1 1.1 Latar Belakang
Di era globalisasi seperti saat ini, persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Konsumen tidak lagi hanya menginginkan produk yang berkualitas, melainkan juga menuntut pelayanan yang baik dan tepat waktu (Sulistiana dan Yuliawati, 2012). Supplier sebagai pihak penyedia bahan baku sangat berperan penting dalam menentukan kualitas produk dan kelancaran proses produksi (Sulistiana dan Yuliawati, 2012). Hal ini dikarenakan bahan baku merupakan komponen utama bagi sebuah industri. Perusahaan yang bijak sudah tentu mempunyai lebih dari satu supplier untuk mengantisipasi order dalam jumlah besar yang tidak bisa dipenuhi oleh satu supplier (Nugraha dan Wirdayanti, 2013). Banyaknya supplier juga dapat membantu perusahaan prinsipal untuk memilih supplier mana yang terbaik (Nugraha dan Wirdayanti, 2013). Pemilihan supplier merupakan salah satu hal penting dalam aktivitas pembelian bahan baku olahan maupun produk jadi siap pakai dan pembelian merupakan aktivitas penting bagi perusahaan. Pembelian bahan baku olahan dan persediaan merepresentasikan porsi yang cukup besar pada produk jadi. Di berbagai perusahaan manufaktur, persentase ongkos material bisa mencapai 40- 60% dari ongkos sebuah produk jadi (Pujawan, 2005).
Dalam prosesnya, pemilihan supplier tergolong permasalahan yang semi terstruktur, di mana sebagian dari permasalahan ini cukup terstruktur untuk dipecahkan oleh komputer (perhitungan kriteria, efisiensi, dan lain sebagainya) dan sebagian lagi membutuhkan keputusan dari manajer (pemilihan metode evaluasi, kriteria, dan pemasukan nilai) (Nugraha dan Wirdayanti, 2013). Pada pemilihan supplier terdapat berbagai kriteria yang dijadikan pertimbangan suatu perusahaan prinsipal sebelum memutuskan untuk memilih satu atau lebih supplier. Hal ini dikarenakan keputusan yang salah dapat menyebabkan biaya unit
industri yang lebih tinggi dan berdampak besar terhadap suatu hubungan rantai pasok (Alinezad dkk., 2013). Menurut Fenton dan Wang (2006), pengambilan keputusan dengan memunculkan perangkingan di tiap alternatif terhadap kriteria dan pembobotan yang diberikan pada tiap kriteria dapat menggunakan Multi Criteria Decision Making (MCDM).
PT Cipta Sarina Vidi adalah sebuah perusahaan hospitality services yang dimulai dari usaha keluarga pada akhir tahun 1970-an, berkembang menjadi perusahaan perseorangan Wisma Vidi pada 13 Maret 1983, berkembang kembali menjadi CV Cipta Boga Vidi di tahun 2004 dan kemudian berkembang menjadi PT Cipta Sarina Vidi pada Oktober 2006. Perusahaan ini berdiri di Yogyakarta.
Usaha ini berkembang pesat di berbagai sektor, dimulai dari jasa catering sebagai penopang utama bisnis, lalu dibentuklah usaha hotel dan gedung pertemuan sebagai penopang utama kelengkapan bisnis PT Cipta Sarina Vidi. Pada penelitian ini difokuskan pada sektor catering (VIDI Catering).
Berdiri tahun 1983, VIDI Catering saat ini telah mampu melayani sampai dengan 15.000 porsi/hari di 15 tempat yang berbeda serta mampu melayani konsumen dari berbagai kalangan sampai dengan acara kenegaraan. Perusahaan menerapkan sistem produksi make to order karena perusahaan hanya memproduksi makanan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Berdasarkan uraian tersebut, seleksi supplier penting dilakukan dalam perusahaan. Pemilihan supplier produk merupakan salah satu aktivitas dalam rangkaian supply chain di VIDI Catering. Aktivitas ini dikategorikan dalam aktivitas strategis karena peran supplier akan turut menentukan keberhasilan perusahaan (Sulistiana dan Yuliawati, 2012). Apabila bahan baku olahan dan produk jadi siap pakai yang disediakan oleh supplier berkualitas buruk, hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pelanggan dan apabila supplier tidak bisa menyediakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dapat dipastikan jadwal produksi akan terganggu. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa VIDI Catering menerapkan sistem produksi make to order, sehingga kualitas produk, harga jual dan ketepatan waktu di antaranya menjadi kriteria dalam pemilihan supplier.
Penentuan bahan baku olahan dan produk jadi siap pakai yang digunakan pada penelitian berdasarkan pada jumlah supplier produk dan jumlah permintaan konsumen terhadap produk di VIDI Catering. Jumlah permintaan konsumen terhadap bahan baku olahan dan produk jadi siap pakai berdasarkan permintaan di bulan Desember 2014 dapat dituliskan seperti pada Tabel 1.1. Untuk produk beras, aneka sayuran, kerupuk dan minuman tidak diikutsertakan karena jumlah supplier hanya 1 yang tidak perlu menggunakan metode pengambilan keputusan.
Dari Tabel 1.1 diketahui bahwa bahan baku olahan dan produk jadi siap pakai dengan jumlah supplier lebih dari 1 dan permintaan konsumen tertinggi adalah olahan produk ayam negeri dan buah jeruk. Oleh karena itu, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan baku olahan ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk.
Tabel 1.1 Data Jumlah Supplier dan Permintaan Konsumen Terhadap Bahan Baku Olahan dan Produk Jadi Siap Pakai
No.
Jenis Bahan
Baku Olahan
Jumlah Permintaan
(porsi)
Jumlah
Supplier No.
Jenis Produk
Jadi Siap Pakai
Jumlah Permintaan
(porsi)
Jumlah Supplier
1. Ayam
Negeri 43100 3 1. Buah
Jeruk 33750 3
2.
Ayam Kampu ng
31500 3 2.
Buah Semang
ka
25250 3
3. Telur
Ayam 37900 3 3. Buah
Pisang 18900 3
4. Telur
Puyuh 25500 2 4. Puding
Fla 13550 2
5. Daging
Sapi 18900 2
Saat ini VIDI Catering memiliki tiga supplier untuk salah satu bahan baku olahan, yaitu ayam negeri dan produk jadi siap pakai, yakni buah jeruk. Masalah yang dialami oleh perusahaan adalah sulitnya menentukan supplier mana yang memiliki performansi terbaik, di antaranya dari segi waktu, kualitas dan kuantitas sehingga perusahaan bisa memprioritaskan supplier tersebut dalam memenuhi order produk yang dibutuhkan. Selain itu, terdapat juga kelemahan dalam pemilihan supplier yang sudah dilakukan oleh VIDI Catering, yaitu pengambil keputusan hanya menilai secara subyektif terhadap bahan baku olahan ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk yang ditawarkan sehingga tak jarang terjadi konflik antar pengambil keputusan terkait kriteria pemilihan supplier seperti kriteria harga mengalami konflik dengan kriteria lamanya kerjasama kedua belah pihak yang membuat satu pihak pengambil keputusan lebih mementingkan lamanya kerjasama dan pihak lain lebih mementingkan harga.
Bersumber dari Pak Kiryanto selaku Purchasing Manager Assistant di VIDI Catering, pihaknya pernah mengalami imbas akibat pemilihan supplier hanya dilakukan berdasarkan intuisi, yakni sempat mendapat satu kali penalti dan teguran dari pihak Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta pada Bulan Juni 2014 dikarenakan ayam goreng yang terdapat pada nasi box yang sudah dipesan untuk suatu acara sebagian besar mengeluarkan bau yang tidak enak bahkan ada yang berlendir sehingga peserta tidak bisa memakan ayam tersebut.
Hal ini tentunya sangat merugikan pihak VIDI catering karena selain semua nasi box dikembalikan, pihaknya juga harus mengembalikan sebagian uang yang sudah dibayarkan oleh STAN dan reputasi perusahaan juga dipertaruhkan di dalamnya.
Setelah ditelusuri kasus tersebut ternyata penyebab utama basinya ayam goreng adalah kualitas ayam yang tidak bagus karena ayam yang digunakan merupakan ayam yang terkena penyakit, sehingga pihak VIDI Catering mengeluarkan penalti untuk supplier ayam tersebut dengan cara tidak menggunakannya kembali sebagai supplier ayam VIDI Catering. Oleh karena itu untuk mencegah terulangnya kembali kejadian tersebut sangat penting penelitian ini diadakan guna melakukan pemilihan supplier dengan penilaian yang lebih obyektif.
Penelitian ini melibatkan lebih dari satu kriteria dalam menentukan supplier, sehingga guna membuat keputusan yang tepat diperlukan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang mampu mengakomodasi multi kriteria yang bertentangan serta memberikan solusi ideal. Metode MCDM di antaranya Analytical Hierarchy Process (AHP), Fuzzy AHP, Analytical Network Process (ANP), Delphi, dan Goal Programming. Kelebihan dan kekurangan dari tiap metode serta metode terpilih dijabarkan pada Bab IV.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut.
1. Apa saja kriteria yang menjadi pertimbangan pihak pengambil keputusan dalam pemilihan supplier bahan baku olahan, yaitu ayam negeri dan produk jadi siap pakai, yakni buah jeruk dan bagaimana pembobotan dari tiap kriteria tersebut?
2. Bagaimana urutan supplier ayam negeri dan buah jeruk terbaik yang ada saat ini?
1.3 Asumsi dan Batasan
Agar penelitian dapat lebih terfokus pada pokok permasalahan dan tujuan dari penelitian yang dilakukan serta untuk menghindari timbulnya bias di dalam penelitian, maka diberikan asumsi dan batasan. Asumsi pada penelitian ini sebagai berikut.
1. Kondisi perusahaan normal, artinya tidak terdapat perubahan manajemen dan kebijakan perusahaan selama penelitian berlangsung.
2. Harga bahan baku ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk yang ditawarkan tiap supplier untuk tiap kg pemesanan tidak berubah selama penelitian berlangsung.
Batasan masalah yang digunakan dalam tugas akhir ini sebagai berikut.
1. Studi kasus dilakukan di PT Cipta Sarina Vidi, khususnya di unit catering (VIDI Catering).
2. Penelitian yang dilakukan di VIDI Catering difokuskan pada layanan pemesanan catering dalam bentuk box.
3. Penelitian yang dilakukan di VIDI Catering difokuskan pada layanan pemesanan catering untuk konsumen kalangan biasa (non VVIP).
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. mengidentifikasi kriteria yang digunakan dalam pemilihan supplier terbaik untuk bahan baku olahan ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk dan menentukan bobot tiap kriteria menggunakan metode AHP dan Fuzzy AHP,
2. menentukan prioritas supplier bahan baku olahan ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk di VIDI Catering menggunakan metode AHP dan Fuzzy AHP,
3. membandingkan metode AHP dan Fuzzy AHP untuk pemilihan supplier bahan baku olahan ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk terbaik di VIDI Catering.
1.5 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain:
1) bagi perusahaan, penelitian ini dapat berguna bagi pengambil keputusan di perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan supplier bahan baku olahan ayam negeri dan produk jadi siap pakai buah jeruk terbaik beserta alternatif metode pengambilan keputusan memilih supplier,
2) bagi peneliti, penelitian ini berguna sebagai pembelajaran lebih lanjut terkait metode pengambilan keputusan dan artificial intelligence berikut aplikasinya di dunia industri khususnya di bidang supply chain.