Balai Besar Kimia dan Kemasan ii
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Maksud dan Tujuan ... 1
C. Tugas Pokok dan Fungsi ... 2
D. Ruang Lingkup ... 3
BAB II PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INDUSTRI ... 4
A. Hasil – Hasil Pembangunan ... 4
B. Arah Pembangunan ... 14
BAB III RENCANA KINERJA ... 16
A. Sasaran ... 16
B. Indikator Kinerja... 17
BAB IV PENUTUP ... 20 LAMPIRAN
1. Formulir Rencana Kinerja
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan suatu sistem pemerintahan yang baik (good governance) maka suatu organisasi pemerintahan wajib menerapkan asas akuntabilitas dan transparansi.
Untuk mendukung penerapan asas tersebut, maka diperlukan perencanaan program kerja yang tepat dan terencana sehingga kinerja organisasi dapat dipertanggungjawabkan ke masyarakat.
Berdasarkan Instruksi Presiden No.7 Tahun 1999, Presiden mewajibkan setiap penyelenggara negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok, fungsi dan kewenangannya dengan diawali oleh suatu perencanaan strategis yang dikenal dengan RENSTRA atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 5 tahunan. RENSTRA organisasi kemudian diturunkan kedalam Rencana Kinerja Tahunan yang kemudian diaplikasikan dalam Perjanjian Kinerja serta Rencana Kerja dan Anggaran.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka BBKK menyusun Rencana Kinerja tahun 2017. Rencana kinerja merupakan sebuah janji komitmen suatu instansi yang akan dicapai dalam tahun tertentu. Rencana kinerja ini berisi penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan .Di dalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan.
Pedoman yang digunakan dalam penyusunan Rencana Kinerja Tahun 2017 adalah Peraturan Menteri Perindustrian No.150/M-IND/PER/12/2011 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Kementerian Perindustrian.
B. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan penyusunan RENKIN BBKK Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja BBKK;
2. Sebagai kontrak atau kesepakatan tentang kinerja yang akan diwujudkan BBKK pada tahun 2017;
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 2
3. Memudahkan dalam menilai keberhasilan/ kegagalan atas target kinerja yang telah ditetapkan.
C. Tugas Pokok dan Fungsi
Dasar Hukum Tupoksi
1. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 38/M-IND/PER/6/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Kimia dan Kemasan;
2. Peraturan Menteri Perindustrian No. 58/M-IND/PER/6/2015 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Balai Besar dan Balai Riset dan Standardisasi Industri Di Lingkungan Kementerian Perindustrian.
Tugas Pokok
BBKK mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan pengembangan kompetensi industri kimia dan kemasan sesuai kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim dan Mutu Industri.
Fungsi
Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut, BBKK menyelenggarakan fungsi : 1. penelitian dan pengembangan, pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan baku,
bahan pembantu, proses, produk, peralatan dan pelaksanaan pelayanan dalam bidang pelatihan teknis, konsultansi/ penyuluhan, alih teknologi serta rancang bangun dan perekayasaan industri, inkubasi, dan penanggulangan pencemaran industri;
2. pelaksanaan pemasaran, kerjasama, pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi;
3. pelaksanaan pengujian dan sertifikasi bahan baku, bahan pembantu, dan produk industri kimia dan kemasan, serta kegiatan kalibrasi mesin dan peralatan;
4. pelaksanaan perencanaan, pengelolaan, dan koordinasi sarana dan prasarana kegiatan penelitian dan pengembangan di lingkungan BBKK, serta penyusunan dan penerapan standardisasi industri kimia dan kemasan; dan
5. pelayanan teknis dan administrasi kepada semua unsur di lingkungan BBKK.
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 3
D. Ruang Lingkup
Batasan yang digunakan dalam penyusunan RENKIN BBKK tahun 2017 adalah sebagai berikut:
1. Rencana Kinerja ini disusun untuk Tahun Anggaran 2017;
2. Unit-unit yang termasuk dalam RENKIN BBKK tahun 2017 adalah setiap bagian dan bidang di lingkungan BBKK.
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 4
BAB II PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN INDUSTRI
A. Hasil – Hasil Pembangunan
Tugas pokok BBKK adalah melaksanakan kegiatan penelitian, pengembangan, kerjasama, standardisasi, pengujian, sertifikasi, kalibrasi, dan pengembangan kompetensi industri kimia dan kemasan. Dalam pelaksanaan tugas pokoknya, BBKK memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kajian – kajian di bidang kimia dan kemasan baik kajian produk, proses maupun teknologi proses. Berdasarkan Tupoksi BBKK, maka secara umum hasil dari pelaksanaan kegiatan di BBKK adalah sebagai berikut :
1. Penelitian dan Pengembangan (Litbang) a. Hasil Litbang Prioritas yang Dikembangkan
Jumlah hasil litbang yang siap diterapkan selama 5 (lima) tahun terakhir adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Jumlah Hasil Litbang yang siap diterapkan BBKK 5 Tahun Terakhir Tahun Jumlah Kegiatan (Judul)
2012 5
2013 5
2014 3
2015 3
2016 4
Judul-judul litbang yang telah dilakukan oleh BBKK adalah sebagai berikut : Tahun 2012
1) Optimalisasi operasional spinning band distillation column melalui pembuatan sistem receiver destilat dan pemrograman komputer
2) In house riset verifikasi metode pengujian SNI untuk E. Coli menggunakan rapid test
3) Aplikasi β glukan pada kosmetik berbasis Palm Kernel Mill (PKM) 4) Kompatibilitas biodegradable polimer terhadap material berbasis poliester 5) Rekayasa alat uji top lift kemasan flexible intermediate bulk container (FIBC).
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 5
Tahun 2013
1) Optimalisasi Anti Aging Padas Krim SLN (Solid Lipid Nano Partikel) Berbasis Turunan Kelapa Sawit Dengan Penambahan Bahan Aktif Alam
2) Pengolahan Limbah Tekstil Dengan Foto Reaktor Silinder Berputar Skala Pilot Plant Menggunakan Katalis TiO2 - Zeolit
3) Optimalisasi Proses Pirolisis Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair Dengan Penambahan Katalis Skala Semi Pilot Plant
4) Rancang Bangun Peralatan Pembangkit Vakum Untuk Proses Pengolahan CPO – Olein
5) Efektivitas Penggunaan Dendrimer Berbasis Kelapa Sawit Untuk Proses Katalis.
Tahun 2014
1) Pembuatan Kemasan Pintar (Smart Packaging) untuk Produk Pangan Olahan;
2) Optimalisasi Penggunaan Absorben dan Nano TiO2 dalam Penerapan Sebagai Perangkap Nyamuk;
3) Konversi Bioetanol menjadi Bioetilen sebagai Bahan Baku Plastik Polietilen Nabati untuk Kemasan Makanan.
Tahun 2015
1) Pemanfaatan Gas Hasil Samping Pirolisis Sampah Plastik sebagai Bahan Bakar;
2) Pengembangan dan Aplikasi Kemasan Pintar (Smart Packaging) untuk Produk Pangan Olahan;
3) Optimalisasi Konversi Bioetanol Menjadi Bioetilen sebagai Substitusi Bahan Baku Plastik Polietilen.
Tahun 2016
1) Peningkatan kualitas dan keamanan produk pangan dengan menggunakan “smart and green packaging” berbasis biopolymer untuk mendukung industri hijau;
2) Optimalisasi dan validasi metode sintesa dendritic polyglycerol;
3) Peningkatan nilai tambah hasil samping industri timah (Ilmenite) menjadi TiO2
sebagai bahan penolong dalam industri kimia;
4) Rancang bangun system produksi makanan berbasis singkong dengan pengembangan system pengemasan terstandar untuk meingkatkan daya saing IKM.
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 6 Gambar 2.1 Hasil Litbang yang siap diterapkan BBKK 5 Tahun Terakhir
b. Hasil Litbang Yang Telah Diimplementasikan
Litbang yang dilaksanakan oleh suatu instansi/ lembaga akan memiliki nilai guna lebih jika mampu diterapkan oleh masyarakat luas maupun kalangan industri. Hal ini berarti bahwa litbang tersebut memiliki kualitas yang baik dan instansi/ lembaga penyelenggara litbang mampu memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan dunia industri melalui kegiatan litbang yang dilaksanakannya.
BBKK sebagai instansi pemerintah yang salah satu Tupoksi-nya adalah untuk menyelenggarakan kegiatan litbang, selalu berusaha untuk melaksanakan kegiatan litbang yang berkualitas dan mampu untuk diterapkan guna menjawab kebutuhan masyarakat akan teknologi. Berikut ini adalah litbang BBKK yang berhasil diimplementasikan :
Tabel 2.2 Hasil Litbang BBKK Yang Telah Diimplementasikan BBKK Tahun 2012-2016
Tahun Judul Litbang Nama Industri
2012
Development and technical support of energy sharing – type low temperature container system
PT. Istana Cipta Sembada PT. Puspa Agro Surabaya
Desain kemasan mochi pada produk IKM PT. Rejeki Sukabumi
Nano kemasan untuk produk saus cabe PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk Bekasi
2013 Development and technical support of energy sharing – type low temperature container system
PT. Istana Cipta Sembada PT. Puspa Agro Surabaya Pemurnian Minyak Pala Terkontaminasi Menggunakan
Metode Distilasi Molekular
PT. Mignon Sista Internasional
2014 Development and Technical Support of Energy Sharing Type Low Temperature Container System
PT.IST
2015 Aplikasi Fasa Cair Hasil Pirolisis Limbah Plastik Sebagai Solven dan Bahan Bakar
PT Sigma Utama
Optimalisasi Penggunaan Absorben dan Nano TiO2 dalam Penerapan sebagai Perangkap Nyamuk
PD. Aditya
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 7
Tahun Judul Litbang Nama Industri
2016 Karakteristik fraksi-fraksi hasil pirolisis plastik untuk diaplikasikan ke industri kimia
PT. Sigma Utama
Gambar 2.2 Hasil Litbang Yang Telah Diimplementasikan BBKK Tahun 2011 - 2015
c. Hasil Teknologi yang Dapat Menyelesaikan Permasalahan Industri
Merupakan hasil litbang/perekayasaan yang didasarkan atas permasalahan yang dihadapi oleh sektor industri. Berikut adalah hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan industri BBKK tahun 2015 - 2016 :
Tabel 2.3 Jumlah Hasil Teknologi yang Dapat Menyelesaikan Permasalahan Industri BBKK tahun 2015 - 2016
Tahun Jumlah Kegiatan (Judul)
2015 2
2016 1
2. Kerjasama Litbang
Kerjasama R&D yang dilaksanakan BBKK adalah kerjasama dalam pelaksanaan kegiatan litbang antara BBKK dengan industri, instansi / lembaga lain dari dalam dan luar negeri. Beberapa pihak yang pernah melakukan kerjasama litbang dengan BBKK antara lain adalah Kementerian Riset dan Teknologi, Pusat Pengkajian Teknologi & HKI BPKIMI, Kementerian Pendidikan Nasional, Korea Institute of Industrial Technology (KITECH) - Korea Selatan, PT. Kimia Farma dan beberapa industri. Berikut adalah hasil kerjasama litbang BBKK tahun 2012 - 2015 :
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 8 Tabel 2.4 Jumlah Kerjasama Litbang BBKK
Tabel 2.5 Kerjasama Litbang BBKK dan Mitra
Tahun No Judul Kerjasama Litbang Peneliti Mitra Klasifikasi 2012 1 Economic Bioprocess Development For
The Mass Production Of High Valued And Functional Cosmetic Biopolymer By Liquid Fermentation Using Palm Kernel Cake As Fermentation Media
Dwinna Rahmi
KITECH Luar
Negeri
2 Development And Technical Support Of Energy Sharing – Type Low
Temperature Container System
Wiwik Pudjiastuti
KITECH Luar
Negeri
3 Sintesa Katalis Dendrimer Dari Minyak Kelapa Sawit Untuk Proses Derivatisasi Bahan Alami
Dwinna Rahmi
RISTEK Dalam
Negeri
4 Aplikasi Nano Tio2 Pada Kemasan Plastik Untuk Produk Olahan
Rahyani Ermawati
RISTEK Dalam
Negeri 2013 1 Efektifitas Penggunaan Dendrimer
Berbasis Kelapa Sawit Untuk Proses Katalis
Dwinna Rahmi
Puskajitek &
HKI
Dalam Negeri
2 Optimalisasi Proses Pengembangan Teknologi Konversi Biomassa Menjadi Bahan Bakar Cair
Mangala T.M Puskajitek &
HKI
Dalam Negeri
3 Optimalisasi Proses Pirolisis Plastik Menjadi Bahan Bakar Cair Dengan Penambahan Katalis Skala Semi Pilot Plat
Rahyani Ermawati
Puskajitek &
HKI
Dalam Negeri
4 Pemurnian Minyak Pala
Terkontaminasi Menggunakan Metode Distilasi Molekular
Arief Riyanto
PT. Mignon Sista
Internasional
Dalam Negeri
5 Economic Bioprocess Development For The Mass Production Of High Valued
Dwinna Rahmi
KITECH Luar
Negeri
Tahun Jumlah Kegiatan (Judul)
2012 4
2013 6
2014 2
2015 1
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 9 Tahun No Judul Kerjasama Litbang Peneliti Mitra Klasifikasi
And Functional Cosmetic Biopolymer By Liquid Fermentation Using Palm Kernel Cake As Fermentation Media
6 Development And Technical Support Of Energy Sharing – Type Low
Temperature Container System
Wiwik Pudjiastuti
KITECH Luar
Negeri
2014 1 Sintesa Hydrogenated Coconut Oil dari Coconut Oil
Dwinna Rahmi
PT. Kimia Farma
Dalam Negeri 2 Sintesa Decamethylenediamine
(DMDA) dari Sebasic Acid
Dwinna Rahmi
PT. Kimia Farma
Dalam Negeri 2015 1 Sintesa hydrogenated oilblend (minyak
kelapa sawit dengan minyak kedelai)
Dwinna Rahmi
PT. Sinar Meadow
Dalam Negeri
Gambar 2.3 Kerjasama Litbang BBKK Tahun 2011 - 2015
3. Layanan Jasa Teknis
Sebagai Unit Pelaksana Teknis, BBKK memberikan layanan jasa teknis kepada masyarakat dan industri. Hasil dari layanan yang diberikan ini akan menghasilkan penerimaan berupa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Selama 5 tahun terakhir jumlah penerimaan BBKK selalu mengalami pertumbuhan yang positif sebagaimana terlihat pada tabel dibawah ini.
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 10 Tabel 2.6 Penerimaan JPT BBKK Tahun 2011-2015
2011 2012 2013 2014 2015
1 Riset 142,173,595 - 32,500,000 113,454,593 20,900,000
2 Pelatihan 59,600,000 230,250,000 390,098,000 54,500,000 117,500,000
3 Pengujian 1,413,920,000 1,952,102,700 2,338,322,750 2,623,227,692 2,821,408,485
4 Konsultansi 32,000,000 7,525,000 99,740,000 26,000,000 29,000,000
5 Standardisasi 355,085,000 306,427,000 338,797,000 149,540,000 299,387,500
6 Kalibrasi 179,816,500 114,735,000 169,050,000 158,700,000 242,305,000
7 Sertifikasi 431,820,000 896,190,500 1,631,407,930 1,725,355,000 2,420,780,000
8 RBPI - - - 27,850,000 -
9 Penanganan
Cemaran 205,381,000 - - 255,277,000 246,026,000 10 JPT Lainnya 230,000 128,033,500 235,813,000 3,785,000 3,053,000 Total 2,820,026,095 3,635,263,700 5,235,728,680 5,137,689,285 6,200,359,985
No Jenis JPT PNBP/BLU (Rp.)
Gambar 2.4 Grafik Penerimaan JPT BBKK Tahun 2011 - 2015
Rincian penerimaan jasa pelayanan teknis BBKK adalah sebagai berikut : a) Pelatihan Teknis Operasional
Pelatihan teknis operasional merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia di industri maupun institusi terkait lainnya. Sebagai Unit Pelaksana Teknis yang memberikan jasa pelatihan teknis operasional, maka BBKK harus menerapkan sistem manajemen mutu dalam organisasinya agar kualitas layanan yang diberikan terjamin mutunya.
Hal yang harus diperhatikan dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan pelatihan teknis operasional ini adalah adanya pengaturan. Pengaturan yang dimaksud adalah perbaikan dalam penataan dokumen sistem manajemen mutu dan implementasinya.
BBKK telah mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dari TUV Rheinland untuk ruang lingkup Penyediaan Jasa Pelatihan Teknis Terkait Kemasan dengan nomor sertifikat 824 100 11035 yang berlaku dari tanggal 01 Maret 2015 hingga 01 Maret 2018.
Rincian pelatihan teknis operasional yang dilaksanakan oleh BBKK selama 4 tahun terakhir adalah sebagai berikut :
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 11 Tabel 2.7 Perkembangan Jumlah Pelatihan Teknis
Tahun Jumlah
2011 9
2012 13
2013 14
2014 18
2015 20
b) Pengujian Bahan dan Produk Industri
Sebagai Unit Pelaksana Teknis yang memiliki fungsi untuk memberikan pelayanan jasa teknis bidang teknologi bahan baku, bahan pembantu, proses, dan produk, maka BBKK memiliki laboratorium pengujian yang terakreditasi oleh KAN. Adanya akreditasi ini dimaksudkan untuk memberikan jaminan mutu atas hasil uji kepada masyarakat terutama masyarakat industri. Disamping itu laboratorium pengujian juga mendukung akreditasi LSPro – ChemPack. Hal ini dilakukan dengan cara memperluas kemampuannya dengan melaksanakan permohonan akreditasi untuk beberapa produk.
Laboratorium pengujian BBKK telah memperoleh sertifikat akreditasi dari KAN sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025:2008 tentang Persyaratan Umum untuk Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi dengan nomor sertifikat LP – 114 – IDN yang berlaku dari tanggal 19 Juli 2012 hingga 18 Juli 2016.
Perkembangan jumlah sampel yang masuk ke laboratorium pengujian selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :
Tabel 2.8 Perkembangan Jumlah Contoh Uji
Tahun Jumlah Contoh Rasio (%)
2011 2.467 - 3.86
2012 2.358 -4.41
2013 2.534 7.47
2014 2.722 7.42
2015 4069 49,48
*) Keterangan : Rasio pertumbuhan contoh uji pada tahun 2010 dihitung berdasarkan perbandingan dengan jumlah contoh uji pada tahun 2010 sebanyak 2.566 contoh uji.
c) Konsultansi
Konsultansi merupakan fasilitas yang disediakan oleh BBKK untuk industri yang memerlukan bantuan informasi terkait hal-hal sebagai berikut :
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 12
Sistem manajemen mutu;
Pencegahan dan penanggulangan pencemaran;
Pendaftaran paten dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI);
Peningkatan mutu produk lainnya.
Tabel 2.9 Perkembangan Jumlah Konsultansi Tahun Jumlah Konsultansi
2010 3
2011 3
2012 1
2013 20
2014 14
2015 28
d) Standardisasi
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal terkait memberikan tugas kepada BBKK untuk menyiapkan konsep/ Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI), baik berupa konsep baru maupun revisi. BBKK menyiapkan panitia teknis yang antara lain terdiri dari editor dan konseptor. Selain itu BBKK juga berperan aktif dalam pembahasan konsep RSNI bidang kimia dan kemasan yang disusun/ direvisi, dan dalam diskusi pembahasan petunjuk teknis pemberlakuan SNI wajib. Hasil dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
Tabel 2.10 Perkembangan Kegiatan Standardisasi
Tahun
Jumlah
Total Revisi SNI
Penyusunan SNI baru
2010 3 0 3
2011 4 1 5
2012 4 0 4
2013 6 0 6
2014 6 3 9
e) Kalibrasi Peralatan
Peralatan yang memadai untuk mendukung pengujian harus dikalibrasi agar terjamin kepastian pengukurannya. Laboratorium kalibrasi BBKK melaksanakan kalibrasi peralatan untuk laboratorium pengujian BBKK dan alat – alat yang ada di industri, baik untuk
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 13
keperluan laboratorium maupun proses produksi. Laboratorium kalibrasi BBKK telah diakreditasi oleh KAN.
Perkembangan jumlah alat yang dikalibrasi BBKK dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.11 Perkembangan Jumlah Alat Yang Dikalibrasi Tahun Jumlah Alat Rasio (%)
2010 524 -24.06
2011 361 -31.11
2012 418 15.78
2013 653 56.22
2014 596 -8.73
2015
*) Keterangan : Rasio Pertumbuhan jumlah alat yang dikalibrasi pada tahun 2010 dihitung berdasarkan perbandingan dengan jumlah alat yang dikalibrasi pada tahun 2009 sebanyak 690 alat
f) Sertifikasi Produk
Dalam rangka memberikan jasa Sertifikasi Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) dan pemberlakuan SNI secara wajib sesuai ruang lingkup yang sudah diakreditasi, maka BBKK berperan aktif melalui lembaga sertifikasi produk-nya (LSPro – ChemPack).
Apabila ada penambahan produk baru terhadap penerapan regulasi teknis SNI atau produk yang dipersyaratkan konsumen untuk bertanda SNI, maka BBKK berusaha untuk menambah ruang lingkup produk/ komoditinya agar diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
Saat ini LSPro – ChemPack telah memperoleh sertifikat akreditasi dari KAN sesuai dengan SNI ISO/IEC 17065:2012 tentang Penilaian Kesesuaian-Persyaratan untuk Lembaga Sertifikasi Produk, Proses dan Jasa dengan nomor sertifikat LSPr – 021 – IDN yang berlaku dari tanggal 25 Februari 2015 hingga 19 September 2019.
Perkembangan jumlah penerbitan SPPT – SNI dari layanan ini adalah sebagai berikut :
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 14 Tabel 2.12 Perkembangan Jumlah Sertifikasi Produk
Tahun Jumlah SPPT SNI
2011 16
2012 21
2013 30
2014 55
2015 62
B. Arah Pembangunan
Sesuai dengan RPJPN Tahun 2005 – 2025 sebagaimana dinyatakan dalam UU No.17 Tahun 2007, dalam pembangunan jangka panjang, pembangunan industri antara lain diarahkan untuk menjadi wahana peningkatan kemampuan inovasi dan wirausaha bangsa di bidang teknologi industri dan manajemen sebagai ujung tombak pembentukan daya saing industri nasional menghadapi era globalisasi/liberalisasi ekonomi dunia.
Dalam RENSTRA Kementerian Perindustrian Tahun 2015 – 2019 telah dirumuskan visi pembangunan industri yaitu Indonesia menjadi Negara industri yang berdaya saing dengan struktur industri yang kuat berbasiskan sumber daya alam dan berkeadilan.
Dalam rangka mendukung visi BPKIMI tahun 2025 untuk menjadi lembaga penyedia rumusan kebijakan yang visioner dan pelayanan teknis teknologis terkini yang mampu menjadi katalis peningkatan produktivitas dan daya saing sektor industri di tingkat nasional maupun global, dan juga mendukung visi BBKK untuk menjadi institusi terkemuka di Indonesia dalam litbang dan pelayanan jasa teknis bidang kimia dan kemasan pada tahun 2020, maka BBKK merumuskan kondisi yang diharapkan pada tahun 2020 sebagai berikut :
1. telah terjadi perubahan paradigma sehingga fokus pada kompetensi inti (dalam litbang dan layanan jasa teknis, SDM, bidang keahlian);
2. memposisikan BBKK sebagai mitra industri yang profesional sesuai kompetensi di bidang kimia dan kemasan;
3. memiliki kemampuan yang handal di bidang kimia dan kemasan;
4. terkemuka dalam litbang dan pelayanan jasa teknis sesuai dengan kompetensi inti.
Selain itu BBKK juga menetapkan tujuan yang ingin dicapai yaitu meningkatkan daya saing industri kimia dan kemasan melalui kegiatan litbang dan layanan jasa teknis.
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 19
BAB III RENCANA KINERJA
A. Sasaran
Sasaran dalam kurun waktu jangka menegah yang ingin dicapai Balai Besar Kimia dan Kemasan dibagi berdasarkan 2 perspektif :
1. Perspektif Pemangku Kepentingan/ Stakeholder :
a. Meningkatnya hasil – hasil litbang yang dimanfaatkan oleh industri 2. Perspektif Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi :
a. Meningkatnya layanan jasa teknis kepada industri b. Meningkatnya kerjasama litbang
c. Meningkatnya kualitas pelayanan publik d. Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang
e. Meningkatnya dukungan lembaga dalam penguatan standardisasi industri
Dalam upaya pencapaian sasaran tersebut, BBKK mendapatkan dukungan anggaran dalam pelaksanaan kegiatannya. Secara umum berikut ini adalah output dalam pelaksanaan kegiatan tersebut :
Tabel 3.1 Output Pelaksanaan Kegiatan BBKK Tahun 2017
No Output
1864.001 Hasil Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri Kimia dan Kemasan 1864.002 Fasilitas Layanan Litbang dan Jasa Teknis Industri
1864.003 Layanan Dukungan Manajemen 1864.994 Layanan Perkantoran
1864.995 Kendaraan Bermotor
1864.996 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 1864.997 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 19
B. Indikator Kinerja
Berdasarkan sasaran yang ingin dicapai, maka ditetapkanlah ukuran untuk menentukan keberhasilan/ kegagalan dalam pencapaian sasaran tersebut melalui penetapan indikator kinerja. Berikut ini adalah indikator kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Kinerja BBKK tahun 2017 :
1. Sasaran Strategis : Meningkatnya hasil – hasil litbang yang dimanfaatkan oleh industri
Indikator Kinerja : Hasil litbang yang siap diterapkan (3 penelitian)
Hasil litbang yang telah diimplementasikan (1 penelitian)
Hasil teknologi yang dapat menyelesaikan permasalahan indutri (problem solving) (1 paket teknologi)
2. Sasaran Strategis : Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha Indikator Kinerja : SDM industri yang memperoleh pelatihan teknis (75 orang)
Sampel yang diuji di laboratorium (4050 sampel) Desain/prototip yang dihasilkan (3 desain/prototip) Perusahaan yang dilayani (720 perusahaan)
3. Sasaran Strategis : Meningkatnya kerja sama industri
Indikator Kinerja : Kerjasama litbang instansi dengan industri (3 kerjasama)
4. Sasaran Strategis : Meningkatnya kualitas pelayanan publik
Indikator Kinerja : Peningkatan kepuasan pelanggan (3.44 dari skala 4)
5. Sasaran Strategis : Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang
Indikator Kinerja : Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan (10 Karya Tulis Ilmiah)
6. Sasaran Strategis : Meningkatnya dukungan lembaga dalam penguatan standardisasi industri
Indikator Kinerja : Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di laboratorium (5 persen)
Balai Besar Kimia dan Kemasan Hal. 20
BAB IV PENUTUP
Rencana Kinerja merupakan rencana tahunan yang disusun sebagai penjabaran atas rencana jangka menengah yang tertuang dalam RENSTRA BBKK TA 2015-2019. Secara rinci keterkaitan Rencana Kinerja tahun 2017 BBKK dengan RENSTRA BBKK 2015-2016 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.1 Keterkaitan RENKIN Tahun 2017 dengan RENSTRA BBKK 2015-2019 Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target
RENSTRA
Target RENKIN Meningkatnya hasil – hasil
litbang yang dimanfaatkan industri
Hasil litbang yang siap diterapkan 3 hasil litbang 3 hasil litbang Hasil litbang yang telah
diimplementasikan 1 hasil litbang 1 hasil litbang Hasil teknologi yang dapat
menyelesaikan permasalahan industri (problem solving)
1 paket teknologi 1 paket teknologi
Meningkatnya kerjasama industri
Kerja sama litbang instansi dengan
industri 3 kerja sama 3 kerja sama
Meningkatnya publikasi ilmiah hasil litbang
Karya tulis ilmiah yang
dipublikasikan 10 KTI 15 KTI
Meningkatnya usulan penerapan SNI
Peningkatan jumlah jenis produk yang sudah bisa diuji di
laboratorium
5% 5%
Meningkatnya jasa pelayanan teknis kepada dunia usaha
SDM industri yang memperoleh
pelatihan teknis 75 orang 75 orang
Sampel yang diuji di laboratorium 4050 sampel 4050 sampel Desain/prototip yang dihasilkan 3 desain 3 desain Perusahaan yang dilayani 720 perusahaan 720 perusahaan Meningkatkan kualitas
pelayanan publik
Peningkatan kepuasan pelanggan
3.44 3.44