34 BAB III
METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ini berada diseluruh outlet kantor pegadaian di kota malang dan kantor Area Pegadaian Malang sebagai lokasi induk yang berlokasi di Jl. Ade Irma Suryani, No 2 Klojen, Malang.
B. Jenis Penelitian
Rancangan yang akan dilakukan didalam penelitian ini adalah explanatory reseach dengan jenis pendekatan kuantitatif. Rancangan explanatory research
yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti hubungan sebab-akibat antar variabel melalui pengujian oleh beberapa hipotesis yang ditetapkan untuk dapat manarik kesimpulan akhir didalam penelitian tujuan umum penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh antar variabel.
Teknik pengambilan data secara observasi dan pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui pengisian kuisioner yang diukur menggunakan skala likert. Menurut Sugiyono (2017) Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti populasi atau sampel dengan teknik pengambilan sampel secara acak dan menjelaskan pengaruh antar variabel.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan semua objek atau individu yang memiliki karakteristik berbeda-beda dan ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2017). Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Pegadaian (Persero) Malang dengan jumlah karyawan
sebanyak 181 orang karyawan yang tersebar di seluruh outlet maupun kantor pegadaian malang.
2. Sampel
Dalam penelitian ini jumlah populasi dipersempit dengan menggunakan teknik Slovin (Sugiyono, 2011). Tujuan penggunaan teknik ini yaitu untuk mempermudah dalam menentukan jumlah sampel yang akan digunakan didalam penelitian ini. Batas toleransi kesalahan dinyatakan dengan presentase 5% dengan tingkat akurasi 95%. Dengan jumlah populasi 181 karyawan. Dengan rumus Slovin :
𝑛 = N 1 + N𝑒2 Keterangan :
n = ukuran sampel N = ukuran populasi
e = toleransi kesalahan dalam pengambilan sampel; e = 0.05 Dengan perhitungan berikut;
𝑛 = 181
1+181 (0,1)2 = 181
2,81= 64,4 ≈ 64 responden
Sehingga didalam penelitian ini didapat 64 responden dari 181 populasi karyawan yang bekerja di PT Pegadaian (Persero) Malang. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling yaitu suatu teknik pengambilan sampel berdasarkan karateristik
tertentu yang dianggap memiliki hubungan dengan variabel dalam penelitian.
Sehingga dalam penelitian ini jumlah sampel diambil berdasarkan jumlah karyawan tetap perusahaan berjumlah 52 karyawan.
D. Definisi Operasional Variabel
1. Employee Retention (X1), yaitu upaya perusahaan dalam mempertahankan karyawan potensial dengan harapan mampu tercapainya target dan tujuan dari perusahaan atas campur tangan karyawan professional. Adapun indikator mengacu pada Mathis dan Jackson (2006) dalam (Putra & Rahyuda, 2016) yaitu:
a Peluang pengembangan karir organisasi, dimana perusahaan menyediakan peluang terhadap karyawa dalam melakukan pengembangan karir dan diberikan secara adil terhadap semua karyawan.
b Pengahargaan, merupakan salah satu bentuk apresiasi yang diberikan oleh perusahaan terhadap capaian yang telah dicapai oleh karyawan.
Penghargaan, adalah salah satu bentuk motivasi yang dapat diberikan oleh perusahaan dalam meningkatkan kinerja karyawan (Supartini, 2017) c Hubungan karyawan, merupakan salah satu bentuk perusahaan dalam
menciptkan hubungan harmonis dalam perusahaan dan perlakuan yang adil baik dengan atasan maupun dengan karyawan dengan grade yang lebih rendah sehingga seluruh karyawan mampu memberikan support yang mampu mampu menciptakan persaingan sehat antar rekan kerja.
2. Komitmen Organisasi, yaitu keterikatan secara emosional karyawan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai dengan arahan. Adapun indikator yang dapat digunakan dalam mengukur variabel ini menurut Allen
& Mayer, 1991 dalam (A. Firdaus, 2017) dan (Adnyani, 2020) mengemukakan ada tiga yang sama dalam mendefinisikan komitmen kerja atau mengukur komitmen antara lain :
a Komitmen afektif, yaitu keterlibatan karyawan dalam perusahaan sehingga karyawan merasa menjadi bagian dalam organisasi dan karyawan tidak memiliki ketertarikan untuk meninggalkan perusahaan.
b Komitmen berkelanjutan, yaitu komitmen karyawan yang berasal dari berbagai pertimbangan dan evaluasi.
c Komitmen normatif, yaitu komitmen yang tercipta dari pola pikir individu yang beranggapan bahwa kewajiban seorang karyawan untuk komitmen dalam satu perusahaan dan berusaha untuk loyal.
3. Kepusan Kerja, merupakan rasa kesenangan yang diraih karyawan dalam melaksanakan setiap kewajiban dan tanggungjawab perusahaan. Indikator kepuasan menurut Robbins (2008) dalam (Esti Khomaryah, Supawi Pawenang, 2020) yaitu :
a Pekerjaan itu sendiri, dimana kepuasan karyawan terletak pada bagaimana seorang karyawan dalam menghadapi pekerjaannya dan seberapa puas karyawan terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
b Kepemimpinan, kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh keadilan atasan dalam bersikap terhadap karyawan dan perhatian atasan terhadap karyawan dibawahnya.
c Gaji, besar kecilnya intensif, gaji yang diberikan oleh perusahaan akan mempengaruhi tinggi rendahnya kepuasan karyawan didalam menyelesaikan pekerjaan serta pemberian peluang kenaikan gaji ditempat kerja juga berdampak kepada kepuasan kerja karyawan.
d Promosi, merupakan bentuk apresiasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang dianggap telah berpartisipasi lebih didalam perusahaan yang diberikan secara adil terhadap kesempatan yang diberikan.
e Rekan kerja, akan berpengaruh terhadap kepuasan karyawan hal ini dilihat bagaimana hubungan karyawan terhadap rekan kerjanya sehingga akan menimbulkan kompetisi yang adil dan sportif.
3. Turnover Intention (Z), merupakan suatu keinginan atau dorongan individu untuk keluar dari organisasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dari internal maupun eksternal perusahaan. Indikator Turnover Intention Menurut Michaels dan Spector (2006) dalam Sa’dizah & Faida, n.d (2017). Niat berpindah diukur dengan mendapatkan 3 informasi dimensi niat berpindah yang berlainan yaitu:
a. Niat untuk keluar (intention to quit), Mencerminkan individu yang mulai merasa bosan dengan pekerjaan yang dikerjakan sehingga menimbulkan niat untuk keluar dari perusahan.
b. Pencarian Pekerjaan (job search), suatu keinginan karyawan untuk mencari pekerjaan diluar organiasasi karena merasa gaji yang diberikan tidak sesuai dengan beban kerja yang diberikan.
c. Memikirkan keluar (Thinking of quit) tahapan evaluasi dimana karyawan melakukan evaluasi atau tahap menentukan apakah tawaran diluar perusahaan dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk keluar dari perusahaan.
E. Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel yang dilakukan didalam penelitian ini menggunakan skala likert menurut (Slamet Riyanto, 2020, p. 24), skala likert merupakan model yang banyak digunakan oleh peneliti dalam mengukur sikap, pendapat, persepsi atau fenomena sosial lainnya dengan menggunakan program SPSS 25. Skala likert yang sering digunakan dengan lima kategori yaitu 1 hingga 5 dengan keterangan sangat setuju hingga tidak setuju. Didalam penelitian ini peneliti mengguakan lima kategori skala likert secara negatif dimana skala 1 = sangat setuju, 2 = setuju, 3 = kurang setuju, 4 = tidak setuju dan 5 = sangat tidak setuju.
Tabel 3.1
Pemeringkatan Skala Likert
Skala Pilihan Jawaban Keterangan Skor
1 Sangat setuju SS 1
2 Setuju S 2
3 Kurang Setuju KS 3
4 Tidak Setuju TS 4
5 Sangat Tidak Setuju STS 5
Sumber : (Slamet Riyanto, 2020, p. 24), F. Jenis dan Sumber Data
1. Jenis Data Penelitian
Metode penelitian terbagi menjadi dua jenis penelitian yaitu jenis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Didalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif penelitian ini merupakan penelitian
yang menggunakan penyajian data dalam bentuk skor dalam kuisioner dihitung menggunakan skor hasil dari tabulasi data skala likert menggunakan SPSS.
Sugioyono (2012), menyatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan pada populasi atau sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunaan instrument penelitian, dengan tujuan untuk menguji suatu hipotesis didalam penelitian. (Dr. Amir Hamzah, 2019)
2. Sumber Data Penelitian
Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yaitu sumber data yang didapatkan secara langsung dari objek penelitian melalui jawaban responden terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan menggunakan penyebaran kuisioner melalui googleform dan diperkuat dengan pengamatan langsung oleh peneliti dilapangan untuk mengetahui retensi karyawan, komitmen organisasi, intensi turnover dan kepuasan kerja kepada karyawan dan hasil pengamatan secara langsung peneliti sesuai kondisi dalam perusahaan PT.
Pegadaian (Persero) Malang.
Data sekunder didalam penelitian ini sebagai data pendukung data primer pada objek penelitian ini yaitu berupa data arsip SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kantor Malang)
G. Pengujian Instrumen 1. Uji Validitas
Uji validitas merupakan uji untuk mengetahui derajat ketepatan suatu item pertanyaan didalam kuisioner berdasarkan data yang telah dikumplkan (Sugiyono, 2014). Uji validitas diambil berdasarkan hasil uji terhadap objek tertentu dengan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan membandingkan r hitung > r tabel dinyatakan valid dan r hitung < r tabel dinyatakan tidak valid, pengujian program SPSS.
2. Uji Reabilitas
Uji reabilitas merupakan instrument atau alat pengumpulan data yang digunakan untuk menangkap informasi yang benar-benar terjadi yang merujuk pada derajat stabilitas, akurasi, konsistensi dan daya prediksi untuk menghasil kan data yang reliabel dan merupakan kelanjutan hasil uji validitas kuisioner.
(Hadi, 2017, p. 265) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat ukur berupa kuisioner atau angket yang disebarkan kepada responden berupa pertanyaa-pertanyaan yang merupakan indikator. Pengujian reabilitas dinyatakan valid jika nilai Cronbach Alpha > 0,6 dan dapat dinyatakan reliabel, Uji validitas data yang digunakan didalam penelitian ini menggunakan program SPSS 25 dengan melihat hasil reabilitas statististik Cronbach’s Alpha lebih besar dari r tabel dengan taraf signifikansi 5% atau data hasil angket dapat dipercaya.
H. Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas (One Sample K-S)
Uji normalitas adalah untuk menguji data apakah sebuah data yang telah dikumpulkan tersebut dapat berdistribusi secara normal atau signifikan jika koefisien > 0.05 dan jika < 0.05 dinyatakan tidak normal atau tidak signifikan. Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji kolmogrov-smirnov one sampel test.
2. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas merupakan alat uji model regresi untuk menemukan adanya korelasi antar variabel bebas, semakin tidak adanya korelasi yang terjadi antar variabel bebas semakin baik model regresi yang digunakan. Uji ini dapat dilakukan dengan uji regresi, dengan nilai patokan VIF (Variance Inflation Factor) dan nilai Tolerance, dengan kriteria nilai VIF 1 ≥ 10, atau nilai Tolerance ≥ 0.01, maka uji multikolianearitas dinyatakan realiabel atau tidak terdapat masalah.
3. Uji Heteroskedasitas
Uji heroskedasitas merupakan alat uji dengan model regresi untuk mengetahui apakah ada atau tidaknya kesamaan varian dari residual dari pengamatan satu ke pengamatan lainnya (Ghozali,2013). Dinyatakan heteroskedasitas jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap atau tidak terjadi masalah heteroskedasitas dengan korelasi sig.
spearmen’s rho dengan kriteria korelasi antar variabel independen dengan residual > 0.05 maka tidak terjadi heteroskedasitas.
I. Rentan Skala
Rentang skala merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan menilai variabel yang diteliti, dan merupakan data berupa angka yang diperoleh yang kemudian diartikan sesuai dengan alternative jawaban yang telah ada dari setiap pertanyaan. Rentang skala didalam penelitian ini digunakan untuk mengukur persepsi atau anggapan karyawan mengenai employee retention retention, komitmen organisasi terhadap turnover intention dan kepuasan kerja
sebagai variabel mediasi pada perusahaan PT. Pegadaian (Persero) Malang dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Rumus rentang skala menurut Umar (2001) sebagai berikut :
𝑅𝑠 =n (m − 1) m Keterangan :
Rs = Rentang skala n = Jumlah sampel
m = Jumlah alternative jawaban
Sehingga, dari rumus diatas diperoleh perhitungan Rentang skala sebagai berikut :
𝑅𝑠 =52 (5−1)
5 = 208
5 = 41,6 ≈ 42
Dari perhitungan Rentang skala diperoleh hasil sebesar 42. Penentuan skala penelitian disetiap kriteria diawali dengan menentukan Rentang skor terbaik dan skor terbaik dari jumlah total sampel 64 responden dengan bobot terbaik dengan rentang.
Tabel 3.2 Rentang Skala
Rentang Skala
Employee retention Retention
Komitmen
Organisasi Kepuasan Kerja Turnover Intention 52 – 93 Sangat Rendah Sangat
Rendah
Sangat Tidak Puas
Sangat Tinggi
94 – 135 Rendah Rendah Tidak Puas Tinggi
136 – 176 Cukup Cukup Cukup Cukup
177 – 218 Baik Tinggi Tinggi Rendah
219 – 260 Sangat Baik Sangat
Tinggi Sangat Puas Sangat Rendah Lampiran : 9
J. Uji Analisis Jalur (Path Analysis)
Teknik analisis jalur (path analysis) merupakan teknik menganalisis hubungan sebab-akibat tanpa memanipulasi variabel-variabel dengan menguji proporsi teoritis, (Sarwono, 2012, p. 1). Analisis jalur bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat secara langsung maupun secara tidak langsung. Analisis jalur dalam (Riduwan
& Engkos Achmad Kuncoro, 2008) berdasaran pada koefisien regresi menggunakan model berikut :
1) Pengaruh Langsung
a) Pengaruh employee retention (X1) terhadap turnover intention (Y) Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Y = α + βx1yX1+ 𝜀 b) Pengaru komitmen organisasi (X2) terhadap turnover intention (Y)
Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Y = α + βx2yX2+ 𝜀 c) Pengaruh kepuasan kerja (Z) terhadap turnover intention (Y)
Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Z = α + βzyY + 𝜀 d) Pengaruh employee retention (X1) terhadap kepuasan kerja (Z)
Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Z = α + βx1zX1+ 𝜀 e) Pengaruh komitmen organisasi (X2) terhadap kepuasan kerja (Z)
Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Z = α + βx2zX2+ 𝜀 2) Pengaruh Tidak Langsung
a). Pengaruh employee retention (X1) terhadap turnover intention (Y) dimediasi oleh variabel kepuasan kerja (Z).
Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Z = βx1y× β𝑦𝑧
b). Pengaruh komitmen organisasi (X2) terhadap turnover intention (Y) dimediasi oleh variabel kepuasan kerja (Z)
Persamaan dirumuskan sebagai berikut : Z = βx2y× β𝑦𝑧 K. Uji Hipotesis
Merupakan sebuah uji yang dilakukan untuk menentukan apakah suatu hipotesis dapat diterima atau ditolak.
1. Uji t (Parsial)
Dilakukan untuk menguji seberapa besar pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat, jika ∝ < 0,1 dan t hitung >
t tabel maka diterima dan jika ∝ > 0,1 dan t hitung < t tabel maka Ho ditolak . Dalam (Hadi, 2017, p. 242) dengan angka probabilitas signifikasi, yaitu :
a) Apabila probabilitas signifikansi > 0.05, maka H0 diterima dan H1 ditolak.
b) Apabila probabilitas signifikansi < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
2. Uji Mediasi (Sobel)
Uji mediasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh tidak langsung variabel employee retention, komitmen organisasi terhadap turnover intention melalui mediasi kepuasan kerja,. Uji mediasi sobel menurut
(Ghazali,2018) adalah uji yang dilakukan dengan menguji kekuatan pengaruh tidak langsung X1 ke Y melalui Z dan X2 ke Y melalui Z. Uji mediasi dalam penelitian ini menggunakan kalkulator sobel test kristopher j. p. Dengan kriteria berikut :
1) Jik 𝜌 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 > 𝑎 (0.05) maka variabel mediasi tidak mempengaruhi variabel bebas dan variabel terikat.
2) Jika 𝜌 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝑎 (0.05), maka variabel mediasi memiliki pengaruh terhadap variabel bebas dan variabel terikat.