PENGARUH PROFITABILITAS,LEVERAGE DAN LIKUIDITAS
TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR OTOMOTIF DAN KOMPONEN)
Lia Dwi Noviana1,Purwanti.,S.Pd.,MM.,2 Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa
Email : [email protected] ; [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Profitabilitas,
Leverage dan Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor
otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan untuk tahun 2016-2020, Pada penelitian ini populasi sebanyak 13 perusahaan dan menggunakan 10 perusahaan untuk dijadikan sampel penelitian. Tekhnik sampling dalam penelitian ini dilakukan metode purposive sampling dan diperoleh ukuran sampel sebanyak 10 perusahaan sub sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jenis data yang di gunakan yakni data kuantitatif dan sumber data yang digunakan yakni data sekunder. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif . Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis. Pada penelitian ini juga menggunakan analisis data panel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan sedangkan Profitanilitas dan Likuiditas tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Program yang digunakan pada analisis penelitian ini yaitu eviews 10.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan perekonomian suatu negara dapat dilihat dari tingkat perkembangan pasar modalnya. Keberadaan pasar modal di Indonesia merupakan faktor terpenting untuk pembangunan perekonomian nasional di suatu negara, hal ini dapat terbukti dengan banyaknya perusahaan yang menggunakan instrumen pasar modal sebagai media menarik investasi untuk memperkuat posisi keuangannya. Dalam peranan keuangan, pasar modal memberi kemungkinan serta peluang mendapatkan keuntungan untuk pemilik dana, sesuai dengan instrument investasi yang di pilih . Namun pada kondisi pandemi saat ini, berdampak besar bagi semua sektor bisnis tanpa terkecuali, hingga saat ini perusahaan terus berupaya melakukan penyesuaian dan melakukan tindakan kedaruratan guna meminimalisir dampak negatif bagi kinerja tersebut salah satunya dengan melakukan penyesuaian target-target di tahun 2020 dan 2021 serta melakukan efisiensi di segala bidang. Perusahaan sub sektor otomotif dan komponen merupakan salah satu kelompok perusahaan go public yang menarik untuk dijadikan objek dalam penelitian ini karena seiring dengan perkembangan jaman ,kebutuhan masyarakat akan alat transportasi semakin tinggi pula hal ini berdampak
pada tingginya permintaan pasar terhadap produk otomotif. Kurangnya kestabilan memerlukan tindakan untuk untuk memperkirakan antara laba perusahaan dan resiko agar laporan keuangan perusahaan tepat dan akurat sesuai dengan tujuan manajemen perusahaan . Hal ini menjadi pertimbangan bagi perusahaan karena pihak manajemen beranggapan bahwa tujuan utama perusahaan adalah mensejahterakan para pemegang saham seperti memaksimalkan nilai pasar melalui ekuitas perusahaan dan nilai pasar utang. Kebijakan yang diterapkan oleh pihak manajemen perusahaan yakni melakukan analisis nilai perusahaan untuk keperluan penyajian informasi yang dibutuhkan investor dalam menilai prospek perusahaan untuk kedepannya dalam menghasilkan laba perusahaan. Untuk mengetahui perkembangan suatu perusahaan, para investor dapat mempertimbangkan dengan melihat laporan keuangan perusahaan. Perusahaan yang memiliki nilai perusahaan yang baik dapat memberikan keuntungan bagi pihak perusahaan dan para investor karena akan memengaruhi harga saham emiten tersebut. Umumnya investor menggunakan Price Book Value (PBV) sebagai pedoman untuk mengukur nilai perusahaan dan strategi dalam hal pengambilan keputusan berinvestasi
(Dewi dan Abudanti, 2019). Price
Book Value (PBV) didapat dari
pembagian harga per lembar saham perusahaan dengan nilai buku . Para investor menjadikan PBV sebagai dasar untuk mengamati prospek perusahaan di masa yang akan datang sekaligus menentukan strategi dalam perihal keputusan berinvestasi.
Pada dasar nya setiap perusahaan dalam tujuan utamanya adalah meperoleh keuntungan atau laba perusahaan. Profitabilitas digunakan sebagai cerminan keuntungan dari aktivitas keuangan perusahaan, artinya profitabilitas sangat berpengaruh terhadap nilai perusahaan karena sumber internal yang semakin besar. Semakin baik pertumbuhan profitabilitas suatu perusahaan berarti semakin bagus prospek perusahaan dimasa yang akan datang, artinya nilai perusahaan akan semakin dinilai baik oleh para investor. Apabila kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba meningkat, maka harga saham juga akan meningkat. Oleh karena itu perusahaan berupaya keras dalam memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mencapai profitabilitas yang ditargetkan oleh perusahaan guna memaksimalkan kesejahteraan pemegang saham. Selain itu, profitabilitas yang terus menurun menunjukkan bahwa perusahaan tidak
mampu mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan baik. Oleh sebab itu, pencapaian profitabilitas perusahaan menjadi fokus terpenting dan perlu untuk dijaga kestabilannya karena hal ini berkaitan dengan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Pengukuran profitabilitas pada penelitian ini menggunakan rumus Return on Equity (ROE), Menurut (Wardhany et al, 2019) dalam Felicia Herawan dan Sofia Prima Dewi, 2021) profitabilitas dapat diukur melalui ROA dan ROE, ROA memiliki pengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, sementara ROE memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Selain profitabilitas,
leverage juga mempengaruhi nilai
perusahaan karena sumber dana perusahaan didapat melalui hutang.
Leverage dapat digunakan sebagai alat
ukur untuk melihat, apakah suatu perusahaan dapat dikatakan sehat atau tidak. Karena perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi memiliki resiko lebih tinggi juga, calon investor biasanya takut untuk menanamkan modalnya dimana hal ini akan membuat nilai perusahaan tercatat buruk. Menurut (Kasmir, 2019) dalam (Emiliawati Setia Putri, 2021)
Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai utang.
Pendanaan hutang digunakan perusahaan untuk membiayai asetnya diluar sumber pendanaan lain seperti modal atau ekuitas. Peningkatan hutang pada pasar merupakan signal yang positif, karena menunjukan kapabilitas perusahaan untuk menyelesaikan atau membayar kewajiban dimasa yang akan datang. Leverage pada penelitian ini diukur menggunakan Debt to Equity
Ratio (DER).Sebagai perusahaan yang
menggunakan pendanaan bersumber dari hutang ini juga diperlukan oleh perusahaan dalam pengelolaan. Pemakaian hutang yang terlalu tinggi dapat membahayakan perusahaan karena mengakibatkan perusahaan tergolong dalam kategori hutang ekstrem (extreme leverage),perusahaan akan terjebak dalam tingkat hutang yang tinggi dan sulit untuk dilepaskan pada biaya hutang tersebut.
Kemudian perusahaan juga perlu memliki Kemampuan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya akan direspon positif oleh pasar, hal ini sesuai dengan konsep
signaling theory. Menurut (Fauziah,
2017) dalam (Felicia Herawan dan Sofia Prima Dewi, 2021) menyatakan bahwa teori sinyal merupakan salah satu teori pilar dalam memahami manajemen keuangan,dimana secara umum sinyal dapat diartikan sebagai isyarat atau tanda yang dilakukan oleh
perusahaan terhada investor. Sinyal ini dapat berwujud dalam berbagai macam bentuk,baik yang dapat langsung diamati maupun yang harus dilakukan pengamatan lebih mendalam untuk dapat mengetahui data laporan tersebut. Tingkat likuiditas yang tinggi, maka pasar akan menaruh kepercayaan terhadap perusahaan, bahwa perusahaan tersebut dapat menjaga tingkat likuiditasnya, yang artinya perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik (Dwi Retno Wulandari, 2013).
TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS
Manajemen Keuangan
Manajamen adalah suatu seni atau prinsip yang berkaitan dengan pengorganisasian, seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan. Kata 'manajemen' berasal dari bahasa Inggris yakni 'manage' yang memiliki arti mengatur, merencanakan, mengelola, mengusahakan, dan memimpin. Manajemen merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengorganisasian sehingga dapat dilakukan pengendalian dan pengawasan untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Musthafa (2017:3) Manajemen keuangan menguraikan
tentang beberapa keputusan yang harus dilakukan, seperti keputusan investasi, keputusan pendanaan atau keputusan pemenuhan kebutuhan dana, dan keputusan kebijakan dividen.
Nilai Perusahaan
Perusahaan dapat dikatakan baik apabila nilai perusahaannya tinggi. Nilai perusahaan dapat menggambarkan pengelolaan perusahaan yang dijalankan oleh manajemen perusahaan, baik atau buruknya pengelolaan yang dilakukan oleh manajemen akan berdampak pada nilai perusahaan. Nilai perusahaan diproksikan dengan Price Book Value (PBV). Price Book Value dapat diartikan sebagai hasil perbandingan antara harga saham dengan nilai buku per lembar saham. Perusahaan yang menjalankan usahanya dengan baik pada umumnya mempunyai rasio price to book value di atas 1, yang menggambarkan bahwa nilai pasar saham lebih besar dari nilai bukunyaSalah satu hal terpenting yang dapat dilihat dalam pengelolaan kekayaan perusahaan, yakni dari pengukuran nilai perusahaan pada harga saham di pasar modal. Peningkatan nilai perusahaan biasanya ditandai dengan naiknya harga saham di pasar. Naiknya harga saham dikarenakan adanya peluang investasi yang baik. Profitabilitas merupakan
salah satu komponen yang dapat memengaruhi nilai perusahaan (Linda Safitri Dewi dan Nyoman Abudanti, 2019).
Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio merupakan cara menganalisa dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan. Cara untuk menganalisanya yaitu menggunakan perhitungan perbandingan atas data kuantitatif yang digambarkan dalam bentuk laporan neraca ataupun laporan laba rugi. Analisis rasio yang dapat digunakan dalam menilai kondisi keuangan dan kinerja keuangan pada suatu perusahaan adalah sebagai berikut: 1. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dari hasil kegiatan bisnis yang dilakukannya. Profitabilitas merupakan salah satu faktor yang secara spekulatif dalam menentukan nilai suatu perusahaan. Profitabilitas merupakan salah satu indikator yang memberikan penilaian terhadap perusahaan dalam menciptakan laba pada satu periode akuntansi. Analisis rasio yang digunakan pada penelitian ini adalah Variabel Return On Equity (ROE). Menurut Hery (2016:144) Return On Equity adalah rasio yang
menggambarkan hasil atas penggunaan ekuitas perusahaan dalam memperoleh laba bersih. Rumus untuk menghitung Return On Equity adalah :
2. Rasio Leverage
Leverage artinya pemakaian biaya tetap
(fixed assets) dalam usaha untuk
meningkatkan profitabilitas perusahaan. Jenis leverage dapat mempengaruhi tingkat dan keanekaragaman pendapatan setelah pajak perusahaan, dan juga risiko serta pengembalian totalitas perusahaan. Analisis rasio yang digunakan pada penelitian ini adalah Variabel Debt Equity Ratio (DER). Menurut Kasmir dalam bukunya (2016:156) Debt to Equity Ratio atau Rasio Hutang terhadap Ekuitas merupakan rasio keuangan yang menunjukan proporsi relatif antara Ekuitas dan Hutang yang digunakan untuk membiayai aset perusahaan. Rasio ini dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut:
3. Rasio Likuiditas
Likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditur (Sugiyanto et.al, 2018) dalam (Sugiyanto & Tato
Setiawan, 2019). Perusahaan yang memiliki keuntungan yang tinggi belum tentu dapat membayar kewajibannya tepat waktu karena dana yang tidak mencukupi. Dengan melihat likuiditas suatu perusahaan pihak kreditur juga dapat memberi kritik baik maupun buruknya perusahaan tersebut. Analisis rasio yang digunakan pada penelitian ini adalah Variabel Current Ratio. Menurut Sofyan Syafri Harahap (2012:301) Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio ini dapat ditulis dengan rumus sebagai berikut:
n io
Penelitian Terdahulu
Pertama Linda Safitri Dewi, Nyoman Abundanti (2019) melakukan analisis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, likuiditas, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial terhadap nilai perusahaan (Sektor property dan real estate yang terdaftar pada BEI periode 2014 – 2017). Tekhnik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah path analysis .Hasil analisis yang diperoleh bahwa (1)Profitabilitas
berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan,hal ini menunjukkan semakin tinggi nilai profitabilitas perusahaan maka nilai perusahaan akan semakin menigkat (2)Likuiditas berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Kedua Dwi Retno Wulandari (2013) melakukan analisis yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Profitabilitas, Operating Leverage, Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Struktur Modal Sebagai Intervening.Tekhnik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.Hasil analisis Hipotesis likuiditas terhadap nilai perusahaan, diperoleh signifikansi sebesar 0,356 lebih besar dari 0,05 maka hipotesis ketiga (H3) ditolak, yang berarti likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Profitabilitas terhadap struktur modal, diperoleh signifikan sisebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis keempat (H4) diterima, yang berarti profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal. Ketiga Y. Yudha Dharma Putra dan Ni Luh Putu Wiagustini (2013) melakukan analisis yang bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Likuiditas Dan Leverage Terhadap Profitabilitas Dan Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Di BEI. Teknik analisis
menggunakan path analysis . Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa Likuiditas berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan melalui profitabilitas. Berdasarkan hal tersebut maka profitabilitas mampu mempengaruhi hubungan anatara likuiditas ke nilai perusahaan. Leverage berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan melalui profitabilitas. Berdasarkan hal tersebut maka profitabilitas mampu mempengaruhi hubungan antara Leverage ke nilai perusahaan. Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hasil analisis menunjukkan nilai t sebesar 0.571 dengan sig 0,000. Artinya Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap Nilai Perusahaan.
HIPOTESIS PENELITIAN
H1 : Diduga ada pengaruh yang signifikan antara Profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia H2 : Diduga ada pengaruh yang signifikan antara Leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. H3 : Diduga ada pengaruh yang signifikan antara Likuiditas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub
sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Gambar 1 Model Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain korelasional yaitu hubungan antara variabel bebas X1, X2, X3 terhadap variabel terikat Y. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor Otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 13 emiten dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 10 emiten selama 5 tahun mulai tahun 2016-2020. Teknik pengambilan sampel, penelitian ini yakni purposive sampling dilakukan dengan menggunakan teknik dokumentasi. Menurut Sugiyono (2018:84)
Purposive Sampling adalah teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari data-data yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data laporan keuangan dan laporan tahunan
pada perusahaan Manufaktur Sub Sektor Otomotif dan komponen periode 2016-2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs web www.idx.co.id dan sahamok.net. Pengumpulan data dokumentasi ini berupa :
a. Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasi pada periode 2015- 2020
b. Buku dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian.
c. Jurnal Penelitian terdahulu
Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah suatu bidang ilmu dari statistic yang digunakan untuk mempelajari cara mengumpulkan data, menyusun data, dan menyajikan data dalam sebuah penelitian agar data yang telah dibuat dapat mudah di pahami serta penyajian nya lebih simple (Tika Pranindyastuti,2016)
Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terkait dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Motode regresi yang baik adalah memiliki data normal atau mendekati normal. Uji normalitas merupakan pengujian terhadap kenormalan distribusi data. Jika suatu residual model tidak terdistribusi normal, maka
PROFITABILITAS (X1) LEVERAGE (X2) LIKUIDITAS (X3) NILAI PERUSAHAAN (Y)
uji t kurang relevan digunakan untuk menguji koefisien regresi. Jika menggunakan eviews akan lebih mudah menggunakan uji jarque-bera untuk mendeteksi apakah residual mempunyai distribusi normal atau tidak.
2. Uji Multikolonieritas
Multikolinearitas dilakukan pada saat model regresi menggunakan lebih dari satu variabel bebas. Multikolinearitas berarti adanya hubungan linear diantara variabel bebas. Metode kolerasi berpasangan untuk mendeteksi multikolinearitas akan lebih bermanfaat karena dengan menggunakan metode tersebut peneliti dapat mengetahui secara rinci variabel bebas apa saja yang memiliki kolerasi yang kuat.
3. Uji Autokorelasi
Autokorelasi adalah korelasi yang terjadi antar observasi dalam satu variabel. Metode durbin watson dapat menjadi alternatif untuk mendeteksi autokorelasi jika menggunakan eviews. Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya.
4. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas digunakan untuk melihat apakah residual dari model yang terbentuk memiliki varian yang konstan atau tidak. Metode white dapat menjadi alternatif unruk mendeteksi heteroskedastisitas. Metode tersebut juga dapat dilakukan dengan adanya cross terms maupun tanpa adanya cross terms.
Uji Kelayakan Model
1. Uji F
Uji F dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh variable independen terhadap variable dependen . Hipotesis nol (H0) yang hendak di uji yakni
semua parameter dalam model sama dengan 0 (nol), atau :
H0 = b1=b2=…bk=0
Artinya, apakah semua variable independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variable dependen. Hipotesis alternative (H1)
tidak semua parameter seacara simultan sama dengan 0 (nol) ,atau :
H0 ≠ B1 ≠ b2 ≠….≠ bk ≠ 0
Artinya, semua variable independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variable dependen.
2. Koefisien Determinasi (R²)
Koefisien Determinasi (R²) pada dasarnya digunakan untuk mengetahui presentase variasi pengaruh variabel
bebas terhadap variabel terikat. Dimana jika R² mendekati 1 atau dengan kata lain 100% maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat dengan kuat dan baik bila memenuhi syarat sebagai berikut : 1)Jika nilai R² lebih besar dari 0,5 (50%) maka variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat dengan baik dan kuat. 2)Jika nilai R² sama dengan 0,5 (50%) maka variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat dikatakan sedang. 3)Jika nilai R² kurang dari 0,5 (50%) relatif kurang baik. Hal ini disebabkan oleh kurang tepatnya pemilihan variabel.
Uji Hipotesis
1. Regresi Data Panel
Pengolahan data akan dilakukan dengan analisis data panel dengan bantuan software E-views 10. Panel data yang diolah tergolong Unbalanced Panel
Data, di mana terdapat beberapa
observasi yang hilang (misalnya karena data tidak lengkap) sehingga ada unit
cross section yang memiliki jumlah
observasi time series yang tidak sama. Jenis data ini tidak menimbulkan masalah apabila data yang hilang bersifat acak (random) dan relatif sedikit
2. Uji T
Tujuan dari uji t ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh secara parsial dari masing-masing
variabel independen terhadap variabel dependen dimana pengaruh yang diberikan kepada variabel dependen diasumsikan bahwa variabel lain dalam keadaan konstan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengujian ini untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen dapat menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen secara nyata. Kriteria pengujian untuk uji t adalah sebagai berikut : 1)H0 diterima dan Ha ditolak jika p-value > 0,05 yang berarti variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. 2)H0 ditolak dan Ha diterima jika p-value > 0,05 yang berarti variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Dimana p-value merupakan nilai probabilitas dari hasil pengujian statistik, dan 0,05 merupakan tingkat kepercyaan 95% sehingga tingkat signifikan penelitian sebesar 5% atau 0,05.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif
Dari table di atas, dapat dideskripsikan mengenai variabel-variabel yang digunakan oleh peneliti menunjukkan bahwa dalam penelitian data yang digunakan sebanyak 36 data penelitian yang diambil dari laporan keuangan perusahaan farmasi pada tahun 2013-2018. Pada analisis deskriptif dapat dilihat nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata (mean) dan nilai standar deviasi dari varibel yaitu Return On Equity, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan nilai perusahaan sebagai berikut:
1. Nilai perusahaan sebagai Y,
Berdasarkan Tabel diatas variabel nilai perusahaan yang diamati selama periode penelitian yaitu 5 (lima) tahun periode dapat dilihat bahwa nilai
perusahaan maksimum
sebesar 2.940000 dan yang minimum sebesar 0.140000. Sedangkan mean (rata-rata) sebesar 0.819200 dengan nilai standar deviasi sebesar 0.575935, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata besar dibandingkan dengan standar deviasi, hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini tidak bervariasi atau homogen.
2. Profitabilitas sebagai X1,
Berdasarkan Tabel diatas data profitabilitas selama periode penelitian dapat dilihat bahwa nilai profitabilitas maksimum sebesar 16.08000 dan yang
minimum sebesar -11.99000. Sedangkan mean (rata-rata) sebesar 3.439400 dengan standar deviasi sebesar 6.086488, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai standar deviasi lebih besar dibandingkan dengan rata-rata, hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini bervariasi atau heterogen.
3. Leverage sebagai X2,Berdasarkan Tabel diatas data
leverage selama periode penelitian dapat dilihat bahwa nilai leverage maksimum sebesar 4.020000 dan yang minimum sebesar 0.081000. Sedangkan mean (rata-rata) sebesar 1.225820 dengan standar deviasi sebesar 0.985552, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa nilai rata-rata lebih besar dibandingkan dengan standar deviasi, hal ini menunjukkan bahwa data dalam penelitian ini tidak bervariasi atau homogen.
4. Likuiditas sebagai X3,
Berdasarkan Tabel diatas data likuiditas selama periode penelitian dapat dilihat bahwa nilai likuiditas maksimum sebesar 6.170000 dan yang minimum sebesar 0.600000. Sedangkan mean (rata-rata) sebesar 1.707200 dengan standar deviasi sebesar 1.295622, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa rata-rata lebih besar dibandingkan dengan nilai standar deviasi, hal ini menunjukkan
bahwa data dalam penelitian ini tidak bervariasi atau homogen.
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Berdasarkan Gambar diatas dapat dilihat jika nilai probability > 0.05 maka data tersebut berdistribusi normal dan jika < 0.05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal. Grafik di atas menunjukan nilai probabilitas > 0.05 yaitu sebesar 0.626873, ini menunjukan bahwa data tersebut berdistribusi secara normal.
Uji Multikolinearitas
Berdasarkan Tabel diatas maka dapat diketahui hubungan antar variabel independen, hubungan antara variabel profitabilitas dan leverage adalah sebesar 0.025330, hubungan antara variabel profitabilitas dan likuiditas adalah sebesar 0.098253, sedangkan hubungan antara variabel leverage dan likuiditas adalah sebesar -0.752260. Dapat dilihat bahwa besarnya nilai
korelasi antar variabel bebas adalah lebih kecil dari 0.85 maka mengikuti metode ini dapat disimpulkan bahwa dalam model tersebut tidak terdapat multikolinearitas.
Uji Autokorelasi
Dari tabel di atas diperoleh nilai d sebesar 2.137691. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan nilai dL dan dU
pada tabel Durbin-Watson. Untuk α = 0.05, k = 3 dan n = 50 diperoleh dL=1,42 dan dU = 1,67 sedangkan 4-dU
= 2,33 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam data.
Uji Heteroskedastisitas
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai p-value Obs *R-square sebesar 0,4753 lebih dari 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah heteroskedastisitas pada model regresi.
Uji Kelayakan Model (Goodness of Fit Models)
Uji F
Berdasarkan Tabel diatas uji simultan dengan Ftabel sebesar 2.807 diperoleh
nilai Fhitung sebesar 11,62765 dan nilai
Prob (F-Statistic) sebesar 0.000000.
Karena nilai Fhitung > Ftabel (11,62765 >
2.807) dan nilai probabilitas < tingkat signifikan (0.000000 < 0.05). Maka dapat disimpulkan bahwa profitabilitas, leverage, dan likuiditas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sub sektor otomotif & komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia mulai tahun 2016-2020.
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Dari Tabel di atas koefisien determinasi dapat dilihat pada
R-Square yaitu sebesar 0.790406 atau
79,04% artinya bahwa variabel profitabilitas, leverage dan likuiditas secara simultan mampu memberikan penjelasan pada variabel nilai perusahaan sebesar 79,04% sedangkan sisanya sebesar 20,96% dijelaskan oleh
faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan besarnya koefisien determinasi sebesar 79,04% artinya tingkat hubungan profitabilitas, leverage dan likuiditas terhadap nilai perusahaan kuat.
Uji Hipotesis Regresi Data Panel
Berdasarkan Tabel di atas, maka diperoleh data persamaan regresi data panel sebagai berikut:
Y + β1X1 + β2 X2 + β3X3
Y = 0.375329 + 0.117595X1 + 0.380640X2 + 0.198363X3
Dari persamaan regresi di atas maka dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Konstanta (a)
Nilai konstanta (a) sebesar 0.375329 artinya apabila variabel dalam penelitian ini profitabilitas, leverage dan likuiditas bernilai 0, maka diperoleh nilai variabel nilai perusahaan (Y) sebesar 0.375329.
2) Nilai koefisien regresi variabel profitabilitas diperoleh sebesar 0.117595 nilai X1 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara variabel nilai perusahaan
dengan profitabilitas, yang artinya jika profitabilitas mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka variabel nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0.117595 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap. 3) Nilai koefisien regresi variabel
leverage sebesar 0.380640 nilai X2 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara variabel nilai perusahaan dengan leverage, yang artinya jika leverage mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka variabel nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0.380640 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap. 4) Nilai koefisien regresi variabel
likuiditas sebesar 0.198363 nilai X3 yang positif menunjukan adanya hubungan yang searah antara variabel nilai perusahaan dengan likuiditas, yang artinya jika likuiditas mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka variabel nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0.198363 dengan asumsi bahwa variabel independen lainnya tetap.
Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terhadap variabel dependen. Dengan tingkat signisikansi pada penelitian ini yaitu 0.05. Dasar
pengambilan keputusan pada uji parsial ini adalah sebagai berikut:
1) Berdasarkan nilai t hitung dan t tabel .Jika nilai t hitung > nilai t tabel maka variabel independen berpengaruh terhadap secara parsial variabel dependen.
Jika nilai t hitung < nilai t tabel maka variabel independen tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.
2) Berdasarkan nilai signifikansi pada
output Eviews.Jika nilai signifikan
≤ 0.05 m k v i b l ind p nd n berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Jika nilai signifikan > 0.05 maka variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen
Berdasarkan Tabel hasil regresi data panel, uji pengaruh secara parsial dengan ttabel sebesar 2,013, pengujian
variabel independen dengan variabel dependen adalah sebagai berikut: 1) Pengaruh Profitabilitas Terhadap
Nilai perusahaan
Dari perhitungan analisis data panel untuk variabel profitabilitas, diperoleh nilai thitung sebesar
1,562477 dengan probabilitas sebesar 0,1267. Karena thitung < ttabel
(1,562477 < 2,013) dan nilai probabilitas > tingkat signifikan (0,1267 > 0,05). Maka dapat
disimpulkan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan arah hubungan positif pada tingkat signifikan 0,05 (5%) atau dengan kata lain, variabel profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan pada taraf keyakinan 95%.
2) Pengaruh Leverage Terhadap Nilai perusahaan
Dari perhitungan analisis data panel untuk variabel leverage, diperoleh nilai thitung sebesar 2,211178dengan
probabilitas sebesar 0,0333. Karena
thitung > ttabel (2,211178> 2,013) dan
nilai probabilitas < tingkat signifikan (0,0333 < 0,05). Maka kesimpulannya adalah leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan arah hubungan positif pada tingkat signifikan 0.05 (5%) atau dengan kata lain, variabel leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan pada taraf keyakinan 95%.
3) Pengaruh Likuiditas terhadap Nilai perusahaan
Dari perhitungan analisis data panel untuk variabel likuiditas, diperoleh nilai thitung sebesar 0.965952 dengan
probabilitas sebesar 0.3403. Karena
thitung < ttabel (0.965952 < 2,013)
dan nilai probabilitas > tingkat signifikan (0.3403 > 0.05). Maka kesimpulannya adalah likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan arah hubungan yang positif pada tingkat signifikan 0.05 (5%) atau dengan kata lain, variabel likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan pada taraf keyakinan 95%.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian mengenai “P ng h P ofi bili s, L v g d n Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Sektor Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020”, m k p n lis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil pengujian parsial dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas terhadap nilai perusahaan tidak terdapat pengaruh signifikan Pada Perusahaan Sektor Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020.
2. Dari hasil pengujian parsial dapat disimpulkan bahwa variabel leverage terhadap nilai perusahaan terdapat pengaruh signifikan Pada Perusahaan Sektor Otomotif Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020.
3. Dari hasil pengujian parsial dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas terhadap nilai perusahaan tidak terdapat pengaruh signifikan Pada Perusahaan Sektor Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020.
Saran
Berdasarkan hasil analisis dan kesimpulan yang telah diuraikan, maka saran yang penulis berikan kepada peneliti berikutnya adalah sebagai berikut :
1. Untuk Peneliti berikutnya dapat memperpanjang periode penelitian dan memasukan seluruh perusahaan manufaktur agar sampel yang diperoleh lebih banyak yang ada di Bursa Efek Indonesia sehinggan mendapatkan hasil observasi yang lebih baik secara statistik.
2. Disarankan untuk menambah variabel lain untuk membuktikan variabel apa saja yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. 3. Bagi pihak investor diharapkan
dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan dan menjadi tolak ukur untuk menilai suatu perusahaan untuk berinvestasi. 4. Bagi pihak perusahaan diharapkan
agar lebih meningkatkan kinerja
perusahaan setiap tahunnya agar dapat bersaing dan memperoleh kepercayaan dari investor untuk memperoleh modal dari luar. Semakin baik kinerja perusahaan maka nilai perusahaan pun akan semakin tinggi.
Memilih perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang telah menerbitkan laporan keuangannya seacara keseluruhan sehingga dapat mempermudah penelitian dan menghasilkan penelitian yang lebih akurat.
DAFTAR PUSTAKA
Bursa Efek Indonesia,Laporan Keuangan tahunan 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020.
(diakses di http://www.idx.co.id) Chang, Yuan and Chung-Hua Shen. 2014. CSR and Profitability-Cost of Debt as the Mediator. Taipei Economic Inquiry. 50 (2). pp: 291-357.
Dadang Prasetyo Jatmiko,Pengantar ManajemenKeuangan
(Yogyakarta: Diandra Kreatif ,2017) hal-3
Daftar perusahaan manufaktur di BEI 2020. (diakses di
http://www.sahamok.com /emiten/daftar-emiten-2020/) Dissya Priyanka Ramadhani, Bambang Hadi Santoso (2020) Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas Dan Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Farmasi Di BEI
Dwi Retno Wulandari (2013) Pengaruh Profitabilitas, Operating Leverage, Likuiditas Terhadap Nilai
Perusahaan Dengan Struktur Modal Sebagai Intervening Handono mardiyanto,Inti Sari
Manajemen Keuangan: teori, soal, dan jawaban/ Handono Mardiyanto, (Jakarta: manajemen keuangan, 2011) Penerbit:Grasindo hal.1-2 Hardani,S.Pd.M.si,dkk..Metode Penelitian Kualitatif&Kuantitatif (Mataram :CV Pustaka ilmu,2020)
hal 255-258
Indonesia Automobile Industry Data by category tahun 2016, 2017, 2018, 2019,dan 2020.
Lihat Rohiat, Manajemen Sekolah Teori Dasar dan Praktik, (Bandung: PT Refika Aditama, 2012), Hal. 27
Linda Safitri Dewi, Nyoman Abundanti (2019), pengaruh profitabilitas, likuiditas,kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial
terhadap nilai perusahaan (Sektor property dan real estate yang terdaftar pada BEI periode 2014 – 2017)
Linda Rahmazaniati (2014) Pengaruh Profitabilitas Dan Financial Leverage Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Muhammad Azhar Farooq, Ahsan Masood (2016) Impact of Financial Leverage on Value of Firms: Evidence from Cement Sector of PakistanImpact of Nada Kirana Octavia, 2019 Pengaruh Keputusan Investasi Dan
Keputusan Pendanaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Sektor Properti, Real Estate Dan Kontruksi Bangunan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017
Prof.H Iman Ghozali,M.Com,AK Ph.D dan Dr.Dwi Ratmono (2020), Analisis Multivariat dan Ekonometrika Eviews 10
Selin Lumoly, Sri Murni, Victoria N Untu (2018) Pengaruh Likuiditas, Ukuran Perusahaan dan
Profitabilitas terhadap Nilai
Perusahaan .Sugiono Arief. (2016). Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan.
Jakarta: PT Grasindo, anggota Ikapi.
Sutrisno. (2013). Manajemen Keuangan;Teori Konsep dan
Aplikasi. Yogyakarta: Ekobisnis
Taufan, Agung Rizki,dan Muhammad Arief Budianto (2018) The Effect Of Profitability, Solvability And Company Size On The Company Value
Y. Yudha Dharma Putra dan Ni Luh Putu Wiagustini (2013)Pengaruh Likuiiditas dan Leverage Terhadap Profitabilitas Dan Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan Di BEI