• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelesaian Sengketa Hak Milik atas Tanah dalam Perkawinan Campuran di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penyelesaian Sengketa Hak Milik atas Tanah dalam Perkawinan Campuran di Indonesia"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hak-hak perolehan atas tanah bagi Warga Negara Asing jelas. berbeda dengan hak-hak yang diperoleh Warga Negara

Kedua perempuan WNI yang menikah dengan WNA status anak-anaknya adalah Warga Negara Asing (WNA) sehinga anak tidak bisa bebas hidup di Indonesia dan diterima penuh

Perkawinan campuran yang dimaksud oleh UU No.1 Tahun 1974 adalah perkawinan campuran antara warga negara yang berbeda, misalnya antara warga negara Indonesia keturunan

Diperolehnya hak milik atas tanah bagi warga negara asing karena percampuran harta perkawinan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (3) Undang – Undang Republik Indonesia

Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, status harta bersama terkait kepemilikan hak atas tanah dalam perkawinan campuran tanpa adanya perjanjian pemisahan harta bersama

Pasal 3 ayat (2) PP Hunian Orang Asing menetapkan bahwa hak atas tanah yang dimiliki oleh WNI pelaku perkawinan campuran bukan merupakan harta bersama yang dibuktikan

mindahkan hak milik kepada orang asing, kepada seorang warga negara yang disamping kewarganegaraan Indonesiannya mempunyai kewarganegaraan asing atau kepada suatu

Konsep perkawinan campuran di Indo- nesia yang dimaksud adalah perkawinan anta- ra warga negara Indonesia dengan warga neg- ara asing yang mempunyai agama yang sama tetapi