• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: X

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: X"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Ilmu Komputer

Universitas Brawijaya

2460

Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Pengelolaan Dana Bantuan

Operasional Sekolah berbasis Website

Studi Kasus : Korwilcam Bidang Pendidikan Kecamatan Sempor

Arief Widiyatmoko1, Satrio Agung Wicaksono2, Welly Purnomo3

Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya Email: 1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]

Abstrak

Pendidikan merupakan hak seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali. Pemerintah wajib menjamin terselenggaranya pendidikan pada jenjang dasar, maka dari itu pemerintah mengadakan program yang disebut dengan BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Dalam pelaksanaanya, pihak sekolah diharuskan membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS sesuai dengan peraturan pemerintah dinas pendidikan dan kebudayaan tentang petunjuk teknis penggunaan dana BOS. Dalam pelaporan penggunaan dana BOS ditemui beberapa kendala yaitu sering terjadi keterlambatan pada pelaporan yang menyebabkan pihak koordinator wilayah dalam melakukan rekap data menjadi terhambat, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah membangun sebuah sistem informasi yang dapat melakukan monitoring terhadap pihak sekolah sehingga pembuatan laporan pada penggunaan dana BOS menjadi lebih terkontrol. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan model waterfall. Pada penelitian ini, permasalahan dapat diatasi dengan mengubah proses bisnis saat ini menjadi proses bisnis rekomendasi sehingga menghasilkan kebutuhan fungsional yang akan diimplementasikan pada sistem informasi berbasis website yang perancanganya menggunakan pendekatan berorentasi objek yang nantinya diimplementasikan kepada sistem menggunakan framework PHP yaitu CodeIgniter. Setelah sistem informasi yang dibangun telah valid sesuai dengan kebutuhan pengguna, kemudian dilakukan pengujian menggunakan pengujian penerimaan pengguna agar diketahui indeks penerimaan pengguna terhadap sistem yang dibangun. Berdasarkan pengujian tersebut didapatkan hasil bahwa pengguna menerima sistem informasi beserta fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Kata kunci: sistem informasi, BOS, waterfall, CodeIgniter

Abstract

Education is the right of all Indonesian without exception. The government is obliged to guarantee the implementation of education at the basic level, therefore the government has launched a program called BOS (‘Bantuan Operasional Sekolah’). In its implementation, schools are required to make an accountability report for the use of BOS funds in accordance with government regulations from the education and culture office regarding technical guidelines for the use of BO funds. In reporting the use of BOS funds, several obstacles were encountered, namely frequent delays in reporting which caused the regional coordinator to recap data to be hampered, so that the purpose of this study was to build an information system that could monitor schools so that reports on the use of BOS funds to be more controlled. System development is carried out using the waterfall model. In this study, the problem can be overcome by changing the current business process into a recommendation business process so as to produce functional requirements that will be implemented on a website-based information system whose design uses an object-oriented approach which will be implemented in the system using the PHP framework, CodeIgniter. After the information system built is valid according to user needs, then testing is carried out using user acceptance testing so that the user acceptance index of the system being built is known. Based on this test, the results show that the user accepted the information system and the features in it.

(2)

1. PENDAHULUAN

Pendidikan dasar merupakan hak dari seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali seperti yang tertuang pada UU no. 20 Tahun 2003. Atas dasar tersebut pemerintah mengadakan program yang disebut dengan bantuan operasional sekolah yang kemudian disebut dengan BOS. Dalam pelaksaaanya, dana disalurkan melalui rekening umum kas negara yang selanjutnya diteruskan kepada rekening umum kas deaerah dan diteruskan pada sekolah pada jejang pendidikan dasar (SD, SMP, dan SMK).

Dalam pemanfaatannya, pihak sekolah diharuskan untuk membuat laporan penggunaan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku. Pembuatan laporan segera dilakukan setelah transaksi dilakukan.

Berdasarkan wawancara dengan Bapak Guruh selaku staf tata usaha pada korwilcam bidang pendidikan Kecamatan Sempor, beliau mengutarakan beberapa permasalahan dalam pelaporan penggunaan dana BOS tersebut. Masalah itu datang dari pihak korwilcam maupun dari pihak sekolah. Kendala dari pihak sekolah adalah laporan masih menggunakan manual sehingga untuk melakukan pelaporan pada korwilcam relatif memakan waktu dan biaya. Kendala dari pihak korwilcam adalah seringkalinya terdapat keterlambatan dalam pelaporan oleh pihak sekolah yang berdampak pada terhambatnya proses rekap data.

Berdasarkan masalah terkait yang muncul dari proses pelaporan penggunaan dana BOS dan penelitian terdahulu, maka penulis merencanakan membuat sebuah sistem informasi monitoring pengelolaan dana BOS yang dapat memudahkan pihak korwilcam dalam memantau kemajuan pembuatan laporan pada pihak sekolah sehingga lebih terkontrol. Sistem yang dibangun diharapkan dapat memudahkan proses bisnis yang selama ini terjadi. Sistem yang dibangun juga diharapkan dapat melakukan penelusuran pada penggunaan dana BOS pada masa lampau ketika terjadi ketidakcocokan antara penggunaan dan petunjuk teknis yang berlaku dapat dengan mudah dilacak. Dalam mengembangkan sistem informasi, peneliti menggunakan pendekatan model waterfall, dengan hanya menggunakan tahapan analisis/definisi kebutuhan, desain/perancangan sistem, implementasi sistem, serta pengujian sistem.

2. LANDASAN KEPUSTAKAAN

Koordinator wilayah kecamatan yang selanjutnya disebut dengan korwilcam bidang pendidikan Kecamatan Sempor adalah unit kerja non-srukturan yang bertugas untuk mengkoordinir seluruh layanan administrasi pada satuan pendidikan khususnya pada Kecamatan Sempor. Korwilcam bidang pendidikan kecamatan sempor berada dibawah naungan dinas pendidikan Kabupaten Kebumen tepat dibawah sub-bagian umum dan kepagawaian. Korwilcam bidang pendidikan Kecamatan Sempor dikoordinir oleh Bapak Parsino yang berkedudukan sebagai pengawas sekolah dan bertanggung pada kepala dinas pendidikan Kabupaten Kebumen.

Sistem merupakan suatu kumpulan dari prosedur yang saling berkaitan satu sama lain dan menjalankan suatu kegiatan agar dapat mencapai tujuan (Jogiyanto, 2005). Sedangkan untuk sistem informasi itu sendiri adalah kumpulan dari orang, software, hardware, serta jaringan yang bertujuan untuk mengumpukan, mengolah, dan menyebarkan informasi (O'brien, 2005).

Bantuan Operasional Sekolah yang selanjutnya disebut BOS adalah suatu program dari pemerintah berupa pendanaan untuk kegiatan non-personalia (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020) yang secara umum untuk mendukung adanya wajib belajar pada jenjang dasar pada seluruh warga indonesia.

Metode pengembangan sistem dilakukan dengan menggunakan pendekatan waterfall dimana metode tersebut antara fase satu ke fase lainya harus dilakukan secara urut sehingga sebelum suatu fase dinyatakan selesai, belum dapat dilanjutkan pada fase berikutnya (Sommerville, 2016). Pengembangan sistem menggunakan waterfall menyebabkan pembangunan sistem informasi menjadi lebih kuat karena setiap tahapan harus dilalui terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap selanjutnya. Dalam pengembangan waterfall, ada 5 tahapan yang dilalui yaitu analisis/definisi kebutuhan (requirement definition), perancangan sistem (system and software design), implementasi sistem (implementation and unit testing), pengujian sistem (integration and system testing), dan perawatan sistem (operation and maintenance). Pada penelitian ini hanya digunakan 4 tahapan yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, impelementasi, serta

(3)

pengujian. Gambar 1 merupakan visualisasi dari model waterfall.

Gambar 1. Metode waterfall menurut Sommerville(2016)

3. METODOLOGI

Gambar 2. Alur Penelitian

Identifikasi masalah berisi penggalian masalah terhadap organisasi terkait terhadap masalah yang dikeluhkan dan peneliti menawarkan solusi yaitu sebuah sistem informasi.

Studi literatur berisi tentang teori-teori yang dipelajari penulis dengan tujuan untuk mendukung penulis dalam melakukan penelitian. Dasar teori yang digunakan antara lain buku, jurnal, dan situs resmi.

Analisis kebutuhan merupakan tahap yang digunakan untuk melakukan penggalian kebutuhan pada pemangku kebutuhan terkait

proses bisnis yang sedang berjalan pada organisasi dan mengubahnya menjadi proses bisnis rekomendasi. Pada tahap ini dilakukan wawancara terbuka. Tahapan ini menghasilkan proses bisnis saat ini yang kemudian dilakukan analisa terhadap permasalahan sehingga menghasilkan proses bisnis rekomendasi terhadap proses bisnis yang berjalan. Setelah proses bisnis rekomendasi dikonsultasikan kepada pemangku kebutuhan, selanjutnya dilakukan terdahap pemetaan aktor, identifikasi fitur, dan identifikasi terhadap kebutuhan fungsional berdasarkan fitur yang telah ditemukan.

Perancangan merupakan tahapan yang dilakukan setelah tahap analisis kebutuhan dilakukan. Dari kebutuhan fungsional yang telah diidentifikasi kemudian dipetakan pada use case diagram yang selanjutnya use case itu dijelaskan prosesnya menggunakan use case scenario. Selanjutnya dilakukan class analysis untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terlibat, class analysis digunakan untuk mengatasi kesenjangan antara use case dan model MVC. Setelah kelas-kelas terididentifikasi maka dilakukan pendetailan alur sistem menggunakan sequence diagram, lalu membuat class diagram berdasarkan kelas-kelas dan fungsi pada sequence diagram. Setelah class diagram dibuat kemudian dipisahkan antara atribut dan behaviour dari masing-masing kelas yang kemudian atribut tersebut dipetakan menjadi relasional basis data. Tahap terakhir dari perancangan adalah menghasilkan perancangan antarmuka pengguna.

Implementasi sistem merupakan tahap mengubah dari perancangan sistem menjadi sebuah perangkat lunak. Tahap implementasi fungsi dilakukan dengan menggunakan framework PHP yaitu CodeIgniter dengan konsep MVC, implementasi antarmuka menggunakan HTML dan javascript, dan implementasi basis data mengguanakan basis data MySQL.

Pengujian merupakan tahapan yang dilalui ketika perangkat lunak telah selesai dibangun. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian perangkat lunak dengan kebutuhan pengguna yang telah didefinisikan. Pada Pengujian ini dilakukan pengujian blackbox yaitu pengujian yang menekankan pada fungsionalitas perangkat lunak. Pengujian blackbox yang digunakan adalah pengujian vaidasi dan pengujian penerimaan pengguna. Pengujian validasi digunakan untuk menjawab

(4)

“apakah produk yang dibuat sudah benar?” sedangkan pengujian penerimaan pengguna digunakan untuk menjawab “apakah produk diterima oleh pengguna?”. Pengujian validasi menggunakan use case scenario sebagai acuan test case untuk menguji kesesuaian fungsional sistem dari fitur-fitur yang telah dibuat, sedangkan pengujian penerimaan pengguna menggunakan kuesioner yang didalamnya tedapat kriteria penerimaan dari pengujian penerimaan pengguna dan hasil kuesioner tersebut akan dihitung akan dihitung menggunakan skala likert dan menghasilkan skor persentase penerimaan pengguna.

Kesimpulan dan saran berisi kesimpulan dari hasil pengujian berdasarkan rumusan masalah yang dibuat dan saran untuk penelitian selanjutnya.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Metode waterfall pada penelitian ini hanya berupa tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi sistem, dan pengujian sistem.

4.1 Analisis Kebutuhan

Pada tahap analisis kebutuhan akan dilakukan beberapa tahap untuk menghasilkan suatu kebutuhan fungsional yang akan menjadi fitur-fitur dari sistem yang dibangun.

Tahap yang pertama dilakukan adalah pemodelan proses bisnis saat ini. Pemodelan proses bisnis dibuat dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan pemangku kebutuhan terkait untuk mendapatkan proses bisnis yang terjadi pada organisasi saat ini. Hasil wawancara tesebut kemudian dipetakan menjadi proses bisnis dan kemudian dilakukan analisa terhadap proses bisnis tersebut sehingga menghasilkan proses bisnis rekomendasi. Terdapat 2(dua) proses bisnis yang ditemukan yaitu proses bisnis melakukan pelaporan dan proses bisnis melakukan rekap data. Gambar 3 menggambarkan proses bisnis saat ini pelaporan penggunaan dana bantuan bantuan operasional sekolah. Pada proses bisnis ini ditemukan masalah yaitu pelaporan yang masih menggunakan manual task sehingga pihak korwilcam tidak bisa mengontrol secara rutin dan untuk pelaporan itu sendiri masih menggunakan hardcopy sehingga memakan waktu dan biaya untuk mengirimkan kepada pihak korwilcam.

Gambar 3. Proses bisnis saat ini pelaporan penggunaan dana BOS

Dengan ditemukan kendala pada proses bisnis tersebut, maka diperlukan perubahan pada aktiviitas pada proses bisnis yang terjadi. Perubahan aktivitas antara lain mengubah aktivitas membuat laporan menjadi difasilitasi sistem sehingga sudah tidak menghasilkan hardcopy dan terintegrasi dengan pihak korwilcam. Dengan adanya sistem yang terintegrasi, pihak korwilcam dapat memantau secara rutin pengelolaan dana BOS pada sekolah dasar di Kecamatan Sempor.Perubahan aktivitas juga terjadi pada proses pengiriman laporan, perubahan aktivitas dari manual task yaitu menyetorkan berbentuk hardcopy kepada korwilcam diubah menjadi mengirimkan laporan difasilitasi oleh sistem. Gambar 4 menggambarkan proses bisnis usulan pelaporan penggunaan dana bantuan operasional sekolah.

Gambar 4 Proses bisnis rekomendasi pelaporan penggunaan dana BOS

Perubahan dari aktivitas saat ini menjadi aktivitas pada proses bisnis rekomendasi menghasilkan tabel perbandingan yang akan dijelaskan pada tabel 1.

(5)

Tabel 1. Aktivitas proses bisnis Kode Aktiv itas Aktor Aktivita s Saat Ini Aktivit as Usulan Keterang an APB-01 APB-02 APB-03 APB-04 Bendaha ra Sekolah Kepala Sekolah Bendaha ra Sekolah Staf Korwilc am Membua t laporan penggun aan dana BOS Member i tanda tangan pada laporan Mengiri m laporan Memval idasi Laporan Membu at laporan penggun aan dana BOS Memver ifikasi laporan Mengiri m laporan Memval idasi Laporan Pembuata n laporan difasilitasi oleh sistem Verifikasi laporan difasilitasi sistem Mengirim laporan difasilitasi sistem Validasi laporan difasilitasi sistem

Tabel perbandingan tersebut mengidentifikasi aktor-aktor yang terlibat pada sistem dan fitur-fitur yang akan dibangun. Aktor yang terlibat antara lain bendahara sekolah, kepala sekolah, dan staf korwilcam. Fitur-fitur yang teridentifikasi pada pross bisnis akan dijelaskan pada tabel 2.

Tabel 2. Fitur sistem yang teridentifikasi

Kode Fitur Kode

Aktivitas Deskripsi Fitur

F-04 F-05 F-06 F-08 APB-01 APB-01 APB-02 APB-03 Membuat laporan penggunaan dana BOS Memverifikasi laporan Mengirimkan laporan Memvalidasi Laporan

Terdapat 11 dari 15 fitur utama yang sudah teridentifikasi. Tabel 3 akan menjelaskan fitur yang telah teridentifikasi pada sistem.

Tabel 3. Kebutuhan fungsional sistem

Kode fitur Kode Kebutuhan fungsional Deskripsi

F-04 KF-05 Sistem dapat mengisi laporan F-05 KF-09 Sistem dapat melakukan verifikasi laporan F-06 F-08 KF-10 KF-12 Sistem dapat mengirim laporan Sistem dapat melakukan validasi laporan 4.2 Perancangan Sistem

Kebutuhan fungsional yang telah dibuat pada tahap analisis kebutuhan kemudian dipetakan persis satu ke satu dan divisualisasikan menggunakan diagram use case. Berikut hasil dari kebutuhan fungsional sistem yang telah divisualisasi menggunakan diagram use case pada gambar 5.

Gambar 5. Diagram use case

Setelah diagram use case divisualisasikan pada gambar 5, selanjutnya dijelaskan lur yang terjadi pada use case tersebut menggunakan skenario use case. Pada tabel 4 akan menjelaskan bagaimana langkah-langkah yang dilalui dari sebuah use case yang telah dibuat.

Tabel 4. Skenario use case menambah data BKU

Use Case UC-04

Sekilas deskripsi

Menjelaskan bagaimana bendahara sekolah mengisikan data transaksi ke dalam sistem

Aktor Bendahara sekolah

Pre-kondisi Berada pada halaman utama.

Alur utama 1. Aktor memilih menu ‘Data BOS’ 2. Aktor memilih menu ‘Tambah Data’ 3. Sistem menampilkan formulir input

(6)

4. Aktor mengisi form sesuai dengan kebutuhan

5. Aktor menekan tombol ‘Submit’ 6. Sistem menampilkan “data telah

berhasil dimasukan”

7. Mengalihkan ke halaman ‘Laporan Bulanan’

Kondisi alternatif

Data yang dimasukan tidak lengkap

1. Sistem menampilkan “data yang dimasukan tidak lengkap, mohon cek kembali”

2. Kembali ke tahap 4

Hasil akhir Berada di halaman ‘Data Bulanan’ dengan data yang telah diisi

Class analysis digunakan untuk

mengidentifikasi apa saja class-class yang terlibat pada sebuah use case scenario yang nantinya akan di detailkan lebih lanjut alur sistemnya pada sequence diagram. Class analysis digunakan untuk menjembatani antara use case dengan model arsitektur MVC ( model, view, controller ). Gambar 6 menggambarkan class analysis dari mengelola data BKU.

Gambar 6. Class analysis mengelola data BKU

Tahap yang selanjutnya dilakukan setelah pembuatan class analysis adalah mendetailkan alur yang terjadi pada sistem menggunakan sequence diagram. Alur yang dibuat pada sequence diagram merupakan alur utama dan alternatif pada use case scenario. Gambar 7 menjelaskan sequence diagram dari use case menambah data BKU.

Gambar 7. Sequence diagram menambah data BKU

Tahapan selanjutnya yang dilakukan adalah pembentukan class diagram. Class diagram memvisualisasikan objek yang terlibat dan atribut apa saja yang ada di dalamnya menjadi kelas-kelas (Fowler, 2005). Gambar 8 akan menggambarkan class diagram dari sistem informasi monitoring pengelolaan dana bantuan operasional sekolah.

Gambar 8. Class diagram sistem informasi monitoring pengelolaan dana BOS

Selanjutnya setelah class diagram telah dibuat, dilakukan pemisahan antara atribut dan perilaku sistem yang terlibat pada masing-masing kelas. Setelah atribut terpisah maka akan dibuat sebuah ER diagram. Gambar 9 menggambarkan ER diagram yang terbentuk berdasarkan class diagram pada gambar 8.

Gambar 9. ER diagram sistem informasi monitoring penggunaan dana BOS

Selanjutnya setelah ER diagram terbentuk, dilakukan pemetaan skema relasional. Pada gambar 10 akan digambarkan pemetaan skema relasional. Pemetaan relasional ini berdasarkan ER diagram pada gambar 9.

(7)

Gambar 10. Skema relasional sistem informasi monitoring pengelolaan dana BOS.

Setelah skema relasional dibuat, selanjutnya adalah membuat rancangan basis data berdasarkan skema relasional yang telah dibuat. Rancangan relasional basis data yang dibuat berdasarakan relasional skema pada gambar 10 akan ditampilkan pada gambar 11 berikut.

Gambar 11. Rancangan basis data sistem informasi monitoring pengelolaan dana BOS

Tahap terakhir dari perancangan sistem adalah membuat tampilan antarmuka pengguna dari sistem. Perancangan tampilan antarmuka yang dibuat berupa boundary object yang sebelumnya telah diidentifikasi pada class analysis.

4.3 Implementasi Sistem

Implementasi pada tahapan pengembangan sistem informasi merupakan tahapan dimana pengembang akan mengimplementasikan rancangan ke dalam sistem yang sesungguhnya. Pada tahap ini, sistem akan diimplementasikan menggunakan pendekatan berorientasi objek yang diterapkan pada model MVC menggunakan framework PHP yaitu CodeIgniter. Tahap implementasi implementasi basis data, implementasi fungsi, dan implementasi antarmuka pengguna.

Implementasi basis data akan menghasilkan kode SQL yang berupa kode yang digunakan untuk membuat tabel pada basis data(DDL). Pada implementasi fungsi menghasilkan kode-kode yang berfungsi untuk

melakukan logika-logika program yang akan dibuat pada controller. Sementara pada class model akan berisi query yang berfungsi sebagai penghubung dari sistem informasi kepada basis data. Sementara itu pada implementasi antarmuka digunakan template sb-admin-1 untuk hampir keseluruhan sistem kecuali antarmuka login dan signup. Sebagai contoh akan diilustrasikan antarmuka yang digunakan untuk menambah laporan transaksi, login, dan sign up.

Gambar 12. Implementasi halaman tambah data laporan

Gambar 13. Implementasi rancangan halaman sign

up

Gambar 14. Implementasi rancangan halaman login

4.4 Pengujian Sistem

Pengujian merupakan tahap yang dilakukan yang bertujuan untuk mengetahui kesesuaian sistem dengan yang diharapkan pengguna. Pengujian dilakukan untuk menjawab pertanyaan “apakah produk yang dibuat sudah benar?” dan “apakah produk yang dibuat

(8)

diterima pengguna?”.

Pada penelitian ini digunakan pengujian blackbox yaitu pengujian validasi dan penerimaan pengguna.

Pengujian validasi digunakan untuk menjawab pertanyaan “apakah produk yang dibuat sudah benar?”. Pengujian validasi dilakukan menggunakan use case scenario sebagai test case. Hasil pengujian validasi pada penelitian ini menghasilkan 100% benar yang berarti produk yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil dari pengujian validasi akan dijelaskan pada tabel 5.

Tabel 5. Pengujian validasi menambah data BKU

Use Case UC-04

Sekilas deskripsi

Menjelaskan bagaimana bendahara sekolah mengisikan data transaksi ke dalam sistem

Aktor Bendahara sekolah

Pre-kondisi Berada pada halaman utama.

Alur utama 1. Aktor memilih menu ‘Data BOS’ 2. Aktor memilih menu ‘Tambah

Data’

3. Sistem menampilkan formulir input data

4. Aktor mengisi form sesuai dengan kebutuhan

5. Aktor menekan tombol ‘Submit’ 6. Sistem menampilkan “data telah

berhasil dimasukan”

7. Mengalihkan ke halaman ‘Laporan Bulanan’

Kondisi alternatif

Data yang dimasukan tidak lengkap

1. Sistem menampilkan “data yang dimasukan tidak lengkap, mohon cek kembali”

2. Kembali ke tahap 4

Hasil akhir Berada di halaman ‘Data Bulanan’

dengan data yang telah diisi

Hasil Pengujian

Valid

Pengujian selanjutnya yang dilakukan adalah pengujian penerimaan pengguna. Pengujian ini digunakan untuk menjawab pertanyaan “apakah produk yang dibuat diterima oleh pengguna?”. Kriteria pengujian yang digunakan adalah functional correctness and completeness yaitu menilai pengujian berdasarkan berjalanya fungsional sistem saat dijalankan oleh klien. Kriteria penerimaan pengguna yang lain adalah usability yang digunakan untuk menilai kegunaan sistem yang dibangun. Pengujian penerimaan pengguna dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang telah dilengkapi dengan skala likert untuk mengetahui seberapa skor yang dihasilkan. Kuesioner ini diberikan kepada 2 pihak yang

berinteraksi dengan sistem yaitu korwilcam dan sekolah. Hasil pengujian menunjukan tingkat penerimaan pada korwilcam sebesar 80% dan tingkat penerimaan sistem pada pihak sekolah dengan 15 responden sebesar 85.07%. Pada tabel 6 menunjukan hasil penerimaan pengguna terhadap fitur-fitur yang telah dibangun.

Tabel 6. Pengujian penerimaan pengguna fitur mengelola data BKU

Tingkat penerimaan Responden

Sangat membantu 2 Membantu 9 Netral 3 Kurang membantu 1 Tidak membantu 0 Total 15

5. KESIMPULAN DAN SARAN

Permasalahan yang terjadi pada korwilcam bidang pendidikan Kecamatan Sempor yaitu seringkalinya terjadi keterlambatan penyetoran laporan yang menyebabkan proses rekap data penggunaan dana BOS menjadi terhambat dapat diatasi dengan adanya sistem informasi yang dibangun dimana penelitian tersebut menerapkan metode waterfall dalam pengembanganya. Masalah pada korwilcam bidang pendidikan Kecamatan Sempor dapat diatasi dengan cara mengubah proses bisnis saat ini menjadi proses bisnis rekomendasi yang kemudian menjadi fitur-fitur pada sistem informasi monitoring pengelolaan dana bantuan operasional sekolah.

Kegiatan input data laporan penggunaan dana bantuan operasional sekolah, pengiriman laporan,verifikasi laporan, validasi laporan, dan rekap data telah difasilitasi oleh sistem sehingga untuk monitoring laporan penggunaan bantuan operasional sekolah dapat dilakukan secara rutin/berkala melalui sistem sesuai dengan kebutuhan secara real-time sehingga pihak korwilcam dimudahkan dalam melakukan monitoring terhadap pengelolaan dana BOS dan diharapkan tidak ada lagi keterlambatan dalam pembuatan dan pengiriman laporan. Selain itu proses rekap data telah otomatis dilakukan oleh sistem, yang berarti pihak staf korwilcam tidak perlu merekap seluruh penggunaan dana operasional sekolah pada 1 ( satu ) kecamatan secara manual yang tentunya memakan waktu.

Adapun hasil penerimaan pengguna terhadap fitur-fitur yang telah dibangun pada sistem mendapatkan nilai rata-rata 80 untuk

(9)

pihak korwilcam dan nilai 85.07 untuk sekolah yang berarti sistem yang dibuat dapat membantu dalam melakukan pelaporan dan monitoring laporan pengelolaan dana bantuan operasional sekolah pada korwilcam bidang pendidikan Kecamatan Sempor.

Saran penulis untuk penelian selanjutnya adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk pengembangan sistem serupa antara lain pengggunaan model waterfall dan dalam mengembangkan sistem menggunakan pemodelan sistem yang berdasar pada orientasi objek.

6. DAFTAR PUSTAKA

Bell, D. (2004). The Sequence Diagram - IBM Developer. Retrieved Agustus 6, 2019, from

https://developer.ibm.com/articles/the-sequence-diagram/

Fowler, M. (2005). UML Distilled, Panduan Singkat Bahasa Pemodelan Objek Standar (Tim penerjemah penerbit andi ed.). Jogjakarta: Penerbit Andi.

Jogiyanto, H. (2005). Analisa dan Desain Sistem Informasi (1 ed.). Jogjakarta: Penerbit Andi.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Bantuan Operasional Sekolah. Retrieved from Bantuan Operasional Sekolah: bos.kemdikbud.go.id/

O'brien, J. (2005). Introduction to information systems. Newyork: Mc Graw Hill.

Shach, S. R. (2006). Object-Oriented Classical Software Engineering (7th ed.). New York: McGraw-Hill Higher Education. Sommerville, I. (2016). Software Engineering.

Pearson Education Limited.

Tripathy, P., & Naik, K. (2008). Software Testing and Quality Assurance. John Wiley & Sons, Inc.

Gambar

Gambar 1. Metode waterfall menurut  Sommerville(2016)
Gambar 3. Proses bisnis saat ini pelaporan  penggunaan dana BOS
Tabel 1. Aktivitas proses bisnis  Kode  Aktiv itas  Aktor  Aktivitas Saat Ini  Aktivitas  Usulan  Keterangan   APB-01   APB-02   APB-03   APB-04  Bendahara Sekolah Kepala Sekolah Bendahara Sekolah Staf Korwilc am  Membua t laporan penggunaan dana BOS Membe
Gambar 6. Class analysis mengelola data BKU  Tahap  yang  selanjutnya  dilakukan  setelah  pembuatan  class  analysis  adalah  mendetailkan  alur  yang  terjadi  pada  sistem  menggunakan  sequence  diagram
+2

Referensi

Dokumen terkait

a. Ekspektasi kinerja dan ekspektasi usaha tidak berpengaruh terhadap niat perilaku, sehingga keduanya tidak memengaruhi perilaku penggunaan UC Browser. Sikap atau

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatur pengumpulan data EKG yang didapat dari sensor detak jantung sebelum data tersebut dikirimkan ke MQTT Broker agar data tersebut

Layanan dataku memiliki tiga buah proses bisnis, diantaranya proses bisnis penggalian data, pengolahan data serta publikasi data, dimana dalam ketiga proses bisnis

Kemudian, rekomendasi yang dapat diberikan untuk indikator mudah dipelajari adalah SIAKAD UIN Maliki Malang dapat menyediakan dan memberikan buku panduan

Perlu dicoba dengan penggunaan metode lain seperti LVQ2 dan LVQ3 yang bertujuan untuk dijadikan sebagai pembanding besar akurasi yang dihasilkan, sehingga dapat

Permasalahan pada penggunaan algoritme particle swarm optimization dapat diselesaikan dengan beberapa tahapan diantaranya melakukan inisialisasi kecepatan, inisialisasi

Metode pengembangan yang digunakan pada aplikasi manajemen informasi sedekah ini adalah rekayasa perangkat lunak berorientasi penggunaan ulang.. Adapun langkah-langkah

Tahap selanjutnya yaitu dengan melakukan wawancara awal untuk menggali informasi penggunaan situs web Taman Nasional Bromo Tengger Semeru saat ini dan kendala