Lampiran 1: Analisa Gap Awal
Teks penuh
(2) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 5.2 Kebijakan 5.2.1 Mengembangkan kebijakan mutu Manajemen puncak harus menetapkan, menerapkan dan memelihara kebijakan mutu: A. Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan yang berlaku B. Mencakup komitmen untuk perbaikkan berkesinambungan dari sistem manajemen mutu 5.2.2 Komunikasi kebijakan mutu A. Tersedia dan dipertahankan sebagai informasi didokumentasikan B. Dikomunikasikan, dipahami dan diterapkan dalam organisasi 5,3 Peran organisasi, tanggung jawab dan wewenang. 6 6,1 6.1.1 6.1.2 6.2 6.2.1. 6.2.2 6.3. Adanya tanggung jawab dan wewenang untuk setiap proses Perencanaan Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang Membuat risk List Tindakan untuk menangani resiko dan peluang Sasaran mutu dan perencanaan untuk mencapainya Organisasi harus menetapkan sasaran mtuu pada fungsi, tingkat dan proses yang diperlukan untuk SMM. Sasaran mutu harus: A. Menentukan sasaran mutu B. Dipantau C. Dikomunikasikan D. Diperbarui sesuai keperluan E. Organisasi harus memelihara informasi terdokumentasi pada sasaran mutu Menentukan mekanisme pemenuhan sasaran mutu Perencanaan perubahan Adanya mekanisme perubahan kriteria produk dan jasa. 7 Dukungan 7.1 Sumber daya 7.1.1 Umum Memiliki job requirements (pekerjaan) 7.1.2 Orang Memiliki job requirements (SDM) 7.1.3 Infrastruktur Memiliki daftar inventaris Memiliki prosedur perawatan inventaris 7.1.4 Lingkungan untuk pengoperasian proses Menjaga pemeliharaan lingkungan Menentukan mekanisme penggantian sumber daya 7.1.5 Sumber daya pemantauan dan pengukuran. 93. 0. 5. 5. 0,00%. 3. 0,00%. 2. 0,00%. 1. 100,00%. 1. 100,00%. 9 2. 66,67% 0,00%. 2. 0,00%. 6. 83,33%. 5. 100,00%. 1 1. 0,00% 100,00%. 1. 100,00%. 24 12. 54,17% 33,33%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. 2. 100,00%. 2. 0,00%. 1. 0,00%. v v v. v v 1. 0. v 6 0. 5. 3 2 v v 1. v v v v v 1. v 0. v 13 4. 11 8. v v v v v.
(3) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 7.1.5.1 Umum Sumber daya dapat digunakan untuk pemantauan 7.1.5.2 Ketelusuran pengukuran (Cakupan Kalibrasi) Menentukan cakupan yang jelas untuk pengukuran 7.1.6 Pengetahuan organisasi Evaluasi sasaran mutu Prosedur dokumentasi Prosedur rekaman 7.2 Kompetensi Membuat job requirements( Kompetensi yang diperlukan) Membuat prosedur pelatihan karyawan Membuat dokumentasi hasil evaluasi pelatihan karyawan 7.3 Kesadaran Menentukan sasaran mutu yang relevan Membuat kebijakan mutu yang relevan Menentukan cara kerja evaluasi sasaran mutu 7.4 Komunikasi Menentukan cara kerja komunikasi yang efektif 7.5 Informasi terdokumentasi 7.5.1 Umum Membuat prosedur pengendalian dokumen Membuat prosedur pengendalian rekaman 7.5.2 Membuat dan memperbarui Membuat cara pembaharuan informasi terdokumentasi yang diperlukan (revisi SOP) 7.5.3 Pengendalian informasi terdokumentasi Membuat prosedur pengendalian informasi 7.5.3.1 terdokumentasi 7.5.3.2. Mengendalikan informasi terdokumentasi: Membuat prosedur pengendalian rekaman. 8 Operasi 8.1 Perencanaan dan pengendalian operasional Membuat dokumentasi kriteria produk dan jasa yang baik Membuat dokumentasi sumber daya yang dibutuhkan Membuat dokumentasi pemantauan kriteria proses Membuat prosedur pengadaan bahan Membuat prosedur pengolahan bahan Membuat prosedur layanan sirkulasi Membuat prosedur administrasi. 94. v. 1. 0,00%. v. 1. 0,00%. 3. 0,00%. 3. 100,00%. 3. 100,00%. 3. 66,67%. 3. 66,67%. 1 1 3. 0,00% 0,00% 66,67%. 2. 100,00%. v. 1. 0,00%. 0. 2. 10000,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. 62 7. 30,65% 0,00%. 7. 0,00%. v. 3. v v 0. v v v 2 v v 0 2. 1. v 1 v 1. v v. 2. 19 0. 43 7 v v v v v v v.
(4) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 8.2 Persyaratan untuk produk dan layanan 8.2.1 Komunikasi pelanggan. 4. Membuat dokumentasi keterangan produk dan jasa Menentukan urutan cara penanganan pelanggan Menentukan persyaratan berkaitan dengan produk dan 8.2.2 jasa Persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku Membuat dokumentasi kriteria produk dan layanan yang baik Tinjauan persyaratan yang berkaitan dengan produk dan 8.2.3 jasa 8.2.3.1 Memiliki metode tinjauan kriteria produk dan layanan. 8.2.3.2. 8.2.4 8.3 8.3.1. Memiliki kriteria kontrak atau permintaan Menentukan persyaratan lain yang tidak dinyatakan pelanggan Organisasi harus menyimpan informasi terdokumentasi Mendokumentasikan tinjauan kriteria produk dan layanan Perubahan persyaratan untuk produk dan layanan Memiliki mekanisme perubahan kriteria layanan Desain dan pengembangan produk dan jasa Umum Memiliki dokumentasi akan proses desain dan pengembangan produk bahwa telah ditetapkan, diterapkan, dan dipelihara. 0. 4. 100,00%. 2. 100,00%. 2. 100,00%. 5. 40,00%. 4. 50,00%. v. 1. 0,00%. 23. 23. 0,00%. v. 1. 100,00%. 10. 0,00%. v v v. v 2. 3 v v. v. v. 0. 8.3.2 Perencanaan desain dan pengembangan A. Sifat, durasi dan kompleksitas kegiatan desain dan pengembangan. v. B. Menentukan tahapan proses desain dan pengembangannya. v. C. Mendokumentasikan desain dan verifikasi pengembangan dan validasi kegiatan yang diperlukan. v. D. Penanggung jawab dalam proses desain dan pengembangan E. Membutuhkan sumber daya internal dan eksternal untuk desain dan pengembangan. v v. F. Kontrol dalam pihak yang terlibat dalam proses desain dan pengembangan. v. G. Menentukan kebutuhan keterlibatan pelanggan dan pengguna. v. H. Persyaratan untuk penyediaan berikutnya dari produk dan jasa. v. I. Tingkat kontrol yang diharapkan untuk desain dan pengembangan proses oleh pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya yang relevan. v. J. Dokumentasi untuk menunjukkan bahwa desain dan pengembangan persyaratan telah dipenuhi. v. 95.
(5) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 8.3.3 Masukan desain dan pengembangan. v. Prosedur desian Identifikasi kegagalan dalam proses desain 8.3.4 Kontrol desain dan pengembangan. 2. 0,00%. 5. 0,00%. 4. 0,00%. v. 1. 0,00%. 4. 6. 33,33%. 2. 50,00%. 3. 0,00%. 1. 100,00%. v v. Memiliki pengendalian desain dan pengembangan memiliki dokumentasi untuk mengevaluasi hasil dan pengembangan desain. v. Memiliki dokumentasi verifikasi dan output yang telah memenuhi persyaratan. v. Memiliki dokumentasi dalam validasi bahwa output sudah sesuai. v. Memiliki dokumentasi jika diperlukan dalam proses. v. 8.3.5 Hasil desain dan pengembangan v. Organisasi harus menyimpan informasi terdokumentasi pada desain dan pengembangan output Memiliki informasi bahwa output desain sesuai dan dapat dilanjutkan ke proses berikutnya. v. Menentukan karakteristik produk dan jasa. v. memiliki dokumen persyaratan kriteria output yang dapat diterima. v. 8.3.6 Perubahan desain dan pengembangan Membuat dokumentasi perubahan produk dan layanan yang dilakukan Pengendalian proses eksternal yang disediakan, produk 8.4 dan jasa 8.4.1 Umum Menentukan mekanisme pemilihan penyedia eksternal. 2 v. Menentukan mekanisme evaluasi penyedia eksternal. v. 8.4.2 Jenis dan jangkauan pengendalian. v. Persyaratan penyedia eksternal Dampak potensial dari penyedia eksternal Menentukan mekanisme kontrol penyedia eksternal 8.4.3 Informasi untuk penyedia eksternal Membuat informasi terdokumentasi terkait penyedia eksternal (PO). 96. v v v.
(6) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 8.5 Produksi dan penyediaan jasa. 10. 8.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa Membuat dokumentasi kriteria produk dan layanan yang baik Prosedur inspeksi. 12. 83,33%. 7. 85,71%. 1. 100,00%. 1. 0,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 0,00%. 1. 1. 0,00%. v. 1. 0,00%. v v. Dokumentasi penggunaan inventaris. v. Dokumentasi hasil inspeksi. v. Dokumentasi pengiriman dan penerimaan produk (Surat jalan) Menentukan mekanisme pekerjaan untuk mencegah kesalahan manusia Memiliki job requirement. 2. v v v. 8.5.2 Identifikasi dan kemampuan telusur Mekanisme penelusuran produk/layanan (hasil kesesuaian produk) 8.5.3 Properti milik pelanggan atau penyedia eksternal. v. Organisasi harus berhati-hati dengan properti milik pelanggan atau penyedia eksternal sementara itu berada di bawah kendali organisasi atau digunakan oleh organisasi. Organisasi harus menidentifikasi, menverifikasi melindungi, dan menjaga pelanggan atau penyedia eksternal properti yang disediakan untuk digunakan atau penggabungan kedalam produk atau layanan.. v. 8.5.4 Pelanggan Organisasi harus menjaga output selama produksi dan penyediaan jasa, sejauh yang diperlukan untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan (Surat jalan) 8.5.5 Kegiatan setelah pengiriman Mekanisme penanganan komplain (survey pelanggan ) 8.5.6 Pengendalian perubahan Membuat pengendalian dokumen dan perubahan dokumen 8.6 Pelepasan produk dan layanan Dokumentasi hasil kesesuaian produk dan layanan (ketercapaian sasaran mutu). 97. 0.
(7) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 8.7 Pengendalian ketidaksesuaian hasil. 1. 8.7.1 Membuat prosedur pengendalian ketidaksesuaian Organisasi harus menyimpan dokumentasi informasi bahwa (membuat dokumentasi ketidaksesuaian): A. Menjelaskan ketidak sesuaian B. Menjelaskan tindakan yang diambil C. mengidentifikasikan otoritas memutuskan tindakan sehubungan ketidaksesuaian 9 Evaluasi Kinerja. 8.7.2. 9.1 Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi. v. 9,3 9.3.1 9.3.2 9.3.3. D. Memastikan bahwa hasil audit dilaporkan kemanajemen yang relevan E. Mengambil koreksi yang tepat dan tindakan korektif tanpa ditunda F. Menyimpan informasi dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit Tinjauan Manajemen Umum Memiliki prosedur tinjauan manajemen Masukan tinjauan manajemen Memetakan masukan tinjauan manajemen Hasil tinjauan manajemen Memetakan hasil tinjauan manajemen. 98. 3. 0,00%. 11. 19. 42,11%. 1. 8. 9. 11,11%. v. 1. 0,00%. 1. 100,00%. 7. 0,00%. 7 1. 100,00% 100,00%. 6. 100,00%. 3. 3. 0,00%. v. 1. 0,00%. v. 1. 0,00%. v. 1. 0,00%. v v v v v v. G. Kebutuhan untuk perbaikan sistem manajemen mutu. C. Pilih auditor dan pelaksanaan audit untuk memastikan objektivitas dari ketidakberpihakan proses audit.. 100,00%. 8. v. B. Menentukan kriteria audit dan lingkup setiap audit. 25,00%. 1. v. Menentukan metode evaluasi kepuasan pelanggan 9.1.3 Analisis dan Evaluasi Menentukan metode evaluasi dari analisis hasil evaluasi A. ketidaksesuaian produk dan jasa B. Tingkat kepuasan pelanggan C. Kinerja dan efektivitas sistem manajemen mutu D. Jika perencanaan telah dilaksanakan secara efektif E. Efektivitas tindakan yang diambil untuk mengatasi risiko dan peluang F. Kinerja penyedia eksternal. 9.2 Audit Internal 9.2.1 Memiliki prosedur dan mekanisme audit internal 9.2.2 Memiliki dokumentasi hasil audit internal A. Merencanakan, menetapkan, menerapkan dan memelihara program audit termasuk frekuensi, metode, tanggung jawab, persyaratan perencanaan dan pelaporan yang akan mempertimbangkan pentingnya proses yang bersangkutan, perubahan yang memperngaruhi organisasi dan hasil sebelum audit. 4. v. 9.1.1 Umum Organisasi harus menetapkan (menentukan metode evaluasi kinerja): 9.1.2 Kepuasan Pelanggan. 3. v. v 7 v. 0. v. v. v v v v 0.
(8) Lampiran 1: Analisa Gap Awal (Lanjutan) 10 Peningkatan 10,1 Umum Memiliki sistem penilaian sistem manajemen mutu (evaluasi sasasran mutu) Memiliki prosedur pencegahan ketidaksesuaian (Prosedur tindakan perbaikan dan pencegahan). 5 2. 3 0. 8 2. 62,50% 100,00%. 2. 100,00%. 4. 50,00%. 2. 100,00%. 2. 0,00%. 2. 50,00%. 2. 0,5. v. v. 10.2 Ketidaksesuaian dan tindakan korektif 10.2.1 Memiliki prosedur perbaikan ketidaksesuaian Melakukan identifikasi risiko dan peluang dari ketidaksesuaian 10.2.2 Memiliki dokumentasi ketidaksesuaian. 2 v. 2 v v. Dokumentasi tindakan korektif / perubahan yang dilakukan 10.3 Perbaikan berkelanjutan Memiliki Prosedur tinjauan manajemen Memiliki dokumentasi hasil evaluasi kinerja. v 1. 1 v. v 53 142. Persentase kesesuaian keseluruhan Persentase ketidaksesuaian keseluruhan. 37,32% 62,68%. 99. 89.
(9) Lampiran 2: SOP Penerimaan Barang. 100.
(10) Lampiran 3: SOP Prosedur Pengeluaran Barang. 101.
(11) Lampiran 4: SOP Pelatihan Karyawan. 102.
(12) Lampiran 5: SOP Perekrutan Karyawan. 103.
(13) Lampiran 6: SOP Pemeliharaan. 104.
(14) Lampiran 7: SOP Penanganan Keluhan Pelanggan. 105.
(15) Lampiran 8: SOP Pengiriman. 106.
(16) Lampiran 9: SOP Survey Pelanggan. 107.
(17) Lampiran 10: SOP Pembelian. 108.
(18) Lampiran 11: SOP Perencanaan. 109.
(19) Lampiran 12: Analisa Resiko Sasaran Mutu Divisi HRD. 110.
(20) Lampiran 13: Analisa Resiko Sasaran Mutu Divisi Maintenance. 111.
(21) Lampiran 14: Analisa Resiko Sasaran Mutu Divisi Pembelian. 112.
(22) Lampiran 15: Analisa Resiko Sasaran Mutu Divisi PPIC. 113.
(23) Lampiran 16: Analisa Resiko Sasaran Mutu Divisi Produksi. 114.
(24) Lampiran 17: Analisa Resiko Divisi HRD. 115.
(25) Lampiran 18: Analisa Resiko Divisi Maintenance. 116.
(26) Lampiran 19: Analisa Resiko Divisi Marketing. 117.
(27) Lampiran 20: Analisa Resiko Divisi Pembelian. 118.
(28) Lampiran 21: Analisa Resiko Divisi PPIC. 119.
(29) Lampiran 22: Analisa Resiko Divisi Produksi. 120.
(30) Lampiran 23: Tabel Kompetensi Bagian/proses Gudang/penerimaan barang. Gudang/pemeriksaan fisik barang Gudang/prosedur pengeluarang barang Marketing/cek ketersediaan produk Marketing/cek surat jalan dengan order Pembelian/pemilihan pemasok. Pembelian/penerimaan barang. PPIC/perencanaan proses produksi SDM/perencanaan pelatihan berdasarkan kebutuhan. Kompetensi Pengecekan jumlah barang yang diterima sesuai dengan form yang diberikan dari supplier Pengecekan barang secara visual (cacat atau tidak) Pengecekan jumlah dan spesifikasi dari barang tersebut Pengecekan jumlah dan spesifikasi dari produk sesuai Pengecekan jumlah dan spesifikasi dari produk ssesuai Pennyesuaiaan dari pihak pemasok dan perusahaan (agar sama) Memastikan dengan car melakukan pengecekan barang diterima (tidak cacat) Menentukan jumlah produksi tiap bulan, berdasarkan perhitungan bulan kemarin Mengatur jadwal pelatihan sesuai dengan kebutuhan. 121. Penilaian.
(31) Lampiran 24: Daftar Induk Dokumen. 122.
(32) Lampiran 25: Daftar Supplier. 123.
(33) Lampiran 25: Daftar Supplier (Lanjutan). 124.
(34) Lampiran 25: Daftar Supplier (Lanjutan). 125.
(35) Lampiran 26: Evaluasi Supplier. 126.
(36) Lampiran 26: Evaluasi Supplier (Lanjutan). 127.
(37) Lampiran 26: Evaluasi Supplier (Lanjutan). 128.
(38) Lampiran 26: Evaluasi Supplier (Lanjutan). 129.
(39) Lampiran 26: Evaluasi Supplier (Lanjutan). 130.
(40) Lampiran 26: Evaluasi Supplier (Lanjutan). 131.
(41) Lampiran 26: Evaluasi Supplier (Lanjutan). 132.
(42) Lampiran 27: Hasil Audit Internal Divisi Produksi. 133.
(43) Lampiran 28: Hasil Audit Internal Divisi PPIC. 134.
(44) Lampiran 29: Hasil Audit Internal Divisi Pembelian. 135.
(45) Lampiran 30: Form Tindak Koreksi dan Pencegahan. 136.
(46) Lampiran 30: Form Tindak Koreksi dan Pencegahan (Lanjutan). 137.
(47) Lampiran 30: Form Tindak Koreksi dan Pencegahan (Lanjutan). 138.
(48) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir Klausul. Keterangan. 4 Konteks Organisasi 4,1 Memahami organisasi dan konteksnya. S. TS. Total. 7. 0. 7. Persentase Kesesuaian 100,00%. 1. 100,00%. 2. 100,00%. 1. 100,00%. 3. 100,00%. 1. 100,00%. 2. 100,00%. v. Memiliki dan memahami isu-isu eksternal dan internal Memahami kebutuhan dan harapan pemangku 4.2 kepentingan Organisasi secara konsisten menyediakan kebutuhan konsumen. Organisasi harus menetapkan: A. Pihak yang berkepentingan yang relevan dengan SMM B. Organisasi harus memantau dan meninjau informasi tentang pihak-pihak yang berkepentingan dan persyaratan yang relevan 4.3 Menetapkan lingkup sistem manajemen mutu Organisasi harus menentukan batasan-batasan dan penerapan SMM untuk menerapkan ruang lingkup 4.4 Sistem manajemen mutu dan proses-prosesnya. v. v. v. 3. Organisasi harus menerapkan, menetapkan, memelihara 4.4.1 dan harus terus memperbaiki SMM yang sesuai dengan ISO 9001:2015 4.4.2 Organisasi harus: A. Memelihara informasi terdokumentasi untuk mendukung operasi dari proses tersebut B. Menyimpan informasi terdokumentasi untuk memiliki keyakinan bahwa proses yang sedang dilakukan seperti yang direncanakan 5 Kepemimpinan 5.1 Kepemimpinan dan komitmen 5.1.1 Umum A. Memastikan integrasi persyaratan SMM dalam proses bisnis organisasi B. Mempromosikan penggunaan pendekatan proses dan pemikiran berbasis risiko C. Membuat job description D. Mengkomunikasikan pentingnya manajemen mutu yang efektif dan sesuai dengan persyaratan SMM E. Terlibat, mengarahkan orang-orang untuk berkontribusi pada keefektifan SMM 5.1.2 Fokus Pelanggan Analisis resiko dan peluang Fokus pada peningkatan kepuasan pelanggan dipertahankan.. 139. 0. v. v. v 13. 0. 13. 100,00%. 7. 0. 7. 100,00%. 5. 100,00%. 2. 100,00%. v v v v v v v.
(49) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 5.2 Kebijakan 5.2.1 Mengembangkan kebijakan mutu Manajemen puncak harus menetapkan, menerapkan dan memelihara kebijakan mutu: A. Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan yang berlaku B. Mencakup komitmen untuk perbaikkan berkesinambungan dari sistem manajemen mutu 5.2.2 Komunikasi kebijakan mutu A. Tersedia dan dipertahankan sebagai informasi didokumentasikan B. Dikomunikasikan, dipahami dan diterapkan dalam organisasi 5,3 Peran organisasi, tanggung jawab dan wewenang. 6 6,1 6.1.1 6.1.2. Adanya tanggung jawab dan wewenang untuk setiap proses Perencanaan Tindakan untuk mengatasi risiko dan peluang Membuat risk List Tindakan untuk menangani resiko dan peluang. 6.2 Sasaran mutu dan perencanaan untuk mencapainya Organisasi harus menetapkan sasaran mtuu pada fungsi, 6.2.1 tingkat dan proses yang diperlukan untuk SMM. Sasaran mutu harus: A. Menentukan sasaran mutu B. Dipantau C. Dikomunikasikan D. Diperbarui sesuai keperluan E. Organisasi harus memelihara informasi terdokumentasi pada sasaran mutu 6.2.2 Menentukan mekanisme pemenuhan sasaran mutu 6.3 Perencanaan perubahan Adanya mekanisme perubahan kriteria produk dan jasa 7 Dukungan 7.1 Sumber daya 7.1.1 Umum Memiliki job requirements (pekerjaan) 7.1.2 Orang Memiliki job requirements (SDM) 7.1.3 Infrastruktur Memiliki daftar inventaris Memiliki prosedur perawatan inventaris 7.1.4 Lingkungan untuk pengoperasian proses Menjaga pemeliharaan lingkungan Menentukan mekanisme penggantian sumber daya 7.1.5 Sumber daya pemantauan dan pengukuran 7.1.5.1 Umum Sumber daya dapat digunakan untuk pemantauan 7.1.5.2 Ketelusuran pengukuran (Cakupan Kalibrasi) Menentukan cakupan yang jelas untuk pengukuran 7.1.6 Pengetahuan organisasi Evaluasi sasaran mutu Prosedur dokumentasi Prosedur rekaman. 140. 5. 0. 5. 100,00%. 3. 100,00%. 2. 0,00%. 1. 100,00%. 1. 100,00%. 9 2. 100,00% 100,00%. 2. 100,00%. 6. 100,00%. 5. 100,00%. 1 1. 100,00% 100,00%. 1. 100,00%. 24 12. 95,83% 91,67%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. 2. 100,00%. 2. 100,00%. 1. 100,00%. 1. 0,00%. 1. 100,00%. 3. 100,00%. v v v v v 1. 0. v 9 2 v v. 0 0. 6. 0. v v v v v v 1. 0. v 23 11. 1 1. v v v v v v v v v v.
(50) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 7.2 Kompetensi Membuat job requirements( Kompetensi yang diperlukan) Membuat prosedur pelatihan karyawan. 3. 3. 100,00%. 3. 100,00%. 3. 100,00%. 3. 100,00%. 1 1 3. 100,00% 100,00% 100,00%. 2. 100,00%. 1. 100,00%. 2. 10000,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. 62 7. 53,23% 71,43%. 7. 71,43%. 4. 75,00%. 2. 50,00%. 2. 100,00%. 5. 100,00%. 4. 100,00%. 1. 100,00%. v. Membuat dokumentasi hasil evaluasi pelatihan karyawan 7.3 Kesadaran Menentukan sasaran mutu yang relevan Membuat kebijakan mutu yang relevan Menentukan cara kerja evaluasi sasaran mutu 7.4 Komunikasi Menentukan cara kerja komunikasi yang efektif 7.5 Informasi terdokumentasi 7.5.1 Umum Membuat prosedur pengendalian dokumen Membuat prosedur pengendalian rekaman 7.5.2 Membuat dan memperbarui Membuat cara pembaharuan informasi terdokumentasi yang diperlukan (revisi SOP) 7.5.3 Pengendalian informasi terdokumentasi Membuat prosedur pengendalian informasi 7.5.3.1 terdokumentasi 7.5.3.2. 0. v. Mengendalikan informasi terdokumentasi: Membuat prosedur pengendalian rekaman. 8 Operasi 8.1 Perencanaan dan pengendalian operasional Membuat dokumentasi kriteria produk dan jasa yang baik Membuat dokumentasi sumber daya yang dibutuhkan Membuat dokumentasi pemantauan kriteria proses Membuat prosedur pengadaan bahan Membuat prosedur pengolahan bahan Membuat prosedur layanan sirkulasi Membuat prosedur administrasi 8.2 Persyaratan untuk produk dan layanan 8.2.1 Komunikasi pelanggan Membuat dokumentasi keterangan produk dan jasa Menentukan urutan cara penanganan pelanggan Menentukan persyaratan berkaitan dengan produk dan 8.2.2 jasa Persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku Membuat dokumentasi kriteria produk dan layanan yang baik Tinjauan persyaratan yang berkaitan dengan produk dan 8.2.3 jasa 8.2.3.1 Menuliki metode tinjauan kriteria produk dan layanan Memiliki kriteria kontrak atau permintaan Menentukan persyaratan lain yang tidak dinyatakan pelanggan 8.2.3.2 Organisasi harus menyimpan informasi terdokumentasi Mendokumentasikan tinjauan kriteria produk dan layanan 8.2.4 Perubahan persyaratan untuk produk dan layanan Memiliki mekanisme perubahan kriteria layanan. 141. v 3 v v v 1 v 3. 0. 0 0. v v v 2. 33 5. 0. 29 2. v v v v v v v 3. 1. v v v. v 5. 0. v v v. v v.
(51) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 8.3 Desain dan pengembangan produk dan jasa 8.3.1 Umum. 0. Memiliki dokumentasi akan proses desain dan pengembangan produk bahwa telah ditetapkan, diterapkan, dan dipelihara. 23. 23. 0,00%. v. 1. 100,00%. 10. 0,00%. 2. 0,00%. 5. 0,00%. 8.3.2 Perencanaan desain dan pengembangan A. Sifat, durasi dan kompleksitas kegiatan desain dan pengembangan. v. B. Menentukan tahapan proses desain dan pengembangannya. v. C. Mendokumentasikan desain dan verifikasi pengembangan dan validasi kegiatan yang diperlukan. v. D. Penanggung jawab dalam proses desain dan pengembangan E. Membutuhkan sumber daya internal dan eksternal untuk desain dan pengembangan. v v. F. Kontrol dalam pihak yang terlibat dalam proses desain dan pengembangan. v. G. Menentukan kebutuhan keterlibatan pelanggan dan pengguna. v. H. Persyaratan untuk penyediaan berikutnya dari produk dan jasa. v. I. Tingkat kontrol yang diharapkan untuk desain dan pengembangan proses oleh pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya yang relevan. v. J. Dokumentasi untuk menunjukkan bahwa desain dan pengembangan persyaratan telah dipenuhi. v. 8.3.3 Masukan desain dan pengembangan. v. Prosedur desian Identifikasi kegagalan dalam proses desain 8.3.4 Kontrol desain dan pengembangan. v. Memiliki pengendalian desain dan pengembangan. v. memiliki dokumentasi untuk mengevaluasi hasil dan pengembangan desain. v. Memiliki dokumentasi verifikasi dan output yang telah memenuhi persyaratan. v. Memiliki dokumentasi dalam validasi bahwa output sudah sesuai. v. Memiliki dokumentasi jika diperlukan dalam proses. v. 142.
(52) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 8.3.5 Hasil desain dan pengembangan v. Organisasi harus menyimpan informasi terdokumentasi pada desain dan pengembangan output Memiliki informasi bahwa output desain sesuai dan dapat dilanjutkan ke proses berikutnya. v. Menentukan karakteristik produk dan jasa. v. memiliki dokumen persyaratan kriteria output yang dapat diterima. v. 8.3.6 Perubahan desain dan pengembangan Membuat dokumentasi perubahan produk dan layanan yang dilakukan Pengendalian proses eksternal yang disediakan, produk 8.4 dan jasa 8.4.1 Umum Menentukan mekanisme pemilihan penyedia eksternal Menentukan mekanisme evaluasi penyedia eksternal 8.4.2 Jenis dan jangkauan pengendalian. 6. 4. 0,00%. v. 1. 0,00%. 0. 6. 100,00%. 2. 100,00%. 3. 100,00%. 1. 100,00%. 12. 83,33%. 7. 85,71%. v v v. Persyaratan penyedia eksternal Dampak potensial dari penyedia eksternal Menentukan mekanisme kontrol penyedia eksternal 8.4.3 Informasi untuk penyedia eksternal Membuat informasi terdokumentasi terkait penyedia eksternal (PO) 8.5 Produksi dan penyediaan jasa. v v v 10. 8.5.1 Pengendalian produksi dan penyediaan jasa Membuat dokumentasi kriteria produk dan layanan yang baik Prosedur inspeksi. v v. Dokumentasi penggunaan inventaris. v. Dokumentasi hasil inspeksi. v. Dokumentasi pengiriman dan penerimaan produk (Surat jalan) Menentukan mekanisme pekerjaan untuk mencegah kesalahan manusia Memiliki job requirement. v v v. 143. 2.
(53) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 8.5.2 Identifikasi dan kemampuan telusur Mekanisme penelusuran produk/layanan (hasil kesesuaian produk) 8.5.3 Properti milik pelanggan atau penyedia eksternal. v. 1. 100,00%. 1. 0,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. 1. 1. 0,00%. v. 1. 0,00%. 0. 4. 100,00%. 1. 100,00%. 3. 100,00%. Organisasi harus berhati-hati dengan properti milik pelanggan atau penyedia eksternal sementara itu berada di bawah kendali organisasi atau digunakan oleh organisasi. Organisasi harus menidentifikasi, menverifikasi melindungi, dan menjaga pelanggan atau penyedia eksternal properti yang disediakan untuk digunakan atau penggabungan kedalam produk atau layanan.. v. 8.5.4 Pelanggan Organisasi harus menjaga output selama produksi dan penyediaan jasa, sejauh yang diperlukan untuk memastikan kesesuaian dengan persyaratan (Surat jalan) 8.5.5 Kegiatan setelah pengiriman Mekanisme penanganan komplain (survey pelanggan ) 8.5.6 Pengendalian perubahan Membuat pengendalian dokumen dan perubahan dokumen 8.6 Pelepasan produk dan layanan Dokumentasi hasil kesesuaian produk dan layanan (ketercapaian sasaran mutu) 8.7 Pengendalian ketidaksesuaian hasil 8.7.1 Membuat prosedur pengendalian ketidaksesuaian 8.7.2. Organisasi harus menyimpan dokumentasi informasi bahwa (membuat dokumentasi ketidaksesuaian): A. Menjelaskan ketidak sesuaian B. Menjelaskan tindakan yang diambil C. mengidentifikasikan otoritas memutuskan tindakan sehubungan ketidaksesuaian. 144. 0. 4 v v v v.
(54) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 9.1 Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi. 9. 9.1.1 Umum Organisasi harus menetapkan (menentukan metode evaluasi kinerja): 9.1.2 Kepuasan Pelanggan. 0. 9. 100,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. 7. 100,00%. 7 1. 100,00% 100,00%. 6. 100,00%. 3. 100,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. v. 1. 100,00%. Menentukan metode evaluasi kepuasan pelanggan 9.1.3 Analisis dan Evaluasi Menentukan metode evaluasi dari analisis hasil evaluasi A. ketidaksesuaian produk dan jasa B. Tingkat kepuasan pelanggan C. Kinerja dan efektivitas sistem manajemen mutu D. Jika perencanaan telah dilaksanakan secara efektif E. Efektivitas tindakan yang diambil untuk mengatasi risiko dan peluang F. Kinerja penyedia eksternal. v v v v v v. G. Kebutuhan untuk perbaikan sistem manajemen mutu. v. 9.2 Audit Internal 9.2.1 Memiliki prosedur dan mekanisme audit internal 9.2.2 Memiliki dokumentasi hasil audit internal A. Merencanakan, menetapkan, menerapkan dan memelihara program audit termasuk frekuensi, metode, tanggung jawab, persyaratan perencanaan dan pelaporan yang akan mempertimbangkan pentingnya proses yang bersangkutan, perubahan yang memperngaruhi organisasi dan hasil sebelum audit. 7 v. B. Menentukan kriteria audit dan lingkup setiap audit C. Pilih auditor dan pelaksanaan audit untuk memastikan objektivitas dari ketidakberpihakan proses audit.. 9,3 9.3.1 9.3.2 9.3.3. D. Memastikan bahwa hasil audit dilaporkan kemanajemen yang relevan E. Mengambil koreksi yang tepat dan tindakan korektif tanpa ditunda F. Menyimpan informasi dokumentasi sebagai bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit Tinjauan Manajemen Umum Memiliki prosedur tinjauan manajemen Masukan tinjauan manajemen Memetakan masukan tinjauan manajemen Hasil tinjauan manajemen Memetakan hasil tinjauan manajemen. 145. 0. v. v. v v v v 3. 0.
(55) Lampiran 31: Analisa Gap Akhir (Lanjutan) 10 Peningkatan 10,1 Umum Memiliki sistem penilaian sistem manajemen mutu (evaluasi sasasran mutu) Memiliki prosedur pencegahan ketidaksesuaian (Prosedur tindakan perbaikan dan pencegahan). 8 2. 0 0. 8 2. 100,00% 100,00%. 2. 100,00%. 4. 100,00%. 2. 50,00%. 2. 50,00%. 2. 100,00%. 2. 1. v. v. 10.2 Ketidaksesuaian dan tindakan korektif 10.2.1 Memiliki prosedur perbaikan ketidaksesuaian Melakukan identifikasi risiko dan peluang dari ketidaksesuaian 10.2.2 Memiliki dokumentasi ketidaksesuaian. 4 v. 0. v v. Dokumentasi tindakan korektif / perubahan yang dilakukan 10.3 Perbaikan berkelanjutan Memiliki Prosedur tinjauan manajemen Memiliki dokumentasi hasil evaluasi kinerja. v 2 v v. 0. 112. 30. 142. Persentase kesesuaian keseluruhan Persentase ketidaksesuaian keseluruhan. 78,87% 21,13%. 146.
(56) Lampiran 32: Tinjauan Perbaikan Divisi HRD. 147.
(57) Lampiran 32: Tinjauan Perbaikan (Lanjutan) Divisi Gudang. 148.
(58)
Dokumen terkait
Mengambil informasi dari isi teks sederhana untuk melengkapi tabel Disajikan teks sederhana / bacaan pendek berisi data (hasil pertanian di suatu desa; data siswa disuatu sekolah;
Jika 2 t it ik let is mempunyai parit as yang sama maka sesuai sif at penj umlahan maka dapat dipast ikan kedua t it ik let is memiliki j arak mendat ar dan j arak vert
...,.... LEMBAR KERJA PENILAIAN CAKUPAN MATERI BUKU TEKS PELAJARAN AGAMA KHONGHUCU. SMA
Sebuah segienam berat uran dan sebuah segit iga sama sisi mempunyai keliling yang sama.. Dua buah dadu dilemparkan
karya-karya ulama dan intelektual muslim dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan yang begitu banyaknya, baik itu agama ataupun umum, menunjukkan bahwa agama Islam memberi
Konsep forestry adalah pembentukan lahan untuk menjadi hutan yang dibiarkan alami dengan penanaman (reboisasi) tanaman kehutanan dan penutup tanah terutama pada lahan
Setiap hari, pada minggu pembinaan tersebut, setiap siswa mengirimkan 5 email kepada siswa lain atau guru.. Pada acara penutupan, setengah dari siswa mendapat 6 email, sepertiga
Sedangkan pada lansia atau usia yang lebih tua, risiko kejadian efek samping obat dipengaruhi oleh beberapa faktor: polifarmasi; kemampuan hepar untuk memetabolisme dan