BAB I PENDAHULUAN - STATUS KEPEMILIKAN TANAH BAGI WARGA NEGARA INDONESIA DALAM PERKAWINAN CAMPURAN - Unissula Repository
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa harta benda dalam perkawinan campuran antar warga Negara termasuk dalam bidang status personal, sehingga apabila terjadi perceraian
Hak-hak perolehan atas tanah bagi Warga Negara Asing jelas. berbeda dengan hak-hak yang diperoleh Warga Negara
Perkawinan campuran yang dimaksud oleh UU No.1 Tahun 1974 adalah perkawinan campuran antara warga negara yang berbeda, misalnya antara warga negara Indonesia keturunan
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, status harta bersama terkait kepemilikan hak atas tanah dalam perkawinan campuran tanpa adanya perjanjian pemisahan harta bersama
Berkaitan dengan perempuan dan anak yang terikat perkawinan campuran dengan warga negara asing maka Pasal 4 butir d Undang-undang tersebut menyatakan anak warga
Perkawinan antara dua orang Warga Negara Indonesia atau seorang Warga Negara Indonesia dengan seorang Warga Negara Asing yang dilangsungkan di luar Indonesia diatur
Pasal 3 ayat (2) PP Hunian Orang Asing menetapkan bahwa hak atas tanah yang dimiliki oleh WNI pelaku perkawinan campuran bukan merupakan harta bersama yang dibuktikan
perjanjian pisah harta dalam perkawinan campuran antara.. warga Negara Indonesia dengan warga Negara Asing sebelum. dan sesudah Putusan Makhamah Konstitusi Nomor: