MODUL AJAR PPKN KELAS VII
PERUMUSAN DAN PENETAPAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Kata Kunci : Perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
Tujuan Pembelajaran : 7.1 Peserta didik menjelaskan, menyajikan laporan, dan menghargai proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
Indikator Capaian Tujuan Pembelajaran : Pertemuan 1
- Megidentifikasi sejarah lahirnya Pembentukan BPUPKI
- Menunjukkan Rumusan Dasar Negara menurut beberapa tokoh
- Menelaah tentang usulan konsep rumusan dasar negara pendapat beberapa tokoh Pemahaman Bermakna
A. Sejarah Pembentukan BPUPKI
Pada tanggal 7 September 1944 di dalam Sidang Istimewa ke-85 Parlemen Jepang di Tokyo, Perdana Menteri Koiso (pengganti Perdana Menteri Tojo) mengumumkan tentang pendirian Pemerintah kerajaan Jepang, bahwa daerah Hindia Timur (Indonesia) diperkenankan merdeka kelak dikemudian hari. Sebenarnya yang menyebabkan dikeluarkan pernyataan tersebut adalah karena semakin terjepitnya Angkatan Perang Jepang. Dalam bulan Juli 1944, Kepulauan Saipan yang letaknya sangat dekat dengan kepulauan Jepang jatuh ke tangan Amerika, yang menimbulkan keguncangan dalam masyarakat Jepang.
Situasi Jepang semakin memburuk di dalam bulan Agustus 1944. Terbukti bahwa moril masyarakat mulai mundur, produksi perang merosot, yang mengakibatkan kurangnya persediaan senjata dan amunisi, ditambah dengan timbulnya soal-soal logistik karena hilangnya sejumlah besar kapal angkut dan kapal perang.
Untuk memenuhi janjinya, Jepang membentuk BPUPKI yang dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. BPUPKI merupakan singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. BPUPKI dibentuk pada tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI bertugas menyelidiki kesiapan bangsa Indonesia dalam menyongsong kemerdekaan dan membentuk pemerintahan sendiri. Kepengurusan BPUPKI dilantik pada tanggal 28 Mei 1945 oleh Letnan Jenderal Kumakici Harada di gedung Cuo Sangi In di Jalan Pejambon, Jakarta. Jepang menunjuk dr.Radjiman Wedyodiningrat sebagai ketua BPUPKI.
Adapun wakil ketuanya adalah R.P. Soeroso dan seorang Jepang bernama Ichibangase Yosio. Anggota BPUPKI berjumlah 67 orang terdiri atas 60 orang Indonesia yang mewakili hampir seluruh wilayah
No Komponen Deskripsi/Keterangan
1. Identitas Sekolah
Nama Penyusun Sigid Purwo Nugroho, S.H Nama Institusi SMPN Satu Atap Cibulan Jenjang Sekolah SMP
Kelas / Fase VII / D
Alokasi aktu 240 Menit 3x Pertemuan (6 JP) Profil Pelajar Pancasila Bernalar Kritis
Elemen Mapel Pancasila
Indonesia ditambah 7 orang Jepang tanpa hak suara. Tokoh Indonesia yang menjadi anggota BPUPKI antara lain Ir.Soekarno, Drs.Moh.Hatta, Ki Hajar Dewantara, K.K Mas Mansyur, K.H Wahid Hasyim, K.H Agus Salim, Soepomo, dan Muh. Yamin. Pembentukan BPUPKI inilah yang menjadi awal lahirnya Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
Setelah terbentuk, BPUPKI mengadakan dua kali sidang, yaitu sidang I dan II. Sidang I BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945. Pada sidang I ini dibahas tentang Dasar Negara. Sidang II BPUPKI dilaksanakan pada tanggal 10 – 17 Juli 1945. Pada sidang II ini dibahas tentang rancangan Undang-Undang Dasar.
B. Rumusan Dasar Negara pendapat beberapa tokoh
Perumusan dasar negara dibahas pada sidang pertama BPUPKI ( 29 Mei – 1 Juni 1945). Ketua BPUPKI dr.K.R.T Radjiman Wedyodiningrat pada awal sidang pertama, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu dasar Negara. Untuk menjawab permintaan ketua BPUPKI, beberapa tokoh pendiri Negara mengusulkan rumusan dasar Negara. Usulan mengenai dasar Indonesia merdeka dalam sidang pertama BPUPKI secara berurutan dikemukakan oleh Muhammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno. Pembahasan mengenai dasar negara kemudian dilanjutkan dalam tim kecil yang dibentuk BPUPKI.
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik menjelaskan, menyajikan laporan, dan menghargai proses perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
Kata Kunci : Perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara Model Pembelajaran : Discovery Learning
Asesmen : Penilaian Perseorangan dan Kelompok Deskripsi Umum Pembelajaran
Moda pembelajaran yaitu Tatap Muka dan Daring ( Moda Kombinasi ) Pertemuan 2 :
- Peserta didik menampilkan presentasi tentang usulan konsep rumusan dasar negara pendapat beberapa tokoh , peserta didik lain menyimak ditampilkan teman sebayanya
- Peserta didik melaksanakan tanya jawab mengenai Rumusan Dasar Negara pendapat beberapa tokoh .
- Peserta didik mengamati dan mengidentifikasi biografi tokoh Panitia sembilan dari berbagai sumber.
- Peserta didik mengerjakan tugas secara mandiri mengisi format identifikasi tokoh-tokoh Panitia Sembilan
- Peserta didik mengemukakan pendapat mengenai Perumusan Dasar Negara oleh Panitia Sembilan
- Penilaian sikap peserta didik dapat diamati saat kegiatan tanya jawab bagi peserta didik yang moda tatap muka dan bagi peserta didik yang melaksanakan moda daring dapat dilihat saat menyampaikan pendapat
- Pereta didik mempelajari Penetapan Pancasila sebagai dasar Negara untuk pertemuan berikutnya.
Materi Ajar dan Bahan Ajar
1. Biografi Tokoh Panitia Sembilan dan Tokoh Pengusul Dasar Negara 2. Perumusan Dasar Negara oleh Panitia Sembilan
Alat dan Bahan Ajar :
a. Video/foto tokoh pengusul Dasar negara dan Panitia Sembilan b. Buku/artikel kisah tokoh inspiratif
c. Perlengkapan untuk bermain peran Sarana dan Prasarana
a. Ruang kelas dengan pengaturan tempat untuk bermain peran b. Laptop
c. Infocus
Pemahaman Bermakna
Rumusan Dasar Negara
Dasar negara merupakan pondasi berdirinya sebuah negara. Ibarat sebuah bangunan, tanpapondasi yang kuat tentu tidak akan berdiri dengan kokoh. Oleh karena itu, dasar negara sebagai pondasi harus disusun sekuat mungkin sebelum suatu negara berdiri. Ketua BPUPKI dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat pada pidato awal sidang pertama, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu dasar negara. Untuk menjawab permintaan Ketua BPUPKI, beberapa tokoh pendiri Negara mengusulkan rumusan dasar negara. Rumusan yang diusulkan memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Namun demikian, rumusan-rumusan tersebut memiliki persamaan dari segi materi dan semangat yang menjiwainya. Pandangan para pendiri negara tentang rumusan dasar negara disampaikan berdasarkan sejarah perjuangan bangsa dan dengan melihat pengalaman bangsa lain. Meskipun diilhami oleh gagasan- gagasan besar dunia, tetapi tetap berakar pada kepribadian dan gagasan besar dari bangsa Indonesia sendiri.
Pertanyaan Pemantik :
- Masa pendudukan Jepang pada 1942 sampai 1945 menjadi catatan sejarah kelam dalam perjuangan bangsa Indonesia. Ironisnya, di awal kedatangannya, Jepang disambut gembira oleh rakyat Indonesia. Mengapa demikian, jelaskan ?
Jawab :
...
Indikator Capaian Tujuan Pembelajaran : Pertemuan 3
- Keterampilan menyajikan hasil identifikasi Biografi Tokoh Panitia Sembilan dan Tokoh Pengusul Dasar Negara
- Menceritakan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara hasil Sidang PPKI yang pertama
- Menyimpulkan komitmen para tokoh perumus negara dalam Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara
Materi Ajar dan Bahan Ajar
- Biografi Tokoh Panitia Sembilan dan Tokoh Pengusul Dasar Negara - Perumusan Dasar Negara oleh Panitia Sembilan
Alat dan Bahan Ajar :
- Video/foto tokoh pengusul Dasar negara dan Panitia Sembilan - Buku/artikel kisah tokoh inspiratif
Perlengkapan untuk bermain peran Sarana dan Prasarana
a. Ruang kelas dengan pengaturan tempat untuk bermain peran b. Laptop
c. Infocus
Pemahaman Bermakna
Rumusan Dasar Negara
Dasar negara merupakan pondasi berdirinya sebuah negara. Ibarat sebuah bangunan, tanpapondasi yang kuat tentu tidak akan berdiri dengan kokoh. Oleh karena itu, dasar negara sebagai pondasi harus disusun sekuat mungkin sebelum suatu negara berdiri. Ketua BPUPKI dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat pada pidato awal sidang pertama, menyatakan bahwa untuk mendirikan Indonesia merdeka diperlukan suatu dasar negara. Untuk menjawab permintaan Ketua BPUPKI, beberapa tokoh pendiri negara mengusulkan rumusan dasar negara. Rumusan yang diusulkan memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Namun demikian, rumusan-rumusan tersebut memiliki persamaan dari segi materi dan semangat yang menjiwainya. Pandangan para pendiri negara tentang rumusan dasar negara disampaikan berdasarkan sejarah perjuangan bangsa dan dengan melihat pengalaman bangsa lain. Meskipun diilhami oleh gagasan- gagasan besar dunia, tetapi tetap berakar pada kepribadian dan gagasan besar dari bangsa Indonesia sendiri.
Pertanyaan Pemantik :
Masa pendudukan Jepang pada 1942 sampai 1945 menjadi catatan sejarah kelam dalam perjuangan bangsa Indonesia. Ironisnya, di awal kedatangannya, Jepang disambut gembira oleh rakyat Indonesia.
Mengapa demikian, jelaskan ? Jawab :
...
Asesmen Jenis Asessmen :
1. Asesmen diagnostik non kognitif dilakukan sebelum pembelajaran melaluisurvey pada aplikasi google formulir.Diberikan pada siswa untuk mengetahui:
a. Kesejahteraan psikologi dan emosional siswa b. Aktivitas siswa selama belajar di rumah c. Kondisi keluarga siswa
Pertanyaan 1) Nama
2) Alamat rumah dan tinggal bersama siapa?
3) Jam berapa kalian mengerjakan tugas di rumah?
4) Apakah kondisi lingkungan kalian mendukung untuk mengikuti pembelajaran daring?
5) Apakah fasilitas belajar dirumah memadai? (memiliki handphone sendiri, terisi kuota, dll) 2. Asesmen Formatif
Keaktifan siswa dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru.
Pengayaan dan Remedial
Bagi peserta didik yang sudah mampu memahami latar sejarah kelahiran Pancasila dari masa ke masa, dari masa sejarah awal, zaman kerajaan Nusantara, zaman penjajahan, hingga zaman kebangkitan
nasional sebelum merdekaakan mengikuti pengayaan, sedangkan yang belum mencapai tujuan pembelajaran akan dibimbing oleh tutor sebaya.
Refleksi Peserta Didik dan Guru
o Refleksi peserta didik Peserta didik mengevaluasi pengalaman belajar yang telah dilakukan, apa yang diketahui, masalah apa yang muncul dan bagaimana upaya mengatasinya.
o Refleksi Guru Sejauh mana proses belajar mencapai tujuan, apakah semua peserta didik terlibat dalam kegiatan diskusi, apa yang bisa dilakukan untuk membuat peserta didik aktif.