• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

34

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan ini, peneliti menggunakan metode pengumpulan data mix method research yang meliputi gabungan antara metode kualitatif dengan kuantitatif. Sugiyono (2016) mengunkapkan bahwa metode penelitian campuran merupakan sebuah metode penelitian yang dimana mengkombinasikan dua metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga data yang diperoleh oleh penulis akan lebih komprehensif, valid, objektif, dan reliabel.

Metode penelitian campuran semacam ini didasari adanya keinginan penggabungan kedua bentuk data kuantitatif dan kualitatif (Creswell, 2010).

Berdasarkan metode pengumpulan data di atas, penulis akan melakukan metode pengumpulan data primer melalui penyebaran kuisoner yang disebarkan kepada masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan serta melakukan validasi dengan kegiatan wawancara yang akan dilakukan dengan pengelola Taman Wisata Alam Punti Kayu. Kemudian untuk memperoleh data primer, penulis akan menjalankan observasi keadaan secara langsung di Taman Wisata Punti Kayu.

Sedangkan untuk perolehan data sekunder akan dilakukan oleh penulis melalui pengumpulan data dari studi pustaka yang mencakup beragam teori dari beberapa ahli dan buku yang terpercaya, dalam memperkuat landasan dan mendukung perancangan media promosi ini.

3.1.1 Wawancara

Menurut Sugiyono (2016), wawancara dipakai sebagai teknik pengumpulan data guna menemukan akar permasalahan yang hendak diteliti dan berguna bagi penulis untuk mengetahui beragam hal dengan mendalam.

Penulis akan melaksanakan kegiatan tanya jawab kepada pengelola TWA Punti Kayu Kota Palembang secara langsung atau tatap muka. Narasumber

(2)

35

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

utama dalam kegiatan wawancara ini adalah Sarjito sebagai Manager Bina Kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu.

3.1.1.1 Wawancara Manager Bina Kawasan TWA Punti Kayu

Penulis melaksanakan wawancara secara tatap muka bersama dengan Sarjito, selaku Manager Bina Kawasan Taman Wisata Alam Punti Kayu pada tanggal 14 September 2021, Senin. Wawancara ini bertujuan untuk melakukan validasi terhadap perencanaan dan pengaruh dari media promosi yang sudah dijalankan oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu guna mendukung perancangan penulis.

Pertanyaan pertama yang dilontarkan adalah mengenai keberadaan jumlah pengunjung TWA Punti Kayu pada akhir- akhir ini baik sebelum pandemic dan pada saat pandemi. Beliau menyampaikan bahwa terjadi perbedaan jumlah pengunjung yang sangat signifikan dari sebelum dan pada saat pandemi COVID- 19 berlangsung. Sebelum pandemi COVID- 19 berlangsung jumlah pengunjung bisa mencapai 800- 1000 pengunjung.

Sedangkan selama pandemi berlangsung, jumlah pendatang hanya mencapai 80- 100 pengunjung saja. Maka dari itu, besar harapan bahwa dengan adanya perancangan dan pelaksanaan media promosi pada Taman Wisata Alam Punti Kayu ini dapat memberikan dampak yang positif, salah satunya seperti menstabilkan jumlah pengunjung Taman Wisata Alam Punti Kayu seperti sebelum pandemi.

Pertanyaan kedua masih selaras dengan pertanyaan yang sebelumnya, bagaimana kesulitan TWA Punti Kayu adanya kebijakan pemerintah dalam penutupan TWA Punti Kayu ini. Sarjito menyampaikan bahwa keadaan tersebut sangat menyulitkan kelangsungan pengelolaan operasional Taman Wisata Alam Punti Kayu. Dalam merawat operasional seperti kebersihan lingkungan, jalanan, dan sumber daya manusia di dalamnya dibutuhkan sejumlah dana. Namun, karena jumlah pendatang menurun dengan drastis mengakibatkan penurunan pendapatam TWA Punti

(3)

36

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Kayu secara signifikan. Akibat dari kondisi ini menjadikan TWA Punti Kayu kurang terawat dan perlu dilakukan beberapa perbaikan dan pemerliharaan operasional.

Pertanyaan ketiga, penulis menanyakan terkait target pengunjung yang difokuskan oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu selama ini. Bapak Sarjito menjawab bahwa target pengunjung yang dituju selama ini tidak mengenal usia, dari anak kecil hingga dewasa bisa menikmati taman wisata alam ini. Penulis juga melihat dari lingkungan dan fasilitas yang ditawarkan oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu memang bisa didatangi oleh berbagai rentan usia dan kalangan.

Selanjutnya pertanyaan keempat, penulis menanyakan terkait perancangan media promosi yang telah dilakukan oleh TWA Punti Kayu selama ini. Beliau menyampaikan bahwa selama ini TWA Punti Kayu telah melakukan promosi melalui media iklan televisi, media sosial seperti instagram, website, surat kabar, dan whatsapp. Beliau juga menambahkan bahwa leveling promosi masih dalam batasan lokal semata khususnya masyarakat Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Pertanyaan yang terakhir adalah penulis menanyakan tentang tanggapan beliau apakah media promosi yang selama ini telah dijalankan oleh TWA Punti Kayu menuai pengaruh positif yang signifikan terhadap jumlah pengunjung. Sangat disayangkan, menurut beliau media promosi yang telah dijalankan selama ini tergolong kurang efektif dan kurang gencar. Dalam hal ini, dasar masalah dari penulis diperkuat dan menunjukkan bahwa urgensi dalam perancangan dan pengembangan media promosi sangat dibutuhkan bagi TWA Punti Kayu, khususnya dalam upaya memulihkan jumlah pendatang pada Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan.

(4)

37

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 1 Foto bersama Sarjito

3.1.2 Kuesioner

Menurut Sangadji dan Sopiah (2010), kuesioner adalah kegiatan survei yang dilaksanakan dengan menyebarkan pertanyaan dan dilengkapi oleh responden. Penulis melakukan survei melalui penyebaran digital kuesioner dengan serangkaian pertanyaan yang mendalam, sehingga mendukung perancangan media promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu yang lebih baik. Tujuan menjalankan survei ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat mengenai Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, khususnya untuk pandangan mereka mengenai media promosi yang ada saat ini. Ditentukan sample sebanyak 100 jiwa menggunakan rumus Slovin dengan derajat ketelitian sebesar 10%.

1. Melalui data di bawah terlihat bahwa strata usia yang paling banyak mengisi kuesioner ini adalah usia 21 tahun, sebesar 25% dan 22 tahun sebesar 26%. Kemudian jumlah pengisi yang berusia 17 tahun dengan 1%, usia 18 tahun dengan 1%, usia 19 tahun dengan 4%, usia 20 tahun

(5)

38

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

dengan 6%, usia 23 tahun dengan 8%, usia 24 tahun dengan 4%, usia 25 tahun dengan 8%, usia 26 tahun dengan 2%. Lalu, usia 27 tahun dengan 3%, usia 28 tahun dengan 1%, usia 29 tahun dengan 1%, usia 30 tahun dengan 4%, usia 35 tahun dengan 1%, usia 36 tahun dengan 1%, usia 40 tahun dengan 1%, dan usia 45 tahun dengan 1%.

Gambar 3. 2 Hasil Kuesioner Usia

2. Data di bawah menunjukkan bahwa gender pengisi responden mengenai Taman Wisata Alam Punti Kayu didominasi oleh laki- laki dengan 55% dan 45% jumlah pendatang adalah perempuan

Gambar 3. 3 Hasil Kuesioner Jenis Kelamin

3. Status responden di atas terdiri dari 47% mahasiswa, 29%

karyawan, 9% pengusaha, dan 6% pelajar. Juga terdapat identifikasi responden lainnya seperti freelancer, dan belum sekolah.

(6)

39

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 4 Hasil Kuesioner Status

4. Media sosial yang dimiliki oleh para responden adalah Instagram, Tiktok, Twitter dan Facebook.

Gambar 3. 5 Hasil Kuesioner Media Sosial yang dimiliki

5. Data dibawah menunjukkan bahwa dari 100 responden, 94%

respondensudah pernah berkunjung ke Taman Wisata Alam Punti Kayu dan hanya 6% responden yang belum pernah berkunjung ke TWA Punti Kayu.

Gambar 3. 6 Hasil Kuesioner Berkunjung ke Punti Kayu

6. Data lainnya yang ditemukan oleh penulis bahwa alasan responden belum pernah ke Taman Wisata Alam Punti Kayu adalah 66,7% di antaranya merasa media promosi TWA Punti Kayu masih minim, 16,7% responden lebih memilih untuk ke taman safari, dan 16,7%

(7)

40

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

responden tidak mengetahui keberadaan Taman Wisata Alam Punti Kayu di Palembang, Sumatera Selatan.

Gambar 3. 7 Hasil Kuesioner Belum Berkunjung ke Punti Kayu

7. Data yang didapatkan oleh penulis mengenai waktu terakhir responden mengujungi Punti Kayu adalah sebesar 53,5% yang terakhir kali berkunjung ke Taman Wisata Alam Punti Kayu 1 tahun yang lalu. Terdapat data lainnya yang menunjukkan terakhir kali ada banyak responden yang terakhir kali mengunjungi TWA Punti Kayu pada 3- 4 tahun lalu (18%), dan terdapat beberapa dari mereka yang bepergian lebih dari 5 tahun lalu dan kurang mengingat dengan pasti periode waktu terakhir kali mengunjungi TWA Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan.

Gambar 3. 8 Hasil Kuesioner Terakhir Berkunjung

8. Sebagian besar data di bawah menumnjukkan bahwa responden yang mengunjungi TWA Punti Kayu dalam jangka waktu 1 tahun adalah sebesa 93% yang mengunjungi sebanyak 1- 2 kali, 4% untuk

(8)

41

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

3- 4 kali, dan 3% untuk jumlah lebih dari 5 kunjungan dalam satu tahun.

Gambar 3. 9 Hasil Kuesioner Berapa Kali Berkunjung

9. Data di bawah menunjukkan mengenai sumber infomrasi yang diterima oleh responden mengenai Taman Wisata Alam Punti Kayu.

89 % di antaranya mengetahuinya dari relasi, hanya 6% responden yang mengetahui dari media sosial, selebihnya ada yang mengetahui dari iklan, pernah lewat tempatnya.

Gambar 3. 10 Hasil Kuesioner Informasi tentang Punti Kayu

10. Data di bawah menunjukkan aktivitas yang biasanya dilakukan oleh responden. 67% responden menyukai untuk berekreasi, 66%

melakukan foto- foto, 50% responden tertarik untuk melihat hewan alam, 41% responden yang menyukai piknik, 29% responden yang menyukai outbond, dan 7% responden yang melakukan edukasi di Taman Wisata Alam Punti Kayu.

(9)

42

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 11 Hasil Kuesioner Apa yang dilakukan ketika di Punti Kayu

11. Data di bawah menunjukkan contoh- contoh bayangan yang ada pada responden sebelum mengunjungi Taman Wisata Alam Punti Kayu. Sebagian dari mereka ada yang memiliki bayangan bahwa TWA Punti Kayu adem, banyak hewan, bagus, asri, sejuk, banyak jenis hewan, pemandangan yang indah, seperti kebun binatang, tempatnya rindang, banyak monyet, semua terawatt dengan baik oleh pemenrintah kota, rapi, ramai, bersih, tempat rekreasi yang menarik, dan ada tempat outbond yang seru.

Gambar 3. 12 Hasil Kuesioner Bayangan Para Responden

12. Data di bawah adalah data mengenai apakah responden merasa TWA Punti Kayu sesuai denga napa yang diharapkan. 69% dari

(10)

43

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

responden menjawah bahwa eksoejtasi dan kenyataan serupa dan 31%

repsonden yang merasa ekspektasi berbeda dengan kenyataannya.

Gambar 3. 13 Hasil Kuesioner Punti Kayu Sesuai Harapan

13. Penulis menemukan data mengenai alasan mengapa responden merasa ekspektasi mereka tidak sesuai dengan kenyataannya karena sepim kurang menarik, tidak ramai, kurang seru, kurang terawat, kurangnya maintenance, kurangnya promosi, masih ada banyak ruang yang terbengkalai, kurang terstruktur, lingkungan kurang terjaga, dan masih kurang bersih.

Gambar 3. 14 Hasil Kuesioner Alasan Responden Mengatakan Tidak

14. Data dibawah menunjukkan mengenai kondisi TWA Punti Kayu saat dikunjungi. Sebesa 56% responden yang merasa biasa saja, 22%

(11)

44

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

responden yang merasa sepi, 20% responden yang merasa ramai, dan 2% merasa sangat ramai.

Gambar 3. 15 Hasil Kuesioner Kondisi Saat Dikunjungi

15. Data responden menunjuukan mengenai pandangan responden tentang aspek jarak yang dimiliki oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu. 44% responden merasa cukup dekat, 34% responden merasa dekat, 17% responden merasa jauh, 3% responden merasa sangat jauh, dan 2% responden merasa TWA Punti Kayu sangat dekat.

Gambar 3. 16 Hasil Kuesioner Aspek Jarak

16. Data dibawah menunjukkan mengenai pandangan responden mengenai aspek lokasi yang dimiliki oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu, 97% responden merasa TWA Punti Kayu mudah dijangkau, 2%

responden merasa susah dijangkau, dan 2% responden merasa TWA Punti Kayu merasa lokasi TWA Punti Kayu terpencil.

(12)

45

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 17 Hasil Kuesioner Aspek Lokasi

17. Data dibawah menunjukkan mengenai pandangan responden mengenai aspek harga yang dimiliki oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu, 89% responden merasa murah, 9% responden merasa harga yang dipatok terlalu mahal, 1% responden yagn merasa harganya mahal dan terlalu mahal.

Gambar 3. 18 Hasil Kuesioner Aspek Harga

18. Data responden menunjuukan mengenai pandangan responden tentang aspek suasana yang dimiliki oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu. 79% responden merasa suasana yang ditawarkan menarik, 13%

diantaranya merasa suasananya membosankan, 5% responden merasa sangat menarik. Dan 3% di antaranya merasa sangat membosankan.

(13)

46

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 19 Hasil Kuesioner Aspek Suasana

19. Data responden menunjuukan mengenai pandangan responden tentang aspek fasilitas yang dimiliki oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu. 75% responden merasa fasilitas yang ditawarkan tergolong cukup, 20% responden di antarnaya merasa fasilitas masih kurang, dan hanya 5% responden yang merasa fasilitas yang ditawarkan tergolong lengkap.

Gambar 3. 20 Hasil Kuesioner Aspek Fasilitas

20. Data dibawah berisikan penemuan mengenai antara jarak, lokasi, harga, suasana, dan fasilitas Taman Wisata Alam Punti Kayu, responden paling mempertimbangkan beberap aspek. 57% responden merasa aspek suasana yang paling mempengaruhi, 16% responden merasa aspek fasilitas, 12% responden merasa aspek jarak sebagai penentu, 8% responden merasa aspek lokasi paling penting, dan 7%

responden menganggap harga sebagai aspek yang paling dipertimbangkan.

(14)

47

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 21 Hasil Kuesioner Aspek yang dipilih

21. Data dibawah menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebesar 72% pergi ke Taman Wisata Alam pada hari weekend dan 28% repsonden pergi ke sana pada saat weekdays.

Gambar 3. 22 Hasil Kuesioner Kapan Biasa Berkunjung

22. Penulis menemukan data terkait apakah responden pernah melijat promosi mengenai Taman Wisata Alam Punti Kayu. Ditemukan bahwa 91% responden tidak pernah melihat media promosi dan 9%

responden pernah melihat iklan mengenai Taman Wisata Alam Punti Kayu.

(15)

48

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 23 Hasil Kuesioner Melihat Promosi Punti Kayu

23. Data dibawah menunjukkan mengenai presentase responden mengenai seberapa banyak yang pernah melihat promosi tentang tempat wisata lain. 94% pernah melihat promosi tempat wisata lainnya dan hanya 6% respojnden yang belium pernah melihat tempat wisata lainnya.

Gambar 3. 24 Hasil Kuesioner Melihat Promosi Wisata Lain

24. Data dibawah menunjukkan data tentang media iklan yang pernah dilihat oleh responden, 74,5% responden pernah meilhat iklan tempat wisata lain dari media sosial seperi Instagram, facebook, youtube, tiktok, dan lainnya dan sedangkan terdapat 25,5% responden yang melihat iklan melalui media konvensional seperti poster, pamphlet, brosur dan sebagainya.

(16)

49

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

Gambar 3. 25 Hasil Kuesioner Media Promosi Wisata Lain

25. Data ini merupakan hasil data mengenai kesan responden terhadap iklan wisata lain yang di antaranya ada yang merasa bahwa mereka mendapat kesan menarik, bagus, keren, cukup menarik, informatif, sangat menarik, kreatif, inovatif, desain yang bagus, dan brandingnya bagus.

Gambar 3. 26 Hasil Kuesioner Kesan Melihat Promosi Wisata Lain

3.1.3 Studi Eksisting

Observasi Eksisting dilaksanakan oleh penulis untuk menggali ide dan melakukan analisis dari tampilan dan aktivitas Instagram yang akan diterapkan pada perancangan yang akan direalisasikan.

(17)

50

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

1) Instagram The Lodge Maribaya

Instagram The Lodge Maribaya merupakan salah satu bentuk media sosial yang dapat memuat informasi dan pesan dalam bentuk gambar, video, audio, dan dapat dikombinasikan. Instagram resmi yang dimiliki oleh The Lodge Maribaya ini memberikan informasi yang tergolong lengkap terhadap segala hal yang berkaitan dengan tempat wisata ini. Jenis konten yang disuguhkan kepada audience ada seperti info grafis, promosi, peringatan hari nasional, dan tentunya berbagai fasilitas menarik yang ditawarkan bagi audience.

Warna yang didominasi pada layout Instagram disesuaikan dengan warna keindahan alam yakni, hijau. Media Instagram ini juga diintegrasikan dengan website, marketing team, katalog, dan customer service.

3.2 Metode Perancangan

Metode perancangan yang digunakan oleh penulis adalah metode perancangan yang didasari dari buku Advertising by Design 2th Edition oleh Robin Landa (2010). Hal ini mencakup proses perancangan dengan enam fase yaitu overview, strategy, ideas, design, production, dan implementation.

3.2.1 Overview

Pada tahapan ini, penulis pada awalnya melaksanakan riset mengenai topik yang telah ditentukan oleh penulis. Penulis menentukan kategori informasi apa saja yang relevan derngan perancangan yang akan dilaksanakan oleh penulis. Pencarian data diawali dengan secondary research dengan pencarian informasi melalui jejaring internet, berbagai websites, artikel, jurnal yang kredibel, dan sumber lainnya. Penulis juga mencari tahu jenis wisata yang ditawarkan di TWA Punti Kayu Palembang, jumlah pengunjung pada sebelum dan pada saat COVID-19 terjadi. Kemudian, penulis juga mencari tahu media promosi semacam apa yang telah dilaksanakan selama ini dan bagaimana evaluasi dari pemasaran media

(18)

51

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

promosi tersebut. Maka, penulis dapat mengetahui dan menentukan hipotesis awal dalam merancang desain penulisan yang membuktikan kebenaran dari secondary research yang telah dilakukan melalui primary research yang menggunakan mix research method.

3.2.2 Strategy

Setelah melalui tahapan pertama, penulis melakukan analisis data. Pada fase ini, penulis melakukan pembuatan creative brief dan media plan mengenai Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang guna memperdalam pendekatan media promosi yang akan dilakukan. Selain itu, penulis juga mengkolaborasikan data hasil interview dengan creative brie dan media plan tersebut sehingga proses selanjutnya lebih efektif dan efisien.

3.2.3 Ideas

Penulis melakukan brainstorming tetnang topik bahasan yang akan ditinjau dan mencari tahu big idea atau konsep utama yang mengacu pada penemuan data dari data primer dan sekunder. Dalam memudahkan proses selanjutnya, penulis membuat mind map dan mood board dalam menentukan konsep desain. Konsep desain yang ditentukan juga harus sesuai dengan kebutuhan dan target pasar yang telah ditentukan oleh Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang.

3.2.4 Design

Pada tahapan ini, penulis akan mengawalinya dengan pembuatan sketsa dari bid idea yang telah ditentukan sehingga tampilan visual tetap berada pada batasan yang ditentukan pada penulis. Lalu, penulis akan melakukan digitalisasi yang diaman terjadi proses transisi dari sketsa menjadi bentuk visual yang dijadikan sebagai konten dalam media. Pembuatan desain akan terus mengalami revisi hingga ke tahap akhir proses ini yaitu, dibuat kedalam mock up.

(19)

52

Perancangan Promosi Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang, Glenn Felix Dharmawan, Universitas Multimedia Nusantara

3.2.5 Production

Proses produksi merupakan tahapan selanjutnya dari proses desain.

Produksi yang dimaksud adalah dengan perancangan dan perancanaan media yang kemudia menentukan bahan dan budgeting dalam mempromosikan Taman Wisata Alam Punti Kayu Alam.

3.2.6 Implementation

Implementasi merupakan tahapan akhir dari keenam proses ini. Desain yang telah dibuat oleh penulis secara final, maka penulis akan mengimpelentasikan visual ke dalam muatan media. Dengan ini penulis dapat mengetahui seberapa efektif konten media yang diunggah dan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan dari karya yang telah diunggah, serta menentukan rancangan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan Taman Wisata Alam Punti Kayu.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan oleh penulis tentang Gambaran Tokoh Utama dalam novel Dalam Derai Hujan karya Sandra Brown, penulis menyimpulkan bahwa

Kotler dan Keller (2009: 5) menyatakan bahwa manajemen pemasaran sebagai ilmu dan seni memilih pasar sasaran dan meraih, mempertahankan, serta menumbuhkan

4.2 Semua calon akan diberikan borang permohonan manual KRK001 bagi tujuan pengisian pilihan sekolah, calon akan mengisi pilihan aliran yang dipohon dan perlu

Pada umumnya tari topeng atau Wayang T openg di Jawa membawakan cerita Panji yang  popular dengan sebutan :Siklus Panji, yaitu peristiwa yang menceritakan pengembaraan.. Raden

Pada data nilai RMSE yang digunakan sebagai contoh perwakilan dari hasil uji t antara curah hujan rata-rata TRMM dengan BMKG yang dihubungkan berdasarkan 21 pos

PEDOMAN TEKNIS PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) INSPEKTORAT KOTA BIMA TAHUN 2017 No Nama Penugasan Sasaran Penugasan Hari TMP.. Pembina Utama Muda ( IV/c

Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan yaitu tidak adanya prosedur kerja maupun prosedur inspeksi yang baik, serta terdapat pemborosan yaitu

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9