• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bagian keamanan dan kebersihan merupakan bagian yang mengelola seluruh unit keamanan dan kebersihan yang berada dalam lingkungan Sekolah Ar-Rafi. Bagian keamanan (Satpam) dan kebersihan (Caraka) tersebut memiliki jobdesk yaitu memfasilitasi ketertiban dan kenyamanan di lingkungan Sekolah Ar-Rafi. Jobdesk dari Satpam adalah menjaga keamanan sekolah, baik siang ataupun malam hari agar tercipta suasana yang kondusif dalam lingkungan sekolah. Sedangkan jobdesk dari Caraka adalah menjaga, merawat, dan mengkondisikan kebersihan sekolah, baik di ruang kelas / kantor, selasar, koridor, dan halaman sekolah.

Pada bagian keamanan, untuk memantau Satpam yang bekerja diperlukan beberapa komponen. Diantaranya adalah jadwal penugasan Satpam, presensi Satpam setiap bertugas, kunjungan tamu, kejadian yang harus dicatatat, dan yang pasti laporan akhir dari kinerja Satpam yang sudah dilakukan kepada Kepala Tata Usaha (Ka TU). Alur kinerja bagian keamanan dimulai dari setiap Satpam yang dibagi perharinya untuk penentuan jadwal tugas, jadwal tersebut dimulai pukul 06.30-18.00 dan 18.00-06.30 (per shift). Setelah jadwal penugasan ditentukan, tentunya ada absensi setiap Satpam. Presensi setiap Satpam tersebut dilakukan setiap kali Satpam memenuhi jadwal tugas. Dalam setiap harinya tugas ronda/jaga tersebut tentunya harus melaporkan perkembangan lingkungan sekolah.

Pencatatan peristiwa per hari oleh Satpam yang berjaga/ronda merupakan hal wajib untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban sekolah. Sampai saat ini proses presensi dan pencatatan peristiwa tersebut menggunakan sebuah buku catatan. Setelah ke tiga proses tersebut dilakukan, Satpam akan memberikan laporan kinerja kepada pihak sekolah yaitu Kepala Tata Usaha (Ka TU). Yang tentunya laporan tersebut digunakan untuk mengetahui perkembangan sekolah di bidang keamanan.

(2)

2

Selain bagian keamanan, terdapat juga bagian kebersihan (Caraka). Caraka juga memiliki jadwal penugasan untuk setiap hari mengelola kebersihan ruang kelas/kantor, selasar, koridor, dan halaman sekolah. Jam kerja untuk Caraka dimulai 05.30-14.00. Ketika Caraka membutuhkan peralatan kebersihan yang baru atau barang habis pakai, Caraka akan mencatat pengajuan barang tersebut. Dari setiap catatan tersebut Caraka tentunya akan memberikan laporan ke kepala TU untuk mengetahui perkembangan sekolah di bidang kebersihan. Sampai saat ini proses pencatatan dan pembuatan laporan tersebut masih menggunakan pencatatan pada sebuah buku.

Berdasarkan proses berjalan yang dilakukan di Sekolah Ar-Rafi saat ini timbulah berbagai masalah yang dihadapi oleh Ka TU, Satpam, dan Caraka. Masalah tersebut antara lain adalah hilangnya data yang sudah dicatatat karena buku yang digunakan tersebut hilang atau terselip, data pengajuan barang yang double pada saat diadakan rekap pengajuan barang, dan laporan yang tidak sesuai data asli karena hilangnya buku catatan tersebut.

Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang semakin pintar menggunakan aplikasi. Dapat digunakan oleh para pengembang aplikasi untuk membangun suatu aplikasi berbasis website yang akan di operasikan oleh Ka TU, Satpam dan Caraka untuk mendukung pekerjaannya.

Dengan website mampu mendapatkan informasi dengan cepat dan akurat. Website menampung seluruh aspek penyampaian informasi, data berupa teks, gambar, video atau data dari seluruh gabungan tersebut.

Dengan dibuatnya aplikasi ini Satpam dan Caraka tidak perlu mencatat pada sebuah buku, dan Kepala TU bisa memantau setiap saat perkembangan yang terjadi dan membuat laporan berdasarkan apa yang telah dicatatat Satpam dan Caraka di lingkungan Sekolah Ar – Rafi.

1.2 Rumusan Masalah

Beberapa rumusan masalah yang akan dibahas dalam Proyek Akhir ini adalah sebagai berikut.

(3)

3

1. Bagaimana memonitoring manajemen bagian keamanan dan kebersihan

Sekolah Ar-Rafi?

2. Bagaimana memfasilitasi Kepala Tata Usaha dalam mencatat penjadwalan, pengecekan presensi Satpam & Caraka, membuat laporan prestasi, kunjungan, peristiwa, kegiatan kebersihan dan rekap pengajuan barang?

3. Bagaimana memfasilitasi bagian keamanan untuk melihat penjadwalan Satpam, mencatat kunjungan tamu, dan peristiwa selama bertugas?

4. Bagaimana memfasilitasi bagian kebersihan untuk melihat penjadwalan Caraka, pencatatan kegiatan kebersihan dan pengajuan barang?

5. Bagaimana memfasilitasi Ka TU untuk membuat laporan berdasarkan apa yang sudah dicatat oleh Satpam dan Caraka?

1.3 Tujuan

Tujuan dari perancangan ini adalah membangun aplikasi web yang memiliki fitur sebagai berikut:

1. Dapat menjadi media monitoring manajemen keamanan dan kebersihan Sekolah Ar-Rafi.

2. Dapat memfasilitasi Kepala Tata Usaha dalam mencatat penjadwalan, pengecekan presensi Satpam & Caraka, membuat laporan prestasi, kunjungan, peristiwa, kegiatan kebersihan dan rekap pengajuan barang.

3. Dapat memfasilitasi bagian keamanan untuk melihat penjadwalan Satpam, mencatat kunjungan tamu, dan peristiwa selama bertugas.

4. Dapat memfasilitasi bagian kebersihan untuk melihat penjadwalan Caraka, pencatatan kegiatan kebersihan dan pengajuan barang.

5. Dapat memfasilitasi Ka TU untuk membuat laporan berdasarkan apa yang sudah dicatat oleh Satpam dan Caraka.

(4)

4 1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dari Aplikasi Berbasis Web untuk sistem manajemen bagian keamanan dan kebersihan adalah:

1. Pengguna Aplikasi ini adalah bagian keamanan dan kebersihan, baik Satpam, Caraka, dan pihak sekolah (kepala TU).

2. Aplikasi ini tidak membahas mengenai penggajian pegawai.

3. Aplikasi ini hanya menangani pengajuan barang habis pakai.

1.5 Definisi Operasional

Aplikasi berbasis web manajemen bagian keamanan & kebersihan Sekolah Ar-Rafi’

adalah progam siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan proses monitoring manajemen bagian keamanan dan kebersihan Sekolah Ar-Rafi.

Pengguna aplikasi ini adalah Kepala Tata Usaha (Ka TU), Satpam dan Caraka.

Kegiatan monitoring manajemen bagian keamanan & kebersihan adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh Satpam & Caraka untuk menjaga lingkungan supaya nyaman dan tentram. Kegiatan tersebut dilaksanakan dibawah pengawasan Ka TU.

Aplikasi ini berbasis web yang digunakan untuk menyampaikan informasi yang dilakukan oleh Satpam/Caraka kepada Ka TU. Ka TU mempunyai hak akses mengelola data laporan peristiwa, mengelola data laporan pengajuan barang habis pakai, dan mengelola laporan kinerja pegawai. Satpam dan Caraka mempunyai hak akses untuk melaporkan kegiatan yang sesuai dengan tanggung jawab serta kewenangannnya.

1.6 Metode Pengerjaan

Pada pembuatan sistem ini model yang paling tepat digunakan adalah model prototype. Terdapat 8 tahapan pada model prototype, yaitu Analisis kebutuhan pemakai, desain prototype, membuat prototype, persetujuan prototype, pengkodean sistem, menguji sistem, persetujuan sistem, menggunakan sistem[1].

(5)

5

Identifikasi Kebutuhan Pemakai

Desain Prototype

Membangun Prototype

Prototype dapat diterima?

Mengkodekan Sistem

Menguji Sistem Sistem dapat diterima?

Menggunakan Sistem Ya

Ya Tidak

Tidak

Gambar 1- 1 Metode Prototype [1]

1) Analisis kebutuhan pemakai

Analisis merupakan tahap awal yang dilakukan dalam pembangunan suatu sistem. Pada tahap ini penulis melakukan identifikasi masalah dan mengumpulkan semua data kebutuhan pengguna sesuai sistem yang akan dibangun. Identifikasi masalah dan pengumpulan data dilakukan dengan cara : a) Observasi, pada tahap ini penulis mengumpulkan data dengan meninjau

secara langsung proses bisnis yang berjalan di Sekolah Dasar Ar-Rafi Bandung mengenai bagian keamanan dan kebersihan.

b) Wawancara, pada tahap ini penulis melakukan wawancara secara langsung dengan kepala tata usaha Sekolah Dasar Ar-Rafi.

c) Studi pustaka, pada tahap ini dilakukan pemahaman tentang bagian keamanan dan kebersihan, kegiatan Satpam dan Caraka, rekayasa perangkat lunak baik itu bersumber dari buku- buku, maupun dari internet.

2) Desain prototype

(6)

6 Pada tahap ini akan dibuat desain dari sistem berdasarkan hasil analisis pada proses sebelumnya. Pembuatan desain ini yaitu perancangan menggunakan UML (Unified Modeling Language), ERD (Entity Relationship Diagram) dan flowmap.

3)

Membangun prototype

Setelah desain dibuat, aktifitas selanjutnya adalah membangun prototype dari sistem layanan informasi manajemen bagian keamanan & kebersihan Sekolah Dasar Ar-Rafi. Prototype adalah sample dari keseluruhan sistem yang sedang dibuat. Prototype ini mengadopsi fungsi-fungsi utama dari sistem itu sendiri, namun pada tahap ini masih sebatas pengembangan dan dalam tahap pengujian.

4)

Persetujuan prototype

Tahap ini digunakan sebagai evaluasi yang dilakukan oleh user apakah prototype yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann user. Jika sudah sesuai maka langkah selanjutnya dapat dikerjakan. Jika tidak prototype direvisi dengan mengulang dari langkah pertama.

5) Pengkodean Sistem

Dalam tahapan ini dilakukan penerjemahan dari desain model kedalam sistem. Aplikasi yang akan dibangun adalah sistem berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML, CSS, dan PHP dengan framework CI. Sedangkan basis data yang akan digunakan adalah MySQL.

6) Pengujian sistem

Pada tahap ini dilakukan evaluasi fungsionalitas sistem untuk memastikan fungsionalitas berjalan sesuai yang diharapkan atau tidak. Pengujian menggunakan metode Black Box Testing yaitu pengujian yang dilakukan dengan cara mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak.

7) Persetujuan system

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sesuai dengan yang diharapkan . Jika sesuai maka tahap selanjutnya dapat dikerjakan. Jika tidak, tahap 5 diulang kembali.

(7)

7

8) Menggunakan sistem

Pengerjaan Proyek Akhir tidak sampai pada tahap ini.

1.7 Jadwal Pengerjaan

Jadwal pengerjaan proyek akhir dimulai dari proses analisis kebutuhan pada bulan Januari 2016 sampai dengan proses Dokumentasi pada bulan Juli 2016. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1- 1 Jadwal Pengerjaan

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Analisisi Kebutuhan

2 Desain Prototype 3 Membangun Prototype 4 Persetujuan Prototype 5 Pengkodean Sistem 6 Pengujian Sistem 7 Persetujuan Sistem 8 Dokumentasi

juli Tahun 2016/2017

februari juni

no kegiatan

januari maret april mei

Gambar

Gambar 1- 1 Metode Prototype [1]
Tabel 1- 1 Jadwal Pengerjaan

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan