commit to user
34 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Secara umum metode adalah suatu cara atau prosedur yang tepat untuk dapat melakukan sesuatu secara sistematis. Sementara metodologi ialah suatu kajian untuk mempelajari peraturan-peraturan dari suatu metode. Intinya metode penelitian adalah kajian untuk mempelajari peraturan-peraturan dalam penelitian.
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Tempat yang digunakan untuk memperoleh data, informasi, keterangan, dan hal-hal lain yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian adalah SLB Negeri Surakarta. Beralamat di Jl. Cucak X Sidorejo, Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan, mulai pada bulan Januari s/d bulan April 2014. Penelitian ini diawali dengan pengajuan judul, penyusunan proposal, perijinan, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan. Adapun rincian waktu yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1 Jenis dan Waktu Kegiatan Penelitian
No Kegiatan
Tahun 2014
Januari Pebruari Maret April 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Pengajuan Judul
2 Penyusunan Proposal 3 Perijinan
4 Penyusunan Instrumen 5 Uji Validitas
6 Pengumpulan Data 7 Analisis Data
8 Penyusunan Laporan
commit to user
B. Pendekatan dan Jenis Penelitian 1. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian berupa eksperimen. Eksperimen merupakan suatu kegiatan percobaan yang dilakukan untuk meneliti suatu peristiwa atau gejala yang muncul terhadap suatu kondisi tertentu. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjek, dengan kata lain penelitian eksperimen bertujuan unyuk menguji ada tidaknya hubungan sebab akibat antara perlakuan yang disengaja diadakan dengan efek yang terjadi sesudahnya.
2. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah Single Subject Research (SSR) yang berarti penelitian subjek tunggal.
Eksperimen Subjek-Tunggal adalah aktifitas meneliti individu dalam kondisi tanpa perlakuan dan kemudian dengan perlakuan kemudian menilai akibatnya terhadap variabel akibat diukur dalam kedua kondisi tersebut. Penelitian ini merupakan studi (eksplorasi) kasus pada subjek tunggal. Bertujuan untuk mengetahui efektifitas pendidikan metematika realistik yang diberikan kepada subjek secara berulang-ulang dalam waku tertentu dalam rangka meningkatkan kemampuan mengenal waktu dengan jarum jam siswa kelas VI SLB N Surakarta. Penelitian ini terkait modifikasi perilaku berupa, pembentukan, pemeliharaan perilaku positif, dan pencegahan perilaku negatif pada individu dalam rangka meningkatkan partisipasi belajar dan menghasilkan prestasi yang lebih baik.
Desain penelitian yang digunakan adalah Desain Reversal (Juang Sunanto, 2005:55) yaitu DESAIN A-B (Mengukur sebelum dan sesudah intervensi). A adalah Fase baseline yaitu kondisi dimana intervensi atau treatmen belum terikat. B adalah Fase intervensi/treatmen yaitu kondisi dimana perlakuan sedang diberikan.
commit to user Sesi (waktu)
Pelaksanaan penelitian subjek tunggal dengan desain A-B, pengukuran variabel terikat atau perilaku sasaran (target behavior) dilakukan berulang-ulang dengan periode waktu tertentu. Desain ini mendefinisikan target behavior sebagai perilaku yang dapat diukur secara akurat, dalam hal ini targetnya adalah capaian nilai tes prestasi melebihi batas ketuntasan belajar.
Baseline (A) Intervensi (B)
Bagan 3.1 Prosedur Dasar SSR desain A-B
O O O X O X O X O
Bagan 3.2 Matrik SSR desain A-B
Melaksanakan pengukuran dan pencatatan data pada fase baseline (A) adalah suatu fase saat target behavior diukur secara periodik sebelum diberikan perlakuan tertentu. Fase treatment (B) adalah fase saat target behavior diukur selama perlakuan tertentu diberikan. Jika terjadi perubahan perilaku sasaran pada kondisi intervensi setelah dibandingkan dengan kondisi baseline, maka diasumsikan bahwa perubahan tersebut karena adanya pengaruh dari intervensi yang diberikan
Nilai
commit to user C. Data dan Sumber Data
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia data adalah keterangan yang benar dan nyata, keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian.
Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Di dalam sumber data terdapat dua macam sumber data yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil berupa catatan lapangan (fieldnote) yang didapatkan peneliti dari hasil observasi, tes, dan tindakan. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat dokumen.
Sumber data primer didapatkan dari informan dalam penelitian ini adalah hasil tes prestasi materi mengenal waktu dengan jarum jam dan catatan pengamatan lapangan/fieldnote.
D. Teknik Sampling
Suharsimi Arikunto (2002:115) menyatakan bahwa “populasi adalah keseluruhan subyek yang akan diteliti”. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI Semester II SLB N Surakarta tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 1 kelas dengan jumlah siswa 5 orang. Suharsimi Arikunto (2002:115) mengemukakan “sampel adalah sebagian atau akil dari populasi yang diteliti”.
Penelitian ini pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampeling atau sampel bertujuan. Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata, random, atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan/alasan tertentu. Pengambilan sampel dari populasi pada penelitian ini didasarkan pada karakteristik subjek yang diteliti dipilih yang paling homogen dari segi karakteristik kemampuan matematika siswa. Ini dikarenakan perlakuan yang akan diberikan adalah sama sehingga pada akhir intervensi dapat diamati seberapa jauh peningkatan variabel yang diuji. Meski perlakuan yang diberikan sama namun tindakan yang diberikan, diberikan secara
commit to user
individual untuk tiap-tiap sampel. Adapun sampel yang diambil adalah 3 orang siswa dari 5 orang siswa kelas VI di SLB N Surakarta.
E. Pengumpulan Data
Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia “data adalah keterangan yang benar dan nyata” (2002:239), keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian. Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data terdapat dua macam sumber data yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer merupakan data yang diperoleh dari hasil berupa catatan lapangan (fieldnote) yang didapatkan peneliti dari hasil observasi, tes, dan tindakan. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat dokumen.
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a. Observasi
Observasi atau pengamatan adalah kegiatan yang meliputi pemuatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Jadi observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecapan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Observasi yang dilakukan adalah dengan observasi sistematis.
Observasi sistematis dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan. Pedoman observasi berisi daftar kegiatan yang akan diamati dalam proses observasi. Adapun hal-hal yang diamati antara lain :
1) Kemampuan subjek dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor saat awal dan akhir pembelajaran.
2) Interaksi guru dan siswa saat pembelajaran matematika.
3) Pengaruh penggunaan media ajar dalam pengajaran matematika.
commit to user b. Tes
Menurut Nurkanca dan Sumartana (dalam Suwandi, 2009:39) “tes adalah suatu cara untuk melakukan penilaian yang berbentuk tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa untuk mendapatkan data tentang nilai dan prestasi siswa tersebut yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai kawan-kawannya atau nilai standar yang ditetapkan”.
Jenis-jenis tes terbagi dalam bermacam-macam kriteria menurut Suwandi (2009:40-44), sebagai berikut :
1) Jenis tes menurut individu yang dites. Dibedakan dalam tes individu dan tes kelompok.
2) Jenis tes menurut jawaban. Berdasarkan jawaban yang dikehendaki tes dapat dibedakan dalam tes perbuatan dan tes verbal. Tes perbuatan merupakan tes yang menuntut respon siswa yang berupa tingkah laku dan bertujuan untuk mengukur hal-hal yang berkaitan dengan aspek psikomitor.
3) Jenis tes menurut penyusunnya. Dibedakan dalam dua macam tes yaitu tes buatan guru dan tes standar. Pertama yaitu tes buatan guru adalah tes yang dibuatn guru kelas itu sendiri, yang bertujuan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa mencapai keberhasilan setelah berlangsungnya proses pengajaran yang dikelola oleh guru kelas yang bersangkutan. Yang kedua adalah tes standar yaitu tes yang telah distandarkan dan terbagi dalam tes bakat (aptitude test) dan tes prestasi (achivement test). Tes standar lebih dimaksudkan bahwa tes tersebut dikerjakan oleh semua siswa dengan mengikuti petunjuk yang sama dan dalam batasan waktu yang sama pula.
Ditinjau dari sasaran atau subjek yang akan dievaluasi, maka dipilih tes prestasi atau achivement test. Tes prestasi yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu. Tes prestasi diberikan sesudah subjek yang dievaluasi mempelajari hal-hal sesuai dengan yang akan diteskan. Dalam menggunakan tes, peneliti menggunakan instrumen berupa tes atau soal-soal. Soal tes terdiri dari banyak butir tes/item yang masing-masing mengukur satu jenis variabel.
Bentuk soal yang disusun adalah tes esai dan tes obyektif (pilihan ganda).
Tuckman (dalam Suwandi, 2009:47) menyatakan bahwa “tes esai adalah suatu benutk pertanyaan yang menurut jawaban siswa dalam bentuk uraian dengan cara dan bahasanya sendiri. Sedangkan tes obyektif disebut juga
commit to user
sebagai tes jawaban singkat (short answer test) yang menuntut siswa hanya memberikan jawaban singkat, bahkan hanya dengan memilih kode-kode tertentu yang mewakili alternatif-alternatif jawaban yang telah disediakan seperti model soal obyektif berupa pilihan ganda”.
Instrumen tes yang berupa soal tes adalah alat untuk mengumpulkan data penelitian. Instrumen tes dalam penelitian ini disusun sendiri oleh penulis yang kemudian dikonsultasikan kepada ahli berkaitan dengan materi dan sasaran. Konsultasi kepada ahli mencaup penilaian kelayakan intrumen ahag dapat digunakan untuk pengambilan data. Adapun ahli yang dilibatkan adalah ahli bahasa untuk menilai penggunaan bahasa yang bisa diterima oleh siswa, ahli kontent dalam hal ini ahli di bidang maematika dan ahli psikomeri/pengukuran untuk siswa SDLB C kelas VI.
1) Materi : Pengukuran waktu dengan jam analog/jam dinding
2) Kisi-kisi : Kisi-kisi soal tes didasarkan pada silabus yang digunakan di SLB N Surakarta. Praktiknya, guru dapat mengembangkannya sesuai dengan kreatifitas guru masing-masing dengan menggunakan pendidikan matematika realistik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa dan indikator yang telah dirumuskan.
3) Penilaian/Skoring
Menurut Suryabrata (2004:296) “Penilaian hasil-hasil pendidikan ialah usaha untuk mengetahui (dengan alasan yang bermacam- macam) pada waktu dilakukan penilaian itu sudah sejauh manakah kemajuan anak didik”.
Sistem penilaian pada soal ini adalah:
a) Soal dengan jawaban benar pada romawi I diberi skor 1.
b) Soal dengan jawaban benar pada romawi II diberi skor 2.
c) Tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah.
d) Dihitung dengan rumus : NI = jawaban benar x 1 NII = jawaban benar x 2 e) Nilai akhir maksimal adalah 100
N Akhir = (NI + NII) x 4
commit to user Tabel 3.2 Kisi-Kisi Intrumen
commit to user F. Uji Validitas Data
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:1258), validitas diartikan sebagai sifat benar menurut bahan bukti yang ada, logika berpikir, atau kekuatan hukum yang memiliki sifat kesahihan. Latipun (2004:76, dalam Psikologi Eksperimen) mengatakan “suatu eksperimen dianggap valid jika variabel perlakuan benar-benar mempengaruhi perilaku yang diamati dan akibat- akibat yang terjadi pada variabel terikat tersebut bukan karena variabel lain”.
Suatu alat ukur hasil belajar matematika dikatakan valid apabila alat ukur tersebut benar-benar mengukur hasil belajar matematika. Kesahihan alat ukur/tes menunjuk pada pengertian apdakah tes tersebut dapat mengukur apa yang akan diukur.
Konsep validitas dapa dibedakan atas 3 macam, yaitu content validity (validitas isi), construct validity (validitas konstruk), dan criterion-related validity (validitas berdasar kriteria). Dalam penelitian ini penulis menggunakan validitas isi/content validity untuk menguji kesahihan alat ukur (instrumen).
Menurut Suwandi (2009:53) “Kesahihan isi menunjuk pengertian apakah alat tes itu memiiki kesejajaran (sesuai dengan) tujuan dan deskripsi bahan pelajaran yang diajarkan. Jika butir-butir tes secara jelas dimaksudkan mengukur tujuan (-tujuan) tertentu dan bersifat mewakili bahan yang diajarkan, tes tersebut dikatakan memiliki kesahihan isi”. Validitas isi merupakan validitas yang diperhitumgkan melalui pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional.
Hal ini menunjukkan bahwa alat ukur tersebut harus komprehensif isinya akan tetapi harus pula memuat hanya isi yang relevan dan tidak keluar dari batasan tujuan ukur.
Validasi isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat professional judgment.
Validitas isi terbagi menjadi dua tipe, yaitu face validity (validitas muka), dimana instrumen akan dilakukan justifikasi oleh para ahli. Tipe yang kedua adalah logical validity (validitas logik), dimana instrumen akan dibandingkan dengan kisi-kisi yang ada. Penulis menggunakan kedua tipe dalam validitas isi ini, yaitu berupa face validity (validitas muka) dan logical validity (validitas logik).
commit to user
Adapun ahli yang dilibatkan adalah ahli kontent dalam hal ini ahli di bidang maematika, ahli bahasa untuk menilai penggunaan bahasa yang bisa diterima oleh siswa, dan ahli psikomeri/pengukuran untuk siswa SDLB C kelas VI.
Tabel 3.3 Daftar Validator Penguji Instrumen Tes Mengenal Waktu Dengan Jarum Jam
No Nama Instansi
1 Sutopo, M.Pd Dosen Pendidikan Matematika
FKIP-UNS 2 Dr. Budhi Setiawan, M.Pd
Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
FKIP-UNS
3 Erma Kumala Sari, S.Psi, M.Psi Dosen Pendidikan Luar Biasa FKIP-UNS
G. Analisis Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis visual grafik. Statistik deskriptif digunakan untuk menyajikan data dengan menggambarkan atau mendeskripsikan suatu variabel tanpa menghubungkan dengan variabel lain diluar variabel penelitian.
Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis visual grafik (Visual Analisis of Grafik Data), yaitu dengan cara memplotkan data-data ke dalam grafik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan komponen-komponen pada setiap kondisi (A dan B), dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Analisis Dalam Kondisi
Analisis yang dimaksud adalah data grafik masing masing kondisi, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menentukan panjangnya kondisi. Menurut Juang (2005:96), Panjang kondisi dilihat dari banyaknya data poin atau skor pada setiap kondisi.
Seberapa banyak data poin yang harus ada pada setiap kondisi tergantung pada peningkatan kemampuan mengenal waktu dengan jarum jam pada
commit to user
Rentang Stabilitas = Skor tertinggi x 0,15
X level = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑎𝑠𝑒𝑙𝑖𝑛𝑒 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑠𝑖
fase baseline tanpa pembelajaran matematika realistik dan intervensi dengan pembelajaran matematika realistik. Untuk panjang kondisi pada penelitian ini diperkirakan selama tiga hari, atau tergantung pada data yang diperoleh. Sedangkan pada fase setelah intervensi diperkirakan sekitar lima kali evaluasi, ini juga tergantung pada kondisi data. Jika data yang didapat sudah stabil, maka penelitian ini dapat dihentikan.
b. Menentukan estimasi kecendrungan arah. Kecenderungan arah grafik atau trend menunjukkan perubahan setiap data path (jejak) dari sesi ke sesi. Ada tiga macam kecenderungan arah grafik menurut Juang (2005:94) yaitu : meningkat, mendatar, dan menurun. Mengestimasi kecendrungan arah dapat dilakukan dengan menggunakan metode belah dua (split middle) atau freehand. Dalam penelitian ini dipilih menggunakan metode split middle yaitu dengan cara membagi data pada fase A dan B menjadi dua bagian.
Menentukan estimasi kecenderungan arah :
1) Bagi grafik data baseline dan intervensi menjadi 2 bagian.
2) Bagian kanan dan kiri dibagi menjadi 2 belahan, sehingga tiap fase membentuk 4 belahan pada grafik.
3) Tentukan median masing-masing belahan.
4) Tarik garis sejajar dengan absis yang menghubungkan titik temu antar median.
c. Menentukan kecendrungan stabilitas (Trend Stability). Untuk menentukan kecendrungan kestabilan dapat dihitung dengan langkah- langkah sebagai berikut :
1) Menentukan rentang stabilitas dengan kriteria stabilitas sebesar 15%.
2) Menentukan rentang stabilitas
3) Hitung mean level, dengan rumus :
commit to user 4) Tentukan batas atas
Batas atas = 𝑥 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙 + (𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑡𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠
2 )
5) Tentukan batas bawah
Batas bawah = 𝑥 𝑙𝑒𝑣𝑒𝑙 − (𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑡𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑎𝑠
2 )
6) Menghitung persentase data point pada kondisi baseline (A) yang berada dalam rentang stabilitas
Persentase data point = 𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔
𝑛 𝑝𝑜𝑖𝑛𝑡 𝑥 100
7) Jika persentase stabilitas sebesar 85% - 90% dikatakan stabil, sedangkan dibawah itu dikatakan tidak stabil. Demikian juga dilakukan perhitungan pada fase intervensi dengan rummus yang sama.
d. Menentukan jejak data. Untuk menentukan jejak data hampir sama dengan arah kecendrungan, yaitu dimasukan hasil yang sama seperti kecendrungan arah. Apakah meningkat (+), menurun (-) atau sejajar dengan sumbu X (=).
e. Menentukan level stabilitas dan rentang. Tingkat stabilitas menunjukkan pada besar kecilnya data yang berada pada skala ordinat (sumbu Y).
Terdapat dua jenis level yaitu level stabilitas dan level perubahannya.
Level stabilitas menunjukkan derajat variasi atau besar kecilnya rentang kelompok data tertentu. Kemudian menentukan rentangnya.
f. Perubahan level. Menentukan level perubahan dengan cara : 1) Tandai sesi pertama dan terakhir dalam fase tertentu 2) Hitung selisih sesi pertama dan terakhir
3) Beri tanda (+) jika membaik, (-) jika memburuk, atau (=) jika tidak ada perubahan
Persentase stabilitas = Poin maks – Poin min
commit to user
g. Lakukan penghitungan yang sama pada fase intervensi. Setelah data analisis dalam kondisi didapat maka dimasukkan pada tabel rangkuman hasil visual dalam kondisi.
2. Analisis Antar Kondisi
Untuk memulai menganalisa perubahan data antar kondisi, data yang stabil harus mendahului kondisi yang akan dianalisa. Karena jika data bervariasi (tidak stabil) maka akan mengalami kesulitan untuk menginterpretasi. Disamping aspek stabilitas ada tidaknya pengaruh intervensi terhadap variable terikat juga tergantung pada aspek perubahan level, dan besar kecilnya overlap yang terjadi antara dua kondisi yang dianalisis. Adapun komponen dalam analisis antar kondisi adalah:
a. Menentukan banyaknya variable yang berubah, yaitu dengan menentukan jumlah variabel yang berubah diantara kondisi Baseline dan Intervensi.
b. Menentukan perubahan kecenderungan arah, dengan mengambil data pada analisis dalam kondisi yang berubah diatas.
c. Menentukan perubahan kecenderungan stabilitas, dengan melihat kecendrungan stabilitas pada kondisi A dan B pada rangkuman analisis dalam kondisi.
d. Menentukan level perubahan, yaitu:
1) Melihat nilai terakhir pada kondisi A dan nilai pertama pada kondisi B 2) Mengurangi nilai terbesar dengan nilai terkecil
3) Mencatat apakah perubahan tersebut membaik atau memburuk, dan jika tidak ada perubahan maka ditulis nol
e. Menentukan persentase Overlap data kondisi A dan B dengan rumus:
Semakin kecil persentase Overlap maka semakin baik pengaruh intervensi terhadap target behavior.
Setelah diketahui masing-masing komponen tersebut maka dimasukan dalam table rangkuman hasil analisis antar kondisi.
𝑗𝑚𝑙 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑝𝑜𝑖𝑛𝑡 𝑓𝑎𝑠𝑒 𝐵 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑟𝑒𝑛𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑓𝑎𝑠𝑒 𝐴
𝑛𝐵 𝑥 100
commit to user H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian merupakan tahap-tahap yang harus dilakukan peneliti sejak dari awal hingga akhir penelitian. Prosedur ini disusun sebagai pedoman bagi peneliti sebelum-saat-setelah penelitian dilakukan.
Prosedur penelitian yang dilakukan peneliti adalah sebagi berikut:
1. Tahap Pra Lapangan
Tahap ini kegiatannya adalah merencanakan dan mempersiapkan segala keperluan dalam penelitian. Tahap ini meliputi :
a. Menyusun rancangan penelitian
b. Memilih lapangan dan objek penelitian c. Menguji validitas instrumen penelitian d. Mengurus perizinan
e. Menjajaki dan menilai lapangan serta subjek f. Menyusun PPI
g. Menyiapkan perlengkapan penelitian
2. Tahap Pekerjaan Lapangan/Pelaksanaan Penelitian
Tahap pekerjaan lapangan dilakukan peneliti saat sudah memulai penelitiannya di lapangan. Tahap ini meliputi:
a. Memahami latar penelitian dan persiapan diri b. Memasuki lapangan
c. Mengumpulkan data, pengumpulan data dilakukan dengan penilaian pada fase baseline dan pemberian intervensi.
d. Melakukan review dan pembahasan beragam data yang telah terkumpul..
3. Tahap Analisis Data
Tahap ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan tersebut sesuai dengan yang diharapkan dan yang tidak diperlukan. Data yang dianalisis dalam tahap ini adalah seluruh data yang diperoleh dalam pengumpulan data di lapangan dan merupakan data yang sangat mendukung tujuan penelitian. Analisis data disajikan dalam analisis data visual grafik dalam komdisi dan antar kondisi.
commit to user 4. Tahap Penarikan Kesimpulan
Setelah semua data dianalisis sesuai dengan penelitian dengan subjek tunggal, tahap selanjutnya adalah menarik kesimpulan dari hasil analisis data.
Penarikan kesimpulan tersebut didasarkan pada tujuan penelitian yang didukung oleh data yang valid sehingga data penelitian tersebut dapat dipertanggungjawabkan.
5. Tahap Penulisan
Semua yang diperoleh dari tahap awal hingga kesimpulan ditulis dan dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan membutuhkan.
Bentuk laporan disesuaikan dengan aturan yang sudah ditetapkan.