• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etiopatogenesis Ulkus Peptikum.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Etiopatogenesis Ulkus Peptikum."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

! ""# "! $ "!% % %

!"#$ %

(2)

'

! "

"

# $ %

# &

'( ) %

! !

(3)

'

&

6! !-!# @

+-(!= %+=$+ @ !#

$ =! %+=#;! !!#

!($ =! '

*( + , '

%=! ! ! '

!/ != "$" '

!/ != ,!-(!= A

!/ != !(+ A

!/ != !-%"=!# A

(!( " %+# !6 !#

1 1 1

1 2 " - 2

1 3 - 2

1 4 - " 3

1 5 - " 3

1 7 B 3

(!( "" "#@! !# % $ ! !

2 1 , 4

2 1 1 # , 4

2 1 2 ! # , 5

2 1 3 6 # , 9

2 1 4 / / # , 11

2 2 % 15

2 3 + % 15

(4)

A

2 5 % % 1:

2 5 1 % % 1<

2 5 2 % % !"#$ 22

2 5 3 % % $ ( 23

2 5 4 % % $ 23

2 7 , 6 % 24

2 7 1 , - 24

2 7 2 , - 25

2 9 - % 25

2 : % 29

2 : 1 29

2 : 2 29

2 : 3 = 2:

2 : 4 + 2<

2 : 5 3?

2 : 7 32

2 < % 32

2 1? % 39

2 1? 1 ' 39

2 1? 2 - 3:

2 1? 2 1 % % ! 3<

2 1? 2 2 ( $ 42

2 1? 2 3 & % 44

2 1? 2 4 ! 45

2 1? 3 47

2 1? 3 1 47

2 1? 3 2 , 49

2 1? 4 " 4:

2 1? 5 ! % !"#$ 4<

(5)

A

(!( """ %+-(!6!$!# 51

(!( "8 +$"-% !# !# $!=!# 55

4 1 55

4 2 $ 55

!/ != % $ ! ! 57

(6)

A

&

,!-(!= 2 1 , 4

,!-(!= 2 2 ! # , 7

,!-(!= 2 3 / , :

,!-(!= 2 4 % <

,!-(!= 2 5 11

,!-(!= 2 7 , = - ( 2<

,!-(!= 2 9 $ % + 3?

(7)

A

&

!(+ 2 1 % ! = 62 41

!(+ 2 2 % %%% 42

(8)

A

&

1 , - 7?

(9)

<<

. ( 9

+ ; +

+A, ; $( $ 74

118 ; # - 6%#

; : 1 0 : ) + ( 0

A & , ;

• 1 3 66$

• 3 66<

• 3, 3 666

• 3 + ) ($$(

• 3 & - .

(10)

#6

.

+ . "./*"/ *

5 8 5 8 (

!1 > ($$#"

! ($$#"

5 8 4 5 8

(11)

<$

5 8 # 1 5 8 <

!1 > ($$#" !1 > ($$#"

5 8 7

&

(12)

<

.

+ . "./*"/ *

5 8 ( 5

1

!8 , ($$#"

5 8 ( ( 5 3 5

1

,3+

(13)

<(

5 8 ( 4 5

1 3+

!8 , ($$#"

5 8 ( :

1

!8 , ($$#"

3+

(14)

<4

5 8 ( # 5

1

,3+

!8 , ($$#"

5 8 ( < 5

1

(15)

<

5 8 ( 7 1

,3+

!8 , ($$#"

5 8 ( % 1

!8 , ($$#"

,3+

(16)

-<#

5 8 ( 6 1

,3+

!8 , ($$#"

5 8 ( $ 1

&

(17)

! " #$ $$$

%$ $$$ & #$$$

!' & ($$#" )

!* )+ " ,

!- ($$#" )

. % / ! ' 0

) 0 ($$ "

(18)

(

. ! "

. ! ! 01"

"

1 .

0

2

( 0 2

3 1 )

(19)

4

! " # $

3

1 )

&

( 3 ,

1 )

&

% & & & " # $

3 1 )

' & (

1 ) ($$#

(20)

##

8

" * * .

! "

$-1

; ) * )+

(

! *

3

(21)

#<

, . * "

0 5 - 0 : 3 ($$ @ ' =

Q 0 ) : & > 3 Q P ;

(4 0 ; 3 5 & = (7# (7<

' 3 ($$ 2 * - ;OO&&& O O

(4 (% ($$#

' 3 0 8 6%7 % 3 9 ( : ; 95'

67 $

' & : 3 ($$# 1 5 1 ) A ;2 3

- < , ; C 0 ' % $ %(

. 3 ($$# - * ;OO&&& O O

#6 ( + . ($$#

- 5 - ($$# 2 * - ;OO&&& O O

77< (# ($$#

= ($$4 2 4 5 $

;OO O 0G$4 5 < ($$#

= & C , , : ($$ ' 5

1 , 59A ) 5 5 P ; 5

2 5 $ + & G ; 3 5 & = $ <

(22)

#7

: ? 8 ' ' : A * 667 - 9 % : ;

95' (6 4

8 . 66% + 2 * 6 $ 3

;OO O O O O4 <O7 4$O#4% (# ($$#

3 - = ($$ 1 . ) , %

2 < - ; , 9 ) %6$ 6$$

3 ($$# 2 * - ;OO&&& O5)((6 (

($$#

A ($$# 2 * - ;OO & O O,0O

( + . ($$#

8 ($$# 2 7 ;OO&&& O

O 6<( < ($$#

, ($$# 4 2 * - ;OO&&& O

939A5O %($ < ($$#

($$ 4 * ;OO&&& O O 77<

( + . ($$#

= ($$( 8 2 * 9 ;OO&&& O O

O & R R R R$$$$ 6R < ($$#

RRRRRRR ($$( 8 2 * 9 ;OO&&& O O

(23)

#%

RRRRRRR ($$( 8 5 + 2 * 9 ;OO&&&

O O O& R R R R R$$$$ 6R4 <

($$#

RRRRRRR ($$( 2 * - 9 ;OO&&& O

O O &R R R R$$$$ 6R< <

($$#

RRRRRRR ($$( 8 5 - 5 + - * 8

2 * 9 ;OO&&& O O O& R R R

R R R& R R R$$$$ 6R6 < ($$#

. 8 3 ($$ 2 * ;OO&&& O3 80O

2 R) SIII #9-: 'Q R S 6 < ($$#

= ($$( , !1 , " ) 4 9 7

0 ; ,1 0 ($ ( 7

1 > 3 ($$# 5 9 ) = P ; 2 /

7 < + & G ; 3 5 & = 74 74#

@ : ($$# , A ) = P ;

2 / 7 < + & G ; 3 5 & = 7 <

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian didapati distribusi karakteristik pasien berdasarkan kategori pekerjaan ditemukan bahwa pasien dengan pekerjaan wiraswasta merupakan jum lah terbanyak,

Setelah dianalisa menggunakan uji ANOVA dan Post Hoc LSD penurunan jumlah ulkus peptikum lambung yang terjadi dengan peningkatan volume kolostrum sapi

Dari hasil analisis fitokimia diketahui bahwa ekstrak kulit kayu gerunggang mengandung senyawa xanton dan beberapa komponen kimia penyusun senyawa ini

Meskipun memiliki potensi kuat dalam menekan sekresi asam lambung, penggunaan obat-obat antagonis muskarinik (misalnya pirenzepin) tidak direkomendasikan pada ulkus duodenum pada

Helicobacter pylori merupakan salah satu penyebab infeksi yang umum terjadi pada manusia dan berhubungan dengan beberapa penyakit penting pada saluran cerna

Meskipun memiliki potensi kuat dalam menekan sekresi asam lambung, penggunaan obat-obat antagonis muskarinik (misalnya pirenzepin) tidak direkomendasikan pada ulkus duodenum pada

- Sediaan antasida dengan durasi diperpanjang (Extended duration antacid product) juga dipatentkan oleh Wallach, et al., (1996), merupakan suatu produk antasida yang

Antasida juga dapat meningkatkan sitoproteksi di lambung, memberikan manfaat terapeutik dengan menonaktifkan garam empedu, yang diperkirakan refluks dari duodenum ke