• Tidak ada hasil yang ditemukan

WLAN Devices & Infrastructures

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "WLAN Devices & Infrastructures"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

WLAN Devices & Infrastructures

Materi 4

Disampaikan oleh Jakson Petrus Manu Bale, S.Kom

(2)

Infrastruktur WLAN

Access Point

Bridge

Workgroup Bridge

(3)

Access Point (AP)

Menghubungkan wireless client dengan jaringan berkabel.

Access Point juga diketahui sebagai radio, WLAN transceiver, atau Wireless hub.

(4)
(5)

Mode Access Point

Access Point memiliki tiga mode konfigurasi

Root Mode

Bridge Mode

Repeater Mode

(6)

Root Mode

Root Mode digunakan ketika access point terhubung

ke backbone jaringan kabel, biasanya melalui ethernet.

(7)

Root Mode

Access point berperan sebagai root secara default.

Ketika dalam mode root, access point yang terhubung ke jaringan kabel yang sama dapat saling

berkomunikasi melalui kabel.

Komunikasi antar access point dilakukan untuk

mengkoordinasikan fungsi jelajah (roaming), misalnya

re-association.

Klien wireless dalam satu sel dapat berkomunikasi

dengan klien wireless sel yang berbeda lewat jaringan

kabel access point.

(8)

Bridge Mode

Access point beroperasi sebagai penghubung antara dua segmen jaringan kabel.

Dalam mode ini, hanya access point yang bisa saling

berkomunikasi satu sama lain dan tidak ada klien yg

dapat dihubungkan.

(9)

Bridge Mode

Access points yang saling terhubung dengan mode bridge menggunakan link point-to-point atau point-to-

multipoint.

Konfigurasi bridge mode dilakukan dalam tiga langkah:

1. Konfigurasi access point yang ada agar bekerja pada mode bridge.

2. Gunakan channel yang sama pada kedua access point.

3. Konfigurasikan tiap access point dengan MAC address access point tujuan.

(10)

Bridge Mode

Untuk melakukan mode bridge, sebaiknya gunakan access point dengan merk/tipe yang sama.

Untuk keamanan mode bridge bisa menggunakan kunci WEP statis.

(11)

Repeater Mode

Access Point beroperasi sebagai relay antara wireless client dan access point dengan root mode.

(12)

Repeater Mode

Mode repeater digunakan untuk menambah jangkauan jaringan wireless.

Access point menambah jangkauan link wireless antara klien dan access point dengan mode root.

Konfigurasi yang dilakukan sama dengan mode bridge, kecuali SSID yang digunakan pada AP mode repeater harus sama dengan SSID pada AP mode root.

(13)

Repeater Mode

Mode ini tidak disarankan kecuali benar-benar

diperlukan karena sel-sel di setiap jalur akses dalam skenario ini harus saling tumpang tindih, minimal 50 % range.

Hal ini mengurangi jangkauan klien yang harus terhubung ke access point mode repeater.

AP repeater melakukan komunikasi dengan klien dengan kemampuan akses wireless, hal ini dapat mengurangi throughput.

Klien yang terhubung ke AP repeater akan menerima throughput yang rendah dan latensi yang cukup besar.

Port ethernet AP repeater biasanya tidak digunakan.

(14)

Opsi umum AP

Fixed, (Captured) or Detachable Antennas

Security Capabilities (Traffic Filtering - MAC)

Management and Software Options

Removable Radio Cards (PCMCIA = PC)

Stepped Power Output (Modify power levels)

Varied Power Supply Options

Packaging: Standard or Ruggedize

Varied wired network connections

(15)

Fixed or Detachable Antennas

Sebuah AP dengan antena yang dapat dilepaskan

memberikan keleluasaan jika ingin memasang antena lain serta panjang kabel yang diinginkan.

Beberapa jenis AP menyertakan jenis antena yang

berbeda-beda dalam produknya.

(16)

Security Capabilities (Traffic Filtering)

MAC atau fungsi protocol filtering dapat digunakan untuk menyaring penyusup yang masuk ke wireless LAN.

Protocol filtering membantu administrator dalam

menentukan dan mengontrol protokol mana yang diijinkan melalui wireless link yang ada.

(17)

Removable (Modular) Radio Cards

Beberapa AP mungkin memiliki dua slot PCMCIA untuk kegunaan khusus.

Memiliki dua slot radio dalam sebuah AP membuat pengguna mengijinkan AP berfungsi sebagai AP root mode maupun bridge mode pada saat bersamaan, misalnya pada backbone wireless.

Kegunaan lain yaitu agar dapat menggunakan AP

sebagai dua jalur akses yang independen, sehingga

menghemat biaya. Konfigurasi kedua slot tidak boleh

menggunakan channel yang sama.

(18)

Variable Output Power

Variable output power menyediakan administrator pilihan terhadap daya yang digunakan AP untuk mengirimkan data dan juga jangkauan AP.

Fitur ini dapat membantu dari segi keamanan, dengan cara mengijinkan ukuran yang tepat dari sel-sel RF sehingga

penyusup tidak dapat terhubung dari luar tembok bangunan.

(19)

Varied Types of Wired Connectivity

Pilihan koneksi AP dapat mencakup link untuk 10baseTx, 10/100baseTx, 100baseTx, 100baseFx, token ring, dll.

Consider using a standard, off-the-shelf access point for use in an enterprise wireless LAN. If, in this case, the access point were to be

located 150 meters from the nearest wiring closet, running a category 5 (Cat5) Ethernet cable to the access point probably will not work. This scenario would be a problem because Ethernet over Cat5 cable is only

specified to 100 meters. In this case, purchasing an access point that had a 100baseFx

connector and running fiber from the wiring closet to the access point mounting location ahead of time would allow this configuration to function properly, and more easily.

(20)

Configurations and Management

User Application/OS Interface

Command Line Interface, (CLI)

Menu Interface

Graphical User Interface, (GUI)

Jalur Akses

Local console – Serial Port dan atau USB

Remote Telnet - Network

Web Browser – Network .

(21)

Wireless Bridges

Mode wireless bridge menyediakan konektivitas antara dua segmen jaringan LAN berkabel, dan

digunakan dalam konfigurasi point-to-point atau point-to-

multipoint.

Wireless bridge adalah perangkat yang bersifat half- duplex pada layer 2 koneksi wireless.

Point-to-Point

Point-to-Mulitpoint

(22)

P-2-P Wireless Bridge

• Paling banyak digunakan untuk menghibungkan dua lokasi/perangkat secara langsung.

• Pilihlah antena high-gain yang mengirimkan

data dengan narrow beam.

(23)

Point-to-Multi-point Bridges

Digunakan untuk menghubungkan beberapa bangunan,

dapat ditetapkan satu bridge sebagai hub atau root bridge, yang mana AP non-bridge dapat berkomunikasi dengan

daerah lainnya.

(24)

Wireless Bridges

Cisco Aironet 1400

3Com WLAN Bridge

Proxim

QuickBridge 11

(25)

Wireless Bridge Modes

Wireless bridge beroperasi dalam empat mode:

Root Mode

Non-root Mode

Access Point Mode

Repeater Mode

(26)

Wireless Bridge Modes

Root Mode – sebuah bridge berfungsi sebagai hub untuk sekumpulan bridge.

Non-Root Mode – jembatan anggota AP yang bukan root bridge.

Access point Mode – bridge dapat berfungsi sebagai Access Point biasa.

Repeater Mode – bridge melakukan relay traffic antar bridge.

(27)

Root Mode Bridge

Satu bridge dalam setiap kumpulan bridge harus di-set sebagai root bridge.

Sebuah root bridge hanya dapat berkomunikasi dengan non-root bridge dan perangkat klien lainnya.

(28)

Non-Root Bridge Mode

Wireless bridge dalam mode non-root terhubung dengan bridge mode root.

Beberapa wireless bridge mendukung koneksi klien ke bridge non-root ketika berada dalam mode bridge.

Mode ini khusus digunakan ketika bridge berperan sebagai access point dan bridge secara serempak.

Ketika menggunakan Spanning Tree Protocol, semua

bridge non-root harus terhubung ke root bridge.

(29)

Access Point Mode

Beberapa pabrikan menyertakan kemampuan AP pada bridge, hal ini menyebabkan klien wireless dapat

terhubung ke bridge sebagai AP.

Biasanya bridge memiliki sebuah mode access point

yang merubah fungsi bridge menjadi access point.

(30)

Dalam konfigurasi repeater, sebuah bridge

ditempatkan di antara dua bridge lainnya untuk menambah jangkauan link wireless.

Repeater Mode Bridge

(31)

Repeater Mode Bridge

Keuntungannya adalah memperluas link wireless, namun dapat menurunkan throughput karena harus mengulangi semua frame data menggunakan komunikasi half-duplex.

Seringkali port kabel di-non-aktifkan ketika bridge berada dalam mode repeater.

(32)

Bridges Common Options

Ada beberapa pilihan umum Bridge yang memiliki fungsi yang sama dengan AP:

Fixed or Detachable Antennas

Advanced Filtering Capabilities

Removable (Modular) Radio Cards

Variable Output Power

Varied Types of Wired Connectivity

(33)

Wireless Workgroup Bridges

Bridge yang menghubungkan sekumpulan perangkat LAN sehingga tampak sebagai satu klien pada WLAN.

(34)

Lanjut minggu depan...

Referensi

Dokumen terkait

Meskipun Injil mengandung banyak tema Yahudi konservatif, bentuk akhir dari teks Matius menunjukkan bahwa itu adalah penulis dapat digambarkan dengan

8 Yang berisi tentang pelaksanaan metode Jadi, Penelitian ini merupakan penelaahan kembali terhadap penelitian yang sudah ada, yaitu sama-sama membahas tentang

Ada banyak sekali faktor dalam menentukan kondisi kebutuhan daya koil pendingin yang optimal pada sistem pengkondisian udara diantaranya adalah temperatur yang kita

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 variabel bebas (independent variabel) dan 1 variabel terkait (dependent variabel) dengan judul “Pengaruh Corporate

[r]

Pada praktikum pengukuran waktu dengung di suatu ruangan, alat dan bahan yang digunakan adalah  sound level meter  Rion tipe NL-20 merupakan alat ukur untuk mengukur

MENGGUNAKAN METODE DINDING GESER YA GESER YANG MENGACU NG MENGACU PADA SNI – 1726 – 2012 PADA GEDUNG DEKANAT. PADA SNI – 1726 – 2012 PADA GEDUNG DEKANAT FAKULTAS TEKNIK

Selanjutnya dalam pasal 7.6 di sebutkan tentang langkah-langkah pengelolaan yang memastikan dan mengharuskan/mewajibkan setiap negara untuk tingkat penangkapan