PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PONDOK PESANTREN DARUL TAUHID SOLOK BERBASIS WEB
TUGAS AKHIR
Ditulis Sebagai Syarat Mencapai Gelar Ahli Madya (A.Md) (DIII)
Jurusan Manajemen Informatikan
OLEH:
FEBYOLA HAVELINE NIM : 1650401048
JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR
2019
i ABSTRAK
FEBYOLA HAVELINE. NIM 1650401048. Judul Tugas Akhir:
“PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PONDOK PESANTREN DARUL TAUHID SOLOK BERBASIS WEB”. Program Diploma III Manajemen Informatikan Institut Agama Islam Negri (IAIN) Batusangkar.
Setelah dilakukan penelitian pada Pondok Pesantren Darul Dauhid Solok ditemukan permasalahan mengenai pengelolahan data . Pada saat mengimputkan data siswa, data guru, data niliai yang kurang efektif Perekapan yang dilakukan diakhir semester dapat memperlambat kinerja sistem, karena nilai-nilai ulangan harian, tugas, ujian tengah semester dan ujian akhir semester, serta data absen siswa yang terkumpul dalam kertas yang jumlahnya cukup banyak dan cukup mempersulit guru untuk mengolahnya.
Selain itu penginputan nilai siswa oleh guru masih menghasilkan data yang kurang akurat karena masih terdapat data yang berulang-ulang, tidak tercatat, kurang teliti, kesalahan dalam penginputan nilai siswa. Hal ini kurang menunjang untuk penggunaan data dalam jangka waktu yang panjang. Karena jumlah data siswa yang banyak maka data yang ditampung akan semakin besar, sehingga akan memperlambat kinerja sistem untuk menghasilkan sistem yang cepat, tepat dan akurat. Hal ini mengakibatkan pihak pondok maupun karyawan kesulitan mengenai hal tersebut. Dalam penulisan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan adalah metode wartelfall. Metode waterfall terdiri dari fase analisis, desain, pengodean, dan pengujian. Setiap fase yang ada pada metode waterfall dilakukan secara bertahap. Fase analisis mengawali keseluruhan fase dan fase selanjutnya dilakukan apabila fase sebelumnya telah selesai dilakukan.
Dengan memanfaatkan sistem informasi yang komputerisasi diharapkan dapat membantu proses penerimaan siswa baru dan dengan memanfaatkan bahasa pemograman PHP dan menggunakan database MySQL diharapkan dapat mempermudah bagian tata usaha dalam melakukan penyeleksian dan membuat laporan.
ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN PERSETUJUAN PEMBMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 2
C. Batasan Masalah ... 3
D. Rumusan Masalah ... 3
E. Tujuan Penelitian ... 3
F. Kegunaan Penelitian ... 3
G. Metodologi Penelitian ... 4
H. Sistematika Penulisan ... 5
BAB II LANDASAN TEORI ... 7
A. Gambaran Umum ... 7
1. Sejarah Pondok Pesantren Darul Tauhid ... 7
2. Visi dan Misi Pondok Pesantren Darul Tauhid ... 9
3. Kurikulum Pondok Pesantern Darul Tauhid ... 10
4. Struktur Organisasi Pondok Pesantren Darul Tauhid ... 11
B. Konsep Dasar Sistem Informasi ... 12
1. Sistem ... 12
a. Pengertian Sistem ... 12
b. Sistem, Sub Sistem dan Supera Sistem ... 12
c. Klasifikasi dan Karakteristik Sistem ... 13
d. Model Umum Sistem ... 14
2. Informasi ... 16
a. Pengertian Informasi... 16
iii
b. Siklus Informasi ... 16
c. Karakteristik Informasi ... 17
d. Kualitas Informasi ... 18
3. Sistem Informasi ... 19
a. Pengertian sistem informasi... 19
b. Komponen Sistem Informasi ... 20
c. Perangkat Sistem Informasi ... 21
d. Klasifikasi Sistem Informasi ... 22
C. Alat Bantu Perancangan Sistem... 23
1. Aliran sistem informasi (ASI) ... 23
2. Context diagram ... 24
3. Data flow diagram (DFD) ... 24
4. Entity relationship diagram (ERD)... 25
D. Perangkat lunak pembangun sistem... 26
1. PHP ... 26
a. Pengertian PHP ... 26
b. Sejarah PHP ... 26
c. Kelebihan-kelebihan PHP... 27
d. Sintak PHP ... 28
2. Web ... 29
a. Pengertian Web... 29
b. Perkembangan Web ... 29
3. MySQL ... 30
a. Pengertian MySQL ... 30
b. Struktur Directori MySQL... 30
4. Basis Data ... 31
a. Pengertian Basis data ... 31
b. Komponen Lingukungan Basis Data ... 31
5. Adobe Dreamweaver Cs5 ... 32
a. Penegrtian Dreamweaver Cs5 ... 32
b. Menjalankan Dreamweaver Cs5 ... 32
iv
c. Mengenal Ruang Kerja Dreamweaver Cs5 ... 33
BAB III ANALISIS DAN HASIL ... 39
A. Analisis Sistem ... 39
1. Aliran sistem informasi yang sedang berjalan ... 39
2. Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan ... 42
B. Desain Sistem Baru ... 43
1. Desain Global ... 43
a. Aliran Sistem yang Diusulkan ... 43
b. Context Diagram... 45
c. Data Flow Diagram (DFD) ... 46
d. Entity Relationship Diagram (ERD)... 47
e. Struktur Program ... 49
2. Desain Terinci ... 50
a. Desain Output ... 50
b. Desain Input ... 52
c. Desain File ... 57
BAB IV KESIMPULAN ... 69
A. Kesimpulan ... 69
B. Saran ... 69 DAFTAR PUSTAKA
v
DAFTAR TABEL
Tabel 2. 1 Bagan Aliran Sistem (Jogiyanto : 2005) ... 23
Tabel 2. 2 Simbol DFD (Wahyono : 2004) ... 24
Tabel 2. 3 Entity Relation Diagram ERD (Nugroho :2005) ... 25
Tabel 3. 1 User ... 57
Tabel 3. 2 Santri ... 57
Tabel 3. 3 file Pengajar ... 61
Tabel 3. 4 file Mata Pelajaran ... 62
Tabel 3. 5 Tabel Detail Pejaran ... 63
Tabel 3. 6 File Kelas ... 63
Tabel 3. 7 File Detail Kelas... 64
Tabel 3. 8 file Jadwal ... 64
Tabel 3. 9 File Tingkatan ... 65
Tabel 3. 10 File Kategori ... 65
Tabel 3. 11 File Berita ... 66
Tabel 3. 12 File Absensi... 66
Tabel 3. 13 File Nilai ... 67
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Metode Waterfall (Ardane, 2016). ... 4
Gambar 2. 1 : Struktur Organisasi Pondok Pesantren Darul Tauhid Solok ... 11
Gambar 2. 2 : Supra sistem, sistem dan sub sistem ... 13
Gambar 2. 3 : Model Umum Sisitem ... 14
Gambar 2. 4 : Siklus Informasi ... 17
Gambar 2. 5 Tampilan lembar kerja Dreamweaver (Madcoms : 2011) ... 33
Gambar 2. 6 Tampilan lembar kerja Dreamweaver (Madcoms : 2011) ... 33
Gambar 2. 7 Tampilan Aplication Bar (Madcoms : 2011) ... 33
Gambar 2. 8 Tampilan Tollbar (Madcoms : 2011) ... 34
Gambar 2. 9 Tampilan Jendela Dokumen (Madcoms : 2011) ... 34
Gambar 2. 10 Tombol perintah untuk memilih tampilan ruang kerja (Madcoms : 2011) ... 35
Gambar 2. 11 Tampilan Panel Group (Madcoms : 2011) ... 35
Gambar 2. 12 Tampilan Properties (Madcoms : 2011) ... 36
Gambar 2. 13 Tampilan Tool bar Coding (Madcoms : 2011)... 37
Gambar 2. 14 Tampilan Panel Insert (Madcoms : 2011) ... 37
Gambar 2. 15 Tampilan Panel Group (Madcoms : 2011) ... 38
Gambar 2. 16 Tampilan Panel Files( Madcoms : 2011) ... 38
Gambar 3. 1 Aliran Sistem Informasi (Data Pondok) yang Sedang Berjalan ... 41
Gambar 3. 2 Aliran Sistem Informasi (Data Nilai) yang Sedang Berjalan ... 42
Gambar 3. 3 Aliran Sistem Informasi (Data Pondok) yang Diusulkan... 44
Gambar 3. 4 Aliran Sistem Informasi (Data Nilai) yang Diusulkan ... 45
Gambar 3. 5 Contex Diagram ... 46
Gambar 3. 6 Data Flow Diagram ... 47
Gambar 3. 7 Entity Relation Diagram (ERD) ... 48
Gambar 3. 8 Struktur Program Admin ... 49
vii
Gambar 3. 9 Struktur Program Pengajar ... 49
Gambar 3. 10 Struktur Program Santri ... 49
Gambar 3. 11 Laporan Data Siswa ... 50
Gambar 3. 12 Laporan Data Pengajar ... 50
Gambar 3. 13 Laporan Data Absensi ... 51
Gambar 3. 14 Laporan Data Nilai ... 51
Gambar 3. 15 Laporan Hasil Belajar Santri ... 52
Gambar 3. 16 Desain Login ... 52
Gambar 3. 17 Desain From Siswa... 53
Gambar 3. 18 Desain Pengajar ... 54
Gambar 3. 19 Desain Mata Pelajaran ... 54
Gambar 3. 20 Desain Kelas ... 55
Gambar 3. 21 Desain Absen... 55
Gambar 3. 22 Desain Input Nilai ... 56
Gambar 3. 23 Desain Input Berita... 56
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pondok Pesantren Darul Tauhid merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Solok. Siswa di pondok pesantren ini tidak hanya berasal dari daerah Solok tapi juga berasal dari daerah di luar Solok. Pada pondok pesantren ini sangat mengedepankan kedisiplinan serta keyakinan tauhid yang murni kepada siswanya dengan melaksanakan pendidikan serta melatih siswanya secara efektif, sehingga siswa mampu mengali potensi agar lebih berkembang secara optimal.
Potensi siswa dapat dilihat melalui nilai yang diperoleh dari hasil belajarnya. Penilaian ini dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan tehadap proses dan hasil belajar pada mata pelajaran yang diajarkan oleh guru. Siswa juga memiliki absensi yang nantinya akan direkap oleh walikelas pada akhir semester, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan kegiatan tersebut. Perekapan yang dilakukan diakhir semester dapat memperlambat kinerja sistem, karena nilai-nilai ulangan harian, tugas, ujian tengah semester dan ujian akhir semester, serta data absen siswa yang terkumpul dalam kertas yang jumlahnya cukup banyak dan cukup mempersulit guru untuk mengolahnya.
Selain itu penginputan nilai siswa oleh guru masih menghasilkan data yang kurang akurat karena masih terdapat data yang berulang-ulang, tidak tercatat, kurang teliti, kesalahan dalam penginputan nilai siswa. Hal ini kurang menunjang untuk penggunaan data dalam jangka waktu yang panjang. Karena jumlah data siswa yang banyak maka data yang ditampung akan semakin besar, sehingga akan memperlambat kinerja sistem untuk menghasilkan sistem yang
cepat, tepat dan akurat, salah satu solusinya adalah dengan adanya sistem infomasi berbasis website.
Melalui website, kumpulan data dapat berhubungan satu sama lain dengan baik dan dapat terorganisasikan menjadi sebuah file, dimana data-data diorganisasikan kemudian disimpan dalam komputer untuk memudahkan pemakai mengakses data. Selain itu website juga dapat menyimpan data dengan rapi, keutuhan data dapat terjamin, pengolahan data atau informasi dapat dilakukan secara cepat, tepat dan akurat. Sehingga meberi kemudahan bagi guru dan siswa untuk mengakses data tersebut selama masih terkoneksi dengan jaringan internet.
Hal ini dilakukan untuk membangun sistem yang membantu dalam pengelolahan serta penyajian informasi data, serta dapat menunjang kegiatan operasional sehari-hari. Dengan tujuan agar pengelolahan data dapat di olah secara efisien serta informasi dapat tersampaikan dengan baik dibandingkan dengan menggunakan sistem yang masih manual.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis ingin mengangkat masalah ini untuk dilakukan penelitian lebih lanjut pada pondok pesanter Darul Tahuid, melalui tugas akhir yang berjudul “ Perancangan Sistem Informasi Pada Pada Pondok Pesantren Darul Tauhid Berbasis Web”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, maka penulis dapat mengidentifikasi beberapapermasalahan yang terjadi diantaranya:
1. Pengelolahan dan penyimpan data siswa mangunakan proses manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
2. Pengimputan nilai siswa oleh guru masih menghasilkan data yang kurang akurat.
3. Memperlambat kinerja sistem karena jumlah data siswa yang dan data yang akan ditampung akan semakin besar.
C. Batasan Masalah
Supaya terarah dalam penulisan dan pencapaian tujuan dalam penulisan, berdasarkan identifikasi masalah dan mengingat keterbatasan masalah maka penulis akan membatsi masalah yaitu tentang pengolahan data pada pondok pesantren Darul Tauhid Solok.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka terdapat rumusan masalah yaitu bagaimana perancangan sistem informasi pada pada pondok pesantren Darul Tauhid berbasis web dapat mempermudah pihak sekolah dalam mengelolah data pada pondok pesantren?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian permasalahan diatas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Penulis ingin memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada pada pondok pesantren Darul Tauhid
2. Untuk mempermudah pihak sekolah dalam mengelolah datanya melalui aplikasi dengan meggunakan jaringan global.
3. Data dapat tersimpan dengan aman dan efektif.
F. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini yang penulis lakukan adalah:
1. Sebagai implementasi pengembangan ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan selama perkuliah.
2. Sebagai bahan masukan untuk pondok pesantren Darul Tauhid Solok.
3. Sebagai referensi bagi pembaca untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
4. Sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar Ahli Madiah Program Diploma III (D.III) Manajemen Informatika IAIN Batusankar.
G. Metodologi Penelitian
Metode yang digunakan dalam perancangan sistem informasi pada pada pondok pesantren darul tauhid berbasis web ini adalah metode air terjun atau yang lebih dikenal dengan metode waterfall.
Metode ini dapat Ardane (2016:3).1
Gambar 1. 1 Metode Waterfall (Ardane, 2016).
Metode waterfall terdiri dari fase analisis, desain, pengodean, dan pengujian. Setiap fase yang ada pada metode waterfall dilakukan secara bertahap. Fase analisis mengawali keseluruhan fase dan fase selanjutnya dilakukan apabila fase sebelumnya telah selesai dilakukan. Metode waterfall dapat diuraikan seperti berikut :
1. Analisis
Analisis merupakan fase yang digunakan untuk mengumpulkan kebutuhan roced yang akan dibangun. Kebutuhan roced tersebut berasal dari berbagai sumber dan disesuaikan dengan tujuan akhir yang akan dicapai dalam pembangunan aplikasi.
2. Desain
Fase ini berkaitan dengan perancangan aplikasi yang akan dibangun. Perancangan yang dilakukan terdiri dari perancangan antamuka, basis data, dan detail rocedural dalam bentuk perancangan proses.
3. Pengodean
Pengodean berhubungan dengan pembangunan aplikasi yang telah dirancang pada fase sebelumnya. Pengodean pada aplikasi disesuaikan dengan rancangan yang telah dilakukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan analisis. Hasil dari fase ini berupa aplikasi.
4. Pengujian
Fase pengujian digunakan untuk menguji kesesuaian antara aplikasi yang dirancang dengan aplikasi yang dibangun. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian adalah dengan menggunakan metode blackbox. Metode ini digunakan dengan membandingkan luaran dari aplikasi dengan luaran yang diharapkan berdasarkan fungsional sistem. Pengujian dinyatakan berhasil apabila luaran dari aplikasi sesuai dengan luaran yang diharapkan(Ardane : 3).
H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan tugas akhir ini dibagi dalam IV bab yang disusun sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan. Bab ini merupakan penguraian mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metodelogi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II Landasan Teori. Bab ini berisi teori yang diambil dari buku-buku panduan dan referensi lain.
BAB III Analisa dan Perancangan. Bab ini membahas analisa sistem yang sedang berjalan dan rancangan sistem yang diusulkan.
BAB IV Penutup. Bab ini berisi kesimpulan yang didapat selama pembuatan laporan tugas akhir serta saran-saran yang akan menjadi masukan bagi perkembangan sistem selanjutnya.
7 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Gambaran Umum
1. Sejarah Pondok Pesantren Darul Tauhid
Pondok Pesantren Darul Tauhid yang terletak di Jorong Sawah Sudut Kenagarian Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, pada awalnya bermula dari kegiatan Wirid Pengajian dari Surau ke surau dan masjid ke masjid yang berada di sekitar kenagarian Salayo. Adapun materi yang di sampaikan dalam pengajian ini lebih menitik beratkan pada kajian Tauhid atau Keimanan. Dari hari ke hari kegiatan ini makin berkembang dengan pesat dan jamaahnya makin ramai.
Untuk lebih terorganisirnya kegiatan pengajian ini timbullah suatu gagasan dari jama‟ah untuk membentuk Majelis Ta‟lim.
Pada bulan Desember 2001 terbentuklah kepengurusan Majelis Ta‟lim dengan Ketua Umumnya Ust.Jursawal, kemudian diberi nama dengan Majelis Ta‟lim Tauhid Kabupaten/Kota Solok.
Karena anggotanya tidak saja dari jama‟ah Surau-surau yang ada di Nagari Salayo bahkan sampai ke Kota Solok, yang lebih kurang berjumlah 3.500 orang jemaah. Pada tanggal 4 Maret 2002 diresmikanlah sekaligus pengukuhan kepengurusan Majelis Ta‟lim Tauhid ini oleh dua orang Kepala Daerah Bupati Solok, yang pada ketika itu di jabat oleh H.Gamawan Fauzi, SH, MM dan Wali Kota Solok yang dijabat oleh Drs. Yumler Lahar.
Bermula dari kegiatan Majelis Ta‟lim Tauhid ini kemudian berkembang lagi pemikiran dari pengurus, bagaimana kegiatan majelis ini tidak hanya semata-mata mengadakan wirid pengajian yang umumnya jamaahnya terdiri dari orang yang tua- tua saja, tetapi perlu kiranya ada suatu lembaga Pendidikan untuk anak-anak anggota Majelis ini untuk menimba ilmu (khususnya Ilmu Agama). Akhirnya keinginan dari pengurus ini terwujud
dengan relanya salah seorang Jamaah yang juga pengurus dalam Majelis Ta‟lim Tauhid untuk mewakafkan satu buah Mushalla sekaligus dengan sebidang tanah dengan ukuran + 960 M² yang ada disekitar Mushalla tersebut untuk di dirikan sebuah Pondok Pesantren. Pada tanggal 30 Desember 2003 di dikukuhkan lembaga ini (Majelis Ta‟lim dan Pondok Pesantren) di bawah Yayasan yang bernama AT-TAUHID, dihadapan Notaris dengan Akta Notaris Mohammad Ahlan, SH dengan Nomor Akta 171.
Dengan ketua Umumnya Djambrus Rusyid.
Dalam hal pemberian nama Yayasan dengan At-Tauhid serta Pondok Pesantren dengan Darul Tauhid, ini sangat erat sekali hubungannya dengan keberadaan Majelis Ta‟lim yang telah terbentuk sebelumnya dengan nama Majelis Ta‟lim Tauhid. Dikarenakan lahirnya Pondok ini dari Majelis Ta‟lim Tauhid maka Pondok Pesantrennya juga dinamakan dengan Darul Tauhid. Sehingga dengan penamaan demikian seluruh jamaah Majelis merasa memiliki dan bertangung jawab terhadap kemajuan dari Pondok Pesantren ini.
Pada tanggal 6 Maret 2004 dilaksanakan peletakan batu Pertama pembangunan Pondok Pesantren Darul Tauhid oleh Bupati Solok bersama Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Solok yang juga dihadiri oleh seluruh anggota jamaah Majelis Ta‟lim Tauhid, para pemuka ninik mamak dan pemuka masyarakat. Akan tetapi proses pembelajaran Pondok Pesantren sudah dimulai sejak tanggal 02 Januari 2004, dengan memanfa‟at Mushalla yang telah diwakaf oleh jama‟ah tersebut, Pada saat ini Tahun Pelajaran 2018/2019 telah memiliki santri/santriwati sebanyak 209 orang, dengan tenaga pengajar/pengasuh sebanyak 29 orang.
Sedangkan kondisi fisik pondok pesantren Darul Tauhid, sekarang baru mempunyai 7 (tujuh) ruangan belajar, 1 Ruangan Guru, 1 Ruangan Pimpinan bersama Pengurus, Asrama
4 (dua) Unit asrama santri yang sangat sederhana, dan 1 (satu) unit Mushalla sebagai sarana ibadah bagi warga pesantren dan masyarakat sekitarnya. Juga berfungsi sebagai tempat halaqah untuk santri yang tidak dapat belajar dalam lokal. Sedangkan Lokal yang disekap menjadi beberapa ruangan seperti untuk ruangan kegiatan santri menjahit dan bordir, ruangan komputer.
Juga dilakukan pemimjaman rumah warga sekitar untuk dijadikan sebagai asrama santri. Hasil pembinaan pondok pesantren membuktikan bahwa para santri menerima pendidikan untuk memiliki nilai-nilai kemasyarakatan sekaligus nilai akademis.
Keberhasilan peranan kuat pondok pesantren dalam pembinaan bangsa ini disebabkan adanya potensi besar yang dimiliki; yaitu potensi pengembangan masyarakat dan potensi pendidikan. Akan tetapi, pada prinsipnya apapun yang terjadi dalam sistem pendidikan serta pengelolaan dalam pondok pesantren, pondok pesantren tetap merupakan lembaga pendidikan dan keagamaan dalam upaya tafaqquh fi al-din. Hal ini disebabkan karena pondok pesantren tetap memegang kaidah al-muhafazhah ‘ala al-qadim al-shalih wa al- akhdzu bi al-jadid al-ashlah; kaidah yang melandasi transformasi yang dilakukan oleh pondok pesantren.
2. Visi dan Misi Pondok Pesantren Darul Tauhid
Visi dan misi merupakan serangkaian kata yang menunjukan impian, cita-cita serta nilai inti dari suatu instansi, perusanhaan dan organisasi. Visi merupakan pemikiran-pemikiran yang ada didalam benak pendiri, pemikiran-pemikiran tersebut merupkan gambaran tentang masa depan yang akan di capai.
Sedangkan misi merupakan tahapan yang dilalaui untuk mencapai visi dan misi juga dikatakan sebagai penjabaran dari sebuah visi . Misi merupakan gambaran mengapa instansi, perusahan dan organisasi itu berdiri. Setiap instansi pasti memiliki visi dan misi,
begitu pula dengan Pondok Pesantren Darul Tauhid yang memiliki visi dan misi sebagai berikut:
a. Visi Pondok Pesantren Darul Tauhid:
“ Terwujudnya lulusan pesantren yang bertaqwa, berakhlak mulia, kompetitif dan mampu mengaktualisasikan diri ditengah masyarakat”
b. Misi Pondok Pesantren Darul Taudid :
1) Mewujudkan sistim pendidik pesantren yang berkualitas dan memadai.
2) Menyiapkan kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan santri dan masyarakat.
3) Menyediakan tenaga kependidikan yang professional serta memiliki kompetensi dibidangnya masing-masing.
4) Meyelenggarakan proses pembelajaran yang disiplin.
5) Mengupapayakan kegiatan ekstra untuk pengembangan minat dan bakat santri.
6) Mengoptimalkan partisipasi semua kalangan pemerintah, usahawan, maupun masyarakat dalam mengelolal pendidikan.
3. Kurikulum Pondok Pesantern Darul Tauhid
Pondok Pesantren Darul Tauhid Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat, menyelenggarakan pendidikan tingkat Wustha dan Ulya.
Pendidikan ini mengkaji kitab-kitab Klasik (kuning) pada siang dan malan hari, dimana kegiatan belajar mengajar secara klasikal dengan menggunakan Kurikulum Pesantren yang disusun tersendiri, berdasarkan sintesa beberapa pesantren yang ada di Sumatera Barat. Kurikulum Pesantren ini diarahkan pada upaya transformasi pemahaman nilai nilai keislaman melalui literature berbahasa Arab klasik dan kontemporer. Disamping itu juga mengajarkan Mata Pelajaran Pengetahuan Umum.
4. Struktur Organisasi Pondok Pesantren Darul Tauhid
Gambar 2. 1 : Struktur Organisasi Pondok Pesantren Darul Tauhid Solok
B. Konsep Dasar Sistem Informasi 1. Sistem
a. Pengertian Sistem
Hanif Al Fata mendefenisikan sistem suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi Fata (2007 : 3). Jogiayanto berpedapat sistem dapat didefenisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen Jogiayanto (2003 : 34). Menurut Abdul Kadir sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimasukadkan untuk mencapai suatu tujuan Kadir (2014 : 61). Menurut Yakub sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, terkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk tujuan tertentu. Sistem juga bisa berupa abstrak atau fisis. Sistem yang abstrak adalah susunan yang teratur dari gagasan-gagasan atau konsepsi yang saling bergantung, sedangkan sistem yang bersifat fisis adalah serangkaian unsur yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Adapun yang membedakan definisi menurut para ahli ini yaitu dari cara pendekatannya Yakub (2012: 1).
Dari beberapa defenisi diatas dapat kita simpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan elemen dan komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan.
b. Sistem, Sub Sistem dan Supera Sistem
Sebuah sistem terdiri dari berbagai unsur yang saling melengkapai dalam mencapai tujuan atau sasaran. Unsur-unsur yang terdapat di dalam sistem itulah yang disebut dengan nama sub sistem. Sub sitem-sub sistem tersebut harus saling berhubungan dan berinteraksi melalui komunikasi yang relevan sehingga sitem dapat berkerja secara efektif dan efisien. Untuk lebih memahami yang dimaksud dengan sistem,
sub sistem dan supra sistem dapat diperhatikan dengan gambar ini :
Gambar 2. 2 : Supra sistem, sistem dan sub sistem Sebuah sistem, juga mempunyai sesuatu yang lebih besar ruang lingkupnya yang disebut dengan supra sistem.
Sebagai contoh, jika sekolah dipandang sebagai suatu sistem, pendidikan adalah supra sistemnya dan siswa adalah sub sitsemnya. Demikian juga jika perusahaanjika kita pandang sebagai sebuah sistem, maka industri merupakan supra sistemnya dan pemesaran sebagai sub sitsemnya. Wahyono (2004 : 12)
c. Klasifikasi dan Karakteristik Sistem
Suatu sistem dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1) Sistem asbtrak (abstract system) lawan sistem fisik (physical system).
2) Sistem alamiah (natural system) lawan sistem buatan manusia (human made system).
3) Sistem pasti (detecministic system) lawan sistem probabilistik (probabilistic system).
4) Sistem tertutup (closed system) lawan sistem terbuka (open system).
Suatu sistem juga harus mempunyai karakteristik.
Karakteristik sistem adalah sebagai berikut ini :
1) Suatu sistem mempunyai komponen-komponen sistem (components) atau subsistem-subsistem.
2) Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary).
3) Suatu sistem mempunyai lingkungan luar (environment).
4) Suatu sistem mempunyai penghubung (interface).
5) Suatu sistem mempunyai tujuan (goal). Jogiayanto ( 2003 : 53)
d. Model Umum Sistem
Model umum sebuah sistem dapat digambarkan pada gambar ini :
Gambar 2. 3 : Model Umum Sisitem
Dari gambar tersebut tedapat beberapa komponen dalam sistem yang membuat sistem dapat berkerja dengan baik. Berikut komponen-komponen tersebut :
1) Komponen input
Komponen input merupakan bagian dari sistem yang bertugas untuk menerima data masukan. Data masukan
tersebut digunakan sebagai penggerak atau pemberi tenaga didalam sistem yang dioperasikan. Komponen pengerak dibagi menjadi dua kelompok yaitu:
a) Maintenace input
Merupakan energi yang dimasukan supaya dapat beoperasi.
b) Singal input
Adalah energi yang diproses untuk didapat keluaran.
2) Komponen Proses
Komponen proses merupakan komponen dalam sistem yang melakukan pengolahan input untuk mendapatkan hasil atau tujuan yang diinginkan. Didalam proses terjadi berbagai kegiatan seperti klasifikasi, peringkasan, pencarian data, organisasi data dan lain sebagainya.
3) Komponen Output
Komponen output merupakankomponen hasil pengoperasian dari suau sistem.
4) Komponen Tujuan
Terdapatnya suatu tujuan yang jelas akan memberikan arah yang jelas pula dalam proses sistem. Komponen tujuan merupakan sasaran yang ingin dicapai oleh berjalanya sebuah sistem.
5) Komponen Kendala
Komponene kendala merupakan komponen yang berisikan aturan atau batasan-batasan yang berlaku atas tujuan tersebut. Pendefenisian kendala yang jelas, akan membuat tujuan jadi lebih bermanfaat.
6) Koponen Kontrol
Komponen kontrol merupakan komponen pengawas dan pelaksanaan proses pencapaian tujuan. Kontrol disini dapat
berupa kontrol pemasukan input, kontrol pengeluaran data, konrol pengoperasian dan lain-lain.
7) Komponen Umpan Balik
Komponen umpan balik merupakan komponen yang memberikan respon atas berjalannya suatu sistem.
Komponen ini dapat berupa kegiatan seperti perbaikan atau pemeliharaan sistem wahyono ( 2004 :13).
2. Informasi
a. Pengertian Informasi
Menurut Teguh Wahyono informasi merupakan bentuk dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya yang mengambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil suatu keputusan Wahyono (2004 : 3). Hanif al Fatta berpendapat informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang Fatta (2007 : 9). Menurut Jogiyanto informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya Jogiyanto (2003 : 36). Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang diolah sedemikian rupa kemudian dapat berarti penerimanya untuk mengambil sebuah keputusan saat maupun yang akan datang.
b. Siklus Informasi
Pengolahan data menjadi suatu informasi dapat digambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan seperti gambar ini :
Input (Data)
Hasil Tindakan Tindakan Keputusan Output (Informasi)
Proses (Model)
Gambar 2. 4 : Siklus Informasi
Pada gambar dapat dilihat bahwa pada awalnya data dimasukan kedalam model yang umunya memiliki proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan menghasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu. Kemudian menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data nantinya akan dimasukan kedalam model (proses), begitu seterusnya sehingga menciptakan siklus yang berkesinambungan.
c. Karakteristik Informasi
Informasi memiliki beberapa karakteristik yang menunjukkan sifat dari informasi itu sendiri. Karakteristik- karakteristik informasi tersebut antara lain adalah:
1) Benar atau Salah
Karakteritsik tersebut berhubungan dengan sesuatu yang realitas atau tidak dari sebuah informasi.
2) Baru
Sebuah informasi dapat berarti sama sekali baru bagi penerimanya.
3) Tambahan
Informasi dapat memperbaharui atau memberikan nilai tambah pada informasi yang telah ada.
4) Korektif
Sebuah informasi dapat menjadi bahan koreksi bagi informasi sebelumnya, salah atau palsu.
5) Penegas
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, hal ini masih berguna karena dapat meningkatkan presepsi penerima atas kebenaran informasi tersebut.
d. Kualitas Informasi
Kualitas informasi sangat dipengaruhi oleh 3 hal pokok yaitu relevancy, accurancy dan timelinness. Berikut pembahasannya :
1) Relevan (relevanci)
Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Informasi akan relevan jika memberikan manfaat bagi pemakainya.
2) Akurasi (accurancy)
Dapat dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak menyesatkan, bebas dari kesalan-kesalahan dan harus jelas mencerinkan maksudnya. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara llain adalah:
a) Kelengkapan informasi
Informasi yang dihasilkan terdiri dari satu kesatuan informasi yang menyeluruh dan mencakup berbagai hal yang terkaid di dalamnya.
b) Kebebasan informasi
Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada di dalam proses tersebut.
c) Keamanan informsi
Sebuah informasi harus aman dalam arti hanya di akses oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja sesuai dengan sifat dan tujuan dari informasi tersebut.
3) Tepat waktu
Informasi yang terlambat akan menghasilkan nilai yang tidak baik, sehingga kalau digunakan dalam pengambilan keputusan akan menimbulkan kesalahan dalam tindakanyang akan diambil.
Selain beberapa komponen diatas beberpa ahli juga menambahkan beberapa hal untuk menentukan kualitas dari sebuah informasi. Komponen komponen tersebut diantara lain adalah ekonomis, efisien dan data dapat dipercaya Wahyono ( 2004 : 6 ).
3. Sistem Informasi
a. Pengertian sistem informasi
Menurut Abdul Kadir istilah sistem informasi adalah sistem yang berbasis komputer. Kadir (2014 : 8). Menurut Teguh wahyono sistim informasi adalah suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan olrh organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan. Wahyono (2004 : 17).
Menurut Jack Febrian Sistem Informasi adalah sistem yang
mendapatkan menghasilkan informasi yang berguna. Suatu sistem didalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan yang diperluakan. Jika dihubunkan dengan teknologinya maka information system bisa diganti dengan information system technologi, dimana maknanya sama dengan information system itu sendiri febrian (2004 : 238 ).
Dari pendapat ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwa sistem informasi adalah sistem yang dibuat manusia yang terdiri dari komponen-komponen dalam suatu oranganisasi yang memiliki tujuan untuk mendapapatkan informasi.
b. Komponen Sistem Informasi
Sistem informasi memiliki komponen- komponen yang teintegraasi dan membentuk satu kesatuan yang satu sasaran sistem. Berikut komponen-komponen sistem informasi:
1) Blok masukan (Input Block)
Blok masukan dalam sebuah sistem informasi meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2) Blok model (Model Block)
Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur,logika dan model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.
3) Blok keluaran (Ouput block)
Block keluaran berupa data-data keluaran seperti dokumen ouput dan informasi yang berkualitas.
4) Blok teknologi (Technologi Block)
Blok teknologi digunakan untuk menerima input,menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5) Blok Basis Data (Database Block)
Merupakan kumpulan data yang berhubungan satu dengan lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
6) Blok kendali (Controls Block)
Meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan/kegagalan sistem.
c. Perangkat Sistem Informasi
Sebuah sistem informasi yang lengkap memiliki kelengkapan sistem sebagai berikut :
1) Hardware
Bagian ini merupakan bagian perangkat keras sistem informasi, seperti komputer, printer, dan teknologi jaringan komputer.
2) Software
Bagian ini merupakan bagian perangkat lunak sistem informasi untuk memerintahkan komputer melaksanakan tugas yang harus dilakukannya.
3) Data
Merupakan komponen dasar dari informasi yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan informasi.
4) Prosedur
Merupakan bagian yang berisikan dokumentasi prosedur atau proses-proses yang terjadi dalam sistem
5) Manusia
Merupakan bagian utama dalam suatu sistem informasi, yang terlibat dalam komponen manusia antara lain adalah First Level Manager, Staff Specialist, Management. Wahyono (2004 : 18).
d. Klasifikasi Sistem Informasi
Ada berbagai cara untuk mengelompokan sistem informasi. Klasi fikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada :
1) Level organisasi
Berdasakan level organisasi, sistem informasi dikelompokan menjadi sistem informasi departemen, sistem informasi perusahaan dan sistem informasi antara organisasi.
2) Area fungsional
Beberapa sistem informasi fungsional yang umum adalah sistem informasi akutansi, sistem informasi keuangan, sistem informasi manufaktur, sistem informasi pemasaran dan sistem informasi SDM.
3) Dukungan yang diberikan / tersedia
Berdasarkan dukungan yang dibrikan kepada pemakai, macam sistem infmasi yang digunakan pada semua area fungsional dalam organisasi bapat diklasifikasikan menjadi sistem pemrosesan transaksi, sistem informasi manajemen, sistem otomatis perkantoran, sistem pendukung keputusan, sistem informasi eksekutif, sistem pendukung kelompok dan sistem pendukung cerdas.
4) Menurut arsitektur sistem
Berdasarkan arsitektur yang mendasarinya, sistem informasi dibedakan menjadi 3 jenis yaitu sistem berbasis
mainframe, sistem komputer pribadi (pc) tunggal dan sistem tersebar atau sistem komputerisasi jaringan. (Kadir : 2014).
C. Alat Bantu Perancangan Sistem 1. Aliran sistem informasi (ASI)
Merupakan bagan yang menunjukan arus kerja secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur-prosedur yang ada didalam sistem. Bagan aliran sistem menunjukan apa yang dikerjakan di sistem. Bagan aliran digambarkan menurut simbol-simbol yang tampak sebagai berikut ini Jogiyanto (2005 :796) :
Tabel 2. 1 Bagan Aliran Sistem (Jogiyanto : 2005)
No Simbol Arti/Tujuan
1 Dokumen
2 Kegiatan manual
3 Simpanan Offline
4 Kartu Plog
5 Proses
6 Operasi luar
7 Pengurutan offline
8 Pita magnetik
9 Hard disk
10 Diskette
11 Drum magnetik
12 Pita kertas belubang
13 Keyboard
14 Display
15 Garis aliran
16 Penjelasan
17 Penghubung
2. Context diagram
Context diagram merupakan model proses untuk mendokumentasikan lingkungan sistem. Disebut juga dengan model lingkungan Whitten et al (2004 : 351). Context diagram merupakan data flow diagram yang mengambarkan garis besar operasional sistem. Wahyono ( 2004 : 84)
3. Data flow diagram (DFD)
Data flow diagram (DFD) / diagram aliran data adalah alat yang mengamarbarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem tersebut. Whitten et al (2004 : 326). Ada dua jenis DFD , yaitu DFD logis dan DFD fisik. DFD logis menggambarkan proses tampa menyarankan bagaimana mereka akan dilakukan, sedangkan DFD fisik menggambarakan proses model berikut implementasi pemprosesan informasinya. Fatta (2007 : 105). Beberapa simbol yang digunakan dalam Data Flow Diagram antara lain adalah:
Tabel 2. 2 Simbol DFD (Wahyono : 2004)
No Simbol Arti/Tujuan
1 Sumber dan tujuan data
2 Proses
3 Penyimpanan
4 Arus data
4. Entity relationship diagram (ERD)
Entity Relation Diagram (ERD) adalah diagram yang memperlihatkan entitas-entitas yang terlibat dalam suatu sistem serta hubungan-hubungan (relasi) atas entitas tersebut. Nugroho (2005 : 192). Simbol-simbol yang digunakan dalam ERD adalah sebagai berikut:
Tabel 2. 3 Entity Relation Diagram ERD (Nugroho :2005)
No Simbol Arti/Tujuan
1 Entity
2 Atribut dari entity
3 Atribut dari entity dengan
key
4 Relasi antar entity
5 Hubungan satu dan pasti
6 Hubungan banyak dan pasti
7 Hubungan satu dan pasti
8 Hubungan satu tapi tidak
pasti
D. Perangkat lunak pembangun sistem 1. PHP
a. Pengertian PHP
PHP (PHP : Hypertext Preprocessor) adalah bahasa server-side scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena PHP merupakan server-side scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan dieksekusi diserver kemudian hasilnya dikirim ke browser dalam format HTML. Arief ( 2011 : 43).
b. Sejarah PHP
PHP pertama kali dibuat pada musim gugur tahun 1994 oleh Ramus Lerdoff, awalnya digunkan pada wibsitenya untuk mencatat siapa saja yang berkunjung dan melihat biodatanya.
Versi pertama direlease terjadi pada awal tahun 1995, dikenal sebagai tool personal home page, yang terdiri atas egine parser yang sangat sederhana yang hanya mengerti beberapa makro khusus dan sejumlah utilitas yang sering digunakan pada halaman-halaman web, seperti buku tamu, counter pengunung, dan lainnya. Paser diprogram ulang pada pertengahan 1995 dan diberinama PHP/F1 versi 2.0 FI berasal paket Rasmus lainnya yang ditulis untuk mengintropresi data dari from, yang kemudian di kombinasikan dengan tool personal home.
Tahun 1995 ini dianggap sebagai tahun kelahiran dari PHP?FI yang kemudian membuat pertumbuhan aplikasi web yang pesat, dan banyak orang kemudian mengkontrinusikan pengembangan PHP/FI. Pada tahun 1996 digunkan sedikitnya 15000 web site di seluruh dunia. Dan pertengahan 1997 mencapai 50000 situs.
Pada tahun 1997 ini juga tejadi perubahan pengembangan PHP. Pengembangan dilakukan oleh tim yang teroganisasi dan bukan oleh Ramus sendiri. Parser
dikembangkan oleh Zeev Suraksi dan Andi Gustmans yang kemudian menjadi dasar untuk versi3, dan banyak utilitas program yang diprogram untuk menambah kemampuan untuk versi 2. Versi terakir (PHP 4) mengunkan energi scipt Zend untuk untuk lebih meningkatkan kinerja dan mempunyai dukungan yang banyak dari berbagai pihak ketiga dan berjalan seolah modul asli dari berbagai server web yang populer.
Sejak Januari 2001 PHP3 dan PHP4 disertakan pada sejumlah produk server web kormersial seperti server web StrongHold Redhet. Perkiraan konsertif yang didapat dari angka yang diberikan oleh Netcraft yang dieksrapolasi, pengguna PHP sekitar 5.100.000 sedikit lebih banyak dari server web yang menggunkan microsoft IIS (5.03 juta) di internet.
PHP versi 4.2.0 direalse pada tanggal 22 April 2002.
Perbaikan pada bug(kesalahan-kesalahan) terutama pada upload file melalui broser telah dibentuk, dan banyak penambahan fungsi yang lebih memudahkan pengembangan aplikasi untuk membuat program yang lebih baik. Jumlah fungsi yang ada pada versi ini mencapai ribuan fungsi dan dikelompokan menjadi 109 fungsi, banyak bertambah dari fesi sebelumnya. Sampai dengan versi 4.3.7 tercatat ada 125 fungsi yang dimiliki oleh PHP. Saat ini pengembangan PHP telah memaasuki versi 5. Sidiq (2006 : 6).
c. Kelebihan-kelebihan PHP
PHP memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh bahasa script sejenis. PHP difokuskan pada pembuatan script server-side, yang bisa melakukan apa saja yang dapat dilakukan oleh CGI, seperti mengumpulkan data dari form, menghasilkan isi halaman web dinamis, dan kemampuan
mengirim serta menerima cookies, bahkan lebih dari pada kemampuan CGI.
PHP dapat digunakan pada semua sistem operasi, antara lain Linux, Unix (termasuk variannya HP-UX, Solaris, dan OpenBSD), Microsoft Windows, Mac OS X, RISC OS.
PHP juga mendukung Web Server, seperti Apache, Microsoft Internet Information Server (MIIS), Personal Web Server (PWS), Netscape and iPlanet servers, Oreilly Website Pro Server, audium, Xitami, Omni HTTPd, dll, bahkan PHP dapat bekerja sebagai suatu CGI processor.
PHP tidak terbatas pada hasil keluaran HTML (HyperText Markup Languages). PHP juga memiliki kemampuan untuk mengolah keluaran gambar, file PDF, dan Movies Flash. PHP juga dapat menghasilkan text seperti XHTML dan file XML lainnya. Salah satu fitur yang diandalkan PHP adalah dukungannya terhadap banyak database.
d. Sintak PHP
Sintaks program/Script PHP ditulis dalam apitan tanda khusus PHP. Ada empat macam pasangan tag PHP yang dapat digunakan untuk menandai blok script PHP;
1) <?php … ?>
2) <script language = “PHP”> … </script>
3) <? … ?>
4) <% … %>
Cara 1 dan 2 merupakan cara yang paling umum digunkan sekaligus cara 3 tampak lebih praktis karena cara 3 selalu diaktifkan pada konfigurasi file PHP. Cara 4 juga dimungkinkan sebagai kemudahan bagi anda yang sudah terbiasa dengan ASP (active Server Pages). Peranginangin ( 2006 : 3).
2. Web
a. Pengertian Web
Febrian mendefenisikan web sebagai suatu sistem di internet yang memungkinkan siapapun menyediakan informasi. Dengan menggunakan teknologi tersebut, infrormasi dapat diakses selama 24 jam dalam satuan hari yang dikelola oleh mesin Febrian (2004 : 449). Menurut M.
Ruyanto Arif Web adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumen-dokumen multimedia (teks, gambar, suara, animasi, video) didalamnya yang menggunakan protocol HTTP (Hypertext Transfer Protokol) dan untuk mengaksesnya mnggunakan perangkat lunak yang disebut browser.
b. Perkembangan Web
Tim Berners-Lee pada tahun 1989 menemukan metode baru dalam menghubungkan dokumen satu sama lainnya di internet. Selanjutnya metode ini dikembangkan terus hingga mejadi sebuah web. Pada tahun 1993 web broser yang berbasis grafis ditemukan oleh Marc Andreessen, seorang peneliti di National Center for Supercomputing Application. Nama web broserny adalah Mosaic. Pada tahun 1994, Marc Andreessen mengembangkan Mosaic menjadi sebuah web broser yang lebih baik dan dikenal dengan nama web broser Nescape.
Pada saat itu Microsoft mengeluarkan produk web broser pertamanya yaitu Internet Explorer. Pada saat ini perkembangan web dan realisasinya dipercayakan kepada sebuah lembaga nirlaba ysng berpusat di Amerika, yaitu Wordl-Wide-Web Consortium atau W3C. Lebaga ini adalah tempat berkumpul peneliti dan pengambilan kebijakan yang berhubunga dengan web diseluruh dunia. Arief (2011 :7 ).
3. MySQL
a. Pengertian MySQL
MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengolahan datanya. MySQL merupakan database yang pertama kali didukung oleh bahasa pemograman script ntuk internet (PHPdan Perl). MySQL dan PHP dianggap sebagai pasangan software pengembangan aplikasi web yang ideal.
MySQL lebih sering digunakakan untuk membangun aplikasi berbasis web, umunya pengembangan. Arief (2011: 151).
MySQL menggunakan satu format standar SQL bahasa data yang terkenal. MySQL dilebas dengan satu lisensi open souce, dan tesedia secara Cuma-Cuma. MySQL berkejra pada berbagai sistem opersasi, dan banyak bahasa. MySQl berkerja dengancepat dan baik dengan data yang besar. PHP menyediakan banyak fungsi untuk mendukung database MySQL. Peranginangin (2006 : 389).
b. Struktur Directori MySQL
Software MySQL secara default diletakan pada direktori C:\MySQL jika di install pada sistem operasi wondows. Direktori ini bisa saja dirubah ketika saat instalasi.
Direktori yang paling penting dalam sruktur direktori MySQL adalah direktori bin dan data. Sub directori bin merupakan direktori yang menyimpan semua program database MySQL, sedangkan sub direktori data digunakan untuk menyimpan data dan file-file yang dibutuhkan oleh MySQL untuk penyimpanan database. Setiap database MySQL dibuat sebagai sebuah direktori di dalam sub direktori data. Arief (2011 : 152).
4. Basis Data
a. Pengertian Basis data
Basis data (database) adalah suatu pengorganisasian sekumpulan data yang saling terkaid sehingga memudahkan aktivitas untuk memperoleh informasi. Basis data dimaksud untuk mengatasi pada sistem yang memakai pendekatan bebasis berkas. Untuk megelola basis data diperlukan perangkat lunak yang disebut Database Management System (DBMS). DBMS adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis data dengan cara praktis dan efisien.
b. Komponen Lingukungan Basis Data 1) Perangkat Keras
Digunakan untuk menjalankan DBMS berserta aplikasi-aplikasinya. Perangkat keras perupa komputer da periferal pendukungnya. Komputer dapat berupa PC, mini komputer, mainframe, dll.
2) Perangkat Lunak
Komponen perangkat lunak mencangkup DBMS itu sendiri., program aplikasi, serta perangkat lunak untuk mendukung komputer dan jaringan. Program aplikasi dapat dibangun dengan mengunkan bahasa pemograman C++, Pacsal, dll.
3) Data
Bagi isi pemakai komponen terpenting dalam DBMS adalah data karena dari data ini lah pemakai dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
4) Prosedur
Prosedur adalah petunjuk tertulis yang berisi cara merancang sehingga menggunakan basis data.
5) Orang
Komponen orang dapat dibagi menjadi 3 kelompok:
a) Pemakai akhir (end-user) b) Pemograman aplikasi
c) Administrator basis data. Kadir (2014 : 218).
5. Adobe Dreamweaver Cs5
a. Penegrtian Dreamweaver Cs5
Dreamweaver merupakan software utama yang digunakan oleh Web Desainer maupun Web Programmer dalam mengembangkan suatu situs web. Hal ini disebabkan ruang kerja, fasilitas dan kemampuan Dreamweaver yang mampu meningkatkan produktivitas dan efektivitas dalam desain maupun membangun suatu situs.
Pada dreamweaver CS5, terdapat beberapa kemampuan bukan hanya sebagai software untuk desain web saja tetapi juga untuk menyunting kode serta pembuatan aplikasi Web dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman Web, antara lain: JPS, PHP, ASP dan ColdFusion. Madcoms(2011: ).
b. Menjalankan Dreamweaver Cs5
Langkah untuk menjalankan Adobe Dreamweaver Cs5 adalah, pilih star, kemudian all program, selanjutnya adobe master collection cs5. Tampilan awal ketika menjalankan dreamweaver dapat dilihah pada gambar ini :
Gambar 2. 5 Tampilan lembar kerja Dreamweaver (Madcoms : 2011)
c. Mengenal Ruang Kerja Dreamweaver Cs5
Tampilan ruang kerja dreamweaver cs5 seperti yang terllihat pada gambar ini:
Gambar 2. 6 Tampilan lembar kerja Dreamweaver (Madcoms : 2011)
1) Aplication Bar
Berada dibagian paling atas jendela aplikasi Dreamwever CS5. Baris ini berisi tombol workspace (workspace switcher), menu, dan aplikasi lainnya.
Gambar 2. 7 Tampilan Aplication Bar (Madcoms : 2011)
2) Toolbar Document
Berisi tombo-tombol yang digunakan untuk mengubah tampilan jendela dokumen, sebagai contoh tampilan Design atau tampilan Code. Juga dapat digunakan untuk operasi-operasi umum, misalnya untuk melihat hasil sementara, halaman web pada jendela browser.
Gambar 2. 8 Tampilan Tollbar (Madcoms : 2011) 3) Jendela Document
Adalah lembar kerja tempat anda membuat dan mengedit desain halaman web.
Gambar 2. 9 Tampilan Jendela Dokumen (Madcoms : 2011)
4) Workspace Switcher
Digunakkan untuk mengubah tampilan ruang kerja (Workspace) Dreamweaver CS5. Sebagai contoh mengubah tampilan menjadi tampilan classic, yaitu tampilan ruang kerja Dreamweaver versi sebelumnya.
Gambar 2. 10 Tombol perintah untuk memilih tampilan ruang kerja (Madcoms : 2011) 5) Panel Groups
Adalah kumpulan panel yang saling berkaitan, panel- panel ini dikelompokkan pada judul-dudul tertentu berdasarkan fungsinya. Panel ini digunakan untuk memonitor dan memodifikasi pekerjaan.
Gambar 2. 11 Tampilan Panel Group (Madcoms : 2011)
6) Tag Selector
Diletakkan dibagian bawah jendela dokumen, satu baris dengan status bar. Bagian ini menempilkan hirarki pekerjaan yang sedang terpilih pada jendela dokumen dapat juga digunakan untuk memilih objek pada jendela desain berdasarkan jenis atau kategori objek tersebut. Tag selector juga menampilkan informasi format dari bagian yang sedang aktir pada lembaga kerja design.
7) Panel Property
Digunakan untuk melihat dan mengubah berbagai property object atau jendela Design. Property untuk suatu object dengan object lainnya selalu ebrbeda-beda. Jendela ini tidak dapat diuraikan pada tampilan jendela Code.
Untuk menampilkan atau menyembunyikan panel Property klik menu Window → Properties. Dalam jendela panel Property terdapat dua pilihan yaitu HTML dan CSS.
8) Toolbar Coding
Berisi tombol-tombol yang digunakan untuk melakukan operasi code-code standar. Toolbar ini hanya tampil pada jendela Code.
Gambar 2. 12 Tampilan Properties (Madcoms : 2011)
Gambar 2. 13 Tampilan Tool bar Coding (Madcoms : 2011)
9) Panel Insert
Berisi tombol-tombol untuk menyisipkan berbagai jenis objek, seperti image, table, atau objek media kedalam jendela dokumen. Masing-masing objek adalah suatu potongan code HTML, dapat dengan bebas mengatur property dari objek tersebut. Seperti contoh menyembunyikan objek form dengan mengklik tombol Form dalam panel tersebut.
Gambar 2. 14 Tampilan Panel Insert (Madcoms : 2011)
10) Panel Group
Kumpulan panel yang saling berkaitan satu sama lainnya dikelompokkan di bawah satu judul, seperti : insert, files CS5 Styles dan sebagainya.
Gambar 2. 15 Tampilan Panel Group (Madcoms : 2011)
11) Panel Files
Digunakan untuk mengatur file-file dan folder-folder yang membentuk situs web anda.
Gambar 2. 16 Tampilan Panel Files( Madcoms : 2011)
39 BAB III
ANALISIS DAN HASIL A. Analisis Sistem
Langkah analisis dan perancangan ini merupakan suatu pekerjaan yang sangat menentukan sekali untuk dapat mengetahui lebih lanjut mengenai sistem lama. Oleh karena itu dalam melaksanakan kegiatan ini harus hati-hati dan secermat mungkin sehingga kendala-kendala dapat diketahui secara detail, mengetahui kekurangan, kelebihan dan masalah yang terdapat pada sistem yang lama.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan serta mempelajari sistem yang sedang berjalan pada Pondok Pesanten Darul Tauhid, maka dapat diperoleh gambaran ringkas tentang sistem yang digunakan oleh Pondok Pesanten Darul Tauhid. Oleh karena itu, penulis mencoba merancang sebuah sistem baru yang dapat membantu Pondok Pesanten Darul Tauhid dalam melakukan pengolahan data yang ada pada Pondok Pesanten Darul Tauhid tersebut.
1. Aliran sistem informasi yang sedang berjalan
Aliran sistem informasi merupakan gambaran terhadap proses aliran suatu informasi dari suatu bagian lainnya, dimana informasi dihasilkan dan diproses pada bagian yang bersangkutan untuk diteruskan atau disampaikan ke bagian lainnya. Adapun alur sistem informasi yang sedang barjalan pada Pondok Pesanten Darul Tauhid ini dapat dijabarkan sebagai berikut ini :
1. Tata usaha memiliki data guru yang mengajar di pondok pesantren. Data guru terebut diperoleh dari masing-masing guru yang mengajar pada Pondok Pesantern Darul Tahuid sendiri. Sedangkan untuk data santri tata usaha membuat formulir data diri santri.
2. Santri yang telah diterima di pondok pesantren harus mengisi formulir data diri yang disediakan tata usaha. Kemudian santri menyerahkan formulir data diri santri ke tata usaha.Tata usaha akan membuat daftar santri pada buku data santri.
3. Bedasarkan data santri dan data guru yang ada, tata usaha menentukan kelas dan wali kelas. Kemudian menyediakan absen dan diserahkan ke wali kelas atau guru bidang studi.
4. Guru bidang studi melakukan evaluasi terhadap santri dengan cara melakukan membuat soal ujian, dan menyerahkannya ke santri. Santri mengerjakan soal ujian setelah selasai santri memberikan kembali kepada guru bidang studi.
5. Hasil dari ujian tersebut diperiksa oleh guru bidang studi dan menghasilkan nilai. Kemudian nilai tersebut dimasukan kedalam buku nilai perkelas.
6. Guru bidang studi memberikan buku nilai kepada wali kelas.
Wali kelas merekap nilai tersebut beserta absen. Kemudian wali kelas memasukan nilai dan rekapitulasi absensi dalam buku kerapor setiap santri. Rapor diserahkan kepada setiap santri dan didampingi oleh orang tua.
Berdasarkan uraian diatas dapat, digambarkan aliran sistem informasinya sebagai gambar berikut :
Sistem Informasi yang sedang Berjalan
Guru Wali Kelas
Santri Tata Usaha
Mengisi formulir
Formulir data santri Formulir
Membuat daftar santri
Menetukan kelas, mapel,
absen
Kelas, mapel,absen
Kelas, mapel,absen Data santri
& Data Guru
A Kelas, mapel,absen
Gambar 3. 1 Aliran Sistem Informasi (Data Pondok) yang Sedang Berjalan
Sistem Informasi yang sedang Berjalan
Guru Wali Kelas
Santri Tata Usaha
Nilai Siswa
Data nilai
Rekap Mengisi nilai
pada buku nilai
Data nilai
Laporan Nilai Siswa Laporan Nilai
Siswa Laporan Nilai
Siswa
A
A
Gambar 3. 2 Aliran Sistem Informasi (Data Nilai) yang Sedang Berjalan
2. Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan
Berdasarkan sistem informasi yang sedang berjalan pada Pondok Pesantren Darul Tauhid Solok saat ini, terdapat beberapa kendala yang muncul diantranya :
a. Pengentrian data siswa dan data guru masih dilakaukan secara manual.
b. Perekapan nilai yang dilakukan oleh guru bidang studi harus menuliskan nilai satu persatu santri kedalam buku nilai.
c. Pengimputan nilai siswa oleh guru masih menghasilkan data yang kurang akurat sehingga terdapat data yang berulang-
ulang, tidak tercatat, kurang teliti, kesalahan dalam penginputan nilai siswa.
d. Memperlambat kinerja sistem karena jumlah data siswa yang dan data yang akan ditampung akan semakin besar.
e. Pengelolahan dan penyimpan data siswa mangunakan proses manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
B. Desain Sistem Baru 1. Desain Global
Desain secara global dapat didefenisikan sebagai suatu gambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa secara garis besar tentang alur sebuah program dan data-data yang dibutuhkan serta hubungan antar elemen yang utuh dan sesuai dengan fungsinya.
a. Aliran Sistem yang Diusulkan
Sistem informasi yang diusulkan pada pondok pesantren darul tauhid tidak jauh berbeda dengan sistem yang sedang berjalan. Yang mebembedakan adalah pada sisitem informasi yang lama masih dikelola secara manual, sedangkan pada sistem informasi yang diusulkan sudah menggunkan program dan memiliki media penyimpanan data unntu mengelola data yang ada pada Pondik Pesantren Darul Tauhid Tersebut. Adapun gambaran aliran sistem yang diusulkan dapat dilihat pada gambar berikut:
Sistem Informasi yang di Usulkan
Pengajar Santri
Admin
Entri data pengajar
& santri
Data Pengajar &
Santri
Data pengajar &
Santri
Data kelas, mapel & absen
Data kelas, mapel & absen Entri data
kelas,mapel &
absen
Data kelas,mapel &
absen
Data kelas, mapel & absen
A
A
Gambar 3. 3 Aliran Sistem Informasi (Data Pondok) yang Diusulkan
Sistem Informasi yang di Usulkan
Pengajar Santri
Admin
Entri data nilai
Data nilai
Cetak Rapor
Rapor siswa Rapor nilai
siswa Nilai
Nilai
Data nilai
A
Gambar 3. 4 Aliran Sistem Informasi (Data Nilai) yang Diusulkan b. Context Diagram
Context diagram merupakan model proses untuk mendokumentasikan lingkungan sistem. Adapun contex
diagram dari sistem informasi pada Pondok Pesantren Darul Tauhid Solok dapat dilihat pada gambar berikut :
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PONDOK PESANTREN DARUL TAUHID
SOLOK BERBASIS WEB
Admin Santri
Pengajar Login
Data santri Data pengajar Mata pelajaran
Login
Verivikasi login Data Nilai Verivikasi login
Data nilai
Login Nilai
Verivikasi login Mata pelajaran Data absen
Data absen
Kelas
Gambar 3. 5 Contex Diagram c. Data Flow Diagram (DFD)
Data flow diagram (DFD) / diagram aliran data adalah alat yang mengamarbarkan aliran data melalui sistem dan kerja atau pengolahan yang dilakukan oleh sistem tersebut. Adapun DFD dari sistem informasi pada Pondok Pesantren Darul Tauhid Solok dapat dilihat pada gambar berikut :
1.0 Login
2.0
Entri data
3.0 Ceteak kelas
mapel
4.0 Entri nilai Admin
Pengajar
Santri
User
Siswa
Karyawan
Mapel
Detail_kelas
Absen
Khs
4.0 Cetak Nilai siswa
Guru Mapel Kelas Absen
Username Password
Username Password
Username Password
Data nilai Kelas & jadwal pelajaran
Kelas & mapel
Data nilai
Data nilai
Kelas, mapel, tingkat Data siswa
Data guru
Data mapel
Trasaksi kelas
Data Absen Data admin
Data nilai Data nilai
Tingkat Kelas Detail_mapel
Berita
Kategori Transaksi mapel
Data Berita
Kategori data berita
Data kelas
Jadwal
Gambar 3. 6 Data Flow Diagram d. Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah diagram yang memperlihatkan entitas-entitas yang terlibat dalam suatu sistem serta hubungan-hubungan (relasi) atas entitas tersebut.
Adapun DFD dari sistem informasi pada Pondok Pesantren Darul Tauhid Solok dapat dilihat pada gambar 3.5 berikut :
Gambar 3. 7 Entity Relation Diagram (ERD)
e. Struktur Program
Desain struktur program merupakan suatu desain yang menggambarkan suatu hubungan modul program dengan program yang lainnya. Desain struktur program dari yang diusulkan oleh penulis dapat dilihat pada gambar berikut:
1) Admin
Menu Utama
Beranda Karyawan dan Santri Kelas Mapel Absensi Logout
guru
Gambar 3. 8 Struktur Program Admin 2) Pengajar
Menu Utama
Beranda Data diri Jadwal mengajar Nilai Absen Logout
Gambar 3. 9 Struktur Program Pengajar 3) Santri
Menu Utama
Beranda Data diri Jadwal pelajaran Nilai Absensi Logout
Gambar 3. 10 Struktur Program Santri