• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Sosial media dalam komunikasi pemasaran saat ini sudah semakin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Sosial media dalam komunikasi pemasaran saat ini sudah semakin"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Sosial media dalam komunikasi pemasaran saat ini sudah semakin berkembang dan bahkan menjadi trend. Sosial media ialah online media yang memungkinkan pemakainya untuk dengan mudah ikut membuat dan membagikan konten melalui blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial, dan wiki adalah bentuk paling umum dari media sosial yang digunakan orang-orang di penjuru dunia. Sosial media merupakan “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content” (Kaplan & Haenlein, 2010). Ada berbagai sosial media yang saat ini telah berkembang di masyarakat yaitu facebook, twitter, line, whatsup, instagram, youtube, dan lain-lain.

Penggunaan sosial media di Indonesia sendiri sangat berkembang dengan pesat. Berdasarkan riset dari Nielsen, perkembangan pengguna Internet di Indonesia adalah 26%. Masyarakat Indonesia menjelajahi Internet selama 1,5 jam perhari. ICT Watch menyatakan, kini di Indonesia terdapat 180 juta orang menggunakan ponsel dari sekitar 220 juta penduduk Indonesia. Berdasarkan siaran pers dari CNN Indonesia, penggunaan Instagram di Indonesia telah mencapai sekitar 22 juta pengguna aktif (Lesmana, 2012).

Teknologi informasi dan internet memberikan sarana bagi pelanggan untuk memberikan opininya mengenai produk atau yang dikenal dengan

(2)

electronic word of mouth (Chan & Ngai, 2011). Keahlian dalam berkomunikasi di internet jadi sebuah lahan subur untuk dapat terjadinya electronic word of mouth.

Hal ini sebagian besar dikarenakan jangkauan internet, transparansi, dan aksesibilitas telah menyediakan arti baru didalam konsep word of mouth.

(Kozinets et.al., 2010).

Fungsi dari sosial media bukan sekedar sebagai alat dalam membaca informasi, melainkan juga bisa membantu masyarakat dalam berpartisipasi untuk menciptakan serta berbagi informasi. Media sosial menawarkan perspektif baru kepada orang yang melakukan bisnis ketika memasarkan produk dan layanan mereka. Pendekatan ini juga memanfaatkan adanya E-WOM, yaitu pernyataan positif atau negatif berdasarkan opini dari pelanggan, baik calon pelanggan maupun pelanggan suatu barang yang bisa diakses oleh orang banyak secara luas di dunia maya. (Thurau, 2009 et all).

Metode pemasaran dengan memanfaatkan Electronic Word Of Mouth dianggap lebih berhasil bila diterapkan ke akun-akun sosial media yang sekarang bisa disentuh oleh orang-orang secara luas. Selain itu, Electronic Word Of Mouth juga bisa menyediakan suatu fasilitas yang luas demi mempengaruhi keputusan orang untuk membeli sebuah merek, jasa, atau barang tertentu. Media yang digunakan juga tidak ada batasannya, bisa dalam bentuk video, pesan dalam email, akun di sosial media dan forum-forum di dunia maya (Rachmalika et.al., 2015).

New media adalah salah satu fenomena dari pertumbuhan sosial media yang digunakan oleh perusahaan dalam menciptakan electronic word of mouth (E- WOM). Dalam keadaan komersial, Word Of Mouth mengimplikasikan sikap

(3)

konsumen untuk mengkomunikasikan merek, pendapat atau tanggapan mengenai bisnis, produk atau jasa kepada orang lain. Word Of Mouth positif adalah media pemasaran yang powerfull untuk perusahaan dalam mempengaruhi konsumen.

Sejalan dengan berkembangnya teknologi, Word Of Mouth pun saat ini telah berkembang di media sosial dan dikenal dengan istilah electronic word of mouth (Lesmana, 2012). E-WOM merupakan pernyataan positif atau negatif yang diutarakan oleh konsumen potensial maupun yang telah menggunakan mengenai produk atau perusahaan untuk banyak orang serta lembaga melalui dunia maya (Hennig-thurau et al., 2008). E-WOM melalui media sosial akan mempengaruhi keputusan pembelian sebuah merk produk tertentu yang diyakini adalah pilihan dari merek yang terbaik. Selan itu juga, media sosial akan membantu konsumen dalam mendukung keyakinananya terhadap suatu merek tersebut yang pada umumnya didasarkan komentar review konsumen yang telah membeli dan biasanya akan memberikan peniaian yang baik dan merekomkan kepada konsumen yang lainnya. Melalui E-WOM akan membantu konsumen dalam mengambil keputusan terhadap dampak dari pernyataan tentang produk perusahaan.

Keputusan pembelian adalah konsep dalam perilaku pembelian yang di mana pelanggan memutuskan untuk melakukan sesuatu atau bertindak untuk membeli dan menggunakan barang atau layanan tertentu (Balawera, 2013).

Pelanggan dalam mengambil keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah. Variabel keputusan pembelian ini digunakan oleh peneliti karena studi kasus tentang keputusan pembelian masih dimungkinkan mengingat makin banyak barang yang beredar, sehingga masyarakat memerlukan berbagai

(4)

pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Sebagian besar pelanggan, baik pelanggan individu ataupun organisasi, mengalami proses pemikiran yang serupa ketika memutuskan barang dan merek mana yang akan dibeli (Yulindo 2013).

Keputusan pembelian pelanggan dapat dibuat jika barang tersebut memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Sebelum melakukan pembelian, konsumen biasanya akan mencari informasi tentang produk yang akan dibeli. Pencarian informasi dapat berasal dari iklan produsen dan pendapat orang-orang di sekitar mereka. Konsumen akan tertarik terlebih dahulu, diikuti oleh keputusan pembelian mereka. Kemudian pembeli pun akan memutuskan untuk membeli produk tersebut. Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mahendrayasa, dkk (2014) dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa word of mouth berpengaruh positif terhadap minat beli dan juga keputusan pembelian. Selain itu terdapat pula penelitian yang lain yang dilakukan oleh Sari dan Rahayu, (2012) dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kualitas produk, persepsi harga, dan word of mouth communication mempengaruhi keputusan pembelian. WOM jadi bagian terpenting dari studi pemasaran, karena komunikasi dalam Word Of Mouth dapat memberikan pengaruh pada keputusan pembelian pelanggan. Di sisi lain, kekuatan WOM juga meningkatkan dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang suka berinteraksi dan berbagi dengan orang lain, termasuk dalam hal referensi pembelian. WOM juga dapat meluas dengan cepat jika orang yang menyebarkannya mempunyai jaringan yang luas. WOM merupakan alat yang efektif, murah dan dapat diandalkan dalam komunikasi pemasaran (Kertajaya, 2012: 126). WOM pun penting dikarenakan dasar dari pemasaran ialah untuk

(5)

mempromosikan secara meyakinkan dan kemudian berakhir pada keputusan pembelian. Kumar, et al. (2012), berpendapat bahwa konsumen yang paling berharga bukanlah konsumen yang membeli paling banyak, tetapi konsumen yang paling banyak melakukan word of mouth dan dapat membujuk konsumen lain membeli di perusahaan kami, terlepas dari jumlah pembelian yang mereka lakukan sendiri. Penggunaan media sosial saat ini diyakini oleh masyarakat, selain untuk bersosialisasi, juga dapat memudahkan pencarian informasi. Minat publik yang besar dalam penggunaan media sosial juga telah digunakan oleh perusahaan sebagai sarana promosi dan penyediaan informasi. Salah satu media sosial yang aktif digunakan adalah Instagram. Instagram dapat memudahkan pengunjung yang berpengalaman untuk berbagi informasi dengan pengunjung potensial.

Komunikasi dalam bentuk like, komentar atau ajakan melalui media elektronik inilah yang disebut electronic word of mouth, yang diyakini sebagai salah satu campuran komunikasi pemasaran yang dapat mempengaruhi minat serta keputusan.

Peneliti telah melakukan pengamatan sebelum penelitian pada Account Instagram salah satu distro di Malang yang sedang naik daun bagi para kaum muda. Distro tersebut bernama Fatto A Mano, Fatto A Mano merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pakaian dengan memproduksi sendiri dan membangun brand sendiri melalui berbagai media offline maupun online.

Account Instagram Fatto A Mano merupakan salah satu akun yang melakukan komunikasi pemasaran melalui media sosial. Fatto A Mano salah satu cloting store yang terletak di Jalan Kadaka no. 7A Malang. Fatto A Mano memiliki jumlah followers yang tergolong sangat tinggi yaitu sebanyak 166k (166.000

(6)

pengikut lebih per tanggal 6 Januari 2019) dan memiliki likes pada setiap gambar sebanyak kurang lebih 2000 followers. Adapun Fatto A Mano melayani pembelian fashion laki-laki dengan jam operasional buka setiap hari yaitu dimulai pada jam 10.00-21.00 WIB.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Electronic word of mouth (E-WOM) di Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Pada Clothing Store (Studi pada Followers Account Instagram Fatto A Mano).

1.2 Rumusan Masalah

Seberapa besar pengaruh E-WOM di media sosial instagram Fatto A Mano terhadap keputusan pembelian pada Clothing Store?

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh E-WOM di media sosial instagram Fatto A Mano terhadap keputusan pembelian pada Clothing Store.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini untuk meliputi manfaat praktis dan manfaat teoritis

a. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memeberikan manfaat bagi perusahaan dalam menentukan langkah-langkah atau strategi dalam upaya membangun kepercayaan konsumen melalui komunikasi pemasaran E-

(7)

WOM. Selain itu penelitian dapat memeberikan masukan terhadap perusahaan tentang penjualan melalui media sosila khususnya instagram.

b. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memebrikan wawasan dan pengetahuan pada peneliti terkait pengaruh E-WOM terhadap keputusan pembelian pada media sosial Account Instagram Fatto A Mano.

Referensi

Dokumen terkait

berupa deskripsi adegan dalam film dan kutipan dialog antartokoh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik metode analisis teks dengan mengambil bentuk kutipan

Subbag Humas Polres Gorontalo bertugas menyelenggarakan fungsi hubungan masyarakat melalui pengelolaan dan penyampaian pemberitaan / informasi serta kerjasama / kemitraan dengan

ADRs yang terjadi pada pasien asma rawat inap dan rawat jalan dalam penelitian menunjukkan bahwa kejadian ADR yang terjadi sebagian besar berasal dari pengobatan asma

Berdasarkan UU No.16 Tahun 2008 tentang APBN-P dan Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor 375/MK.02/2008 tanggal 11 April 2008 tentang Perubahan Anggaran Belanja

Pada tahap pelaksanaan tindakan, guru melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan problem based learning dan memanfaatkan media CD interaktif, sesuai dengan Rencana

 Misalnya aturan asosiatif dari analisis pembelian di suatu pasar swalayan adalah dapat diketahuinya berapa besar kemungkinan seorang pelanggan membeli roti bersamaan dengan

[4.1.1] Bahwa Teradu I, II, III, IV, dan V diduga melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu atas tindakannya tidak menanggapi surat para Pengadu pada tanggal 5 Februari

Kit Permainan Edukasi “Tongkat Putri Dan Pedang Pengenal Warna” untuk Anak Usia Dini dengan Menggunakan Sensor Warna Tcs3200 dan Arduino Nano. 3