BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan metode studi kasus yangbertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang dominan dalam proyek pembangunan Hotel Loji menggunakan metode Severity Index dan Matriks Probabilitas dan Dampak, serta mengetahui penanganan untuk mengantisipasi faktor risiko dominan tersebut. Penentuan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi literatur atau referensi yang merujuk pada tujuan yang sama dengan penelitian yang dilakukan.
3.2 Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian merupakan gambaran dari tahapan penelitian yang akan dilakukan, tahapan penelitian adalah yang menghubungkan data-data yang telah didapat dan kesimpulan yang diambil dari pertanyaan awal penelitian.
Tahapan pada penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Identifikasi masalah
Pada tahap ini, dilakukan perumusan masalah dari latar belakang yang telah disebutkan, kemudian ditentukan topik penelitian yang akan dibahas.
2. Survey lapangan
Pada tahap ini, dilakukan observasi lapangan dan identifikasi proyek yang akan diteliti. Selain itu pada tahap ini juga melakukan perijinan kepada pihak proyek.
3. Pengumpulan data
Pada tahap ini, akan dilakukan pengumpulan data. Data yang diambil terdapat dua jenis yaitu, data primer dan data sekunder.
4. Uji relevansi variabel risiko
Pada tahap ini, dilakukan uji relevansi variabel risiko dari hasil resposi
responden menggunakan Skala Guttman
5. Analisis Variabel Risiko
Pada tahap ini, variabel risiko yang telah diuji relevansinya dianalisis menggunakan metode Severity Index untuk mengetahui persentasi probabilitas dan dampak. Sehingga dengan metode ini variabel risiko dapat dikategorikan berdasarkan besar probabilitas dan dampaknya.
6. Analisis Tingkat risiko
Setelah diketahui persentase probabilitas dan dampaknya variabel risiko dikonversikan terhadap tabel matriks probabilitas dan dampak. Dari matriks Probabilitas dan Dampak tersebut akan diketahui 3 kategori risiko yaitu, high, medium dan low, sehingga dengan dapt diketahui variabel risiko mana yang memiliki tinggak risiko paling dominan terjadi dalam proyek.
7. Respon Risiko
Respon risiko merupakan upaya mitigasi dan preventis terhadap variabel risiko dominan yang didapatkan. Respon risiko didapatkan melalui wawancara dari responden.
Selanjutnya tahapan penelitian ini digambarkan pada diagram alir sebagai berikut :
Mulai
Tahap Persiapan :
a. Identifikasi Masalah b. Survey Lokasi
Pengumpulan Data
a. Data Primer - Kuisioner - Wawancara b. Data Sekunder
- Study Literatur - Data Proyek
Uji Relevansi Variabel Risiko Menggunakan Metode Skala Guttman
Analisis Variabel Risiko menggunakan Metode Severty
Index
A
Tidak
Ya
3.1 Gambar Diagram Alir Tahapan Penelitian
3.3 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan pada proyek pembangunan Hotel Loji yang terletak jl.
Gudang, Siswodipuran, Boyolali, Jawa Tengah. Daerah ini juga dikenal dengan kawasan simpang lima Boyolali.
3.4 Data Penelitian
Menurut Grapier (2008), data adalah fakta atau fenomena yang sifatnya masih mentah atau belum dianalisis, seperti angka, nama, keterangan, dan sebagainya. Dalam penelitian ini diperlukan data-data untuk mendukung keakuratan dari hasil penelitian.
3.4.1 Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis data, yaitu data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Dalam penelitian ini, data primer didapatkan dari hasil interviewing (wawancara) dan kuisioner mengenai :
a. Identifikasi risiko yaitu variabel-variabel risiko yang mungkin terjadi pada pembangunan Hotel Loji di Boyolali.
Analisis Tingkat Risiko dan analisis risk index
Penentuan Respon Risiko
Selesai
b. Besar probabilitas terjadinya risiko, dan besarnya dampak risiko terhadap waktu dan biaya.
c. Respon risiko dari variabel risiko dominan terjadi dalam proyek pembangunan Hotel Loji.
Dalam proyek pembangunan Hotel Loji ini responden yang dituju adalah sebagai berikut :
• Project Manajer
• Site Engineer
• Pelaksana(bagian sipil, ME, hidran,arsitektur)
• Drafter
• Logistik
• Tenaga Ahli Sipil 2. Data Sekunder
Dalam penelitian ini, data sekunder yang digunakan diperoleh dari data yang dimiliki kontraktor berupa laporan-laporan dan studi literatur.
3.4.2 Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan melakukan wawancara dan penyebaran kuisioner terhadap responden pada proyek pembangunan Hotel Loji. Responden yang dipilih adalah seseorang yang dipilih melalui pertimbangan tertentu serta dianggap paham mengenai proyek konstruksi yang digunakan sebagai penelitian.
Pada penelitian ini, pemberian dan pengisian kuisioner dibagi menjadi dua tahap. Tahap yang pertama, kuisioner diisi dengan data profil dan uji relevansi terhadap variabel-variabel risiko pada proyek pembangungan Hotel Loji. Kemudian tahap kedua kuisioner berisi tentang penilaian probabilitas dan dampak terhadap waktu dan biaya pada proyek pembangunan Hotel Loji.
Berikut tabel contoh kuisioner tahap 1 dan 2 :
Tabel 3.1 Tabel Contoh Kuisioner Tahap 1 (Uji relevansi variabel risiko) Kode
Risiko Variabel Risiko Setuju Tidak
Setuju Risiko terhadap Proses Konstruksi
V1
Keterlambatan pengiriman material akibat PSBB dan PPKM
Keterangan: Berilah tanda ( ) pada variable risiko sesuai dengan kondisi di proyek.
Tabel 3.2 Tabel Kuisioner Tahap 2 (Penilaian Probabilitas dan Dampak) Kod
e
Variabel Probabilitas Dampak waktu
Dampak Biaya
Dampak Mutu SJ J C S SS SJ J C S SS SJ J C S SS SJ J C S SS V1 Design tidak
sesuai dengan lapangan
V2 Keterlambat an
pengiriman material akibat PSBB dan PPKM
Keterangan: Berilah tanda ( ) pada variable risiko sesuai dengan kondisi di proyek.
3.5 Skala Penelitian
Pengukuran merupakan suatu proses yang bertujuan menentukan besaran, kapasitas, atau dimensi terhadap suatu satuan ukur yang tidak dibatasi pada kuantitas fisik, tetapi dapat diperluas untuk mengukur semua benda yang bias dibayangkan seperti sebuah ketidakpastian yang menimbulkan suatu analisis risiko agar dapat mengurangi kerugian. Berikut adalah tabel skala frekuensi tabel skala dampak terhadap biaya, tabel dampak terhadap mutu, dan tabel severity index yang bisa dilihat pada Tabel 3.3 sampai Tabel 3.6 di bawah ini :
Tabel 3.3 Tabel Skala Likert Frekuensi
Skala Keterangan Penjelasan
1 Sangat Rendah/Kecil <3kalikejadian
2 Rendah/Kecil 3-5kalikejadian
3 Sedang/Cukup 6-7kalikejadian
4 Tinggi/Besar 8-10kalikejadian
5 Sangat Tinggi/Besar >10kalikejadian (Sumber : Kenzer, 2006)
Tabel 3.4 Tabel Skala Dampak terhadap Waktu Skala Keterangan Penjelasan
1 Tidak Ada Pengaruh Tidak berdampak pada schedule proyek 2 Rendah Terjadi keterlambatan schedule proyek kurang
dari 5%
3 Sedang Terjadi keterlambatan schedule proyek 5-7%
4 Tinggi Terjadi keterlambatan schedule proyek 7-10%
5 Sangat Tinggi Terjadi keterlambatan schedule proyek lebih dari 10%
(Sumber: Kerzner, 2006)
Tabel 3.5 Tabel Skala Dampak terhadap Biaya
Skala Keterangan Penjelasan
1 Sangat Rendah/Kecil 1%<Cost Overrunus<1,5%
2 Rendah/Kecil 1,5%<Cost Overrunus<2,5%
3 Sedang/Cukup 2,5%<Cost Overrunus<3,5%
4 Tinggi/Besar 3,5%<Cost Overrunus<4,5%
5 Sangat Tinggi/Besar 4,5%<Cost Overrunus<5%
(Sumber : Knight and Fayek, 2002) Tabel 3.6 Tabel Skala Dampak terhadap Mutu
Skala Keterangan Penjelasan
1 Sangat Kecil Pengurangan mutu / kualitas tidak terjadi 2 Kecil Terjadi sedikit pengurangan mutu / kualitas
tidak terjadi
3 Sedang Terjadi pengurangan kualitas dan perlu persetujuan klien
4 Besar Pengurangan kualitas tidak dapat diterima klien
5 Sangat Besar Proyek akhir tidak dapat digunakan, perlu pengulangan pekerjaan
(Sumber: Candra dan Mayun, 2015)
Tabel 3.7 Tabel Skala Penilaian SI
Kategori SI(%)
Sangat Rendah/Kecil 0,00 ≤ SI < 12,5 Rendah/Kecil 12,5 ≤ SI < 37,5 Sedang/Cukup 37,5 ≤ SI < 62,5 Tinggi/Besar 62,5 ≤ SI < 87,5 Sangat Tinggi/Besar 87,5 ≤ SI < 100 (McAffer, 1997)
3.6 Pengolahan Data dan Analisis
Analisis data yang dilakukan menggunakan program komputer dan disajikan dalam bentuk kalimat, gambar, tabel, grafik.
3.6.1 Uji Relevansi Variabel Risiko
Uji relevansi variabel risiko merupakan langkah untuk mengidentikasi variabel-variabel risiko yang relevan. Untuk mendapatkan hasil yang mewakili jawaban dari responden dilakukan analisis menggunanan Skala Guttman.
Berikut adalah tabel Skala Guttman : Tabel 3.8 Tabel Kuisioner Skala Guttman
Kode
Risiko Variabel Risiko Setuju Tidak
Setuju Risiko terhadap Proses Konstruksi
V1
Keterlambatan pengiriman material akibat PSBB dan PPKM
Dalam uji relevansi menggunakan metode skala Gutmann jawaban responden dapat dibuat skor tertinggi “satu” dan skor terendah “nol”, untuk alternatif jawaban dalam kuisioner penyusun menetapkan kategori untuk setiap pernyataan positif, yaitu Setuju=1 dan Tidak Setuju=0. Kemudian jawaban yang diperoleh dianalisis, dan jawaban yang ekstrim dibuang. Jawaban yang ekstrim adalah jawaban yang disetujui atau tidak disetujui oleh lebih dari 80%
responden.
3.6.2 Analisis Variabel Risiko
Data yang yang didapatkan pada kuisioner tahap 2 dianalisis untuk mendapatkan hasil yang mewakili jawaban responden. Langkah awal adalah melakukan analisis menggunakan metode severity index. Metode Severity Index digunakan untuk mengetahui persentasi probabilitas dan dampak, sehingga dengan metode ini variabel risiko dapat dikategorikan berdasarkan besar probabilitas dan dampaknya agar selanjutnya dapat dikategorikan berdasarkan besar probabilitas dan dampaknya.
Konsep severity index dipakai untuk mengetahui nilai P (Probability) dan I (Impact). Menurut Al-Hammad dan Sadi, 1996) keunggulan konsep severity index adalah dapat mempermudah pengklasifikasian. Dimana Serverity Index (SI) dihitung menggunakan rumus :
SI = ∑ ai.xi
4 ∑ xi(Rumus ... ...3.1) Dimana,
ai = Konstanta penilaian xi = Frekuensi responden i = 0, 1, 2, 3, 4, . . . ,n Dengan,
a0 = 0 x0 = untuk jawaban SJ (Sangat Jarang) a1 = 1 x1 = untuk jawaban J (Jarang)
a2 = 2 x2 = untuk jawaban C (Cukup) a3 = 3 x3 = untuk jawaban S (Sering)
a4 = 4 x4 = untuk jawaban SS (Sangat sering)
kemudian klasifikasi dari skala penilaian frekuensi dikonversikan terhadap skala penilaian Probabiltas dan Dampak, (Majid, R McAffer, 1997)
Sangat Rendah/Kecil (SR/SK) = 0,00 ≤ SI < 12,5 Rendah /Kecil (R/K) = 12,5 ≤ SI < 37,5 Cukup/Sedang (C/S) = 37,5 ≤ SI < 62,5 Tinggi/Sering (T/S) = 62,5 ≤ SI < 87,5 Sangat Tinggi/Sering (ST/SS) = 87,5 ≤ SI < 100
Sebelum melakukan analisis risiko, kategori risiko yang didapatkan sebelumnya dikonversikan ke dalam bentuk angka sebagai berikut :
Probabilitas
Sangat Rendah (SR) = 1 Rendah (R) = 2
Cukup (C) = 3
Tinggi (T) = 4 Sangat Tinggi (ST) =5 Dampak (Terhadap Waktu) Sangat Kecil (SK) = 1
Kecil (K) = 2
Cukup (C) = 3 Besar (B) = 4 Sangat Besar (SB) = 5 Dampak (Terhadap Biaya) Sangat Kecil (SK) = 1
Kecil (K) = 2
Cukup (C) = 3 Besar (B) = 4 Sangat Besar (SB) = 5
Setelah didapatkan kategori dari probabilitas dan dampak maka dapat dilakukan analisis tingkat risiko. Tingkat nilai risiko didapatkan dengan melakukan pengeplotan nilai ke dalam Matriks Probabiltas dan Dampak.
Pada penelitian ini, konsep severity index digunakan sebagai alat untuk mempermudah perhitungan data kuisioner. Setelah hasil didapatkan maka selanjutnya dikonversikan ke dalam tabel matriks probabilitas dan dampak (Probability Impact Matrix).
3.6.3 Analisis Tingkat/Level Risiko
Setelah diketahui bobot dari probabilitas dan dampak dari masing-masing variabel risiko maka dilanjutkan analisis menggunakan Matriks Probabilitas dan Dampak
Matriks probabilitas dan dampak digunakan untuk mengukur tingkat risiko.
Tingkat risiko didapatkan dari perkalian skor probability dan skor impact yang didapat dari responden. Untuk mengukur tingkat risiko digunakan rumus sebagai berikut :
R = PxI (Rumus ... (3.2)
Keterangan
R = TingkatRisiko
P =Kemungkinan (probability) risiko yang terjadi I = Tingkat dampak (impact) risiko yangterjadi
Setelah diketahui tingkat risiko masing-masing valiabel, selanjutnya risiko dapat diplotkan dalam matriks probabilitas dan dampak untuk mengetahui mana variabel risiko yang memiliki risiko paling dominan dan berdampak besar bagi proyek. Berikut adalah gambar matriks probabilitas dan dampak :
5 5 10 15 20 25 4 4 8 12 16 20 3 3 6 9 12 15
2 2 4 6 8 10
1 1 2 3 4 5
1 2 3 4 5
Impact (Sumber : PMBOK Guide 2004)
Gambar 3.2 Matriks Probabilitas dan Dampak
3.7 Respon Risiko
Untuk mengetahui bagaimana respon risiko yang tepat terhadap variabel risiko dominan pada proyek pembangunan Hotel Loji, maka dilakukan wawancara atau interview terhadap berhadap responden yang dipilih. Berikut cara respon risiko terdapat beberapa cara yaitu :
a. Menghindari risiko (avoid)
Metode ini dilakukan dengan cara mengubah rencana proyek untuk menghilangkan risiko atau untuk melindungi sasaran proyek dari pengaruh atau akibatnya yang ditimbulkan.
b. Memindahkan risiko(transfer)
Memindahkan risiko dilakukan dengan mencari pertukaran atau melimpahkan konsekuensi kepada pihak ketiga bersama dengan kepemilikan respon.
c. Mitigasi risiko
Mitigasi risiko merupakan metode dengan cara investigasi untuk mengurangi peluang dan dampak dari suastu kejadian risiko kepadap ambang batas yang dapat diterima.
d. Menerima risiko
Menerima risiko merupakan metode yang dapat dilakukan apabila tim proyek memutuskan untuk tidak mengubah rencana proyek berkaitan dengan suatu risiko atau tidak mampu untuk mengidentifikasi strategi respon yang
Probability
HIGH MEDIUM
LOW
memadai lainnya e. Berbagi risiko
Berbagi risiko merupakan merupakan metode dengan cara penggabungan dari metode menerima risiko dan metode memindahkan risiko artinya sebagian risiko ditanggung sendiri, sebagian lainnya dipindahkan kepihak lain yang bersedia menerimanya
f. Memonitor risiko
Memonitor risiko merupakan metode yang dilakukan dengan cara memonitoring terhadap risiko-risiko residual,mengidentifikasi risiko baru,mengeksekusi rencana pengurangan risiko (risk reduction plans), dan mengevaluasi tingkat efektivitasnya selama umur proyek
5. Lesson-learned
Tahap lesson-learned merupakan metode yang dapat dilakukan dengan menyimpulkan dan mempelajari kembali analisis dan pelajaran mengenai manajemen risiko yang dapat digunakan untuk waktu yang akan datang.