• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

25 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini mengambil objek Proyek Pembangunan Pasar Pon Trenggalek yang terletak di Jl. Dewi sartika, Sawahan, Sumbergedong, Kec.

Treenggalek, Kab. Trenggalek.

Gambar 3. 1 Lokasi Penelitian (Sumber : earth.google.com) 3.2 Prosedur Penelitian

Penelitian ini dapat dipaparkan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Survei pendahuluan penetapan sasaran studi 2. Identifikasi masalah dan identifikasi variabel

3. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dengan tujuan mencari jumlah responden dalam tiap patokan serta data sekunder dengan perolehan dari proyek.

4. Uji coba kuesioner untuk melihat validitas dan reliabilitas, dan juga uji asumsi klasik.

5. Data primer dianalisa menggunakan software SPSS yaitu dengan uji validitas dan reabilitas.

6. Hasil dari analisis data kemudian disajikan dalam bentuk persentase.

(2)

Tabel 3. 1 Diagram Alur

(3)

27

3.3 Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dicoba dengan metode tanya jawab serta penyebaran kuesioner dalam hal SMK3 serta kasus K3 yang ada di lapangan.

Sumber data yang didapat terdiri dalam 2 bagian ialah:

1. Data Primer

“Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti dari sumber asli (langsung dari informan) yang memiliki informasi atau data tersebut”. (Idrus, 2009) Data primer didapat dengan metode penyebaran kuesioner. Kuesioner merupakan suatu set pertanyaan yang dengan cara masuk akal berkaitan dengan permasalahan penelitian serta masing- masing pertanyaan ialah jawaban- jawaban yang memiliki arti. Bentuk kuesioner dibagi dalam 3 bagian:

a. Profil responden, berisikan informasi mengenai identitas dari pengisi kuesioner seperti biodata responden dan jabatan yang sedang dijabat.

b. Petunjuk Pengisian Kuesioner, instruksi dalam pengisian kuesioner supaya responden tidak salah dalam mengisi kuesioner yang diberikan c. Kuesioner, berisikan pertanyaan yang bersifat tertutup agar dapat mempermudah responden dalam pengisian sehingga menghasilkan jawaban yang diharapkan oleh peneliti.

2. Data Sekunder

“Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua (bukan orang pertama, bukan asli) yang memiliki informasi atau data tersebut”.

(Idrus, 2009). Data sekunder boleh diambil dari bahan bacaan, buku, referensi, dan informasi-informasi yang terlibat juga dalam tema penelitian.

(4)

3.4 Pengolahan Data

3.4.1 Uji Validitas dan Reliabilitas menggunakan SPSS (Statistical Package for Social Science)

a. Uji Validitas

Validitas merupakan sesuatu dimensi yang membuktikan tingkatan kevalidan ataupun keabsahan sesuatu instrumen. Sebuah instrumen yang asi memiliki keabsahan besar, kebalikannya instrumen yang kurang valid memiliki daya produksi kecil. Suatu instrumen dibilang valid bila sanggup mengukur apa yang diharapkan. Cara menguji validitas adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan dengan cara operasional rancangan yang hendak diukur, ialah dengan mencari arti serta merumuskan tentang rancangan yang hendak diukur yang sudah ditulis para pakar dalam kesusastraan,( 2) jika andaikan tidak ditemui dalam kesusastraan hingga buat lebih mematangkan arti serta kesimpulan itu periset wajib mendiskusikannya dengan para pakar.( 3) bertanya langsung pada calon responden riset hal aspek- pandangan rancangan yang hendak diukur. Dari balasan yang didapat periset bisa membuat kerangka rancangan serta setelah itu menata persoalan yang operasional.

2. Melaksanakan percobaan rasio pengukuran yang diperoleh dari tahap awal pada beberapa responden. Responden dimohon agar menanggapi apakah mereka sepakat ataupun tidak sepakat dari tiap- tiap persoalan.

Amat dianjurkan supaya jumlah responden untuk percobaan, minimun 30 orang supaya penyaluran angka( nilai) hendak lebih mendekati kurve yang normal.

3. Membuat tabel sebagai tabulasi dari jawaban yang diperoleh

4. Korelasi dihitung dari nilai masing-masing pertanyaan yang sudah didapatkan jawabannya dengan nilai total menggunakan rumus korelasi product moment.

(5)

29

Adapun rumusnya adalah:

Keterangan :

r : koefisien korelasi

Y : produktivitas pekerja Xi : elemen variabel bebas n : jumlah data

( Masri Singarimbun, 1987 : 124 – 137 )

b. Uji Reliabilitas

Pengukuran reliabilitas merupakan pengukuran mengenai kemantapan serta konsintensi dari perlengkapan pengukuran. Reliabilitas membuktikan pada satu penafsiran kalau suatu instrumen cukup bisa diyakini agar bisa dipakai selaku pengumpul informasi sebab instrumen itu telah baik. Instrumen reliabel sesungguhnya yang memiliki maksud apabila instrumen itu lumayan bagus alhasil sanggup mengatakan informasi yang dapat diyakini.

1.4.2 Analisa Data Kuantitaif

Analisa kuantitatif ialah tata cara analisa dengan angka- angka yang bisa dihitung ataupun diukur. Analisa kuantitatif dipakai agar berspekulasi bagaimana besarnya akibat dengan cara kuantitatif dari sesuatu pergantian ataupun peristiwa. Maksudnya, analisa ini bisa dipakai buat mengenali seberapa besar akibat variabel X kepada Y.

(6)

1.4.3 Analisis Metode Pembobotan (Scoring) / Skala Likert

Tata cara yang dipakai mengukur tingkatan kesuksesan aplikasi SMK3 proyek kepada penerapan proyek pembangunan pasar Pon Trenggalek ialah dengan memakai metode Pembobotan( Scoring). Dari informasi kuesioner yang kemudian diperoleh, hingga bisa didetetapkan jumlah angka kriterium dengan Skala Likert ialah :

Jumlah Skor kriterium:

skor item x jumlah responden (1)

Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) dari responden dapat diukur kefektifannya dan apakah efisien dengan:

. 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉𝒔𝒌𝒐𝒓𝒉𝒂𝒔𝒊𝒍𝒑𝒆𝒏𝒈𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍𝒂𝒏𝒅𝒂𝒕𝒂

x 100% (2) ...

𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉𝒔𝒌𝒐𝒓𝒕𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒊

Informasi yang telah diterima setelah itu diolah dengan tata cara pembobotan( scoring) ialah dengan metode rerata yang bersumber pada skoring tiap balasan dari responden. Pembobotan( Scoring) ialah metode pengumpulan ketetapan pada sesuatu cara yang mengaitkan bermacam penanda dengan cara bersama- sama dengan metode memberbobot pada tiap- tiap penanda itu. Angka merupakan hasil profesi menyekor( membagikan nilai) yang didapat dari angka- angka dari tiap pernyataan yang sudah dijawab oleh responden dengan betul, dengan memikirkan bobotnya. Persoalan pada kuesioner disebarkan jadi penanda yang dipakai buat mengenali aplikasi SMK3. Penanda ini diberi bobot yang nilainya didetetapkan bersumber pada hasil kumpulan informasi kuesioner yang sudah direkapitulasi tadinya dan berdasarkan hasil tanya jawab serta pemantauan.

(7)

31

3.4.4 Pengujian Hipotesis

Analisa regresi dipakai dengan tujuan mengetahui besarnya akibat dengan cara kuantitatif dari sesuatu pergantian( variabel X) kepada peristiwa(

variabel Y). Pada umumnya analisa regresi linear sebagai berikut:

Y = a + bX Keterangan:

Y = Tingkat nilai dari kecelakaan kerja

X = Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja a = konstanta (nilai Y jika X = 0)

b = koefisien regresi

Bersumber pada persamaan regresi diatas, hingga untuk menemukan kejelasan dari setiap variabel dicoba uji hipotesa dengan memakai Uji F. Uji F dipakai dengan tujuan mengenali apakah variabel bebasnya mempengaruhi dengan cara simultan ataupun bersama- sama kepada variabel terikatnya. Uji F dalam riset ini dipakai dengan tujuan mengenali akibat sistem manajemen keselamatan serta kesehatan kerja dengan cara totalitas( simultan) kepada kecelakaan kerja.

Setelah itu, memakai Uji t( percobaan parsial). Uji t dipakai dengan tujuan mengenali apakah variabel bebasnya mempengaruhi dengan siginifikan terhadap variabel terikatnya. Uji t dalam riset ini dipakai buat mengenali akibat sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan cara perseorangan, dan dengan tujuan mencoba mencari dominasi pengaruh akibat variabel tingkatan kecelakaan kerja.

Keterangan:

H0 : Variabel X terhadap variabel Y tidak terdapat pengaruh H1 : Variabel X terhadap variabel Y terdapat pengaruh

(8)

1.5 Variabel penelitian

variabel penelitian ialah sesuatu ciri ataupun karakter ataupun angka dari orang, subjek ataupun sesuatu aktivitas yang memiliki alterasi khusus yang sudah diresmikan oleh periset dengan tujuan dipelajari yang hasilnya bisa ditarik akhirnya. Variabel ini bisa dibedakan jadi 2 tipe, ialah:

a. Variabel Independen (bebas), variabel yang pengaruhi ataupun yang menjadi alasan pergantian ataupun munculnya variabel dependen (terikat).

b. Variabel Dependen (terikat), variabel yang dipengaruhi ataupun yang jadi dampak sebab terdapatnya variabel bebas

No Nomor Variabel Variabel

1 X1 Pelatihan/Kebijakan

2 X2 Lingkungan

3 X3 Tenaga Kerja

4 Y Kecelakaan Kerja

1.6 Instrumen Penelitian

Pengertian dari Instrumen penelitian ialah suatu perlengkapan yang bisa menolong periset dengan tujuan mengakulasi data yang diperlakukan. Perihal ini dicoba buat memudahkan periset dalam melaksanakan riset.

(9)

33

No Jenis Metode Jenis Instrumen

1 Angket (questionare)

a. Angket b. Skala c. Inventori

2 Wawancara (interview) a. Pedoman wawancara b. Daftar cocok

3 Pengamatan (observe)

a. Lembar pengamatan b. Panduan pengamatan c. Panduan observasi

4 Dokumentasi a. Gambar

b. Tabel

Sumber: Drs. Riduwan, MBA, “Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian”, Alfabeta, Bandung, 2007

3.7 Hasil Analisis Data

Hasil analisa informasi bersumber pada umumnya untuk tiap persentase yang terdapat dalam 3 variabel aplikasi SMK3L itu yang telah didapat dari hasil penilaian, alhasil memperoleh kesimpulan dengan tujuan tingkatan pendapatan kesuksesan aplikasi SMK3L di sebuah proyek pembangunan pasar Pon Trenggalek ini berdasarkan determinasi angka kesuksesan yang tercatat dalam PP Nomor. 50 Tahun 2012. Kesuksesan aplikasi Sistem Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja dan lingkungan(

SMK3L) di tempat kerja bisa diukur dalam PP Nomor. 50 Tahun 2012, sebagai berikut:

1. “Tingkat penilaian penerapan kurang, apabila tingkat pencapaian penerapan sebesar 0 – 59%”;

2. “Tingkat penilaian penerapan baik, apabila tingkat pencapaian penerapan sebesar 60 – 84%”;

3. “Tingkat penilaian penerapan memuaskan, apabila tingkat pencapaian penerapan sebesar 85%-100%” .

Referensi

Dokumen terkait

Survei juga membantu peneliti menjawab tiga jenis pertanyaan, antara lain, pertanyaan deskriptif seperti persentase, pertanyaan mengenai hubungan antar variabel,

R 2 sama dengan 0, maka tidak ada sedikitpun persentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen, sebaliknya R 2 sama

(2014) menyatakan bahwa SEM dapat diartikan sebagai teknik yang memungkinkan terciptanya hubungan terpisah untuk tiap set variabel indpenden. Pada penelitian ini, peneliti

Dalam kisi-kisi itu terdapat variabel yang diteliti, indikator sebagai tolok ukur dan nomor butir (item) pertanyaan atau pernyataan yang telah dijabarkan dari

Hasil dari pengolahan statistik deskriptif menunjukkan informasi berupa nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang

Pengukuran variabel-variabel yang terdapat dalam model analisis penelitian ini bersumber dari jawaban atas pernyataan yang terdapat dalam angket.Karena jawaban

Analisa Kebutuhan Tahapan analisis kebutuhan sistem yaitu mempelajari dan mengetahui apa yang akan dikerjakan sistem yang lama pada SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, setelah didapat data

Review TI a Identifikasi infrastruktur teknologi informasi Identifikasi infrastruktur teknologi informasi didapat dengan melakukan wawancara dengan pihak terkait yang menangani atau