• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO TAHUN Konsolidasi Universitas Islam Negeri Walisongo Menuju Universitas Riset

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO TAHUN Konsolidasi Universitas Islam Negeri Walisongo Menuju Universitas Riset"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO TAHUN 2020 – 2024

Konsolidasi Universitas Islam Negeri Walisongo

Menuju Universitas Riset

(2)
(3)
(4)
(5)

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan dan Pengesahan - i Daftar Isi - ii

BAB I PENDAHULUAN - 1 A. Kondisi Umum -1

B. Potensi dan Permasalahan - 22

BAB II VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN - 28 A. Visi dan Misi - 28

B. Tujuan, sasaran Program dan Sasaran Kegiatan - 34

BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN - 38

A. Arah kebijakan dan strategi - 38 B. Kerangka regulasi - 50

C. Kerangka kelembagaan - 51

BAB IV TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN - 55 A. Target Kinerja - 55

B. Kerangka pendanaan – 76

C. Kerangka Pengendalian - 78

BAB V PENUTUP - 80

(6)

BAB I: PENDAHULUAN

A. Kondisi Umum

Perjalanan transformasi UIN Walisongo telah melewati fase pertama (2014-2018) dari lima fase (2014-2038) yang dicanangkan untuk menjadi sebuah universitas Islam riset terdepan berbasis pada kesatuan ilmu pengetahuan untuk kemanusiaan dan peradaban. Pada fase pertama, sudah banyak prestasi yang telah dicapai, antara lain berupa penguatan kelembagaan universitas sesuai Ortaker Universitas, berkembangnya program studi melalui penambahan program studi umum, perolehan akreditasi perguruan tinggi peringkat A, zero finding dan status WTP, peringkat pertama Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama, serta peringkat ke-5 PTKIN versi Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama. Namun demikian, tentu masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dan diperbaiki pada fase pertama ini, seperti masalah implementasi visi dan misi ke dalam kurikulum, mutu sumber daya manusia yang memiliki pengakuan di tingkat nasional maupun internasional, ketersediaan sarana prasarana yang kompatibel terhadap tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman, serta masalah-masalah lain yang berpotensi menghambat capaian visi dan misi yang ditetapkan.

Sejak tahun 2019, transformasi UIN Walisongo memasuki fase kedua

(2019-2023), yakni fase konsolidasi menuju universitas riset. Pada fase

kedua ini, UIN Walisongo dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari

internal maupun eksternal. Tantangan internal yang dihadapi berupa

kelemahan yang dimiliki, seperti masih rendahnya guru besar, jumlah

doktor, publikasi ilmiah dalam jurnal internasional bereputasi, jumlah

mahasiswa program pasca sarjana, dan berbagai implementasi kerjasama

di bidang Tridharma Perguruan Tinggi dengan berbagai lembaga funding

di dalam negeri maupun luar negeri. Kelemahan internal lainnya, terkait

dengan ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium yang mampu

(7)

mendukung pengembangan kompetensi program studi, serta penguasaan perkembangan teknologi informasi untuk proses perkuliahan. Adapun tantangan eksternal yang dihadapi, antara lain berupa munculnya era disruption sebagai akibat perkembangan teknologi informasi, serta perubahan kebijakan pemerintah. Selain itu, secara eksternal UIN Walisongo juga dihadapkan oleh keberadaan universitas-universitas, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang sama-sama terus berbenah.

UIN Walisongo bertekad untuk menjadikan unity of sciences sebagai basis value kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, dan hal itu dijadikan sebagai salah satu identitas UIN walisongo. Basis unity of sciences tersebut bukan dalam artian kesatuan antara natural sciences dan social sciences, sebagaimana dipahami oleh sebagian pemikir Barat, tetapi kesatuan antara al-‘ulum ad-diniyyah, al-‘ulum al-ijtima’iyah, dan al-‘ulum al-kauniyah (ilmu keagamaan-ilmu sosial humaniora-ilmu alam). Manfaat dari kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan tersebut diarahkan memberi kontribusi positif bagi kemanusiaan dan peradaban, serta memberi kontribusi institusi bagi kemajuan Negara.

Sepanjang kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, banyak perubahan eksternal yang mendorong adanya penyesuaian periode rencana strategi pencapaian visi dari apa yang telah ditetapkan dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP). Strategi pencapaian visi tahap ke-2, semula direncanakan tahun 2019-2023, tetapi karena adanya banyak perubahan eksternal, kemudian disesuaikan menjadi tahun 2020-2024. Beberapa perubahan eksternal tersebut antara lain :

1. Kebijakan Pemerintah periode 2019-2024 yang disampaikan presiden

RI pada pidato pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019 dengan 5

hal pokok yaitu a) Prioritaskan Pendidikan karakter dan pengamalan

Pancasila, b) Potong semua regulasi yang menghambat, seiring dengan

terobosan dan peningkatan investasi, c) kebijakan pemerintah harus

kondusif untuk menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan

investasi di sektor Pendidikan, d) Semua kegiatan pemerintah

berorientasi pada penciptaan lapangan kerja, sehingga utamakan

pendekatan Pendidikan dan pelatihan vokasi yang baru dan inovatif,

(8)

e) Memperkuat teknologi sebagai alat pemerataan baik daerah terpencil maupun kota besar mendapatkan kesempatan dan dukungan yang sama untuk pembelajaran.

2. Pesatnya perkembangan teknologi yang berdampak pada masuknya era disruption, yang dikenal pula sebagai era industri 4.0 yang menuntut smart campus untuk mendukung layanan Pendidikan yang lebih berkualitas di era ini.

3. Kebijakan pemerintah dalam hal penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengelolaan perguruan tinggi, serta kebijakan pemerintah dalam bidang keuangan sebagai acuan kemandirian pengelolaan keuangan perguruan tinggi

Berdasarkan beberapa pertimbangan itulah UIN Walisongo Semarang menyusun Rencana Strategis (Renstra) untuk fase ke dua, yaitu Tahun 2020-2024 agar capaian visi dapat tercapai sebagaimana diharapkan.

1. Tata Kelola dan Kelembagaan a. Jumlah Prodi

Selama tahun 2014-2019, setiap tahun ada penambahan prodi Sarjana atau Magister, sehingga prodi yang semula berjumlah 28 prodi pada tahun 2014, bertambah menjadi 47 prodi pada tahun 2018. Adapun tahun 2019, tidak ada tambahan prodi baru. Rincian penambahan prodi untuk setiap tahun dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1

Jumlah Program Studi UIN Walisongo Tahun 2014-2018

Tahun

D3 S1 S2 S3 Jumlah Tambahan Prodi

2014 1 25 2 1 29 -

2015 1 34 7 1 43 S-2 Pendidikan Agama

Islam

S-2 Manajemen Pendidikan Islam S-2 Komunikasi dan Penyiaran Islam

S-2 Ilmu Al Qur’an dan

Tafsir

(9)

Tahun

D3 S1 S2 S3 Jumlah Tambahan Prodi S-2 Ekonomi Islam S-1 Matematika S-1 Fisika S-1 Kimia S-1 Biologi S-1 Ilmu Hukum S-1 Sosiologi S-1 Ilmu Politik S-1 Psikologi S-1 Gizi

2016 1 35 7 1 44 S-1 Manajemen Haji dan

Umroh

2017 1 36 7 1 45 S-1 Ilmu Seni dan

Arsitektur Islam

2018 1 38 7 1 47 S-1 Teknologi Informasi

S-1 Manajemen

2019 1 38 7 1 47 Tidak ada penambahan

prodi

Dari Tabel 1 diketahui bahwa penambahan terbanyak ada pada tahun 2015 dengan penambahan prodi S1 sejumlah 9 prodi dan S-2 sebanyak 5 prodi. Tingkat perubahan jumlah prodi untuk setiap jenjang dapat disajikan pada diagram di bawah ini.

Gambar 2

Perubahan Jumlah Program Studi UIN Walisongo Tahun 2015-2019

1 1 1 1 1

34 35 36 38 38

7 7 7 7 7

1 1 1 1 1

0 5 10 15 20 25 30 35 40

2015 2016 2017 2018 2019

D3 S1 S2 S3

(10)

Gambar 2 menunjukkan perubahan jumlah prodi untuk setiap jenjang. Terlihat bahwa untuk jenjang D-3, S2, dan S-3 dalam kurun 5 tahun (2015-2019) tidak ada penambahan.

Sedangkan untuk jenjang S-1 setiap tahun mengalami penambahan prodi.

b. Akreditasi Program Studi dan Institusi

Sebagaimana disebut dalam data di atas, UIN Walisongo memiliki 47 program studi yang terdiri dari 1 prodi D-3, 38 prodi S-1, 7 prodi S-2, dan 1 prodi S-3. Dari ke-47 program studi tersebut, 4 akreditasi baru memenuhi akreditasi minimum sesuai dengan persyaratan pendirian program studi baru, yaitu:

(1) Program Studi S-1 Manajemen Haji dan Umrah (2) Program Studi S-1 Ilmu Seni dan Arsitektur Islam (3) Program Studi S-1 Manajemen

(4) Program Studi S-1 Teknologi Informasi

Sedangkan 43 prodi yang lain telah memiliki peringkat akreditasi dari BAN PT, sebagai berikut.

Tabel 2

Peringkat Akreditasi Program Studi di UIN Walisongo per November 2019

Peringkat f %

A 23 48.9 %

B 16 34.1 %

C 4 8.5 %

Akreditasi

Minimum 4 8.5%

Jumlah 47 100%

Berikut adalah rincian peringkat dan skor akreditasi untuk

masing-masing program studi.

(11)

Tabe l 3 Da ft ar Akredit asi Pr ogram S tud i p er No ve m be r 20 19 No Faku lt as Progra m S tudi Strat a No. SK Peringkat Sk or Tan ggal K adalua rsa 1 FDK Manaje m en Dakw ah S1 2075/ SK /BA N -P T /A k- PP J/S /IV /2 02 0 A 365 1 Ap ril 2025

2 FDK Pen gem bang an Masyarak at Is lam S1 1099 / SK / B A N - P T /A kr ed/S /X /2 01 5 B 309 24 -10 -202 0 3 FDK Bi m bin gan dan Pen yulu han Is lam S1 1262/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 015 A 371 29 -12 -2020

4 FDK Kom un ikasi dan Pen yiar an Is lam S1 1262/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 015 A 362 29 -12 -2020 5 FDK Kom un ikasi dan Pen yiar an Is lam S2 4426/SK /BA N - PT/ A kre d/S /X /201 7 A 361 5- 09 -202 2

6 FDK Manaje m en Haji dan U m roh S1 5944 Tah un 2016 - - Prod i Bar u 7 FEB I Eko no m i Is lam S1 37 26 /SK /BA N -P T /A k- PP J/S /X /2 01 9 B 332 Sa m pa i dit er bit ka n S K B ar u 8 FEB I Per bank an Syari ah D -III 2690/SK /BA N - PT/ A kre d/Dpl - II I/V II /2019 A 361 30 -07 -202 4

9 FEB I Eko no m i S yari ’ah S2 2609/SK /BA N - PTA kre d M/ V II I/201 7 B 335 1-08 -2 022

(12)

10 FEB I A kun tans i S yari ’ah S1 5145/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 B 309 27 -12 -2022 11 FEB I Per bank an Syari ’ah S1 132/SK/B A N - PT/ A kre d/S /I/ 2018 B 339 3-01 -2 023

12 FEB I Manaje m en S1 Kep . Menr ist ekd ikt i No. 293/KPT /I/2 018 - - Prod i Bar u 13 FI SIP Il m u Poli tik S1 3814/SK /BA N - PT/ A kre d/S /X /201 7 B 302 17 -10 -2022 14 FI SIP Sosi olo gi S1 5171/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 B 317 27 -12 -2022

15 FI TK Pen di di kan Gur u Madrasah Ib tid aiyah S1 1186/SK /BA N - PT/ A kre d/S /VI I/20 16 B 350 21 -07 -2021 16 FI TK Manaje m en Pen di di kan Is lam S1 2377/SK /BA N - PT/ A kre d/S /X /201 6 A 362 20 -10 -2021

17 FI TK Pen di di kan Gur u Raud hat ul A thfal (P GR A ) m enj adi Pen didikan Isl am A nak U sia Di n i (PIAU D) S1 3262/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 018 B 347 12 -12 -2023

18 FI TK Manaje m en Pen di di kan Is lam S2 4019/SK /BA N - PT/ A kre d/ M/ X/2 01 7 A 371 25 -07 -2022

(13)

19 FI TK Pen di di kan A gam a Is lam S2 2610/SK /BA N - PTA kre d /M /VI II 2017 A 366 1-08 -2 022 20 FI TK Pen di di kan Bah asa In ggis S1 5160/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 A 372 27 -12 -2022

21 FI TK Pen di di kan A gam a Is lam S1 1542/SK /BA N - PT/ A kre d/S /VI /2 01 8 A 361 6-06 -2 023 22 FI TK Pen di di kan Bah asa A rab S1 2729/SK /BA N - PT/ A kre d/S /X /201 8 A 368 2-10 -2 023

23 FPK Psiko log i S1 131/SK/B A N - PT/ A kre d/S /1 /2018 B 318 3-01 -2 023 24 FPK Gizi S1 0054/L A M - PTKes A kr /Sar/1 /20 18 B 314 26 -01 -2023

25 FS H Hukum Pid ana Poli tik Is lam (J in ayah -S iyasa h) m en jad i Huku m Pidan a Isl am (H P I) S1 3444/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 018 A 367 20 -12 -2023 26 FS H Il m u Falak S1 1305/SK /BA N - PT/ A kre d/S /IV /2 01 9 A 370 30 -04 -2024

27 FS H Hukum Eko no m i Syari ’ah (mu’amalah ) S1 1262/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 015 A 368 29 -12 -2020

(14)

28 FS H Hukum Kel uarga Is lam (A hwal A l Syakh siyy ah) S1 1677/SK /BA N - PT/ A kre d/S /VI I/20 18 A 373 9-07 -2 023 29 FS H Il m u Hukum S1 2195/SK /BA N - PT/ A kre d/S /VI II /2 018 B 319 8-08 -2 023

30 FS H Il m u Falak S2 3052/SK /BA N - PT/ A kre d/ M/ XI /20 18 A 369 13 -11 -2023 31 FS T Pen di di kan Kim ia S1 3204/SK /BA N - PT/ A kre d/ M/ XI I/2 018 A 361 04 -12 -2023

32 FS T Pen di di kan Mate m at ika S1 1305/SK /BA N - PT/ A kre d/S /IV /2 01 9 B 346 9-04 -2 024 33 FS T Pen di di kan Bi olo gi S1 3107/ S K /BA N -P T /A k- PPJ /S /V /2020 A 361 10 -05 -20 25

34 FS T Bi olo gi S1 5173/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 C 285 27 -12 -2022 35 FS T Fisika S1 5162/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 C 292 27 -12 -2022

36 FS T Kim ia S1 5164/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 C 293 27 -12 -2022

37 FS T Mate m at ika S1 5128/SK /BA N - PT/ A kre d/S /XI I/2 017 C 292 27 -12 -2022

(15)

38 FS T Pen di di kan Fisi ka S1 2631/SK /BA N - PT/ A kre d/S /IX / 201 8 A 363 18 -09 -2023 39 FS T Tekn olo gi In form asi S1 Kep . Menr ist ekd ikt i No. 293/KPT /I/2 018 - - Prod i Bar u

40 FU H U M A qid ah dan Fil safat Is lam S1 45 34 /SK /BA N -P T /A k- PP J/S /X I/20 1 9 B 334 Sam pai kel uarn ya SK baru 41 FU H U M Il m u A l Qur’ an dan Tafsir S1 3845/ SK /BA N -P T /A k- PP J/S /V II/2 02 0 A 369 7- 07 -202 5 42 FU H U M Tasaw u f d an Psiko ter api S1 440 2/ SK/B AN -PT /A k - PPJ /S/ V III /2 020 B 342 2-08 -2 025

43 FU H U M Il m u A l Qur’ an dan Tafsir S2 2410/SK /BA N - PT/ A kre d/ M/ V II /2 017 B 332 25 -07 -2022 44 FU H U M Studi A gam a-A gam a S1 1612/SK /BA N - PT/ A kre d/S /VI /2 01 8 A 367 26 -06 -2023

45 FU H U M Il m u Sen i dan A rsi tekt ur Is lam S1 4897 Tah un 2017 - - Prod i Bar u 46 Pasca sarj ana Il m u A gam a Is lam S2 3845/ S K /BA N -P T /A k- PPJ /M /V II/ 2020 A 364 7 -07 -2 0 25

47 Pasca sarj ana Studi Is lam S3 1865/SK /BA N - PT/ A kre d/D /IX /20 16 A 363 2-09 -2 021

(16)

c. Reputasi

Reputasi UIN Walisongo sebagai perguruan tinggi tercermin melalui akreditasi dan peringkat di antara perguruan tinggi yang lain. Akreditasi institusi UIN Walisongo dilaksanakan pertama kali pada tahun 2015 dan menghasilkan status terakreditasi dengan peringkat B melalui SK BAN PT nomor 892/SK/BAN-PT/Akred/PT/VIII/2015 dengan skor 346.

Pada tahun 2019 UIN Walisongo melakukan reakreditasi dan mendapatkan peringkat A dengan skor 368 melalui SK BAN PT nomor 49/SK/BAN-PT/Akred/PT/III/2019.

Sedangkan reputasi dalam hal peringkat diantara perguruan PTKIN lainnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4

Peringkat UIN Walisongo Tahun 2015-2019

Versi 2015 2016 2017 2018 2019

Webometrics 1 6 4 5 3

4ICU - - - 5 4

UI Green

Matrics - - - - 2

E-Sms - - - 4 2

ARWU - - - - 5890

Sinta - - - - 185

Pada tabel di atas terlihat bahwa peringkat UIN Walisongo

versi Webometrics sempat mengalami penurunan dari

peringkat 1 ke peringkat 6 pada tahun 2016. Pada tahun 2017

UIN Walisongo naik menjadi peringkat 4 di tingkat PTKIN,

turun ke peringkat 5 pada tahun 2018, dan tahun 2019 naik

ke peringkat 3. Adapun untuk 4ICU pada tahun 2018

peringkat 5 dan naik menjadi peringkat 4 di tahun 2019. Pada

tahun 2019 UIN Walisongo submit UI Greenmatric dan

masuk peringkat ke 2 PTKIN, ARWU (Academic Ranking of

(17)

World University) peringkat 5890 pada tahun 2019 dan Sinta peringkat 185 tahun 2019.

2. Mahasiswa

Untuk program Diploma dan Sarjana, UIN Walisongo membuka 6

(enam) jalur penerimaan mahasiswa baru, yaitu SNMPTN, SPAN-

PTKIN, UMPTKIN, SBMPTN, Ujian Jalur Mandiri, dan Jalur Prestasi

seperti PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi). Jumlah

calon mahasiswa yang mendaftar, diterima dan registrasi untuk

tahun 2015 sampai dengan 2019 adalah sebagai berikut.

(18)

Tabe l 5 Jum la h M aha sis wa P endaftar, Diterim a d an Re gi stras i Ta hun 20 15 -2019

Fakultas Pendaftar Diterima Registrasi201520162017201820192015201620172018201920152016201720182019

Da kwah da n Ko m uni kasi

14902142315554046.9348158459771038985534589636568639

Sya ria h dan H uku m

17242272269740605.1368488419019941.073619637607662710

Ilmu T arbiya h dan Ke gu ru an

78996781721510.46912.220 14481.591 156811961.0801059799780782730

Us hu lu dd in dan H um anio ra

718770118632794.724437485545623915358419433510534

Ek ono m i dan Bisnis I sla m

5595666773361015611.674 77813701276864839512556547514570

Ilmu So si al dan Ilmu Po litik

73299893910191.853162257317474484110164181284335

Psik olo gi da n Ke seh atan

9501872196525042.72714841852738735099153217291278

Sain s da n Te kno log i

8275650569773179.4391467389137871.031120435437472612

(19)

Untuk Program Pascasarjana, penerimaan mahasiswa baru dilaksanakan per semester. Seleksi masuk program magister diperuntukkan bagi seluruh calon mahasiswa yang telah lulus program sarjana, sedangkan seleksi untuk program doktor adalah untuk calon mahasiswa yang telah lulus program magister. Program studi yang menjadi asal calon mahasiswa haruslan program studi yang terakreditasi, baik negeri maupun swasta, dari dalam negeri maupun luar negeri.

Sejak tahun 2015, jumlah keseluruhan mahasiswa UIN Walisongo mengalami kenaikan setiap tahun, seiring dengan penambahan program studi dan penambahan kuota mahasiswa untuk beberapa program studi. Sampai akhir tahun 2019, jumlah mahasiswa UIN Walisongo terdaftar berjumlah 17.938 orang.

Kenaikan jumlah mahasiswa dari tahun 2015-2019 dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

Gambar 3

Peningkatan Jumlah Mahasiswa UIN Walisongo Tahun 2015-2019

12919 14397

15645 16443

17938

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 20000

2015 2016 2017 2018 2019

Jumlah Mahasiswa

(20)

Grafik di atas menunjukkan adanya peningkatan jumlah mahasiswa yang linear sejak tahun 2015-2019. Peningkatan ini merupakan salah satu bukti bahwa UIN Walisongo turut mendukung dan berperan dalam peningkatan Angka Partisipasi Kasar dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Kenaikan yang cukup tinggi di setiap tahunnya ini antara lain disebabkan oleh bertambahnya program studi baru di UIN Walisongo.

Kenaikan jumlah mahasiswa juga diiringi oleh meningkatnya prestasi mahasiswa, khususnya pada level internasional. Tabel di bawah ini menunjukkan jumlah prestasi nasional dan internasional mahasiswa pada kurun waktu tahun 2015-2019.

Tabel 6

Jumlah Prestasi Mahasiswa UIN Walisongo Tahun 2015 – 2019

Tahun Nasional Internasional

2015 23 1

2016 20 3

2017 16 4

2018 16 2

2019 42 22

3. Sumberdaya Manusia

Sumberdaya manusia UIN Walisongo dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tenaga pendidik atau dosen dan tenaga kependidikan.

Sampai akhir tahun 2019, UIN Walisongo memiliki 680 dosen dan

tenaga kependidikan sebanyak 281 orang. Pergeseran jumlah

pegawai pada tahun 2015 sampai tahun 2019 digambarkan

dalam grafik berikut.

(21)

Gambar 4

Jumlah Pegawai UIN Walisongo Tahun 2015-2019

Berdasarkan grafik di atas, terlihat bahwa jumlah dosen mengalami kenaikan namun jumlah tenaga kependidikan mengalami penurunan pada tahun 2016 dan 2017 yang disebabkan oleh pensiun dan meninggal dunia. Hal ini merupakan salah satu kelemahan universitas karena jumlah mahasiswa dan jumlah dosen terus meningkat.

Untuk dosen, berdasarkan jabatan fungsionalnya, trend positif terlihat untuk jabatan fungsional Guru Besar. Selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut.

333 393 409 425 680

294 261 255 278 281

2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7 2 0 1 8 2 0 1 9

JUMLAH DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

Dosen Tendik

(22)

Gambar 5

Jumlah Dosen berdasarkan Jabatan Fungsional Tahun 2015-2019

Selain kenaikan guru besar, grafik di atas juga menunjukkan adanya penurunan jumlah dosen dengan jabatan Lektor Kepala pada tahun 2016. Selain disebabkan oleh adanya dosen yang naik ke Guru Besar, pada tahun ini juga tercatat beberapa dosen meninggal dunia dan pensiun. Adapun jumlah dosen dengan yang belum memiliki jabatan fungsional atau calon dosen mengalami kenaikan yang sangat pesat pada tahun 2016. Hal ini dikarenakan pada tahun tersebut UIN Walisongo menerima dosen tetap bukan PNS sebanyak 74 orang. Pada tahun 2017 relatif tidak banyak mengalami kenaikan ataupun penurunan. Pada tahun 2018 ada penambahan jumlah Dosen sebanyak 20 orang, dan pada tahun 2019 terjadi penambahan dua guru besar dan 215 dosen.

Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan dosen, grafik di bawah ini menunjukkan bahwa terjadi trend kenaikan tingkat pendidikan S3 secara konsisten dari tahun 2015 sampai 2019.

Selain itu juga penambahan jumlah dosen yang S2 dengan adanya penerimaan cados pada tahun 2019.

15 18 19 19 21

129 117 126 125 123128 153 150 148 146

45 15 26 27 2616 16 20 20 215

74 68 67 47

2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7 2 0 1 8 2 0 1 9

DATA DOSEN BERDASARKAN JABATAN FUNGSIONAL

GURU BESAR LEKTOR KEPALA LEKTOR

ASISTEN AHLLI CADOS DOSEN TETAP NON PNS

(23)

Gambar 6

Jumlah Dosen berdasarkan Jenjang Pendidikan Tahun 2015-2019

4. Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Ketercapaian universitas dalam bidang penelitian terbagi dalam empat kategori penelitian, yakni: 1) penelitian yang dibiayai oleh Perguruan Tinggi dari BOPTN yakni pada tahun 2015 sebanyak 53, tahun 2016 sebanyak 48 tahun 2017 sebanyak 143, tahun 2018 sebanyak 151 dan tahun 2019 sebanyak 134 penelitian; 2) penelitian yang sumber dananya dari PNBP hanya ada pada tahun 2016 sebanyak 118 penelitian; 3) penelitian yanga sumber dananya dari dosen secara mandiri cukup sedikit yakni tahun 2015 dan 2016 masing-masing sebanyak 5 penelitian, tahun 2017 dan 2018 masing-masing 6 penelitian dan tahun 2019 sebanyak 4 penelitian; 4) penelitian yang sumber dananya berasal dari lembaga dalam negeri di luar PT pada tahun 2015 sebanyak 4 penelitian, tahun 2016 dan 2017 masing-masing sebanyak 2

93 103 112 116 127

237 290 297 290

451

3 0

100 200 300 400 500

2015 2016 2017 2018 2019

DATA DOSEN

BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN

DOKTOR MAGISTER SARJANA

(24)

penelitian, tahun 2018 sebanyak 5 penelitian dan tahun 2019 sebanyak 6 penelitian; dan 5) penelitian dan dananya berasala dari lembaga luar negeri hanya ada tahun 2015 sebanyak 1 penelitian. Naik turunnya anggaran penelitian yang bersumber dari dana BOPTN dan PNBP disebabkan antara lain oleh kebijakan anggaran penelitian. Selanjutnya data penelitian secara lengkap dapat dilihat pada diagram berikut.

Gambar 7

Jumlah Penelitian berdasarkan Sumber Dana Tahun 2015-2019 Adapun jumlah pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen berdasarkan sumber dananya tahun 2015 – 2019 terbagi menjadi lima kategori pengabdian, yakni: 1) pengabdian yang dibiayai oleh Perguruan Tinggi dari BOPTN tahun 2015 sebanyak 35, tahun 2016 sebanyak 50, tuhan 2017 dan 2018 tidak ada dan tahun 2019 sebanyak 5 pengabdian; 2) pengabdian yang sumber dananya dari PNBP tidak ada pengabdian selama tahun 2015 hingga 2019; 3) pengabdian mandiri oleh dosen tahun 2015 dan 2016 masing-masing sebanyak 10 pengabdian, tahun 2017 sebanyak 9, tahun 2018 sebanyak 10, dan tahun 2019 sebanyak 11 pengabdian ; 4) pengabdian yang sumber dananya dari lembaga dalam negeri di luar PT tahun 2015 sebanyak 9

53 48 143 151 134

0 118 0 0 05 5 6 6 44 2 2 5 61 0 0 0 0

2 0 1 5 2 0 1 6 2 0 1 7 2 0 1 8 2 0 1 9

PENELITIAN

BOPTN PNBP MANDIRI LUAR PT LUAR NEGERI

(25)

pengabdian, tahun 2016 sebanyak 4 pengabdian, tahun 2017 sebanyak 29 pengabdian, tahun 2018 sebanyak 5 dan tahun 2019 sebanyak 3 pengabdian; 5) adapun pengabdian yang sumber dananya dari lembaga luar negeri sejak tahun 2015 hingga 2019 tidak pernah ada.

Gambar 8

Jumlah Karya Pengabdian Dosen Berdasarkan Sumber Dana Tahun 2015-2019

5. Pustaka

UIN Walisongo memiliki fasilitas perpustakaan yang berada di Kampus I, Kampus II dan Kampus III. Selain itu UIN Walisongo juga memiliki American Corner, lembaga yang sangat mendukung literatur studi di Universitas. Judul pustaka dan banyaknya pustaka selama 3 (tiga) tahun selalu mengalami kenaikan, sebagaimana tergambarkan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 7

Jumlah Koleksi Pustaka Cetak Tahun 2015-2019 Koleksi Judul Eksemplar

2014 23.848 81.973 2015 25.246 85.760 2016 28.005 93.570 2017 29.388 97.010

0 10 20 30 40 50 60

2015 2016 2017 2018 2019

KARYA PENGABDIAN DOSEN

BOPTN PNBP MANDIRI LUAR PT LUAR NEGERI

(26)

2018 65.710 187.425 2019 67.389 195.224

Disamping mengoleksi pustaka dalam bentuk cetak, UIN Walisongo juga melanggan beberapa database jurnal elektronik, yaitu:

a. Cambridge Journal Online b. Oxford Journal

c. Emerald Journal

d. Oxford Islamic Studies 6. Kerjasama

Kerjasama dan Kemitraan yang dikembangkan UIN Walisongo tidak hanya berhubungan dengan kegiatan akademik namun juga non akademik. Di antara kerjasama dalam hal akademik antara lain dengan adanya 53 orang mahasiswa asing yang berasal dari Thailand, Aljazair, Somalia dan Libya. Sedangkan kerjasama dalam bentuk non akademik adalah untuk mendukung peran universitas dalam hal tata kelola perguruan tinggi yang menerapkan pola keuangan BLU.

Jumlah kerjasama nasional dan internasional pada tahun 2014- 2019 disajikan dalam tabel di bawah ini.

Tabel 9

Jumlah Kerjasama Tahun 2015-2019 Kerjasama

(MoU dan PKS)

Nasional Internasional Jumlah

2015 79 29 108

2016 116 36 152

2017 201 39 240

2018 232 39 271

2019 332 55 387

(27)
(28)

B. P ote ns i dan Per m asala ha n

Matriks SW OT

Strenghts (Kekuatan)

1. Me m iliki vi si pen gemba nga n keil m ua n be rba si s kesat ua n ilmu , tid ak diko to m is . 2. Me m iliki SD M Do sen be rku alita s den gan ko m pete ns i yan g me ndu ku ng pen capa ia n V is i Univer sitas; 3. Lo kasi ka m pu s yan g st ra tegis dan sara na pra sara na yan g m udah diaks es . 4. Ma na jemen pen gel ola an keu anga n yan g b aik (W T P) dan be rba si s B LU ; 5. Sist em inf orma si yan g in tegra si 6. Pu st aka yan g b erl im pah , m ela ngga n ju rna l inter na si ona l dan dan re po si to ry yan g ting gi 7. Univer si tas T era kre dit as i A BA N -PT 8. Me m ilik i ker ja sama (MO U) de nga n be rba gai le m ba ga/ insti tu si dal am dan luar ne ger i. 9. De kat de nga n lo kasi ind ust ri, m endu ku ng pr ogra m lin k a nd m atc h antar a ku rik ulum dan kebut uh an pasa r 10. Ka m pu s be rba si s sm art and gre en camp us

Weaknesses (Kelemahan)

1. T um pan g tin di h pro gra m st udi 2. Sa ra na pra sara na be lum m em adai. 3. Be lum ba nya k pu bl ikasi ilmiah do sen dan m ah asi swa. 4. Ra si o do sen dan tena ga kepe ndidi kan den gan m ah as is wa be lu m ses ua i st anda r na si ona l pen did ikan. 5. Sist em la yan an be lum se pen uh nya m engi ku ti SO P. 6. Pe nda pata n BL U masi h r enda h 7. Be lum tercip tanya bu da ya m ut u di m asi ng -m asi ng unit. 8. Ko m pete nsi ten aga kepe ndidik an be lum sel ur uh nya ses ua i den gan kebut uh an 9. Et os ker ja yan g ting gi da ri SD M be lum m era ta 10. Ma si h ba nya k

sleeping MoU

(29)

11. Ka m pu s mode ra si be ra gama Opportunities (Peluang)

1. A dan ya be rba gai hiba h dar i pih ak e kst erna l u nt uk m em per ku at sar ana pen unjan g ke gia tan. 2. Pe nga ku an yan g b aik da ri ba dan peme riks a ke ua nga n (B PK) den gan pre dik at W T P. 3. Pe nga ku an yan g b aik da ri kemen teria n agama dal am ha l kepa tu ha n terha dap re gu la si . 4. Pe nil aia n yan g b agu s da ri pen ggu na lul usan. 5. A nimo m asy ara kat tin gg i unt uk k ulia h di UI N W aliso ngo . 6. Le m ba ga dan per usa ha an saa t ini cu ku p te rb uka da n sanga t ko oper atif terhad ap Pe rgu ru an T ingg i 7. T ersedia nya la pan gan peke rja an ba gi pa ra lulu san. 8. T ersedia nya be asi swa da ri le m ba ga do no r.

SO Strategies

1. Me ngo pti m alka n dan m eningka tk an ku alita s l ulu san be rka ra kt er Isla m is dan be rwa wa san kesatu an ilmu serta m em bu ka Pro di B aru se su ai kebut uh an m asy ara kat [ S1; O 4] 2. Me ndo ro ng dan m em fa silita si SD M unt uk ter lib at a kt if dal am kegia tan akade m ik da n no n akad em ik ya ng m endu ku ng te rcapa inya vis i Univer si tas. [S2 ; O 6] 3. Me nye diaka n sara na dan pra sara na yan g b erku alita s g una m ewu ju dk an la yan an yan g pr im a dan m em per m udah a ks es m asy ara kat terhada p ka m pu s [S3 ; O 1] 4. Me m per tah an kan dan /a tau m eningka tkan capa ia n pre dik at W T P, m ela lui pe ningka tan ku alita s pen gel ola an keu anga n yan g b aik [S4; O 2] 5. Me ngo pti m alka n integra si si stem da n update per ke m ba nga n te rkin i terka it inst it us i. (S 5: O 3) 6. Me ningka tk an dan m eng opti m alka n pen ggu na an su m be r pu staka onl ine

WO Strategies

1. Me rpe rje la s ko m pete ns i lulu san m asi ng -m asi ng pro gra m st ud i, serta ara h pen g e m ba nga n kei lmu annya sesu ai tu nt utan dan keb ut uh an pasa r ker ja yan g te rsedia [W1 ; O 7] 2. Me m aks im alka n dan a h iba h dar i pih ak ekt erna l u ntu k men ingk atk an ku alita s sara na dan pra sara na ya ng dibu tu hkan unt uk pe nu njang kegia ta n akade m ik. [W2; O 1] 3. Me ningka tk an atm osfir akade m ik, den gan m endo ro ng par a do sen dan m ah asi swa m ela ku kan riset -riset ilm ia h serta m em fa si lita si u ntu k mel aku kan pu bl ikas i kar ya -kar yan ya di ju rna l be re pu tasi na sio na l dan inter na si ona l. [W3; O 4] 4. Me nga ju kan us ula n pen am ba ha n do sen dan tena ga kepe ndidik an kepa da kemen teria n [W4 ;O 3] 5. Me ngimp le m en tasik an se cara ko nsis ten per ba ikan dan pembe na ha n si stem la yan an terstanda r dan e xc ell ent guna m eningka tkan pen gaku an dar i kemen teria n agama terk ait kepa tu ha n terhada p r eg ula si [W5; O 3]

(30)

9. Pe rgu ru an ti nggi L ua r Ne ger i ba nya k memb uk a Pe luan g ke rja sama dar i ju rna l inter na si ona l yan g dila ngga n inst itu si [S6 ; O 5] 7. Me ningka tk an

recognize

mu tu inst it us i, tidak ha nya a kr edit asi A dar i BA N -PT , te tapi ju ga dar i le m ba ga A ss es m ent M utu E ks ter na l (Sist em Pe njamina n Mu tu E ks ter na l/SPME). [S7; O 3] 8. Me ndo ro ng setiap uni t u ntu k m eninda kla nj uti Mo U ya ng tel ah dim ilik i m ela lui be rba gai kegia tan ker jasa m a, g una m enigk atk an ku alita s pen did ikan pen elitia n, pen gab dian m asy ara kat se rta pel ua ng ker ja ba gi lulu san [S8 ; O 7] 9. Me ngo pti m alka n ker jasa m a den gan le m ba ga dan indu stry u ntu k m eningka tkan lin k a nd m atc h a ntar a ku rik ulu m dan keb utu ha n pasa r [S 9;O 5] 10. Me ningk atk an ku alita s k am pu s yan g m em ilik i lin gku ngan den gan daya tarik tinggi (S 10 :O 5) 11. Me ngo pti m alka n per an m oder asi unt uk men du ku ng ka m pu s pe ra daba n yan g unik dan m ena ri k (S 11 ; O 5) 6. Me njad ikan capa ia n pre dik at W T P dar i BP K untu k men ing katka n kiner ja orga nisasi ser ta pen ggal ia n be rba gai alte rna tif usah a yan g b is a m eningka tkan pen dapa ta n BL U [W 6; O 2] 7. Me ningka tk an m ut u lulu san sesu ai st anda r KKNI , ser ta m em be rikan tambahan

soft sklill

ba gi mah asi swa m ela lui pe m anf aa tan ker jasama den gan be rba gai le m ba ga dan per usah aa n. [W 7; O 6] 8. Me ningka tk an ko m pete nsi de nga n pel atih an dan pen ingkat an m ut u tena ga kepe ndidi kan. [W8 ;O 3] 9. Upg ra ding dan pen ingka tan ko m itm en kiner ja secar a m era ta terhada p se lur uh tena ga pen did ik da n kep endidik an. [W9; O 3] 10. Me ninda kla nju ti Mo U de nga n kegia tan st ra tegi s dan pr akt is di bi dan g pen did ikan, pen eltia n dan pen gab dian m asy ara kat. [W 10 ;O 9]

(31)

Threaten (Tantangan)

1. Pe ru ba ha n re gu la si yan g be rpe nga ru h pa da si st em dan tata kel ola UIN . 2. Be lum terse dian ya si st em yan g handa l u nt uk m engh indar i pla giar is m e dan pemba jaka n intel ekt ua l. 3. Mu nc uln ya per kemban ga n tanta nga n era dis ru psi y ang semakin nya ta. 4. Ko m petsi a ntar per gu ru an tinggi dal am ne ger i dan luar ne ger i semakin m enin gk at. 5. A lo kasi da na peme rinta h m asi h sanga t ter ba tas . 6. Bia ya pen gada an, peme lihar aa n dan oper asi ona l sara na dan pra sara na yan g se m akin tinggi . 7. Ke sadar an cal on

stakeholder

pen ggu na lulu san akan m ut u lulu sa n semakin tin ggi ; 8. Fe no m ena kasu s-kasu s keman usi aa n dan

ST Strategies

1. Pe ngu atan dan im ple m entasi n ila i Ke satu an ilm u pen geta hu an dal am pen yel engga ra an tri dh arma pen did ikan tinggi seba ga i dis tin gsi unive rs itas [S 1; T 4] 2. Me ningka tk an atm osfir akade m ik be rba si s kesat ua n ilm u, serta keter lib atan la ngsu ng da la m pen anga n kasu s-kas us ke m anu si aa n dan per adaba n [S1; T 8] 3. Me ne gakkan a tu ra n terk ait l ara nga n pla giar is m e dan pemba ja kan kar ya - kar ya do sen dan m ah as iswa, m ela lui si st em si

milarity checker dan

pen daf tara n H A KI [S2; T 2] 4. Pe ningka tan su m be r-s um be r dan a BL U m ela lui inve st asi dan pema nf aa tan po tensi l okasi ka m pu s y ang st ra tegis [S3; T 5] 5. Me la ku kan pen egaka n dis iplin dan ko de etik di UI N W aliso ngo , sesu ai re gu la si yan g b erl aku [S 4; T 1] 6. Me ningka tk an ku alita s l ayan an den gan integra si si st em inf ormasi [S5 ; T6 ] 7. Me m per ba iki s is te m sel eks i pen erimaa n m ah as is wa ba ru yan g

WT Strategies

1. Pe nye ha tan dan pen ataa n ko m pete nsi pro di ses ua i re gu la si ya ng be rl aku [W1; T 1] 2. Pe nga daa n be rba gai sara na dan pra sara na yan g me nu nja ng terja dinya pla giar is m e dan /a tau pe m ba jaka n kar ya -kar ya intel ekt ua l [W 2; T 2] 3. Me ningka tk an kajian -kaj ia n terka it e ra dis ru ps i, da n pu bl ikasi k arya ilmiah ko ntek st ua l [W3; T 3] 4. Me m ba ngu n m ental ko m petit if, kesada ra n lite ra si dan te kno lo gi, m engik uti dan me nyel engga ra kan kegia tan inter na si ona l kemahasi swaa n di sega la bidan g. [W 1, T 3] 5. Pe nye le ngga ra an tata kel ola dan kel em ba gaa n yan g b aik da n be rsih unt uk men in gkatk an re pu tasi d i a ntar a per gu ru an tinggi yan g a da [W4: T 4] 6. Pe rba ikan si st em la yan an inter na l gu na m eningka tkan pen dapa ta n BL U [W 5; T 5] 7. Me ningka tk an tran spar ansi da n efis ie nsi pe ngg una an dan a dar i be rba gai su m be r yan g a da [W6; T 6] 8. Pe ne ra pan SPMI secar a ko nsis ten , m eningka tkan ku alita s d enga n st anda r

(32)

per adaba n semakin m eningka t. dapa t men gh asi lka n m ah asi swa dan lulu san be rm ut u [S6 ;T 3] 8. Me ningka tk an bu daya m ut u serta per ingkat pen gak ua n da ri le m ba ga - le m ba ga pen jaminan m utu e ks tern al, gu na m ena ikk an le vel UIN W aliso ngo di a ntar a per gu ru an tin ggi ya ng ada [S7; T 4] 9. Me m per ba nya k ke rja sama (Mo U) da n advoka si yan g pr od ukt if ke be rba gai pih ak [S 8; T 7] 10. Me ningka tk an per an ka m pu s dal am pen gemba nga n pe ra daba n di Indo ne si a (S11 : T 8) SPME unt uk m em en uh i tu nt utan st akeh olde r dan tanta ng an yan g semakin tin ggi [W 7; T 7] 9. Me la ku kan per ba ikan ku riku lu m secar a per io dik , a gar ses ua i de nga n Le arnin g O utc om e dan per m asal ah an akt ua l [W8 ; T 8]

(33)
(34)

BAB II: VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

A. Visi dan Misi

Visi

“Universitas Islam Riset Terdepan Berbasis pada Kesatuan Ilmu Pengetahuan untuk Kemanusiaan dan Peradaban pada Tahun 2038”

Adapun penjelasan visi sebagai berikut:

1. Universitas Islam: universitas Islam adalah universitas yang menjadikan prinsip tauhid (keesaan Allah dan berarti juga keesaan ilmu pengetahuan) sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Prinsip tauhid ini berimplikasi pada lahirnya ilmu keislaman yang terintegrasi antara ilmu-ilmu keagaamaan (al-‘ulûm al-dîniyyah), ilmu-ilmu rasional (al-‘ulûm aqliyyah) dan kearifan lokal.

Ketiganya dianggap sebagai satu kesatuan yang berasal dari Allah Sang Maha Pencipta.

Untuk menjadi universitas Islam, UIN Walisongo berupaya memenuhi kriteria berikut (Bilgrami & Asyraf):

a. Berpijak pada konsep pendidikan yang bertauhid dan komprehensif.

b. Berpijak pada riset ilmu Islami.

c. Memiliki staf yang saleh, ikhlas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam

d. Memiliki sistem seleksi mahasiswa yang berkualitas e. Menciptakan organisasi yang efektif

f. Menjalankan program islamisasi pengetahuan g. Menciptakan kurikulum inti

h. Membentuk lembaga penunjang

i. Mengembangkan metode pengajaran yang Islami

Adapun dalam pengelolaan perguruan tinggi, nilai-nilai Islamis yang

dijadikan acuan, antara lain sebagai berikut:

(35)

a) Amanah (Trustwortiness) b) Sidiq (Honesty)

c) Muraqabah (Supervision) d) Muhasabah (Accountability) e) Mas’uliyyah (Responsibility) f) ‘Adalah (Justice)

g) Kafa’ah (Efficiency) h) Ta’awun (Teamwork)

i) Hifdh al-Bi’ah (Sustainability) j) Istiqamah (Concictency)

Kesepuluh nilai tersebut terlihat pada gambar berikut;

2. Riset: kata riset menegaskan bahwa UIN Walisongo disamping

sebagai pusat pendidikan dan pengajaran ilmu, juga menjadikan

kegiatan riset (penelitian) sebagai agenda utama dalam upaya

menemukan ilmu dan pengetahuan baru yang bermanfaat untuk

kedamaian dunia (rahmatan lil alamin). Dalam kegiatan Riset, UIN

(36)

Walisongo menerapkan beberapa kaidah. Pertama, kegiatan penelitian harus dilakukan dengan model paradigma integratif dan transdisipliner dalam rangka menemukan pengetahuan pengetahuan baru. Kedua, melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kompetensi dosen dalam bidang penelitian melalui berbagai training baik didalam maupun luar negeri serta menjalin riset kolaboratif dengan berbagai pihak. Ketiga, UIN Walisongo melengkapi sarana dan prasarana yang kondusif untuk penelitian.

Secara operasional, Universitas Riset yang diusung UIN Walisongo adalah universitas yang menjadikan riset sebagai prioritas kegiatan, dengan tanpa meninggalkan kegiatan pembelajaran maupun pengabdian kepada masyarakat, setidaknya terdapat 9 indikator:

a) Penguatan dan integrasi riset dalam proses pembelajaran hingga outcome.

b) Peningkatan kualitas riset dosen dan mahasiswa secara berkelanjutan.

c) Peningkatan riset kolaboratif dosen dan mahasiswa baik level nasional maupun internasional.

d) Peningkatan publikasi dan sitasi hasil riset.

e) Peningkatan Jumlah HaKI, paten, dan karya inovatif lainnya.

f) Memiliki keunikan (uniqueness) sebagai destinasi riset tentang ke-Walisongo-an.

g) Aktifitas riset dosen lebih banyak daripada mengajar.

h) Seluruh kebijakan akademik dan non akademik didasarkan kepada hasil riset.

i) Memiliki laboratorium yang representatif dan bisa diakses oleh semua mahasiswa.

Dalam rangka mewujudkan indikator universitas riset tersebut,

pada fase kedua ini, ditetapkan tahapan-tahapan implementasi

konsolidasi iniversitas riset sebagai berikut:

(37)

a. Tahun 2020: Penggalian, Perumusan dan Penetapan Format Universitas Riset UIN Walisongo .

b. Tahun 2021: Implementasi penguatan internal ke arah Universitas Riset (integrasi ke dalam aspek akademik dan keuangan.

c. Tahun 2022: Implementasi lanjut (kebijakan bidang akademik dan keuangan bercirikan universitas riset)

d. Tahun 2023: Recognisi sebagai universitas riset di level regional.

e. Tahun 2024 : Awal fase ketiga RIP UIN Walisongo, “Menuju Universitas Riset Nasional”.

3. Terdepan: kata terdepan memiliki sinonim dengan kata penting, terdahulu, utama. Kata terdepan pada visi UIN Walisongo memiliki makna bahwa UIN Walisongo bermaksud menjadi Universitas Islam Riset yang berada pada barisan utama dalam bidang riset ilmu keislaman yang berbasis pada kesatuan ilmu. Sehingga UIN walisongo dapat diakui reputasinya dan memperoleh peringkat perguruan tinggi 10 besar di antara universitas Islam Asia dalam hal pengembangan keilmuan integratif, yaitu humanisasi ilmu-ilmu keislaman, spiritualisasi ilmu-ilmu modern serta revitalisasi local wisdom. Keunggulan lainnya ada pada destinasi ilmu Falak, mediasi dan resolusi konflik, moderasi beragama, ke- Walisongo-an serta smart and green campus.

4. Kesatuan Ilmu Pengetahuan: kesatuan ilmu pengetahuan mengandung arti kesatuan antara disiplin ilmu keagamaan (al-

‘ulum al-diniyyah), disiplin ilmu sosial humaniora (social science,

al-‘ulum al-ijtimaiyah) dan ilmu alam (natural science, al-‘ulum al-

kauniyyah). Kesatuan ilmu pengetahuan ini dibangun atas dasar

asumsi bahwa semua ilmu bersumber dari Allah dan ilmu

merupakan salah satu sifat Allah. Dalam mengajarkan ilmu kepada

manusia, Allah membuat tanda (ayat) yang harus dibaca oleh

manusia. Tanda tersebut berupa tanda yang diwahyukan melalui

para Nabi dan Rasul dan tanda yang harus dibaca melalu alam

semesta. Kedua tanda (ayat) tersebut harus ditelaah sebagai

(38)

kesatuan (unity). Secara spesifik, wahyu ini diklasifikasikan menjadi tiga macam: ayat qur’aniyah (ayat yang bersumber dari wahyu Ilahi dan sunnah), ayat ijtima’iyah (ayat yang bersumber dari fenomena/realitas sosial), dan ayat kauniyyah (ayat bersumber dari fenomena alam). Berawal dari klasifikasi itu muncullah tiga disiplin baru ilmu bernafas Islam; disiplin ilmu keagamaan (al-‘ulum al-diniyyah), disiplin ilmu sosial humaniora (social science, al-‘ulum al-ijtimaiyah) dan ilmu alam (natural science, al-‘ulum al-kauniyyah).

Dalam perspektif falsafah kesatuan ilmu, UIN Walisongo meyakini bahwa, secara ontologis, ilmu merupakan sifat Allah yang tidak dapat dipisahkan dari-Nya. Ilmu adalah realitas Kebenaran (al- Haq) yang selanjutnya diajarkan kepada manusia melaui simbol.

Secara epistemologis, ilmu bisa diperoleh melalui pemahaman terhadap wahyu (ilmu Hudhuri) dan juga melalui penyelidikan dan riset terhadap fenomena-fenomena alam (ayat-ayat kauniyah).

Kata kemanusian dan peradaban merupakan penekanan aksiologi ilmu yang dikembangkan pada UIN Walisongo.

Alumni yang dilahirkan UIN Walisongo memiliki tiga karakter utama. Pertama, bertakwa kepada Allah sebagai sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Kedua, memiliki komitmen kuat untuk memberikan sumbangan nyata bagi keberlangsungan hidup manusia dan alam. Ketiga, mampu mengembangkan ilmu-ilmu baru yang berbasis pada akar budaya masyarakat Indonesia.

5. Kemanusiaan dan Peradaban

Istilah kemanusiaan dalam visi ini mengandung arti bahwa UIN

Walisongo menetapkan diri sebagai bagian upaya memanusiakan

manusia, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan melaksanakan

tugas-tugas kemanusiaan. Secara khusus, civitas UIN Walisongo

didorong untuk dapat menjalin hubungan harmonis kepada semua

pihak tanpa membedakan suku, budaya, ras, agama dan lain-lain.

(39)

Dengan cara demikian, UIN Walisongo ingin mewujudkan masyarakat yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, pendekatan keilmuan yang digunakan di UIN Walisongo adalah pendekatan theo-antroposentris yaitu pendekatan dengan sentral ketuhanan dan kemanusiaan.

Sementara yang dimaksud dengan istilah peradaban dalam visi ini adalah berupa pandangan hidup (way of life) yang muncul setelah manusia hidup dalam kota atau masyarakat yang terorganisasi sebagai negara. Pandangan hidup (way of life) tersebut diharapkan akan melahirkan sebuah peradaban yang luhur, yakni peradaban yang nilai-nilainya tidak tercerabut dari akar-akar local wisdom seperti menjunjung tinggi gotong royong, tenggang rasa dan saling menghargai. Melalui visi peradaban, UIN Walisongo bertekad memberikan kontribusi bagi kualitas hidup manusia, masyarakat, bangsa, bahkan dunia.

Salah satu mimpi UIN Walisongo berkontribusi kepada peradaban adalah mewujudkan green campus yaitu gambaran sebuah kampus hijau yang menerapkan efisiensi energi rendah emisi, konservasi sumber daya alam, dan meningkatkan kualitas lingkungan, dengan mendidik warganya untuk menjalankan pola hidup sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bekelanjutan.

Indikator green campus dirumuskan sebagai berikut:

1. Penataan dan infrastruktur : keseimbangan ruang terbuka dengan total area kampus dan populasi kampus yang terencana;

2. Energi dan perubahan iklim : memiliki dan mengimplementasikan kebijakan untuk hemat energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca;

3. Limbah : adanya program pengelolaan sampah dan limbah, termasuk pengurangan penggunaan kertas dan plastik;

4. Air : memiliki dan melaksanakan program konservasi dan pengelolaan air;

5. Transportasi : memiliki kebijakan tata kelola transportasi yang

ramah lingkungan;

(40)

6. Issue tentang pembangunan berkelanjutan (sustainable development) menjadi agenda dalam pendidikan, penelitian dan kegiatan kampus.

Dengan demikian, istilah dalam visi “Kesatuan ilmu pengetahuan

untuk kemanusiaan dan peradaban” mengandung arti bahwa ilmu

pengetahuan adalah bersumber dari Allah; ia memiliki dimensi

theo-antroposentris dan non-dikotomis; kehadirannya bertujuan

memanusiakan manusia, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan

melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan serta berkontribusi bagi

peningkatan kualitas hidup manusia, masyarakat, bangsa, bahkan

dunia. Akhirnya, kehadiran ilmu pengetahuan tersebut akan

melahirkan sebuah peradaban yang luhur.

(41)

B. Tujua n, Sa sa ra n (pr ogram ), da n Sa sa ra n ke gi atan (st ra tegi s)

Ad ap un Rum us an Vi si, M isi , Tujua n, d an S trategi UIN Wa liso ngo S em ara ng ad ala h se ba gai be rikut.

Visi Universi ta s Islam Rise t Terdepan Be rbasi s p ada Ke sat uan Ilm u P engetahuan untuk Ke m anusi aan dan P eradab an pada Tahun 203 8 Misi

Meny elengg ar ak an pend idika n & peng ajar an IP TE KS ber bas is kes atuan ilm u peng etahuan untuk menghas ilkan lulus an pr ofess ional dan ber ak hla k al - kar imah Meningk atkan kualit as pene lit ian untuk ke pentingan Islam, ilmu dan masy ar ak at Meny elengg ar ak an pengabdian yang ber manf aat untuk peng embanga n masy ar ak at Menggali, mengembang kan dan m ener apk an nilai -nilai kear ifan lok al Mengembang kan ker jas ama deng an ber baga i lembaga dalam sk ala re gional, nas ional, dan int er nas ional Mewujud kan t ata peng elolaan kelembagaa n pr ofess ional ber standa r int er nas ional

(42)

Tujuan

Melahirk an l ulus an yang m emil iki kapas itas ak ademik dan pro fes ional deng an keluhur an budi yang m ampu mener apk an dan mengembang kan kes atuan ilm u peng etahuan Menghas ilkan kar ya penelit ian yang ber manf aat untuk ke pentingan Islam, ilmu dan masy ar ak at Menghas ilkan kar ya penga bdian yang ber manf aat untuk peng embanga n m as yar ak Mewujud kan int er nalis as i nilai - nilai kear ifan l ok al dalam Tri Dhar ma per gur uan t inggi Mem per oleh has il yang pos itif dan pr oduk tif dar i ker jas ama deng an ber baga i lembaga dalam sk ala re gional, nas ional dan int er nas ional Lahir ny a t atakelola per gur uan tinggi yang pro fes sion al ber standa r int er nas ional Sasaran

Peningk atan mut u pend idika n dan peng ajar an IP TE KS ber bas is kes atuan ilm u; Peningk atan kualiat as pene lit ian untuk kepen tingan I slam, Ilmu dan Masy ar ak at; Peningk atan kualit as pengabdian unt uk peng embanga n masy ar ak at ber bas is ri set ; Penge mbangan dan pener apan nilai -nilai kear ifan lok al; Per luas an ker ja sama dalam sk ala re gional, nas ional, dan I nternas ional; Peningk atan mut u tata kelola kelembagaa n

(43)

Sasaran Strategis 2020-2024

1. M em p erkokoh lan d asan s u mb er d aya m an u sia yan g b ero ri en tasi ki n erja, in tegri tas, d an in tegra si sivi ta s akad em ika u n tu k me n gh asi lkan ki n erja ya n g u n ggu l s eb aga i fakt or p en en tu kua lit as p en d id ikan d an ri set 2. Terc ip tan ya sis tem rekru tme n d an laya n an ma h asi swa yan g b erku al itas un tu k me n gh asi lkan lu lu san yan g b erb u d i p ekert i lu h u r, b erw aw asan kes at u an ilmu p en get ah u an , 4. Peningk atan etos, buda ya dan kualit as pene lit ian ber bas is k es atuan ilm u yang inov ati f dan t epat guna ser ta m endu kung ter wu judny a kes ejahteraa n masy ar ak at 5. Peningk atan etos, buda ya dan kualit as pengabdian kepad a masy ar ak at ber bas is k es atuan ilm u yang inov ati f dan t epat guna ser ta m endu kung ter wu judny a kes ejahteraa n 6. Meny iapk an pes er ta di dik agar menjadi lulus an yang pro fes ional dan ber ak hlak kar imah melalui peny edi aan pr ogr am pend idika n ber bas is k es atuan ilm u pengetahuan dan pener apan blende d l ear ning sehingg a dapat mener apk an, mengembang kan, dan m emajuk an ilm u pengetahuan, tek nologi, dan se ni 7. P eningk atan ker jas ama dan kemit ra an dalam ra ngk a pelak sanaa n T ri Dh ar m a Per gur uan Ti nggi dan peng embanga n Un ive sritas sebag ai Badan Lay anan Umum 8. Peningk atan kualit as dan kuantit as sar ana dan pra sar an a yang m enun jang kiner ja Tri Dhar ma melalui peng elolaan ya ng efekti f dan e fisien ber bas is pada opti mali sas i dan peng embanga n sumber day a guna mewujud kan univ er sit as ris et 9. Peningk atan dan peng embanga n univ er sit as pada online sis tem yang int egr ati ve 10. Mewujud kan good univ er sit y gov er nan ce

(44)

b erp resta si akad em ik, b erkari r p rofes ion al, d an b erkh id ma h p ad a ma syara kat s ert a b erd aya s ai ng 3. Terw u ju d n ya laya n an kel em b aga an d an sis tem t at a kel ol a u n iversi tas yan g seh at b erd asarkan p en era p an p ri n sip -p ri n sip goo d u n iversi ty gove rn an ce dengan mener apk an si stem peng elolaan keuan gan ya ng sehat, tra ns par an, dan ak untabel, si stem peng aw as an int er nal yang pr ofesiona l dan objek tif, ser ta manajemen ris iko yang ef ek tif 11. Mewujud kan Smart and Gree n Ca mpus

(45)
(46)

BAB III: ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

A. Arah Kebijakan dan Strategi

Rencana Induk Pengembangan

Perjalanan transformasi UIN Walisongo didasarkan pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) yang menjadi acuan bagi arah pembangunan dan pengembangan UIN ke depan, sesuai visi yang ditetapkan. Rencana Induk Pengembangan (RIP) UIN Walisongo dirancang untuk jangka waktu 25 tahun, dimulai tahun 2014 hingga tahun 2038, dan diturunkan ke dalam periode lima tahuanan.

Kemudian, pada tahun 2019 mendapat masukan dari Kementerian Agama, melalui evaluasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah), agar ada penyesuaian periodesasi tahapan capaian visi dan misi UIN Walisongo dengan periodesasi yang ada pada Kementerian Agama. Karena itu, tahapan pencapaian visi misi UIN Walisongo sejak tahun 2015 sampai 2038, ditetapkan ke dalam 5 (lima) tahapan atau fase sebagai berikut ;

Gambar 1

Fase Pencapaian Visi UIN Walisongo

Pemantapan Universitas

2015 – 2019 2020 – 2024 2025 – 2029 2030 – 2034

Konsolidasi menuju Universitas Riset

Pengembangan menuju Universitas Riset Asia Tenggara

Penguatan Menuju Universitas Riset Nasional

Pengakuan Universitas Riset Asia

2035 - 2038

(47)

Dari kelima fase tersebut, fase pertama berakhir pada tahun 2019 dan menyisakan 4 (empat) fase tersisa, dengan tahapan capaian setiap fase adalah sebagai berikut:

1. Fase II (2020-2024): Konsolidasi menuju Universitas Riset

Pada tahap ini diharapkan UIN Walisongo dapat mendayagunakan semua potensi dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi berbasis unity of sciences atau kesatuan ilmu pengetahuan menuju universitas riset unggul dan berdaya saing serta berkontribusi pada terciptanya kesejahteraan masyarakat.

2. Fase III (2025-2029): Penguatan menuju Universitas Riset Nasional

Berbekal pada hasil yang diperoleh pada fase II, pada fase III ini diharapkan UIN Walisongo mampu memperkuat penyelenggaraan Tridharma PT berbasis unity of sciences atau kesatuan ilmu pengetahuan sebagai universitas unggul tingkat nasional serta berkontribusi dalam penyelesaian masalah dan tantangan nasional menuju terwujudnya kesejahteraan bangsa.

3. Fase IV (2030-2034): Pengembangan menuju Universitas Riset Asia Tenggara

Fase ini merupakan awal dari masuknya UIN Walisongo pada level internasional. Untuk itu, pada fase ini capaian yang diharapkan adalah UIN Walisongo mengembangkan dan memanfaatkan Tridharma PT berbasis unity of sciences atau kesatuan ilmu pengetahuan sebagai universitas unggul di Asia Tenggara serta berkontribusi dalam penyelesaian masalah dan tantangan nasional dan regional.

4. Fase V (2035-2039): Pengakuan Universitas Riset Asia

Pada fase terakhir ini diharapkan UIN Walisongo telah konsisten

melanjutkan penguatan, pengembangan, dan pemanfaatan Tridharma

PT berbasis unity of sciences atau kesatuan ilmu pengetahuan sebagai

universitas unggul di Asia serta berkontribusi dalam penyelesaian

masalah dan tantangan nasional dan internasional.

(48)
(49)

Arah Kebijakan

Arah kebijakan UIN Walisongo Semarang pada tahun 2020-2024 ditentukan dengan mempertimbangan:

a. Kebijakan Nasional dalam bidang pendidikan tinggi, yaitu:

1) Meningkatkan pemerataan akses pendidikan tinggi melalui peningkatan daya tampung, affirmative policy, dan penyediaan biaya operasional

2) Meningkatkan kualitas pendidikan tinggi antara lain melalui peningkatan kualitas tenaga akademik, peningkatan anggaran penelitian, penegakan aturan penjaminan mutu

3) Meningkatkan relevansi dan daya saing pendidikan tinggi antara lain melalui pengembangan program studi inovatif, peningkatan keahlian dan keterampilan lulusan, penguatan kerjasama, perlindungan bagi prodi langka, serta pengembangan dan pelatihan kewirausahaan yang terintegrasi dalam matakuliah

4) Memantapkan otonomi perguruan tinggi antara lain melalui penguatan institusi PT dengan membangun pusat keunggulan mission differentiation, peninjauan ulang penganggaran agar tidak berdasarkan mata anggaran, memanfaatkan sumber pendanaan alternatif dengan mengembangkan kemitraan univrsitas- industri dan pemerintah

b. Kebijakan Kementerian agama dalam bidang pendidikan tinggi, yaitu:

1) Meningkatkan akses pendidikan tinggi keagamaan

2) Meningkatkan Kualitas layanan pendidikan tinggi keagamaan 3) Meningkatkan mutu dosen dan tenaga kependidikan

4) Meningkatkan kualitas hasil riset dan inovasi perguruan tinggi keagamaan

c. Kebijakan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, yaitu:

1) Perluasan Akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam,

2) Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing Pendidikan

Tinggi KeagamaanIslam,

(50)

3) Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas PTKI, dan

4) Pengembangan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam berbasis Ilmu dan Moderasi Islam

d. Visi Misi UIN Walisongo

e. Rencana Induk Pengembangan UIN Walisongo

Berdasarkan 5 (lima) acuan di atas maka disusunlah Kebijakan Umum UIN Walisongo Semarang untuk tahun 2020–2024 sebagai berikut.

1. Pengembangan UIN Walisongo dalam bidang tata kelola untuk mewujudkan universitas Islam riset melalui:

a. penciptaan sistem manajemen universitas yang terpadu dan bersertifikat ISO,

b. penciptaan sistem kerja dan layanan yang efektif dan professional,

c. pengembangan unit riset, pusat kajian atau pusat penelitian, dan d. Terciptanya kepemimpinan yang amanah, sidiq, kafa’ah, ta’awun,

hifdh al-bi’ah, istiqamah, transformatif, berintegritas, jujur, dan adil serta mampu menjawab tantangan nasional dan global yang semakin kompleks di era disrupsi.

2. Pengembangan UIN Walisongo dalam bidang Tri Dharma dengan menciptakan sistem pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang bersendikan paradigma kesatuan ilmu pengetahuan melalui:

a. pelaksanaan langkah-langkah praktis humanisasi ilmu-ilmu

keislaman yakni pemanfaatan prestasi ilmu pengetahuan

mutakhir yang terkait dalam materi atau teori ilmu-ilmu

keislaman tertentu, relevantisasi topik-topik pembahasan dalam

ilmu-ilmu keislaman tertentu dengan permasalahan

pemasyarakatan, internalisasi topik-topik pembahasan dalam

ilmu-ilmu keislaman tertentu dalam kehidupan manusia baik

(51)

dalam ranah individu maupun masyarakat, dan naturalisasi/

adaptasi lokal ilmu-ilmu keislaman,

b. pelaksanaan langkah-langkah praktis spiritualisasi ilmu-ilmu modern (sosial humaniora, ilmu kealaman) yakni menghadirkan Allah dalam epistemologi ilmu (asal muasal ilmu), menghadirkan etika dalam setiap penalaran ilmu baik dalam aspek ontologi (materi kajian ilmu) maupun fungsi ilmu (aksiologi), menghadirkan ayat-ayat Alquran dalam setiap penalaran ilmu, dan naturalisasi/adaptasi lokal ilmu-ilmu modern, dan

c. menjalankan langkah-langkah praktis revitalisasi local wisdom yakni pengakuan atas eksistensi local wisdom dalam topik-topik pembahasan pada ilmu-ilmu tertentu, pemanfaatan local wisdom dalam penalaran ilmu-ilmu tertentu, pengembangan/pelestarian local wisdom dalam penalaran ilmu-ilmu tertentu, dan pribumisasi/adaptasi lokal/naturalisasi Islam.

3. Pengembangan UIN Walisongo dalam bidang SDM dan sarana prasarana melalui:

a. penciptaan sistem rekrutmen SDM yang berkualitas, berintegritas, dan profesional,

b. penciptaan sistem pengembangan kapasitas SDM yang berkesinambungan,

c. peningkatan sarana dan prasarana penelitian, dan

d. penyediaan sarana prasarana yang stimulatif, memadai, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan civitas akademik dalam peningkatan mutu akademik.

4. Penyiapan lulusan UIN Walisongo yang unggul dengan

menyelenggarakan program pendidikan dan pengajaran yang berbasis pada:

a. kurikulum yang berorientasi pada penanaman budi pekerti luhur,

b. kurikulum yang berwawasan kesatuan ilmu pengetahuan,

(52)

c. kurikulum yang berorientasi pada kompetensi lulusan yang berdaya saing, dan

d. kurikulum yang menstimulasi mahasiswa untuk memiliki komitmen kebangsaan dan kemasyarakatan.

e. Kurikulum yang berorientasi masa kini dan masa depan 5. Pengembangan UIN Walisongo dalam bidang sistem keuangan

dengan menciptakan sistem keuangan yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel melalui:

a. penciptaan sistem keuangan berbasis teknologi informasi yang handal dan mutakhir,

b. rekrutmen tenaga administrasi dan keuangan yang kompeten dan profesional,

c. penciptaan sistem pengawasan internal yang kuat dan akuntabel berbasis analisis risiko, dan

d. peningkatan upaya penggalangan dana dari sektor publik dan industri untuk peningkatan dana investasi UIN Walisongo.

6. Pengembangan UIN Walisongo dalam bidang kerjasama dengan cara:

a. menjalin kerjasama dalam dan luar negeri yang produktif untuk penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan

b. pencarian peluang-peluang kerjasama baru yang prospektif dalam

peningkatan eksistensi dan daya saing universitas di era disruptif.

(53)

Sasaran Strategis dan Indikator

Berdasarkan Kebijakan Umum yang telah ditetapkan dan target capaian pada Fase II (2020-2024), serta dengan mempertimbangkan kondisi objektif UIN Walisongo, ditetapkan Sasaran Strategis pada Fase II sebagai berikut.

1. Memperkokoh landasan sumber daya manusia yang berorientasi kinerja, integritas, dan integrasi sivitas akademika untuk menghasilkan kinerja yang unggul sebagai faktor penentu kualitas pendidikan dan riset

2. Terciptanya sistem rekrutmen dan layanan mahasiswa yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang berbudi pekerti luhur, berwawasan kesatuan ilmu pengetahuan, berprestasi akademik, berkarir profesional, dan berkhidmah pada masyarakat serta berdaya saing

3. Terwujudnya layanan kelembagaan dan sistem tata kelola universitas yang sehat berdasarkan penerapan prinsip-prinsip good university governance.

4. Peningkatan etos, budaya dan kualitas penelitian berbasis kesatuan ilmu yang inovatif dan tepat guna serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

5. Peningkatan etos, budaya dan kualitas pengabdian kepada masyarakat berbasis kesatuan ilmu yang inovatif dan tepat guna serta mendukung terwujudnya kesejahteraan

6. Menyiapkan peserta didik agar menjadi lulusan yang profesional dan

berakhlak karimah melalui penyediaan program pendidikan berbasis

kesatuan ilmu pengetahuan dan penerapan blended learning

(54)

sehingga dapat menerapkan, mengembangkan, dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

7. Peningkatan kerjasama dan kemitraan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan Univesritas sebagai Badan Layanan Umum

8. Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang menunjang kinerja Tri Dharma melalui pengelolaan yang efektif dan efisien berbasis pada optimalisasi dan pengembangan sumber daya guna mewujudkan universitas riset

9. Peningkatan dan pengembangan universitas pada online sistem yang integrative

10. Mewujudkan good university governance dengan menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan akuntabel, sistem pengawasan internal yang profesional dan objektif, serta manajemen risiko yang efektif

11. Mewujudkan Smart and Green Campus

Referensi

Dokumen terkait

Dem ikian pengum um an ini unt uk diket ahui dan dipedom ani sebagaim ana m

baik dari sisi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dan akan disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri c.q Ditjen Bina Keuangan Daerah sebagai bahan pembuatan kebijakan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi serangan berulang (relaps) pada pasien tuberkulosis paru adalah pengetahuan, merokok dan terpapar,

Perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa pada kedua kelas tersebut dikarenakan terdapat perbedaan per- lakuan pada proses pembelajaran di kelas, yaitu pada kelas

Hasil penelitian ini sejalan dengan peneltian Bangsu (2001) bahwa lingkungan sosial dan adat istiadat merupakan variabel paling berhubungan dengan pemilihan penolong

Pengembangan Software Aerobic Capacity dengan Menggunakan Bleep Test Berbasis Aplikasi Android Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Remy, Sutan dan Sjahdeini, Kebebasan Berkontrak Dan Perlindungan yang Seimbang Bagi Para Pihak Dalam Perjanjian Kredit Bank di Indonesia (Institut Bank

Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau