• Tidak ada hasil yang ditemukan

ST/UNHAS-FF/PF/08.PN/05 STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ST/UNHAS-FF/PF/08.PN/05 STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ST/UNHAS-FF/PF/08.PN/05

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HASANUDDIN 2020

STANDAR

DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2020

(2)
(3)

1

STANDAR DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1. Visi, Misi dan Tujuan Fakultas

Visi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin menggambarkan kondisi ideal yang ingin diwujudkan oleh seluruh sivitas akademika di masa yang akan datang. Rumusan Visi adalah menjadi “pusat unggulan dalam pengembangan insani, ipteksbud bidang kefarmasian berbasis benua maritim Indonesia”.

Rumusan visi ini mengandung makna adanya kebersamaan tekad seluruh sivitas akademika untuk menempatkan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin sebagai entitas akademik yang tidak sebatas memfasilitasi, tetapi menstimulasi lahirnya segenap potensi, proses dan karya terbaik dalam pengembangan bidang kefarmasian berbasis benua maritim Indonesia.

Misi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin menjelaskan alasan eksistensi fakultas di tengah-tengah masyarakat. Misi tersebut merupakan penjabaran tridarma perguruan tinggi yang mencerminkan bagaimana Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin dapat berperan untuk memberikan manfaat bagi pemangku kepentingan. Rumusan misi adalah :

1. Menyediakan sarana dan prasarana penunjang proses pembelajaran yang representatif untuk menciptakan suasana akademik yang kondusif, sehingga menghasilkan pembelajar proaktif dan inovatif yang beretika.

2. Mengembangkan ipteksbud dalam bidang kefarmasian melalui penelitian unggulan yang dapat menghasilkan produk dan gagasan inovatif.

3. Menerapkan dan menyebarkan ipteksbud bidang kefarmasian bagi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

4. Menerapkan sistem tatakelola yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.

Tujuan penyelenggaraan pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin adalah menghasilkan lulusan yang berkualitas secara intelektual, spiritual dan emosional dengan kompetensi utama dibidang kefarmasian melalui penyelenggaraan pembelajaran yang berkualitas, melakukan hilirisasi riset unggulan yang bermaslahat bagi masyarakat, mengupayakan hasil riset yang dapat dimanfaatkan bagi perumusan kebijakan pembangunan dan perbaikan

(4)

2 kesejahteraan masyarakat, serta menyelenggarakan tata kelola fakultas yang modern dan berbasis digital.

2. Rasional

Untuk mencapai visi, misi dan tujuan fakultas dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing, maka perlunya penyusunan komptensi lulusan terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang kemudian termuat dalam kurikulum pendidikan di tiap-tiap program studi.

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.

3. Pihak yang Bertanggung Jawab untuk Mencapai/Memenuhi Isi Standar a. Dekan

b. Ketua Departemen c. Ketua Program Studi d. Dosen

e. Mahasiswa

4. Defenisi Istilah

a. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, perilaku dan tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai seseorang untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu.

(5)

3

b. kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi

c. kurikulum inti adalah penciri dari kompetensi utama yang merupakan bahan kajian dan pembelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional

d. kurikulum institusional adalah sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi

e. mata kuliah pengembangan kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran untuk mengembangkan manusia indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

f. mata kuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan keterampilan tertentu.

g. mata kuliah keahlian berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekayaan berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai

h. mata kuliah perilaku berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai.

i. mata kuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pembelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengann pilihan keahlian dalam berkarya.

j. mata kuliah pilihan (MKP) adalah mata kuliah yang dapat dipilih untuk melengkapi ilmu pengetahuan dan keterampilan yang menopang kompetensi.

(6)

4

k. stakeholder adalah individu, sekelompok manusia atau masyarakat baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan terhadap perusahaan. Individu, kelompok, maupun komunitas dan masyarakat dapat dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki karakteristik yaitu mempunyai kekuasaan, legitimasi, dan kepentingan terhadap perusahaan.

5. Pernyataan Isi Standar

a. Setiap dosen program sarjana wajib melakukan pengembangan diri agar berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister/magister terapan yang relevan dengan program studi, atau menggunakan dosen bersertifikat yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi paling rendah setara jenjang 8 KKNI yang dievaluasi secara periodik setiap tahun.

b. Setiap dosen program profesi wajib melakukan pengembangan diri agar harus berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun, atau dosen bersertifikat relevan dengan program studi dan memiliki pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun serta berkualifikasi paling rendah setara jenjang 8 KKNI yang dievaluasi secara periodik setiap tahun.

c. Setiap dosen program magister dan program magister terapan wajib melakukan pengembangan diri agar berkualifikasi akademik lulusan doktor atau doktor terapan yang relevan dengan prodi, atau dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara jenjang 9 KKNI yang dievaluasi secara periodik setiap tahun.

d. Semua dosen program doktor dan program doktor terapan wajib melakukan pengembangan diri agar berkualifikasi doktor/doktor terapan yang relevan dengan program studi, atau bersertifikat profesi relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara jenjang 9 KKNI yang dievaluasi secara periodik setiap tahun.

(7)

5

e. Setiap dosen program sarjana harus memenuhi persyaratan kualifikasi akademik magister/magister terapan dan minimal memiliki jabatan fungsional asisten ahli agar dapat menjadi pembimbing utama dalam pembimbingan skripsi dan dievaluasi secara periodik setiap tahun.

f. Setiap dosen program magister harus memenuhi persyaratan kualifikasi akademik doktor dan minimal memiliki jabatan fungsional lector agar dapat menjadi pembimbing utama dalam pembimbingan tesis dan dievaluasi secara periodik setiap tahun.

g. Setiap dosen program doctor harus memenuhi persyaratan kualifikasi akademik minimal doktor, minimal memiliki jabatan fungsional lektor kepala, dan dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan minimal 1 karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional bereputasi, atau 1 bentuk lain yang diakui oleh kelompok pakar yang ditetapkan senat Unhas agar dapat menjadi pembimbing utama (promotor) dan dievaluasi secara periodik setiap tahun.

h. Fakultas/prodi mengelola penugasan dosen tetap program studi (DTPS) sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian yang disesuaikan dengan kompetensi inti program studi dan dievaluasi setiap semester.

i. Fakultas/prodi mengelola penugasan dosen tidak tetap (PDTT) yang memiliki sertifikat kompetensi atau sertifikat sejenis dalam bidangnya sebagai pengampu mata kuliah agar memenuhi persentasi maksimal 10% terhadap jumlah seluruh dosen (dosen tetap dan dosen tidak tetap) pengampu mata kuliah yang kemudian dievaluasi setiap semester.

j. Semua dosen yang belum tersertifikasi mengikuti program sertifikasi agar memiliki sertifikat pendidik dan/atau sertifikat profesi setelah memiliki jabatan fungsional paling minimal asisten ahli.

k. Fakultas/prodi mengupayakan agar persentase jumlah DTPS yang memiliki jabatan akademik Guru besar dan Lektor Kepala memenuhi rasio minimal 90% terhadap jumlah dosen tetap yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian sesuai dengan kompetensi inti program studi yang kemudian dievaluasi setiap tahun.

(8)

6

l. Semua dosen aktif berpartisipasi secara nasional maupun internasional agar memiliki pengakuan/rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja minimal 1 kali dalam 3 tahun terakhir, yang dapat berupa: a) menjadi visiting lecturer/visiting scholar di prodi terakreditasi A/unggul/prodi internasional bereputasi; b) menjadi keynote speaker/invited speaker pada pertemuan ilmiah tingkat nasional/internasional; c) menjadi editor atau mitra bestari jurnal nasional terakreditasi/internasional bereputasi sesuai bidang prodi;

d)menjadi staf ahli/narasumber/tenaga ahli/konsultan pada tingkat wilayah/nasional/internasional pada bidang yang sesuai dengan bidang prodi; e) mendapat penghargaan atas prestasi/kinerja di tingkat wilayah/nasional/internasional. (matriks BAN PT. no 24, form AMI)

m. Fakultas/prodi mengelola sistem administrasi pembelajaran agar rata-rata beban dosen memenuhi Ekuivalen Waktu Mendidik Penuh (EWMP) 12 - 16 per semester.

n. Fakultas/prodi mengelola sistem administrasi pembelajaran agar semua dosen memenuhi rata-rata minimal jumlah bimbingan sebagai pembimbing utama di seluruh program per semester sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

o. Fakultas mengatur agar rasio jumlah mahasiswa terhadap jumlah dosen tetap program studi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dan dievaluasi setiap tahun.

p. Fakultas mengatur agar pelaporan Beban Kerja Dosen dilakukan berdasarkan: 1) pedoman yang jelas; 2) diakses oleh assesor yang kompeten; 3) dievaluasi secara terjadwal melalui media/sistem evaluasi yang dapat diakses secara online kapan dan dimana saja; 4) hasilnya tervalidasi, dan; 5) digunakan sebagai dasar penerimaan sertifikasi dosen dan tunjangan guru besar dan dievaluasi setiap tahun.

q. Fakultas mengupayakan agar semua tenaga kependidikan harus memenuhi aspek: 1) berkualifikasi pendidikan minimal lulusan Diploma 3; dan 2) memiliki kecakapan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Penilaian kecakapan

(9)

7 termasuk keberadaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer dalam proses administrasi dilakukan per tahun.

r. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) mengupayakan agar laboratorium: 1) memiliki jumlah laboran yang cukup dengan jumlah laboratorium yang digunakan program studi, 2) memiliki laboran dengan kualifikasi yang sesuai dengan laboratorium yang menjadi tanggungjawabnya, serta 3) memiliki laboran yang bersertifikat kompetensi tertentu sesuai bidang tugasnya dan dievaluasi per tahun.

6. Strategi Pemenuhan Standar

a. Prodi melakukan identifikasi terhadap dosen yang memenuhi standar kualifikasi.

b. Prodi menetapkan kualifikasi setiap dosen

c. Setiap dosen program sarjana berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister/magister terapan yang relevan dengan program studi, atau menggunakan dosen bersertifikat yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi paling rendah setara jenjang 8 KKNI.

d. Setiap dosen program profesi berkualifikasi akademik paling rendah lulusan magister atau magister terapan yang relevan dengan program studi dan berpengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun, atau dosen bersertifikat relevan dengan program studi dan memiliki pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun serta berkualifikasi paling rendah setara jenjang 8 KKNI.

e. Setiap dosen program magister dan program magister terapan berkualifikasi akademik lulusan doktor atau doktor terapan yang relevan dengan prodi, atau dapat menggunakan dosen bersertifikat profesi yang relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara jenjang 9 KKNI.

f. Semua dosen program doktor dan program doktor terapan: a) berkualifikasi doktor/doktor terapan relevan dengan program studi, atau bersertifikat profesi relevan dengan program studi dan berkualifikasi setara jenjang 9 KKNI; dan b) dalam hal sebagai pembimbing utama (promotor), dalam 5 tahun terakhir telah menghasilkan minimal 1 karya ilmiah pada jurnal

(10)

8 nasional terakreditasi atau jurnal internasional bereputasi, atau 1 bentuk lain yang diakui oleh kelompok pakar yang ditetapkan senat Unhas.

g. Jumlah dosen tetap (DTPS) yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian, sesuai dengan kompetensi inti program studi pada setiap semester.

h. Presentase dosen tidak tetap (PDTT) yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah terhadap jumlah seluruh dosen (dosen tetap dan dosen tidak tetap) pengampu mata kuliah maksimal 10%, pada setiap semester.

i. Semua dosen memiliki sertifikat pendidik dan/atau sertifikat profesi.

j. Presentase jumlah dosen tetap program studi yang memiliki jabatan akademik Guru besar dan Lektor Kepala terhadap jumlah dosen tetap yang ditugaskan sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian sesuai dengan kompetensi inti program studi minimal 90%.

k. Semua dosen memiliki pengakuan/rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja minimal 1 kali dalam 3 tahun terakhir, yang dapat berupa: a) menjadi visiting lecturer/visiting scholar di prodi terakreditasi A/unggul/prodi internasional bereputasi; b) menjadi keynote speaker/invited speaker pada pertemuan ilmiah tingkat nasional/internasional; c) menjadi editor atau mitra bestari jurnal nasional terakreditasi/internasional bereputasi sesuai bidang prodi; d) menjadi staf ahli/narasumber/tenaga ahli/konsultan pada tingkat wilayah/nasional/internasional pada bidang yang sesuai dengan bidang prodi; e) mendapat penghargaan atas prestasi/kinerja di tingkat wilayah/nasional/internasional. (matriks BAN PT. no 24, form AMI)

l. Semua dosen memenuhi Ekuivalen Waktu Mendidik Penuh (EWMP) 12 - 16 per semester.

m. Semua dosen memiliki rata-rata jumlah bimbingan sebagai pembimbing utama di seluruh program per semester sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

n. Rasio jumlah mahasiswa terhadap jumlah dosen tetap program studi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

(11)

9

o. Pelaporan Beban Kerja Dosen dilakukan berdasarkan: 1) pedoman yang jelas; 2) diakses oleh assesor yang kompeten; 3) dievaluasi secara terjadwal melalui media/sistem evaluasi yang dapat diakses secara online kapan dan dimana saja; 4) hasilnya tervalidasi, dan; 5) digunakan sebagai dasar penerimaan sertifikasi dosen dan tunjangan guru besar

p. Semua tenaga kependidikan memenuhi aspek: 1) berkualifikasi pendidikan minimal lulusan Diploma 3; dan 2) memiliki kecakapan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Penilaian kecakapan termasuk keberadaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer dalam proses administrasi.

q. Unit Pengelola Program Studi (UPPS) memenuhi aspek: 1) memiliki jumlah laboran yang cukup dengan jumlah laboratorium yang digunakan program studi, 2) kualifikasinya sesuai dengan laboratorium yang menjadi tanggungjawabnya, serta 3) bersertifikat laboran dan bersertifikat kompetensi tertentu sesuai bidang tugasnya.

7. Indikator Pemenuhan Standar a. 100%

b. 100%

c. 100%

d. 100%

e. 100%

f. NDTPS > 15 g. PDTT < 10%

h. 100%

i. > 90%

j. rasio jumlah rekognisi terhadap jumlah DTPS ≥ 0.5 k. Beban Kerja Dosen 12 ≤ EWMP ≤ 16

l. Jika rata-rata jumlah bimbingan sebagai pembimbing utama (RDPU) di seluruh program/semester, RDPU ≤ 5

(12)

10

m. Kelompok Sain Teknologi 15 ≤ RMD ≤ 25 Kelompok Sosial Humaniora 25

≤ RMD ≤ 35

n. Memenuhi aspek 1, 2, 3, 4,dan 5

o. UPPS memiliki tendik memenuhi aspek 1 dan 2.

p. UPPS memiliki laboran memenuhi aspek 1, 2 dan 3.

8. Dokumen Terkait

a. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah, PD Dikti

b. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah, PD Dikti

c. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah, PD Dikti

d. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah, PD Dikti

e. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah, PD Dikti

f. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah, PD Dikti

g. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), SK Dosen pengampu mata kuliah, ijazah

h. Data pengakuan/rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja DTPS; sertifikat dosen dan/atau sertifikat profesi, SK Jabatan akademik dosen

i. Data Kinerja Dosen dalam tri dharma termasuk pembimbingan TA (Laporan BKD),

j. Data Kinerja Dosen dalam tri dharma termasuk pembimbingan TA (Laporan BKD),

k. Data Kinerja Dosen dalam tri dharma termasuk pembimbingan TA (Laporan BKD),

(13)

11

l. 1) Rubrik BKD, 2) Data Kinerja Dosen dalam tri dharma, 3) sistem evaluasi, 4) Rekap pelaporan, 5) rubrik dan bukti pencairan sertifikasi dosen

m. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), ijazah, sertifikat pelatihan sesuai kompetensi, bukti pemanfaatan teknologi informasi oleh tendik, sertifikat laboran

n. Data Dosen dan Tendik (Kualifikasi, pendidikan, jabatan fungsional, kompetensi), ijazah, sertifikat pelatihan sesuai kompetensi, bukti pemanfaatan teknologi informasi oleh tendik, sertifikat laboran.

9. Referensi

a. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

b. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.

c. Pedoman Sistem Penjaminan mutu Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014

d. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 14 Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi

e. Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi

f. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

g. Statuta Universitas Hasanuddin Tahun 2015

h. Peraturan Senat Akademik Universitas Hasanuddin Nomor

46929/UN.4/IT.03/2016 Tentang Kebijakan Pengembangan Kurikulum Program Studi Universitas Hasanuddin

i. Renstra Universitas Hasanuddin Tahun 2020-2024

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

e. stakeholder adalah individu, sekelompok manusia atau masyarakat baik secara keseluruhan maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta kepentingan terhadap

Variabel yang diukur adalah tekanan statis dengan menggunakan Inclinable Multitube Manometer dan dihubungkan pada wall pressure tappings yang kemudian dapat menghasilkan

Fauzy (2014) juga telah melakukan kajian simulasi dari data berdistribusi eksponensial tersensor tipe-II tunggal untuk mencari tingkat kepercayaan yang sebenarnya bagi

sahaja menumpukan sepenuhnya perhatian tetapi melibatkan motivasi dan keadaan fizikal emosi yang mempengaruhi proses pendengaran itu sendiri.  Proses mendengar berkait

Adapun tindakan perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II antara lain: Menunjuk siswa yang tidak pernah mengemukakan pendapatnya untuk mengemukakan pendapatnya

Adalah benar keberadaannya dan merupakan lembaga yang memiliki kredibilitas dan kemampuan untuk melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat, dan layak mengajukan bantuan

b) Menunjukkan huruf konsonan kepada murid dan minta murid menamakan huruf tersebut. a) Menamakan huruf vokal yang ditunjukkan oleh guru. b) Menamakan huruf konsonan