• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGELOLAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SDN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PENGELOLAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SDN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENGELOLAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PADA SDN 060864

Purwita Sari

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Akuntansi, Universitas Potensi Utama, Jl. K.L.Yos Sudarso, Tj. Mulia, Medan Deli, Kota Medan-20241 Telp: (061) 6640525,

e-mail: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 060864 baik dalam pelaksanaan, pelaporan, dan tanggung penggunaan dana yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis pendekatan deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu memecahkan masalah yang sedang diteliti dengan mendeskripsikan keadaan Sekolah SDN 060864 dalam mengelola dana keuangan Bantuan Operasional Sekolah berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan melalui metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tim Manajemen BOS SDN 060864 telah melaksanakan tata cara pengelolaan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis BOS yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020.

Kata kunci : Pengelolaan Keuangan, BOS, Sekolah

ABSTRACT

This study aims to analyze the management of School Operational Assistance (BOS) funds at SDN 060864 both in the implementation, reporting, and responsibility for the use of funds in accordance with the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 8 of 2020 concerning Technical Guidelines for Regular School Operational Assistance. The research method used is a descriptive type with a qualitative approach, namely solving the problem being studied by describing the state of the SDN 060864 School in managing the School Operational Assistance financial funds based on facts that occur in the field through interviews, documentation, and observation.

The results showed that the BOS Management Team of SDN 060864 had implemented the procedures for managing BOS funds in accordance with the BOS technical instructions contained in the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 8 of 2020.Abstrak dalam artikel ini juga harus dituliskan dalam Bahasa Inggris.

Keywords : Financial Management, BOS, School

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan sarana utama dalam kemampuan berpikir sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidup dan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman teknologi dan budaya masyarakat. Namun pendidikan tidak hanya dimaksud mengembangkan pribadi semata melainkan juga sebagai akar dari pembangunan karakter anak bangsa dan Negara. Pendidikan sebagai suatu fasilitas yang membangun mutu dan karakter bangsa dan negara. Masyarakat yang sukses merupakan individu yang selalu meperhatikan akan perkembangan kemajuan pendidikan sehingga bangsa Indonesia dapat menghasilkan berbagai

(2)

prestasi dan keterampilan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional menurut Pasal 3 Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003, Tujuan Pendidikan Nasional adalah mengembangkan skill baik dari kemampuan, keilmuan, dan keterampilan serta dapat mencerdaskan kehidupan bangsa untuk menjadi individu yang kuat, teguh, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi bangsa yang bertanggung jawab.

Sekolah adalah kerja sama sejumlah orang yang menjalankan seperangkat fungsi mendasar, untuk melayani kelompok umur tertentu dalam ruang kelas, yang pelaksanaannya dibimbing oleh guru melalui kurikulum yang bertingkat untuk mencapai tujuan instruksional, dengan terikat akan norma dan budaya yang mendukungnya sebagai suatu sistem nilai. Ibrahim (2012) dalam Gede Andreyan (2014) menyatakan Sekolah Dasar adalah bagian dari pendidikan dasar yang menyelenggarakan pendidikan enam tahun.

Masalah yang sulit dihilangkan dalam mewujudkan tujuan pendidikan adalah tugas Pemerintah dalam mempersiapkan bantuan baik dari segi fasilitas pendidikan. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan bahwa Pemerintah wajib memfasilitaskan pelayanan, kemudahan, dan jaminan dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali. Peran Negara dalam membantu dan meringankan biaya peserta didik adalah adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler menyatakan program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi sekolah sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik. Juknis BOS (2015) menyatakan Bantuan Operasional Sekolah merupakan program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memiliki tujuan untuk membantu dan meringankan masyarakat dalam pembiayaan pendidikan wajib belajar 12 tahun yang berkualitas dan bermutu, membebaskan peserta didik atas pungutan biaya operasional sekolah, dan meringankan beban siswa dalam membayar biaya SPP khususnya di sekolah swasta.

Adapun factor yang mempengaruhi keberhasilan program BOS adalah penyusunan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan petunjuk teknis BOS yang tertuang pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 menyatakan bahwa adanya BOS regular berfungsi untuk membantu pembiayaan operasional sekolah, dan meningkatkan aksesibilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik sehingga segala pembiayaan pendidikan yang terjadi di sekolah harus dilaksanakan sesuai dengan prinsip penggunaan dana BOS regular.

Penting adanya pengelolaan keuangan BOS yaitu untuk mewujudkan tata pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabilitas sehingga mampu membantu tercapainya keberhasilan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan visi dan misi sekolah. Di kalangan masyarakat saat ini banyak yang belum mengetahui bagaimana pengelolaan BOS yang dimulai dari perencanaan, penggunaaan, pelaksanaan, dan pertanggung jawaban dana BOS yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Reguler. Adapun tujuan dan perumusan masalah yang akan diteliti yaitu

“Bagaimana pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada SDN 060864 ?”.

(3)

LANDASAN TEORI

Bantuan Operasional Sekolah

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan program pemerintah yang meringankan beban biaya pendidikan peserta didik wajib belajar 12 tahun. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler menyatakan bahwa BOS merupakan program Pemerintah Pusat untuk penyediaan pendanaan biaya operasional bagi sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus nonfisik. Juknis BOS (2015) menyatakan Bantuan Operasional Sekolah adalah program pemerintah yang menyediakan pendanaan biaya non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar. Menurut Ismi Solikhatun (2016) “BOS merupakan program pemerintah berupa bantuan pemberian dana ke sekolah dengan besaran bantuan yang diterima sekolah dan dihitung berdasarkan jumlah siswa.”

Jadi, BOS merupakan program pemerintah yang memberikan bantuan kepada instansi pendidikan untuk membiayai pendidikan non personalia kepada siswa tidak mampu dan meringankan kebutuhan siswa lainnya sebagai pelaksanaan program wajib belajar serta memperluas upaya peningkatan mutu pendidikan.

Tujuan Bantuan Operasional Sekolah

Tujuan umum bantuan operasional sekolah ialah membantu pendanaan biaya operasi dan nonpersonalia sekolah, meringankan beban biaya operasi sekolah bagi peserta didik pada sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat, dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler bertujuan untuk membantu biaya operasional sekolah, dan meningkatkan aksesibilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik. Abd Majid Latief (2015) menyatakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara umum bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap biaya pendidikan wajib belajar 9 tahun. Selain itu diharapkan program BOS dapat berperan dalam mempercepat peningkatan standar pelayanan di sekolah. Secara khusus program BOS bertujuan untuk membebaskan seluruh peserta didik dari pungutan biaya operasional sekolah baik sekolah negeri dan sekolah swasta, dan meringankan beban pembiayaan operasional sekolah bagi peserta didik di sekolah swasta.

Juknis BOS (2015) dalam Ismi Solikhatun (2016) tujuan Bantuan Operasional Sekolah adalah mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi semua lapisan masyarakat. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah dihitung berdasarkan jumlah siswa per sekolah dikalikan satuan biaya pendidikan. Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler bahwa sasaran BOS regular yaitu sekolah yang

berada dibawah naungan Pemerintah

Daerah atau sekolah yang di dirikan oleh yayasan yang profil sekolah telah terdata di dapodik, serta sekolah yang telah memiliki izin operasional. Penyaluran dana BOS Reguler dilakukan pada setiap 3 bulan sekali. Bagi sekolah yang berada pada geografis yang sulit dijangkau maka penyaluran dana BOS Reguler dilakukan tiap semester.

Pengelolaan Keuangan

Proses kegiatan pembelajaran di sekolah harus berjalan dengan tertib, lancar, efektif, dan efisien. Kegiatan yang terjadi di sekolah/madrasah membutuhkan pengelolaan yang baik, terutama dalam hal keuangan. Keuangan di sekolah/madrasah merupakan bagian yang penting bagi semua instansi karena setiap kegiatan pada umumnya membutuhkan biaya sehingga perlu diadakannya

(4)

pengelolaan keuangan yang teratur dan transparan. Sesuai dengan poin utama, pengelolaan keuangan pada instansi pendidikan pada umumnya dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan atau pengendalian.

Lembaga Pengembangan Dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (2013) Pengelolaan keuangan dapat diartikan sebagai tindakan pengurusan/ketatausahaan keuangan yang meliputi pencatatan, perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pelaporan. Dengan demikian, pengelolaan keuangan sekolah merupakan seluruh aktivitas yang mengatur keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pencatatan, pembelanjaan, pengawasan, dan pertanggung-jawaban keuangan sekolah.

Beberapa kegiatan pengelolaan keuangan adalah mendapatkan dan memanfaatkan sumber- sumber pendanaan baik untuk dana pelaporan, pemeriksaan, dan pertanggungjawaban. Dalam proses pengelolaan keuangan terdapat struktur yang terdiri dari perencanaan program sekolah, baik pemasukan dan pengeluaran biaya dalam pelaksanaan, dan penggunaan anggaran keuangan sekolah.

METODOLOGI PENELITIAN

Berdasarkan permasalahan penelitian maka jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu pemecahan masalah yang diteliti dengan menggunakan cara penyajian data yang diperoleh dari wawancara, observasi lapangan, dan studi pustaka kemudian dianalisis dan diinterpretasikan dengan memberikan kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi dengan pihak yang berwenang dalam pengelolaan keuangan dana BOS. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif. Analisis deskriptif yaitu metode analisis data penelitian yang digunakan untuk menjelaskan data, mengumpulkan data, dan menganalisis data dari objek yang diteliti kemudian menarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang diamati secara langsung melalui wawancara dengan pihak yang berwenang di instansi SDN 060864 bahwa dalam proses perencanaan pengelolaan dana BOS, individu yang ikutserta yaitu kepala sekolah sebagai penanggung jawab, bendahara sekolah sebagai pengelola keuangan sekolah, dan komite sekolah. Proses awal perencanaan pengelolaan keuangan diawali dengan penyusunan rencana anggaran keuangan sekolah (RAKS) oleh tim manajemen BOS sekolah yaitu kepsek, bendahara, operator sekolah, dewan guru dan komite sekolah. Tahapan- tahapan penyusunan RAKS dimulai dengan mengidentifikasi dan menulis daftar kebutuhan yang akan digunakan dalam satu tahun seperti pembiayaan inventaris sekolah dan biaya penunjang fasilitas sekolah.

Dana BOS digunakan untuk memenuhi kelengkapan dan fasilitas di sekolah seperti membeli dan memperbaiki fasilitas sarana prasarana baik pelayanan pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler, pengadaan peralatan sekolah, dan pendayagunaan laboratorium dan bahan praktek. Sehingga sekolah harus memiliki kemampuan keuangan yang baik agar kelengkapan fasilitas penunjang belajar dapat terpenuhi. Semakin lengkap fasilitas dan sarana belajar, akan semakin mempermudah kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran yang sarana dan prasarana sekolah lengkap dapat memberikan kesan positif dan kenyamanan bagi siswa dalam belajar sehingga mutu sekolah menjadi lebih maju dan dapat mewujudkan visi dan misi sekolah.

(5)

Penggunaan dana BOS digunakan untuk membiayai kegiatan pembelajaran seperti pengembangan perpustakaan, penerimaan peserta didik, kegiatan belajar dan ekstrakulikuler, pembelian bahan habis pakai, langganan daya dan jasa, perawatan sanitasi sekolah, pembayaran honorarium guru dan tenaga kependidikan, pengembangan keahlian profesi guru, pembelian dan perawatan perangkat computer, membantu peserta didik miskin yang belum menerima bantuan program lain seperti KIP, (Kartu Indonesia Pintar) (Juknis BOS, 2015).

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler Pasal 9 menyatakan komponen penggunaan dana BOS digunakan untuk membiayai penerimaan peserta didik, pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstrakulikuler, kegiatan asesmen/ evaluasi pembelajaran, administrasi kegiatan sekolah, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, langganan daya dan jasa, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, penyediaan alat multi media pembelajaran, penyelenggaraan bursa kerja khusus, penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, dan pembayaran honor.

Pembahasan

Pengelolaan dana BOS didasarkan pada kesepakatan dan keputusan antara Tim Manajemen BOS Sekolah, Dewan Guru, dan Komite Sekolah untuk menentukan komponen apa yang menjadi salah satu sumber penerimaan anggaran dalam format Rencana Keuangan Anggaran Sekolah (RKAS), di samping dana yang didapat berasal dari Pemerintah daerah atau sumber lainnya. Hasil keputusan dalam penggunaan dana BOS harus diungkapkan secara tertulis pada berita acara hasil rapat yang melampirkan seluruh tanda tangan peserta yang hadir pada saat rapat. Faktor yang mempengaruhi tujuan pengelolaan dana BOS yang belum tercapai yaitu aspek perencanaan yang disebabkan jumlah dana yang diberikan kepada sekolah masih terlalu minim dibandingkan dengan besaran biaya operasional yang harus ditanggung oleh sekolah sehingga pihak sekolah sulit dalam mengelola dana yang ada. Kedua aspek pelaksanaan, seluruh komponen penggunaan dana BOS sudah sesuai dengan juknis akan tetapi minimnya sosialisasi kepada orang tua sehingga menyebabkan banyak pihak masyarakat dan orang tua siswa salah paham masalah penggunaan dana BOS.

Pembiayaan pada instansi pendidikan baik formal dan nonformal merupakan tahapan yang memiliki beberapa tujuan baik pada sistem pengelolaan keuangan. Sekolah selalu membuat penyediaan sumber daya yang mencukupin dan memadai untuk peserta didik sehingga mereka memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman baik secara keilmuan dan keterampilan Akan tetapi kendala akan selalu ada terutama kurangnya sumber daya yang dimiliki. Peraturan dan kebijakan tidak selalu memberikan hasil baik dalam meningkatkan sistem keuangan sekolah, meskipun pendanaan merupakan bagian penting dari sistem pendidikan, tanpa sumber daya, sekolah tidak akan berjalan dengan sesuai visi dan misi sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler Pasal 3, penggunaan dana BOS regular dilakukan berdasarkan prinsip :

1.

Fleksibilitas yaitu pemakaian dana BOS regular yang sesuai dengan kebutuhan sekolah yang tertuang dalam petunjuk teknis BOS regular Nomor 8 Tahun 2020 pasal 9 yaitu untuk membiayai penerimaan siswa baru,

peningkatan perpustakaan, kegiatan

belajar mengajar dan ekstrakulikuler, pembiayaan administrasi sekolah, pelatihan profesi guru dan tenaga kependidikan, langganan daya dan jasa, perbaikan sarana dan sanitasi sekolah, dan pembayaran gaji guru.

2.

Efektivitas yaitu pemakaian dana BOS reguler dapat memberikan keberhasilan prestasi siswa dan menunjang proses pembelajaran di sekolah guna mencapai tujuan pendidikan.

Sama halnya bahwa penerapan prinsip efektivitas pada penggunaan dana BOS harus dapat

(6)

mewujudkan visi dan misi SDN 060864. Pengelolaan keuangan dikatakan memenuhi prinsip keefektifan kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan instansi yang bersangkutan dan kualitas outcomes- nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

3.

Efisiensi yaitu penggunaan dana BOS regular diupayakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa dengan biaya seminimal mungkin dengan hasil yang optimal. Dengan adanya prinsip efisiensi, pemerintah memiliki harapan bahwa penggunaan dana BOS dapat membiayai segala kebutuhan belajar siswa dimulai dari kegiatan pembelajaran dan mengembangkan keahlian guru-guru dalam proses belajar mengajar.

4.

Akuntabilitas yaitu pemakaian dana BOS regular seluruhnya dapat ditanggung jawabkan secara akurat dan logis sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

5.

Transparansi yaitu pemakaian dana BOS regular dilakukan secara terbuka baik dalam pembelanjaan dana dan penyusunan laporan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada tim manajemen BOS terutama pemangku penanggung jawab atas pengelolaan dana BOS dan penggunaan dana BOS yaitu kepala sekolah menyatakan bahwa tim manajemen BOS telah melaksanakan dan menerapkan prinsip-prinsip penggunaan dana BOS sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 pasal 3 pada pengelolaan dana BOS. Prinsip transparansi menekankan tim manajemen BOS dan sekolah bahwa pengelolaan keuangan dana BOS harus dilakukan secara terbuka kepada masyarakat di lingkungan sekolah sehingga masyarakat dapat memberi saran, pengawasan, dan pengendalian atas penggunaan dana BOS. Pada saat ini tidak ada keluhan maupun kritikan masyarakat dan dewan orang tua siswa terhadap pengelolaan dan penggunaan dana BOS sampai saat ini dan jika ada orang tua siswa yang mengajukan kritik terhadap pengelolaan dan penggunaan dana BOS maka pihak sekolah akan melakukan rapat terbuka dengan tim manajemen BOS dan komite sekolah.

Dari hasil wawancara yang diperoleh dari bendahara sekolah yang berkaitan dengan pertanggung jawaban pengelolaan dana BOS ada tata kelola BOS yang harus disiapkan yaitu penyusunan laporan realisasi penggunaan dana BOS triwulan (formulir BOS K7 dan BOS K7A) di tiap akhir triwulan untuk keperluan monitoring dan audit, menyusun laporan tahunan atas penggunaan dana BOS tiap triwulan untuk diserahkan ke Kantor Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah. Pengelolaan dana BOS di mulai dari penyusunan rencana keuangan anggaran sekolah (RKAS) lalu operator sekolah wajib menginput data siswa dengan benar lalu melakukan pemutakhiran data pokok pendidikan (Dapodik) di aplikasi dapodik sesuai dengan kondisi rill sekolah sampai batas waktu yang ditetapkan, lalu mengirimkan laporan hasil pelaporan pengunaan dana BOS ke laman bos.kemendikbud.go.id.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 17 Ayat (1) tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler menyatakan bahwa semua pengelolaan, dan pelaporan atas penggunaan dana BOS reguler yang dilakukan harus melaporkan semua penggunaan dana atas penyaluran dana BOS reguler pada setiap tahap ke dalam sistem pelaporan Kementerian melalui laman bos.kemendikbud.go.id. Apabila tim manajemen BOS tidak melakukan pelaporan penggunaan dana BOS yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 17 Ayat (1) tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler maka penyaluran dana BOS reguler pada tahap berikutnya tidak dapat dilakukan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa SDN 060864 telah melakukan prinsip penggunaan dana BOS reguler sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 3 tentang Petunjuk

(7)

Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler yaitu fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Pada pengelolaan, pelaporan dan tanggung penggunaan dana BOS reguler sudah dilakukan oleh tim manajemen BOS SDN 060864 yaitu menyusun laporan RKAS dan memutakhirkan data ke aplikasi dapodik sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan lalu mengirimkan laporan hasil pelaporan pengunaan dana BOS ke laman bos.kemendikbud.go.id.

Saran yang akan disampaikan adalah Pemerintah harus menindaklanjutin pengawasan dan pemeriksaan atas pengelolaan dan penggunaan dana BOS reguler di sekolah agar pengunaan dana BOS sesuai dengan petunjuk teknis BOS dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan bantuan operasional sekolah yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 Pasal 2.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Bafadal, Ibrahim. (2012). Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar Dari Sentralisasi Menuju Desentralisasi. Jakarta: PT Bumi Aksara

[2] Bhawa, G, A, S., Haris, I, A., & Artana, M. (2014). Efektivitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pada Sekolah Dasar Di Kecamatan Sukasada. Jurnal Vol: 4 No:

1 Tahun 2014: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja, Indonesia

[3]

Departemen Pendi

dikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Tenaga Kependidikan 2000. Manajemen

Keuangan Sekolah.

[4] Fitri, A. (2014). Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Kota Bukittinggi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 2(1), 33–39.

[5] Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. (2013). Pengelolaan Keuangan Sekolah/

Madrasah. Lembaga Pengembangan Dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS)

Indonesia.

[6] Latief, Majid, Abd., Jamil. (2015). Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Utilitas Vol. 1 No.

1 April 2015

[7] Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

[8] Petunjuk Teknis. (2015). Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar .

[9] Solikhatun, Ismi. (2016). Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) (Studi Pada SMK Negeri 1 Yogyakarta). Jurnal Kajian Pendidikan Akuntansi Indonesia Edisi 5 Tahun 2016.

[10] Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di SDN Papringan 02 Kaliwungu Semarang. Penelitian ini

Penelit ian yang berjudul Akunt abilit as Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri Belah I Kecamat an Donorojo, Kabupat en Pacit an , bert ujuan : (1)

(2) Hambatan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yaitu besarnya dana BOS kurang mencukupi kebutuhan sekolah, terjadi keterlambatan dan kesulitan dalam

Hasil dari penelitian ini adalah pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMK Negeri 1 Yogyakarta berdasarkan prinsip swakelola dan partisipatif dilaksanakan

Hasil penelitian menunjukkan pengelolaan dana BOS di SMK Negeri 1 Yogyakarta berdasarkan prinsip swakelola dan partisipatif dilaksanakan secara baik dengan nilai

Hasil wawancara tersebut menggambarkan bahwa pengelolaan dana BOS di sekolah dilakukan sesuai juknis penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan dana BOS tahun

PENGGUNAAN DANA BOS REGULER PELAKSANAAN EVALUASI DAN ASESMEN PEMBELAJARAN 4 komponen yang digunakan untuk pembiayaan dalam pelaksanaan evaluasi dan/atau asesmen dalam rangka

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Tahun 2020 MEMUTUSKAN Menetapkan : PERTAMA : Mengangkat Sdr.. ITA