• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah maka konsekuensi logis sebuah kebijakan desentralisasi adalah penyerahan kewenangan Pemerintah kepada Pemerintah Daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Dengan adanya kewenangan tersebut akan memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah dalam membuat kebijakan dalam rangka memaksimalkan pelayanan, meningkatkan peran serta dan prakarsa dalam pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan pada era desentralisasi (otonomi daerah) telah memberikan harapan besar terhadap upaya peningkatan kemandirian daerah yang berimplikasi pada pelaksanaan pelayanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Agar Pemerintah Daerah Dapat mandiri dan mensejahterakan masyarakatnya, maka pemerintah daerah di tuntut untuk lebih profesional dalam melakukan pengelolaan terhadap seluruh sumberdaya yang dimilikinya, serta mampu melakukan percepatan dalam rangka mendorong peningkatan pelaksanaan di seluruh aspek, melalui kebijakan-kebijakan yang kreatif dan inovatif yang disesuaikan dengan karakteristik, kemauan serta kearifan lokal di daerahnya masing-masing.

Inovasi daerah adalah semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 diatur secara tegas tentang inovasi daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Selain itu untuk mempercepat implementasi inovasi daerah pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah dan juga Permendagri Nomor 104 tahun 2018. Merujuk pada PP No 38 Tahun 2017, bentuk inovasi daerah meliputi: inovasi tata kelola pemerintahan

(3)

daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi lainnya yang menjadi kewenangan daerah.

Berdasarkan hal tersebut maka Kementerian Dalam Negeri mewajibkan setiap pemerintah daerah untuk melaporkan implementasi inovasi daerah yang telah dilaksanakan yang selanjutnya akan dinilai dan disusun peringkat daerah inovatif. Merujuk pada apa yang dilakukan Kementrian dalam Negeri maka sebagai wujud menumbuh kembangkan semangat berinovasi dalam pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Wonogiri maka diselenggarakan Wonogiri Innovation Awards.

Inovasi daerah dapat memperkuat Kemandirian Daerah. Di tengah keterbatasan sumber daya, daerah harus kreatif dan inovatif dalam menyediakan pelayanan publik dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah yang mandiri, pasti akan lebih survive. Tanpa inovasi, daerah akan tertinggal. Melalui inovasi daerah dapat membangun Citra Positif Pemerintah Daerah. Kesungguhan dan kerja keras Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat melalui kreativitas dan inovasi, akan meningkatkan kepercayaan dan dukungan masyarakat serta terbentuk Citra Positif pemerintah daerah di hati rakyat. Melalui inovasi dapat mendorong Peningkatan Kinerja Pemerintah Daerah untuk melakukan kreativitas dan inovasi serta berkinerja lebih baik demi kesejahteraan masyarakatnya.

B. Dasar Pelaksanaan

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005-2025;

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 tahun 2018 tentang Pengukuran, Penilaian, dan Pemberian Penghargaan dan atau Insentif Inovasi Daerah;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah;

6. Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 109 tahun 2018 tentang Inovasi daerah;

(4)

7. Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2022;

8. Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 84 Tahun 2021 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Wonogiri Tahun 2022.

C. Maksud dan Tujuan Maksud :

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi dalam dalam penyelenggaraan pemerintahan sampai pada tataran pemerintahan terbawah (desa) baik berupa inovasi tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik dan inovasi lainnya.

Tujuan :

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

1. Memacu dan memotivasi penyelenggara pemerintahan untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas dalam pelayanan masyarakat;

2. Inventarisasi inovasi yang telah diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan;

3. Memberikan penghargaan kepada penyelenggaran pemerintahan daerah maupun masyarakat dalam upaya peningkatan pelayanan publik, peningkatan pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan daya saing daerah.

(5)

BAB II

RUANG LINGKUP KEGIATAN, PESERTA, DAN PENGHARGAAN

A. Ruang Lingkup Kegiatan 1. Persyaratan Inovasi

a. Pengisian data indeks inovasi daerah disertai data dukung yang diperlukan dalam penilaian;

b. Inovasi yang dikirimkan tidak boleh sama, yang akan diinput adalah peserta yang lebih dulu mengumpulkan inovasi. Peserta yang tidak mengumpulkan inovasi akan disampaikan/dilaporkan kepada kepala daerah;

c. Inovasi yang dikirim merupakan inovasi yang telah dilaksanakan /diterapkan maksimal selama 2 (dua) tahun, yakni dari tahun 2021 hingga 2022;

d. Disarankan dapat mengirimkan lebih dari 1 inovasi (tidak terbatas), bobot point dari setiap indikator inovasi akan diakumulasikan;

e. Memberikan dampak/manfaat bagi daerah dan masyarakat serta bersifat berkelanjutan;

f. Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah, dengan spesifikasi teknis sebagai berikut:

- Data dukung berupa Link youtube Video/google drive dengan format video MP4 dan durasi maksimal 5 menit;

- Video memvisualisasikan 5 substansi yaitu Latar Belakang Inovasi, Penjaringan Ide, Pemilihan Ide, Manfaat Inovasi dan Dampak Inovasi.

2. Bentuk Inovasi

Bentuk inovasi daerah yang dinilai terdiri dari:

a. Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah

Inovasi tata kelola Pemerintah Daerah merupakan inovasi dalam pelaksanaan manajemen Pemerintah Daerah yang meliputi penataan tata laksana internal dalam pelaksanaan fungsi manajemen dan pengelolaan

(6)

b. Inovasi Pelayanan Publik

Inovasi Pelayanan Publik merupakan inovasi dalam penyediaan layanan kepada masyarakat yang meliputi proses pemberian layanan barang/jasa publik, serta inovasi jenis dan bentuk barang/jasa publik, yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat seperti: inovasi dalam pelayanan perizinan, inovasi dalam pelayanan kesehatan, inovasi dalam pelayanan pendidikan dan lain sebagainya;

c. Inovasi Daerah lainnya sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

Inovasi Daerah lainnya sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah adalah segala bentuk inovasi daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintah yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah, seperti: inovasi dalam bidang urusan pekerjaan umum, inovasi dalam bidang urusan lingkungan hidup dan lain sebagainya.

3. Kriteria Inovasi Daerah

Kriteria inovasi daerah yang dapat diusulkan sebagai berikut:

a. Mengandung Pembahasan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi

Inovasi daerah yang diusulkan harus “mengandung unsur pembaharuan seluruh atau sebagian” artinya bahwa rancang bangun dalam inovasi tersebut seluruhnya atau sebagian berbeda dengan rancang bangun yang telah ada.

b. Memberikan manfaat bagi daerah dan/atau masyarakat

Inovasi daerah yang telah berhasil dilakukan diharapkan “memberi manfaat bagi Daerah dan/atau masyarakat antara lain menambah Pendapatan Asli Daerah, menghemat belanja Daerah, meningkatkan capaian kinerja Pemerintah Daerah, dan meningkatkan mutu pelayanan publik dan/atau ditujukan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.

c. Tidak mengakibatkan pembebanan dan/atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”

artinya bahwa inovasi daerah dimaksud:

(7)

- Tidak menimbulkan pungutan dan/atau kewajiban lainnya bagi warga negara yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, misalnya menetapkan pajak atau retribusi Daerah dan

- Tidak membatasi akses warga negara untuk mendapat pelayanan atau menggunakan hak-haknya sebagai warga negara, misalnya menambah persyaratan untuk memperoleh kartu tanda penduduk yang mengakibatkan sebagian warga negara tidak dapat memenuhinya.

d. Merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

Artinya bahwa program/kegiatan inovasi daerah yang dilakukan oleh pemerintah daerah masih dalam koridor yang “merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah” baik kewenangan Provinsi, Kabupaten/Kota sebagaimana diatur dalam Lampiran UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sehingga program/kegiatan inovasi daerah itu memiliki unsur keberlanjutan, yang berlangsung dalam jangka waktu panjang dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara berkesinambungan.

e. Dapat direplikasi

Inovasi daerah yang telah berhasil dilakukan dapat direplikasi di daerah lain melalui tahapan prosedur dan mekanisme tertentu dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik wilayah, sosiologis dan kebudayaan, serta potensi daerah yang akan mereplikasi inovasi daerah.

4. Jenis Inovasi a. Inovasi Digital

Inovasi yang diselenggarakan dengan memanfaatkan platform dunia maya atau menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai alat bagi perluasan jangkauan layanan pemerintahan kepada khalayak secara luas;

(8)

b. Inovasi Non digital

Inovasi yang diselenggarakan dengan memanfaatkan alat bantu manual yang disertai dengan Standard Operational Procedure dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan.

B. PESERTA

Kegiatan Wonogiri Innovation Awards terdiri dari 7 kategori, yaitu:

1. Kategori OPD (Bagian Setda, Sekretariat DPRD, Inspektorat, Badan, Dinas, Kantor, RSUD, dan Satpol PP);

2. Kategori Kecamatan;

3. Kategori Korwil Bidang Pendidikan;

4. Kategori UPT Puskesmas;

5. Kategori BUMD;

6. Kategori Pelajar (SMA,SMK dan SMP);

7. Kategori Desa/Kelurahan;

C. PENGHARGAAN

Pemenang WIA dan KRENOVA Tahun 2022 ditetapkan dengan Keputusan Bupati Wonogiri, dengan Kategori :

1. Pemenang OPD;

2. Pemenang Kecamatan;

3. Pemenang UPT Puskesmas;

4. Pemenang Korwil Bidang Pendidikan;

5. Pemenang BUMD;

6. Pemenang Desa/Kelurahan;

7. Pemenang dan Sekolah/ Pelajar (KIR SMA/SMK dan SMP).

Pemenang inovasi akan diundang Bupati Wonogiri untuk menerima penghargaan Wonogiri Innovation Awards Tahun 2022 dalam acara pemberian penghargaan “WIA (Wonogiri Innovation Awards) dan KRENOVA Tahun 2022”.

(9)

BAB III

MEKANISME PELAKSANAAN, SISTEMATIKA PENULISAN, KLASIFIKASI, JADWAL KEGIATAN

A. Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan

Tahapan kegiatan Wonogiri Innovation Awards sebagai berikut:

1. Sosialisasi kepada OPD, UPT, BUMD, Masyarakat (kecamatan/pendamping desa) dan Sekolah/ Pelajar (KIR SMA/SMK dan SMP);

2. Pengisian Form Data Wonogiri Innovation Awards (WIA) beserta data dukungnya melalui web:https://gerbangindah.wonogirikab.go.id/

3. Form Data Wonogiri Innovation Awards (WIA) yang telah diisi tersebut selanjutnya dilaksanakan verifikasi awal dan verifikasi akhir oleh Tim Independen yang ditunjuk dari Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri sebagai juri dan tim penilai (indikator penilaian dan bobot nilai setiap indikator terlampir);

4. Selanjutnya dari masing – masing kategori untuk dilakukan verifikasi dan validasi lapangan terkait pelaksanaan inovasi daerah (bila diperlukan);

5. Penilaian akhir, dengan menggabungkan antara hasil pengisian data secara elektronik dengan hasil verifikasi lapangan dan/ atau presentasi nominator 7 besar;

6. Diambil 3 pemenang (peringkat I, II, dan III) dari masing – masing kategori yang akan memperoleh trofi, piagam penghargaan, dan uang pengembangan inovasi;

7. Hasil penilaian Wonogiri Innovation Awards akan dituangkan kedalam Keputusan Bupati Wonogiri;

8. Bagi instansi yang tidak melaporkan pengisian/ input akan dinyatakan disclaimer dan selanjutnya akan dilakukan pembinaan lebih lanjut.

(10)

B. Sistematika Penulisan Profil Inovasi Daerah Sistematika penulisan profil inovasi terdiri dari:

1. Input Profil Inovasi Satuan Daerah a. Nama Inovasi Daerah

b. Tahapan Inovasi:

- Inisiatif - Uji Coba - Penerapan

c. Inisiator Inovasi Daerah:

- Kepala Daerah - Anggota DPRD - OPD

- ASN

- Desa/Kelurahan - Masyarakat d. Jenis Inovasi:

- Digital - Non Digital

e. Bentuk Inovasi Daerah - None

- Inovasi Daerah Lainnya Sesuai dengan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah

- Inovasi Pelayanan Publik

- Inovasi Tata Kelola Pemerintahan Daerah f. Urusan Inovasi Daerah

g. Waktu Uji Coba Inovasi Daerah h. Waktu Implementasi Inovasi Daerah

i. Rancang Bangun dan Pokok Perubahan yang dilakukan (minimal 300 kata) j. Tujuan Inovasi Daerah

k. Manfaat yang diperoleh l. Hasil Inovasi

m. Anggaran (jika ada)

(11)

n. Profil Bisnis (jika ada)

2. Indikator dan data dukung Inovasi a. Regulasi Inovasi Daerah

b. Ketersediaan SDM c. Dukungan Anggaran d. Penggunaan IT e. Bintek Inovasi

f. Program dan Kegiatan Inovasi OPD dalam Renstra g. Tingkat Partisipasi stakeholder

h. Pengelola Inovasi Daerah i. Kecepatan Inovasi

j. Pedoman teknis

k. Ketersediaan layanan informasi l. Kemudahan informasi layanan

m. Kemudahan Proses Inovasi yang dihasilkan n. Penyelesaian layanan Pengaduan

o. Online Sistem p. Replikasi

q. Jejaring Inovasi r. Sosialisasi Inovasi s. Kemanfaatan Inovasi

t. Tingkat Kepuasan Penggunaan Inovasi Daerah u. Kualitas Inovasi Daerah

C. Klasifikasi/Predikat :

1. Sangat inovatif : > 420 2. Inovatif : 210 - 419 3. Cukup inovatif : 140 – 209 4. Kurang Inovatif : 63 - 139 5. Tidak inovatif : < 62

6. Tidak Inovatif : 0 (Input Profil Inovasi)

(12)

D. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

JADWAL KEGIATAN WONOGIRI INNOVATION AWARDS TAHUN 2022

NO KEGIATAN JADWAL

1. Penyiapan panduan Wonogiri Innovation Awards

Maret - April 2022

2. Sosialisasi aplikasi Gerbang Indah Wonogiri dan panduan Wonogiri Innovation Awards

Mei 2022

3. Input data Inovasi Daerah oleh peserta melalui aplikasi Gerbang Indah Wonogiri

Mei – September 2022

4. Validasi data yang diisi peserta melalui aplikasi Gerbang Indah Wonogiri

September 2022

6. Verifikasi dan validasi lapangan (setiap kategori diambil 7 nominator)

Oktober 2022

7. Penilaian dan penentuan nilai/skor peserta

Oktober 2022

8. Pengumuman pemenang Pemberian Penghargaan oleh Bupati

November 2022

E. NARAHUBUNG KEGIATAN PENGHARGAAN WIA

Keterangan/informasi lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Penyelenggara, pada BAPPEDA DAN LITBANG c.q. Bidang Litbang Jalan Pemuda No. I Nomor 26 Wonogiri Kode Pos 57612.

Telepone: (0273) 321131 Faksimile: (0273) 322102.

(13)

Narahubung :

1. Roni Imam Prabowo S. Stp.,M.Si : 082 150 617 533 2. Lilyk Eka Suranny, S.Si : 085 327 907 999

3. Galih Ginanjar : 081 328 838 705

4. Orine Handayani : 082 225 842 298 5. Zainal Muttaqin : 085 713 812 159

(14)
(15)

PENJELASANTEKNIS

INDIKATOR INDEKS INOVASI DAERAH TAHUN 2022

Untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama, maka pada tabel di bawah ini disajikan definisi atau batasan serta data pendukung yang diperlukan dari setiap indikator/atribut/Instrumen. Data dukung dilampirkan dalam setiap jawaban atau isian dari setiap indikator/atribut/kuesioner sebagai salah satu bahan reviewer dalam memverifikasi data.

Proposal inovasi daerah bersifat mandatory dengan ketentuan khusus rancang bangun minimal 300 kata. Untuk mempermudah penjelasan mengenai indikator dan definisi operasionalnya, disajikan tabel berikut ini:

I. Definisi Operasional dan Panduan Pengisian No Indikator Definisi

Bobot Panduan Pengisian Operasional

1 2 3 4 5

1* Regulasi Inovasi

Daerah Regulasi yang menetapkan nama- nama inovasi daerah yang menjadi

landasan operasional penerapan Inovasi Daerah

4 Pilih jenis regulasi inovasi daerah yang ditetapkan.

Dibuktikan dengan halaman depan Perda atau Perkada atau SK Kepala Daerah atau SK Kepala Perangkat Daerah serta halaman yang memuat nama inovasi (pdf)

2* Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah

Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir)

2 Pilih jumlah SDM yang mengelola inovasi daerah.

Dibuktikan dengan SK atau ST yang ditetapkan oleh Kepala Daerah/Kepala Perangkat Daerah (pdf).

3 Dukungan

anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan

4 Pilih tahapan inovasi daerah yang didukung anggaran.

(16)

No Indikator Definisi

Bobot Panduan Pengisian Operasional

1 2 3 4 5

inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan

(penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan)

Dibuktikan dengan bab, bagian, dan halaman dokumen anggaran yang memuat program dan kegiatan inovasi daerah (pdf)

4 Penggunaan IT Penggunaan IT dalam pelaksanaan Inovasi yang diterapkan

2 Pilih jenis informasi dan teknologi yang digunakan dalam pelaksanaan inovasi daerah

Dibuktikan dengan Foto Kegiatan/ Gambar Screenshot layar (pdf/jpeg/jpg/png) 5 Bimtek inovasi Peningkatan

kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah

2 Pilih frekuensi kegiatan bimtek inovasi daerah terkait dalam 2 (dua) tahun terakhir.

Dibuktikan dengan SK Kegiatan/ Surat Tugas, Daftar Hadir, dan Undangan kegiatan Bimtek (pdf)

Sertakan bukti

dukung sejumlah freekuensi pelaksanaan bimtek

6 Program dan kegiatan inovasi Perangkat Daerah dalam RKPD

Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program

2 Pilih dokumen dan/atau waktu pelaksanaan program kegiatan inovasi daerah.

(17)

No Indikator Definisi

Bobot Panduan Pengisian Operasional

1 2 3 4 5

pembangunan daerah Dibuktikan dengan Bab, Bagian, dan Halaman Dokumen RPJMD/RKPD yang memuat program dan kegiatan inovasi daerah (pdf)

7 Keterlibatan aktor

inovasi Keikutsertaan unsur stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2)

1 Pilih jumlah unsur

stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan inovasi daerah.

Dibuktikan dengan Surat Keputusan Perangkat Daerah/Undangan rapat (pdf)

8 Pelaksana inovasi

daerah Penetapan tim pelaksana inovasi daerah

2 Pilih tingkatan penetapan tim pelaksana inovasi daerah.

Dibuktikan dengan SK Penetapan oleh Kepala Daerah/Kepala Perangkat Daerah (pdf)

9 Jejaring inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir)

1 Pilih jumlah perangkat daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi.

Dibuktikan dengan SK/ST tim pengelola/penerapan inovasi daerah (pdf) 10 Sosialisasi Inovasi

Daerah Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)

2 Pilih bukti kegiatan

penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah.

Dibuktikan dengan

dokumentasi dan publikasi (Foto/URL website/

Pemberitaan Media Massa elektronik) (jpeg/jpg/png) 11 Pedoman teknis Ketentuan dasar

penggunaan inovasi 2 Pilih jenis pedoman teknis yang tersedia.

(18)

No Indikator Definisi

Bobot Panduan Pengisian Operasional

1 2 3 4 5

petunjuk/ manual

book Dibuktikan dengan dokumen

manual book/Buku petunjuk (pdf) atau screenshot

penggunaan inovasi daerah (jpg/jpeg/png)

12 Kemudahan

informasi layanan Kemudahan mendapatkan informasi layanan

2 Pilih jenis media informasi layanan yang tersedia.

Dibuktikan dengan Nomor layanan telp/ screenshot email/akun media

sosial/nama aplikasi

online/dokumen foto buku tamu layanan

(pdf/jpeg/jpg/png) 13 Kemudahan

proses inovasi yang dihasilkan

Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi

2 Pilih Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi.

Dibuktikan dengan SOP pelaksanaan inovasi daerah yang memuat durasi waktu layanan (pdf).

14 Penyelesaian layanan pengaduan

Rasio penyelesaian pengaduan dalam tahun terakhir

2 Pilih rentang rasio

penyelesaian pengaduan dalam tahun terakhir.

Dibuktikan dengan Dokumen Foto Kegiatan penyelesaian

pengaduan/screenshot media layanan pengaduan (jpg, jpeg, png)

15 Online sistem Jaringan prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir)

2 Pilih jaringan prosedur secara daring yang tersedia

Dibuktikan dengan

screenshot aplikasi layanan inovasi

(jpg/jpeg/png)

(19)

No Indikator Definisi

Bobot Panduan Pengisian Operasional

1 2 3 4 5

16 Replikasi Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 sampai dengan T-1)

2 Pilih frekuensi replikasi inovasi daerah oleh daerah lain dalam dua tahun terakhir.

Dibuktikan dengan dokumen MoU/replikasi (pdf)

17* Kecepatan inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah.

3 Pilih rentang satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah.

Dibuktikan dengan

dokumen/ laporan/ proposal inovasi daerah (tahapan- tahapan proses penciptaan inovasi

daerah) (pdf) 18* Kemanfaatan

inovasi Jumlah pengguna atau penerima manfaat inovasi daerah (2 tahun terakhir)

5 Pilih rentang jumlah pengguna/penerima manfaat inovasi daerah dalam dua tahun terakhir.

Dibuktikan dengan daftar penerima manfaat inovasi (untuk layanan luring) (pdf) atau screenshot jumlah pengguna/penerima manfaat inovasi daerah (untuk layanan daring) (jpg/jpeg/png)

19 Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah

Kepuasan pelaksanaan

penggunaan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)

3 Pilih bentuk evaluasi inovasi daerah yang telah dilakukan.

Dibuktikan dengan screenshot testimoni pengguna

(jpeg/jpg/png) atau laporan survei kepuasan

masyarakat/laporan hasil penelitian (pdf)

(20)

No Indikator Definisi

Bobot Panduan Pengisian Operasional

1 2 3 4 5

20* Kualitas inovasi

daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)

5 Pilih jumlah substansi yang dipenuhi dalam video.

Mengunggah video

penerapan inovasi dengan durasi maksimal 5 menit (mp4/MOV) atau link google drive/ youtube, dengan ketentuan video

memvisualisasikan 5 substansi:

1. Latar belakang inovasi 2. Penjaringan ide

3. Pemilihan ide 4. Manfaat inovasi 5. Dampak inovasi

Video inovasi dilengkapi dengan cover thumbnail dengan format jpg/jpeg/png

* Indikator wajib diisi

II. Indikator Penilaian Indeks Inovasi Daerah Tahun 2022 No Indikator Definisi

Bobot Parameter 1

Parameter 2

Parameter Operasional 3

1 2 3 4 5 6 7

1* Regulasi Inovasi Daerah

Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah

4 SK Kepala Perangkat Daerah

SK Kepala Daerah

Peraturan Kepala Daerah / Peraturan Daerah

(21)

No Indikator Definisi

Bobot Parameter 1

Parameter 2

Parameter Operasional 3

1 2 3 4 5 6 7

2* Ketersediaan SDM

terhadap inovasi daerah

Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir)

2 1-10 SDM 11-30 SDM Lebih dari 30

3 Dukungan anggaran

Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi

(penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan)

4 Anggaran tersedia pada kegiatan inisiasi inovasi daerah

Anggaran tersedia pada

kegiatan uji coba inovasi daerah

Anggaran tersedia pada kegiatan penerapan inovasi daerah

4 Penggunaan IT

Penggunaan IT dalam

pelaksanaan Inovasi yang diterapkan

2 Pelaksanaa n kerja secara manual/non elektronik

Pelaksanaa n kerja secara elektronik

Pelaksanaa n kerja sudah didukung sistem informasi online/

daring 5 Bimtek

inovasi

Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah

2 Dalam 2 tahun terakhir pernah 1 kali bimtek

Dalam 2 tahun

terakhir pernah 2 kali bimtek

Dalam 2 tahun terakhir pernah lebih dari 2 kali bimtek

(22)

No Indikator Definisi

Bobot Parameter 1

Parameter 2

Parameter Operasional 3

1 2 3 4 5 6 7

6 Program dan kegiatan inovasi Perangkat Daerah dalam RKPD

Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah

2 Pemerintah daerah sudah menuangka n program inovasi daerah dalam RPJMD

Pemerintah daerah sudah menuangka n program inovasi daerah dalam RKPD dan telah diterapkan dalam 1 tahun terakhir

Pemerintah daerah sudah menuangka n program inovasi daerah dalam RKPD dan telah diterapkan dalam 2 tahun terakhir 7 Keterlibatan

aktor inovasi

Keikutsertaan unsur

Stakeholder dalam

pelaksanaan inovasi daerah (T- 1 dan T-2)

1 Inovasi melibatkan 4 aktor

Inovasi melibatkan 5 aktor

Inovasi melibatkan lebih dari 5 aktor

8 Pelaksana inovasi daerah

Penetapan tim pelaksana inovasi daerah

2 Ada pelaksana namun tidak ditetapkan dengan SK Kepala Perangkat Daerah

Ada pelaksana dan

ditetapkan dengan SK Kepala Perangkat Daerah

Ada pelaksana dan

ditetapkan dengan SK Kepala Daerah

9 Jejaring inovasi

Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir)

1 Inovasi melibatkan 1-2

Perangkat Daerah

Inovasi melibatkan 3-4

Perangkat Daerah

Inovasi melibatkan 5 Perangkat Daerah atau lebih

10 Sosialisasi Inovasi Daerah

Penyebarluasan informasi

kebijakan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)

2 Foto kegiatan berspanduk

URL Media Sosial

Media Berita

(23)

No Indikator Definisi

Bobot Parameter 1

Parameter 2

Parameter Operasional 3

1 2 3 4 5 6 7

11 Pedoman teknis

Ketentuan dasar penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/

manual book

2 Telah terdapat Pedoman teknis

berupa buku manual

Telah terdapat Pedoman teknis

berupa buku dalam

bentuk elektronik

Telah terdapat Pedoman teknis

berupa buku yang dapat diakses secara online 12 Kemudahan

informasi layanan

Kemudahan mendapatkan informasi layanan

2 Layanan Telp atau tatap muka langsung/

noken

Layanan Email/Media Sosial

Layanan melalui aplikasi online

13 Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan

Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi

2 Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 6 hari keatas

Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 2-5 hari

Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 1 hari

14 Penyelesaia n layanan pengaduan

Rasio

penyelesaian pengaduan dalam tahun terakhir

2 ≤ 30% 31% s.d.

60%

≥61%

15 Online sistem

Jaringan prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir)

2 Ada dukungan melalui informasi website atau sosial media

Ada dukungan melalui web aplikasi

Ada dukungan melalui perangkat web aplikasi dan aplikasi mobile (android atau ios) 16 Replikasi Inovasi Daerah

telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 sampai dengan T-1)

2 Pernah 1 Kali

direplikasi di daerah lain

Pernah 2 Kali

direplikasi di daerah lain

Pernah 3 Kali

direplikasi di daerah lain

(24)

No Indikator Definisi

Bobot Parameter 1

Parameter 2

Parameter Operasional 3

1 2 3 4 5 6 7

17* Kecepatan inovasi

Satuan waktu yang digunakan untuk

menciptakan inovasi daerah.

3 Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 9 bulan keatas

Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 5-8 bulan

Inovasi dapat dici/ptakan dalam waktu 1-4 bulan

18* Kemanfaatan inovasi

Jumlah

pengguna atau penerima

manfaat inovasi daerah (2 tahun terakhir)

5 Jumlah pengguna atau penerima manfaat 1- 100 orang

Jumlah pengguna atau penerima manfaat 101-200 orang

Jumlah pengguna atau penerima manfaat 201 orang

keatas 19 Monitoring

dan Evaluasi Inovasi Daerah

Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)

3 Hasil laporan monev internal PD

Hasil

pengukuran kepuasaan pengguna dari evaluasi Survei Kepuasan Masyarakat

Hasil laporan monev eksternal berdasarkan hasil

penelitian

20* Kualitas inovasi daerah

Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)

5 Memenuhi 1atau 2 unsur substansi

Memenuhi 3 atau 4 unsur substansi

Memenuhi 5 unsur

substansi

* Indikator wajib diisi

(25)

Referensi

Dokumen terkait

Inovasi Daerah lainnya sesuai dengan Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Daerah Non Digital OPD Energi dan Sumber Daya Mineral. 18 Inovasi Kartu Ternak

Hasil penelitian Pengembangan Modul Praktikum BerbasisMultimedia Interaktif pada Praktikum Elektronika Dasar I Materi Dioda II Mahasiswa Pendidikan Fisika UIN Walisongo

26.1 Jika Penyediaterlambat atau gagal untuk mengirimkan salah satu atau seluruh barang dan atau terlambat atau gagal melaksanakan jasa terkait, tanpa mengurangi

Maka dari itu penulis berkeinginan membuat sebuah search engine Java yang dapat mempermudah belajar siswa dalam memahami dan mencerna bahasa java yang

Analisis ini menggunakan metode diskriptif dengan melihat dari hasil implementasi kebijakan keamanan pangan daging sapi segar di pasar tradisional di Kota

a. Menulis resep Komitmen mutu Dalam pemberian terapi *ika tidak melakukan penulisan resep dengan tulisan %ang rapi&amp; dan muda&amp; dipa&amp;ami maka akan

Skripsi berjudul: PRODUKSI BIOFUNGISIDA Trichoderma harzianum PADA BERBAGAI MEDIA CAIR UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LANAS TEMBAKAU (Phytophthora nicotianae), telah diuji

Berdasarkan potensi tinggi dan estimasi waktu tiba tsunami dalam kaitannya dengan profil batimetri Lombok Utara, daerah terdampak yang cukup signifikan adalah kecamatan