAT KERJA KOMIS! X DPR-RI DENG AN 1990/1991. T e r b u k a. 1.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT llepublik INDONESIA RISALAH RAPAT KERJA KOMIS! X DPR-RI DENG AN 1990/1991. T e r b u k a. 1."

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT llEPUBLIK INDONESIA

R I S A L A H

RAPAT KERJA KOMIS! X DPR-RI DENG AN

MEN'l'EUI NEGAHA RISE'l1

DAN 'I1EKNOI.DGI./KE'l'UA llPM'

DALAM RANGKA PElIBAllASJ\N

RUU 'l'ENTANG AKADEMI ILMU PENGE'rAHUAN INOONFSIA

Tahun Sidang Masa Persidangan Rapat ke Jenis Rapat Sifat Rapat Hari / Tanggal W a k t u Ketua Rapat Sekretaris Rapat A c a r a Hadir I. KOMIS! X DPR-RI 1. Drs. Markus Wauran. 1990/1991 I. 6.

Rapat Kerja dengan Menteri Negara RISTEK/Ketua BPPTr T e r b u k a Sabtu, 8 September 1990 09.00 WIB. Drs. Markus Wauran Drs. Sudibjo.

Pembahasan DIM atas RUU ttg. AIPI.

1. Komisi X DPR-RI :

34 dari 41 orang Anggota. 2. Pemerintah :

Menristek beserta Staf.

9. K.H. Sakti Qodratullah. 2. Ir. Hanoch Eliezer Mackbon. . 10. Mohammad Sapingi.

3. Drs. Mozes Adisoerjosoenarjo. 11. Drs. Aminullah Adiwilaga. 4. Drs. Soebagjo. 12. Dra. Ny. Soedyartini Soemarno 5. Drs. H. Suandi Hambali. 13. Drs. Al Soelistya.

6. H. Djamaluddin Tambunan, SH. 14. R. Tubagus Hamzah. 7. Drs. Palar Batubara. 15. H.R.S. Subyakto.

(2)

17. Toto Moedjiharto, BA. 26. Masna Sastraputra. 18. Ny. HSK Susilastuti Sutopo Isnono. 27. H. Abdur Rauf lllb is.

19. R. Ng. Bambang Supangat. 28. M. Tauf ik Syarbaini.

20. dr. Ny. Ida Yusi Dahlan. 29. N.M. Budi Waluyo.

21. Prof. DR. Ir. Fachruddin. 30. M a c h f o e d.

22. Dra. Ny. ~lfah A. S. Harmanto. 31. H. Mohanmad Musyafak.

23. Drs. Fransiskus Skera. 24. H. Suryo Mardjiyo. 25. J. H. S a 1 u. PEMERINTAH 1. B. J. Habibie 2/ Sabana Kartasasnita 3. Samaun Samadikun 4. Widjang H. SiS\\Oro 5. Rukmanul Hakim 6. H.S.A. Bennarli 7. Sediono Tjondronegoro 8. S o e d i t o 9. M. Roem Husein 10. Karyana Ukar 11. M. Daud 12. Kusnan Hidayat 13. ~bchtar 14. Sudirman

32. Dra. Ny. H. Syarifah Muhtarom. 33. Drs. Popo Sonadar Haroen.

34. Drs. Soebagyo.

Menteri Negara RISTEK/Ketua BPIYI'.

Ristek. LIP! Ristek. Ristek. Setneg. Ristek. Ristek. BPPT Ristek. BPPI'. Ristek. Ristek. Ristek .. KETUA RAPAT ... .

(3)

1 KETU.A RAPAT a( DRS• MARKUS W.AURAN

Saudara.

Menteri

beserta staf yang kami ho:rmati1'' rekan

-'

.

reken Pimpinan ·dan .Anggota yang terhormat;'

Saudara-saudara dari 41 orang !nggota Komisi X yaiig telah ' ' .• ~ .. .

men~:nd~tang~ni dafter hadir berjumlah 31 Anggota den te.lah

mewekili·semua unaur Fraksi.dan oleh

kerena

itu

sesuai

dang~

an ketentuan tate tertib "rapat te.lah memenuhi korUin~~ Oleh karena iju rapat dengan reemi kemi bulca. ... _,

-~. · ...

··~-~~·"=- ketuk pal.u. 1 keli

•==••=••••

.Seudara-saudara sekalian kemerin kite sudah seleaei membahas

sampai dengan Pasal · 10 de~ sebelum kite. masu.k pada .. Pasal se~c~

lanjutnya ke Psal 11 ~~make ada due hel yang kita~pendingkan

... ' ...

kemarin itu untuk kite mints hari ini Pemerintah biea jelas-kan~~ yaitu Pasa19 ayat (1) den Pasal 10 b~tir c~' .

Pasal

·g-

ayat ( 1) yang rmnueannye kemarin .ki ta· sahkan anggota

. . ... . -.. ~ .

AIPI

diangkat den diberhentikan oleh sidang pleno !IPI den disehkan oleh Pres:l.den~i,

.Ade usul kemarin seleku .. Kepala Negara~ kite.mints kepada

Pe-merintah untuk tkonsul tesi kepeda ahli-ahl:L pukunr~·

Ho MUH.&MM.AD MUSY.AWAK ~· ( F-PP )

Intrupsi ; Jadi untuk Pasal 9

ayat

(1) ·itu diberi kesempatan F-PP koneultasi dengan induknya; sedangken yang menyangkut -Pesal 10 konsep RUU · ka·1

tennya ·'d.engan

., poin c .diserahkan Pemerintall~l

· ·

KETUA RAPAT

Terima kesih~' jadi dua-dua-nya kemarin 9:c jadi saya ulangi bahwa untuk Pasal

9

Ayat (1) ini diharapken Pemerintah ber •

kona~.taai dengen ahli-ahli hukum ,~j ap.akah i tu de~gan Maka ..

-mah .Agung atauDepartemen Kehekiman •. Pihek kedua ielah dib.!, r1 kesempatan kepada Fraksi PP untuk berkonsultasi den.gen

in

J~ . .

duknya I;, kemudian ki ta mendengarkan ha ail konsul tasi 1 tu ;pads hari ini sebelwn masuk pada Pasal yang baru:

... •' ...

Kemudian yang kedua juga mengenai Pasal 10 butir o mengenai dijetuhi pidana pem.jara atau kurungan oleh pengadilan den S!, begainya itu ada usul-usul kemarin dari F-ABRI juga; tanggan

a~ F-PP sebageinya itu juga diminta kepade Pemerintah berko!! sultasi dengan para ahli huk:um; kemudia~ kite bisa mendenga_t kan informasinya hasil konsultasi itu pada hari inio·· ·

.Apakah ;;i kami perailahkan deri pemerintah apakah sudalt ads

(4)

MENTER! NEGARA RISET

D.AN

TEKNOLOGI/KETUA BPPT

Saudara-saudara Ketua dan saudara-seudare Frakei, kami kemarin segera menugaskan kepada Sekretariat Kabinet untuk berkonsul t.asi dengan para ahli hukum ;'"': rupanya mungkin tra-f"ik j um rupanya belum hadir,·· .. j a~i kami belum bisa menyampa!, kan ape hasil konsultasi ·tersebut,~ jadi kami mohon agar su-paya kite lanjutkan dahulu ,' kaleu yang bersangkutan tiba ,,; kami mohon intrupsi sebentar ~;· baru kami laporkan hasil kon sul tasi dari Sekkab dengan para ahli-ahl~ hukwn,~ apakah bi-sa diterima usul kami demikian';

KETUA RAPAT

Saudara-saudara audah mendengar penjelasan dari Pemerin

-tah mengenai hasil konsultasi yang ditugaskan yang bersang-kutan belum adat oleh karena itu kami juga mo"hon usul dari

F-PP

aaya kira hasil konaultasi itu sekaligus dengan apa yang yang dari pemerintah' biaa di terima ,; ye ,1

Saudara-saudara te:rmasuk juga nanti dalam Pase~ 10 butir c. itu saya kira sekaligus setelah petugas dari pada·yang dit~ gaskan i tu dapat menghadiri,i j edi s,:rya mohon persetUj u.an d£!. ri saudara-saudara mengenai yang kite pending

hari itu;yant

ki ta pending kemarin ,~ hari ini mendapat informs si penj elal! an dari Pemerintah maupun dari F-PP kite tunda dulu sampai manunggu petugas Sekkab untuk menghadiri pada sidang hari

.!

ni.~· bisa di terima .:;Y

F-KP

F-ABRI

F-PP

F-PDI •OeOe diterima ~-;'. diterima o•ooo o•••• diterima eo••• diterima

==============

ketuk palu 1 kali

==========

Terima kasih~:i Saudara-saudara ki ta sekarang masuk ke Pasal 11 deri

F-KP

ada usul penyempurnaan , dari F-~BRI demikian ju-ga dan F-PDI dJ nikian j uga ~~ F-PP tetap1~!

Waleupun disini mungkin.hanya_ pindah~pindah Pasal

i

seperti barengkali F-KP sebagainya ~~- tetapi kami berikan kesempetan pertama kepada F-KP;\ silahk:an·~·1

R. TUBAGUS HAMZAH .6 · ( F-KP )

Terima kasih Sauders Pimpinan ates kesempatan waktu: B~

pak Menteri kami honnati beserta staf dan rekan-rekan Fraksi yang kami muliakan·o'1

(5)

Dalam rangka menanggapi Pasal 11 · \•RUU ,~ F-KP akan berusaha u:!

tuk:

mengendali lintasan soft were dan impus yang teraeliwer

. . .

-brain F-KP agar jangan amburadul dan tetap pada jalur-jalur yang j elas~~

F-KP

di dalam dasarnya pada DIM

yang

teroantum pada halaman 16 ,· terhadap Pasal 11 RUU ini mengajukan usul untuk dihepus ..

.

Dengan dih~puakannya Pasal 11 RUU itu bukan berarti bahwa a-pa yang tersurat maupun tersirat a-pada Pasal

11 RUU

same sek~

11 dihilangkan atau diabaikan •

F-KP aesuai dengan pendapat bahwa agar pengertian pembaoa

..

.

..

terhadap substansi-substansi dapat mengalir

secara

mudah;!pel:

.. . .. '

lu substansi~aubstansi dikelompokkan dalom Bab-bab yang

di--. .

beri judul'tertentu yang dienggap dapat mencakup substansi-substansi yang berkaitan~

F-KP berpendepat bahwa substansi-substansi Pasal 11 yang m~

nyangkut masalah organisaai dan keanggotaan serta AD dan ART aerta kelengkepan lain bagaimana dioantumk:an dalam Pasal 11

ini, dikumpulken dibawah BAB den Judul organieasi den

keeng-.. .

gotaan seperti tertera dalam usul P-KP melalui· D:r;M pada hal! man 11 ;~ kami mohon kiranya sidang berkenan untuk melihat P!!

- ~~ ;

-de Pasal 11 9: menyimak pada halaman 11~·:

Apabila rekan-rekan Freksi dan Pemerintah memperhatikan usu! an

F-KP

pada Pasal

8

i

make akan didapati pada ayat

2-nya

substansi-substansi yang di dalam RUU Pasal 11 tercantum PS da ayat (1) h~nya dengan penyempurnaan ialah dengan mengel~

erk~n kata tugas den kata fungsi dari ayat tersebut,· m~~

pa ?

'•

Oleh kerena F-KP berpendapat ~· bahwa untulc tugas dan fungsi aebagaimana disebut dalam RUU Pasal 11 ayat ( 1) ~-i.sa diada-kan BAB tersendiri dengan judul Fungsi den Tugas~1

sebagaim!!_ na yang diinginkan F-KP den terdapat pada halaman'a DIM te~ tera pada bagian bawah yang pada hal·aman 8 DD! tert.era ba~

an bawaho BAB IV Fungsi den Tugas yang disamblm.g pada hala-man 9 d.engan pencatuhala-man Pasel 6 dengan kata•kata awal ..AIPI

" '

berfungsi den seterusnyao

Adapun tentang istilah Tugas yang juga dikeluarkan dari RUU Pasel 11 ayat (1) , mendapat perhatian F-KP untuk dicakup de dalam Pasal

7

F-KP sebelumnya , yang aebelumnya sudah

dike--,

mukakan oleh F-KP dalam forum ini juga,. kemarin-kemarin,1 dan

i tu dapat disetuj uic;;

Kemudian dalam rangkaian usulan F-KP ini,·! ·juga me~gajukan B

(6)

untuk ayat (1)-nya yang berbunyi ; organisasi AIPI sebagai-mana dimaksud dalam UU ini ditetapkan dengan Keputusan

Pre-sideno

Percantuman usul yang termuat tersebut tadi, bersumber dari pendapat ballwa apabila kita menyebut istilah organisasi,' mJl ka secara otomatis brain kita juga menampulig bahwa yang

di-maksudkannya juga secara lengkap segala sesuatu yeng bagai-mana tercantum pada Paaal 11 RUU ayat (1) ,:~ (2) dan (.3),,ise-hingga

F-KP

berpendapat bahwa tetap apabila disusun suatu ~

yet yang berbunyi ; oraganisasi

AIPI

aebagaimana dimaksud dalam UU ini ditetapkan dengan Keputusan Presiden9 sehingga ayat

(2)

dan(3) yang kedua-nya menyangkut

AD dan ART

diang~

gap oleh F-KP berlebihan~

Kendei demikian mengenei penghapusan aya_t _(2) dan Ayat (J) ·~ tersedia penempungannya dengan penjelasan Paaal demi Pasal nantio·

Untuk itu kami akan mengacu pada

RUU Pasal

9 yang

berbunyi

orisinilnya pada ayat

(1) ;

anggota

AIPI

diangkat dan dibe~

hentikan oleh Presideno Sudah tentu diangkat·, diberhenti-kan melalui surat Keputusan Presiden.~(

Meskipun oleh pihak Pemerintah sendiri telah diusulkan un -tuk disempurnakan dengan menyelipkan kata-kata oleh·sidang pleno

.AIPI ,·

usul P~erintah tadi

toll

tidak dapat mengelim! nir peranan Presiden yang berkaitan d.Bngan pembentukan wa-dah atau organisasi

AIPI

sebagaimana yang dimaksud dalam

UU

inio

Walaupun usul Pemerintah ini membuat

F-KP

agak kehilangan

a-rah dan pegangan ~.: karena setelah menduk:ung ayat ( 1) Pasal 9 RUU ternyata Pemerintah mengadakan koreksi sendiri , aehing-ga F-KP sempat bangong~.r namun F-KP cepat sada~. da1?- F-KP men£ ambil sikap dalam hahasa Majapahit-nya monggo sakersanipun dospundi (ailah.kan keinginan Pemerintah bagaiman), tetapi

ii

tilah permoi itu sudeh kite sudah permut o

Dengan penjelasan yang kemukakan ini F-KP menganggap usulan-usulan dam DIMYnya tersebut adalah tetap dan mengharapkan persetuj uennya dari rekan-rekan Fraksi maupl.Ul Peinerinta11;· d£ mikian Sauders Ketua o·

KETUA RAPAT

(7)

Ho ABDUR RAUF LUBIS , ( F-ABRI )

Yang terhonnE!t Pimpim:m, hadirin yang says muliakanG' Mengenai Passl 11 RUU ini ,·· kemi mengusulkan untuk dirobah menjadi Pasel 13 baru sesuai dengan urut-urutan dari pada konsep F-ABRI~

5

Yang kedua, didalem AD dan ART selain dari pade dicantumkan teta cara pemilihan anggota ,; menurut F-.ABRI perlu pule di-tambahkan bagaimana tate cara kalau untuk memberhentikan s~

seorang enggota o

AD dsn ART ini pada dasE:rnya disusun sekali soja yaitu pada mulai berdirinya AIPI ini den selenjutny~ jika t~rjadi per~

bahan etas AD dan ART,· sehingga AD den ART itu disusun oleh mereka yang ditunjuk jadi anggota sepe~ti yang disebutkan d~

lam Paaal 9 ayat (3) yaitu bahwa mereka yang diangkat pert~

.,

ma sekalilah yang menyuswi AD den ARTo•

Maka setelah diadakan penyempurnaan. Pasal 11 ]iUU .. Yang menj.§.. di Pa~al

13 ,

F-ABRI ini berbwiyi sebagei berikut ;

ayat (1) ; suaunan organisasi; tugast.i :fungsi den tata kerja

AIPI

serta tata cars pemilihan dan pemberhentian anggota AIPI, perubahon anggarcn dasar dan angSA ran rum.ah tangga serta kelengkapan : lainnya ·di-atur lebih lanjut anggaron daaat' dan anggaren ry-· mah tangga

AIPio

ayat (2) ; anggaran daaar dan anggaran rum.ah tangge AIPI d! susun oleh anggota .AIPI sebagai dimaksud dalam Pas al 9 ayat ( J) ~·

sedangkan ayat (3)-nya RUU ini tidak mengalami perubahan~l

Kami ingin menambehkan bahwesannya di dalam ayat (2) ini ada hal yang mllllgkin bisa bertanye , bagaim.ana kite menga -tur apabila ada perubahan .AD dan ARTo· Hal ini seya rasan -kan ditampung di dalam penjelasen Pasal yang bersangkutan

!

ni ' sekian terima kasih~'i

KETUA RAP.AT

Terima. kasih Pak Lubis,., kami persilahken sekereng FPDI'~·

DRSo POPO SON.ADAR lUROEN ,· ( E-PDI )

Terima kasih Saudara Pimpinan·; Bapak Menteri beserta

stafo

F-PDI dalam kesempatan··ini mengajuken beberepa usul penyem ... purnaan, dimana Pasal 11 RUU dirubah menjadi BAB V baru

(8)

dengan judul Struktur Organ:J.sasio·

Dengan muatan ates substansi sebagaimana tertuang dalam Pasol 8 ~sulan dari F-PDI; yang bunyinya sebagei berikut,~ kita li-hat pads llalaman 10·0

Diusulkan BAB V dan Pasel 8 baru yang diletakkan pada bekes BAB V neskeh RUU dengan judul beru yaitu Stru.ktur Organisasi

- .

dengen isi diembil dari Pasal 11 BAB III ayat ( 1) ,· (I!), ( J) RUU dengan beberapa perubahon den tambahan sebagai berikut; Pada eyat ( 1) susunan organises!, tugas9: fungsi den ta ta

kel.'-ja AIPI aerta tata care pemilihan anggota AIPI perubahsn onggaren dasar dan anggaren rumah tangge serta kelengkapan lainnya diatur lebih lanjut dalam anggaron das~r dan anggeran rum.ah

tangga

AIPit\

ini diganti dengan kelimet struktur organisasi den kata tu.gas

:rungsi

dihilengkan··~:

Pada eyat (2) enggaran dares den enggaran rumah tengga oleh anggota AIPI den untuk pertema kali dilakukan oleh anggota AIPI sebagaimana dimeksud dalam Pasal 9 ayat (3) }

tentu saja Pasel 9 ayet (3) ini kerene susunen BAB den ayat ini banyek berubeh itu di dalem DIM PDI.diusulkan diganti d~

ngan Pa~al 13~ nanti Pasel 13 ini disesueikan dengan urutan

~ .:

yang baru. yang akan disepakati bersemai~t

Kemudian ayet (3) anggaran dassr AIPI disahkan dengan Kepu-tussn Presiden;')·

diusulkan agar ayat (J) ini diganti menjadi dalam penyusunan anggaren desar den anggaran rumah tangga

AIPI,'

kiranya perlu konsul tasiken dengan DPR~·~ hal ini ten tu eaj a dalam rangka ,~ apa yang dibicaraken

kemerin

kemadirian~

Jedi dengen demikian seteleh penyempurnaan BAB V Struktur O~ ganisasi Pasel 8 menurut DIM PDI ,~

eyat

(1)

struktur ·organisasi

den

tata kerja

AIPI

serta tata

oera

pemilihan anggota AIPI," perubahon anggaran da-sar den anggaren rumah tangga,-r serta kelengkapan 1~

innya diatur lebih lenjut delam anggaran dasa~ dan enggaran rumah tangga AIPI

eyet (2) anggaren desar dan anggaran rumall tangga AIPI disu-sun oleh enggota AIPI den untulc pertame kali dilak~

ken oleh anggota AIPI sebageimana dimaksud delem P~

(9)

ini bisa berubah sesnai dengen suaunan BAB dan Paeal-pasal kemudian hari~:

7

ayat (3) dalam penyusunan anggaran dasar den anggeren rumah tangga AIPI perlu berkonsultasi dengan DPR;

terime kasih~

KETUA R.APAT

Terima kasih; Pak popo .~ dari F-PP H,; MUHAMMAD MUSYAVIAK ;·· ( :F-PP )

Dalam DIM kami tetap,·· memang nampak:nya konsep Pemerin- · tah ini dirasa perlu,~ sudah cukup memuat keinginan apa yang diinginkan dalam RUU ini,- terima kasili~

KETUA RAPAT

Terima kasihl kami persilahkan dari Pemerintahe

~ENTERI

NEGARA RISET DAN

TEKNOLOGI/KETUA BPPT

Saudara Ketua·;~ saudara-aaudars anggota Fraksi ;1 setelah

kami mempelajari dan mendengar penjelasan dari pada para

FraE

si:o

Pemerinteh seperti telah kami katakan dahulu91_ serahkan pada ;I?anj a semuanya i tu, .. hanya s1 tu yang digaris bawahi oleh

Pe-merin~ah ialah azaa harus masuk den itu azas pada Pancasila

Yang lain secara teknis kami serahkan pada Panja ,1

namun P~

- .

merintah teleh memberikan saran-saran aebagei pegan~an .. aup£!. ya adanya kon~ergain dan bisa lebih lancer den pengsngan tersebut dimasukkan di dalam RUU ini dan aetelah ditanggapi oleh Fraksi"·o

Kami dengarkan ,~ kami bisa menerima penuh usul dari pada F-ABRI ti karena memang ada kekurangannya dalam Pasal 11 ayat

(1) itu ,· kite hanya memikirkan pemilihan tetapi juga pern -berhentian dan itu jadi setuju ,~ kami juga bisa menerima i~

lah usul untulc dihilangkan untuk pertama kali dilaku.k:an olwh anggota AIPI sebagdli dimaksud Pasal

9

ayat (J)~ itu tidak menjadi soal; kalau dipandang dari sudut teknis~

Jadi kalau memang bisa diteriina usul F·ABRI ;1 make dalam hal

ini Pemerintah bisa menerimanya, andaikata tidak maka saran pemerintah dengan berpengangan kepada usul F-ABRI yang sudah identik dengan Pemerintah dalam· hal ini,' maka atau Pemerim-tah y ang audah identik dengan usul F-ABRI , make kami ·

(10)

sarank:an berpegangan pada yang dahulu telah kami garis

bawa-hf~ silahk:an bicara d.ipanja dan dari Pemerintah penting Azaa Pancasila9 ini yang kemi sarankan disini den demikian tang&l pan Pemerintah~

KETU.A RAP.AT

Terima kasih Pak atas uaul itu,

saya

kira ada juga ba-rangkali

usul

dari

F-PDI itu; mungkin

perlu

ada

tanggapan

di

helaman •o••• (dialaog)

Mennegristek ; maafkan kslau kami tidak menanggapi mengenai yang lain, bukan tidak menyetujui karena tidak melihat perbedaan prinsipil, misalnya dari

F-KP,·

kami

setuju

karena disitu yang dibicaratan · itu die punya ersitektur dari pada dimana,' b~

gaimana taruh dimana dan sebagainya, sedang -kan pada prinsipil itu tidak· ada pe:rmasalaha~

nya dan sebahasa dengan pemerintaho

Cuman tentunya kami tida~ bisa perdiskusikan tidak maksud untulc mendetail taruh kemana, k!!

rena dahulu sudah disepakati kite serahkan ke · '

panja, supaya bisa membicaraken soal itu, ka-rena bu.kan hanya Pasal demi Pasal kaka-rena kite lihat keseluruhan

satuan untuk

pembagiannya. Jedi itu juga aebagai tangagapan pemerintah kalou tidak mengatakan; kan kami tidak menga-takan tidal{ setuj u dengan yang lain ,, kami

bi

lang oke ,1

cuma dalam formulas! yang secara epa namanya yang diusulkan F-ABRI supaya ade pegangannye9~ jadi pemerintah seeara ekaplesit

sudah mengatakan basic' ok:e dalam formulasinya ~­

Sekarang terserah pada pembaigannya karena itu usul dari F-KP , kami bisa terima den serahkan untuk dibicarakan secara mendetail di panjeo Dan demikian juga dari pada F-PDI, nah itu k~ rena itu masalah yang pada PDI den PP sebena~ . nya tidak mempersoalkan iainya, die mempersoa!.

kan pembagiannya dimana dan sebagainyao

Sedangkan dari F-ABRI ini ada juga ae.suatu yang penting yang kita harus perhatikan kar~na da-lam formulasinya, olek karena itu pemerintah langaung menaggapi sebagai pegangangan dan me-ngatakan apa yang diusulkan oleh F-ABRI dalam

(11)

9 fonnulasinya dapat kami terima dan dukung,ja-di pemerintah indendukung,ja-dik dengan F-ABRI.

Namun mengenai usul deri Fraksi yang lain

ka-..

mi hargai den diaarankan supaya it·il dibicara-kan pada Panja seperti yang terdahuluo kami

.

tidak mengatakan tidak setuju, tetapi setuju silahkan berbicara dengan para ahli dan seba-gainya pada panja, sehingga nanti ini lebih mantap , tetapi pegangannya yang kami sarankan RUU yang sekarang jadikan RUU indentik dengan usul F-ABRI~' saya rasa demikiano

Ro Tubagus Hamzah ,· intrupsi ;

Kami ingin menaµyakan k~pada Bapak Menteri, dus artinya kalau Bapak Menteri itu berpendapat bahwa ini supaya dibahas di Panja den setuju dibahas di Penja itu,, apakah hal ini ju-gs termasuk usul aya·t ( 1) dari F-KP yeng organisasi AIPI ae-bag8imana dirnaksud dalam UU ini ditetapkan dengan Reputusan Presiden o

M. Muhammad Musyawak ; Saudara Pimpinan ape sebaiknya ini di bicaraken pada putaren kedua.

KETU.A RAPAT

Sebaiknya putaran kedua apa yang diungkapkan tadi,

R~:. Tubagus Hamzall ; yaini hanya intrupsi kalHU Bapak Menteri ini, kalau sudah kami seleaai , setuju di

panjakan,~ termasuk usul ayat (1) o

Terima kasih, Saudara-saudara tadi baru putaran pertama

pen-j elasan dari semua Fraksi, sekarang kami berikan kesempatan Ul1tuk tanggapen dari semua ]Taksi termasu.k uaul, umpamanya

B

sul dipanjakan sebagainya dan sebagainya, barangkali lebih efisien, kami persilahkan dari F-PPo

Ho MUHAMMAD MUSYA WAI<: , ( F-PP )

Bapak Menteri den staf , Bapak Pimpinan den sidang yang terhormat.

Menanggapi beberapa· usul perubahan dari rekan-rekan yang te~

hormat khususnya F-:PDI , F-KP dan F-ABRio Ada beberapa hel yang perlu diendapkan atau direnungkan sekali lagi, apakoh di forum disini otou dipanja , oleh sebab itu kami ingin

(12)

menanggapi apa yang telah disampaikan rekan-rekan yang ter-hormat Fraksi tadi.

Pimpinan yang terhormat, dari beberepa usul khususnya, kami mulai karena pembicara pertama itu dari rekan F-KP , dengan tidak mengurangi rissa hotmat kami terhadap uaulan perubahan , namwi kami masih mohon untuk direnungkan sekali lagi ada usul baru , bahwa AIPI AD den ART ditetapkan olek Keppres, ini nampaknya memberi beban kepada Presiden dengan konsep. pemerintah cuk:up dikelola oleh para ilmuwan untuk menyusun .AD dan ART hanya disahkan oleh Presiden.

Sebab keluarnya Keppres ini jangan diukur seperti kita minta tanda tangan kepada Saudara Pimpinan ,,·jadi itu cetapo

Teta-pi Keppres itu masih berliku-liku dan perlu dipertimbangkan beberapa macom·o Oleh sebab itu mohon dipertimbangkan apakah karena ini organisasi buken pemerintah buk:an struktural, apa tidak baik dipersilahkan mereka yang bersangkutan menyuaun

AD dan .ART sendiri dan karena merupakan kehormatan pada il-muwan terkemuka , maka AD don ART disahkan oleh Presiden

i-ni tidak keberatan ·' tetapi konsep yang diajukan oleh F-KP ditetapkan , langsung ditetapkan Keppres o ini kami

keberat-an, ·justru nanti Keppres itu sendiri kadeng-kadang akan mem-persempit gerak dari pads AIPI itu sendirio Oleh sebab itu kepeda rekan yang terhormat F-KP mohon dipertimbangkan lagi masalah AD dan ART tadi keberatan ditcmpatkan di bateng tu

-buh,· j ustru kami mohon di tetapken dibatang tubuh untulc mudall pengawasan bagi masyaraket, bagaimans ilmuwan terkemuka ini bergerak den sebagainya , bebarapa usulon perubahen ini hanya dua yang kami soroti khususnya dari F-KP~

Selanjutnya kepada yeing terhormet F-ABRI; nampaknya tidak

(13)

11

substansi yang ditonjolkan dan saya kira bisa kami mempeE timbangkan apakah dalam forum ini ataupun di dalam PANJA, atas usulan Pemberhnetian , memang dalam draft konsep ini

tidak ada dan itu kami kira ,fraksi kami tidak berkebera! an apabila itu diterima, apakh itu diforum sidang ini a -tau di PANJA kami kira usulan dari FKP kami sampaikan te-rima kasih.

selanjutnya usul dari rekan POI, ada~ >beberapa pemindahan Pasal dan kami tidak menangg.api itu, sebab nanti PANJA yang mengaturnya dan mudah-mudahan PANJA tidak direpotkan masing-masing pendirian tetapi betul-betul

musyawarah-mu-faka t bukan mumusyawarah-mu-fakat untuk musyawarah ,

Khsus masalah anggaran Dasar dan Rnnah Tangga harus diko~

sultasi dengan DPR ,kami selaku anggota DPR nampaknya ke-beratan , bukan dari tugas-tugas kami sendiri , nampaknya dengan jadwal waktu itu belum terjangkau dengan keinginan kami apa lagi ditambahi para ilmuwan ,yang ~estinya kami masih harus menjajaki •

a

eh sebab ini alangkah baiknya (ini mohon direnungkan) b~

sa kembali lagi kepada konsep Pernerintah, ini bukan berarti kami melegalisir kainginan Pemerintah ,berartidak bukan se perti legalisa:tor , tapi kebetulan nampaknya apa yang di -konsepkan ini pas , oleh seb.ab i tu seka.li lagi rnohon di peE_

timbangkan rekan yth, fraksi POI terhadap beban yang akan diberikan kepada Dewan ,mohon dipertimbangkan sekali lagi demikian saudara pimpinan putaran kedua ini menanggapi u sulan pendapat dari rekanrekan fraksi, sekian terima ka -sih •

KETUA RAPAT

Kami tanyakan , apa ke PANJA apa tidak untuk perurnusannya? MUHAMMAD MUSYAFAK FPP

Jelas-jelas menurut pikiran kami nampaknya belum masuk. ya jangan di PANJA-kan,

ABDUR RAUF LUBIS FABRI

(14)

an konsep yang k.am~ usulk~n ,

Mengenai apa yang dikemukakan oleh FKP , kami dapat mengerti jalan berpikirnya dan pengertian kami demikian. Bahwasanya Pasal 11 ini dari yang di dalam RUU mereka di jadikan Pasal

8 , ini demikian visualisasinya memang pada waktu organisasi ini berdiri, tentunya pertama sekali yang disahkan adalah k~

beradaaa organisasi, kemudian kelengkapan itu disusun oleh o rang-orang yang di pada tahap pertama sehingga apabila FKP mengatakan organisasi AIPI ini ditetapkan dengan Keputusan Presiden, cuma kami apakah tidak sebaiknya organisasi AIPI ditambahkan dengan biasanya kita kalau mensahkan organisasi ditambahaan dengan tugas dan fungsi, dengan tugas dan fungsi biasanya kita kalau menetapkan organisasi biasanya juga men-cakup pada tugas dan fungsi pada organisasi.

Mengenai ayat (2)-nya kami hanya ingin bertanya apakah juga tidak sebaiknya jika nanti organisasi disahkan oleh Keputus-an Presiden dKeputus-an orKeputus-ang-orKeputus-ang yKeputus-ang ditunjuk untuk menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tidak sebaiknya ju-ga ini diberikan denju-gan Keputusan Presiden.

Sedangkan dari FPDI , tentang ayat (1) dari Pasal 8 BAB V u• sulan FPDI dihalaman 10 disitu tambahkannya perubahan AnggaE an Dasar dan Anggaran Rurnah Tangga I barangkali ini maksud

-nya prosedur perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran RUmah Tangga dicantumkan dalam Anggaran Dasar dan ·Anggaran R mah Tangga , jika demikian kami bisa mengerti hal ini namun demi kian nanti kita musyawarahkan.

Dan selanjutnya mengenai ayat (3) nya kami sangat mendukung apa yang disampaikan saudara dari FPP , apakah perlu itu di -konsultasikan ka DPR dan rasanya dalam Tatib kita kita belum ada prosedur yang mengatur bagaimana suatu organisasi jika a-kan mengkonsuluasi dengan perubahan Anggaran Dasarnya ,sekian dan terima kasih,

N.M.BUDI WALUJO FABRI

Terima kasih bapak Ketua dan Menteri yang terhormat,

Untuk rnelengkapi penjelasan rekan kami tadi sebetulnya khusus nya tanggapan dari rekan FKP yang pada dasarnya kita sependa-pat namun demikian kami mohon penjelasan mekanisme dari pada pengesahan organisasi dikaitkan dengan pengesahan Anggaran Da

(15)

13 sar , apakah n&nti organisasi !tu sudah menjadi satu dalam Ang-garan Dasar atau terpisah,

Kami sependapat dengan FKP.bahwa itu disahkan oleh Presiden ka-rena kalau umpamanya Anggaran n.asar dan Anggaran l'tumah Tangga satu PT ,itu disahkannya oleh. Menteri Kehakiman , ·tentiunya .ka -rena AIPI ini jauh le.bih tinggi saya kira perlu i tu disahkan

cb-leh Pre siden.

DRS.POPO SONADAR HAROEN FPDI

Kami pertama karni akan memberikan ta.nggapan kepda usul FABRI yanga mengusulkan ditambah kata "dan diberhentikan" kami kira itu bisa disetujui dan kami kira hal itu tidak perlu di PANJA-kan kalau hal-hal seperti ini.

Kemudian menanggapi apa yang dikemukakan oleh FPP, dimana di -rnintakan pertirnbangan dari kami untuk Pasal 8 ayat (3) usul k~

mi di halaman _10, kiranya kami' akan rnempertimbangkannya permi!! taan dari FPP , anjuran dari FABRI. ini yang menyangkut bahwa beban bagi DPR ini akan timbul apabila ini ada,

Kemudian sejalan dengan ini dengan apa yang dibicarakan oleh FPP dan telah disetujui oleh FABRI ,ayat (3) ini saya kira de-ngan perkembade-ngan demikian barangkaii Angga~an Dasar AIPI ini pertama kali disahkannya dalam sidang pleno AIPI sebagaimana yang terdahulu ,kemudian nanti disahkan oaeh Presiden , jadi

tidak semata-mata disahkan langsung oleh Presiden tetapi lebih

':;. .·

dulu di dalam sidang pleno AIPI itu sendiri, jadi dengan derni-kian Anggaran Dasar AIPI disahkan dalarn sidang pleno AIPI dan

ditetapkan dengan Keppres atau oleh Presiden , redaksinya mun~

kin ditetapkan di dalam PANJA. KETUA RAPAT

DAri fraksi Karya ,silakan • R.TUBAGUS HAMZAH FKP :

Terhadap segala sesuatu yang disampaikan oleh FPP rnaupun FABRI dan juga POI , FKP menyampaikan banyak terima kasih atas dun -kungan-dtOO.ungannya_

Dan kalau apa yang dikemukakan oleh FPP yang menghendaki agar Anggaran Dasar tetap di batang tubuh dan jangan di genjelasan kami pun akan berkonsultasi maupun berdiskusi di PANJA, kalau

(16)

dari fraksi PDI ini banyak yang akan dibicarakan di PANJA tapi perlu diberi bekal bahwa FKP juga tidak .setuju kalau Anggaran Dasar itu perlu dikonsultasikan dengan DPR, karena berkonsult~

si dengan DPR ini rnernerlukan biaya yang banyak, biayanya ba,~ ·-nyak ,lalu kan perlu ada prosedur ,Tata Tertib ,lalu lampu-la~

pu dinyalakan ,itu semuanya biayanya itu ,aduh , ini hanya ko~

sultasi saja, kalau konsultasi ya secara informal di luar DPR ya di luar gedung ,ya boleh saja, tapi kalau kc;msultasi forrnil di DPR ini , saya hi tung berapa i tu, wah BURT i tu pusing Kepa-:· la ini nantinya , thus kalau di dalam forum ini sudah kita bah wa berkonsultasi dengan DPR ini tidak perlulak, nai:iti dibicar~

kan di PANJA lagi sesuai dengan usul daripada FPP, demikian ~

KETUA RAPAT

Terirnakasih. maaf , oh ya dari ~emerintah, silakan pak~

.MENTEIU· NEGARA RISTEK

Saya rasa sudah cukup jelas ,dijelaskan oleh FKP dan FABRI dan FPP terhadap usulan FPDI, banyak ya.ng sudah neutre li ze dan ti-dak perlu kami garis bawahi lagi ,

Cuma satu ,karni menyarnpaikan disini mengapa perubahan dari pada organisasi AIPI itu kami tidak menyetujui untuk ditetapkan de -ngan Keputusan Presiden, adalah persis seperti alasan-alasan seperti yang disampaikan oleh FKP mengenai mengapa tidak dikehendaki Anggaran Dasar dan Anggaran Rwnah Tangga perlu berkon -sultasi dengan DPR.

Karena untuk suatu Keppres apaa:ratur juga ruwet, j·adi untuk s·u-atu organisasi kami sendiri dalam pengalaman merubahkan LIPI , salah satu deputi tambah .satu direktur misalnya ,ruwet ,laJ11a , harus ke BAKN , harus MenPAN, Sekab, berapa instansi yang harus dilalui , padahal hanya sedikit, ini pengalaman , jadi pengalam an dari pada aparatur Pemerintah karena memang suatu Keppres i.;... tu harus aman , jangan sampai anu, jadi itu mamang suatu prose-dur yang memang tidak bisa dilewatkan , sedangkan sesuai apa per

\

':"-'-sis apa yang disampaikan oleh FKP iala.h yang dijiwai menjadikan wadah ini menjadi berbobot aan ·juga fleksible bergerak ·aan juga mandiri maka fraksi KP tadi mengatakan ba,hwa, sebaiknya Anggaran Dasar dan Anggaran .mumah Tangga sebaiknya tidak perlu dikonsul-tasiH:.an dengan DPR,i tu memang baik tapi ruwet · betul,exactly ka-rena yang sama i tu di dalam Keppres itu kami sependapat dengan

(17)

15 bapak , jadi kami mohon dipertimbC\ngkan lagi bahwa organisa si AlPI itu sebaiknya tida,k tidak. diteta,pkan dengan Keppres dan diterima sesuai saran pada Pemerintah yang beraiasan dan dijiwai sama seperti tadi oleh FKP mengenai berkonsul

-tasi dengan DPR, cuma aparatur Pemerintah rnungkin lebih ru-wet daripada DPR-nya sendiri, dan tidak satu kali jalan ,a-da kalanya 2 -3 kali , jadi ini sebagai tambahan daripada Pemerintah, saya rasa yang lain tidak ada yang perlu kami

tambahkan ,sudah tadi kami jelaskan dan juga sudah dijelas-kan oleh FKP , FPDI dan FPP serta FABRI dan saya rasa sudah

jelas, terima kasih,

KE TUA RAP AT

Terirna kasih saudara Menteri , saudara-saudara sekalian se= telah kita mendengarkan tanggapan~tanggapan dari pad semua fraksi dan Pemrintah khusus Pasal 11 ayat (1) ini, ini me - . . manng ad.a perubahan baik dari FKP, PD! karena TOGAS dan

FUNGSI ini diangkat dari satu BAB baik FKP maupun FPDI I

selanjutnya juga usul dari FKP menambah ayat yaitu organi -sasi AIPI sebagaimana dimaksud dalam UU runi ditetapkan de ngan Keputusan Presiden yang kemudian ada kornentar

Pemerin-tah kurang sependapat dan j:.uga demikian dari FPP ,kalau tidak salah .. Oleh karena i tu saudara.saudara sekali.an menge -nai ayat (l)' ini karena ada kaitan dengan usul-Bab ka.rhi u sulkan sebaiknya ini di PANJA-kan !

Yang kemudian ayat (2) saya kira juga i.ni hanya ada usul p~

rubahan redaksi dari FABRI ,kemudian dari FPDI, saya kira juga tidak ada masalah ,pada prinsipnya dapat menerima kemu dian fraksi PP tidak ada masalah dan FKP , maaf apakah ayat ( 2) ini dicantumkan · di pasal yang lain pak ?

R.TUBAGUS HAMZAH FKP

Ada perubahan sedikit tetapi ti.dak begitu mempengaruhi dan tidak prinsipil, thus i tu di PA.NJA~kan saja,

KETUA RAPAT

Kemudian ayat (3) FKP , juga dipindahkan saya kira, bagairn~

(18)

R.TUBAGUS· Hl\MZAH FKP ;

nengan adanya ayat (1) dihapuskan dan nanti dijelaskan di penjelasan pasal demi pasal.

KETUA RAPAT

Terima kasih dan fraksi yang lain baik FABRimaupun FPP meng_ enai ayat ini tidak dipermasalahkan , hanya ini ada PDI yang semua mendapat tanggapan dari semua fraksi'!""fraksi dan Peme -rintah kurang sependapat kalau dikonsultasikan dengan DPR me ngenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga ~

Saudara-saudara sekalian karena ini kami lihat bahwa masalah ini ada yang penyempurnaan redaksi dan penyempurnaan ayat penempatan ayat ,Bab dsb • dengan berpegan9 dengan apa yang dijelaskan oleh Pemerintah ta.di kami ta,warkan bagaimana ka -lau semua, ayat ini kita PANJA-kan .? apakah bisa diterima ? Fraksi Karya ba,gaimana ?

===~= setuju =~====

Fraksi Persatua,n .bagaimana ?

=====

setuju

======

Fraksi PDI bagaimana ?

DRS • POPO SONADAR HAROEN FPD:C ·:

Terima kasih ketua, sebelum saya, menyetujui di PANJA -kan , saya a,kan berkomentar mengenai ayat (3 ) dari Pasal 11 ini yai tu karena tadi FPP , FABRI , .FKP serta Pemerintah i tu be-·

gitu jelas menanggapi permasalahan kami tentang dikonsultas!_ kan dengan DPR, maka tidak akan perlu di PANJA-kan ,kami su-dah cukup menerima i tu dan mencabut usul kami ini , dengan u-. sul sesua,i perkembangan tadi bahwa Pa,sal 11 aya t (3) ini a-da tambahan-tambahan yang berbunyi ~•An9g~ran Dasar AIPI di -susun dan disahkan dalam sidang pleno AIPI dan di tetapkan d~

ngan Keppres" i tu nanti bisa di 1PANJ1-\-kan , jadi keseluruhan

setuju di PANJA kan , KETUA RAPAT

(19)

17 di PA,NJA-:-kan ,

Saudara-saudara fraksi PDI setuju, bagaimana dengan fraksi ABRI ?

---

setuju

---

Jadi, saudara saudara kita sepakat untuk Pasal 11 di PANJA -kan.

Berikut datang pada Pasal 12 mengenai judul BAB, dari judul BAB ini yang ada usul perubahan kalau tidak salah dari FKP, dari FABRI teta,g , dari FPP tetap dan dari FPDI tetap hanya nomor BAB-nya berubah, kalau.konsep Pemerintah BAB IV ,FPDI menjadi BAB VII , judulnya KOMIS! BIDANG ILMU PENGETAHUAN.

nah saudara-saudara dari fraksi-fraksi yang ada tanggapan mengenai ini , dari FKP dan FPDI,

kami persilakan FKP,

~-.!-OELFAH A.S.HARMANTO FKP

Terima kasih saudara Ketua ,

FKP menganggap bahwa uu ini sangat penting sekali dan oleh sebab ini kami adakan perubahan BAB dengan pertimbangan ju-dul BAB bahwa menurut FKP bidang Ilmu Pengetahuan itu term~

suk di dalam organisasi, materimateri yang termuat di da

-.~lam BAB tersebut juga memua t a tau membicarakan masalah org~

nisasi , oleh sebab ini Pasal 12 RUU ini kami pindahkan ke BAB

v

Pasal 9 yaitu ORGANISASI DAN KEANGGOTMN de'ngan

per-timbangan bahwa materi tersebut diatur dalam BAB V tentang ORGANISASI dan KEANGGOTAAN, saya kira hanya itu karena belum waktu untuk menanggapi,

Maaf ,b.ahwa substansi dari Pasal 1.2 ini tetap ·sama tidak ada perubahan

KETUA RAPAT

Ini baru BAB bu, -dari FPDI ,silakanp DRS. SUBAGJO FPDI

Sebagaimana tertuang dalam DIM mak~ anggota PDI mengus·ulkan · sesuai dengan atau sebagai konsekuensi dari pada Ba.b-bab se . . ... belumnya maka Bab IV Pasal 12 ini selanjutnya menjadi Bab

(20)

VII. Pasal 15 baru dengan judul , tet~p, ,yang menjadi latarbe~·

.... sq ... ""

lakang pemikira.n mengapa kami sampai pada usulan ini karena bagaimana pun jua rnengenai Komisi Bidang Ilmu Pengetahuan i-ni harus diatur dalam BAB tersenri, jadi tidak masuk dalam atau dinunutkan dalam Bab lain, dengan ini tetap karni rnema -. harni bahwa bagaimana pun juga ilmu pengetahuan adalah berca-. bang-cabang. Kami secara transfaran begitu , dapat membayan9: kan atau dapat memperhitungkan bahwa nantinya bakal ada Komi si pure science , medicine , ilmu pengetahuan $Osial ekonomi politik, filsafat dan kebudayaan , maka dari itu mengenai K£ misi-komisi ini dapat dicukupi dalam Bab ini dengan satu Pa~

sal , selanjutnya nanti dalam AD/ART ,terirna kasih. KETUA RAPAT

Kami persilakan sekarang FABRI. A.R. LUBIS FABRI

Sebagaimana tertera dalam DIM maka judul untuk Bab ini FABRI tidak mengalami perubahan.

KETUA RAPAT

Fraksi FPP bagaimana ?

MUHAMMAD MUSYAFAK FPP

Dalam DIM ka.mi memang tidak ada, jadi untuk mempersingkat wak tu tidak memberikan komentar"

KETUA RAPAT

Dari Pemerintah ?

MENTER! NEGARA RISTEK

Jelas, tak perlu dikomentari. KETUA RAPAT

Saudara-saudara sekalian dari tiga, fraksi tetap rnernpertahankan judul ini termasuk juga Pemerinta,h, Kami selaJ<.u pimpina.n ten -. tunya menghimbau apakah kira-kira ada berubah pikiran atau ada

(21)

19 berubah pikira,n a.tau bagaimanc\, atau ada· konsultasi intern. mau lqbby a.tau bagaimana sil~lla.n ,

ORA. OELFAH. A .. S·, HARMANTO FKP, .:

Saudara Ketua ,saya minta distabilo ,berubah pikiran itu bi-sa konotasinya lain pak, istilah berubah pikiran itu bi-saya k_! ra ditarik kembali , karena itu ada kaitannya dengan istilah dari FPDI kemarin kalau contohnya orang ~ila bisa masuk ke situ , padahal saya sudah punya target untuk masuk sebagai a nggota AIPI entah untuk tahun kapan ~

S ~ara Ketua kami menganggap sekali lagi UU ini sangat perlu

tidak berarti bahwa kita dengan memasukkan atau menunutkan istilah POI tadi kepada bab:-bab lain itu tidak berarti kita menganggap bahwa itu tidak penting just:r:u kami menganggap

penting bahwa organisas.i itu buk.an hanya mengatur Ketua atau. wakil ketua dan seterusnya ,tetapi juga mengatur ilmu

penge-tahuan dan itu masuk dalam bahagian organisasi ,itu pertim bangan kami yang sangat tepat sehingga kita memasukkan keda

-lam orga.nisasi , terima kasih,

KETUA RAPAT

Terima kasih'!

Khusus kalqu kami kemukakan demi.ki.an i tu tug as pimpinan mem -pengaruhi fraksi supaya bi.sa klop te;rserah fraksi ten tunya, kami tidak bisa memaksa ta.pi tugel:s kami supaya bisa klop,dari Pemerintah ada ?

MENTER! NEGA~ RISTEK

~~---Sebaga,i tamb.ahan informasi ,ma,ksud Pemerintah untuk memberikan Bab khusus untuk I<omisi-komisi ini karena bukan menganggap ma salah organisa,si tetapi dianggap masalah p:r:insipil , masalah prinsipil bahwa ilmu pengetahuan itu terus berkembang s·eperti halnya kita mengetahui asal mulanya aka.demi ini hanya terdiri dari pada filosofi saja dimana anggota-anggota,

the

mother of science adalah pada filosof i , dalam kurun waktu 100-an tah~n

bahkan 1000-an tahun ·baru berkembang itu karena memang keadaan demikian , Oulu misalnya kedokteran masih.· bisa tackle dalam science ,sekarang kedokteran ya susah ,sudah begitu kompleks dan begitu banyak disiplin dalam tubuh

(22)

Begitu kompleks dan begitu banyak disiplin didalam tubuh ke -doketran sendiri sehingga terpaksa dibuat Komisi Kedokteran itu sendiri yang tercantum misalnya di Amerika menjadi Acade-my of Medicine. Sebenarnya AcadeAcade-my of Medicine adalah Komisi daripada National Academy of Science karena payungnya tetap Undang-undang daripada National Academy of Science. Jadi itu bukan organisasi, ini adalah sesuatu yang prinsipil dimana m~

suk didalam Undangundang ditentukan suatu ekspresi yang je -las yang menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan itu berkembang te-rus, oleh karena itu dimungkinkan untuk dibentuknya Komisi-k£ misi. Kita tidak pernah mengatakan Komisi apa, bagaimana sus.1! nannya, itu diatur dalam organisasi, nanti Anggaran Rumah Tangga, Anggaran Dasar dan sebagainya. Tapi ini hanya merupa-kan suatu statement bahwa kita dalam menyusun AIPI ini berti-tik tolak pada kenyataan bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang terus, suatu disiplin yang sekarang masih kecil i tu bisa saja 20 - 30 tahun lagi sudah begi tu besar berkem·, .. :..-bangnya sehingga tidak bisa lagi dimasukkan didalam Komisi yang harus dibentuk Komisi tersebut. Saya tidak tahu misalnya sekarang Biotecknology, biotecknology masih bisa kita masuk. ~ kan di Medicine atau bisa dimasukkan dalam Science, tau juga bisa dimasukkan didalam Rekayasa.

Nah, tapi saya yakin, saya sendiri yakin bahwa abad yang akan datang ditentukan oleh Biotecknology, bahwa seluruhnya,

sekarang orang sudah sedang memikirkan kompu-:ter dimana mereka

t~7dak mengembangkan sua tu Micro Electronic Chip, tapi mengern .. bangkan suatu Bio Chip yang terdiri daripada~reaksi daripada In Enzim dan sebagainya yang sehingga Bio Chip itu lebih ung-gul dan lebih kuat daripada y~ng sekarang

4

Megabyte ataupun nanti 64 Megabyte Micro Chip, karena apa ? memang otak dari manusia itu adalah Bio Chip. Nah kalau sudah sejauh demikian maka Biotecknology keluar, akan timbul suatu Komisi tersendi-ri, mungkin bukan hanya Indonesia, nanti mungkin timbul di Amerika Serikat sendiri National Academy of Biotecknology

bi-sa bi-saja.

Jadi saudara-saudara ini sesuatu yang prinsipil karena itu Pemerintah memasukkan dalam Bab tertentu, walaupun sing -kat, nah ini supaya penjelasannya dan bukan suatu embel-embel pada organisasi, tidak ini prinsip, ini saja.

1-CETUA R!:?AT

(23)

21 .

panjang lebar, kami tawarkan kepada Fraksi Karya apakah baga! mana ? silahkan

DRA. NY. OELFAH A.S. HARMANTO ( FKP ) : ..

Terima kasih Saudara Ketua, terima kasih Saudara Menteri kami dapat mengerti bahwa setelah mendengar penjelasan ini k~

mi dapat mengerti bahwa hal ini bukam berarti organisasi tet~

pi suatu pembidangan ilmu pengetahuan, selaku ilmuwan barang-kali saya bisa menerima, tetapi selaku politisi saya minta 1£ bbying kepada Ketua untuk konsultasi dengan kawan-kawan. Teri ma kasih.

KETUA RAPAT

Saudara-saudara ada tawaran dari Fraksi Karya setelah mendengar penjelasan dari Pemerintah untuk lobby antar Fraksi

Intern Fraksi, saya kira karni .Pimpinan tidak keberatan namun kami tawarkan kepada saudara-saudara untuk kita bisa skors b~

rangkali 10 menit, memberikan kesempatan kepada Intern Fraksi Karya untuk lobby.

FRAKSI PERSATUAN & FRAKSI ABRI : Tidak keberatan.

FRAKSI PDI : Setuju dengan permintaan Sekretariat agar sece -patnya menyediakan tempat yang diperlukan.

V.E!I'UA RAPAT

Sidang kami skors selama 10 menit. Thok.

KETUA RAPAT

Saudara Menteri dan saudara-saudara sekalian , rupanya Fraksi Karya sudah selesai lobby dan oleh karena itu Rapat d~

pat kami buka untuk dilanjutkan kembali, Thok.

Setelah Fraksj_ Karya mengadakan lobby tentunya dengan S,!

gala hormat kami persilahkan kira-kira apa hasilnya barangka-li dapat disampaikan kepada Rapat ini, silabkan !

DRA. NY. OELFAH A. S •. H.ll .. RNANTO ( FKP ) :

Terima kasih kepada saudara Pimpinan dan terima kasih k~

pada rekan-rekan seluruhnya bahwa kami telah menyita waktu C,1! kup lama. Saya kira sebelum kami masuk kepada pertimbangan FKP, kami akan memberikan suatu komentar bahwa ternyata menj~

(24)

di ilmuwan d.an menjadi politisi itu sangat berat, sehingga ka lau saya ditawari pada hari ini apakah saya mau menjadi Angg2_ ta AIPI ? saya mau banget. Ha ••• ha.

Terima kasih, pertimbangan Fraksi Karya Pembangunan bah-wa kami mencantwnkan BAB IV ini menjadi BAB V yaitu Bidang Or, ganisas.i dan Keanggotaan, karena kita telah sepakat bahwa AIPI adalah satu-satunya wadah Ilmuwan, sedangkan Komisi ini

tentu tidak dapat dipisahkan daripada wadah tersebut. Namun demikian tentunya dengan kebesaran jiwa kami menerima Rancan~

an Undang-undang ini ( jadi bukan BAB nya ya Pak, tapi judul-nya ) dikembalikan ke judul bidang Ilmu Pengetahuan, dan kami menarik kembali judul kami. Terima kasih. Dan ini target saya sudah tercapai dua yaitu pertama minta lobbying dan yang ke -dua minta keplokan, jangan Pak Bagyo saja, terima kasih. KETUA RAPAT

Terima kasih, saya harus sebut khusus Ibu Oelfah atas

yang menjadi juru bicara daripada Fraksi Karya_ dimana keputu~

an lobby adalah dengan segala jiwa besar menarik kembali usul Fraksi dan kita tetap pada BAB, pada judul sesuai dengan Ran-cangan Undang-undang yaitu Komisi Bidang Ilmu Pengetahuan~

Ya sebagai komentar Bu Oelfah ingin inenjadi Anggota }\IPI monggo silahkan ! toh ada yang akan menilai ya Pak.

Jadi saudara-saudara karena tidak ada masalah lagi mengenai masalah judul ini'maka judul yang berbunyi Komisi Bidang Ilmu Pcngetahuan kami dapat sahkan. Bagaimana Fraksi PDI {setuju), Fraksi Karya (setuju), Fraksi ABRI (setuju), Fraksi Persatuan

(setuju), dari Pemerintah (setuju). Terima kasih. rhok.

Sekarang saudara-saudara kita pindah pada pasal 13, disi ni BAB V.

Interupsi

DR.A. NY. OELFAI-I A.S.HARMANTO (FKP )

Saudara Ketua, tadi kita baru membicarakan judul, seka -rang kita masuk ke substansi isi.

KETUA RAPA T :

Ya ma'af saya kira sudah selesai semua, belum rupanya. Sekcrang kita masuk pada pasal 12 dalam Ranvangan Undan~

undang. Dari Fraksi Karya ada usul penyempurnaan dengan memi!l dahkan pada BAB yang lain dan pasal yang lain. Kemudian

(25)

Frak-23 si ABRI tetap, Fraksi Persatuan ada juga usul dimana kata "Komisi-komisi" saya kira mengenai kata "akademi" sudah sel~

sai ya. Pak, tidak ada masalah ya Pak, Kemudian dari Fraksi PDI isiny& tetap tetapi hanya perubahan pasal dan BAB saja, ya penempatannya.

Kami persilahkan sekarang kepada Fraksi Persatuan, si -lahkan !

H. Mln-IAMiv'l.AD MUSYAFAK ( FPP ) :

Terima kasih, mengenai pasal 12 ini memang kami mengaj~

kan DIM tetapi tidak ingin merubah isinya, hanya penulisan karena komisi dalam AIPI nanti banyak, apa tidak sebaiknya Komisi-komisi. Hanya begitu saja, terima kasih.

KETUA HAPAT : Terima kasih, silahkan Pak Suandi tambahan DRS. H. SUANDI HJ\MBALI ( FPP ) :

Saya kira ada lagi yang didalam ralat i~u disebutkan p~

nyebutan Akademi Ilmu Pengetahuan disingkat dengan AIPI, itu saja Pak.

H. MUHAMMAD MUSYAFAK ( FPP )

Kami ulang mohon ma•af, jadi dalam DIM tertulis hanya koreksi terhadap tulisan, tetapi dalam ralat susulan kami s~

·• benarnya karena · AIPI didalam pasal sebelumnya i tu sudah ada Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia itu sudah disingkat AIPI,

maka sebaiknya pa.sal 12 i tu langsung saja yai tu dalam AIPI

dapat dibentuk Komi~i-komsisi dan seterusnya. KETUA RAPAT

Terima kasih, berikut dari Fraksi Karya silahkan

DR.A. NY. OELF AH A. S. HAPJf!ANTO ( FKP ) :

Terima kasih menanggapi usulan dari FPP dengan memakai In terup si. !

KETUA HAPAT : Belwn tanggapan Buk, baru penjelasan.

DRl\.. NY. OELF AH A. S. HAHrllANTO ( FKP ) :

(26)

KETUA RAPAT Terima kasih, kemudian Fraksi PDI silahkan I·

DRS. SOEBAGYO ( FPDI ) :

Terima kasih Pak Ketua, kami mengajukan tetap jadi kar~

na Akademia sudah disesuaikan dengan judul, dengan alasan ( ini tidak menanggapi FPP lho ) bahwa sesudah kami mempelajar. i bahasa Indonesia yang baku ya memang "Komisi" begitu, tapi ini tidak menanggapi FPP, jadi latar belakang mengapa tetap begitu. Terima kasih.

KETUA RAPAT :

Termasuk kata "teknologi11 juga hilang kan, terima kasih. Fraksi ABRI silahkan !

M. rrAUFIH SYARBAINI ( FABRI ) :

Fraksi ABRI sesuai dengan DIM-nya, tidak ada perubahan apa-apa, tetap Pak.

·KETUA RAPAT : Terimri kasih, dari Pemerintah !·

MENNEG. RIBTEK/ KETUA BPPT ( PEMERINTAH ) :

Saya rasa sudah cukup jelas dan sebagai tanggapan men~

nai ma'af bahwa komisi-komisi itu tidak dahulu sudah berbica

-ra bahwa dalam bahasa Indonesia yang baru ~tu dihindari dua .}{ali/ angka 2, j"adi Ibu-ibu hanya Ibu, Bapak-bapak hanya

ba-pak, hal-hal hany~ hal, ya begitu kita kan sudah bicarakan beberapa hari. yang lalu, jadi ini saja sudah cukup jelas dan Pemerintah tetap dengan RUU.

KETUA PJ\PAT

Terima kasih, itu ada penjelasan dari Pemerintah menge-nai kata "komisi-kornisi11, mungkin dari FP.P bagaimana, apa ts;_

tap 11 Komi si-komi si 11 ?

H. MUHAMMAD MUSYAFAK ( FPP ) :

Terima kasih, jadi kalau memang sudah ada pedoman yang baku tentang penulisan bahasa kita yang baik, memang seharu~

nya demikian, jadi masalah kata-kata komisi-komisi harus di~

lang ya dianggap saja tidak ada, hanya untuk praktisnya saja ini mohon dipertimbangkan sebutan Akademi Ilmu Pengetahuan kalau memang didepan itu memang

(27)

25

KErrlJA RAPAT Sebentar-sebentar Pak, ini ·dulu mengenai soal komisi.

H. MUI-Il1JVU"1.l\D MUSYAFAK ( FPP )

Mengenai masalah komisi kami sudah bisa menerima Pak. KETUJ\ RAPAT :

Jadi saudarHsaudara mengenai usul Fraksi Persatuan me -ngenai kata komisi-komisi, setelah mendengar pemjelasan dari Pemerintah beliau sepakat untuk tetap memakai kata komisi; j~

di usulnya i.tu didrop, sehingga bisa sependapat dengan rurnus-an Pemerintah.

Nah sekarang ada tinggal satu mengenai usul disingkat Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam pasal 12 ini dising-kat dengan AIPI, kami persilahkan ada tanggapan ? dari Fraksi Karya silahkan

DRS. AMINULLAH ADIWILAGA ( FKP ) :

Saudara Ketua dan Sidang yang terhormat, saya kira kita sudah sependapat di. BAB-BAB sebelumnya bahwa AIPI ini dising-kat cukup satu kali kita sebutkan Akademi Ilmu Pengetahuan Ig donesia in extenso dan didalamnya disebutkan bahwa untuk se-lanjutnya dalam Undang-undang ini disebut AIPI, nah oleh kare

'

-na itu kita harus konsisten pada pernyataan itu, terima kasih

..

KETUA RAPP.T

Terima kasih, dari Fraksi ABRI silahkan M. TAUFIK iSYARBAINI ( FABRI )

Yang tcrhormat Pimpinan, kami sependapat penuh dengan apa alasan yang dikemukakan oleh rekan dari Fraksi Karya. KETUA RAPAT : Dari Fraksi PDI silahkan

DRS. SOEBAGYO ( FPDI ) :

Konsisten jadi AIPI, sekarang konsisten. KETUA RAPAT

Terima kasih, saudara-saudara setelah kami mendengar ko-mentar Fraksi-fraksi atas ingatan daripada Fraksi Peraatuan

(28)

'

untuk istilah atau kalimat Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia ini disingkat karena kita sudah juga tetapkan didepan, maka pasal 12 ini kami baca sekali lagi untuk kemudi.an kami tawar-kan mendapat pengesahan daripada saudara-saudara sekalian.

Pasal 12 dalam AIPI dapat dibentuk komisi bidang Ilmu P~

ngetahuan yang jumlahnya ditetapkan sesuai dengan tahap kema-juan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Indonesia.

Bisa diterima ini Fraksi Karya ? FRAKE)I KARYA PT~'IBANGUNAN :

Itu memc;lng usul kami Pak, jadi kita menerima.

KETUA RAPAT : Ya terima kasih, Fraksi Persatuan (setuju); Fraksi ABRI (setuju); Fraksi PDI ( setuju ).

Saudarasaudara pasal 12 sebagaimana kami baca tadi di -sahkan. Thok.

Berikut BAB V judulnya adalah "Keuangan", saudara-sauda-ra dari usul semua Fsaudara-sauda-raksi judul ini semua ada, cuman penempa_1 an BAB nya ada yang berbeda yaitu dari FraksiaKarya menjadi BAB VI, kemudian Fraksi PDI menjadi BAB VIII, sedangkan dari Fraksi ABRI sama dengan Pemerintah yaitu tetap BAB VI, oh ma' af PenH-:rintah BAB V tapi Fraksi ABRI menjadi BAB VI, kemudian dari Fraksi Persatuan juga menjadi BAB VI. Ma'af irii sekreta~ riat yang keliru saudara-saudara.

·~ Jadi saudar&-saudara mengenai judul yang penting bahwa semua judul ini adalah tidak ada keberatan, semua ada tetap " Keuangan" cuman ada perubahan-perubahan antara lain dari Fra.!£ si Karya, Fraksi PDI dan lain-lain.

Saudar8-saudara oleh karena itu karena ini tidak ada ma-salah kami ingin tawarkan apakah judul BAB Keuangan ini kami dapat sahkan dengan catatan nanti penempatan dalam BAB berapa

itu kita bicarakan di PANJA.

Kami tawarkan Fraksi PDI (setuju); Fraksi Karya (setuju) Fraksi ABRI (setuju); Fraksi Persatuan (setuju); Pemerintah ( tidak keberatan).

Saudara-saudara judul BAB ini yaitu 11Keuangan" dengan

ini kami sahkan. Thok.

Berikut kita pindah pada pasl 13, disini ada beberapa usul hampir semua Fraksi mengadakan usul penyempurnaan, baik tambahan atau coretan maupun perubahan, kami persilahkan seki! rane kepada Fraksi ABRI.

(29)

27 M. TAUFIK SYARBAINI ( FABRI ) :

'.rerima kasih saudara Ketua, ta.di Fraksi ABRI dalam

D!M-nya tertera pertama pergeseran dari pasal 13 menjadi pasal

15, kemudian dana AIPI· d~sebut saja dari Pemerintah, tidak

perlu mencantumkan dari APBN. Sedangkan istilah sumbangan l~

in dihapuskan, jadikan satu pengertian dengan sumbangan tan-pa ikatan yang berasal dari dalarn dan Luar Negeri.

Dengan demikian setelah penyempµrnaan pasal 15 berbunyi sebagai berikut :

ayat (1). Untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya Akad.£ mi_ Ilmu Pengetahuan Indonesia memperoleh dana dari

(a). Bantuan Pemerintah ·

(b). Swnbangan tanpa ikatan dari masyarakat baik Dalam maupun dari Luar Negeri.

DeMikian terima kasih.

KETUA RAP.AT : Terima kasih, kemudian Fraksi PDI silahkan

'DRS. POPO SOENADAR HAROEN ( FPDI ) :

'rerima kasih, dalam DIM kami ada usul penyempurnaan yal, tu mengenai BAB, tapi ini nanti masalah BAB itu akan disesu-aikan dengan BAB-BAB sebelumnya sehingga cocok dengan BAB

ini, hanya ada tambahan yaitu pada ayat (1) ditambah sub· ayat (d) yaitu usahausaha lain yang sah, walaupun kami me -.;igetahui bahwa AIPI ini bukan Badan Usaha, · tetapi yang dimak

sud usaha disini adalah suatu kegiatan dimana bisa menghasil kan dana untuk kepentingan AIPI itu sendiri. Terima kasih. KETUA R.APAT :

Terima kasih, kemudian FKP silahkan ! . DRS. PAL.AR BATUBARA ( FKP )

Saudara Ketua, Saudara Pimpinan dan Saudara Menteri dan saudara-saudara sekalian, pertama perkenankan kami bahwa di-dalarn pasal ini ada perubahan yaitu pasal 13 RUU menjadi pa-sal 16, tentu dengan penyempurnaan beberapa penyempurnaan, pertama adalah butir (a) yaitu menjadi bantuan pemerintah; selanjutnya juga pada butir (b) disitu juga tertera dengan bantuan sesuai dengan Peraturan Per-undang-undangan yang ber laku; dan juga butir (c) yaitu usaha lain yang sah.

(30)

kenape. knmi sampai kepada hanya bantuan Pemerintah, karena

ki ta sudah sepakat bahwa AIPI adalah mutlalt mempunyai suatu

wadah yang mandiri dan juga sudah lazim didalam organisasi yang diatur didalam Pemerintah kita bahwa organisasiorgani

-sasi itu tetap ada bantuan dari Pemerintah. Oleh sebab itu s~

ya kira tidak perlu kita kalau nanti kembali kepada APBN se -perti tadi yang dijelaskan oleh Fraksi ABRI itu akan menga -lami hambatan-hambatan terhadap kemandirian tersebut.

Yang l<.:edua adalah pada butir (b) yai tu ada tambahan b.ah-wa ini juga sesuai dengan ICW yang berlaku pada pasal 22 ten~

tang keuangan, jadi resoning kami adalah memang ini diatur oleh Undang-undang ki ta, juga tentang Undang-undang yang men~

atur atas bantuan ikatan dari Luar Negeri. Usaha-usaha lain seperti yang disarnpaikan oleh rekan-rekan tadi yang terdahulu pada suatu saat bahwa Akademi Ilmu Pengetahuan ini akan mampu

tanpa dia melakukan suatu kegiatan Bs.dan Usaha, tapi mungkin secara persoon ataupun secara ada sesuatu yang ide yang

dida-pc:J.tk<:m yang tidak ten tu tidak ada tawar menawar yang ki ta •al,i

sudkan di sini i tu nan ti dianggap usaha-usahz, lai.n yang sah, itu yang dimaksud didalam tambahan bw.tir (c) dengan us~ha la-in tadi. Sekian, terla-inia kasih Pak Ketua.

DRS. AMINULLAH ADIWILAGA ( FKP ) :

Ada yang terlupakan dalam penjelasan ta.di pertama bahwa Rancangan dari FKP ·!llengubah duduknya kata-kata tugas dan fun~

si ·::menjadi fungsi dan tugas, ini konsisten dengan uaul kami di pasalpasal yang sebelumnya, di BAB dan pasalpasal sebe -lumnya. Dan yang kedua adalah usaha lain yang sah kita pakai sebaeni ganti huruf (c) RUU sumbangan lain yang tidak mengi ·.-kat karena usaha lain yang sah ini merupakan istilah baku di-dalam peraturan-peraturan mengenai hal ini. Terima kasih. KFTU./\ RAPAT : Terima kasih, kemudian Fraksi Persatuan ! H. l-'TIJl-lAMMAD MUSYAFAK ( FPP )

Terima kasih, ini belum menanggapi lain ya, kami hanya koreksi tulisan saja, jadi konkordan dengan pasal-pasal sebe-lumnya, jadi Akademi Ilmu Pengetahuan sebaiknya ditulis AIPI.

Sedangkan yang lainnya tetap. Terima kasih.

(31)

29 MENNEG. RISTEK/ RETUA BPPT ( PEMERINTAH )

Saudara Ketua dan saudara-saudara Anggota Fraksi, pert~

ma Pemerintah mau menggaris bawahi mengapa diusulkan disini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan bukan bantuan Pe-merintah, namun Pemerintah bisa menerima usul dari FKP dan F ABRI untuk memasukkan Bantuan Pemerintah dengan catatan deta ilnya dijelaskan pada penjelasan, itu bisa. Alasannya kenapa itu ci.imasukkan sini, \alau Bantuan Pemerintah bisa diartikan satu kali, sedangkan APBN harus terus. Pada APBN ada

Anggar-an Rutin, ada Anggaran Pembangunan. Anggaran Rutin itu jelas mengenai . op~rasinya daripada ini Akademi, itu alasan yang teknis, namun kami sadari sebenarnya juga maksud daripada Bantuan Pemerintah karena Bantuan Pemerintah juga itu begitu flexible, bisa juga satu kali bisa juga diluar APBN kalau P~

merintah ada perlu.

Jadi sebenarnya usul daripada FKP dan usul daripada F

-ABRI i tu mengandung sesuatu yang benar, .cuman tentunya ki ta harus amankan, jangan sampai satu kali saja stop, sebab ini

..

tidak ada uang, ya toh. Jadi kalau kita memasukkan memberi -kan lebih bobot Pemerintah bisa menerima, masuk-kan dalam BAB V ini usul dari FKP dan FABRI dan kalau bisa diterima oleh Fraksi-Fraksi yang lain ialah Bantuan Pemerintah d~ngan cat~

tan dijelaskan pada penjelasan lebih mendetail mengenai APBN dan sebagainya. Kalau itu bisa diterima saya rasa alangkan .?aiknya.

Nah selain daripada itu saya rasa mengenai sumbangan l~

in yang tidak mengikat, Pemerintah menyadari bahwa usul dari Fraksi-fraksi tadi itu untuk menggantinya dengan usaha lain yang sah, saya rasa bisa diterima dan saya rasa argumentasi-nya juga cukup jelas.

Jadi ini saja Pak yang saya bisa sampaikan, jadi kalau bisa diterima :

(a). Bantuan Pemerintah, dengan catatan penjelasannya nanti dijelaskan pada penjelasan;

(b). T e t a p;

(c). Diganti usaha lain yang sah.

Saya rasa ini bisa diterima oleh Pemerintah. KETUA RAPAT

Terima kaf:3ih Saudara Menteri atas penjelasan maupun pe-nampungan daripada usul beberapa Fraksi.

(32)

Saudara-saudara dalam Pasal 13 ayat (1) ini ada usul khusus dari Fraksi Karya mengenai tugas dan fW1gsinya, FKP mengusulkan supaya diputar "fungsi dan tugasnya", sedangkan istilah atau kalimat Akademi Ilm~ Pengetahuan Indonesia kita sudah sepakat untuk kita ganti AIPI sehingga tidak perlu lagi dipersoalkan.

Nah sekarang kami tawarkan pada Fraksi ABRI mengenai usul Fraksi Karya untuk istilah tugas dan fungsi kernudian men jadi fungsi dan tugas.

M. TAUFIK SYARBJ\.INI ( FABRI ) :

Terima kasih Saudara Ketua, hadirin sekalian yang saya hormati, Menteri Negara Histek beserta Staf, menanggapi terh§!_

dap apa yang diusulkan oleh FKP rnengenai mengalih tempatkan fungsi dan tugas menjadi tugas dan fungsi dalam hal ini sesuai dengan apa yang kami cantumkan dalam DIM kiranya kami ti -dak keberatan, tapi dalam hal lain yaitu buti.r (c) yaitu Usa-. ha lain yang sah seolah-olah kami rnerasakan nan ti AIPI i tu

akan ada usaha-usaha yang tidak sah, mungkin ada sebagai usa-ha lain apakah menjual jusa yang tidak diketahui oleh orang lain, sehingga konotasi ini memberikan bobot yang kurang kep~

da AIPI itu sendiri, kurena itu kami dalam DIM memasukkannya dalam butir (b) swnbangan tanpa ikatan dari masyarakat baik dari Dalam maupun dari Luar Negeri, jadi tidak ada menyangkut ·:seolah-olah AIPI i tu dijadikan tempat berusaha, dE:mikian.

Ketentuan seperti apa yang dikato.kan tadi Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia disingkat menjadi AIPI, kami juga dari Fraksi ABHI menerima terhadap apa yang disampaikan oleh FPDI

sama dengan apa yang telah disampaikan tadi oleh FKP • .Selanjutnya rekan kami akan menambah. ·

N .N. Burn WALUJO ( FABRI ) :

Terima kasih, kami ingin menambahkan suatu penjelasan dari Pak Taufik tadi tentang tugas fungsi atau fungsi tugas, setelah tadi malam kami bolak balik dalam referensi yang ada, kita mengadop ini adalah antara lain dari Luar Negeri, dalam

suatu organisasi itu ada Role, ada function lalu mission. Nah kalau Role itu apakah kita jabarkan sebagai tugas, kalau fW1£ tion ten tang jelas fungsi, lalu mission dislni ki ta jadilrnn apa, itu saja, tinggal a·~prak kita saja, wong kita ngadop. Kalau dala_m pengertian Hole, function kemudian mission saya

(33)

31

kira ur.utan tadi tepat, tapi kalau dalam urutan Role, fl.Ulct.!_ on dimana Role dijelaskan dis.ini sebagai tugas, saya kira yang tepat Pemerintah begitulah, mohon nanti dijelaskan saja begitu.

Yang kedua mengenai .rnasalah usaha lain yang sah, tentu• nya karena di penjelasan ini rekan dari FKP belum menambah. -kan sarannya yang sah yang bagaimana, tentunya diatur dalam penjelasan, nanti mohon andaikata diterima ini nanti

diberi-kan penjelasan apa yang dimaksud usaha-usaha yang sah itu. Terima kasih.

KETUA RAPAT

TeJrima kasih, selanjutnya kami silahkan F-iPP

H.=.. MUHAMMAD MUSYA'iJAK , ( F-PP

Terima kasih Pak, Ketua, memdenqa.r usulan dari

rekan-rekan yang terhormat, baik F-PDI , F-KP maupun F-ABRI nampa~

(34)

Pertama, mengapa fraksi kami menganggap tetap, sebab kami meng-gambarkan kalau bantuan dari Pemerintah, itu seperti yang dike-mukakan tadi, hanya insidentil dan tidak ·tetap dan sebagainya , kami lebih cenderung APBN, sebab kalau APBN kita terlibat, bet~

pa pentingnya AIPI sehingga kita melibatkan diri, itu secara rutin tiap tahun, maka kami apa alasan kami mengusukan tetap, i tu dasar pertimbangannya. Tetapi kalau Pemerintah, itu bisa da-na non budgeter, bisa semaunya, sebab itu dada-na yang tersedia di Pemerintah, kalau dalam keadaan Pemerintah kekurangan keuangan, mungkin tidak menerima bantuan. Oleh sebab itu lewat•sidangyang

terhormat _ini kami mohon dipertimbangkan sekali lagi bagaimana AIPI yang kita buatkan wadah in.i bergerak sesuai dengan fungsi dan tugasnya.

Itu alasan kami, itu baik kepada rekan Fraksi ABRI maupun Frak-si Karya mohon direnungkan terhadap usulan tersebut.

Lalu khususnya masalah bantuan sumbangan menurut Peraturan Pemerintah, ini juga timbul tanda pertanyaan kami, menanggapi g sul·rekan Fraksi Karya Pembangunan apakah ada sekarang ini, ka-mo ka-mohon maaf, karena kami awam terhadap peraturan perundangan,

a~akah hal-hal mlsaluya ~akti vi tas demi.kian ini selalu mana yang

sah dan mana yang tidak, alangkah baiknya kalau sumbangan tanpa ikatan, baik dari Ihasyarakat baik dari dalam maupun dari luar n!! geri, karena tanpa,ikatan asal untuk kemajuan, itubisa dilaks~

nakan. Sehingga kalau menurut Peraturan Pemerintah yang berlaku

::•

kami kira AIPI sendiri katakan menerima bantuan dari luar nege-r i sudah ada KEPPRES nya, oh itu harus lewat begin! dan sebagai nya. Kita semua warga Indonesia tahu kalau bagaimana memperoleh bantuan dari luar negeri, tetapi kalau ditekankan menurut pera-turan yang berlaku mengundang pertanyaan, lho ini perapera-turanyang mana, bisa menghambat usaha-usaha sendiri.

Menanggapi dari rekan Fraksi PD!, nampaknya apakah tidak terlalu banyak, jadi kalau a b c tadi kalau tidak salah ada tam bahan d, usaha-usaha lain yang sah. Ini apakah tidak sebaiknya ya:'sumbangan yang tidak mengingat, begitu saja, jadi

usaha-usa-...

ha yang sah juga lalu kami timbul apakah ada usaha-usaha yang tidak sah, bentuknya kaya apa, ini juga akan menguddang perta -nyaan. Oleh sebab itu dengan dasar pertimbangan inilah kami se-benarnya isi itu mencukupkan dengan ini, sebab sekali lag! khu-susunya terhadap tiga fraksi yang mungkin usul dari Pemerintah

Referensi

Dokumen terkait

Terima kasih ya Pak Gamari. Ada 5 pertanyaan, juga masukan Pak Kus dan ada juga antara pertanyaan itu yang mungkin imbang-imbang, apa manfaatnya, gunanya dari Pak

Para menteri, Pimpinan dan Anggota Komisi V yang kami hormati, pemerintah secara resmi telah menyampaikan DIM RUU Perubahan atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun

Lalu memaksimalkan juga kontribusi BUMN yang tidak lain tadi saya sudah jelaskan apakah dukungan BUMN terhadap UMKM melalui program kemitraan yang kemarin kita sudah paparkan PaDi

Kami sangat menyadari keterkaitan rencana pembangunan ini dengan dapil- dapil yang diwakili oleh Ibu dan Bapak sekalian. Yang kami sampaikan disini palapa ring ini sekali lagi

Tadi presentasi sudah diberikan, ya tapi saya secara mendalam itu saya ingin mendapat, apa namanya lebih detail lagi dari Bapak-bapak sekalian. Baik itu Pilkada atau itu

Prospek bagi arah kerja sama RI dan Vietnam di masa mendatang juga perlu kita pertimbangkan. Apakah hanya perlu di bidang pertahanan saja ataukah bidang kerja

Dengan telah selesainya pembahasan terhadap Rancangan Undang-undang tentang perubahan atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang ITE dan setelah mendengarkan

Kalau tadi juga soal private, antara yang satu dengan yang lain kemudian melakukan kejahatan, membicarakan sesuatu sampai dengan memerintahkan untuk melakukan bom dan