• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PT. Komatsu Remanufacturing Asia (KRA) adalah perusahaan joint venture antara PT. United Tractors Tbk (49%) dan PT. Komatsu Asia Pasific Pte. Ltd (51%) yang bergerak dibidang remanufacturing dan reconditions komponen – komponen alat berat. Kegiatan utama dari remanufacturing antara lain

Diassembling, Machining (remanufacturing and modification part), Fabrication (Metal spray and welding), Fuel Injection Pump Testing, Dyno Test and Dyno Pump Test, Painting, Washing, Assembling, dan Packing.

Peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan di Kalimantan Timur menyebabkan bertambahnya populasi unit alat berat yang bekerja di berbagai pertambangan dan perkebunan. Berdasarkan survei pendataan unit alat berat di Kaltim pada pertengahan tahun 2012, hampir semua daerah mengalami peningkatan jumlah populasi alat berat. Seperti di lima wilayah, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, PPU dan Paser yang disurvei oleh petugas Dit Lantas Polda Kaltim. Dari data awal terdapat sekitar 1.406 unit menjadi 2.715 unit atau terdapat peningkatan sebanyak 1.309 unit. Sebelumnya, dari enam wilayah, yakni Bulungan, Malinau, Kubar, Berau, Balikpapan dan Nunukan, tercatat sebanyak 3.703 unit setelah pendataan. Sedangkan data awal dari enam wilayah itu hanya sekitar 2.171 unit. Artinya ada peningkatan jumlah sebanyak 1.532 unit. Berdasarkan data produksi perbaikan milik PT.KRA diketahui bahwa peningkatan jumlah unit alat berat di Kalimantan Timur berpengaruh pada peningkatan jumlah komponen - komponen yang memerlukan proses perbaikan. Pada PT. KRA kegiatan – kegiatan perbaikan dilakukan pada divisi Machining. Dimana divisi Machining memiliki tiga department utama yakni Department

Engine Assembly, Department Engine Production Support, dan Department Machining Fabrication dan Maintenance Facility.

(2)

Setiap unit terdiri dari sejumlah komponen – komponen, dimana setiap komponen memiliki sejumlah parts yang dapat dikategorikan kedalam tiga jenis yakni Replace, Repair, dan Reuse. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan proses

Repair akan ditangani oleh Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility. Akan tetapi karena keterbatasan sumber daya lahan dan sumber daya

produksi pada Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility, maka pertambahan jumlah komponen yang umumnya berukuran besar dan dalam jumlah yang banyak serta harus di Repair terkadang melebihi kapasitas inhouse produksi yang mampu disediakan oleh PT. KRA. Sehingga jika situasi seperti ini terjadi maka PT. KRA akan mengirimkan komponen tersebut ke perusahaan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General Machining (outhouse). Saat ini Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility tidak memiliki suatu sistem yang dapat membantu para pengambil keputusan untuk menentukan ke penyedia layanan mana parts yang akan di repair dikirimkan, oleh sebab itu dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan untuk membantu dan mempercepat pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan didalam menentukan penyedia layanan untuk melakukan repair komponen spare parts tersebut.

Pemilihan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General

Machining menjadi faktor yang penting, karena pemilihan yang tepat akan dapat

menekan biaya dan meningkatkan daya saing perusahaan. Proses pemilihan ini harus memperhatikan sejumlah kriteria seperti quality, delivery, cost, production

capacities dan facility, dan experience dari setiap penyedia layanan. Perlu

ditekankan bahwa sejumlah kriteria didalam proses pemilihan penyedia layanan

Manufacturing, Fabrication dan General Machining memiliki keterkaitan yang

perlu untuk dipertimbangkan, sehingga metode konvensional dengan hierarki dianggap tidak mencukupi untuk menangani pengaruh interdepenendence antar kriteria. Menurut Gencer dan Gurpinar (2007) mencari penyedia layanan yang sempurna adalah hal yang rumit. Sebagai contoh, sebuah penyedia layanan mampu memberikan kualitas layanan yang tinggi akan tetapi biaya layanan bukanlah biaya yang terendah. Pada sisi lain penyedia layanan lainnya menawarkan biaya terendah

(3)

dimana hal ini sangat baik bagi perusahaan tetapi performa delivery dari penyedia layanan ini termasuk yang terburuk. Dari contoh ini, untuk membantu perusahaan didalam menentukan urutan penyedia layanan maka proses pengurutan dan pemilihan harus ditangani secara sistematis dengan harus memperhatikan pengaruh

interdependence antar kriteria.

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi, maka diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan yang mampu menangani pengaruh interdependence antar kriteria didalam proses pemilihan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General Machining.

Menurut Saaty dan Takizawa (1986) metode MCDM yang dapat digunakan untuk menangani interdependence jumlahnya terbatas, metode yang ada saat ini antara lain milik W.Leontief mengenai analisis input output dalam bidang ekonomi,

dependence pada teori probabilitas, selain itu ada pula metode lain yang sangat

kompleks untuk menangani dependence yakni proses stokastik pada proses markov dan semi markov. Seluruh metode ini merupakan metode yang sangat kompleks dan hanya dapat diaplikasian pada kasus – kasus tertentu. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) yang dikombinasikan dengan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal

Solution (TOPSIS) untuk memberikan rekomendasi urutan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General Machining. Pemilihan metode ANP

dikarenakan ANP adalah metode yang mampu merepresentasikan tingkat kepentingan berbagai pihak dengan mempertimbangkan saling keterkaitan antar kriteria dan sub kriteria yang ada (Saaty, 2004). Selain itu ANP juga mampu menangani kedua kriteria kuantitatif dan kualitatif dan memberikan hasil yang lebih realistis dalam proses pemilihan vendor (Bayazit, 2006). Sementara pemilihan metode TOPSIS dikarenakan TOPSIS adalah salah satu teknik multi atribute

decision making yang bersifat langsung dan mudah diterapkan (Balli dan

Korukoğlu, 2009). Dengan menggunakan teknik ini, alternatif terbaik adalah yang terdekat ke solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif dimana solusi ideal positif terbuat dari semua nilai terbaik dari kriteria yang memuaskan, serta solusi ideal negatif mengandung semua nilai terburuk kriteria yang realistis

(4)

Pada penelitian ini ANP digunakan untuk menentukan bobot kriteria menurut pengambil keputusan dan metode TOPSIS kemudian digunakan untuk menentukan peringkat dari penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General

Machining. Dengan menggabungkan metode ini diharapkan dapat memperoleh

urutan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General Machining sesuai dengan masalah yang dihadapi.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang dan permasalahan diatas dapat dirumuskan menjadi beberapa permasalah sebagai berikut:

Bagaimana membangun suatu sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode ANP dan TOPSIS yang dapat membantu pengambil keputusan untuk menentukan urutan perusahaan penyedia layanan Manufacturing,

Fabrication dan General Machining dari beberapa alternatif perusahaan yang

tersedia.

1.3 Batasan Masalah

Ruang lingkup penelitian akan dibatasi agar penyelesaian masalah dapat lebih terarah pada tujuan penelitian, sehingga dapat memberikan manfaat yang diharapkan. Batasan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Penelitian difokuskan pada Department Machining Fabrication dan

Maintenance Facility dari PT. KRA yang bertanggung jawab atas pemilihan

perusahaan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General

Machining.

2. Komponen yang dimaksud didalam penelitian ini adalah komponen spare parts

engine yang perlu untuk di repair pada Department Machining Fabrication dan Maintenance Facility.

3. Perusahaan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General

Machining yang diambil merupakan perusahaan penyedia layanan yang

berlokasi di Balikpapan dan telah terdaftar sebagai penyedia layanan

Manufacturing, Fabrication dan General Machining di PT. KRA

4. Data penilaian yang diperoleh adalah data penilaian evaluasi setiap penyedia layanan untuk seluruh kriteria, data penilaian kepentingan kriteria, data

(5)

penilaian pengaruh interdependence antar kriteria untuk setiap kriteria. Data penilaian evaluasi setiap penyedia layanan dan kuesioner penilaian kepentingan dan pengaruh dapat dilihat pada lampiran 1 dan lampiran 2. Adapun pihak yang mengisi kuesioner adalah Inspektor pada Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility dari PT. KRA, mengingat diperlukannya seseorang ahli yang menguasai seluk beluk penanganan Repair komponen mesin PT. KRA untuk menjaga keabsahan penilaian.

5. Data diinputkan secara manual kedalam sistem yang dikembangkan, karena Department Machining Fabrication dan Maintenance Facility belum memiliki sistem terkomputerisasi yang mencatat performa dari seluruh penyedia layanan. 6. Kriteria – kriteria pemilihan perusahaan penyedia layanan Manufacturing,

Fabrication dan General Machining diperoleh dari dokumen penilaian

penyedia layanan milik Department Machining Fabrication dan Maintenance

Facility.

1.4 Keaslian Penelitian

Banyak penulis yang telah melakukan penelitian dan menyajikan hasil penelitiannya pada bidang sistem pendukung keputusan menggunakan metode MCDM lain seperti AHP, Fuzzy AHP, ANP dan metode MCDM lainnya dalam penelitian mengenai sistem pendukung keputusan pemilihan supplier. Akan tetapi penelitian mengenai sistem pendukung keputusan pemilihan penyedia layanan

Manufacturing, Fabrication dan General Machining menggunakan metode ANP

dan TOPSIS tidak ditemukan didalam penelitian – penelitian lainnya. 1.5 Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini beberapa tujuan yang akan dicapai adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui urutan perusahaan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan General Machining untuk proses Repair komponen spare parts mesin alat berat dengan menerapkan metode ANP dan TOPSIS.

2. Membangun sebuah aplikasi yang dapat membantu dan mendukung pengambilan keputusan dalam memilih suatu perusahaan penyedia layanan

Manufacturing, Fabrication dan General Machining dengan menerapkan

(6)

1.6 Manfaat Penelitian

Sedangkan manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah dapat membantu Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility dari PT. KRA untuk melakukan perangkingan perusahaan penyedia layanan Manufacturing,

Fabrication dan General Machining dan hasil perangkingan perusahaan penyedia

layanan Manufacturing, Fabrication dan General Machining dapat menjadi usulan alternatif keputusan untuk memilih perusahaan penyedia layanan Manufacturing,

Fabrication dan General Machining yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan

oleh Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility dari PT. KRA didalam kaitannya untuk kegiatan repair spare part engine alat berat.

1.7 Metodologi Penelitian

Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Studi literatur; mengumpulkan dan mempelajari berbagai referensi yang memiliki kaitan dengan Sistem Pendukung Keputusan dengan metode ANP dan TOPSIS, serta mengumpulkan dan mempelajari referensi yang berkaitan dengan SPK pemilihan penyedia layanan dari sejumlah literatur yang ada. 2. Sumber data; Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung,

diskusi, pengisian kuesioner penilaian kepentingan kriteria, pengisian kuesioner relasi pengaruh interdependence antar kriteria, pengisian kuesioner penilaian pengaruh interdependence antar kriteria untuk setiap kriteria, dan pengumpulan data sekunder yang berkaitan dengan penelitian ini. Data-data sekunder tersebut didapatkan dari pihak-pihak yang terkait yaitu, Manajer dan Inspektor pada Departement Machining Fabrication dan Maintenance Facility dari PT. KRA. Responden tersebut adalah orang yang expert/ahli mengenai kondisi dan situasi dalam penentuan pemilihan penyedia layanan Manufacturing, Fabrication dan

General Machining.

3. Analisis sistem; Analisis sistem adalah proses analisis terhadap permasalahan dan mendefinisikan model penyelesaian. Termasuk dalam proses ini adalah melakukan analisis terhadap spesifikasi perangkat lunak yang akan dibangun. Setelah tahap analisis dikerjakan dan menghasilkan spesifikasi kebutuhan

(7)

perangkat lunak kemudian dilakukan pemodelan sistem dan perancangan arsitektur sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode ANP dan TOPSIS.

4. Perancangan sistem; berdasar hasil analisis sistem dilakukan perancangan sistem yang meliputi perancangan model, perancangan DFD (data flow diagram), perancangan basis data, serta perancangan antarmuka.

5. Implementasi; Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah berupa pembuatan perangkat lunak sesuai dengan hasil perancangan pada tahap sebelumnya ke dalam kode – kode program sesuai dengan algoritma dan bahasa pemrograman yang dipakai. Hasil yang diperoleh pada tahap ini adalah sebuah perangkat lunak yang memiliki kemampuan sesuai dengan rancangan yang telah dibuat sebelumnya.

6. Uji coba dan evaluasi; kegiatan uji coba dan evaluasi pada penelitian adalah sebagai berikut:

a. Menguji sistem yang telah dikembangkan dengan menelusuri aturan pemodelan ANP dan TOPSIS serta mengevaluasi hasil yang diberikan oleh sistem apakah sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi dari sistem dengan cara membandingkan hasil yang diberikan oleh system yang dibangun dengan hasil yang diperoleh dari perhitungan manual untuk perhitungan ANP dan TOPSIS. Jika hasilnya tidak sesuai maka perlu dilakukan perbaikan yang diperlukan pada kegiatan yang ada pada tahap analysis dan perancangan sistem maupun perbaikan pada tahap implementasi. Adapun data yang digunakan untuk evaluasi dan pengujian ini menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan. b. Membandingkan hasil pengurutan yang diberikan sistem dengan urutan

penyedia layanan manufacturing, fabrication, dan general machining yang diperoleh dari pengurutan total jumlah nilai pada dokumen penilaian penyedia layanan yang diperoleh dari Department Machining

(8)

c. Membandingkan hasil pengurutan dengan metode ANP dan TOPSIS yang diberikan sistem dengan hasil pengurutan dengan metode ANP yang diberikan oleh software super decision.

7. Penulisan Laporan

Langkah akhir didalam penelitian ini adalah pembuatan laporan mulai dari studi literature sampai dengan implementasi dan diikuti dengan penarikan kesimpulan dan saran.

1.8 Sistematika Penulisan

BAB I Berisi Latar belakang, Perumusan masalah, Batasan masalah, tujuan penelitian, Manfaat Penelitian dan Sistematika penulisan. BAB II Bab ini memaparkan penelitian – penelitian yang terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis. Beberapa implementasi metode Analytic Network Process dibahas secara singkat dan dibandingkan dengan penelitian penulis, sehingga dapat diketahui keaslian dan posisi penelitian penulis dibandingkan dengan penelitian – penelitian yang dilakukan sebelumnya. BAB III Berisi Landasan Teori tentang sistem, prinsip pengambilan

keputusan, sistem pendukung keputusan, Analytic Network

Proces, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution, Data Flow Diagram.

BAB IV Bab ini berisi tentang analisis sistem, spesifikasi sistem, rancangan basis data, rancangan proses, dan rancangan user

interface.

BAB V Bab ini berisi penjelasan tentang sistem pendukung keputusan yang telah dibuat.

BAB VI Bab ini berisi pengujian terhadap sistem pendukung keputusan yang telah dibuat untuk mengetahui validasinya.

BAB VII Bagian ini berisi kesimpulan dari hasil pengujian sistem, kemampuan sistem dan kekurangan sistem serta saran untuk penelitian selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Komposisi tari yang demikian biasanya apabila garapan cengkok kendangnya lemah, maka terinya dirasakan sangat lemah, (coba menarilah gambyong atau ngremo tanpa kendang

Hasil dari penelitian ini adalah terumuskan 5 strategi dan kebijakan IS/IT yang sebaiknya diterapkan di FIT Tel-U berdasarkan pertimbangan 3 hal, pertama kebutuhan

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

Perbandingan distribusi severitas antara yang menggunakan KDE dengan yang menggunakan suatu model distribusi tertentu dilakukan untuk melihat secara visual, manakah dari

61 Dari pernyataan-pernyataan di atas, dapat dilihat bahwa dilema yang Jepang alami pada saat pengambilan keputusan untuk berkomitmen pada Protokol Kyoto adalah karena

2011 sangat memberi peluang optimalisasi diplomasi Indonesia dalam berperan memecahkan berbagai masalah yang ada baik di dalam negeri maupun di dalam kawasan